Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11206

Polemik Impor Limbah Plastik Beracun di Batam; Surveyor Harus Bertanggungjawab

0

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Umum Bea dan Cukai (KPU BC) Tipe B Kota Batam enggan dipersalahkan terkait masuknya beberapa kontainer limbah plastik beracun yang diperiksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Batam beberapa hari lalu. BC justeru mempertanyakan kredibilitas surveyor yang menyatakan plastik beracun itu layak impor.

“Dalam dokumen laporan surveyor yang diterima BC dinyatakan barang tersebut layak diimpor ke Indonesia,” ungkap Kepala BC Batam, Susila Brata, Sabtu (15/6).

Ia menjelaskan, pengiriman barang impor juga memilili prosedur yang harus ditaati. Saat masih berada di negara asal, barang impor seperti limbah plastik harus diperiksa oleh surveyor yang ditugaskan sebelum dikirim ke Indonesia.

Meski Susila Brata enggan menyebut nama surveyornya, namun ia menyatakan surveyor ikut bertanggungjawab.

“Bagaimana tanggung jawab surveyor. Kok bisa lolos dari negara asal (limbah plastik beracun itu, red),” tanyanya.

Sampai titik ini, kapabilitas surveyor, kata Susila, mulai diragukan akibat penemuan sejumlah kontainer berisi limbah beracun oleh KLHK.

“Nah, dari pemeriksaan itu kan sudah kelihatan bagaimana hasilnya. Sekarang yang perlu dipertanyakan, bagaimana surveyor itu melakukan pemeriksaan, kok bisa dinyatakan bisa diimpor. Bukan malah mempertanyakan mengapa BC kasih izin impor,” ujarnya.

Secara izin, Susila mengatakan dokumen lengkap sesuai PP FTZ serta izin impor dari Kementerian Perdagangan serta dilengkapi surveyor. Dalam hal ini salah satunya oleh KSO Succofindo.

“Yang penuhi kriteria lanjut, yang tidak akan proses lebih lanjut diambil sampelnya. Dasarnya Permendag 31, tidak boleh terkontaminasi limbah B3. Tentu tunggu hasil lab walau kasat mata sudah dilihat,” kata dia.

KLHK sendiri sebelumnya sudah melakukan pengecekan beberapa kontainer yang diduga berisi plastik terkontaminasi limbah beracun. Namun mengenai statusnya, apakah akan dikirim kembali ke negara asal atau ada opsi lain, KLHK masih melakukan pengujian di laboratorium milik KLHK dan BC.

Jumat (14/6) lalu, KLHK bersama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam, serta Bea Cukai Batam, melakukan pengecekan limbah yang diimpor dari Singapura itu di Pelabuhan Batuampar.

Ada sekitar 65 kontainer yang dicurigai KLHK dan BC. Tujuh di antaranya telah dibuka. Tiga terindikasi ada limbah berbahaya sehingga harus diuji lebih lanjut di laboratorium KLHK dan BC.

0Empat lainnya dinyatakan bersih sehingga impornya disetujui karena tak ada limbah berbahaya di dalamnya. Sedangkan kontainer lainnya masih menunggu pengecekan berikutnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam yang dilibatkan oleh Tim dari lintas kementerian terus melakukan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium milik Bea Cukai.

“Jika terbukti ada limbah dalam waktu 90 hari sejak kedatangan harus dikembalikan ke negara asalnya. Ini tertuang dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2016 pada pasal 19,” tegas Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie, Jumat (14/6) lalu.

Herman mengatakan, ke-65 kontainer limbah tersebut diimpor oleh empat perusahaan di Batam. Yakni

  • PT Royal Citra Bersama,
  • PT Arya Wiraraja Plastikindo,
  • PT Tan Indo Sukses,
  • Hong Tay.

Sampah plastik didatangkan dari Amerika dan negara-negara Eropa.

“Kami awali dari Wiraraja Kamis (13/6) lalu. Ada dua kontainer yang terindikasi mengandung limbah berbahaya dari tujuh kontainer yang kami periksa waktu itu. Jumat pagi lanjut periksa diperiksa enam lagi, hasilnya bersih karena bijih plastik. Total di sana 13 kontainer,” sebut dia.

Sementara yang diperiksa di Pelabuhan Batuampar, Jumat (14/6) lalu adalah milik PT Royal Citra Bersama. Yang disegel sementara tiga kontainer.

Kemudian milik PT Tan Indo Sukses sebanyak dua kontainer yang juga diambil sampel sekaligus disegel sementara kontainernya. Menyusul milik PT Hong Tay.

Mantan Kepala Disperkimtan Batam ini menyebutkan, pengambilan sampel secara fisik harus dilakukan karena barang yang diimpor tidak bersifat homogen atau khusus satu jenis barang. Namun ada beberapa barang lain yang terindikasi mengandung limbah berbahaya.

Akan tetapi Herman tidak ingin membuat kesimpulan hingga keputusan dari laboratorium keluar.

“Secara prinsip, mereka memenuhi administrasi tapi fisik yang kami ragukan, dan patut diduga ada limbah,” ucapnya. (leo)

Warga Ramai Urus Surat Pindah

0

batampos.co.id –  Pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam ramai oleh warga yang mengajukan surat pindah masuk Batam dan keluar Batam. Setiap bulannya, Disdukcapil Batam mengeluarkan sekitar dua ribu surat pindah bagi warga yang ingin keluar Batam.

“Kami proses saja. Kan tidak ada aturan yang melarang mereka masuk Batam. Antara masuk dan keluar itu jumlahnya tak jauh berbeda,” kata dia, Selasa (11/6) lalu.

Ia menyebutkan satu hari pelayanan untuk surat pindah dibatasi hingga dua ratus pengajuan.

“Pembatasan ini sesuai dengan kemampuan petugas pelayanan. Kan kasihan juga warga kalau sudah capek menunggu malah tidak dilayani. Jadi biar sama-sama nyaman,” ujarnya.

Said menambahkan, hasil rekap perpindahan penduduk ini baru bisa didapatkan di akhir bulan mendatang. Petugas biasanya mendata per bulan sebelum dilaporkan ke pusat.

“Sekarang diproses dulu semuanya. Mereka yang ingin pindah akan dibantu. Berkas pengajuan akan diproses sesuai dengan ketentuan paling lama hingga 14 hari kerja,” terang mantan camat Batuampar ini.

Terkait ruang pelayanan Disdukcapil saat ini, Said mengaku memang sudah sempit. Ruang tunggu yang terbatas membuat antrean sampai keluar ruang pelayanan. Ia berencana akan meningkatkan fasilitas pelayanan agar warga nyaman saat mengurus berkas. Kondisi ini lanjutnya sudah dilaporkan kepada pimpinan.

Pada hari pertama masuk kerja, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, kebanjiran surat permohonan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Nanti mau direnovasi ruang pelayanannya. Jadi rencananya akan dibuat menjadi tiga lantai. Khusus ruang pelayanan akan diperluas jadi warga tidak berdesakan,” ucapnya.

Untuk pelayanan e-KTP saat ini memang belum berjalan maksimal. Ketersediaan blangko juga masih menunggu dari pusat. Pihaknya sudah mengajukan permintaan, mungkin dalam waktu dekat ini akan dijemput dan semua berkas diproses.

Muhammad Arif, salah seorang warga yang ikut mengantre mendapatkan pelayanan surat pindah menuturkan sudah datang sejak pukul 08.00 WIB. Setelah berebut antrean dengan warga lainnya, pengajuan surat pindah masuk bisa diproses.

“Saya dari Makasar. Mau kerja di Batam jadi saya daftar dulu sebelum membuat e-KTP sini,” sebutnya.

Ia mengaku selama berada di ruang tunggu sedikit merasa tidak nyaman karena pendingin ruangan yang mati.

“Jadi tadi kipas-kipas juga di dalam,” tambahnya.(yui)

Batam Berangkatkan 679 Orang CJH

0

batampos.co.id – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Batam mulai menggelar pelatihan manasik haji untuk calon jemaah haji (CJH) di Kecamatan Sekupang dan Belakangpadang, Sabtu (15/6). Jumlah CJH yang akan berangkat dari Batam tahun ini sebanyak 679 orang.

Jumlah ini sudah ditambah kuota tambahan yang diberikan Pemerintah Arab Saudi usai kunjungan Presiden Joko Widodo.

“Ada tambahan sebanyak 139 CJH. Diprioritaskan untuk lansia dan pendampingnya. Alhamdulillah Batam cukup banyak mendapat tambahan bila dibandingkan daerah lainnya di Kepri. Nah, manasik ini kita buat sebagai bekal mereka (CJH) di Tanah Suci nantinya,” katanya.

Ia mengatakan, untuk Embarkasi Batam keberangkatan perdana dimulai 7 Juli 2019. Satu hari sebelumnya jemaah sudah masuk ke asrama, untuk persiapan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.

“Nanti di asrama mereka diberikan pengarahan, penyerahan paspor, uang, dan gelang berdasarkan tingkat kesehatan jemaah,” imbuhnya.

Untuk maskapai penerbangan, Amanuddin mengaku masih menggunakan maskapai penerbangan Saudi Arabia Airlines, sama dengan tahun sebelumnya.

Tahun ini ada dua provinsi yang akan menggunakan Embarkasi antara yaitu Jambi dan Riau. Sedangkan yang masih ikut Embarkasi Batam, Kalimantan Barat dan Kepri.

“Karena mereka mau Embarkasi sendiri, jadi bertahap mereka antara dulu,” se­butnya. (yui)

Daftar Ulang Selama Empat Hari

0

batampos.co.id – Dinas Pen­didikan (Disdik) Batam akan mulai membuka pen­dafta­ran ulang bagi siswa ya­ng sudah lolos seleksi pene­rimaan peserta didik baru (PPDB), Senin (17/6) besok. Ren­cananya, pendaftaran ulang ini akan digelar selama empat hari. Panitia PPDB SMPN 3 Batam, Siti Rahmi, mengatakan sebanyak 398 siswa yang sudah dinyatakan lolos harus melakukan pendaftaran ulang sebelum mulai tahun ajaran baru 15 Juli.

“Mereka bawa bukti penerimaan waktu PPDB kemarin, foto, dan surat tanda lulus mengaji atau tamat alkitab,” kata perempuan yang akrab disapa Ami ini, Sabtu (15/6).

Pendaftaran hari pertama dibuka untuk orang tua yang memegang nomor antrean dari 1-100 dan diteruskan di hari selanjutnya. Ia mengungkapkan daftar ulang bisa selesai dalam waktu empat hari.

Orang tua calon siswa mendaftarkan anaknya dalam seleksi PPDB di SDN 010 Batam Kota, Rabu (15/5). Foto: Cecep Mulyana/batam pos.co.id

“Kalau melihat jumlahnya empat hari cukuplah untuk mendaftar ulang ini. Kami hanya mendata saja. Prosesnya cepat tidak seperti saat PPDB,” sebutnya.

Disinggung mengenai tambahan siswa dari 36 menjadi 40 per kelas, Ami menyebutkan itu sesuai dengan hasil rapat Wali Kota Batam bersama orangtua yang dilakukan di SMPN 3 Batam, Jumat (14/6).

“Karena buka 11 kelas jadi total ada 44 siswa yang akan diterima pasca PPDB. Total keseluruhan untuk Sekupang itu ada 368 siswa yang tidak diterima,” terangnya.

Saat ini pihaknya tengah mendata ulang siswa yang lokasinya terdekat dari sekolah. Nanti hasilnya akan diserahkan kepada kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan di sekolah.

“Kami panita mengambil data saja. Finalisasi tetap dari Kepala Sekolah. Jadi masing-masing kelas ada tambahan empat siswa,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan, mengatakan penyelesaian siswa yang tidak tertampung secara bertahap mulai terselesaikan.

“Intinya ka­mi berusaha memberikan so­lusi kepada ribuan siswa yang tidak tertampung ini. Se­nin nanti semua yang su­dah lol­os seleksi daftar ulang dulu­­. Sedangkan yang lainnya menu­nggu dulu hingga selesa­i pe­­metaan siswa yang tidak ter­­tampung ini,” terangnya.(yui)

Masih Berharap Investor Tiongkok

0

batampos.co.id –  Meski tidak dilirik perusahaan asal Tiongkok sebagai pusat relokasi imbas dari perang dagang Amerika-Tiongkok, Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap optimis untuk mencari investor dari negeri tirai bambu atau dari negara yang terimbas perang dagang.

“Kalau soal imbas perang da­gang, memang belum keli­ha­tan signifikan ke Batam,” ujar Kepala BP Batam, Edi Putra Irawadi, Sabtu (15/6).

Ta­pi, sejak ia memimpin BP Ba­tam, Edi sudah mempersiap­ka­n kuda-kuda untuk menggo­d­a investor dari negara yang ter­jebak sengketa perang daga­n­g.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi

“Saya sudah antisipasi ber­bagai kebijakan untuk me­nggoda investasi dan produk dari negara-negara yang bersengketa. Negara-negara yang tidak memiliki perdagangan bebas dengan Indonesia seper­ti Rusia, timur tengah, Amerika dan lain-lain serta jasa dan industri sunset,” terangnya.

Beberapa kebijakan yang dilakukan BP Batam untuk menarik investor yang terimbas perang dagang antara lain membenahi aktivitas front line seperti pelayanan perizinan secara elektronik, menjalankan klinik berusaha dan membentuk garda pengawalan investasi.

“Lalu kebijakan dahulu yang merubah sistem alokasi lahan sebagai salah satu satu fasilitas investasi disamping insentif fiskal seperti tax allowance, tax holiday dan tentu saja fasilitas free trade zone (FTZ),” jelasnya.

BP Batam juga berupaya mepermudah pemasukan barang modal dan bahan baku, serta logistik.(leo)

Berbekal Surat Alas Hak, Pengelola Akui Sudah Ajukan KSB ke BP Batam dan BPN

0

batampos.co.id – Menanggapi pernyataan Direktur Lahan BP Batam, Imam Bachroni yang menegaskan lahan di Taman Yasmin Kebun di RT 03 RW 14 Batubesar keberadaannya ilegal untuk diperjualbelikan dalam bentuk kaveling karena belum dialokasikan dan berada di kawasan hutan lindung, manajemen PT Kayla Alam Sentosa selaku pengelola lahan tersebut angkat bicara.

Melalui direktur sekaligus project manajer, Dayat menegaskan bahwa lahan seluas puluhan hektare di Taman Yasmin Kebun tersebut bukan dibeli perusahaannya.

“Kami selaku PT Kayla Alam Sentosa di lahan tersebut, atas permintaan empat pemilik lahan atau kebun itu yakni Jumaat alias Pak Itam, Saidar, M Nuh dan Pak Hasyim untuk melakukan kerjasama menggarap kebunnya di lahan Taman Yasmin Kebun. Mereka berempatlah yang memiliki hak atas tanah tersebut berupa surat alas hak,” ujar Dayat, Minggu (16/6) pagi.

Dayat tak menyangkal bahwa lahan yang digarapnya itu dan diperjualbelikan dalam bentuk kaveling, serta dibagikan gratis ke 350 KK warga ruli yang tinggal di atas lahan Taman Yasmin Kebun tersebut, selain surat alas hak, tak ada surat bukti kepemilikan lahan lainnya.

“Saya sadar dan mengakui bahwa lahan tersebut memang berstatus hutang lindung. Namun kan bukan dari kami saja perusahaan yang menggarap lahan di atas kawasan hutan lindung. Di Batam ini ada 40 titik yang jelas-jelas kawasan hutan lindung, tapi banyak perusahaan besar yang sudah menggarap lahan itu untuk dijadikan bisnis, kenapa giliran kami, banyak yang berteriak dan mengusik keberadaan pekerjaan kami,” tanya Dayat.

Masih kata Dayat, sesuai Perpres Nomor 88 Tahun 2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan, dengan terbitnya perpres tersebut, menurutnya sudah merupakan bukti hadirnya negara untuk membantu menyelesaikan permasalahan tanah masyarakat dalam kawasan hutan.

“Perpres Nomor 88 Tahun 2017 itu kan merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pengakuan hak-hak masyarakat atas tanah dalam kawasan hutan,” terangnya.

Atas dasar itulah, pihaknya bersama pemilik lahan atau kebut datang ke Lurah Batubesar. Di sana mereka menerangkan ke Lurah Batubesar bahwa pemilik kebun meminta lahannya dibuat jadi kaveling dengan syarat, warga ruli yang sudah tinggal di lahan tersebut, wajib diberikan kaveling gratis.

“Program kami juga bukan mau menggusur warga yang tinggal di ruli Taman Yasmin Kebun. Kami hanya ingin menata mereka dan kami berikan per KK satu kaveling ukurang 8×12 gratis dan masih kami berikan uang paku Rp 1 juta, itu bagi mereka yang mau,” katanya.

Bagi warga yang tidak mampu membangun di atas lahan kaveling tersebut, lanjutnya, pihaknya siap membantu melakukan pembangunan.

“Warga yang tak mampu membangun, kami bantu mendirikan rumah dengan cara mengangsur ke kami tanpa bunga. Dari sebanyak 350 KK warga ruli Taman Yasmin Kebun, sebanyak 200 KK lebih sudah setuju untuk kami tata dan kami berikan kaveling ukuran 8×12 serta uang paku Rp 1 juta gratis. Sisanya, mereka ada yang tidak setuju kami tata dan ada yang masih pikir-pikir,” ujarnya.

Lahan seluas 77 hektare tersebut akan dijadikan sebanyak seribu lebih kaveling. Sebanyak 350 kaveling akan diberikan gratis ke 350 KK warga yang tinggal di ruli Taman Yasmin Kebun. Sisanya akan diperjualbelikan ke masyarakat Batam.

“Hitugannya dengan pemilik lahan, kami bagi hasil. Sebanyak 650 kaveling sisa itu, 15 persennya untuk empat pemilik lahan yang mengantongi surat alas hak. Wajar kalau kami dapat lebih besar, karena kamilah yang bekerja meratakan lahan tersebut,” terangnya.

Dayat mengakui pihaknya sudah mengajukan surat permohonan untuk menjual lahan dalam bentuk kaveling di Taman Yasmin Kebun ke BPN dan BP Batam berbekal surat alas hak dari empat pemilik lahan.

“Dalam pengajuan permohonan ke BPN maupun ke BP Batam pada bulan Mei 2019 kemarin, salah satu isi petikan permohonan kami adalah hendak mengajukan kaveling siap bangun (KSB) serta untuk penataan warga ruli yang ditinggal di sana. Sampai saat ini belum ada balasan,” katanya.

Bagi warga di luar ruli Taman Yasmin Kebun yang ingin membeli kaveling yang sudah digarapnya, Dayat menegaskan, pembeli untuk sementara akan diberikan bukti berupa surat hibah yang dikeluarkan PT Kayla Alam Sentosa.

“Dari surat hibah yang kami serahkan ke pembeli itulah nanti kami jadikan dasar untuk melakukan surat pengurusan lanjutan. Karena kami akan melampirkan itu semua ke BP Batam. Surat hibah itu adalah surat dari pemilik lahan dan kami untuk kami limpahkan atau serahkan ke warga pembeli kaveling yang sudah kami kerjakan,” tegasnya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya Direktur lahan BP Batam, Imam Bachroni menegaskan BP Batam sudah lama tak lagi memberikan izin peruntukan lahan kavling, apalagi sampai diperjualbelikan ke masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa BP Batam tak pernah mengalokasikan lahan ke pihak lain misalnya perusahaan pengembang. Apalagi lahan yang statusnya kawasan hutan lindung seperti di Taman Yasmin Kebun atau Kampung Anak Melayu yang berbatasan dengan Batamkota. Saya tegaskan itu penipuan yang mau mengeruk keuntungan. Itu lahan statusnya masih milik negara. Saya sudah dapat info itu yang menjual dan mengaku-ngaku,” tegasnya.

Ketua Komisi I DPRD Batam yang membidangi hukum dan pemerintahan, Budi Mardianto juga angkat bicara terkait penjualan lahan kavling ke masyarakat yang sebenarnya statusnya belum dialokasikan BP Batam dan masih berstatus hutan lindung.

“Terimakasih sudah mengingatkan dan mengangkat penjualan lahan ilegal ke masyarakat. Perusahaan yang sudah nekad berani menjual lahan negara ke warga dalam bentuk kavling, sesegera mungkin akan kami panggil ke DPRD Batam, akan kami RDP kan. Hal tersebut agar masyarakat tak semakin banyak jadi korban penipuan penjualan lahan kavling,” ujarnya. (gas)

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; MyMart Batam Centre

0

batampos.co.id – My Mart, demikian orang banyak menyebut. Sebenarnya nama aslinya ialah Calnaval Mall,  Batam Center. My Mart ialah nama salah satu toko di dalam mal itu.

Pada masanya mal pertama di Batam Center ini menjadi kawasan favorit bagi anak-anak sekolah di tahun 2000-an. Tidak hanya untuk anak-anak yang berada di seputaran Batam Center saja, tetapi juga bagi mereka yang tinggal dan sekolah jauh dari berbagai daerah.

Naik angkot cukup bilang, “My Mart.” Lalu duduk manis, sampai deh.

Agung, 31, adalah salah satunya pelajar kala itu.

My Mart yang menyediakan toko buku, swalayan Matahari lengkap dengan arena permaianan anak-anak, hingga arena permainan bowling, menjadi lokasi yang selalu didatangi bersama kawan-kawannya.

“Tiap pulang sekolah langsung main ke sana (My Mart), dari Batu Aji naik Damri ongkos Rp 500, pulangnya sore, kadang malam juga pernah,” kata Agung yang saat itu sekolah di SMPN 9 Batam yang saat ini berada di kawasan Kecamatan Sagulung, sebelum terjadi pemekaran SMP N 9 Batam ini mesih berada di bawah administrasi Kecamatan Batu Aji.

Agung menerangkan, masa remajanya kala itu sangat lekat dengan kawasan tersebut, khususnya lokasi permaianan anak-anak, time zone, dindong, bom-bom car, dan gelanggang permainan anak yang ada di kawasan yang saat ini tengah dibangun pusat perbelanjaan baru yang cukup besar di Batam.

foto: flickr

My Mart memiliki lahan yang luas tapi tak semua lahan ia manfaatkan untuk gedung. masih banyak lokasi terbuka. Tak perlu masuk ke mal. Cukup duduk sore di pelatarannya saja sudah menyenangkan. Kongkow bersama kawan tentu saja ditemani kudapan.

Zaman itu ada aneka makanan dijajakan di sana. Ada teh botol yang menggunakan botol beling dijajakn berkelilng menggunakan dorongan kecil. Pun kudapan lain, tentu saja.

Di mal ini masih ada Warnet (warung internet) juga wartel (warung telepon). Masa itu ponsel tak seramai saat ini. Masa ini internet tak pula ada di ponsel.

O iya, di Dang Merdu, lokasi di seberangnya – sekarang telah digusur- ialah pujasera. Benar-benar lokasi di sekitar situ menjadi titik kumpul warga Baam, kala itu.

Tidak hanya itu, My Mart yang sering dijadikan sebagai lokasi festival musik, menjadi daya pikat yang tidak bisa ia lewatkan. Setiap ada event di sana, Agung selalu menyempatkan diri untuk hadir.

“Kadang ikut manggung, kadang cuma nonton aja, masa-masa paling bandel waktu itu,” kata bapak satu putri ini.

Itula satu titik di Batam yang Agung suka. Kamu, titik mana yang kam suka? Kirim ke imel [email protected] ya….. ceritakan kenanganmu di sana. (bbi)

 

 

 

 

900 Pasangan Muda di Kota Batam Mengajukan Perceraian

0

batampos.co.id – Pengadilan Agama Kelas 1A Kota Batam mencatat ada 900 pasangan yang mengajukan permohonan perceraian hingga Mei 2019.

Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Batam, Bernawi mengatakan, jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan periode yang sama di 2018.

“Meskipun tak banyak, kenaikan ada. Sebagian sudah ada yang putus, sebagian lagi masih sidang dan proses administrasi,” ujar Bernawi, Sabtu (15/6/2019).

Seorang warga melihat ruangan Balai Nikah yang berada di Mall Pelayanan Publik, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kata dia, berdasarkan data yang ada penyebab perceraian didominasi faktor ekonomi hingga orang ketiga.

Menurutnya pihak perempuan yang lebih mendominasi sebagai pihak yang medaftarkan perceraian.

“Dilihat dari sidang, rata-rata yang mengajukan perceraian, usia pernikahan mereka masih sangat muda. Banyak yang menikah usia muda dan diperkirakan emosional mereka belum stabil,” pungkas Bernawi.(she)

Tekan Angka Perceraian Dengan Pendidikan Pra Nikah 

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menerapkan program pendidikan pra nikah kepada calon pengantin yang akan melakukan pernikahan di kantor urusan agama (KUA).

Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Islam Kemenag Kota Batam, Budi Darmawan, mengatakan, program pendidikan pra nikah diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan calon pengantin dalam menjalani rumah tangga.

“Bimbingan nikah ini harus ada, agar pasangan yang akan menikah tahu seperti apa nantinya hidup berumah tangga. Jadi tak mudah cerai,” ujar Budi kepada batampos.co.id, Sabtu (15/6/2019).

Seorang warga melihat ruangan Balai Nikah yang berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam Center, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, bimbingan pranikah dilakukan satu atau beberapa minggu sebelum pernikahan dilangsungkan. Bimbingan lanjutnya tidak hanya dilakukan di Kemenang, namun juga di Kantor Urusan Agama (KUA).

“Program ini memang dari Kemanag, hanya saja dana untuk bimbingan terbatas. Sehingga tidak semua (calon pengantin) bisa ikut bimbingan,” jelasnya.

Proses pelaksanaan bimbingan pranikah lanjutnya, dilakukan dengan memberikan materi Undang-Undang perkawinan dan agama.

Kemudian ketentuan dalam pernikahan, kesehatan ibu hamil dan kesehatan reproduksi, serta materi tentang penyuluhan KB dan materi keluarga sakinah.

“Materi diberikan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, demonstrasi dan problem solving,” ujarnya.

Menurutnya, terbinanya kehidupan rumah tangga sangat bergantung pada pembekalan awal sebelum calon pengantin melangsungkan pernikahan.(she)

Susahnya Melintasi Jalan Tanah yang Berada Tidak Jauh Dari RS Bhayangkara Polda Kepri

0

batampos.co.id – Sejumlah masyarakat di Kelurahan Sambau mengeluhkan kondisi jalan tanah yang berada tidak jauh dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. Pasalnya ruas jalan sangat sulit dilalui terlebih sesaat setelah turun hujan.

Kondisi badan jalan tergenang air, berlumpur serta licin.
Padahal, akses jalan tanah yang diperkirakan lebih dari 1 kilometer itu banyak dilalui warga.

Banyak pengendara yang harus melaju pelan dan hati-hati agar tidak terjatuh atau terjebak dalam lumpur. Bahkan ada yang memilih mendorong sepeda motornya karena takut terjatuh.

Ichanda, warga Perumahan Nongsa mengatakan dirinya terjatuh saat melintasi jalan tersebut. Kondisi genangan air yang cukup dalam, membuat driinnya kesulitan mengendalikan laju sepeda motornya.

Jalan tanah yang berada tidak jauh dari RS Bhayangkara Polda Kepri. Jalan ini menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat yang menetap di beberapa perumahan di kawasan tersebut. Foto; Yashinta/batampos.co.id

“Jatuh pas lewat genangan air, ternyata tanahnya berlumpur dan licin,” ujarnya kepada batampos.co.id, Sabtu (15/6/2019).

Menurut dia, kondisi jalan akan semakin sulit dilalui pada malam hari terlebih setelah turun hujan. Selain berlumpur dan licin, ruas jalan tersebut gelap.

“Penerangan cuma dari kendaraan saja,” ujarnya.
Dikatakannya, jalan tanah itu sudah ada sejak lama.
“Saya sudah tinggal di sini perumah Nongsa ini tiga tahun dan mau tidak mau harus melalui jalan itu. Rasanya kalau sudah sampai rumah jadi warga yang terisolir, apalagi kalau habis hujan,” jelasnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu ada mobil yang masuk ke dalam rawa-rawa sedalam 4 meter. “Kalau yang jatuh karena jalan licin udah sering, mobil jatuh itu baru Ramadan kemarin, ” ujarnya.

Hal senada dirasakan Niken. Dia mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut. ” Jalannya licin banget kalau habis hujan, harus hati-hati banget biar tak jatuh, ” katanya.

Niken berharap ruas jalan tersebut segera mendapatkan perhatian dari Pemko Batam.

“Kami harap bisa ditindaklanjuti keluhan kami ini. Jangan hanya jalan di Nagoya saja yang dibikin bagus,” imbuhnya.(she)