Sabtu, 2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10735

Tunggakan 134 Perusahaan ke BPJamsostek Capai Rp 1,3 M

0

batampos.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), Cabang Tanjungpinang menyerahkan seba-nyak 134 data perusahaan yang menunggak iuran ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang.

Petugas pemeriksa BP Jamsostek Cabang Tanjungpinang, Tunggul Sihotang mengatakan pemeriksaan sudah dilakukan sejak 10 hingga 12 Desember 2019 di Aula Kejari Tanjungpinang.

”Sudah dilakukan pemeriksaan selama tiga hari,” kata Tunggul pada Batam Pos, Jumat (13/12/2019).

Dijelaskan Tunggul, peme-riksaan tersebut dilakukan atas dasar kerja sama BP Jamsostek Tanjungpinang dengan Kejari Tanjungpinang bidang perdata dan tata usaha negara. Kemudian sebanyak 134 data perusahaan diserahkan dengan nilai piutang mencapai Rp 1,3 Miliar.

”Untuk data perusahaannya sebanyak 134 tapi data jumlah tenaga kerja kita tidak hitung,” ujarnya. Kemudian, dijelaskan Tunggul pelimpahan data perusahaan itu sudah dilakukan melalui surat kuasa khusus (SKK) dan diharapkan perusahaan yang menunggak tersebut dapat segera membayar tunggakan iuran perusahaan masing-masing.

”Karena ini adalah hak dari pekerja dan berhubungan dengan jaminan sosial para tenaga kerja,” ujarnya.

Tunggul menjelaskan, tindakan tegas dengan cara pelimpahan pada Kejari Tanjungpinang tersebut merupakan komitmen BP

Jamsostek dalam menjalankan amanat negara sesuai undang-undang nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS.

”Perusahaan-perusahaan yang diserahkan ke kejaksaan merupakan perusahaan yang sebelumnya sudah menerima surat peringatan bahkan sudah dilakukan kunjungan pada perusahaan-perusahaan tersebut dengan tujuan untuk segera memenuhi kewajibannya,” ungkapnya.

Kepatuhan pemberi kerja tidak hanya membayar iuran tepat waktu, tetapi juga patuh dan tertib dalam hal adminis-trasi pelaporan tenaga kerja.

”Salah satu jenis ketidakpatuhan tersebut adalah Perusahaan Daftar Sebagian (PDS),” paparnya. (bni)

Warga Bengkong Enggan Bayar Retribusi Sampah, Alasannya…

0

batampos.co.id – Sejumlah warga di kawasan Bengkong ternyata masih enggan membayar retribusi sampah.

Dengan alasan, sampah rumah tangga yang mereka hasilkan telah dibakar atau dibuang sendiri.

Camat Bengkong, M Tahir, menjelaskan dari sekian banyak warga Bengkong, ada beberapa yang masih enggan membayar retribusi sampah. Setiap kali ditagih, mereka  marah dan ada yang menghindar.

“Masih ada yang enggan membayar retribusi sampah. Alasanya, sampah sudah dibakar atau dibuang sendiri,” ujar Tahir.

Dijelaskannya, membakar sampah sudah jelas melanggar Perda yang telah ada di Kota Batam. Meski begitu, banyak warga yang tidak mengindahkan aturan itu.

Petugas kebersihan mengangkut sampah di kawasan SP Plaza, Batuaji, Kamis (12/12/2019) lalu. Beberapa warga Bengkong masih enggan membayar retribusi sampah dengan alasan sampah yang dihasilkan sudah mereka bakar. Foto: batampos.co.id / Dalil Harahap

“Kami juga sudah sering tegur warga yang kerap bakar sampah. Sudah jelas, bakar sampah itu menyalahi, tapi tetap banyak yang melakukannya,” jelas Tahir.

Menurut dia, warga tersebut punya seribu alasan untuk tidak membayar retribusi sampah, seperti telah membakar, menanam hingga membuang ke tempat pembuangan sementara (TPS) sampah.

“Apapun alasan mereka, yang namanya retribusi setiap rumah itu wajib. Kecuali mereka buang sampah ke TPA (tempat pembuangan akhir) sampah langsung,” tutur Tahir.

Masih kata Tahir, ia bersama perangkat lainnya terus mensosialisikan agar warga bisa mengikuti aturan yang telah ada.

Apalagi, rencananya Bengkong akan dijadikan daerah percontohan terkait penerapan pembuangan sampah.(she)

Kurir Narkotika Internasional Menangis Saat Dengar Vonis Hakim Pengadilan Negeri Batam

0

batampos.co.id – Empat terdakwa jaringan narkotika internasional, yakni KR, AY, SDO dan Ma divonis belasan tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Atas vonis tersebut, terdakwa KR dan AY hanya tertunduk lesu setelah mendengar vonis tersebut.

Sementara terdakwa SDO dan Ma terlihat menyesali perbuatannya hingga menangis mendengar putusan yang dibacakan oleh ketua majelis hakim Taufik Nainggolan dengan didampingi hakim anggota Dwi Nuramanu dan Yona Lamerosa.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai perbuatan empat terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana dalam pasal 114 ayat (2) junto pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa KR dengan pidana penjara 17 tahun, terdakwa AY dan Ma dengan 12 tahun dan terdakwa SDO dengan pidana penjara 10 tahun,” ujar Taufik.

Empat kurir narkoba internasional divonis dia tas 10 tahun penjara. Dua dari terdakwa menangis saat mendengarkan vonis hakim di PN Batam. Foto: Eggie/batampos.co.id

Selain menjatuhkan dengan pidana penjara, masing-masing dari terdakwa juga dikenakan denda sebesar Rp 1 miliar.

Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan pidana penjara selama enam bulan.

Dan menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

“Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan dan membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sejumlah lima ribu rupiah,” tutur Taufik.

Dalam persidangan dengan agenda putusan itu, hal yang memberatkan hukuman terdakwa bahwa perbuatan mereka tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan tindak pidana narkotika.

Atas putusan tersebut, empat terdakwa menerima vonis yang dijatuhi oleh majelis hakim. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Rizki Harahap juga menerima putusan dari majelis hakim tersebut.(gie)

Bekas Galian IPAL Bocor Lagi, Kali Ini Terjadi Perumahan Legenda Bali 

0

batampso.co.id – Bekas galian Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) Batamcentre di Legenda Bali mengalami kebocoran.

Air mengalir dari lubang galian yang telah ditutupi oleh penutup bak kontrol dan menggenangi jalan di perumahan tersebut.

Salah seorang warga perumahan, Jusuf Riyandi mengatakan kebocoran terjadi baru-baru ini saja.

Ia meminta agar pihak terkait segera mengatasi persoalan ini karena mengganggu kenyamanan warga.

“Air keluar dari pipa dan bekas galian itu. Untuk sekarang belum beroperasi. Kalau sudah operasi nanti dan bocor, kan jijik kalau yang keluar nanti kotoran,” katanya, Senin (16/12/2019).

Selain itu, bekas pengaspalan di sekitar penutup bak kontrol juga sudah mengalami keretakan.

Baca Juga: Bekas Galian Pipa IPAL Membuat Ruas Jalan di Batam Rusak dan Retak

“Selain itu, tambahan segmennya retak dan cepat rusak,” tuturnya.

Rembesan air keluar dari tutup pipa Instalasi Pengelohan Air Limbah (IPAL) di Perumahan Legenda Bali Batamcenter, Senin (16/12/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan pipa di Legenda Bali belum terkoneksi ke stasiun pompa.

“Ya air yang mengalir itu bekas leak test. Dan nanti akan dikuras. Kerusakan pasti akan segera diperbaiki,” tuturnya.

Iyus juga mengatakan ada sejumlah kendala yang membuat perbaikan jalan rusak belum bisa terealisasi.

Baca Juga: Terkait Proyek IPAL, BP Batam dan Hansol Akan Pecat Subkon Tak Becus

“Kendala pertama, cuaca ekstrim. Siapapun pelaksana pekerjaan konstruksi yang mendapat cuaca begini, pasti akan terkendala. Saat menggali, maka menutupnya harus menunggu sampai reda,” tuturnya.

Proyek Ipal dimulai sejak April 2017, dimana pembangunan tahap awal dilakukan di kawasan Batamcenter yang membutuhkan 114 kilometer pipa.

Pipa Ipal akan disambung ke 11 ribu sambungan rumah warga untuk proses ini. Proyek IPAL ini ditargetkan selesai pada Desember 2020 mendatang dan bisa beroperasi pada Januari 2021.

Adapun kapasitas produksinya mencapai 230 liter per detik dan akan melayani kawasan Batamcentre dan sekitarnya.

Air bersih hasil olahan dari proyek senilai Rp 600 miliar ini rencananya akan disuplai ke industri-industri di Batam.(leo)

BP Sederhanakan Perizinan Reklame, Dari 14 Menjadi Dua Izin

0

batampos.co.id – Guna menata reklame di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memangkas perizinannya dari 14 menjadi dua izin.

Dari Pemko Batam sudah menggunakan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Reklame (SIMREK) untuk memudahkan akses ke layanan perizinan reklame.

“Kami akan lakukan evaluasi perizinan bagi perusahaan reklame yang membangun tidak sesuai master plan,” kata Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana BP Batam, Purnomo Andiantono, Senin (16/12/2019).

“Kemudian menertibkan yang tidak berizin, dimana sepanjang 2018 sudah dilakukan BP Batam,” katanya lagi.

Di Batam lanjutnya, ada 184 perusahaan reklame. BP Batam kata dia, juga akan bekerjasama dengan Pemko Batam untuk penyederhaan perizinan.

Rencananya BP Batam akan memangkas perizinan bagi reklame dari sebelumnya 14 menjadi dua izin.

Wacana ini akan dikoordinasikan dengan Sekda Kota Batam karena penataan reklame juga menyangkut kepentingan publik.

Anggota Satpol PP bersama Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Batam membongkar reklame tanpa izin di Jalan Fisabililah, Batam Center, beberapa waktu lalu. BP Batam akan menyederhakanan izin reklame yang awalnya 14 menjadi dua izin. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id

Sementara Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, untuk reklame, pihaknya sudah menggunakan pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Reklame (SIMREK).

Penerapannya dituangkan dalam bentuk aplikasi berbasis Android, e-reklame. Dengan demikian, dapat mendorong pihak swasta akan menjalankan kewajiban dan mendapat akses yang lebih mudah.

“Dengan adanya aplikasi ini akan memberikan kemudahan dalam pendataan, monitoring, dan evaluasi. Guna meningkatkan potensi maupun penerimaan Pajak Reklame,” katanya.

Aplikasi itu kata dia, akan menampilkan detail reklame. Mulai dari sebaran peta reklame, masa tayang, status tiang, maupun nomor pokok wajib pajak daerah (NPWPD) reklame, dan QR code.

Berdasarkan hasil pendataan di awal tahun ini, BPPRD mencatat terdapat 830 titik tiang yang tersebar di sepanjang jalan utama atau arteri.

Selain itu juga terdapat 45 titik tak bernama. Jenis tiang reklame yang didata meliputi billboard, videotron, dan megatron.

Namun setelah melalui verifikasi, terdapat 903 titik tiang reklame. Terdiri dari billboard, videotron, megatron, mini billboard, polysign, dan wall billboard atau mural.

Saat ini banyak reklame yang terpasang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Me-nurut data BP Batam, ada 1.027 reklame di Batam, dan 723 di antaranya tak berizin.

Kemudian ada sekitar 293 reklame berizin. 11 reklame berizin tapi tak sesuai dengan masterplan.(leo)

Tas yang Tertinggal Masjid Istiqlal Berisi Perlengakapan Secapa Angkatan Darat

0

batampos.co.id – Koper hitam yang ditemukan di sekitar Masjid Istiqlal ternyata berisi perlengakapan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menjelaskan, tas tersebut telah diperiksa tim penjinak bom di lokasi yang terletak di antara Majid Istiqlal dan Hotel Sriwijaya.

“Tidak ada ledakan, itu laporan masyarakat ada tas tertinggal, kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian,” kata dikonfirmasi, Senin (16/12).

Sementara itu, Kepala Humas dan Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah menyatakan tak ada ledakan yang terdengar dari dalam Masjid Istiqlal pada Senin (16/12/2019) siang tadi.

Isi tas mencurigakan di sekitar kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019). (Istimewa). Jawa Pos

Namun demikian, Abu membenarkan bahwa terdapat benda mencurigakan yang ditemukan di luar pagar Masjid Istiqlal.

“Ceritanya sejam yang lalu ditemukan bungkusan mencurigakan. Sudah ditelpon polisi dan sudah datang. Kalau dibilang ledakan, kami di Istiqlal dari dalam nggak mendengar ada ledakan,” ucap Abu.

Abu memastikan, kini wilayah di sekitar kawasan Masjid Istiqlal telah kondusif. Hal ini setelah tim Gegana melakukan pengecekan terhadap benda yang diduga mencurigakan.

“Seandainya ada ledakan, itu polisi yang meledakkan. Bungkusan itu saya nggak tahu isinya apa. Saya hanya lihat dari jauh saja. Yang jelas sekarang sudah clear, sudah kondusif,” pungkasnya.(jpg)

5 Tantangan yang Harus Dilalui Bank Indonesia

0

batampos.co.id – Bank Indonesia menggelar pertemuan tahunan dengan tema “Sinergi, Transformasi, Inovasi menuju Indonesia Maju”. Kegiatan tersebut digelar di Hotel Radisson Batam Centre, Senin (16/12/2019).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, menyampaikan, rangkuman perkembangan, tantangan dan prospek perekonomian nasional ke depan.

Menurutnya, ada lima tantangan yang harus dilalui Bank Indonesia. Di antaranya: 

1. Pertumbuhan ekonomi turun pada 2019 dan belum pulih hingga akhir 2019.
2. Kebijakan moneter sendiri belum tentu efektif mengatasi dampak buruk perang                dagang.
3. Volatilitas arus modal asing dan nilai tukar pasar keuangan global berlanjut.
4. Digitilasi ekonomi dan keuangan meningkat pesat.
5. pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada tahun 2019 akan meningkat pada 2020

Kata dia teknologi digital mempengaruhi prilaku manusia dalam menghadapi lima tantangan tersebut. Sehingga diperlukan sinergi, transformasi dan inovasi.

Kepala BI Perwakilan Provinsi Kepri, Fadjar Widjardi saat memaparkan proyeksi perekonomian Kepri 2020. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

“Kita patut bersyukur ditengah pertumbuhan global yang turun, kinerja dan prospek ekonomi cukup baik,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian dan inflasi di Kepri pihaknya terus berkoordinasi antar BI, pemerintah dan instansi terkait.

Dengan begitu, diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian.

“Kita (BI) membuat ingin mengendalikan inflasi yang disebut 4K, yaitu keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pangan dan komunikasi yang efektif,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten II Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum, mengapresiasi pertemuan tersebut.

Pertemuan itu kata dia, dapat menjadi wadah media komunikasi bagi pemerintah daerah, Bank Indonesia dan lembaga lainnya.(nto)

Badan Jalan Rusak Karena Terkena Tumpahan Solar

0

batampos.co.id –  Direktorat Pembangunan Prasarana dan Sarana Badan Pengusahaan (BP) Batam, meninjau kerusakan ruas jalan Yos Sudarso di depan Indah Industrial Park pada Senin (16/12/2019) pagi.

Kerusakan jalan diketahui akibat tumpahan bahan bakar solar.

“Material dari tumpahan solar tersebut mempengaruhi campuran aspal, mengakibatkan aspal mudah terlepas serta hancur,” ujar Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, Purnomo Andiantono.

“Ditambah lagi seminggu ini curah hujan juga tinggi, sehingga meningkatkan kelembaban aspal,” kata dia lagi.

Andi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan kontraktor yang menangani perbaikan jalan.

Tindakan pertama yang dilakukan adalah membersihkan material aspal yang berserakan di tengah jalan dan pengaspalan ulang.

Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, Purnomo Andiantono (tiga dari kiri) melihat pecahan aspal di depan Jalan Yos Sudarso. Foto: Humas BP Batam untuk batampos.co.id

“Pengaspalan belum bisa dilakukan karena seminggu terakhir ini curah hujannya tinggi,” ujarnya.

Dikhawatirkan kata dia, aspalnya tidak lengket dan jika dilaksanakan siang akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ia menambahkan, overlay aspal akan dilakukan Senin malam ini (16/12/2019) apabila tidak turun hujan.

“Langsung kita eksekusi malam ini. Saya sudah memberikan arahan kepada tim perbaikan jalan dan kontraktor,” jelasnya.

Saat ini lanjutnya, tim sedang mempersiapkan material dan alatnya.

“Semoga malam ini tidak hujan dan pengaspalan ulang bisa dilakukan,” ujar Andi.

Sebagai evaluasi, Andi dan tim akan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang melakukan suplai aspal ke BP Batam.

Ia juga berharap masyarakat turut menjaga kualitas ruas jalan di Batam, demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Andi meminta, agar perusahaan dan badan usaha yang menggunakan truk atau alat berat yang membawa material tertentu seperti tanah, bahan bakar, atau sampah, diharapkan berhati-hati sehingga tidak berceceran di badan jalan.(*)

Amerika-Tiongkok Berdamai, Indonesia Perlu Perkuat Struktur Ekonomi

0

batampos.co.id – Upaya kesepakatan “berdamai” antara Amerika Serikat dan Tiongkok terkait perang dagang diprediksi memberi angin segar bagi negara berkembang, termasuk Indonesia.

Sebab, selama ini, negara berkembang ikut terkena dampak dari situasi ekonomi global yang tak menentu akibat perang dagang.

Secara umum, kabar positif tersebut diyakini akan mendatangkan peluang, namun ada beberapa catatan yang dianggap masih perlu diperhatikan bagi Indonesia.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo, mengaku Indonesia belum boleh terlena dengan “kemesraan” yang ditunjukkan oleh Amerika Serikat dan Tiongkok.

Pasalnya, kesepakatan tersebut masih merupakan fase awal yang konsistensi pelaksanaannya masih patut diperhatikan.

“Tentu ini tetap saja menjadi perkembangan yang baik. Tapi dampaknya pada negara lain termasuk Indonesia kemungkinan besar tidak instant,” ujar Iman, saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos), Minggu (15/12/2019).

Seorang pekerja sedang memindahkan kontainer di Pelabuhan Batuampar, beberapa waktu lalu. Amerika-Tiongkok berdamai dan hal itu diperkirakan menguntungkan bagi Indonesia.
Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Belum ada jaminan bahwa perkembangan ini akan langgeng. Padahal dunia bisnis perlu kepastian,” katanya lagi.

Menurut Iman, selama berlangsungnya perang dagang oleh kedua negara, Amerika Serikat dan Tiongkok saling berbalas tarif pada berbagai sektor.

Sehingga, tetap akan membutuhkan waktu sampai beberapa bulan untuk bisa membawa dampak positif.

Bagi Indonesia sendiri, lanjut Iman, langkah terbaik adalah tetap “on track” pada roadmap pengembangan ekonomi domestik, penguatan investasi, dan pengembangan ekspor.

Pemerintah dan pelaku usaha tetap harus menggenjot kinerja tahun depan, dengan asumsi bahwa ekonomi global masih dalam situasi yang tidak menentu.

Saat genderang perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok ditabuh, Indonesia sebagai emerging market, mendapat ancaman sekaligus peluang menghadapi kondisi tersebut.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah, menjelaskan, perang dagang bisa menjadi ancaman karena Tiongkok sebagai salah satu produsen manufaktur terbesar di dunia, akan mengalihkan ekspornya pada negara selain Amerika Serikat.

Sehingga Asia Tenggara termasuk Indonesia pun akan rawan kebanjiran impor.
Namun di sisi lain, lanjut Piter, ada juga peluang Indonesia untuk bisa meningkatkan ekspor dengan mengisi pasar kemitraan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Misalnya, dengan meningkatkan volume impor tekstil ke pasar Amerika Serikat yang semakin kesulitan mendapat pasokan dari Tiongkok.

Sisi positif lainnya, Indonesia jadi punya lecutan untuk memperbaiki struktur ekonomi agar tak goyah saat ekonomi global bergejolak.

Dengan adanya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, menurut Piter, hal tersebut tetap menjadi hal yang sangat positif.

“Sebab, secara teori perang dagang tak pernah benar-benar memberi keuntungan. Baik bagi negara besar yang sedang berperang, begitu pula dengan negara menengah yang terdampak,” ujarnya.(jpg)

Sukses Gelar Deklarasi dan Anniversary, Ini Kisah Team Attitude

0

batampos.co.id – Team Attitude Batam sukses menggelar deklarasi dan merayakan hari Anniversary yang ke-20 tahun Team Attitude Singapura, Sabtu (14/12) malam di Halaman parkir Kepri Mall.

Kegiatan tersebut dihadiri para perwakilan Team Attitude dari tiga negara lainnya. Seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Ketua Team Attitude Singapura, Andino, menjelaskan, Team Attitude berdiri sejak 1999. Saat itu kata dia, lebih dari 80 Bikers tergabung kedalamnya.

“Dulunya ini adalah geng motor, tapi setelah tidak menentu arah dan tujuan, maka kami memutuskan untuk berhijrah, dan menjadi sebuah wadah yang bisa menggerakkan para anggita kami dan juga masyarakat dalam hal positif,” ucap Andino, saat di temui oleh batampos.co.id.

Namun, keputusan hijrah tersebut tidak berjalan mulus. Beberapa anggota tidak setuju, dan ada beberapa yang memutuskan untuk meninggalkan komunitas tersebut.

Andino mengatakan, hal itu tidak menjadi masalah yang berarti. Organisasinya terus berjalan dengan baik.

Team Attitude foto bersama saat deklarasi Team Attitude Batam dan merayakan Anniversary ke-20 Team Attitude Singapura di halaman parkir Kepri Mall, Sabtu (14/12/2019) malam. Foto: Team Attitude untuk batampos.co.id

Kata dia, seluruh anggota dari komunitas Team Attitude Singapura, memiliki ciri khas. Yaitu berhelm yang sama dan juga memiliki stiker yang sama.

“Ramai tapi tak berkualitas untuk apa,” tegasnya.

“Kita ingin memiliki anggota yang berkualitas untuk bisa menjalankan kepentingan komunitas yaitu berjalan untuk bisa mengadakan kegiatan sosial,” jelas Andino.

Meski anggota berkurnag drastis, komunitasnya terus menjalankan kegiatan sosial. Hasilnya tidak sia-sia. Team Attitude mendapatkan apresiasipihak kepolisian Singapura.

Akhirnya kisah mereka terdengar bikers lainnya di Singapura dan Thailand. Akhirnya komunitas Team Attitude berkembang dengan cepat.

Pembina Team Attitude Batam, Dyn Nalo, mengatakan dirinya bergabung sejak 2017 lalu.

Pengurus Team Attitude Batam berfoto bersama setelah menggelar deklarasi dan merayakan hari Anniversary yang ke-20 tahun Team Attitude Singapura, Sabtu (14/12/2019) malam di Halaman parkir Kepri Mall. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Kita telah memiliki anggota cukup ramai, namun karena tujuan yang diharapkan tidak tercapai, maka Kita lakukan pembekuan untuk beberapa saat,” ujarnya.

Setelah melakukan berbagai penguatan internal, akhirnya Team Attitude Batam kembali berdiri, tepatnya pada 18 Juli 2019 lalu.

“Saat ini kita telah memiliki 10 anggota yang siap berkomitmen untuk bisa sama-sama berjalan untuk melakukan berbagai kegiatan positif untuk masyarakat luas,” katanya.

Team Attitude Batam kata dia, siap menguatkan dan mendukung berbagai kegiatan positif untuk para masyarakat luas.

Dyn Nalo berharap dukungan dari seluruh Bikers yang ada di Batam untuk bisa bersama-sama melakukan berbagai kegiatan positif.

“Siapa saja bisa melakukan kebaikan, tapi akan lebih baik jika kebaikan itu dilakukan secara bersama-sama agar bisa lebih bermakna,” pungkasnya.

Kegiatan itu dihadir Presiden PDDPRA, Dato’ Johari, serta pihak kepolisian dari Poresta Barelang yang memberikan apresiasi terhadap para komunitas motor dan diharapakan bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalulintas.(gga)