batampos.co.id – Almarhum BJ Habibie memberikan pesan khusus kepada Perhimpunanan Alumni Jerman (PAJ) agar terus memberikan sumbangsih untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketua Umum PAJ, Olfriady Letunggamu, mengatakan, presiden ketiga itu meminta agar anggota PAJ dapat mengembangkan tanah airnya selesai menimba ilmu di Jerman.
“Eyang selalu menyampaikan ke kita (anggota PAJ) tidak perlu pintar tapi mau berusaha,” kata Olfriady kepada batampos.co.id, Kamis (12/9/2019) malam.
Osco begitu Olfriady disapa, mengatakan, jika perkataan yang disampaikan BJ Habibie itu tidak pernah bisa dilupakan para alumni Jerman.
Kata dia, para alumni Jerman kerap diundang ke kediaman BJ Habibie untuk berdiskusi apa yang bisa mereka lakukan untuk negeri ini.
Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie. Foto: Cecep Mulyana/ batampos.co.id
“Eyang itu ingin sekali kita (PAJ) mengembangkan tanah air,” jelasnya.
BJ Habibie di mata anggota PAJ dinilai sangat negarawan. Meski begitu BJ Habibie dikenal sebagai sosok yang kebapakan.
“Kita semua (anggota PAJ) dianggap seperti anak oleh Eyang, menerima apa adanya kita dan tidak ada jarak sama sekali meskipun beliau adalah Presiden Ketiga Indonesia,” paparnya.
Pesan lainnya yang paling dingat Osco ialah sang maestro pesawat terbang itu adalah meminta mereka untuk menjadi diri sendiri sebagaimana saat mereka menjadi pelajar di Jerman.
Dalam artian, setelah selesai menimba ilmu di negara tembok Berlin itu, mereka diminta untuk tetap menjadi pribadi yang disiplin saat kembali ke tanah air.
“Eyang menyampaikan ke kita untuk selalu disiplin dan negara-negara di Eropa bisa maju karena disiplin,” jelasnya.
“Jadi Eyang selalu menyampaikan ke kita jika ada rekan di Indonesia yang tidak on time (tepat waktu) kita tidak boleh mengikutinya dan itu masih membekas sampai sekarang,” paparnya.
Satu kalimat lain yang tidak pernah dilupakan oleh Osco dari BJ Habibie adalah untuk terus mengejar apa yang diimpikan.
“Eyang pernah bilang sama kita agar jangan pernah berhenti meraih apa yang kamu inginkan, meski apa yang kita dambakan belum ada dalam hati,” ujarnya.
Hal lainnya yang diminta BJ Habibie kepada PAJ adalah untuk terus memajukan dunia kedirgantaraan di Indonesia.
BJ Habibie kata dia, menyampaikan jika Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau dan salah satu yang dapat menyatukan negara ini adalah dirgantara.
Apabila dunia dirgantara di Indonesia maju, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat negeri ini akan semakin baik.
“Kami perhimpunan alumni Jerman akan memberikan sumbangsih untuk mewujudkan mimpi Eyang dengan melanjutkan mimpinya membuat pesawat R80,” tuturnya.(esa)
Beliau legenda bagi Batam. Beliau aset nasional dan internasional. Saya pernah memohon ke rumah beliau untuk ke Batam.
Saya bilang, tolonglah Bapak berikan motivasi kepada kami untuk bangkitkan Batam. Karena gap antara das sein yang bapak visikan dulu dengan das solen yang saya hadapi jauh sekali.
Pernah dalam percakapan mengenai pengembangan industri kedirgantaraan, saya tanya beliau mengapa Bapak buat propeler R80, mengapa tidak pesawat kargo atau pesawat penumpang.
Negara kita berbentuk kepulauan dan perlu konektivitas. Lalu beliau mendekatkan mukanya dan bilang bahwa masih belum efisien.
Saya sangat kehilangan dan berduka, sedih atas kepergian beliau. Saya butuh waktu untuk bersama dan mewujudkan impian beliau mengenai adanya kawasan industri dirgantara di Batam yang sekarang mulai terwujud sedikit demi sedikit di Hang Nadim. Pak Habibie masih punya 63 hektare lagi di Hang Nadim.
Suatu saat, di atas lahan itu bapak pasti tersenyum. Selamat jalan legenda.
Eddy Putra Irawadi, Kepala BP Batam
Bagi Batam Pak Habibie Sangat Istimewa
Beliau bukan saja Presiden RI, tetapi juga menjadi orangtua kita semua. Bagi Batam beliau sangat istimewa, karena telah meletakkan tonggak sejarah bagi pembangunan Batam. Kami dan kita semua sangat merasa kehilangan atas kepergian beliau.
Muhammad Rudi, Wali Kota Batam
Peletak Dasar Pembangunan Batam
Saya dan keluarga ikut berduka cita. Bagi saya, Pak Habibie bukan hanya senior saya ketika di Otorita Batam (BP Batam) tapi sudah seperti ayah. Setiap Lebaran saya selalu mengunjungi beliau, terakhir Lebaran kemarin.
Beliau banyak memberi saya motivasi untuk menerapkan pengetahuan saya dalam membangun Batam.
Beliau juga sosok bijaksana, visioner, dan ketua Otorita Batam terlama. Beliau tak hanya membangun Batam secara fisik, tapi juga sumberdaya manusianya.
Beliau peletak dasar pembangunan Batam. Semoga Allah menerima amal ibadahnya, Aamiin.
Mustofa Widjaja, Mantan Ketua BP Batam
Paling Berjasa terhadap Batam
Bagi pengusaha, Bapak Habibie adalah orang yang paling berjasa (terhadap) lahirnya Batam.
Tanpa Habibie, tidak ada Batam sekarang. Beliau menaruh konsen yang luar biasa untuk kemajuan Batam, termasuk beliau tetap berkeinginan Batam harus tetap berstatus FTZ.
Oleh karena itu, warga Batam lah yang paling berduka atas wafatnya beliau. Warga Batam wajib menaikkan bendera 1/2 tiang untuk menghormati jasa-jasa beliau. Itu suara dari pengusaha.
Cahya, Ketua Apindo Kepri
Bapak Pembangunan Batam
Pak Habibie merupakan bapak pembangunan Batam. Sehingga saat ini, Batam bisa menjadi motor ekonomi nasional.
Ketika datang pada April kemarin, beliau mengatakan Batam harus bangkit karena masih banyak mimpi yang belum tercapai.
Jadi, kita berharap agar Pemko Batam, BP Batam, pengusaha serta stakeholder lainnya bisa segera merealisasikannya.
batampos.co.id – Pemerintah berencana menata ulang tata ruang kawasan Batam, Bintan dan Karimun (BBK) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2011.
Bukti keseriusan tersebut sudah terlihat saat Kementerian ATR/BPN menggelar konsultasi publik di Batam pada 29 Agustus 2019 di Hotel Harris Batamcentre.
Tapi sayangnya draft revisi yang disampaikan dalam konsultasi publik tersebut menerima banyak respon negatif dari BP Batam maupun pelaku usaha.
Kepala Biro Perencanaan Teknik BP Batam, Tjahjo Prionggo, mengatakan, pola ruang di dalam draft revisi Perpres 87 sebagai rencana rinci tata ruang nasional tidak dapat digunakna sebagai pedoman operasional.
“Karena skalanya terlalu kecil yakni 1: 250.000. Diusulkan, skala yang bagus untuk digunakan adalah 1:5.000 atau 1:10.000,” katanya, Rabu (11/9/2019) di Kantor Kadin Batam.
Dengan skala sebesar itu, maka banyak detail-detail perencanaan dan zona peruntukan yang biasa ditentukan dengan warna tidak akan terlihat dengan jelas.
Sehingga kemungkinan terjadinya tumpang tindih peruntukan sangat besar terjadi. Bahkan, dalam draft tersebut tidak memuat struktur jalan maupun rencana jalan alternatif.
“Jaringan jalan tidak dimuat lengkap. Padahal sudah ada trase untuk LRT. Di draft revisi ini menjadi tidak jelas,” paparnya.
BP juga sudah mengajukan rencana reklamasi untuk sejumlah wilayah di Batam, namun tidak termuat di draft revisi Perpres ini.
Reklamasi kata Tjahjo mutlak diperlukan di Batam karena berkaitan dengan peningkatan investasi.
Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
Di sisi yang lain, selain reklamasi, BP juga telah membuat trase jalan alternatif menuju Rempang dan Galang.
Serta membangun dam baru di kawasan tersebut yang kabarnya lebih besar dari Dam Duriangkang.
“Maka jika diharapkan untuk investasi, tidak akan bisa jika ruangnya dibatasi. Cukup besar rencana reklamasi kami,” jelasnya.
“Kemudian ingin buat jalan alternatif dari pulau lain dan bangun dam baru. Dengan itu, maka Batam bisa selamat sampai dengan 2045,” ujarnya lagi.
Menurut Cahyo, pola ruang yang ada di draft revisi Perpres 87 ini masih perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait peruntukannya.
“Seperti penempatan peruntukan eksisting, wilayah pertahanan, keamanan dan rencana pengembangna ke depan khususnya reklamasi dan perencanaan di Rempang dan Galang,” jelasnya.
Perpres 87 kata Tjahjo bersifat mengikat. Maka jika pemerintah provinsi (Pemprov) Kepri atau pemerintah kota (Pemko) Batam berniat membuat rencana tata ruang daerah (RTRW) tidak boleh berbeda dari Perpres 87.
Dalam draft revisi Perpres ini, memang banyak hal yang berubah. Sebagai contoh, draftnya memasukkan antara lain empat lokasi kawasan ekonomi khusus yakni di Nongsa Digital Park, Bandara Hang Nadim, Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan Kota Air Batam di Batamcentre.
Selain itu, draft revisi ini juga mengubah zona peruntukan yang ditandai dengan abjad. Misalnya, dulu zona peruntukan B1 berlaku untuk pemukiman kepadatan tinggi, maka di dalam draft revisi Perpres menjadi pemukiman kepadatan tinggi dan sedang, pertahanan dan keamanan negara, kegiatan kepabeanan, imigrasi, karantina dan keamanan, pemerintahan, perdagangan dan jasa, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, industri pengolahan dan jasa, angkutan umum dan angkutan barang, transportasi laut dan transportasi udara.
Sedangkan zona peruntukan B4 yang dulunya industri, maka dalam draft ini menjadi pariwisata dan jasa pendukung pariwisata.
Sedangkan zona peruntukan B5 yang dulunya untuk pariwisata, maka dalam draft ini jadi hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan hutan produksi konversi.
“Saya kira instansi pusat kurang paham dengan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Sekretaris DPD REI Batam, Robinson Tan, melihat bahwa draft revisi Perpres 87 yang dikeluarkan Jakarta ini membuat Batam mundur 28 tahun ke belakang.
“Kalau perubahan, mestinya ke arah lebih baik. Kira-kira dari rencana sekarang itu, perubahan krusial itu di mana,” tanyanya.
“Kalau peruntukan rumah diubah jadi hutan tak bagus, tapi kalau lahan kosong diubah jadi komersil itu bagus,” ucapnya.
Ia juga mengatakan dengan skala 1:250.000, maka warna untuk zona peruntukan tidak terlihat dengan jelas.
Robinson khawatir bahwa nanti bisa terjadi tumpang tindih peruntukan jika peta hasil draft revisi Perpres 87 diberlakukan.
Sedangkan Ketua Dewan Pakar Kadin Batam, Ampuan Situmeang, mengatakan ideanya tata ruang Batam tidak boleh digabung lagi dengan tata ruang Bintan dan Karimun.
Ketiga-tiganya memang khusus, tapi Batam lebih khusus.
“Peraturan tata ruang harusnya khususkan kawasan. Jangan diutak-utak lagi,” ungkapnya.
Jika terjadi perubahan substansi dalam peraturan tata ruang, maka akan menjadi sentimen tidak baik bagi dunia usaha di Batam.
“Kita terikat dengan lahan sejak tahun 1991, tapi tiba-tiba muncul lagi tata ruang yang baru. Kita hargai penjelasan BP. Kalau bisa jika ketemu Dirjen ATR, ikutkan pengusaha agar bisa kasih masukan,” ucapnya.
Ampuan menegaskan bahwa isu draft revisi Perpres 87 ini bersifat spekulatif. Banyak isu miring yang mengiringinya karena dilakukan mendadak.
“Bisa jadi itu ‘pesanan’. Makanya apalagi masuk tahun politik, bisa dikunyah-kunyah nanti isu draft revisi Perpres itu,” pungkasnya.(leo)
Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Bapak BJ Habibie.
Doa kami semoga Beliau husnul khatimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Beliau Bapak Bangsa, Bapak Demokrasi, dan Bapak Industri. Jasa Beliau sangat besar bagi bangsa dan negara ini.
Khususnya bagi Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam. Selamat Jalan Bapak Bangsa, Jasamu Takkan Terlupakan.
Isdianto, Plt Gubernur Kepri
Gentleman, Tak Tergantikan
Saya mengenal dekat Bapak BJ Habibie tahun 1996 waktu masih sebagai menteri dan Ketua Otorita Batam (kini BP Batam).
Saat itu, saya terus membangun usaha. Dia tokoh nasional dan bapak teknologi. Orang Indonesia pertama yang bisa membuat pesawat dan disegani dunia.
Dia sosok gentleman yang susah dicari penggantinya. Kita benar-benar kehilangan tokoh nasional yang sangat kita hormati.
Abidin, Presdir PT Sat Nusapersada Tbk (Mantan Ketua Apindo Kepri)
Beliau Mentor Saya
Saya sangat sedih dan shock mendengar kepergian beliau begitu dapat kabar sore tadi. Beliau saudara sekaligus mentor saya.
Saya kenal beliau sejak awal beliau membangun Batam di akhir 1970-an, ketika beliau menyampaikan visi pembangunan Batam dan memberikan inspirasi saya berusaha di Batam.
Ada begitu banyak kenangan dengan almarhum. Ketika Batam menghadapi krisis ekonomi beberapa tahun lalu, pesannya kepada saya: “Kris, jangan patah semangat. Batam harus tetap maju, karena pulau ini memiliki potensi yang sangat luar biasa. Tetaplah membangun ekonomi Batam dan meneruskan investasi.”
Satu motivasi dari beliau yang saya tak bisa lupakan yang menjadi inspirasi saya mengembangkan Infinite Studio dan Nongsa Digital Park adalah arahan beliau: “Tak ada negara yang maju tanpa SDM yang unggul dan berkualitas. Indonesia harus mampu memenuhi SDM unggul jika ingin maju.”
Pada 30 April lalu, menjadi pertemuan terakhir saya kala beliau mengunjungi Batam. Waktu itu, Pak Habibie mengunjungi NDP dan berpesan: “Anak-anak bangsa yang ada di sini harus mampu dan siap menghadapi tantangan era digital.”
Selamat jalan mentor, Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Batam dan Indonesia.
Kris Taenar Wiluan, Presiden Komisaris Citramas Group
Hingga Maret 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan publikasi bahwa lebih dari 25 juta jiwa di Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Sikap kedermawanan dari berbagai pihak menjadi solusi permasalahan kemanusiaan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.
Berbagai dampak akan timbul jika kemiskinan ini terus membelenggu. Upaya pengentasan kemiskinan tidak hanya peran satu pihak saja, namun juga seluruh elemen bangsa. Berbagai solusi perlu segera digulirkan, demi secepatnya mengentaskan kemiskinan. Sementara itu, terdapat delapan provinsi yang mengalami kenaikan tingkat kemiskinan. Delapan provinsi itu meliputi Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara dan Tenggara, Maluku Utara, serta Papua.
Tokoh nasional Din Syamsuddin menyampaikan, lembaga-lembaga filantropi juga perlu menyediakan sebuah sistem agar permasalahan ini juga segera dapat diatasi.
“Jelas, kemiskinan memerlukan kepedulian sosial, solidaritas sosial, kedermawanan. Maka lembaga-lembaga filantropi seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT) perlu memikirkan sebuah sistem yang tepat. Sehingga, sistem ini bisa memberdayakan perekonomian, dan akhirnya bisa menuntaskan kemiskinan umat, kemiskinan di masyarakat selama ini,” kata Din.
Din Syamsuddin menambahkan, kedermawanan itu adalah sebuah hal nyata yang sudah tertanam di dalam diri bangsa Indonesia seperti saat terjadi bencana alam.
“Memang kedermawanan itu nyata adanya. Pada saat terjadinya bencana alam atau bencana sosial, terlihat kegairahan, semangat dari berbagai elemen masyarakat mengulurkan tangan kedermawanan, memberikan bantuan bahkan datang langsung ke lokasi,” ungkap Din.
Cara kerja filantropi dapat dihasilkan dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif.
#IndonesiaDermawan menjadi semangat dalam menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Semangat kebersamaan ini yang akan terus dihidupkan melalui Gerakan Nasional yang digalakkan oleh ACT dengan mengajak seluruh bangsa untuk memberikan kontribusi terbaiknya.
Gerakan #IndonesiaDermawan adalah gerakan inklusif yang berusaha mengajak publik berkontribusi menyelesaikan permasalahan kemanusiaan di Indonesia dan dunia berupa advokasi dan implementasi nilai-nilai kedermawanan ke seluruh masyarakat.
batampos.co.id – Nelayan pulau Gelam, Kecamatan Galang menemukan mayat dengan kondisi tubuh tak utuh lagi di pesisir pantai dekat pemukiman mereka, Rabu (11/9/2019) siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Jenazah tanpa kepala, kaki dan tangan itu hingga kini belum diketahui identitas dan jenis kelaminnya.
Saat ditemukan jenazah tinggal tulang belulang saja. Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, mengatakan, anggota tubuh korban sudah tidak utuh lagi.
Kapolsek Galang, AKP Heri Sujati, bersama anggotanya menangkat kantong jenazah berisi mayat tanpa kepala. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
“Tidak bisa dikenali termasuk jenis kelamin. Ini masih didalami di RS Bhayangkara. Kemungkinan laki-laki kalau dilihat dari bajunya,” kata Heri, Kamis (12/9/2019).
Jenazah korban kata dia, pertama kali ditemukan seorang nelayan. Temuan itu lanjutnya sempat menghebohkan warga.
Ia juga belum dapat memastikan apakah jenazah yang ditemukan merupakan korban pembunuhan atau faktor lainnya.
“Kami mengimbau apabila ada masyarakat yang kehilangan anggota keluarga ataupun kerabat segera berkoordinasi dengan Polsek Galang atau RS Bhayangkara,” jelasnya.(eja)
batampos.co.id – Selain mengusung konsep Benelux di Eropa menjadi Sijori (Singapura-Johor-Riau), Habibie juga mengenalkan Teori Balon BJ Habibie dalam membangun ekonomi Batam.
Yakni sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang dihubungkan oleh satu dengan yang lain.
Dalam hal ini, Habibie membagi Batam menjadi tiga zona balon, yak-ni Balon I Batam, Balon II Rempang, Balon III Galang.
Teori Balon pertama kali dipaparkan di hadapan Perdana Menteri Lee Kuan Yew, pada saat kunjungan resmi perdananya ke Batam, Maret 1979.
Teori Balon merupakan sebuah teori yang menggambarkan kondisi perekonomian di sebuah kawasan sebagai suatu sistem balon yang lain dengan katup/pentil.
Ketika Balon I semakin besar dan terkena tekanan, anginnya akan tertiup ke Balon II. dan begitu selanjutnya.
Jika tidak ada katup/pentil, angin itu tidak akan sampai ke balon lainnya. Teori ini menjadi acuan BJ Habibie membangun Batam.
Penerapan teori balon inilah yang membuka kesempatan bagi Singapura untuk mengembangkan Pulau Batam sebagai Balon II.
Balon II ini berfungsi sebagai pencegah agar tidak terjadi letusan pada Balon I ketika terdapat tekanan yang berlebihan.
Balon II dengan sendirinya dapat membesar tanpa menyebabkan Balon I kempes. Balon II akan terus membesar hingga mencapai tekanan kritis.
Pada saat itulah, udara yang berlebihan itu akan mengalir ke Balon III dan seterusnya, kepada balon yang lain.
Misalnya, Pulau Rempang, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Batam merupakan sebuah pulau yang terletak di gugusan Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia serta berada di jalur pelayaran internasional yang strategis Selat Malaka.
Perencanaan Batam dibangun oleh Presiden pertama RI Soekarno setelah era konfrontasi, yang pada awalnya sebagai basis militer.
“Pada era konfrontasi Jenderal Soeharto diutus ke Batam,” kata Habibie saat bertemu dengan para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam di Harris Hotel Batam, Jumat (28/4/2017) lalu.
Habibie bercerita, saat itu, Soeharto pertama kali ke Batam untuk memantau Selat Singapura.
“Batam kala itu masih berupa pulau kosong tak berpenghuni, hanya ada kancil, ular piton serta binatang lainnya,” ungkapnya.
Singkat cerita, Habibie kemudian diutus Presiden Soe-harto untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menata dan mengembangkan Batam. Habibie kala itu baru pulang dari Jerman.
“Saat dipanggil, saya tidak tahu Batam itu di mana,” ujar Habibie.
Habibie mengatakan, kala itu ada sekitar 6.000 orang masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir yang kebanyakan dari mereka adalah nelayan.
Batam kemudian menjadi wilayah industri yang diharapkan bisa berkontribusi pada perekonomian nasional.
Belakangan, Habibie pernah mengusulkan agar Batam jadi provinsi khusus ekonomi. Usulan itu, menurut dia, sudah disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Saya tidak tahu apakah Presiden Jokowi tahu,” katanya.
Pesan Terakhir untuk Batam
Setelah tak lagi menjadi ketua Otorita Batam, Habibie kerap berkunjung ke Batam. Kamis 27 April 2019 lalu menjadi kunjungan terakhirnya ke Batam sebelum akhirnya ia wafat pada Rabu (10/9) petang.
Dalam kunjungan terakhir itu, Habibie menilai Batam sudah mengalami banyak perkembangan. Batam sudah lebih maju.
Hanya saja, ia menyayangkan masih banyak-nya perdebatan antarpemangku kebijakan di Batam. Menurut dia, situasi ini justru akan merugikan iklim investasi di Batam.
Kata Habibie, semua pihak, khususnya Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemko Batam, harus sama-sama memikirkan bagaimana Batam semakin maju.
Untuk itu, daripada sibuk berdebat, Habibie mengajak semua pihak memperbanyak peran dan sumbangsihnya untuk pembangunan Batam di semua sektor.(leo/ska)
ki-ka: Marganas Nainggolan, Candra Ibrahim, Zulhan dan Budi Mardiyanto
batampos.co.id – Direktur Utama Batam Pos sekaligus Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri, Candra Ibrahim didampingi puluhan wartawan lintas media datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam mendaftar atau mengambil formulir pendaftaran bakal Cawako/Cawawako Batam.
Didampingi langsung oleh Wakil Komisaris Utama Batam Pos, Marganas Nainggolan dan Pemimpin Redaksi Batam Pos, M Iqbal, Candra Ibrahim yang mengenakan pakaian khas Melayu dan mengenakan tanjak, diterima langsung oleh ketua panitia penjaringan bakal Cawako/Cawawako Batam dari DPC PDIP Batam, Zulhan didampingi koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto, Kamis (12/9) sore.
Candra Ibrahim merupakan kandidat bakal cawako/cawawako Kota Batam yang perdana atau pertama yang datang mendaftar dan mengambil formulir bakal cawako/cawawako Batam ke DPC PDIP Kota Batam.
“Kami disebut yang pertama tetnu ada sebabnya. Saya pribadi ingin memberikan sinyal kepada yang lainnya, kalau memang serius dan ingin maju pada Pilwako Batam, jangan ragu-ragu, makanya saya mencoba mendaftar perdana ke DPC PDIP Kota Batam. Mudah-mudahan dengan demikian, kami punya penilaian training siapa yang maju. Kami juga beradu cepat, makanya kami mencoba mendaftar di awal ke PDIP. Insya Allah semua persyaratan bisa kami penuhi dengan waktu yang diberikan selama tiga hari. Kami serius maju, makanya kami mencoba mendaftar terlebih dahulu,” ujar Candra Ibrahim.
Sementara koordinator komunikasi politik penjaringan DPC PDIP Kota Batam, Budi Mardianto sangat mengapresiasi kedatangan dan niatan Candra Ibrahim yang mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam dari PDIP.
“Terimakasih Pak Candra sudah mendaftar sebagai bakal cawako/cawawako Batam ke PDIP sebagai kandidat pendaftar yang perdana. Persyaratan dari DPC PDIP sendiri sangat normatif, kami tak memberlakukan persyaratan yang ribet. Kami sangat mendukung sekali upaya Pak Candra Ibrahim untuk mendaftar di awal, agar langkah ke depannya masyarakat akan tahu siapa sosok yang serius untuk maju sebagai bakal cawako/cawawako Batam, yang memiliki niatan baik dalam membangun Kota Batam lebih maju,” ujar Ketua Komisi I DPRD Batam ini.
Ditemui di dalam ruang pendaftaran, ketua panitia penjaringan bakal cawako/cawawako, Zulhan menyerahkan beberapa berkas pendaftaran yang nantinya harus diisi dan dilengkapi. Selanjutnya setelah dilengkapi, berkas pendaftaran tersebut harus dikembalikan paling lama dalam waktu tiga hari ke depan.
Usai menerima formulir pendaftaran, Candra Ibrahim membubuhkan tanda tangan di berkas pengambilan formulir yang diserahkan oleh Budi Mardianto didampingi Zulhan, langsung ke Candra Ibrahim.
DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang mulai 12 September hingga 23 September mendatang.. (gas)
batampos.co.id – Banyak kenangan ketika beberapa kali saya meliput Ketua Otorita Batam Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie di Batam. Paling tidak di era 90-an.
Suatu ketika, dalam tugas peliputan Presiden ke-3 Republik Indonesia itu di Bandara Hang Nadim di Batam, saya bersama wartawan Kompas mendiang, Abun Sanda, dan wartawan Tempo, Bambang Setyadi, melontarkan pertanyaan mendadak, ketika beliau bersama rombongan berjalan di Apron Bandara Hang Nadim ke arah pesawat nonkomersil yang akan membawanya.
Pada saat berjalan menapaki jarak ke pesawat dari ruang VVIP, kami bertiga mendekatinya lalu mengajukan pertanyaan.
Beliaupun masih menyisakan waktu untuk menjawab di sisi waktu yang mepet, di tengah suara bising mesin pesawat yang standby untuk take off.
Dengan gayanya yang khas dan tatapan bola mata melotot tajam, beliau langsung menjawab cepat kebenaran ekspor dari Batam yang kami tanyakan.
Mungkin karena tidak hafal angka ekspor dari Batam, dengan suara khas dan tegas beliau meminta data tentang ekspor yang baru dirilis dalam pidatonya beberapa saat sebelumnya di Gedung Otorita Batam (sekarang gedung BP Batam) di Batam Center.
Presiden ke 3 Republik Indonesia BJ Habibie. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
“Anda bilang barang yang ke luar dari Batam bukan ekspor?” ujarnya dengan suara agak serak.
Dalam posisi doorstop, di tengah deru mesin pesawat di kejauhan 25 meter, ditemani sekitar lima stafnya, tanya jawab antara beliau dengan kami semakin seru.
Ya, itu tadi, mengenai definisi ekspor atas barang rakitan elektronik yang akan direekspor.
Bukan hanya materi wawancara reekspor itu yang kami ajukan ke mantan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu.
Juga masalah keamanan Batam yang semakin hari kualitas kriminalitasnya semakin tinggi.
Ada dua kasus pembunuhan terbaru ketika itu. Keduanya warga Singapura dalam interval waktu yang berlainan.
BJ Habibie memang sangat peduli soal faktor keamanan di Batam. Begitu pertanyaan angka kriminalitas itu kami ajukan, masih dalam posisi yang sama, tiba-tiba almarhumah Ainun Habibie yang dari tadi sudah duluan masuk ke pesawat, turun kembali ke apron.
Dengan derap langkah agak cepat, Ibu Ainun mendekat ke BJ Habibie dan spontan menarik lengan suami tercintanya itu sambil mengajak, “Ayo, Pak, pesawat sudah menunggu.”
Memang Ainun dan BJ Habibie seperti biasanya, setiap kali ke Batam selalu bersama rombongan dari bermacam institusi negara.
Ajakan Ibu Ainun tadi tak sertamerta diiyakan. BJ Habibie masih asyik menjawab kami.
Mantan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu pun langsung memanggil Kapolda Riau (ketika itu Batam masuk wilayah hukum Polda Riau) yang tengah dalam posisi berbaris bersama unsur Muspida Batam, di kejauhan sekitar 50 meter.
Begitu berdialog sebentar, diapun langsung menghubungi Kapolri by phone dan meminta agar Kapolres Batam (saat itu) diganti dengan Kapolres terbaik se-Indonesia, untuk bisa menjamin aspek keamanan di Batam.
Sejurus kemudian, Habibie pun memasuki pesawat buatan Nurtanio N21 itu untuk bertolak ke Jakarta.
Deretan para pejabat yang sedang sikap berdiri di apron keberangkatan VVIP, menjadi gusar. Baik Wali Kota Batam Abdul Azis, Kepala Satuan Pelaksana (Kasatkak) Otorita Batam Sudjatmiko, Kapolres dan yang lain menjadi gusar seketika tak tentu arah.
Mereka tidak tahu persis apa materi yang dibahas wartawan dengan BJ Habibie karena posisi mereka agak berjauhan dengan posisi doorstop wawancara itu.
Begitu cepat tindakan yang diputuskan Habibie saat itu demi kemajuan Batam sebagai kawasan ekonomi strategis yang dimimpikan akan terbesar di Asia Pasifik.
Dua hari kemudian Kapolres Batam pun diganti dengan Kapolres baru.
Habibie memang bisa dikatakan super kuat saat itu. Memerintah Kapolri pun beliau tak segan.
Begitulah BJ Habibie, selain memiliki power pada saat itu, beliau pun super sibuk meng-urus negara. Karena kesibukannya, kadang hanya beberapa jam saja di Batam.
Banyak dokumen yang harus diteken. Karena itulah tak jarang pundak stafnya pun menjadi meja kerja untuk sementara.
Itulah sekelumit kenangan seorang wartawan mengejar Habibie sampai ke apron lapangan udara di Bandara Hang Nadim Batam, yang dia bangun itu.
Bandara yang jauh hari beliau mimpikan menjadi hub di Asia Pasifik.(*)
batampos.co.id – Perhimpunan Perempuan Tionghoa Indonesia (PINTI) Batam dan Kep-ri turut ambil bagian untuk menyukseskan program Keluarga Berencana (KB) yang gencar disosialisasikan pemerintah.
Layanan gratis untuk mendukung program kesejahte-raan masyarakat ini berlangsung di kantor Kelurahan Teluktering dan dilayani belasan petugas BKKBN Batam.
Pengurus dan puluhan anggota Pinti Batam dan Kepri juga hadir melayani ibu-ibu yang datang.
Mereka bertindak sebagai fasilitator kepada warga yang akan mengikuti KB atau pap smear.
PINTI Batam dan Kepri bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) saat melakukan pelayanan KB dan pap smear gratis di Kelurahan Teluktering, Batam Kota, Rabu (11/9/2019). Foto: BKKBN untuk Batam Pos
”Pelayanan tetap oleh BKKBN dan paramedis puskesmas setempat, kami Pinti sebagai fasilitator dan mendukung sebagai mitra kerja,” jelas ketua panitia pelaksana acara Mei Salim dari Pinti Kepri.
“Kami yang data dan survei di lapangan, banyak masyarakat di sini yang belum KB, makanya kami ajak (BKKBN) ke sini,” ujarnya lagi.
Pantauan di lapangan, layanan KB dan pap smear gratis ini disambut antusias ibu-ibu setempat.
Sejak pelayanan dibuka pukul 09.00 WIB, puluhan ibu-ibu langsung memenuhi ruangan pelayanan yang disediakan.
Mereka tampak semangat untuk menyukseskan program keluarga berencana tersebut.
”Sudah lama saya mau KB tapi bingung mau ke mana. Alhamdulilah, hari ini ada pelayanan di sini, jadi saya datang lebih awal biar duluan dilayani,” ujar Fina, warga setempat.(eja)