Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11096

Cara BPJS Kesehatan Atasi Defisit Pembayaran ke Fasilitas Kesehatan dan Rumah Sakit

0

batampos.co.id – Skema Supply Chain Financing (SFC) menjadi cara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS untuk mengatasi defisit pembayaran ke berbagai fasilitas kesehatan atau Rumah Sakit (RS).

Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, usai rapat bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (29/7/2019).

SCF kata dia, merupakan program pembiayan melalui perbankan maupun lembaga keuangan yang menjadi mitra BPJS.

“Ini kan dapurnya pemerintah bekerja nih, bagaimana pelayanan masyarakat tidak berhenti, rumah sakit juga tetap melayani, keterlambatan bayar ditutup dulu dengan mekanisme SCF. Pada akhirnya semua akan diselesaikan, itu yang kami bicarakan tadi,” kata Fahmi.

Petugas BPJS Kesehatan memberikan penjelasana kepada salah seorang warga saat melakukan pengurusan JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Dia menjelaskan bahwa rapat internal pemerintah itu secara umum membahas persoalan yang dihadapi BPJS berkaitan dengan pelayanan kesehatan, ketidaksinkronan pendapatan dan belanja dan langkah-langkah penyelesaiannya.

Namun demikian, dia memastikan pelayanan kesehatan pada masyarakat tetap berjalan. Di sisi lain juga berproses pembenahan menyeluruh terhadap sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan melihat semua aspek, termasuk kepesertaan.

“Intinya ini diselesaikan, sementara itu kita punya mekanisme di supply chain financing, yang rumah sakit akan menjaga cash flow-nya. Nanti akan rapat lagi setelah ini, masih akan dibicarakan lagi di tingkat menteri PMK,” terang Fahmi.

Terkait besaran tunggakan BPJS ke rumah sakit sesuai data terkini, Fahmi mengaku tidak ingat persis nominalnya.

“Angkanya bergerak, saya tidak hapal persis, tetapi intinya rumah sakit yang akan menjaga cash flow-nya dapat menggunakan SCF itu,” tandasnya.(fat/jpnn)

Dibacok Karena Bilang Harga Rokok Terlalu Mahal

0

batampos.co.id – Samhaji dibacok oleh tetangganya sendiri, Subaidi. Penyebabnya sepele, Subaidi tidak terima harga rokok yang dijualnya dikatakan korban terlalu mahal.

Sekretaris Desa (Sekdes) Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, Fathor, yang mendampingi keluarga korban, menceritakan, Samhaji membeli rokok di rumah Subaidi, Sabtu (27/7/2019) sekitar pukul 19.30.

Kata dia, saat itu yang menjaga toko adalah istri Subaidi dan rokok yang dibelinya seharga Rp 10 ribu.

Samhaji menyebut harga rokok itu terlalu mahal, pernyataan dilontarkannya dengan maksud bercanda.

Selang beberapa menit, Subaidi mendatangi rumah Samhaji dan menanyakan maksud candaan yang dilontarkan kepada istrinya. Setelah mendapat penjelasan, Subaidi pulang.

Namun tidka lama kemudian, dua orang mendatangi rumah Samhaji. Diketahui salah satu orang tersebut ayah Subaidi.

Keluarga Samhaji, korban pembacokan melapor ke SPKT Polres Pamekasan, Sabtu malam (27/7/2019). Foto: Holil For/RadarMadura.id

”Tiba-tiba Subaidi datang kembali dengan membawa celurit,” katanya.

Dua orang yang lebih dulu datang memegang Samhaji. Akibatnya, Subaidi dengan leluasa melakukan pembacokan. Akibat sabetan celurit, sejumlah luka berat terjadi di sekujur tubuh korban.

Korban langsung dilarikan ke RSUD dr H. Slamet Martodirdjo untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara anggota keluarga lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pamekasan.

Sekitar pukul 23.00, JPRM mendatangi RSUD dr H Slamet Martodirdjo. Sejumlah kerabat Samhaji berada di depan ruang ICU rumah sakit tersebut. Namun, tidak satu pun bersedia memberi keterangan.

Hanya, berdasarkan informasi yang diterima di lapangan, akibat sabetan celurit itu Subaidi mengalami luka berat di punggung kanan. Bahkan, ada luka di kepala bagian atas.

Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Hari Siswo Suwarno, mengatakan, salah satu pelaku pembacokan ditangkap. Dia hanya menyebut yang ditangkap adalah pelaku utama tanpa menyebut identitasnya.

Polisi akan melakukan pengembangan atas kasus tersebut. ”Pelaku utamanya sudah kami amankan,” jelasnya.(jpg)

7 Kontainer Sampah Plastik Mengandung Bahan Beracun Berbahaya di Kota Batam Direekspor

0

batampos.co.id – Proses reekspor kontainer berisi sampah terkontaminasi bahan berbahaya beracun (B3) di Kota Batam dilakukan.

Sebanyak tujuh dari 49 kontainer akan direekspor mulai Senin (29/7/2019) hari ini.

Kepala KPU BC Tipe B Batam, Susila A Brata, menuturkan, ke-7 kontainer itu akan dibawa dulu ke Singapura baru kemudian dikirim ke negara asalnya.

Adapun negara tujuan dari kontainer yang direekspor di hari pertama ini adalah dua kontainer tujuan Prancis dan lima kontainer tujuan Hongkong.

Baca Juga: Importir Minta Proses Reekspor Limbah Plastik di Kota Batam Dipercepat

Kata dia, sebelum dikirim ke Singapura, ke-7 kontainer itu diperiksa kembali. Hal itu dilakukan guna menghindari adanya perubahan manifest dari masing-masing kontainer.

Tujuh kontainer sampah plastik yang mengadung B3 akan hari ini. Sampah plastik tersebut akan direekspor ke Prancis dan Hongkong. Foto: Bobi/batampos.co.id

Saat dibuka, kontainer berisi plastik ini masih menimbulkan bau tidak sedap.

“Harus dicek lagi, jangan sampai tertukar isinya,” kata Susila lagi.

Baca Juga: Bahaya Residu Limbah Plastik

Proses pemulangan kontainer lanjutnya, diharapkan lebih cepat. Khususnya dari empat perusahaan yang berkewajiban melakukan pemulangan hari ini.

Kata dia, hal itu dikarenakan beban biaya yang ditanggung PT Tan Indo Sukses, PT Royal Citra Bersama PT Arya Wiraraja, dan PT Hong Tay ini, semakin besar jika prosesnya semakin lama.

Dari ke-49 kontainer tersebut paling banyak dimiliki oleh PT Royal Citra Bersama dengan jumlah 27 kontainer.

Sisanya dimiliki oleh PT Arya Wiraraja sebanyak 7 kontainer, PT Tan Indo Sukses 6 kontainer, dan PT Hong Tay sebanyak 9 kontainer.(bbi)

Curi Ponsel Pria Ini Nyaris Diamuk Massa

0

batampos.co.id – Ketenangan masyarakat di Tembesi Tower, Sagulung terusik, Senin (29/7/2019) siang.

Teriakan maling mengagetkan masyarakat setempat. Pasalnya seorang pemuda kepergok sedang berada di dalam rumah Martoyo, warga sekitar.

Pemuda diketahui membobol rumah Martoyo dan sempat mengambil satu unit ponsel dari dalam kediamannya.

Namun sebelum keluar dari dalam rumah, pria yang belum diketahui identitasnya itu dipergoki Martoyo.

Pria tersebut bahkan menggunakan celana yang terdapat di jemuran Martoyo.

“Mau kabur makanya saya tariak maling,” ujar Martoyo.

Ilustrasi

Teriakan Martoyo mendapatkan respon dari warga sekitar dan langsung menangkap pemuda tersebut.

Pemuda tersebut nyaris diamuk massa, namun oleh tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW langsung diamankan ke Mapolsek Sagulung.

“Sudah marah warga semua karena sering kemalingan,” ujar Martoyo lagi.

Rudi, warga lainnya menduga pemuda ini adalah pemaian lama yang sering mengintai rumah warga yang ditinggal kosong.

Modusnya pura-pura cari alamat begitu tahu tak ada penghuni, pelaku langsung beraksi.

“Kalau kepergok nanti alasannya nyari alamat, pemain dia ini,” kata Rudi.(eja)

Bocah 6 Tahun Beli Gedung Rp 112, 35 Miliar

0

batampos.co.id – Bocah 6 tahun asal Korea Selatan menjadi bahan berita di berbagai media di dunia.

Bocah yang diketahui bernama Boram itu menghebohkan dunia karena membeli gedung 5 lantai di Gangnam, Seoul.

Kawasan itu merupakan realestat supermewah di Korsel. Dilansir Mirror, harga gedung tersebut Rp 112,35 miliar.

Youtuber cilik asal Korea Selatan, Boram. Foto: Mirror

Boram memang baru lepas dari status balita. Tapi, jangan tanya soal penghasilan. Bagi Boram, itu uang kecil.

Boram bukan pengusaha. Dia adalah kreator konten di YouTube. Per bulan dia meraup Rp 43,2 miliar dari dua akun YouTube miliknya.

Yaitu, Boram Tube Vlog yang memiliki 17,5 juta subscriber dan Boram Tube ToysReview dengan 13,6 juta subscriber.

Itu membuat dia menjadi salah satu youtuber paling populer di Korsel.(jpg)

Kios Liar di Sekitar Jembatan I Barelang Digusur, Pedagang: Kami Di Sini Hanya Mencari Rezeki Demi Menyambung Hidup

0

batampos.co.id – Para pedagang di sekitar jembatan satu Barelang kecewa dengan penertiban yang dilakukan tim terpadu.

Para pedagang menilai Pemko Batam tidak memikirkan bagaimana nasib mereka kedepan. Karena hingga saat ini belum ada kejelasan di mana mereka akan direlokasi.

“Sebenarnya dari Dinas Pariwisata telah berunding dan sudah pernah didata dan rencananya akan dipindahkan ke area bawah,” kata Sandi Imam, Pedagang Kios Jembatan I Barelang, saat ditemui di lokasi.

Para pedagang mengaku kecewa dengan pihak ketiga. Mereka mengaku sudah membayar iuran dan disampaikan jika tidak akan ada penggusuran.

Informasi lain yang didapatkannya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam memperbolehkan pedagang berjualan menggunakan payung untuk sementara waktu.

“Kami disini hanya mencari rezeki demi menyambung hidup,” kata Desma, pedagang lainnya.

Tim terpadu melakukan penertiban kios yang berada di sekitar jembatan satu Barelang. Foto: Bobi/batampos.co.id

Desma mengaku sudah berjualan di pinggir jalan sekitar Jembatan satu Barelang sejak puluhan tahun.

“Kami terkejut tiba-tiba tim terpadu turun ke lapangan,” jelasnya.

Tidak mau barang dagangannya dihancurkan, para pedagang langsung memindahkan barang-barangnya dari dalam kios.

“Lapak kita dibongkar, tidak ada diberikan uang ganti,” ujarnya.

“Yang paling menyedihkan tempat yang dijanjikan sebagai ganti lapak berjualan belum jelas lokasinya,” katanya lagi.

Kata Desma, kios yang ditempatinya untuk berjualan dibeli dari warga setempat Rp 16 juta.

“Tapi terkait uang ganti bangunan belum ada musyawarah dengan kami, hanya sebatas wacana saja,” lanjut Desma.(cr1)

Nama Nakhoda dan ABK Kapal SB Tenggiri 4 yang Tenggelam di Karimun

0

batampos.co.id – Kapal SB Tenggiri 4 yang tenggelam di perairan Karimun pada Minggu (28/7/2019) tidak ada menelan korban jiwa.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Erlangga, mengatakan, nakhoda dan awak kapal SB Tenggiri 4 seluruhnya selamat.

Baca Juga: Kapal Bawa Sayuran Tenggelam di Perairan Selat Belia

Muatan speedboat SB Tenggiri 4 tumpah ke laut. Kapal tersebut tenggelam setelah menabrak batu karang. Foto: Foto Kasatker Pelabuhan Tanjung Makom Selat Beliah Agus Wandi untuk batampos.co.idi

Berikut daftar nama nakhoda dan awak kapal SB Tenggiri 4 yang tenggelam di perairan Karimun: 

  1. Adbul Jami (Nakhoda) usia 39 tahun.
  2. Mahadar (ABK) usia 24 tahun.
  3. Ijal (ABK) usia 25 tahun.
  4. Ayib (ABK) usia 25 tahun.
  5. Yuda (ABK) usia 25 tahun.
  6. Sarifudin (ABK) usia 25 tahun.

Cegah Limbah Medis Dibuang di Sembarang Tempat, Dinas Kesehatan Minta Apotik Catat Pembeli Obat atau Alat-alat Medis

0

batampos.co.id – Pembungan limbah medis di sembarang tempat bukan kali pertama di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Dinas Keseharan Kota Batam bahkan sudah beberapa kali mendapatkan aduan perihal tersebut. Bahkan ada temuan limbah medis di pemukiman masyarakat.

Kepala Dinas Keseharan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, untuk meminimalisir tindakan yang tak bertanggungjawab tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua apotik ataupun vendor penjualan obat dan alat medis.

Pihaknya akan meminta agar apotik atau vendor penjualan obat dan alat medis, memberikan label kode produksi atau barkod pada semua item obat-obatan dan peralatan medis.

Limbah medis yang berserakan di pinggir jalan tepatnya di depan perumahan Putri hijau, Batuaji, Kota Batam. Foto: eja/batampos.co.id

“Kita juga akan minta mereka untuk mencatat siapa atau layanan medis mana yang membeli atau memesan obat atau peralatan medis tersebut,” jelasnya.

“Kalau didata dan ada kode produksi tentu gampang untuk lacak jika ada temuan seperti ini,” paparnya.

Kata dia, Dinas Kesehatan akan mengevaluasi dan kedepannya bisa diterapkan oleh apotik ataupun vendor penjualan obat dan alat medis.

“Setiap item obat atau alat medis yang dibeli harus dicatat siapa atau klinik mana pembelinya,” tutur Didi lagi.(eja)

Limbah Medis Dibuang di Pinggir Jalan, Kadinkes: Kalau Ketahuan Izin Operasional Akan Dicabut dan Diproses Hukum

0

batampos.co.id  – Limbah medis yang berserahkan di pinggir jalan Pangeran Diponegoro persisnya depan perumahan Permata Hijau, kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji, sudah diangkut oleh pihak Puskesmas Batuaji.

Limbah medis berupa jarum suntik bekas, botol infus dan botol obat-obatan tersebut dimusnahkan di tempat pembakaran limbah medis di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam, Minggu (28/7/2019) sore.

“Sudah diangkut dan dibakar di RSUD, di sana ada tempat membakaran limbah medis padat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmajardi, Senin (29/7/2019).

Kesimpulan sementara sebut Didi, limbah medis ini berasal dari klinik atau tempat praktek medis rumahan baik dokter ataupun bidan.

Baca Juga: Ngeri…Limbah Medis Berserakan di Pinggir Jalan Kota Batam

Namun demikian, pihaknya belum bisa memastikan siapa atau klinik mana yang membuang limbah medis tersebut.

“Kalau dilihat dari jenis limbah medisnya ini dari klinik atau tempat praktek dokter ataupun bidan,” ujarnya.

“Tapi itu tadi, tak ada saksi mata ataupun rekaman CCTv jadi susah mau lacak siapa pelakunya,” kata Didi lagi.

Warga perumahan Permata Hijau, Batuaji, Kota Batam, memperlihatkan limbah medis yang berserakan di pinggir jalan di perumahan mereka. Foto: Eja/batampos.co.id

Kesimpulan ini jelas Didi, berdasarkan analisa petugasnya yang mana jarum suntik bekas dan botol infus serta obat antibiotik yang ditemukan, merupakan peralatan medis yang dominan dimilik klinik atau layanan media praktek rumahan.

“Lagian kalau sekelas Rumah Sakit tentu punya tempat pembakaran limbah padat dan IPAL untuk limbah cair,” jelasnya.

Baca Juga: Komentar Kepala Dinas Kesehatan Mengenai Limbah Medis Berserakan di Pinggir Jalan Kota Batam

“Klinik atau praktek rumahan tak ada, sebab mahal alat untuk pengolahan limbah,” paparnya.

Kata dia, klinik atau praktek dokter atau bidang dibolehkan beroperasi apabila memiliki surat MoU dengan pihak ketiga untuk pengolahan limbah.

“Mungkin sebagian sengaja seperti ini (dibuang limbah sembarang) untuk menghemat pengeluaran karena pengembalian limbah ini tidak gratis,” ujar Didi.

Namun demikian apapun alasanya, lanjut Didi, tidak dibenarkan limbah medis dibuang di sembarang tempat.

Karena sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kalau ketahuan akan ditindak tegas, izin operasional akan dicabut dan diproses hukum,” tutur Didi.(eja)

Intip 12 Sektor Pelayanan yang Diberikan BMKG

0

batampos.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mempunyai peran besar dalam berbagai sektor di negeri ini.

Dalam menjalankan tugasnya BMKG berpedoman kepada Undang-Undang Nomor 31 2009, tentang Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Dari laman twitter BMKG, disampaikan BMKG memberikan pelayanan di 12 sektor. Apa saja itu, berikut daftarnya:

Sumber twitter BMKG

1. Sektor Kesehatan

Di sini BMKG memberikan informasi cuaca dan iklim untuk mendukung sektor                  kesehatan.

2. Kontruksi

Di sektor ini BMKG memberikan informasi iklim, cuaca dan gempa bumi untuk                 perancangan suatu bangunan.

3. Energi dan Pertambangan

BMKG memberikan informasi cuaca iklim dan gempa bumi untuk mendukung disektor      energi dan pertambangan.

4. Pariwisata

Memberikan informasi cuaca, iklim dan gempa bumi untuk mendukung kegiatan di            sektor pariwisata.

5. Pertanian dan Kehutanan

BMKG membeikan informasi cuaca dan iklim bagi sektor pertanian dan kehutanan.

6. Tata Ruang

BMKG memberikan informasi cuaca, iklim dan gempa bumi dalam pembuatan tata            ruang.

7. Industri

BMKG memberikan informasi cuaca iklim dan gempa bumi bagi sektor industri.

8. Transportasi

Memberikan informasi cuaca untuk sektor transportasi darat, udara maupun laut.

9. Pertahanan dan Keamanan

Memberikan informasi cuaca iklim dan gempa bumi untuk meningkatkan                          kesejahteraan dan keselamatan rakyat.

10. Sumber Daya Air

Memberikan informasi dan iklim terkait potensi kekeringan.

11. Penanggulangan Bencana

Memberikan informasi cuaca, iklim gempa bumi dan tsunami dalam menanggulangi          bencana.

12. Kelautan dan Perikanan

Memberikan informasi cuaca dan iklim untuk mendukung sektor kelautan dan                  perikanan. (nto)