Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11097

Mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam Baku Hantam dengan Honorer DPRD Kota Batam

0

batampos.co.id – Suasana Gedung DPRD Kota Batam mendadak ramai. Ketegangan terjadi antara Mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam dan honorer yang bertugas di DPRD Kota Batam.

Ketegangan terjadi sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berujung pada aksi saling pukul antara para mahasiswa dan sejumlah honorer.

Aksi saling pukul ini terjadi sejak di ruang lobby hingga ke halaman depan gedung DPRD Kota Batam.

Suara teriakan kedua kubu yang terlibat ketegangan terdengar cukup keras hingga menarik perhatian orang-orang yang berada di lokasi ini.

Pantauan di lokasi kejadian, sekitar 7 mahasiswa yang terdesak karena kalah jumlah dibanding honorer, perlahan bergeser ke luar gedung DPRD Kota Batam.

Sebelum meninggalkan lokasi, para mahasiswa dan sejumlah pegawai honorer masih terlihat terlibat adu mulut hingga saling dorong.

Atas insiden ini, kedua pihak mengalami luka fisik. Mahasiswa STIE Ibnu Sina Batam, Akbar, 21, adalah salah satu mahasiswa yang mengalami luka di bagian mulutnya.

Mahasiswa Ibnu Sina Kota Batam baku hantam dengan oknum honorer di gedung DPRD Kota Batam. Foto: Bobi/batampos.co.id

Ia mengaku sempat dipiting dan dipukul hingga bibirnya berdarah. Sementara itu, terlihat juga salah satu pegawai honorer mengalami luka di bagian sikutnya.

“Saya sempat dicekik, baru diterajang,” kata Akbar yang bibirnya masih berwarna merah akibat insiden tersebut.

Dari bagian luar gedung DPRD Kota Batam, para mahasiswa ini masih sempat berorasi, menyatakan tidak terima mendapat perlakuan yang tidak seharusnya dari pegawai honorer yang terlibat ketegangan dengan mereka.

Koordinator Umum (Kordum) aksi ini, Habibi, menuturkan, awalnya mereka hanya berinisiatif meminta sumbangan kepada anggota DPRD Kota Batam sesaat setelah melakukan aksi di gedung Bright PLN Batam.

Namun, kegiatan mereka meminta sumbangan ini tidak mendapat respon yang baik dari beberapa pegawai.

Atas perlakuan tersebut, para mahasiswa ini akan membuat laporan ke Polresta Barelang. Mereka meminta pertanggungjawaban atas perlakuan yang mereka terima tersebut.

“Awalnya udah dikasih duit, tapi ada yang tidak terima dan tanya izin,” ujarnya.

“Kami minta seiklasnya, donasi makan siang untuk mahasiswa, kami minta pertanggungjawaban dari oknum yang sudah melakukan penganiayaan,” kata Habibi lagi.

Sementara itu, salah satu honorer DPRD Kota Batam, Juang, menuturkan, aksi mahasiswa meminta sumbangan ini dinilai tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Mereka datang dan langsung menuju ke lantai 2 gedung DPRD Kota Batam. Di lokasi inilah awal mula terjadinya ketegangan, dimana para mahasiswa ini tidak terima ketika ada salah satu pegawai yang menanyakan izin mereka meminta sumbangan.

“Mereka tak sopan, datang langsung naik ke lantai dua. Pas ditanya tidak terima, terus dipaksa keluar,” kata Juang menjelaskan.(bbi)

Oknum PNS Dishub Kota Batam Kena OTT, Diancam Kurungan Penjara Seumur Hidup

0

batampos.co.id – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batam, Ef, yang tertangkap operasi tagkap tangan (OTT) pada Sabtu (27/7/2019) lalu di pelabuhan rakyat kawasan Sekupang diancam pidana paling lama seumur hidup.

Hal ini disampaikan Kapolresta Barelang, kombes Hengki, Senin (29/7/2019). Hengki mengatakan, Ef dikenakan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, pasal 12 huruf a.

Dengan pidana penjara paling lama seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta atau paling banyak Rp 2 miliar.

Oknum PNS Dinas Perhuungan Ef (kaos biru) saat berada di ruang penyidik satreskrim Polresta Barelang. Foto; Eggie/batampos.co.id

”Dan atau pasal 11 dipidana penjara paling singkat 1 tahun atau paling lama 5 tahun dan atau denda 50 juta atau paling banyak 250 juta,” jelasnnya lagi.

Satreskrim Polresta Barelang melakukan OTT terhadap pegawai Dishub Kota Batam Bidang Pelabuhan Laut, Ef.

Dimana, OTT itu bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat bahwa akan ada petugas Dishub Kota Batam membantu atau mengurus pengiriman minuman beralkohol tanpa melalui prosedur yang belaku.

Dari informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan mengamankan Efendi di Pos Pelabuhan Tanjungriau, atau pelabuhan rakyat sekitar Kawasan Industri Tanjungharapan, Sabtu (27/7) sekitar pukul 13.30 WIB.(gie)

Oknum PNS Dishub ke OTT, Kapolresta: Ini ’Pemain’ dan Tidak Hanya Sekali

0

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang terus mendalami kasus Ef, 44, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polresta Barelang di pelabuhan rakyat kawasan Sekupang.

Kapolresta Barelang, Kombes Hengki, mengatakan, dari OTT itu pihaknya mengamankan 18 botol minuman beralkohol (mikol) dan uang tunai Rp 20 juta.

Uang tersebut diduga untuk memuluskan beberapa kali pengiriman barang keluar Batam tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Baca Juga: Penyebab Oknum PNS Dinas Perhubungan Kota Batam Terjaring Operasi Tangkap Tangan

”Pengiriman barang kalau kita duga, ini akan secara kontinyu,” jelasnya, Senin (29/7/2019).

Kapolresta Barelang Kombes Hengki (dua dari kiri) didampingi Wakapolresta Barelang AKBP Mudji (kanan), dan Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan menunjukkan barang bukti berserta pelaku yang diamankan dalam kasus OTT saat ekspos di Mapolresata Barelang, Senin (29/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Ini ’pemain’ dan tidak hanya sekali, tapi akan secara kontinyu dikirim, itulah modus kejahatan yang terjadi melalui pelabuhan tidak resmi yang kurang terpantau oleh petugas,” ujar Hengki lagi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Ef mengaku hanya bermain sendiri dalam meloloskan belasan minuman beralkohol itu keluar dari Batam.

Baca Juga: Oknum PNS Dinas Perhubungan Kota Batam Kena OTT, Begini Komentar Anggota DPRD

Meski demikian, Hengki menegaskan bahwa jajaran Satreskrim Polresta Barelang akan tetap mendalami kasus OTT ini dengan memintai keterangan dari Ef. Termasuk melakukan pengejaran terhadap pemilik barang, Ac.

”Kita akan tetap secara konsisten melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran-pelanggaran, apakah penerima gratifikasi atau penyelundupan barang-barang yang keluar dari Batam tanpa melalui prosedur resmi,” tegasnya.(gie)

Puluhan Pengendara Sepeda Motor Berjatuhan di Batuaji, Ini Penyebabnya

0

batampos.co.id – Puluhan pengendara sepeda motor berjatuhan di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang persisnya di simpang Polsek Batuaji, Selasa (30/7/2019) pagi.

Tumbangnya puluhan pengendara sepeda motor itu diakibatkan tumpahan oli dari truk gandeng.

Truk dengan nomor polisi BP 9541 ZU itu mengalami kebocoran pada bagian bawah mesin. Sehingga oli mesin membanjiri jalan dari depan SPBU Tanjunguncang hingga jalan menuju Pelabuhan Sagulung.

Saat oli tumpah, ruas jalan di area tersebut sedang padat dan para pengendara yang berada di dari belakang tak bisa mengelak.

Satu persatu mereka bertumbangan karena ban kendaraannya slip. “Ada belasan motor yang jatuh, kakak ini (Yanti, seorang korban) yang terakhir,” ujar Ririn, seorang warga yang menolong korban kecelakaan akibat tumpahan oli tersebut.

Personel kepolisian menutup tumpahan oli di ruas Jalan Brigjen katamso, Tanjunguncang, Batuaji. Akibat tumpahan oli itu, puluhan pengendara sepeda motor berjatuhan dan mengalami luka-luka. Foto: Eja/batampos.co.id

Korban yang berjatuhan mengalami luka-luka. Termasuk Yanti korban terakhir. Wanita muda ini alami luka dan cidera serius di bagian kaki sebab saat jatuh kakinya tertimoa sepeda motor.

“Nggak bisa kendalikan lagi sepeda motor saya, licin banget makanya langsung jatuh saya,” ujarnya

“Di depan saya banyak juga yang jatuh,” kata Yanti lagi.

Mengetahui itu, personel Polsek Batuaji langsung menuju lokasi dan menutup ruas jalan yang terkena tumpahan oli dengan pasir.

Tidak hanya itu polisi juga menahan truk gandeng tersebut untuk dimintai pertanggungjawaban.

Informasi yang diperoleh batampos.co.id, truk bermuatan kontainer tersebut melaju dari arah Simpang Basecamp hendak ke salah satu perusahaan ke di kawasan Sagulung.(eja)

Jargas Kementrian ESDM, Berkah untuk Masyarakat Batam

0

batampos.co.id – Dibangun sejak tahun 2016, infrastruktur energi baik gas bumi dari PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Area Batam telah mengalirkan gas bumi ke 4.809 pelanggan.

Dengan rincian, 43 industri besar, 65 pelanggan komersial seperti restoran hingga hotel, serta 4701 rumah tangga.

Akses terhadap energi ramah lingkungan tersebut terus mendapatkan respon positif. Terkhusus di sektor rumah tangga.

Para pengguna jaringan gas saat ini sangat merasakan manfaat dari kemudahan, dan juga kenyamanan yang ditawarkan saat mereka menggunakan jargas.

Hal ini diakui para pengguna jargas rumah tangga yang tinggal di Cluster Euphorbia, Perumahan Buana Raya, Kecamatan Batuaji, Kota Batam.

Wilayah tersebut masuk dalam program pembangunan jaringan gas rumah tangga dari Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (KESDM) Republik Indonesia.

Jargas merupakan suatu berkah sekaligus rezeki yang sangat membantu para ibu rumah tangga dalam mengatur keuangan keluarga.

Salah satunya, Yeni, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tinggal di Cluster Euphorbia. Mengetahui bahwa perumahan tempat tinggalnya, mendapatkan program Pemerintah Pusat, membuatnya tidak berpikir panjang, dan mengaku ingin segera terpasang di rumahnya.

“Cari gas tabung sekarang susah, apalagi di kawasan Batuaji dan saya bahkan terpaksa harus mencari keluar perumahan, dengan sepeda motor dan membawa anak saya yang masih kecil,” jelasnya saat ditemui, Senin (29/07/2019).

“Sekarang sudah dua tahun saya menjadi pelanggan Jargas, rasanya nyaman sekali, nggak perlu lagi mikir harus kemana untuk mencari gas kalau tiba-tiba lagi masak gas habis,” tuturnya.

Tidak hanya dari segi kenyamanan, keamanan bagi para pelanggan Jargas juga diakuinya sangat dirasakan olehnya.

Di mana jauh sebelum pemasangan dilakukan oleh tim PT PGN Batam, ia terlebih dahulu diberikan sosialisasi guna mencegah apabila terjadi kebocoran pada pipa.

Seorang ibu rumah tangga memasak dengan menggunakan jaringan gas dari PGN Batam. Saat ini PT PGN) Area Batam telah mengalirkan gas bumi ke 4.809 pelanggan. Foto: PT PGN Batam untuk batampos.co.id

Bahkan ia mengaku, selama dua tahun ini sekalipun ia belum pernah menghubungi Call Center PGN, yang informasinya sudah ditempel di beberapa titik rumahnya.

“Bicara keamanan, saya merasa sangat aman sekali,” katanya.

Selain sudah dibekali dengan pelatihan dan pengecekan yang dilakukan oleh petugas lapangannya.

“Di dapur juga dikasih seperti tuas yang bisa langsung mematikan aliran gas, apabila terjadi kebocoran di pipa,” jelasnya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Rosmiana. Warga Cluster Euphorbia itu mengatakan, menjadi pelanggan Jargas, sangat membantu dalam mengatur keuangan keluarganya.

Bagaimana tidak, dalam sebulan ia hanya mengeluarkan biaya Rp 19 ribu untuk membayar tagihan gas.

“Mau masak jadi nggak mikir lagi, sebulan saya cuma bayar Rp 19 ribu, bayarnya juga gampang, bisa melalui gerai mini market yang ada, orang masak gak perlu lagi mikir gas habis,” paparnya sambil tersenyum.

Mengenai pelayanan, ia bahkan memberikan apresiasi terhadap petugas lapangan PT PGN Batam.

Selain rutin melakukan pengecekan, ia juga mengakui pihak PGN Batam terlebih dahulu memberikan informasi apabila ingin melakukan perawatan.

“Kemarin pernah mati sampai 5 jam, tapi itu setelah mereka melakukan pemberitahuan dengan menghubungi saya,” jelasnya.

“Itupun dilakukan bukan di jam sibuk, kalau tidak salah itu dilakukan di malam hari,” lanjutnya.

Kemudahan sebagai pelanggan Jargas ini, diakui sangat membantu para IRT yang tinggal di perumahan tersebut.

Dari segi keamanan, adanya perhatian dari tim lapangan PT PGN area Batam juga sangat membantu para Ibu Rumah Tangga yang biasanya selalu direpotkan dengan rutinitas penggantian tabung gas.

“Mudah sekali, saya sekarang semenjak pakai Jargas, biasanya saya takut kalau gas sudah habis,” jelasnya.

“Mau lanjut masak harus tunggu Bapak kalau sudah pulang kerja, pernah kemarin sendiri tapi akhirnya gagal karena bukannya terpasang malah tercium bau gas di dapur,” ungkap Ismayanti.

Kini ia hanya perlu mengeluarkan biaya maksimal Rp 22 ribu untuk membayar tagihan gasnya.

Senada dengan IRT lainnya, Ismayanti juga mengakui bahwa ia sama sekali tidak pernah mengajukan keluhan apapun dengan menghubungi Call Center.

“Biaya murah, pelayanan bagus, tiap bulan datang petugas menanyakan keluhan kita,” paparnya.

“Jadi nggak pernah saya hubungi itu Call Center. Bayar tagihan, gampang sekali bisa melalui ATM, atau lewat Indomaret dan Alfamart, sangat menguntungkan pakai jargas dari pemerintah, apalagi kalau hobinya masak seperti saya,” tuturnya.(*/esa)

450 Burung Asal Malaysia Diselundupkan ke Kota Batam

0

batampos.co.id – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Batam mengagalkan penyelundupan 450 burung jenis Kacer yang di bawa dari Malaysia ke Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Komandan Pangkalan Laut (Danlanal) Kota Batam, Kolonel Laut (P), Alan Dahlan menjelaskan, pihaknya hanya berhasil mengamankan ratusan burung tersebut dari speed boat yang digunakan pelaku.

“Tersangka penyelundupan melarikan diri dengan cara mengandaskan speed boat mereka ke hutan Mangrove,” katanya saat mengelar ekspos di Mako Lanal Batam, Selasa (30/7/2019).

Kata dia, dari hasil pemeriksaan, burung-burung itu ditempatkan dalam 55 bakul. Masing-masing bakul diisi puluhan burung Kacer.

“Ini (mengagalkan penyelundupan) bukan pertama kalinya dilakukan tim F1QR Lanal Batam,” jelasnya.

Burung jenis Kacer yang coba diselundupkan dari Malaysia ke Kota Batam, Provinsi Kepri, jumlahnya sekitar 450 ekor. Foto: Bobi/batampos.co.id

Menurutnya, gagalnya penyelundupan burung tersebut berkat informasi yang didapatkan tim F1QR Lanal Batam di lapangan.

“Setelah memperoleh informasi T\tim F1QR bergerak menuju sasaran dan segera melakukan upaya penyekatan dengan membagi sektor,” kata Alan lagi.

Alan menceritakan, kronologi penangkapan, bermula pada Minggu (28/7/2019). Tim F1QR Lanal Batam kata dia, melaksanakan pengumpulan data terkait penyelundupan burung di Wilayah Kerja Lanal Batam.

Dari hasil pengumpulan data di dapat keterangan bahwa akan ada Kegiatan penyelundupan satwa (Burung) dari Malaysia ke Batam melalui Nongsa dan Barelang.

Tidak hanya burung, dugaan awal para tersangka juga membawa narkoba. Berdasarkan informasi tersebut, tim F1QR menuju Karang Galang untuk melaksanakan penyekatan.

Pada Pukul 04.30 WIB, tim F1QR Lanal Batam melihat secara visual dari arah Telaga Punggur ke Barelang satu unit speedboat viber dengan kecepatan sekitar 25 knot dan langsung melakukan penangkapan.

Sayangnya, tim F1QR Lanal Batam hanya berhasil mengamankan kapal beserta barang bukti burung Kacer dalam 55 bakul.

Saat diamankan sebagian burung dalam kondisi banyak yang mati.(bbi)

Sehat Tanpa Obat, BeWell Solusinya

0

Ingin sehat tanpa mengkomsumsi obat-obatan apalagi operasi, BeWeLL solusinya. Produk ini bisa mencegah berbagai penyakit tanpa adanya tindakan medis seperti dokter.

VIP Vice President Bewel Global, Timothy Tarman, mengatakan, alat tersebut bisa mencegah berbagai penyakit.

Seperti stroke, diabetes, jantung koroner, hipertensi, sindrom prahid dan lain sebagainya,” katanya, saat opening, Minggu (28/7/2019).

Kata Tarman sapaan akrabnya, produk asal Jerman ini memberikam efek yang luar biasa. Cukup menggunakan alat kesehatan BeWell 30 menit saja sudah menunjukkan hasil yang maksimal.

“Sebelum pakai alat kesehatan ini lebih dahulu cek darah di sini dan setelah pakai efeknya langsung terasa dan aliran darah kita semakin lancar,” ucapnya.

Seorang pengunjung membaca keunggulan yang dimiliki BeWell. Produk asal Jerman itu tersebut menggunakan Terapi Laser Daya Rendah untuk melancarkan sirkulasi darah. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Kata Tarman, cara kerja alat BeWell itu ialah melakukan fotostimulasi pada sel-sel yang rusak tersebut menggunakan Terapi Laser Daya Rendah atau Low Level Laser Therapy (LLLT) melalui iradiasi darah.

Kata dia, LLLT ini akan membangkitkan energi kinetik dalam sel dengan mengirimkan foton sebagai stimuli penyembuhan.

“Saat foton-foton mencapai sel-sel tubuh, mereka melakukan serangkaian aktivitas monokuler, selular dan jaringan,” jelasnya.

Didalam sel terdapat bukti kuat yang menunjukkan bahwa LLLT bekerja di mitokondria untuk meningkatkan produksi adenosine trifostar (ATP),” ucapnya.

Tarman mengatakan, untuk produk atau alat kesehatan BeWell ini dibandrol dengan harga Rp 15,5 juta.

Grand Opening kantor BeWell yang berada di Komplek Ruko Baloi Kusuma Indah Blok B Nomor 13B Kota Batam. Foto: Iman Wachyudi/batampos.co.id

Produk kesehatan ini mendapatkan garansi selama dua tahun dan apabila mengalami kerusakan (tanpa disengaja) maka akan diganti dengan yang baru kalau tidak bisa dibetuli.

“Untuk meringankan beban pembeli, kami kerjasama dengan Kredit Plus, alat ini bisa dibeli dengan cara mencicil sesuai dengan kamampuan,” ucapnya.

Owner and President LO BeWell Global Hongkong, Reymond, mengatakan, produk kesehatan dari BeWell sudah ada sejak 10 tahun silam.

Kata dia, selama ini alat kesehatan ini didistribusikan hanya pada kedokteran saja.

“Kami mencoba kenapa tidak ke masyarakat, makanya kami analisa ulang dan perkembangannya, saya pikir alat kesehatan ini sangat membantu kesehatan orang,” ucapnya.

Kata dia, produk kesehatan BeWell tidak hanya membantu dari segi kesehatan saja, tapi juga dari segi bisnisnya.

Kata Raymond, bagaimana semua orang bisa dibuat sehat dan juga mempunyai bisnis atau pemasukan.

“Kita harap semua orang mengerti dengan produk BeWell, saya harap semua orang bisa bergabung,” jelasnya.

“Yang terpenting ialah kita harus bisa menjaga keluarga, teman, saudara agar selalu sehat, perkenalkanlah produk ini pada mereka semuanya,” ujarnya.

Penasaran dengan produk ini, silakan datang ke Komplek Ruko Baloi Kusuma Indah Blok B Nomor 13B, Kota Batam.(iwa)

10 Penyakit yang Banyak Diderita Masyarakat Kota Batam

0

batampos.co.id id – Selain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 10 besar penyakit yang paling banyak diderita warga Batam.

Penyakit yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi menduduki puncak kedua setelah ISPA dengan jumlah penderita yang tercatat Dinkes sebanyak 11.554 orang.

Ilustrasi

Sementara masyarakat kota Batam yang mengidap ISPA sebanyak 27.645 orang.

Berikut daftar 10 penyakit yang banyak diderita masyarakat Kota Batam:

  1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
  2. Darah Tinggi.
  3. Nasofaringitis atau pilek) akut.
  4. Dyspepsia atau nyeri dan mual di perut.
  5. Demam tanpa diketahui penyebab.
  6. DM atau diabetes melitus noninsulin.
  7. Farangitis akut atau peradangan rongga tenggorokan,
  8. Diare.
  9. Myalgia atau nyeri otot.
  10. DKA atau dermatitis kontak alergika atau penyakita peradangan kulit.(rng)

Infeksi Saluran Pernapasan Akut Hantui Warga Kota Batam

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mencatat, penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit dengan jumlah penderita tertinggi di Kota Batam sepanjang 2019.

Berdasarkan data kunjungan masyarakat ke pelayanan kesehatan, tercatat sebanyak 27.645 orang yang menderita ISPA di Kota Batam sepanjang kuartal pertama dan kedua, terhitung dari Januari 2019 hingga Mei 2019 ini.

”Dari 10 penyakit yang banyak ditemui, ISPA menempati posisi teratas,” kata Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, Senin (29/7/2019).

Ilustrasi

Jenisnya, ISPA Pneumonia maupun ISPA yang bukan Pneumonia. ISPA Pneumonia adalah penyakit infeksi yang menyerang paru, sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak.

Kondisi ini sering kali disebut dengan paru-paru basah. Data yang masuk ke Dinas Kesehatan Kota Batam, penyakit ISPA tertinggi di Batam terjadi di bulan Mei dengan jumlah penderita 5.663 orang.

Sementara paling rendah terjadi di bulan Maret dengan total penderita sebanyak 3.911 orang.(rng)

10 Titik Tambang Pasir Laut Dalam Ranperda RZWP3K, Total Luas 50.720 Hektare

0

batampos.co.id – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang jadi sorotan publik setelah tertangkapnya Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak hanya membahas titik reklamasi pantai. Ranperda yang digagas Pemprov Kepri ini juga telah menyepakati 10 titik tambang pasir laut seluas 52.720 hektare (Ha).

Tambang pasir laut adalah bisnis yang menjanjikan di Kepri sejak dulu, sejak Singapura memulai proyek reklamasi pada 1976. Banyak orang kaya mendadak setelah terjun dalam bisnis yang melibatkan duit besar dan pemain kakap ini. Tak heran, sekelas menteri pun bisa tersandung fulus pasir laut Kepri.

Menteri Kelautan (2001-2004) Rokhmin Dahuri harus duduk di kursi pesakitan pengadilan tindak pidana korupsi karena kedapatan menerima suap sebesar 400 ribu dolar AS dari pengusaha Singapura pemilik kapal keruk pasir laut.

Kisruh akibat penambangan yang tak terkendali, akhirnya dihentikan oleh Menteri Perindustrian dan Perdagangan saat itu Rini Suwandhi. Ia menerbitkan surat keputusan nomor 117/MPP/Kep/II/2003 pada 28 Februari 2003 yang menetapkan dihentikannya ekspor pasir laut demi mencegah kerusakan lingkungan pesisir dan pulau-pulau. Sejak itu, para pemain pasir laut di Kepri hilang satu demi satu. Mereka yang dulu kaya mendadak dan hidup mewah dari duit pasir, tak sedikit yang jatuh miskin dan terpuruk.

Besarnya putaran uang bisnis pasir selalu dikenang mereka yang pernah menikmati masa-masa kejayaan ekspor pasir laut ke Negeri Singa. Korban pejabat sekelas menteri, tak membuat surut keinginan mereka untuk menghidupkan lagi penjualan pasir ke negara tetangga.

ilustrasi

Rencana menghidupkan kembali tambang pasir laut ini muncul secara resmi dalam draf Ranperda RZWP3K yang digagas Pemprov Kepri di bawah komando Gubernur Nurdin Basirun sejak tahun lalu. Sebanyak 10 titik tambang pasir laut yang telah ditetapkan dalam ranperda tersebut tersebar di beberapa daerah di Kepri, yakni di Kabupaten Karimun, Kota Batam, dan Kabupaten Lingga.

Berdasarkan draf Ranperda RZWP3K yang sudah dibukukan pada 2018 lalu, yang diperoleh Batam Pos, menyebutkan di Karimun terdapat enam titik pertambangan pa­sir laut dengan luas area 46.759 Ha. Kemudian di Batam sudah disepakati seluas 2.320 Ha. Lokasinya di laut Galang dan Belakangpadang. Sedangkan di Kabupaten Lingga hanya ada satu titik yang ditetapkan dengan luas 3.640 Ha.

Selain itu, Ranperda RZWP3K juga sudah menyepakati area-area pertambangan logam, yakni di Karimun dan Lingga. Di Kabupaten Karimun ada empat lokasi pertambangan logam dengan luas area 54.329 Ha. Sedangkan di Bunda Tanah Melayu, Lingga, ada dua titik dengan luas area 104.822 Ha. Berubah atau tidaknya substansi Ranperda RZWP3K ini, tergantung dari evaluasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Terkait masalah ini, penyampaian ke publik sudah diserahkan ke pimpinan Pansus. Dan ini sudah disepakti oleh semua anggota Pansus,” ujar seorang anggota Panitia Khusus (Pansus) Ranperda RZW­P3K DPRD Kepri yang enggan ditulis namanya, Senin (29/7).

Sebelumnya, Wakil Ketua Pansus Ranperda RZWP3K Iskandarsyah membenarkan, melalui Ranperda RZWP3K itu nanti Pemerintah Provinsi Kepri akan memplot Ba­tam dan Karimun sebagai kawasan pertambangan strategis. Yakni, pertambangan pasir laut dan timah.

Dijelaskannya, penetapan Batam dan Karimun sebagai daerah pertambangan pasir laut dan timah tentunya dengan melihat potensi yang ada sekarang ini. Maka kedua daerah tersebut dimasukkan sebagai daerah pertambangan.

Ditanya mengenai Lingga yang tidak dimasukkan dalam rencana daerah strategis tambang timah, legislator dari dapil Karimun tersebut menegaskan, porsinya sudah dibagi-bagi. Termasuk ada daerah yang wilayah ruang lautnya ditetapkan sebagai daerah konservasi dan peruntukan bagi budidaya.

“Dengan berbagai pertimbangan, maka kita menetapkan Karimun dan Batam sebagai daerah kawasan strategis pertambangan pasir laut dan timah. Karena untuk mendukung kebutuhan rek-lamasi daerah-daerah industri,” kata Iskandarsyah.

Iskandarsyah menambahkan, Ranperda RZWP3K tersebut wajib untuk diselesaikan dan disahkan menjadi Perda. Ka­rena itu sudah menjadi ke­wajiban yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah. Menyikapi persoalan yang terjadi sekarang ini, Pansus akan melakukan verifikasi kembali mengenai titik pertambangan maupun titik reklamasi pantai yang akan diakomodir dalam Per­da itu nanti. Berdasarkan ren­cana sekarang ini, 42 titik reklamasi tersebar di Batam, Karimun, Tanjungpinang, dan Bintan.

Menurut Iskandarsyah, pembahasan dan pengesahan Ranperda RZWP3K menjadi Perda berjalan alot karena beberapa hal. Di antaranya belum terbitnya Surat Tanggapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) disebabkan oleh perubahan jumlah titik rencana reklamasi dalam Ranperda RZWP3K. Yakni dari 85 titik saat tanggapan saran, menjadi 114 titik saat perbaikan pertama, dan terakhir menjadi 42 titik saat perbaikan akhir.

Kedua, karena masih adanya perbedaan antara rencana penetapan titik reklamasi dalam Ranperda RZWP3K dengan data yang dimiliki oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Ketiga, menyangkut wacana pembangunan Natuna sebagai beranda terdepan Indonesia. Kemudian yang keempat adalah surat tembusan PT Timah Tbk kepada Gubernur Kepri terkait dengan IUP PT Timah yang tidak terakomodir dalam Ranperda RZWP3K.

“Adanya permasalahan tersebut, KKP memutuskan bahwa dokumen Ranperda RZWP3K Kepri harus difinalisasi ulang di daerah. Selain itu, harus dilakukan rapat tanggapan saran ulang di KKP,” jelas Iskandarsyah. (*)