batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam akan melakukan pertemuan dengan manajemen PT Unisem, hari ini, Selasa (2/7/2019). Dalam pertemuan tersebut ada dua hal yang akan dipertanyakan Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, kepada manajemen perusahaan.
Dinas Tenaga Kerja Kota Batam akan melakukan pertemuan dengan manajemen PT Unisem hari ini. Seperti yang diketahui perusahaan tersebut akan menutup total usahanya di Kota Batam pada September 2019 mendatang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Berikut Rinciannya:
1. Kondisi Perusahaan.
Dinas Tenaga Kerja Kota Batam akan meminta penjelasan mengenai kondisi perusahaan kepada manajemen PT Unisem. Hal ini dilakukan karena rencana penutupan perusahaan tersebut dinilai sangat mendadak dan akan hengkang dari Kota Batam pada September 2019 mendatang.
2. Meminta Penjelasan Mengenai Nasib Karyawannya.
Dinas Tenaga Kerja Kota Batam juga akan meminta manajemen PT Unisem dapat memberikan kepastian nasib 1.505 karyawannya. Dinas Tenaga Kerja Kota Batam tidak hanya meminta penjelasan nasib karyawan permanen tapi juga yang masih kontrak dan masih ada sisa masa kontraknya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengatakan, pihaknya fokus terhadap hak-hak karyawan yang harus dipenuhi PT Unisem.
batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam akan meminta penjelasan lebuh lanjut kepada PT Unisem yang berencana menutup perusahaannya di Kawasan Batmaindo, Kota Batam, pada September mendatang.
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, akan menggelar pertemuan bersama pihak perusahaan dan pengelola Kawasan Industri Batamindo, hari ini, Selasa (2/7/2019).
”Hari mau ketemu. Kemarin ada undangan dari Batamindo terkait penutupan perusahaan,” kata dia, Selasa (1/7/2019).
Berdasarkan informasi yang diterima, terdapat sedikitnya 1.127 merupakan karyawan permanen di PT Unisem.
Dinas Tenaga Kerja Kota Batam akan melakukan pertemuan dengan manajemen PT Unisem hari ini. Seperti yang diketahui perusahaan tersebut akan menutup total usahanya di Kota Batam pada September 2019 mendatang. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Sedangkan 378 adalah tenaga kerja kontrak. Kadisnaker meminta seluruh hak karyawan bisa diselesaikan dengan baik.
”Tentu kami sangat berharap tidak ada masalah terkait pembayaran pesangon dan sisa kontrak nantinya,” ujarnya.
batampos.co.id – Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terus berkoordinasi dengan dinas penghasil pajak dan retribusi dalam upaya mengenjot pendapatan daerah.
Kepala BP2RD Kota Batam, Raja Azmansyah, mengatakan, pihaknya kerap bertemu dalam rapat evaluasi pendapatan.
“Kami gesa teman-teman (dinas penghasil) untuk lebih aktif lagi, terutama yang berkaitan dengan retribusi,” ucap Raja saat ditemui di Batam Center, Jumat (28/6) sore lalu.
Raja mengungkapkan, perhatian khusus bagi sektor retribusi bukan tanpa alasan.
Pasalnya, dalam capaian PAD tersebut retribusi baru menyumbangkan pendapatan sebesar Rp 36,724 miliar atau 25,91 persen dari target Rp 141,712 miliar.
Walau hasilnya rendah, ia mengklaim dinas-dinas penghasil tidak tinggal diam.
Pada prinsipnya akan lebih maksimal mengejar kekurangan target mereka, sembari terus meningkatkan layanan yang diyakini saling berkaitan.
“Kami berikan early warning (peringatan dini, red). Sesuai arahan pimpinan agar lebih optimal lagi,” ujarnya.
“Sebagai contoh, teman-teman Dishub akan terapkan e-parking kerjasama dengan LinkAja dari Telkomsel dan pemanfaatan titik baru,” imbuhnya lagi.
Sementara capaian pendapatan sektor pajak daerah juga belum terlalu signifikan.
Adapun capaiannya hingga tanggal 29 Juni 2019 baru Rp 402,164 miliar atau 37,94 persen dari target Rp 1,059 triliun.
ilustrasi
Namun, Raja meyakini, sektor pajak daerah tidak bermasalah jika dibanding retribusi.
Sebagai contoh, salah satu pendapatan andalan yakni Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang ia sebut tren pendapatannya cukup bagus.
Untuk sementara BPHTB tercapai Rp 135,648 miliar atau 35,70 persen dari target Rp 380 miliar.
“Kami melihat BPHTB ini minimal kisaran Rp 300 miliar bisa dicapai, paling tidak, tidak meleset jauh dari target,” ujarnya, .
Berangkat dari minimnya pendapatan retribusi dan besar harapan dari sektor pajak daerah, selain upaya meningkatkan pendapatan retribusi itu sendiri, pihaknya juga menyiapkan langkah untuk terus meningkatkan pendapatan pajak.
Hal itu dilakukan untuk menutupi pendapatan sektor retribusi yang minim, terutama pajak yang berkaitan dengan kepariwisataan seperti pajak hiburan dan pajak restoran juga pajak hotel.
“Caranya yakni dengan pemasangan tapping box (alat pencatat transaksi). Agustus nanti, kami targetkan sudah terpasang 500 unit,” katanya.
“Jumlah ini termasuk tahun sebelumnya, yang akan dipasang tahun ini adalah 100 unit,” papar dia.
Untuk diketahui, tiga sumber pajak daerah mencatat pendapatan yang baik. Untuk sementara pajak hotel sudah tercapai 43,34 persen yakni sebesar Rp 60,138 miliar dari target Rp 138 miliar.
Sedangkan pajak restoran mencatatkan capaian Rp 53,376 miliar atau 47,67 persen dari target Rp 111,980 miliar.
Sedangkan pajak hiburan sudah tercapai Rp 19,076 miliar atau 46,59 persen dari target Rp 40,947 miliar.
“Cukup siginifikan dibanding tiga tahun lalu tapping box belum diterapkan,” katanya.
Menurutnya, pemasangan tapping box akan lebih ditujukan pada pajak restoran dan pajak hiburan.
Ia mengklaim pertumbuhan wajib pajak dua pendapatan itu cukup baik dibanding wajib pajak hotel.
Bahkan ia telah berkomunikasi dengan bank mitra, dalam hal ini Bank Riau Kepri jika ada daerah yang tidak mampu memasang tapping box sesuai dengan kuota yang diberikan agar dapat dialihkan ke Batam.
Dengan berbagai cara ini, ia mengaku masih ada harapan capaian PAD memuaskan.
“Jika pun ada perubahan akan terlihat nanti di APBD Perubahan,” ujarnya.
“Yang kami harap, biasa Juli dan Agustus ramai wisatawan datang ke Batam, tentu mereka menambah pendapatan kita. Sumber PAD itu, hanya retribusi dan pajak daerah,” katanya lagi.
Kemudian realisasi pendapatan dari parkir tepi jalan selama semester pertama tahun ini masih jauh dari target.
Dimana target yang dipasang sebesar Rp 15 miliar, namun realisasinya baru Rp 2,6 miliar atau 17,88 persen.(*)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan investor Singapura yang bergerak dibidang Styles Theory, Senin (1/7/2019) pagi.
Pada Pertemuan yang dilakukan di ruang rapat Gedung Marketing BP Batam, Co Founder CEO Style Theory, Christopher Revandus Halim, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui lebih detail tentang tata cara berinvestasi di Kota Batam, khususnya mengenai ekspor-impor barang.
Kata dia, Styles Theory merupakan perusahaan aplikasi sewa baju bermerk yang pertama kali diluncurkan di Singapura dan mulai masuk ke Indonesia pada November 2017 lalu.
Lewat aplikasi Style Theory, lanjutnya, kegiatan menyewa pakaian bermerk dapat dilakukan tanpa batas.
Aplikasi tersebut memberikan kesempatan kepada para penggunanya untuk bergaya sesuai pilihan konsumen.
Perusahaan yang bergerak di usaha penyewaan baju ini mengungkapkan ketertarikannya untuk membuka bisnis pemeliharaan terhadap produk berupa pembersihan, perbaikan, perawatan barang.
Setelah melakukan pemeliharaan di Batam, maka produk-produk tersebut akan di ekspor kembali ke Singapura.
“Untuk kegiatan rental dilakukan di Singapura, jadi di Singapura pun kita ada gudangnya tersendiri,” katanya.
“Pengiriman dilakukan ke Batam hanya untuk pemulihan saja, kemudian dikirim lagi ke Singapura untuk di simpan lagi,” ujarnya lagi.
Pertemuan Direktorat Humas dan Promosi BP Batam dengan Perusahaan Style Theory di gedung Marketing kantor BP Batam. Styles Theory merupakan perusahaan sewa menyewa pakaian dan tas bermerk yang berpusat di Singapura. Foto; Dokumentasi Humas BP Batam.
Ia juga mengharapkan kegiatan ekspor-impor produk yang akan dilakukan di Batam bisa berjalan lancar.
Menanggapi hal ini, Pelaksana Harian Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Evy Elfiana Bangun, menjelaskan beberapa peraturan dan dokumen yang harus dilengkapi oleh Style Theory sebelum memulai bisnisnya di Batam.
“Untuk kategori perusahaan cabang tidak diperkenankan melakukan maintenance di Batam, dikarenakan adanya kegiatan usaha yang dilakukan,” jelasnya.
“Sebab untuk maintenance pasti memerlukan tempat (bangunan), peralatan, sampai tenaga kerja, sehingga memang harus ada modal yang ditanamkan untuk didata,” kata Evi lagi.
Namun, Evi menambahkan, kegiatan pemeliharaan produk tersebut terbuka untuk asing 100 persen. Ia menegaskan bahwa setiap kali melakukan ekspor-impor barang harus melengkapi ijin kepada BP Batam, dengan proses maksimal empat hari.
“Kami menyambut baik inisiasi dari Style Theory untuk berinvestasi di Batam,” paparnya.
“Akan kami pandu dokumen-dokumen yang diperlukan melalui Sistem Informasi Keluar Masuk Barang (SIKMB) BP Batam,” ujarnya.
SIKMB kata dia, adalah sistem informasi berbasis website yang dibuat untuk mempermudah pengusaha mengajukan permohonan ke BP Batam secara online, dalam hal pengajuan izin keluar masuk barang ke dan dari Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Perusahaan, importir, ekportir dan pelaku usaha dapat mengajukan permohonan keluar masuk barang dengan secara online melalui aplikasi SIKMB yang dapat diakses melalui alamat : http://ftzbbk.bpbatam.go.id.(*)
batampos.co.id – Sebanyak 38 kontainer dari 65 kontainer berisi limbah plastik yang diperiksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bea Cukai (BC) dipastikan mengandung limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).
Kontainer-kontainer tersebut akan diekspor kembali ke negara asal dalam waktu dekat. Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan, temuan terhadap 65 kontainer yang terindikasi limbah B3 dan sampah telah dilakukan pemeriksaan.
“Pemeriksaan dilakukan bersama oleh KLHK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan Bea Cukai secara visual dengan membuka kontainer dan dilakukan pemeriksaan laboratorium,” kata kepada batampos.co.id, Senin (1/7/2019).
Dari hasil pemeriksaan, KLHK, kata dia, 16 kontainer dinyatakan bersih, 11 kontainer bercampur dengan sampah dan 38 kontainer terkontamiasi limbah B3.
“Kontainer yang terkontaminasi sampah atau limbah B3 akan kami reekspor,” tegasnya.
Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Negara tujuan reeskpor antara lain Prancis, Jerman, Australia, Hongkong dan Amerika Serikat.
“Untuk proses reekspor sedang dalam proses,” ujarnya singkat.
Mengenai nama-nama perusahaan yang memiliki kontainer limbah plastik yang terkontaminasi B3, Rosa masih enggan menyebut.
“Nanti ya mas, itu dulu infonya,” jelasnya.
Namun, mengenai sanksi, KLHK akan bersikap tegas.
“Yang dapat dilakukan KLHK adalah pencabutan rekomendasi atas izin impor dari Kementerian Perdagangan,” jelasnya.(leo)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memerlukan biaya Rp 1, 7 triliun untuk melakukan pengembangan pelabuhan Batuampar, Kota Batam. Namun dari jumlah tersebut BP Batam saat ini baru mengantongi Rp 350 miliar dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
Kepala Badan Pelabuhan Laut BP Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, sisa anggaran tersebut diupayakan dari dana pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan investor yang tertarik mengembangkan Pelabuhan Batuampar.
Mengenai wacana Pelindo II yang mendapat arahan dari Wakil Presiden, Jusuf Kalla, untuk mengembangkan pelabuhan Batuampar, Nasrul, tidak dapat bicara banyak.
Aktivitas bongkar muat di PelabuhanBatuampar, Kota Batam. BP Batam membutuhkan anggaran Rp 1,7 Triliun untuk pengembangan pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id
Karena kata dia, sebelumnya Pelindo I juga diminta untuk ikut mengembangan pelabuhan Batuampar.
“Tapi tak lama lagi dari Pelindo I hingga Pelindo IV akan menjadi satu holding perusahaan maritim,” jelasnya.
“Sehingga Pelindo 1 bisa pakai sumber dayanya Pelindo 2, 3 dan 4, begitu juga sebaliknya,” ujarnya
Sedangkan mengenai lahan yang masih digunakan Persero, meski masa sewanya sudah habis, Nasrul, mengatakan, nasib Persero akan diselesaikan dalam rapat bersama Kementerian BUMN dengan Kementerian Keuangan.(leo)
Marketing PT Alfa Yamaha Scorpi, Sherly menunjukkan produk terbaru Yamaha FreeGo. Pembeli motor ini akan mendapatkan voucher Rp 200 ribu. foto: batampos.co.id / Yofi Yuhendri
batampos.co.id – PT Alfa Yamaha Scorpii kembali menggelar acara Yamaha Got Talent 2 di DC Mall. Acara yang dimulai dari 26-30 Juni ini, diisi dengan lomba talent dan pameran motor.
Area Marketing Development PT Alfa Yamaha Scorpii Riau dan Kepulauan Riau, Frengky menjelaskan kegiatan ini diadakan untuk masyarakat Batam dan Kepri yang ingin menunjukkan talent atau bakat yang dimilikinya.
”Di sini kami membuat wadah agar warga Batam bisa mengekspresikan dirinya,” ujar Frengky.
Bakat yang diperlombakan diantaranya sulap, silat, dance, dan nyanyi. Frengky menjelaskan kegiatan ini memiliki konsep yang berbeda dari acara got talent lainnya. Dimana pihaknya juga memperlombakan fashion show mom and kids dan lomba nyanyi Yamaha Golden Memories yang dikhususkan untuk peserta usia 30 tahun lebih.
”Dari lomba ini, peserta bisa memperebutkan hadiah berupa uang tunai, piala dan sertifikat,” katanya.
Selain lomba, Yamaha juga turut memperkenalkan produk terbarunya Yamaha FreeGo. Motor ini menggunakan mesin 125 cc Blue Core dengan sistem intake baru dan smart motor generator (SMG) sehingga starternya lebih halus dan tarikannya lebih bagus.
Keunggulan lainnya, motor matik ini dilengkapi teknologi smart front refuel. Dimana tanki motor berada di depan dengan kapasitas 4.2 liter, serta berbahan pelat baja dengan tutup tangki di bagian depan.
”Saat memakai motor ini, penggunanya tidak perlu turun motor saat mengisi bahan bakar,” kata Frengkuy.
Keunggulan lainnya, motor ini dilengkapi Smart Key System (SKS) yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci (keyless).
Termasuk teknologi stop & start system yang membuat motor mati secara otomatis saat berhenti lebih 5 detik.
“Dari segi tampilannya sangat sporty dengan lampu full LED,” kata Frengky.
Dalam acara ini, pengunjung yang ingin membeli motor juga bisa mendapatkan promo menarik berupa voucher Rp 200 ribu. Promo ini berlaku untuk tipe tertentu. (opi)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melakukan lelang untuk pengembangan pelabuhan Batuampar, Kota Batam, pada Jumat (5/7/2019) mendatang.
Kepala Badan Pelabuhan Laut BP Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, tahapan lelang dimulai dengan prakualifikasi.
Di mana merupakan proses penilaian kompetensi dan kemampuan usaha serta pemenuhan persyaratan tertentu lainnya dari penyedia barang atau jasa, yakni BP Batam.
“Kita pakai sistem lelang cepat dengan syarat bahwa perusahaan yang ikut, alatnya harus ada di Batam,” kata Nasrul di Batamcentre, Senin (1/7/2019).
Pengembangan Pelabuhan Batuampar, kata Nasrul, dilakukan dalam tiga tahapan. Pertama yakni pengerukan alur laut dan penataan container yard (CY) di dermaga utara, termasuk penataan atas lahan Persero seluas 10 hektar.
Setelah itu mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk pemasangan dua unit rubber tyred gantry (RTG).
Suasana bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, beberapa waktu lalu. Wapres Jusuf Kalla meminta pelabuhan ini terus dikembangkan agar bisa bersaing dengan Singapura. Foto:. Cecep Mulyana/batampos.co.id
RTG merupakan alat bongkar muat kontainer yang dapat bergerak di CY dan dua unit Harbour Mobile Crane (HMC) yang juga merupakan alat bongkar muat di pelabuhan yang dapat berpindah-pindah tempat.
Kata dia, RTG dan CY didatangkan oleh Pelindo I pada April hingga Mei lalu dalam tender jangka pendek.
Tahapan kedua yakni revitalisasi dermaga selatan dan pengembangan gudang yang akan digunakan untuk kegiatan pengepakan barang kedalam kontainer.
Serta pembongkaran barang dari kontainer. Atau yang biasa dikenal dengan istilah container freight station (CFS).
“Selain itu dapat digunakan juga untuk kegiatan Less Than Container Load (LCL) yang merupakan kegiatan pengangkutan kontainer yang didalamnya ada berisi bermacam-macam barang dengan pemilik yang berbeda,” paparnya.
Ketiga yakni revitalisasi dermaga utara dan dermaga timur untuk direklamasi seluas 20 hektar di sepanjang alur dermaga utara.
Tujuannya agar dapat menambah kapasitas Pelabuhan Batuampar hingga mencapai 5 juta TEUs.
“Untuk tahap pertama bisa dikerjakan tujuh hingga sembilan nulan setelah proses lelang,” jelasnya.
“Sedangkan tahap kedua dan tahap ketiga bisa dikerjakan secara bersamaan dan total waktu penyelesaiannya antara tiga hingga lima tahun,” paparnya lagi.
Pengembangan pelabuhan Batuampar tersbeut lanjutnya diestimasikan menelan biaya sekitar Rp 1,7 triliun,” tuturnya.(leo)
batampos.co.id – Indonesia Automodified (IAM) MBTech 2019 seri di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, mendapatkan tiga juara baru di spesial kategori MBTech Awards.
Ketiga modifikator interior mobil terbaik dengan juara pertama diraih Suzuki Ertiga dengan modifikator Yudi Suhartono, juara kedua diisi Datsun GO modifikator Evan dan juara ketiga Honda Civic modifikator Dadi Haryadi.
Sebanyak 21 peserta mengikuti MBtech Awards yang memenuhi zona negara maupun tematik memiliki karya modifikasi interior yang beragam.
Mulai dari yang bergaya simpel harian, elegan, stylish hingga street racing. Kualitas pengerjaan para peserta di kota Batu sudah terbilang baik dan beberapa konsep ubahan interior mobilnya cukup mengejutkan tim Juri MBtech Awards.
Untuk dominasi masih dipegang ubahan bergaya elegan. Setelah proses penjurian MBtech Awards selama dua hari yaitu Sabtu (29/6/2019) dan Minggu (30/6/2019) lalu, dewan juri MBtech menemukan tiga kontestan yang memiliki poin tinggi dalam penilaian MBtech Awards di seri kali ini.
Tiga modifikator interior mobil terbaik di MBtech Awards yang dilaksanakan di Batu, Malang, Jawa Timur. Foto: Istimewa
Berikut adalah para Juara MBtech Awards 2019 Kota Batu;
Juara 1, Yudi Suhartono
Interior Suzuki Ertiga 2013 berkelir abu-abu hologram itu disulap menjadi mewah berkat modifikasi yang dikerjakan bengkel Rumah Otomotif, Surabaya. Yudi selaku owners bengkel dan mobil ini memilih bahan MBtech Camaro dengan dua kombinasi warna Mocca (MB 9011) dan Beige (MB 9009) untuk melapis seluruh bagian interior.
Anggota klub Insiders ini memilih konsep Elegant Vip. Detail seperti motif sofa berkancing, minibar hingga kerutan kulit terlihat di dalam kabin yang membuat atmosfer kemewah makin terasa. Aksen sofa berkancing terlihat di permukaan jok dan plafon. Khusus doortrim memakai motif kerutan.
Desain elegan di interior Ertiga ini punya konsep yang kuat, termasuk detail sekaligus kualitas pengerjaan yang baik. Tak heran karya modifikasi interior Yudi berhasil meraih poin tertinggi alias menjadi The Best Interior dalam kontes MBtech Awards 2019.
Juara 2, Evan
Runner up MBtech Awards di Museum Angkut jatuh kepada Evan dari Surabaya yang membawa Datsun Go 2016 dengan interior modifikasi bergaya classy elegant full lapis bahan MBtech Camaro diseluruh penjuru kabin mobil bergaya stance.
Masuk ke interior bikinan Evan dari rumah modifikasi Auto Concept itu terlihat ubahan berdesain elegan lengkap dengan pernak pernik DAD orisinil yang dipadu custom pola classic x diamond cut. Konsep two-tone colors, Black (MB 9001) dan Roadstar (MB 9016) mendominasi kabin imut mobilnya.
Akhirnya semua racikan interior maupun eksterior yang diterapkan pada Datsun Go milik Adit berhasil membuat juri MBtech Awards 2019 menobatkan mobil ini sebagai Juara Kedua.
Juara 3, Dadi Haryadi
Bapak dua anak ini turun kontes MBtech Awards bersama sedan Honda Civic FD 1 2010 modifikasi bergaya street racing. Tampilan luar yang mencolok berkat grafis hologram kombinasi airbrush ternyata diimbangi dengan modifikasi interiornya menggunakan koleksi warna MBtech Riders – Cruiser.
Dadi Haryadi bersama anaknya, Kevin, sudah mengubah desain interiornya dengan konsep racing, berikut aksesoris roll cage dan jok bucket Recaro yang diretrim ulang menggunakan warna Blue (MBRC 2309) dan Orange (MBRC 2306). Kombinasi warna itu diaplikasi ke jok, plafon dan boks audio di bagasi Civic bersuspensi udara ini.
Menariknya dipermukaan jok, doortrim, plafon Civic anggota klub mobil Revenge, Surabaya tersebut ada pola Shuriken (senjata ninja). Alhasil bermodalkan konsep yang fresh dan didukung elemen penilaian lainnya, mampu mengantar ayah dari Kevin ini menjadi Juara ke-3 MBtech Awards di Kota Batu kemarin.(*)
batampos.co.id – Dua pelaku pencetak dan pengedar uang palsu di Kota Batam mengaku sudah mengedarkan rupiah abal-abal milik mereka di beberapa tempat di Kota Batam.
Seorang pelaku, Usman Ali Basah, mengatakan, mereka baru dua pekan di Kota Batam. Pekan pertama mereka beraksi di Saguba, Sagulung dan pekan kedua di Simpang Dam.
Kapolsek Seibeduk, AKP Joko Purnawanto memperlihatkan uang palsu yang dicetak dan diedarkan Usman Ali Basah dan Syarifudin. Keduanya diamankan personel Polsek Sei Beduk saat mengedarkan uang palsu tersebut di kawasan Mukakuning, Kota Batam. Foto: Eja/batampos.co.id
“Yang sudah diedarkan 20 lembar uang pecahan Rp 100 ribu,” ujarnya saat ditanyai, Senin (1/7/2019). Usman menjelaskan, ia dan Sarifudin belajar membuat uang palsu di salah satu kanal youtube.
“Belajar dari internet, coba-coba saja,” ujarnya.
“Kami ke Batam mau cari kerja tapi belum dapat dan modal yang ada buat beli mesin print (untuk memfotokopi uang palsu),” ujar Usman.(eja)