Senin, 20 April 2026
Beranda blog Halaman 11084

LAZ Batam Salurkan Donasi Muzaki untuk Ringankan Biaya Sekolah

0

batampos.co.id – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menyerahkan bantuan Aku Bisa Sekolah kepada anak-anak yang kurang mampu Minggu (7/7). Program ini merupakan rangkaian program Peduli Pendidikan yang diselenggarakan bertepatan setiap tahun ajaran baru sekolah.

“Secara simbolis hari ini ada 30 anak yang didampingi orangtuanya langsung mendapatkan bantuan uang tunai yang bersumber dari donasi Muzakki LAZ, zakat, infaq dan donasi dari instansi lain,” ujar Direktur LAZ Batam, Syarifuddin.

Program Aku Bisa Sekolah diperuntukkan bagi semua anak mulai di jenjang Sekolah Dasar, negeri maupun swasta, Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat hingga jenjang perguruan tinggi . Besarannya pun bervariasi.

“Harapan kami, semoga para penerima program ini bisa fokus belajar sehingga bisa meraih cita-citanya. Dan kalau sudah kerja bisa mandiri karena memang program ini betujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan putus sekolah,” katanya.

Program Aku Bisa Sekolah, tambahnya, bukan hanya untuk biaya masuk sekolah. Melainkan juga beasiswa bulanan seperti beasiswa teladan dan anak asuh. “ABS ini bukan program baru, ABS ini program rutin yang diadakan setiap tahun menjelang tahun ajaran baru, karena memang bantuannya bantuan untuk biaya masuk sekolah,” tuturnya.

Syarifuddin menambahkan tujuan program ini adalah meringankan beban biaya sekolah bagi warga yang kurang mampu.

Sementara itu, Taneri, salah satu orangtua penerima, merasa bersyukur dengan bantuan ini. Ia merasa sangat terbantu. Terlebih saat ini ia harus membesarkan putranya seorang diri.

“Saya senang sekali dan saya berterima-kasih sekali. Suami saya sudah meninggal dan saya harus membesarkannya seorang diri,” kata wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci dan gosok ini. (une)

Kegiatan STS Akan Berjalan Lagi Agustus Mendatang

0

batampos.co.id – Aktivitas kegiatan bongkar muat dari kapal ke kapal (ship to ship) di tengah laut yang sempat terhenti karena persoalan perizinan akan kembali dilaksanakan pada Agustus nanti.

“Nanti kapal-kapal yang kemarin pergi akan datang kembali pada Agustus, karena persoalan mengenai perizinan sudah diselesaikan,” kata Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul Amri Latif,” Sabtu (6/7/2019).

Sebelumnya, kapal Ocean Tanker yang menjadi kapal pertama yang melakukan kegiatan STS di perairan Batuampar pergi karena tersangkut permasalahan perizinan dengan Kementerian ESDM. Perizinan yang dimaksud adahan izin berniaga.

“Ini kan bukan kegiatan dagang. Apalagi di daerah Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas. Jadi sebenarnya tak perlu izin itu,” tambah Nasrul.

Sejumlah kapal terlihat sedang labuh jangkar di perairan Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Nasrul mengungkapkan bahwa penyebab persoalan perizinan tersebut adalah karena miskomunikasi dengan Kementerian ESDM.

“Mungkin tidak terjelaskan dengan baik kepada Kementerian ESDM. Tapi karena difasilitasi oleh Kadin Indonesia, semuanya bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Nasrul mengatakan pemanfaatan perairan ini akan membawa dampak positif bagi Batam. Karena kegiatan alih muat kapal ini akan membutuhkan banyak tenaga kerja.

”Pasti ada tenaga kerja terlibat yang mengurus kebutuhan seperti air, makanan dan juga rekreasi dari kru-kru kapal. Kalau semakin banyak kapal yang datang, maka keuntungannya akan semakin besar,” paparnya. (leo)

Tren WNA Masuk Batam, Naik

0

batampos.co.id – Jumlah warga negara asing (WNA) yang masuk ke Batam dari tahun ke tahun terus bertambah.

Kantor Imigrasi Batam mencatat, 2016 sebanyak 1,3 juta WNA datang ke Batam,

2018 naik menjadi 1,4 juta.

2019 pada semester pertama ini naik lagi hingga 1,7 juta.

Diperkirakan jumlah WNA yang masuk ke Batam tahun ini akan terus bertambah.

Dari sekian banyak WNA yang masuk ke Batam, didominasi dari Singapura, berikutnya berturut-turut yakni dari Malaysia, Tiongkok, India, dan Korea Selatan.

”Walaupun jumlah WNA yang masuk ini bertambah tiap tahunnya, namun tak semuanya kami izinkan masuk,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto, Jumat (5/7) lalu. Sejak menakhodai Imigrasi Batam, Lucky menegaskan, dirinya selalu menerapkan aturan yang ketat. Sehingga tidak sembarangan WNA bisa masuk ke Batam, khususnya bagi WNA yang tak memiliki etika baik atau melanggar hukum, pasti dilarang masuk ke Batam.

Antrean di Harborbay

Ini terlihat di 2016, Imigrasi Batam menolak sebanyak 424 WNA masuk Batam. Setahun berikutnya 434 WNA.

”Tahun ini dari Januari hingga Maret, WNA yang kami tolak masuk ke Batam sebanyak 96 orang,” ujarnya.

Kebanyakan yang ditolak masuk ke Batam berasal dari Tiongkok, India, Singapura, Filipina, dan Bangladesh.

Karena penerapan aturannya di Imigrasi Batam diperketat, berdampak pada berkurangnya pelanggaran yang dilakukan WNA. (ska)

Ekspor Komoditas Pertanian lewat Batam Tembus Rp3,6 T

0

batampos.co.id – Badan Karantina Pertanian melalui Karantina Pertanian Kelas I Batam melepas ekspor 38 ton lebih kelapa dari PT Heng Guan Batam Industri ke Malaysia, Jumat (5/7/2019) sore.

Sekretaris Badan Karantina Pertanian Pusat Arifin Tasrif yang melepas ekspor menegaskan, pihaknya sangat mendukung tumbuhnya industri hilirisasi kelapa. Karena kelapa dan turunannya dari hasil pengolahan industri, mampu menambah devisa negara melalui nilai tambahnya bagi petani. Apalagi wilayah Kepri merupakan salah satu penghasil kelapa di Sumatera.

Selama ini, lanjutnya, ekspor kelapa dari Kepri sendiri masih mengandalkan ekspor kelapa bulat, bukan kelapa yang diolah dengan negara tujuan Tiongkok, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Pelepasan ekspor kelapa dari Batam oleh PT Heng Guan disaksikan juga anggota DPR RI dari Komisi IV Daniel Johan dan Sudin, perwakilan Bea Cukai Batam serta didampingi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Batam dan instansi terkait lainnya di Batam.

Selama 2018, ekspor kelapa bulat dan turunannya dari Batam oleh PT Heng Guan Batam melalui Karantina Pertanian Batam tembus 4 ribu ton lebih dengan nilai ekspor mencapai Rp 31,115 miliar dengan frekuensi ekspor sebanyak 205 kali dengan tujuan Malaysia dan Singapura.

Untuk tahun ini sampai Juni, ekspor kelapa dari Batam mencapai 2 ribu ton lebih tujuan Singapura dan Malaysia sebanyak 102 kali ekspor dengan nilai ekspor Rp 12, 5 miliar lebih.

”Hal tersebut bagi kami merupakan pencapaian yang luar biasa yang bisa mendongkrak nilai tambah yang diterima petani kelapa saat ini,” terangnya.

Sedangkan Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam Joni Anwar menegaskan, Batam merupakan daerah transit atau yang dilintasi oleh ekspor komoditas pertanian ke luar negeri dengan nilai ekspor sebesar Rp 20,695 triliun dengan jumlah komoditas sebanyak 34 jenis seperti kakao, minyak sawit dan turunannya serta kelapa dan turunannya dari 49 kali ekspor dengan negara tujuan hampir semua benua tahun lalu.

Memasuki semester pertama tahun ini nilai ekspor komoditas pertanian senilai Rp 3,61 triliun dengan volume ekspor 229.057 ton melalui Batam.

”Optimalisasi akselerasi ekspor di Kota Batam memerlukan kerja sama yang baik dengan berbagai pihak seperti Pemrov Kepri, Pemko Batam dan instansi terkait lainnya. Sehingga menarik investor membangun industri hilir. Karantina Batam siap memfasilitasi pelayanan perkarantinaan,” ujarnya. (gas)

Isu Limbah Plastik pada Pertemuan Bilateral di Singapura

0

batampos.co.id – Isu soal limbah plastik akan menjadi salah satu sorotan utama saat pertemuan bilateral antara Indonesia dan Singapura pada 10 Juli mendatang. Badan Pengusahaan (BP) Batam yang ikut dalam acara tersebut memandang persoalan ini penting menyangkut kepastian dunia usaha.

Kepala BP Batam Edi Putra Irawadi mengatakan, rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar 49 kontainer limbah plastik dan mengandung B3 dan tercampur sampah harus segera dilaksanakan.

”Kami memandang perlu adanya tindakan tegas dari institusi terkait. Jangan hanya re-ekspor saja, akan tetapi ada sanksi tegas juga baik untuk importir maupun eksportir di luar negeri melalui jalur diplomatik,” kata Edi, Sabtu (6/7/2019).

Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Edi menjelaskan bahwa mengimpor kontainer limbah plastik B3 melanggar aturan. Peraturannya disebutkan dalam sebuah aturan khusus di tingkat internasional yang tidak memperbolehkan adanya perdagangan prohibited goods termasuk limbah B3, yang jelas diatur dalam Basel Convention.

Sayangnya, disiplin internasi­o­­nal terkait hal ini kiranya su­dah mulai melemah belaka­ng­an ini. Peran World Trade Or­­ganization (WTO) yang di­bentuk 1994 yang me­miliki unit Dispute Settlemen­t Body yang bertuga­s menyelesaikan sengketa da­ga­ng­ malah terkesan melem­pe­m.

”Mereka, hanya menunggu pengaduan bukan ikut me-ngatasi perilaku open and fair trade negara-negara anggotanya. Kan sangat aneh, WTO diem-diem bae’,” tegasnya.

Mengingat, saat ini sudah terlihat dampak perang dagang AS dengan Tiongkok. Perhatian dunia terfokus pada tokoh seperti kebijakan Trump, bukan pada perilaku negara-negara yang semena-mena melakukan unilateral action.

”Dalam perdagangan internasional terdapat ratusan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang mendukung WTO dan bertujuan memperkuat disiplin open and fair trade, baik kerja sama regional maupun bilateral. Persoalan limbah menjadi penting dalam pertemuan bilateral nanti,” Katanya. (leo)

Pelabuhan Sekupang Tak Terurus

0
Calon penumpang PELNI tujuan Batam-Jakarta.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi pelabuhan dan gudang Persero yang dulu menjadi lokasi Pelabuhan Pelni di Sekupang tampak tidak terurus. Tiga tahun tidak beroperasi, tidak ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan.

Di sekitar lokasi, tumbuhan liar sudah memenuhi sekitar lokasi yang dulunya jadi tempat parkir kendaraan di samping gudang Persero. Gudang tersebut sudah berkarat dan sudah mulai rusak.

Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam Nasrul Amri Latif meng­a­takan, pihaknya akan segera du­duk bersama dengan Perse­ro dan Pelni untuk membahas perbaikan gudang tersebut.

”Kami menunggu selesainya event Lebaran. Baru setelah itu duduk dengan Persero dan Pelni karena sudah mau bikin tahapan prakualifikasi lelang perbaikan gudang tersebut,” ucapnya, Jumat (5/7/2019).

Nasrul mengungkapkan bah-wa pihak Persero dan BP su­dah menurunkan ahli engi­neer­ing masing-masing untuk me­ngecek hal-hal yang di­butuh­kan sebelum memulai lelang. ”Alur laut di sekitar situ juga akan didalamin yang didesain untuk pelayaran Kapal Pelni,” jelasnya.

Prosesnya memang berjalan lambat, karena BP tidak mau membangun ulang gudang Persero hanya untuk disinggahi Kapal Pelni yang berlabuh dalam seminggu hanya dua kali saja.

”Karena juga nanti Pelabuhan Sekupang ini akan didesain untuk pusat logistik berikat juga,” terangnya.

Anggota DPD RI Dapil Kepri Haripinto Tanuwidjaja me-minta pemerintah harus segera memindahkan Pelabuhan Pelni dari Batuampar karena memang tidak layak sama sekali. Pelabuhan Sekupang masih dianggap lebih layak.

”Sangat tidak layak. Kondisi pelabuhan Batuampar juga masih butuh banyak pembenahan,” tuturnya. (leo)

38 Ribu e-KTP Warga Kota Batam belum Bisa Dicetak

0

batampos.co.id – Ribuan berkasi pengajuan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih menumpuk di seluruh kecamatan yang ada di Kota Batam. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam, Said Khaidar, Sabtu (6/7/2019).

“Total ada sekitar 38.661 ribu lebih e-KTP yang belum tercetak karena keterbatasan blangko dari pusat,” kata dia.

Said menyebutkan sebanyak 3.108 pengajuan merupakan e-KTP pemula sedangkan sisanya 35.537 merupakan pengajuan berdasarkan perubahan status, alamat hingga rusak.

“Untuk itu, kami kembali menyurati pusat meminta tambahan blangko sebanyak 40 ribu keping,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pencetakan e-KTP pemula menjadi prioritas untuk dikerjakan terlebih dahulu. Sebab, mereka belum pernah memiliki e-KTP sebelumnya, dan itu sangat penting untuk data kependudukan Kot Batam.

“Khusus yang perubahan, perbaikan atau pergantian belum bisa diakomodir karena blangko yang ada diberikan untuk pemula,” imbuhnya.

Menurutnya, selama menunggu proses pencetakan, warga bisa mendapatkan surat keterangan (Suket) sebagai pengganti e-KTP. Fungsi dari Suket sama dengan e-KTP jadi tetap bisa digunakan untuk mengurus keperluan seperti perbankan dan lainnya.

foto: batampos.co.id / dalil harahap

“Kalau memang penting. Warga minta langsung ke kecamatan, jadi semua tidak ada masalah hingga kebutuhan blangko sepenuhnya terpenuhi,” ujar mantan Camat Batuampar ini.

Namun begitu, Said menegaskan pada dasarnya blangko tersedia, hanya saja jumlahnya tidak banyak. Karena pengadaan dari pusat. Daerah hanya bisa mengajukan, kebijakan itu dari pusat.

“Persediaan menipis kami surati lagi. Berapapun dapatnya kami harus jemput. Karen untuk menuntaskan penumpukan ini,” bebernya.

Ia berharap permintaan penambahan blangko ini bisa disetujui, sehingga ribuan warga yang masih menunggu e-KTP bisa segera memiliki bentuk fisik e-KTP mereka.

“Kalau terpenuhi, dalam waktu dekat ini semua tumpukan akan selesai,” tutupnya. (yui)

3 Alasan Dokter Hinterland Mundur Tak Lama setelah Direkrut

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemko Batam kesulitan merekrut tenaga dokter yang akan ditempatkan di hinterland (pesisir, red). Hal ini diakui Kepala Dinkes Pemko Batam, Didi Kusmarjadi, Sabtu (6/7/2019).

Ia menyebutkan saat ini ada delapan formasi dokter yang sangat dibutuhkan untuk melayani masyarakat yang tinggal di pesisir. Kebutuhan dokter mayoritas merupakan dokter umum ini sebelumnya sudah pernah dibuka.

Berdasarkan hasil perekrutan tersebut beberapa dokter sudah bersedia mengabdi di pesisir. Namun tidak berselang lama mereka memilih mengundurkan diri dari pekerjaannya, selang tidak lama setelah direkrut.

“Kemarin sudah sempat ada, tapi mereka mundur. Padahal belum lama bertugas,” sebutnya.

Didi mengatakan penyebab mundurnya dokter tersebut karena berbagai faktor.

  • Pertama karena daerah pesisir,
  • kedua karena jaraknya cukup jauh dari kota
  • ketiga faktor gaji yang mereka terima.

Namun demikian menurutnya jiwa pengabdian dokter sekarang berbeda dengan dulu. Karena dulu dokter pemula juga ditempatkan di pulau dan jauh dari kota.

“Buktinya sekarang mereka masih jadi dokter dan sukses. Bertahun-tahun juga mengabdi untuk melayani warga yang tinggal di pesisir,” ungkap mantan Direktur RSUP Kepri ini.

Didi sudah menyampaikan hal ini kepada pimpinan. Saat ini kebutuhan dokter di pesisir masih diisi dokter yang ada dulu, sementara menunggu formasi tersebut terisi. Ia juga berusaha agar posisi tersebut segera terisi demi lancarnya pelayanan kepada masyarakat.

“Kemarin Pak Wali minta kebutuhan dokter harus segera terpenuhi. Rencana ada perubahan terhadap gaji yang akan diterima dokter yang akan kami rekrut ini. Senin ini saya mau lapor lagi sama pimpinan,” imbuhnya.

Lanjutnya, kebutuhan tenaga medis akan terus bertambah seiring penambahan infrastruktur berupa pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas). Tahun ini, Pemko Batam mendapatkan bantuan pembangunan satu unit puskesmas dari pusat.

“Ada satu di Mentarau yang sudah masuk lelang fisik. Mudah-mudahan tidak gagal dan pembangunan bisa segera dimulai. Kalau sudah jadi tentu butuh dokter, perawat, apoteker dan lainnya,” jelasnya.

Ia sudah mengusulkan kekurangan tenaga ini kepada pimpinan. Saat penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) nanti, pria yang juga spesialis kandungan ini berharap formasi tersebut bisa terpenuhi.

“Kalau tidak salah Agustus kan ada penerimaan. Kami sudah ajukan. Mudah-mudahan dapat nanti dari CPNS,” tutupnya. (yui)

Proses Keberangkatan Haji Lancar

0

0batampos.co.id – Direktur Badan Usaha Bandar Udara, Suwarso mengaku bahwa selama pemberangkatan jamaah calon haji  proses X Ray tidak ada permasalahan. Hanya ditemukan dua buah gunting dan 2 unit powerbank melebihi kapasitas.

“Karena ketidaktahuan mereka. Barang-barang telah dititipkan di asrama haji,” ucapnya.

Proses keberangkatan calon jamaah haji ini, kata Suwarso berjalan lancar tanpa ada hambatan. Apabila tidak ada gangguan di jalan, perjalanan langsung dari Batam ke Madinah ini memakan waktu 7 jam 30 menit.

“Kloter pertama itu siang sudah sampai di Madinah. Kalau kloter kedua sore baru sampai,” ungkapnya.

Suwarso mengatakan proses keberangkatan sudah dipersiapkan sejak pukul 00.00 (6/7). Seluruh barang-barang telah di X ray di asrama haji. Begitu juga dengan dokumen dari para calon jamaah haji. Sehingga calon jamaah haji kloter pertama, dari asrama haji langsung menunggu ke ruang tunggu di gate 9.

“Tak perlu periksa-periksa lagi. Mereka langsung menunggu untuk keberangkatan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan kloter kedua dari Riau. Para calon jamaah haji ini, juga langsung memasuki ruang tunggu. Karena proses x ray dan dokumennya sudah diselesaikan di bandara asal.

Ia mengatakan Hang Nadim sudah sangat berpengalaman memberangkatkan jamaah calon haji.

“Sudah 18 tahun, sehingga para petugas ini sudah mengetahui tugas-tugas mereka. Seluruh proses berjalan lancar,” pungkas Suwarso.

Hari Minggu (7/7/2019), hanya satu kloter yang diberangkat dengan jumlah sabanyak 450 calon jamaah haji.

“Keseluruhannya 29 kloter,” ungkapnya.

(ska)

Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di China

0

batampos.co.id – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia.

Kabar duka ini segera menyebar di twitland, trending dengan berbagai hastag.

Pria yang dijuluki “si penyebar info bencana” itu meninggal pukul 02.00 saat berobat di di Guangzhou, China.

Kabar meninggalnya Sutopo itu disampaikan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana (PRB) BNPB melalui akun resmi di Twitter Minggu (7/7/2019).

“Telah meninggal dunia Bapak @Sutopo_PN , Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/pukul 01.00 WIB. Mohon doanya untuk beliau,” tulis Direktorat PRB.

Sutopo meninggal setelah sebelumnya pada Januari lalu divonis dokter menderita kanker paru stadium 4B yang menyebabkan kondisi fisik dan psikis sakit.

Semasa perjuangan hidupnya melawan sakit, Sutopo masih secara terus menerus menyampaikan informasi bencana kepada media dan masyarakat..

Faktanya media dan publik membutuhkan penjelasan yang lengkap dan terperinci mengenai bencana dengan bahasa yang gampang, gamblang, mudah dimengerti dan masyarakat merasa aman dengan penjelasannya.

Sutopo juga terus menerus berbagi pengalaman dan menyarankan kepada penyintas kanker paru untuk terus semangat, pantang menyerah dan hidup sehat.

Melalui media sosial, Sutopo sering mengunggah foto dan video kondisi tubuhnya untuk memberikan semangat penyintas kanker. Selamat Jalan Pak Topo. (flo/jpnn)