Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 11083

Menristekdikti: 2020 Ada Jet untuk Praktik Mahasiswa Politeknik Batam

0

batampos.co.id – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mendukung penuh hadirnya fasilitas hanggar perawatan pesawat pertama di Indonesia di Politeknik Negeri Batam (Polibatam).

Bentuk dukungan tersebut, akan dilanjutkan dengan mengupayakan hadirnya pesawat jet sebagai bahan praktik mahasiswa yang belajar di Polibatam.

Nasir mengatakan, untuk menghadirkan pesawat di Politeknik Negeri Batam, Kemenristekdikti akan berkoordinasi dengan kementerian terkait.

Khususnya Menteri BUMN yang memiliki aset, untuk menjual pesawat yang secara fungsi tidak lagi memberi manfaat secara ekonomis dapat digunakan sebagai bahan praktik mahasiswa.

“Kalaupun nanti dijual, kita harapkan tidak dengan harga yang tinggi,” ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Menristekdikti, Mohamad Nasir. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Karena pesawat-pesawat tersebut sudah menjadi rongsokan, kita beli untuk digunakan sebagai bahan praktik,” jelasnya lagi.

Meski sudah tidak berfungsi dan dibeli dengan harga murah pesawat tersebut tetap memiliki nilai ekonomi bagi para mahasiswa jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara di Polteknik Negeri kota Batam.

Baca Juga: Politeknik Negeri Kota Batam, Kampus Pertama di Indonesia yang Memiliki Hanggar Pesawat

“Nanti di 2020 paling tidak ada satu jet yang bisa digunakan untuk praktek mahasiswa,” kata Nasir lagi.

Tidak itu saja, Nasir, mengatakan jika Kemenristekdikti terus mengupayakan pengembangan sistem pendidikan yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Di mana saat ini arah pengelolaan lembaga pendidikan diarahkan menuju sistem seperti yang diterapkan seperti korporasi.

Politeknik harus bergerak menjadi badan hukum atau badan layanan umum, sehingga bisa melakukam lompatan.

Lembaga yang akan dijadikan seperti korporasi harus dibangun di dalam sistem pendidikan.

Baca Juga: Video, Hanggar dan Pesawat di Politeknik Negeri Kota Batam

“Pengembangan SDM harus didorong, caranya perguruan tinggi harus bisa mandiri mengelola sumber dana,” paparnya.

“Dana bisa didapat dari swasta dan pemetintah, di Eropa semua melakukan pengelolaan dengan berfikir secara korporasi,” kata Nasir lagi.(bbi)

Saat Ramadan dan Lebaran Konsumsi LPG 3 Kilogram Mencapai 38 Ribu Tabung

0

batampos.co.id – Mei 2019 menjadi bulan dengan tingkat konsumsi energi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Salah satunya gas LPG 3 kilogram.

Branch Marketing Manager Pertamina Wilayah Kepri, Oos Kosasih, menuturkan, konsumsi gas lpg 3 kg, pada hari biasanya sebanyak 35 sampai 36 ribu tabung setiap harinya.

Namun pada Mei lalu mengalami kenaikan menjadi 38.500 tabung setiap harinya selama empat hari.

“Sejauh ini tidak ada operasi pasar, itu artinya penyaluran LPG cukup baik,” kata Kosasih.

Kota Batam lanjutnya penyaluran 36 ribu tabung LPG dilakukan dengan sistem rayonisasi.

Pada Mei 2019 llau Pertamina menyalurkan sekitar 38.500 LPG 3 kilogram ke seluruh wilayah di Provinsi Kepri. Konsumsi terbesar di Kota Batam. Dokumentasi: batampos.co.id

Di mana Pertamina menunjuk satu atau dua agen di masing-masing kecamatan. Setidaknya ada 11 agen yang akan membantu untuk menyalurkan LPG 3 Kg ini ke masyarakat.

Dengan sistem rayonisasi ini, sistem pengawasan atau kontrol terhadap penyaluran tabung gas LPG, bisa dilakukan dengan cepat dan mudah.

Ketika ada informasi kelangkaan di satu lokasi, maka bisa langsung dilakukan pengecekan di agen yang ada di kecamatan tersebut.

Hal itu dikarenakan pada Mei 2019 bertepatan dengan momen puasa dan lebaran, dimana aktivitas masyarakat mengalami peningkatan.

Oos Kosasih, menuturkan, pada Mei lalu terjadi peningkatan suplai semua jenis produk energi. Baik itu BBM maupun penyaluran gas lpg 3 kilogram kepada masyarakat.

Data konsumsi BBM jenis solar di Kota Batam pada Juni lalu tercatat sebanyak 112 kiloliter per hari, lebih rendah jika dibandingkan pada Mei sebanyak 126 kliliter per hari.

Hal serupa berlaku untuk BBM jenis premium dimana pada Mei lalu konsumsi premium sebesar 542 kiloliter per hari, pada bula Juni mengalami penurunan menjadi hanya 480 kiloliter per hari.(bbi)

Politeknik Negeri Kota Batam, Kampus Pertama di Indonesia yang Memiliki Hanggar Pesawat

0

batampos.co.id – Kampus Politeknik Negeri Batam (Polibatam) menjadi kampus politeknik pertama di Indonesia yang memiliki bangunan hanggar pesawat.

Bangunan hanggar yang menelan biaya sekitar Rp 38 miliar ini berdiri di atas lahan seluas 2500 meter persegi tepatnya di kompleks kampus terpadu Politeknik Negeri Batam yang berlokasi di Batam Center, Batam.

Bangunan yang diresmikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, Kamis (18/7/2019).

hanggar tersebut nantinya dapat menampung satu pesawat jenis Boeing 737 300 atau Airbus 320.

Serta beberapa pesawat ukuran kecil sejenis Cessna, sundowner dan Navayo sebagai bagian dari fasilitas praktik pembelajaran perawatan pesawat udara untuk mahasiswa.

Bangunan hanggar terdiri dari 3 lantai itu dilengkapi 10 ruangan workshop/laboratorium khusus perawatan pesawat udara.

Seperti aircraft system laboratory, general dan sheet metal workshop, composite workshop, Battery Shop & NDT, Engine and Propeller shop, avionic and instrumentation laboratory.

Kemudian, electrical and wind tunnel laboratory, hydraulic shop, computer laboratory. Lima ruang kelas representative serta ruangan penunjang lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nasir, menjelaskan pembangunan Hanggar pertama di kampus politeknik di Indonesia ini didanai oleh Asian Development Bank (ADB) melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP) Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2018-2019.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menandatangani prasasti dalam peresmian hanggar perawatan pesawat di Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: bobi/batampos.co.id

Bangunan ini diyakini akan menjadi bagian dari fasilitas unggulan dalam proses pembelajaran para mahasiswa Program Studi D3 Perawatan Pesawat Udara.

Sekaligus sebagai fasilitas pelatihan bagi taruna Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) berlisensi international  yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Batam.

Program studi D3 Perawatan Pesawat Udara di Politeknik Negeri Batam sendiri, sampai saat ini masih tercatat sebagai program studi satu-satunya di Politeknik Negeri seluruh Indonesia.

Secara spesifik program studi ini mengkhususkan layanan untuk menghasilkan lulusan Diploma ahli madya bidang perawatan pesawat udara yang qualified karena juga dilengkapi dengan Basic License for aircraft maintence yang diakui secara internasional.

Pesawat Cessna 172 yang berada di Hanggar Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Saat ini basic license yang telah dmiliki kategori A. Meliputi basic license untuk Body Airframe Fixed Wing (A1), Piston Engine (A3) dan Turbine engine (A4).

Ke depan, dengan fasilitas hanggar yang sudah terbangun ini, Politeknik Negeri Batam akan dilengkapi juga dengan lisensi C atau Instrument Electrical, Radio and avionics, serta pengembangan hanggar sebagai Approved Maintenance Repair and Overhoul (MRO) untuk Engine pesawat dan Komponen part pesawat.

“Bangunan Hanggar ini merupakan fasilitas unggulan dan terbaru yang dimiliki Politeknik Negeri Batam, sebagai pusat pendidikan dan pelatihan bidang aircraft maintenance,” kata Nasir.

Nasir berharap, hadirnya hanggar di Polibatam ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan hanggar di kampus politeknik di daerah lain.

Fasilitas ini juga menjadi peluang besar bagi pengembangan SDM di bidang industri penerbangan, baik itu untuk kebutuhan dalam negeri, maupun untuk kebutuhan industri penerbangan di negara lain.

“Harapan saya, Polibatam mampu menyuplai tenaga kerja ke berbagai maskapai. Kita ingin lahir SDM dari sini,” kata Nasir lagi.(bbi)

Arsip Nasional Republik Indonesia Dapat Tambahan Khazanah Arsip Statis Tentang Presiden Soeharto

0

batampos.co.id – Keluarga besar Presiden Soeharto, menyerahkan dokumen penting bapak pembangunan tersebut kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

ANRI menerima tambahan khazanah arsip statis tentang Presiden Soeharto yang diserahkan Siti Hardiyanti Rukmana yang akrab disapa Tutut kepada Plt Kepala ANRI, Sumrahyadi, di Ruang Serbaguna Noerhadi Magetsari, gedung C, lantai 2 ANRI, Kamis (18/7/2019).

Khazanah arsip yang diserahkan terdiri dari 19 roll mikrofilm yang berisi pidato Presiden Soeharto berikut dengan daftarnya, 10 roll mikrofilm pidato Ibu Tien Soeharto beserta daftar dan naskah pidatonya dan 10 roll mikrofilm kumpulan risalah sidang kabinet periode tahun 1967-1998.

Serta proklamasi integrasi Balibo (yang mendeskripsikan tekad rakyat Timor Timur untuk bersatu dengan Indonesia) tahun 1976 beserta daftarnya, satu album foto yang terdiri dari 91 lembar foto yang merekam kegiatan Presiden Soeharto berikut compact disc-nya.

Selain menyerahkan arsip ke ANRI, pihak keluarga pun meminjamkan satu unit alat baca mikrofilm yaitu microreader kepada ANRI.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala ANRI, Sumrahyadi, menyampaikan, khazanah arsip yang diserahkan pihak keluarga Presiden Soeharto dapat menjadi bagian dari arsip kepresidenan.

Di mana ANRI dalam beberapa tahun terakhir sedang gencar melaksanakan program penyelamatan arsip kepresidenan.

“ANRI mengucapkan terima kasih atas penyerahan arsip ini, semoga arsip tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” jelasnya.

Arsip kepresidenan nantinya dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui sosok serta kebijakan para Presiden Indonesia dari masa ke masa.

Proses penyerahan khazanah arsip Presiden Soeharto dari Siti Hardiyanti Rukmana kepada Plt Kepala ANRI, Sumrahyadi. Foto: Istimewa

Sementara itu, Tutut, menyampaikan bangsa yang mengelola jejak langkah peninggalan peradabannya cenderung menjadi bangsa besar, serta unggul dibandingkan bangsa lain.

“Sejumlah dokumen Bapak (Presiden Soeharto, Red.), yang telah kami serahkan ke negara setidaknya dapat menjadi bagian penting dari sejarah,” ujarnya.

“Mudah-mudahan dokumen itu bisa menjadi salah satu acuan masyarakat dalam menghadapi realitas sosial budaya yang kompleks seperti saat ini,” terang tokoh wanita kharismatik yang juga Menteri Sosial Republik Indonesia pada Kabinet Pembangunan VII ini.

Pada kesempatan yang sama, Tutut juga turut mengajak masyarakat, khususnya generasi muda untuk tidak alfa mengenai sejarah bangsanya.

Agar dapat mengambil unsur positif dari sejarah masa lalu. Merajut kembali identitas kebangsaan yang luhur dengan basis kebangsaan multikultur.

“Setiap bangsa harus menyadari jati dirinya, mengenal dan tahu sejarah bangsanya,” paparnya.

“Dengan sadar sejarah sebuah bangsa dapat menentukan dengan pasti dan yakin, ke mana bangsa tersebut menentukan titik tujuan perjuangan ke depan,” lanjutnya.

Penyerahan arsip statis oleh pihak keluarga Presiden Soeharto juga merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Pasal 88 ayat (6) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-undang (UU) Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Arsip tersebut diselamatkan dan dilestarikan oleh ANRI dan nantinya menjadi identitas dan jati diri, serta memori kolektif bangsa.

Arsip ini pun menjadi aset nasional yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Peradaban yang Lebih Manusiawi

Pada kesempatan tersebut, Tutut yang datang ditemani adiknya Bambang Trihatmodjo mengaku, sadar sejarah membuat sebuah bangsa tahu adab. Mampu meletakkan seseorang pada “maqam” atau tempatnya yang tepat.

“Tidak ada bangsa dan negara yang lepas dari sejarahnya. Namun kemanusiaan harus menjadi prasyarat bagi kita untuk menciptakan peradaban yang lebih manusiawi,” jelasnya.

“Menempatkan para pemimpinnya ke dalam historisitas kemanusiaan tertinggi sebagai khalifah. Selanjutnya dapat menerima kekurangannya sebagai hal manusiawi,” papar Tutut lagi.

Membangun sumber daya manusia (SDM) dengan kebudayaan luhur, kata Tutut, harus menjadi landasan penting bagi kemajuan Indonesia.

Keluarga besar Presiden Soeharto berfoto bersama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala ANRI, Sumrahyadi. Foto: Istimewa

Kebudayaan harus terimplementasi dengan menerapkan kerangka nilai kebangsaan dan adab.

“Kalau kesopanan kita jaga, batin suci, hati bersih, niat bagus, tidak hendak berkicuh dengan sesama, maka insya Allah akan baik buahnya bagi segenap masyarakat,” kata Tutut.

Tutut berharap, di masa datang kebudayaan dapat dimaknai dengan watak yang progresif berupa resistensi kreatif yang menggerakkan perubahan.

“Kebudayaan harus menjadi acuan berpikir, sebagai politik kebudayaan. Dimulai dari keteladan pemimpin,” katanya.

“Menjadikan habit, batin suci, hati bersih, dan niat bagus, yang jika terakumulasi menjadi restorasi nilai kebangsaan. Dengan begitu insya Allah kemajuan dan kejayaan Indonesia benar-benar tercapai,” ujarnya lagi.(*/gun)

3 Cara Pengendara untuk Menghindari Razia di Jalan Brigjen Katamso Kota Batam

0

batampos.co.id – Arus lalulintas padat merayap dan amburadul di sepanjang jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Kamis (18/7) pagi hingga siang kemarin.

Ratusan kendaraan yang datang dari Tanjunguncang ataupun simpang Basecamp mendadak berbalik arah sebelum memasuki jalan depan pasar Fanindo.

Pengendara kocar-kacir sebab didepan mereka ada operasi kelengkapan kendaraan dan pengendaraa dari Satlantas Polresta Barelang.

Personel kepolisian dari Satlantas Polresta Barelang memeriksa surat-surat kendaraan saat melakukan razia di ruas Jalan Brigjen Katamso, kota Batam, Kamis (18/7/2019). Foto: Eja/batampos.co.id

Berikut tingkah para pengendara khususnya sepeda motor untuk menghindari razia kelengkapan surat-surat kendaraan:

1. Melawan Arus

Para pengendara yang mengetahui di ruas Jalan Brigjen Katamso Kota Batam ada            razia langsung memutar arah kendaraanya. Mereka bahkan nekat melawan arus demi      menghindari razia.

2. Berhenti dan Menunggu Razia Selesai

Sementara beberapa pengendara lainnya, memilih untuk berhenti hingga razia yang          digelar pihak kepolisian dari Satlas Polresta Barelang usai.

3. Alasan Kendaraan Mogok

Beberapa pengendara lainnya berpura-pura kendaraannya tidak bisa berjalan alias            mogok untuk mengelabui para personel Satlantas Polresta Barelang.(eja)

Ratusan Pencari Kerja di Kota Batam Kecewa

0

batampos.co.id – Ratusan pencari kerja (pencaker) kembali memadati Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Rabu (17/7/2019). Namun, jumlah pencaker yang membeludak tidak sebanding dengan jumlah lowongan yang tersedia.

Ratusan pencaker terlihat antre melewati alat ukur tinggi badan sebelum menyerahkan berkas lamaran. Perusahaan yang membuka lowongan adalah PT Patlite yang membutuhkan tenaga kerja di posisi operator dan quality control (QC).

Dengan persyaratan pengalaman kerja minimal satu tahun, tak sedikit para pencaker harus kecewa tidak lolos dalam kriteria.

Sebab mereka umumnya baru lulus sekolah. Tidak hanya itu, perusahaan juga menetapkan persyaratan tinggi badan minimal 155 cm untuk perempuan.

”Sudah antre berdesakan dari pagi tapi tidak lolos kriteria karena tidak ada pengalaman di bidang yang dibutuhkan, padahal sudah melengkapi berkas lamaran,” kata Faisal Sembiring.

Ratusan pencaker berebut memasukkan lamaran di MPH Batamindo, Mukakuning, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Pencaker asal Kota Medan, Sumatera Utara itu terlihat kecewa. Beberapa pencaker lainnya juga memperlihatkan wajah yang serupa karena tidak lolos dalam kriteria tinggi badan dan pengalaman kerja.

Umumnya pencaker datang ke Kota Batam karena ikut saudara. Mereka kebanyakan mengincar posisi operator di perusahaan.

”Upah kerja sebagai operator di Batam ini tinggi, sebelumnya saya pernah bekerja juga di Mukakuning tetapi setahun ini persaingan semakin sulit,” kata pencaker lainnya.

Mereka berharap perusahaan-perusahaan di kawasan industri terus membuka lowongan. Apalagi, jumlah pencaker terus bertambah.

Tak sedikit dari mereka rela antre sejak pagi untuk menyerahkan berkas persyaratan lamaran pekerjaan, meskipun tak setiap hari ada lowongan.

Kepala Disnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti mengakui, saat ini lowongan pekerjaan di Batam masih terbatas, dan tidak sebanding dengan jumlah pencaker. Pertumbuhan pencaker di Batam cukup tinggi.

”Padahal di daerah asal mereka juga ada perusahaan, namun mereka memilih Batam. Alasannya upah di Batam cukup tinggi,” jelasnya.(cr1)

Video, Hanggar dan Pesawat di Politeknik Negeri Kota Batam

0

batampos.co.id – Siang ini, Kamis (18/7/2019), Menteri Riset Teknologi Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir, akan meresmikan hanggar di Politeknik Negeri Kota Batam.

Hanggar tersebut diberinama Kokok Haksono Djatmiko yang merupakan dosen bidang pemeliharaan mesin.

Hanggar iti nantinya difungsikan sebagai sarana belajar program studi Teknik Perawatan Pesawat Udara (TPPU) dan akan mencetak lulusan yang berkualitas di bidang Maintenance and Overhoul (MRO) pesawat udara.

Tonton Videonya dibawah ini:

Ini Penampakan Pesawat dan Hanggar Politeknik Negeri Batam yang Akan Diresmikan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI

0

batampos.co,idPoliteknik Negeri Kota Batam membangun hanggar pesawat untuk praktek para mahasiswa jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara.

Hanggar berada di sisi kanan gedung utama Politeknik Negeri Batam itu, ternyata mampu menampung 4 unit pesawat jenis Cessna 172. Hanggar terssebut diresmikan oleh Menristekdikti RI, Mohamad Nasir, Kamis (18/7/2019).

Begini kondisi hanggar di Politekni Negeri Kota Batam:

1. Hanggar Pesawat di Politeknik Negeri Batam.

Hanggar pesawat milik Politeknik Negeri Kota Batam. Hanggar ini dapat menampung sekitar 4 unit pesawat Cessna tipe 172. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

2. Pesawat Cessna 172 di Politeknik Negeri Kota Batam.

Mahasiswa jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara memeriksa pesawat Cessna 172 yang berada di Hanggar Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

 

3. Pesawat Cessna 172.

Pesawat Cessna 172 ini menjadi bahan praktek mahasiswa jurusan Teknik Perawatan Pesawat Udara di Politeknik Negeri Kota Batam. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Ketersediaan Air Jadi Syarat Mutlak

0

batampos.co.id – Ketersediaan air bersih di Batam sangat terbatas, sehingga rentan terdampak kekeringan.

Oleh karena itu, gerakan bersama untuk konservasi daerah tangkapan air dibutuhkan demi ketersediaan air di masa mendatang.

Mengelola air di Batam memiliki tantangan besar, mengingat ketersedian air baku di Pulau Batam tergantung dari curah hujan yang ditampung dalam lima dam.

ATB memiliki concern pada ketersediaan air baku yang berkelanjutan, untuk saat ini dan masa depan,” kata Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Rabu (17/7/2019).

Penambahan ketersediaan air baku, menurut Maria, menjadi mutlak bagi Batam untuk bisa eksis sebagai daerah tujuan investasi di masa depan.

Kata dia, saat ini kondisi air di Batam sangat terbatas, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Sebagai pengelola air bersih, ATB turut aktif melakukan langkah pencegahan kerusakan daerah tangkapan air melalui gerakan penanaman pohon bertajuk Festival Hijau.

“ATB tentu punya tanggung jawab moral, air harus diolah,” kata dia.

“Jika tidak, maka lebih buruk lagi dampaknya dan langkah konservasi alam sangat diperlukan untuk masa depan Batam,” terangnya.

Lebih jauh, ATB berkontribusi dengan melakukan konservasi air. Di samping itu, air yang tersedia dikelola dengan seefisien mungkin, dimana tingkat kebocoran ATB berada di angka 16 persen.

Dua petugas ATB sedang melihat debit air di Dam Seiharapan, Sekupang, beberapa waktu lalu. Upaya ATB melestarikan daerah resapan air adalah dengan menanam bibit pohon di area hutan resapan waduk secara berkesinambungan. Foto: PT ATB untuk batampos.co.id

Angka itu jauh di bawah rata-rata kebocoran nasional yang sebesar 33 persen.
Salah satu upaya ATB melestarikan daerah resapan air adalah dengan melakukan penanaman bibit pohon di area hutan resapan waduk.

Secara berkesinambungan ATB menggelar kegiatan penanaman pohon sejak 2011. Hingga 2018, ATB telah menanam sekitar 10.700 bibit pohon di berbagai area resapan air.

Tahun ini, ATB memusatkan penanaman di Hutan Dam Duriangkang dan Dam Seiharapan dengan menanam sekitar 1.000 bibit pohon.

“Kesadaran pentingnya menjaga daerah resapan air adalah untuk masa depan Batam, wilayah Seiharapan dan Duriangkang daerah resapannya sudah mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan,” jelas Maria.

Sebagai bagian edukasi kepada masyarakat, ATB melibatkan banyak pihak dalam kegiatan festival hijau.

Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa peduli dengan kelestarian konservasi alam khususnya di daerah resapan air.

Menggandeng BP Batam sebagai pemiliki waduk, ATB melibatkan komunitas pecinta lingkungan hidup seperti Komunitas Budaya Mangrove.

Serta sejumlah pelajar dari SMK Penerbangan Batam, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas, hingga masyarakat umum.

“Melalui Festival Hijau, masyarakat bisa melihat langsung kondisi hutan resapan air. Kesadaran pentingnya menjaga hutan resapan air dangat diharapakan,” kata dia.

“Langkah kecil ini jadi manfaat besar apabila secara bersama peduli dengan lingkungan,” ujarnya lagi.

Upaya penghijauan yang dilakukan ATB meski belum memberikan efek besar, namun setidaknya bisa memberikan kesadaran kepada semua pihak.

Bahwa, pentingnya menjaga dan melestarikan hutan resapan air yang ada agar air bersih bisa selalu tersedia.(nji)

Terkait PPDB SMA/SMK Negeri, Plt Gubernur Kepri: Tampung Semua Siswa

0

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri untuk menampung seluruh siswa yang belum mendapatkan sekolah di SMA dan SMK Negeri di Kota Batam.

Ia mengatakan, akan meneruskan program yang telah dicetuskan oleh Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun tersebut.

”Semuanya tertampung, saya sudah meminta itu ke Kepala Dinas Pendidikan,” kata Isdianto, Rabu (17/7/2019).

Semua sekolah, diminta menambahkan jumlah siswa per rombelnya. Jika biasanya, satu rombel berisikan 36 siswa maka saat ini bisa 40 siwa.

”Jumlah murid per lokalnya dimaksimalkan,” tuturnya.

Meski banyak sekolah yang mengeluhkan kekurangan ruang belajar, namun Isdianto mengatakan Pemprov Kepri telah mencanangkan untuk menambah ruang kelas baru.

Calon siswa ditemani orangtuanya antre mendaftar PPDB di SMAN 3 Batam, Senin (1/7) lalu. Disdik Kepri menyatakan semua calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri akan ditampung. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tak hanya itu, tahun depan akan dibangun 8 sekolah SMA dan SMK Negeri di seluruh Kepri.

”Tahun 2020 nanti, sebagian besar di Kota Batam,” jelasnya.

Ia mengaku akan melanjutkan seluruh kebijakan dari gubernur nonaktif yang tengah tersandung kasus hukum tersebut.

”Saya hanya melaksanakan tugas dari program yang sudah dicetuskan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali, mengatakan setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang ketiga, masih ada ratusan siswa yang belum mendapatkan sekolah.

”Kami telah evaluasi dan mencarikan solusinya,” ucapnya.

Dali juga membenarkan akan tetap melanjutkan program yang telah dicetuskan Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

”Betul, kami akan terus lanjutkan,” ungkapnya.(ska)