Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11093

Penipuan oleh 47 WN Tiongkok sudah Berlangsung 2 Bulan

0

batampos.co.id – Sebanyak 47 warga negara (WN) Tiongkok dan Taiwan yang diamankan Satreskrim Polresta Barelang masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Barelang, Kamis (19/9/2019).

Kepada polisi mereka mengaku sudah menjalankan aksi penipuan online sejak dua bulan terakhir.

“Kami akan terus dalami. Untuk informasi awal sudah dua bulan ini di Batam melakukan aktivitas penipuan dengan modus online tersebut,” ujar Kapolresta Barelang, AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo, Kamis (19/9/2019).

Adapun aksi penipuan yang mereka lakukan sangat terorganisir dan mempunyai jaringan tersendiri.

Dari lokasi persembunyian mereka yang berada di Ruko Grand Orchid, Batam Center, mereka menyamarkan lokasi tersebut seperti sebuah perkantoran di lantai satu ruko.

Sementara untuk aksi penipuan dalam jaringan dilakukan di lantai tiga ruko. Di lantai tiga tersebut terdapat ruang kecil yang disekat kurang lebih lebih berukuran 1×1 meter.

Sebanyak 47 WN Tiongkok dan Taiwan digiring ke Mapolresta Barelang, Rabu (18/9). Mereka diduga melakukan penipuan online dengan sasaran korban warga Tiongkok, Taiwan, dan Jepang. Aksi penipuan online sudah mereka lakukan selama dua bulan. Foto: Anwar Saleh/batampos.co.id

Di ruangan yang disekat itu mereka menghubungi korbannya dengan modus berita duka dan meminta para korbannya mengirimkan sejumlah uang.

“Di dalam ruang itu juga dipasang peredam suara. Jadi kalau menelpon korban, suaranya tidak berdengung yang bisa membuat korban curiga,” ujar salah seorang sumber Batam Pos dari kepolisian.

Tidak hanya itu, di dalam ruangan tempat mereka beraksi juga ditemukan beberapa kartu sim telepon seluler yang diduga digunakan untuk menguhubungi korban lengkap dengan catatan nomor telepon korban yang bertulisan Tiongkok.

“Nanti akan kami sampaikan kembali. Kasusnya masih sedang kami dalami,” ujar Kapolres.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 47 WNA asal Tiongkok dan Taiwan diamankan Polresta Barelang dari Kompleks Taman Niaga Sukajadi Blok K6 dan K7 dan di Ruko Grand Orchid, Rabu (18/9/2019).

Mereka diamankan karena diduga melakukan penipuan online. Dari 47 orang tersebut, 31 orang diamankan di ruko Kompleks Taman Niaga Sukajadi yang terdiri dari 3 perempuan dan 29 orang laki-laki.

Sementara 16 orang lainnya yang terdiri dari 1 wanita dan 15 laki-laki digrebek di Ruko Grand Orchid, Batam Center.(gie)

Anggota DPRD Kepri Bersama Rumah Zakat Peduli Darurat Asap

0

batampos.co.id – Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin Bersama Rumah Zakat peduli darurat asap dengan membagi masker ke sekolah-sekolah di Kecamatan Nongsa, kota Batam.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, disebtukan, bencana asap yang melanda Pulau Sumatera dan Kalimantan harus menjadi program kesadaran nasional untuk menjaga hutan dan kesehatan.

Anggota DPRD Kepri, Wahyu, mengatakan, dirinya bersama Rumah Zakat mengadakan Bakti Sosial Peduli Asap dengan membagikan masker gratis kepada anak-anak sekolah se–kecamatan Nongsa.

Pada kesempatan itu, wahyu dan Rumah Zakat memberikan arahan agar anak-anak harus bisa menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan sejak dini.

Pemasangan masker secara simbolis kepada para siswa SDN 009 Kecamatan Nongsa. Foto: Dokumentasi Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Wahyu, sangat berterima kasih kepada Rumah Zakat yang selalu terdepan dan peduli dengan bencana yang ada di Indonesia.

Bakti Sosial tersebut dilaksaakan pada Jumat (20/9/2019) mulai jam 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Diawali kunjungan dan pembagian masker gratis serta edukasi di SDN 009 Kecamatan Nongsa.

Serta pemberian masker secara simbolik kepada SD Membaul Ulum dan berakhir di Sekolah Dasar Islam Miftahul Ulum.

“Program ini mengedukasi anak-anak sekolah untuk sadar akan kesehatan serta mampu menjaga kesehatan,” kata Wahyu.

Relawan Rumah Zakat membagikan masker kepada para siswa SDN 009 Kecamatan Nongsa. Foto: Dokumentasi Rumah Zakat untuk batampos.co.id

Kegiatan itu juga untuk membangun rasa kepedulian dengan bencana asap yang terjadi di Indonesia khususnya di sumatera dan Kalimantan.

Program pembagian masker ini diikuti oleh beberapa komunitas masyarakat. Diantaranya  TK Kertas Putih, Sahabat Wahyu Wahyudin, Aliansi Pemuda Kabik.

Rumah Zakat diikuti oleh semua bagian program, SD Juara Batam, Cita Sehat Fondation, Relawan Nusantara, Relawan Inspirasi.

Program ini menjadi bagian kepedulian Rumah Zakat terhadap bencana asap yang menelan banyak korban khususnya balita.(*)

Akibat Asap…

0

DUA hari, Selasa dan Rabu (17-18/9), saya dan beberapa pengurus PWI Kepri, gagal diterbangkan ke Letung, Anambas, dari Bandara Hang Nadim, Batam.

Di hari pertama, kami menunggu di bandara selama empat jam, sejak pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Hari kedua, kami menunggu tiga jam lamanya. Rabu itu, Ustaz Abdul Somad yang sedianya akan melakukan tablig akbar di Anam­bas, juga gagal berangkat.

Padahal, bupati, wakil bupati, dan FKPD sudah stanby di Bandara Letung.
Sedianya, kami memang akan ke Anambas untuk keperluan pengembangan organisasi PWI.

Kami akan melakukan rekrutmen calon anggota baru PWI di Kabupaten Kepulan Anambas, sekaligus akan mengukuhkan PWI Persiapan Anambas.

Namun, apa daya, pekatnya kabut asap yang memapar langit Kepri, membuat jarak pandang di bandara Letung dikabarkan tak lebih dari 1,5 KM.

Artinya, karena pesawat yang melayani rute tersebut jenisnya proppeler (baling-baling), maka ketinggian terbangnya masih berada di “kawasan” sebaran kabut asap kiriman dari Sumatera dan Kalimantan itu. Beda jika pesawar jet, ketinggian jelajahnya aman dari paparan asap.

Apa daya, kami harus balik kanan dua hari berturut-turut. Hari pertama, semua calon penumpang yang berkumpul di gate 9, diberi kompensasi nasi kotak dan dijanjikan akan diberangkatkan keesokan harinya, Rabu.

Akan tetapi, di hari keduapun, kembali gagal terbang karena selain kendala udara, bandara Letung pun hanya beroperasi sampai pukul 17.0 WIB.

Akhirnya, calon penumpang melapor ke konter Wings Air di bandara untuk mengembalikan tiket.

Belum kerugian akibat makanan dan minuman yang sudah dipesan di Anambas untuk acara PWI, pasti tidak terkonsumsi seluruhnya.

Begitu pula rencana penginapan dan lain sebagainya. Padahal, pengembalian uang (refund), katanya, baru dapat dilakukan minimal 14 hari. Beugh!

Ini memang cerita soal organisasi. Dalam periodisasi kepemimpinan saya di PWI Kepri, 2018-2023 kelak, kami diamanahkan oleh Ketua Umum PWI Atal S Depari untuk menyelesaikan pembentukan PWI Kabupaten/Kota se-Kepri yang sebelumnya terkendala. Kendalanya hanya masalah teknis.

Misalnya, belum memenuhi syarat jumlah anggota biasa, atau kendala teknis lainnya.

Hingga saat ini, sudah terbentuk PWI di Karimun, Natuna, PWI Tanjungpinang-Bintan, dan PWI Pokja Batam, karena PWI Provinsi Kepri berkedudukan di Batam.

PWI Lingga statusnya sama seperti Anambas, yakni PWI Persiapan. Kelak, dua tahu kemudian, akan ditingkatkan menjadi PWI Kabupaten Lingga. Penyebutannya pun tidak seperti PD/PRT yang lama, di mana untuk provinsi disebut PWI Cabang dan di kabupaten/kota disebut PWI Perwakilan.

Kini, penyebutannya langsung saja, PWI Provinsi dan PWI Kabupaten/Kota, diikuti nama daerahnya.

Baiklah. Soal organisasi kita sudahi saja. Kembali ke masalah asap akibat kebakaran hutan.

Kondisi pekatnya asap saat ini tak jauh beda dengan beberapa tahun lalu, dimana saat itu Presiden SBY harus turun ke Pekanbaru, Riau, setelah sebelumnya mengancam akan “mengambil-alih” kendali pemerintahan di Riau.

Soal ini, Presiden SBY boleh dibilang cekatan dan responsif. Dia langsung memimpin rapat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dan memerintahkan aparat TNI, Polri, dan Pemda bahu-membahu memadamkan api.

Tak begitu lama, asap yang juga memenuhi langit negara tetangga itu pun dapat diata-si. Berton-ton garam ditaburkan di atas langit Riau untuk membuat hujan buatan.

Di lain pihak, warga Riau melakukan salat istiska di banyak tempat. Sama seperti Presiden Jokowi di paruh periode pertama, saat Riau kembali dihajar kebakaran hutan yang sebagian besarnya disebut-sebut sengaja dibakar pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Presiden berang dan memerintahkan menghentikan semua izin pembukaan lahan baru bagi korporasi.

Moratorium pembukaan lahan baru lang-sung dijalankan. Asap kemudian dapat berkurang bahkan hilang sama sekali. Kini, menjelang periode kedua kepemimpinannya, Presiden Jokowi kembali ke Pekanbaru dan mengambil beberapa langkah untuk mengatasi persoalan tahunan itu.

Sayangnya, Menkopolhukam Wiranto kembali membuat pernyataan kurang simpatik. Katanya, di media, asap akibat kebakaran di Riau tahun ini tak separah diberitakan oleh media.

Hmm, media mana, Pak? Media sosial? Bapak sudah benar-benar memeriksa dan merasakan dampaknya?

Di Kepri, selain telah menggangu penerbangan ke Anamnas dan Natuna, indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Batam hari Rabu yang lalu, sudah mencapai 170 atau mendekati kategori “sangat tidak sehat”.

Begitu pengakuan Kadinkes Batam dr Didi Kusmarjadi kepada wartawan. Demikian pula penuturan Kasi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim, Suratman, jarak pandang pada siang hari terpantau hanya 4.000 sampai 5.000 meter saja.

Bahkan petang harinya, lebih parah, hanya 2.000 meter. Akan tetapi, diakui, penerbangan secara umum tidak mengalami kendala, kecuali delay beberapa saat saja. Namun untuk ke Letung dan Palmatak, terpaksa dibatalkan akibat jarak pandang sangat tidak layak untuk didarati pesawat jenis propeler tersebut.

Apa boleh buat. Rencana PWI Kepri untuk merekrut, menguji, dan mengukuhkan PWI Persiapan Anambas, terpaksa ditunda, dengan segala risiko.

Padahal, memberi orientasi kepada calon wartawan yang akan bergabung di bawah bendera PWI, terutama di kabupaten, diyakini dapat menambah pemahaman wartawan di lapangan tentang kode etik jurnalistik (KEJ), UU Pers Nomor 40 tahun 1999, dan serta mengajak pewarta untuk lebih bertanggung jawab atas setiap liputan yang mereka buat.

Ujungnya, akan terbangun berita-berita yang lebih berimbang dan mematuhi UU Pers yang lex spesialis tersebut.(*)

Pria Ini Dituntut 20 Tahun Penjara

0

batampos.co.id – R, terdakwa kasus kepemilikan narkoba jenis sabu lebih dari 2 kg dituntut hukuman maksimal penjara 20 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (19/9/2019).

”Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” ujar Jaksa pengganti Frihesti saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Negeri Batam kemarin.

Terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya tak menampik dakwaan JPU. Ia pun kemudian mengajukan pembelaan secara tertulis yang akan ia bacakan pada persidangan yang dijadwalkan satu minggu kemudian.

Terdakwa kepemilikan sabu 2 kilogram, R, dituntut 20 tahun penjara dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (19/9/2019). Foto: Yulianti/batampos.co.id

Terdakwa sendiri ditangkap anggota dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri. Penangkapan itu berdasarkan informasi masyarakat akan ada transaksi narkotika di Pasar Fanindo, Batuaji.

Setelah dilakukan penyelidikan, anggota BNNP kemudian melihat seorang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan.

Laki-laki tersebut menggunakan tas ransel warna biru. Tak lama kemudian, ia pun ditangkap dan digeledah.

BNNP kemudian menemukan satu bungkus teh Cina merek Guanyinwang dibalut kertas karbon warna biru yang dilapisi wrapping bening berisi kristal berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 1.065.

Kemudian 1 bungkus teh Cina merek Guanyinwang dibalut kertas karbon warna biru yang dilapisi wrapping bening berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat bruto 1.070 gram.(une)

BPOM: Iklan Obat Tak Boleh Menyesatkan Masyarakat

0

batampos.co.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepri menggelar sosialisasi hasil pengawasan ketentuan iklan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan di Provinsi Kepri.

Tujuan sosialisasi melindungi masyarakat dari iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan yang menyesatkan dan tidak sesuai ketentuan.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irawan, menjelaskan, pengawasan iklan dan obat tradisional dan suplemen kesehatan tak bisa dipisahkan dari pengawasan keamanan dan mutu produk secara umum.

Informasi suatu produk jika tidak disampaikan secara lengkap dan objetif, dapat memberi dampak negatif pada keehatan konsumen.

”Karena itu harus ada pengawasan. Sebab, produk yang sudah dinyatakan aman saja, bisa menyebabkan bahaya kesehatan konsumen, jika tidak disampaikan tidak objektif, lengkap dan menyesatkan,” ujar Yosef kepada peserta sosialisasi di Hotel Best Western Panbil, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: BPOM Kepri Berikan Informasi Pangan Aman di Mega Mall

Dijelaskannya, pengawasan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan dilakukan dengan dua cara yakni pre market dan post market.

Ketentuan produk sebelum dipasarkan harus mendapat Nomor Izin Edar (NIE) dari BPOM. Obat tradisional untuk penyakit kanker, tuberkolosis, poliomelitis, penyakit kelamin, impotensi, tiphus, kolera, tekanan darah tinggi, diabetes dan lever dilarang.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan saat mengisi acara so­sialisasi pengawasan iklan produk obat tradisional dan suplemen kesehatan di Hotel Best Western Panbil, Kamis (19/9/2019). Foto: BPOM Kepri untuk Batam Pos

”Kadang karena terpengaruh iklan, banyak penderita yang akhirnya beralih ke obat tradisional yang khasiatnya belum bisa dipastikan,” jelasnya.

Baca Juga: BPOM Amankan 40 Jenis Pangan Tanpa Izin di Pasar Botania 1

“Mereka meninggalkan penanganan medis karena percaya terhadap obat itu. Hal itu berakibat pada kondisi kesehatan penderita semakin parah,” ungkap Yosef lagi.

Menurut dia, jumlah iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan di Kepri cukup tinggi, sementara SDM pengawas terbatas.

Oleh sebab itu, BPOM Kepri menggandeng Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kepri dan Kominfo Kepri untuk mengawasi iklan yang mempromosikan obat tradisional dan suplemen kesehatan kepada masyarakat Kepri.

Sehingga nantinya, penegakan sanksi tegas wajib diterapkan dengan tujuan melindungi masyarakat.

Harapan lainnya juga dapat menekan angka pelanggaran dan mendorong kepatuhan pelaku usaha dalam menampilkan materi iklan yang objektif, tidak menyesatkan dan bertanggung jawab.

”Kami menggandeng stakeholder terkait untuk ikut mengawasi iklan,” jelasnya.

Baca Juga: BPOM Amankan 428 Kaleng Makanan Ilegal Dari Pekan Baru

“Sosialisasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penanganan dan tindaklanjut pengawasan promosi iklan obat tradisional dan kesehatan, baik di media cetak dan elektronik,” paparnya lagi.

Ketua KPID Kepri, Hengky Mohari, mengatakan, pihaknya siap membantu BPOM dalam pengawasan iklan obat tradisional dan suplemen kesehatan yang menyesatkan masya-rakat.

Menurut dia, wewenang dari KPID Kepri mengawasi konten berjaringan dari nasional yang ada di Kepri.

”Kami sudah pernah meminta agar TV berjejaringan dan TV kabel dapat mengatur cara beriklan,” ujarnya.

“Jangan sampai iklan yang dipromosikan menyesatkan masyarakat,” jelas Hengky lagi.

Menurut dia, frekuensi siaran televisi dan radio di Kepri khususnya Batam cukup padat. Karena itu, ia meminta media, pertelevisian dan radio agar lebih berhati-hati dalam memilih produk yang akan ditayangkan dalam iklan.

”Jangan sampai iklim usaha jadi kurang baik, karena memberi pengaruh kurang baik dengan iklan yang ditayangkan,” pungkas Hengky.(she)

UAS Kendarai Harley Davidson di Batam, Ini Spesifikasinya

0

batampos.co.id – Motor Harley Davidson yang digunakan oleh UAS tersebut bermesinkan 1200 CC, yang mana masih menggunakan metode berpendingin udara.

Mesin tersebut merupakan berjenis V-Town Ikonis yang dikenal berkat torsi yang bekerja lebih baik pada kecepatan rendah dalam jumlah besar.

Beralih ke bagian Ban depan. Ban yang digunakan ukurannya cukup besar dan mampu memberikan pengalaman berkendar yang halus dan lebih stabil.

Shockbreaker depan dengan ukuran 49 milimeter dan telah menggunakan sistem peredam kartrid.

Sistem ini mampu memberikan pengendalian yang mantap dan stabil meski di jalanan rusak.

Sementara shockbreaker belakang berjenis emulsi dengan penyetel sekrub, yang mana menggunakan penyetel beban awal sekrup yang aman.

Harley Davidson bertype Forty-Eight yang dikendarai UAS saat melakukan rolling bersama komunitas Bikers Subuhan di Kota Batam. Foto: Angga/batampos.co.id

Dibagian pengereman, motor dengan mesin 1200 CC tersebut telah menggunakan sistem inovatif dan berperforma tinggi.

Sehingga membuat pengendara lebih yakin saat berkendara dengan predikbilitas yang besar lebih saat pengereman.

Naik kebagian tanki, yang mana bisa menampung sebanyak 7,9 liter bahan bakar, dengan digsen model peanut klasik memperkuat tampilan mesin yang sedikit rendah.

Serta kuat yang menonjolkan massa padat mesin dan gaya dasar yang mana menggunakan rangka sportster yang ramping.

Beralih kebagian penerangan, terdapat 1 lampu berjenis LED yang memberikan pencahayaan yang sangat baik.

Harley Davidson bertype Forty-Eight tersebut berwarna Hitam, yang juga ada tulisan ‘Harley Davidson’ berwarna merah di bagian tanki nya.

Harley Davidson tersebut dengan nomor polisi BP 6024 VE merupakan motor berjenis Single Jok. (gga)

Lihat Video UAS saat mengendarai Harley davidson di bawah ini.

Ditlantas Polda Kepri Gelar Bakti Sosial

0

batampos.co.id – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri melaksanakan Bhakti Sosial dengan menyambangi Masjid dan Gereja di Kota Batam.

Dirlantas Polda Kepri Kombes Pol Roy Ardhya Candra, mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan sempena dengan memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke- 64 Tahun 2019.

Bakti sosial lanjujtnya diisi dengan kegiatan gotong royong dan memberikan bingkisan berupa alat ibadah kepada pengurus masjid dan gereja.

“Hari ini kami membersihkan halaman depan Masjid Nurul Hidayah, Batu Besar dan Gereja GPDI,” ujarnya, Jumat, (20/9/2019).

Dirlantas Polda Kepri Kombes Roy Ardhya Candra (kiri) memberikan bingkisan kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah, Batu Besar, Nongsa, Kota Batam. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Dalam kegiatan tersebut, pengurus masjid dan gereja turut andil membantu personel kepolisian Ditlantas Polda Kepri untuk melakukan aksi bersih-bersih.

Roy mengatakan, dalam kesempatan itu pihaknya juga memberikan bingkisan kepada pengurus masjid dan gereja.

“Baksos ini salah satu bentuk kepedulian kita dengan sesama,” jelasnya.

pad akegiatan tersebut juga dihadiri Wadirlantas Polda Kepri, PJU Ditlantas Polda Kepri dan juga seluruh Perwira, Bintara serta PNS Ditlantas Polda Kepri.(iwa)

200 Laptop untuk UNBK

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam kembali mengusulkan pembelian 200 perangkat komputer jinjing atau laptop tahun depan.

Selain itu, juga diusulkan penambahan 50 server untuk sekolah. Usulan ini diharapkan bisa terpenuhi karena memang sangat dibutuhkan.

”Untuk menunjang pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tahun depan,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Kamis (19/9/2019).

Meskipun penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) boleh digunakan untuk membeli komputer, namun itu jumlahnya tidak banyak.

Siswa-siswi SMPN 42 Batam mengerjakan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia saat mengikuti UNBK, April lalu. Tahun depan, Disdik Batam kembali mengajukan perangkat komputer jinjing untuk menunjang UNBK tahun depan di Batam. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Makanya kami upayakan melalui APBD 2020 mendatang. Namun, disetujui atau tidak nanti kita lihat,” ujarnya.

Kepala Dinas menyebut, jika disetujui, komputer jinjing itu akan dibagikan untuk 25 sekolah di Batam.

”Nantinya, satu sekolah dapat 2 server dan 8 laptop,” katanya.

Hendri mengakui, masih ada beberapa sekolah yang yang membutuhkan perangkat komputer agar bisa UNBK.

”Tahun depan itu harusnya sudah 100 persen UNBK, tapi belum bisa diwujudkan,” terangnya.

Tahun depan, anggaran lebih banyak digunakan untuk membangun empat sekolah baru yang akan dibangun.

”Nanti dilihat tingkat kebutuhanya. Mudah-mudahan disetujui,” harapnya.(yui)

Jika ISPU di Atas 200, Sekolah Diliburkan

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam meningkatkan pemantauan terhadap perubahan kualitas udara yang sudah masuk status tidak sehat sejak beberapa hari terakhir.

Terutama Rabu (18/9) lalu, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mendekati angka 200 atau sangat tidak sehat.

”Tapi ISPU hari ini (Kamis) lebih baik dari kemarin (Rabu),” kata Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, Kamis (19/9/2019).

“Tadi (kemarin, red) juga sudah rapat bersama kepala sekolah terkait langkah yang akan diambil jika kondisi ISPU terus naik,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan, jika ISPU menunjukkan angka 200 dan terjadi selama tiga hari berturut-turut, maka pihaknya akan meminta Dinas Pendidikan untuk meliburkan sekolah.

”Nanti kalau kualitas memburuk siswa juga bisa dipulangkan lebih cepat. Tindakakn ini merupakan upaya pencegahan lah,” ujarnya.

Kabut asap di kawasan Batam Centre mulai menipis. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Didi menyebutkan, saat ini sudah banyak siswa yang mengenakan masker ketika ke sekolah, sesuai dengan imbauan Disdik.

Hal senada dikatakan Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Siswa baru boleh diliburkan jika ISPU di atas 200.

”Tapi hari ini (kemarin, red) sudah bagus. Sudah di bawah 100. Jadi, sekolah tak jadi diliburkan,” kata Rudi usai bertemu Kepala Sekolah se-Batam di kantor Wali Kota.

Kebijakan selanjutnya, kata Rudi, tergantung kondisi berkurang atau tidaknya kabut asap. Maka dari itu, dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, membuat grup WhatsApp kepala sekolah se-Batam.

Tujuannya agar sewaktu-waktu jika kabut asap meningkat kebijakannya segera dilanjutkan ke kepala-kepala sekolah.

”Kalau misal selanjutnya tidak membaik, naik lebih dari 100 atau bahkan 200. Perintah bisa saya sampaikan lewat grup itu,” kata dia.

Menurutnya, Pemko Batam terus mempertimbangkan kebijakan yang baik untuk pelajar Batam. Untuk itu, pihaknya sempat berencana meliburkan siswa.

”Tapi alhamdulillah hujan turun, jadi asapnya agak mending,” tambah dia.

Kepala Disdik Kota Batam Hendri Arulan menyebutkan, pihaknya akan menyegerakan perintah Wali Kota tentang grup WhatsApp.

”Jadi, komunikasinya bisa lebih mudah lewat grup ini,” katanya.(yui/iza)

Dua Ribu Tamu Negara Hadiri Peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

0

batampos.co.id – Beroperasinya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah di Tanjunguncang diyakini mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kota Batam.

Pasalnya, saat seremoni peresmian penggunaan masjid tersebut, Jumat (20/9/2019) hari ini, diperkirakan ribuan wisman akan hadir.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, saat melakukan persiapan pembukaan di lokasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kamis (19/9/2019).

Ardi menyebutkan, diperkirakan ada 2.000 tamu dari negara-negara tetangga yang hadir. Momen itu akan digunakan sebagai media promosi untuk mengenalkan destinasi wisata religi baru di Kota Batam.

Para peresmian Masjid Sultan Mahmud Riyad Syah hari ini Jumat (20/9/2019), akan dihadiri dua ribu tamu negara. Foto: Eja/batampos.co.id

”Semua pihak mendukung. Dalam persiapan ini saja anggota dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam turut ambil bagian,”jelasnya.

“Mereka juga yakin ini bisa mendongkrak sektor pariwisata di Kota Batam,” ujar Ardi lagi.

Pengunjung diyakini lebih membeludak lagi saat hari H pelaksanaan pembukaan untuk umum yakni, Jumat (20/9/2019) hari ini.

Sejumlah tokoh agama, pejabat hingga tamu-tamu istimewa dari daerah dan negara tetangga akan hadir memeriahkan peresmian pembukaan masjid tersebut.

Panitia pelaksana acara memprediksi sekitar 40 ribu hingga 50 ribu pengunjung akan berjubel di lokasi masjid baru tersebut.

”Makanya segala persiapan telah dilakukan dengan baik karena dipastikan akan sangat banyak yang datang,” ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Kota Batam Pebrialin.(eja)