Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11177

BPJS Kesehatan Defisit Hingga Rp 28 Triliun

0

batampos.co.id – Program jaminan kesehatan nasional (JKN) masih berada di lingkaran defisit.

Tinggal enam bulan lagi sebelum pergantian tahun, BPJS Kesehatan pun memasang target untuk menyelesaikan solusi-solusi bagi pekerjaan rumah tersebut.

Salah satunya dengan merevisi iuran bulanan peserta JKN. Wacana tersebut disampaikan kembali dalam dialog publik Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dengan BPJS Kesehatan di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Selasa (16/7/2019).

Sebelumnya, isu penambahan nominal iuran sempat muncul di akhir 2018. Kementerian Keuangan juga menyatakan bakal ada kenaikan iuran peserta pada April lalu.

Namun, hingga kini masih dalam proses dan belum diimplementasikan sehingga kembali diusulkan oleh PERSI.

BPJS Kesehatan sendiri menyatakan kenaikan iuran diper­lu­kan untuk menghindari de-f­isit yang semakin parah.

”Kalau dilihat hitungan aktuaria, iuran yang sekarang memang belum pas,” jelas Deputi Bidang Pengelolaan Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan dr Beno Herman.

Dia menyebutkan, dari hasil hitungan aktuaria itu, besaran iuran kelas III idealnya sekitar Rp 53 ribu, kemudian kelas II sebesar Rp 63 ribu.

Hanya iuran kelas I yang sudah sesuai dengan hitungan aktuaria sekitar Rp 80 ribu. Saat ini, peserta JKN kelas III masih dikenakan Rp 25.500, cukup jauh dengan hitungan BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan mengalami defisit hingga Rp Triliun. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

”Kita berharap dengan adanya kenaikan iuran itu, standar pelayanan juga bisa lebih baik,” lanjutnya.

Kenaikan sendiri masih mem­bu­­tuhkan waktu. Namun, Be­no­ memperkirakan hal tersebut bisa dilaksanakan setelah utang triliunan mereka lunas. Peluna­san dikejar supaya klir akhir ta­hun ini.

”Sehingga tahun de­pan bisa kita mulai dari nol lagi,” imbuh Beno.

Per 8 Juli 2019, besaran defisit BPJS Keseha­tan mencapai Rp 7,1 triliun. Dan diper-kirakan total defisit hingga akhir 2019 sebesa­r Rp 28 triliun, diakumulasikan dengan defisit tahun sebelum­nya­.

Sementara itu, PERSI menilai kenaikan iuran seharusnya menjadi solusi utama agar tidak terjadi kembali defisit menahun.

Ketua Umum PERSI dr Kuntjoro Adi Purjanto menilai peserta tidak akan terbeban meski ada kenaikan.

Kendati jumlah peserta JKN semakin banyak, bukan berarti nominal iuran tetap atau semakin murah.

”Memang peserta makin banyak tetapi banyak yang PBI (penerima bantuan iuran) dari pemerintah bagi yang kurang mampu,” terangnya.

Selain menaikkan iuran, Kun-tjoro menambahkan bahwa harus ada upaya ekstra dari pemerintah untuk menutupi defisit. BPJS Kesehatan setidaknya membutuhkan Rp 2 triliun sebulan.

”Ini sebagai solusi jangka pendeknya. Sementara jangka panjangnya ya melalui iuran itu tadi,” jelas Kuntjoro.(deb/jpg)

Ketersediaan Air Menjadi Syarat Mutlak Daerah Tujuan Investasi

0
Sumber air baku di Pulau Batam harus terus dijaga kelestariannya. Foto: Dokumentasi Humas PT ATB

Ketersediaan air bersih di Batam cukup terbatas, sehingga rentan terdampak kekeringan. Oleh karena itu, gerakan bersama untuk konservasi daerah tangkapan air dibutuhkan demi ketersediaan air dimasa mendatang.

Mengelola air di Batam memiliki tantangan besar, mengingat ketersedian air baku di Pulau Batam tergantung dari curah hujan yang ditampung dalam lima dam.

“ATB memiliki concern pada ketersediaan air baku yang berkelanjutan, untuk saat ini dan masa depan,” kata Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Rabu (17/7).

Penambahan ketersediaan air baku, menurut Maria, menjadi mutlak bagi Batam untuk bisa eksis sebagai daerah tujuan investasi di masa depan. Saat ini kondisi air di Batam sangat terbatas, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sebagai pengelola air bersih, ATB turut aktif melakukan langkah pencegahan kerusakan daerah tangkapan air melalui gerakan penanaman pohon bertajuk Festival Hijau.

“ATB tentu punya tanggung jawab moral, air harus diolah. Jika tidak, maka lebih buruk lagi dampaknya. Langkah konservasi alam sangat diperlukan untuk masa depan Batam,” terangnya.

Lebih jauh, ATB berkontribusi dengan melakukan konservasi air. Di samping itu, air yang tersedia dikelola dengan seefisien mungkin, dimana tingkat kebocoran ATB berada diangka 16 persen, jauh di bawah rata-rata kebocoran nasional (33 persen).

Salah satu upaya ATB melestarikan daerah resapan air adalah dengan melakukan penanaman bibit pohon di area hutan resapan waduk. Secara berkesinambungan ATB menggelar kegiatan penanaman pohon sejak 2011.

Hingga 2018, ATB telah menanam sekitar 10.700 bibit pohon di berbagai area resapan air. Tahun ini, ATB memusatkan penanaman di Hutan Dam Duriangkang dan Dam Seiharapan dengan menanam sekitar 1.000 bibit pohon.

“Kesadaran pentingnya menjaga daerah resapan air adalah untuk masa depan Batam, wilayah Seiharapan dan Duriangkang daerah resapannya sudah mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan,” jelas Maria.

Sebagai bagian edukasi kepada masyarakat, ATB melibatkan banyak pihak dalam kegiatan festival hijau. Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa peduli dengan kelestarian konservasi alam khususnya di daerah resapan air.

Menggandeng BP Batam sebagai pemiliki waduk, ATB melibatkan komunitas pecinta lingkungan hidup seperti Komunitas Budaya Mangrove, sejumlah pelajar seperi SMK Penerbangan Batam, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas, hingga masyarakat umum.

“Melalui Festival Hijau, masyarakat bisa melihat langsung kondisi hutan resapan air. Kesadaran pentingnya menjaga hutan resapan air dangat diharapakan. Langkah kecil ini jadi manfaat besar apabila secara bersama peduli dengan lingkungan,” ungkapnya.

Upaya penghijauan yang dilakukan ATB meski belum memberikan efek besar, namun setidaknya bisa memberikan kesadaran kepada semua pihak. Bahwa, pentingnya menjaga dan melestarikan hutan resapan air yang ada agar air bersih bisa selalu tersedia. (nji)

AJI Batam Miliki Sekretariat Baru

0

batampos.co.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam meresmikan sekretariat baru di Komplek Costarica Niaga Blok A1 No 3, Batam Center, Rabu (17/7/2019).

Keberadaan sekretariat baru tentu akan menjadi tempat baru bagi untuk diskusi bersama terkait jurnalistik ataupun persoalan yang berkembang di Batam saat ini.

Ketua AJI Batam, Slamet Widodo mengatakan sekretariat tentu menjadi bagian yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan keorganisasian.

“Alhamdulillah hari ini AJI Batam resmi memiliki markas baru. Ke depan tentu kita harapkan bisa meningkatkan kebersamaan kita semua,” ujar Dodo sapaan akrabnya.(*)

Dor…. Garong yang Gondol Mobil, Laptop dan Orgen serta Brankas Berhasil Dilumpuhkan

0

batampos.co.id – Dua pelaku perampokan bersenjata api di perumahan mewah kawasan Batamcenter, Dedi A, 35 dan Andre S, 30, dibekuk oleh jajaran Polresta Barelang dan Polsek Batamkota.

Keduanya ditangkap di dua tempat yang berbeda, yakni di kawasan Batuaji dan Tiban Koperasi.

Saat ditemui di MaColresta Barelang, Dedi mengaku bahwa ia telah membobol dua rumah di kawasan Beverly, Batam center. Dimana dari dua rumah tersebut, mereka membawa kabur satu buah brankas berisikan dokumen dan satu unit mobil Honda Jazz BP 10XX FM beserta surat-surat kendaraan tersebut.

“Kami ada ambil laptop juga. Waktu itu habis ambil mobil, alat orgen dan laptop di rumah itu, kami diantar pulang sama kawan. Kami tidak tahu dimana mobilnya dibawa,” ujarnya, kemarin.

Saat beraksi itu, mereka berjumlah empat orang. Dimana dari pengakuan Dedi, hasil penjualan barang-barang curian mereka berupa satu unit laptop sudah mereka jual seharga Rp 1 juta. Uang tersebut, mereka bagi sama rata dengan mendapatkan Rp 250 ribu per orang.

“Sebelumnya saya kerja, di Batam sudah sejak tahun 2008. Kalau alat orgen jual Rp 3 juta dan juga kami bagi sama rata,” bebernya.

Dalam penangkapan terhadap Andre di kawasan Batuaji, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara. Namun Andre tidak menyerah hingga polisi terpaksa melumpuhkannya.

Sementara dalam upaya penangkapan terhadap Dedi dan dua pelaku lainnya, polisi sempat melepaskan beberapa kali tembakan ke udara.

Dedi yang turun dari mobil berhasil diamankan setelah dilumpuhkan pada bagian kaki. Sementara dua pelaku lain yang berada di dalam mobil Toyota Rush BP 1XX2 GA tidak menyerah hingga terjadi beberapa kali tembakan.

Dua pelaku tersebut akhirnya berhasil kabur. Sementara mobil Rush berwarna putih tersebut ditemukan di kawasan Sekupang, Selasa (17/7) pagi dalam kondisi rusak.

Wakapolresta Barelang AKBP Mudji Supriadi membenarkan adanya penangkapan ini. Hingga kemarin sore, jajaran Satreskrim Polresta Barelang masih melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang berhasil kabur.

“Iya benar ada dua yang sudah kami amankan. Saat ini kami masih melakukan pengembangan untuk pelaku yang kabur dan ada beberapa barang bukti yang masih dilakukan pencarian,” ujarnya. (egi)

Pegawai KPK Dipecat Karena Terima Rp 300 Ribu

0

batampos.co.id – Terbukti menerima uang Rp 300 ribu dari mantan Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham, pengawal tahanan (waltah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Marwan dipecat.

Pemecatan itu dilakukan setelah adanya keputusan dari Direktorat Pengawasan Internal (PI) KPK yang melakukan pemeriksaan terhadap pegawai tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan, keputusan itu melalui proses pemeriksaan dan penelusuran informasi yang dilakukan sendiri oleh lembaganya.

Bukan dari lembaga lain. Termasuk Ombudsman Republik Indonesia (ORI). Penelusuran dilakukan dengan cara memeriksa pihak-pihak yang mengetahui kronologi pelanggaran etik tersebut.

Di tempat terpisah, kemarin (16/7/2019) ORI juga memaparkan hasil laporan akhir hasil pemeriksaan (LAHP) tentang maladministrasi dalam proses pengeluaran dan pengawalan tahanan di cabang rumah tahanan negara (rutan) KPK Idrus Marham pada saat izin berobat ke Rumah Sakit (RS) Metropolitan Medical Centre (MMC) 21 Juni lalu.

Dalam LAHP itu ORI menemukan Marwan tidak melakukan pengawasan melekat terhadap terdakwa Idrus Marham.

Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Bahkan, Marwan tertangkap kamera pengawas menerima uang dari orang yang diduga keluarga Idrus.

Idrus ditahan di rutan KPK seiring statusnya sebagai terdakwa yang sedang menempuh jalur banding untuk perkara penerimaan suap pembangunan proyek PLTU Riau 1.

Febri menjelaskan, penerimaan uang oleh Marwan sudah ditemukan PI sebelum Ombudsman menyelesaikan pemeriksaannya kemarin.

”Karena itulah kenapa KPK langsung mengambil keputusan tegas dengan sanksi berat. Saudara M (Marwan, red) telah diberhentikan tidak dengan hormat,” papar mantan aktivisi Indonesia Corruption Watch (ICW) itu.

Marwan merupakan pegawai KPK sejak Februari 2018 atau baru satu tahun lima bulan bekerja di lembaga superbodi tersebut. Statusnya pegawai tidak tetap.

”Ini (pemberhentian dengan tidak hormat, red) merupakan bentuk sikap tegas KPK,” katanya.(tyo/jpg)

Anda Harus Tahu, Tiap Malam 25 Ton Ikan Segar Dijual ke Singapura dari Kota Batam

0

batampos.co.id – Kota Batam menjadi alur utama masuknya produk perikanan ke Singapura, khususnya ikan segar.

Kasubsie Wasdalin Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu (SKIPM) Kelas I Batam, Dwi Sulistiyono, menjelaskan, setiap malamnya tidak kurang dari 25 ton produk perikanan segar masuk ke Singapura melalui Kota Batam.

“Ikan-ikan segar tersebut dikirim melalui pelabuhan Sagulung dan Belakangpadang,” ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Kata dia, banyaknya produk perikanan yang keluar ke Singapura ini dikarenakan faktor harga yang lebih tinggi.

Sehingga para pengusaha berlomba-lomba untuk menyuplai ikan segar ke negara tersebut.

Ilustrasi

Sejak Januari hingga Mei 2019, SKIPM Kelas I Batam mencatat ada sebanyak 2.982.902 Kilogram ikan yang keluar Kota Batam.

Termasuk didalamnya Singapura. Angka itu lebih banyak dibandingkan perikanan segar yang masuk pada periode yang sama sebanyak 2.478.208 kilogram.

“Sulit bersaing dengan Singapura, karena mereka harganya lebih tinggi, jadi harga ikan kita di sini cenderung mengikuti di sana,” kata Dwi lagi.

Kata dia, permintaan ikan terbilang tinggi dari Singapura. Bahkan ikan-ikan segar tersebut tidak hanya disuplai nelayan di Kota Batam saja.

Tapi juga dari daerah lain seperti Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, dan Natuna.(bbi)

Lagi, Paman Cabuli Keponakan Keponakannya yang Masih Berusia 10 Tahun

0

batampos.co.id – Entah apa yang ada dalam pikiran MA sehingga tega melakukan perbuatan asusila terhadap keponakannya sendiri yang masih berusia 10 tahun.

Perbuatan bejat tersebut dilakukan pria 38 tahun itu sejak Maret 2019 lalu. Setelah melakukan perbuatannya, MA, kabur ke kampung halamannya di Aceh Utara.

Namun pelariannya tercium oleh tim buru sergap Polsek Batuaji akhir pekan lalu. Sebelum ditangkap, MA memang sudah kembali ke kampung halamannya.

Kepulangannya ke Aceh itu atas permintaan Rs ayah korban karena merasa tak nyaman dengan MA yang telah menumpang tinggal di rumah mereka sejak Oktober 2018 lalu.

“Usai disuruh pulang, barulah korban berani buka mulut, ayah korban marah besar. Dia langsung lapor ke sini,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Rabu (17/7/2019).

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Melki Sihombing (kiri) berbicara dengan pelaku MA. Foto: Eja/batampos.co.id

Saat dibekuk polisi, MA tidak menampik tuduhan tersebut. Dia bahkan mengaku sudah lima kali mencabuli keponakannya.

Baca Juga: Gila, Tiga Tahun Paman Cabuli Keponakan

“Saya khilaf, isteri saya di kampung (sehingga muncul niat melakukan tindakan asusila),” ujarnya.

Aksi asusila pertama kali dilakukan pelaku dalam rumah korban. Selanjutnya ditempat berbeda-beda. Mulai dari ruko tempat usaha ayah korban hingga di kamar mandi rumah.

“Terakhir di kamar mandi, bulan lalu,” katanya.

Atas perbuatannya itu, MA dijerat pasal 81 junto pasal 82 ayat 1 pasal UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.(eja)

Siasat Distributor untuk Tekan Harga Cabai di Kota Batam

0

batampos.co.idCabai adalah komoditas pangan yang menjadi fenomena nasional, dimana harga cabai di tiap daerah masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan harga normal.

Terlebih untuk daerah yang memang masih memerlukan suplai dari daerah lain seperti Kota Batam dan daerah lain di Provinsi Kepri.

Saat ini harga berbagai jenis cabai di Kota Batam masih berada diangka Rp 80 ribu per kilogramnya.

Kondisi ini sudah lebih baik jika dibandingkan dengan beberpa bulan sebelumnya dimana harga cabai mencapai Rp 150 ribu per kilogramnya.

Mahalnya harga cabai di Kota Batam ini, karena alur masuknya membutuhkan biaya yang relatif tinggi.

Distributor cabai sendiri, sudah melakukan sejumlah langkah demi menjamin harga cabai di pasaran berada di angka terendah.

Salah satunya mensuplai cabai dari daerah yang memang memiliki harga paling rendah dibanding daerah lainnya.

“Di mana cabai harganya murah, dari situlah kita kirim,” kata Sembiring, salah satu penyuplai cabai di Kota Batam yang hadir dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, Selasa (16/7/2019).

Harga cabai merah di Kota Batam masih tinggi. Hal itu dikarenakan pasokan dari distributor yang minim dan tingginya biaya transportasi untuk pengiriman ke Kota Batam. Foto: Dokumentas batampos.co.id

“Kalau dari Mataram murah, kita kirim ke Batam dari Mataram, kalau Jogja (Yogyakarta) murah kita kirim dari sana,” ujarnya lagi.

Tidak itu saja, Sembiring menjelaskan, pihaknya juga mengupayakan jalur pengiriman lain, jika harga kargo pesawat dinilai terlalu tinggi.

Sebelumnya Sembiring pernah beberapa kali mengirimkan cabai asal Yogyakarta ke Batam melalui jalur darat dan laut.

Cabai asal Yogyakarta lanjutnya, lebih dulu dibawa melintas hingga ke Jambi menggunakan truk. Kemudian baru dibawa lagi ke Pelabuhan Kuala Tungkal, Medan. Setelah itu cabai ini dilayarkan menuju Batam.

Melalui jalur ini, biaya pengiriman bisa jauh lebih murah walaupun memang memakan waktu lebih lama hingga tiga setengah hari.

Meskipun demikian, murahnya biaya tersebut membuat harga cabai di pasar tidak terlalu tinggi.

Untuk pengiriman cabai melalui jalur darat dan laut seperti yang dilakukan Sembiring ini, ia hanya dikenai biaya sebesar Rp 7 ribu per kilogram.

Sementara jika mengirim melalui kargo pesawat, dikenai biaya Rp 20 ribu per kilogramnya.

“Pakai pesawat itu sehari langsung sampai, tapi selisih Rp 13 ribu kalau lewat jalur laut,” kata Sembiring lagi.(bbi)

Segini Ongkos Angkut Cabai ke Batam Menggunakan Pesawat

0

batampos.co.id – Terkait dengan tarif pengiriman barang melalui jalur udara menuju Kota Batam, memang tidak seragam.

Salah satu distributor cabai di Kota Batam, Sembiring mengatakan, harga tergantung rute dan jenis pesawat yang digunakan.

Dengan maskapai Garuda Indonesia sendiri, ongkos angkut kiriman cabai dari Yogyakarta dan Semarang sebesar Rp 16.500 per kilogram.

Sementara dari Surabaya Rp 15.500 per kilogram, dari Mataram Rp 18.500 per kilogram, dan dari Medan Rp 10.900 per kilogram.

Seorang warga tengah memilih cabai di pasar Botania 2,beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Harga ini belum termasuk PPN yang dibebankan kepada pemilik barang,” kata dia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi Kepri, Fadjar Majardi, menerangkan Tim Pengendali inflasi Daerah (TPID) memang tidak bisa menekan harga cabai.

Akan tetapi TPID bisa bergerak untuk memastikan kenaikan harga cabai tidak terjadi secara signifikan.

Para pedagang juga diakuinya sudah bergerak dengan jalur yang benar dengan menyuplai cabai dari daerah yang memang memiliki harga terendah.

“Cabai ini fenomena nasional, kita hanya menjaga harganya tidak melonjak terlalu tinggi. Di Sumut lebih tinggi kalau kita bandingkan dengan daerah lain,” kata Fadjar.(bbi)

Akhirnya, Ruas Jalan Kampung Tua Bagan Kota Batam Disemenisasi

0

batampos.co.id – Ruas jalan sepanjang 500 meter di Kampung Bagan, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, akan dilakukan semenisasi oleh Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air.

Camat Sungaibeduk, Gufron, menjelaskan, semenisasi ruas jalan di Kampung Tua Bagan merupakan usulan dari musyawarah pembangunan (Musrembang) tahun 2018.

“Semenisasi akan dilakukan di dua titik, salah satunya di jalan Lintas Mangsang,” katanya kepada batampos.co.id, Rabu (17/7/2019).

Ruas Jalan Kampung Tua Bangan, Seibeduk yang akan dilakukan oleh Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air. Foto; Azis Maulana/batampos.co.id

“Setelah usulan dari Musrembang maka jalan Kampung Bagan bisa terealisasi pada tahun ini untuk perbaikan jalan semenisasi,”ucapnya lagi.

Kata dia, masyarakat sekitar kerap mengeluhkan ketika melintasi jalan tersebut.

“Tetap kita tanggapi dan mudah-mudahan proyek peningkatan jalanan ini cepat rampung sebagai jalur penghubung antara Kampung Bagan dengan wilayah Seibeduk,” jelasnya.

Pantauan batampos.co.id, ruas jalan tersebut akan diperbaiki secara keseluruhan. Sebelumnya kondisi ruas jalan Kampung Bagan, sangat memprihatinkan.

Selama musim hujan, warga yang tinggal di kawasan tersebut kewalahan karena kondisi jalan yang rusak berat.

Hasan, salah satu warga mengharapkan semenisasi di ruas jalan Kampung Tua Bagan segera selesai.(cr1)