Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11237

Ketersediaan Air Jadi Syarat Mutlak

0

batampos.co.id – Ketersediaan air bersih di Batam sangat terbatas, sehingga rentan terdampak kekeringan.

Oleh karena itu, gerakan bersama untuk konservasi daerah tangkapan air dibutuhkan demi ketersediaan air di masa mendatang.

Mengelola air di Batam memiliki tantangan besar, mengingat ketersedian air baku di Pulau Batam tergantung dari curah hujan yang ditampung dalam lima dam.

ATB memiliki concern pada ketersediaan air baku yang berkelanjutan, untuk saat ini dan masa depan,” kata Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Rabu (17/7/2019).

Penambahan ketersediaan air baku, menurut Maria, menjadi mutlak bagi Batam untuk bisa eksis sebagai daerah tujuan investasi di masa depan.

Kata dia, saat ini kondisi air di Batam sangat terbatas, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Sebagai pengelola air bersih, ATB turut aktif melakukan langkah pencegahan kerusakan daerah tangkapan air melalui gerakan penanaman pohon bertajuk Festival Hijau.

“ATB tentu punya tanggung jawab moral, air harus diolah,” kata dia.

“Jika tidak, maka lebih buruk lagi dampaknya dan langkah konservasi alam sangat diperlukan untuk masa depan Batam,” terangnya.

Lebih jauh, ATB berkontribusi dengan melakukan konservasi air. Di samping itu, air yang tersedia dikelola dengan seefisien mungkin, dimana tingkat kebocoran ATB berada di angka 16 persen.

Dua petugas ATB sedang melihat debit air di Dam Seiharapan, Sekupang, beberapa waktu lalu. Upaya ATB melestarikan daerah resapan air adalah dengan menanam bibit pohon di area hutan resapan waduk secara berkesinambungan. Foto: PT ATB untuk batampos.co.id

Angka itu jauh di bawah rata-rata kebocoran nasional yang sebesar 33 persen.
Salah satu upaya ATB melestarikan daerah resapan air adalah dengan melakukan penanaman bibit pohon di area hutan resapan waduk.

Secara berkesinambungan ATB menggelar kegiatan penanaman pohon sejak 2011. Hingga 2018, ATB telah menanam sekitar 10.700 bibit pohon di berbagai area resapan air.

Tahun ini, ATB memusatkan penanaman di Hutan Dam Duriangkang dan Dam Seiharapan dengan menanam sekitar 1.000 bibit pohon.

“Kesadaran pentingnya menjaga daerah resapan air adalah untuk masa depan Batam, wilayah Seiharapan dan Duriangkang daerah resapannya sudah mengalami kerusakan yang mengkhawatirkan,” jelas Maria.

Sebagai bagian edukasi kepada masyarakat, ATB melibatkan banyak pihak dalam kegiatan festival hijau.

Hal ini bertujuan agar masyarakat bisa peduli dengan kelestarian konservasi alam khususnya di daerah resapan air.

Menggandeng BP Batam sebagai pemiliki waduk, ATB melibatkan komunitas pecinta lingkungan hidup seperti Komunitas Budaya Mangrove.

Serta sejumlah pelajar dari SMK Penerbangan Batam, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas, hingga masyarakat umum.

“Melalui Festival Hijau, masyarakat bisa melihat langsung kondisi hutan resapan air. Kesadaran pentingnya menjaga hutan resapan air dangat diharapakan,” kata dia.

“Langkah kecil ini jadi manfaat besar apabila secara bersama peduli dengan lingkungan,” ujarnya lagi.

Upaya penghijauan yang dilakukan ATB meski belum memberikan efek besar, namun setidaknya bisa memberikan kesadaran kepada semua pihak.

Bahwa, pentingnya menjaga dan melestarikan hutan resapan air yang ada agar air bersih bisa selalu tersedia.(nji)

Terkait PPDB SMA/SMK Negeri, Plt Gubernur Kepri: Tampung Semua Siswa

0

batampos.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto, memerintahkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri untuk menampung seluruh siswa yang belum mendapatkan sekolah di SMA dan SMK Negeri di Kota Batam.

Ia mengatakan, akan meneruskan program yang telah dicetuskan oleh Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun tersebut.

”Semuanya tertampung, saya sudah meminta itu ke Kepala Dinas Pendidikan,” kata Isdianto, Rabu (17/7/2019).

Semua sekolah, diminta menambahkan jumlah siswa per rombelnya. Jika biasanya, satu rombel berisikan 36 siswa maka saat ini bisa 40 siwa.

”Jumlah murid per lokalnya dimaksimalkan,” tuturnya.

Meski banyak sekolah yang mengeluhkan kekurangan ruang belajar, namun Isdianto mengatakan Pemprov Kepri telah mencanangkan untuk menambah ruang kelas baru.

Calon siswa ditemani orangtuanya antre mendaftar PPDB di SMAN 3 Batam, Senin (1/7) lalu. Disdik Kepri menyatakan semua calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri akan ditampung. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tak hanya itu, tahun depan akan dibangun 8 sekolah SMA dan SMK Negeri di seluruh Kepri.

”Tahun 2020 nanti, sebagian besar di Kota Batam,” jelasnya.

Ia mengaku akan melanjutkan seluruh kebijakan dari gubernur nonaktif yang tengah tersandung kasus hukum tersebut.

”Saya hanya melaksanakan tugas dari program yang sudah dicetuskan,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Muhammad Dali, mengatakan setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang ketiga, masih ada ratusan siswa yang belum mendapatkan sekolah.

”Kami telah evaluasi dan mencarikan solusinya,” ucapnya.

Dali juga membenarkan akan tetap melanjutkan program yang telah dicetuskan Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun.

”Betul, kami akan terus lanjutkan,” ungkapnya.(ska)

Hore, Buku Paket Pelajaran Gratis

0

batampos.co.id – Memasuki tahun ajaran baru, muncul beragam keluhan dari orang tua siswa. Salah satunya, siswa diminta membeli buku paket pelajaran.

Namun, hal tersebut dibantah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam Hendri Arulan.

Ia menegaskan, secara garis besar buku di tiap mata pelajaran sudah disediakan sekolah lewat Dana Operasional Sekolah (BOS).

”Contohnya di SMP, itu (buku per mata pelajaran) sudah dibeli dan dianggarkan melalui BOS,” katanya, Rabu (7/7/2019).

“Jadi, masing-masing siswa untuk 10 mata pelajaran telah disiapkan melalui dana bos itu,” ujarnya lagi.

Begitu juga bagi murid SD, buku setiap mata pelajaran disiapkan dan dipinjamkan kepada masing-masing murid. Di mana, murid boleh memakai selama satu semester.

”Buku ini satu berbanding satu, artinya, setiap siswa akan dipinjamkan satu buku per mata pelajaran,” jelasnya.

“Jadi totalnya ada 10 buku yang dipinjamkan sekolah di setiap semester,” terang Hendri.

Selanjutnya, tambah dia, setelah selesai tahun ajaran atau semester, siswa diwajibkan mengembalikan buku tersebut.

”Begitu seterusnya, untuk semester depan siswa SD dan SMP dapat lagi buku per mata pelajaran dari dana BOS yang dibagikan di setiap sekolah,” paparnya.

Dengan begitu, ia menegaskan, siswa tidak lagi dibebankan membeli buku kecuali buku tambahan referensi.

”Kalau buku tambahan referensi itu terserah orangtua, namun yang jelas tidak ada lagi buku yang dibebankan kepada orangtua. Baik untuk siswa SD ataupun siswa yang ada di SMP,” terang Hendri.

Para siswa Sekolah Dasar (SD) berbaris saat hari pertama masuk sekolah. Para orangtua siswa yang menimba ilmu di sekolah negeri tidak dibebankan untuk membeli buku paket pelajaran. Foto: Cecep Mulayana/batampos.co.id

Pengadaan buku melalui dana BOS ini, lanjut dia, berdasarkan jumlah siswa. Namun, terkadang ada siswa yang sudah dipinjamkan 10 buku per mata pelajaran selama semester, ternyata ada yang hilang atau rusak.

”Nanti kebijakan sekolah, apakah disuruh orangtua mengganti atau mengganti dalam bentuk buku baru atau hanya fotokopi,” jelasnya

“Dan itu kebijakan sekolah,” paparnya lagi.

Soal adanya penambahan siswa di setiap kelas, apakah buku yang bersumber dari dana BOS itu mampu mencukupi? Hendri menjawab, memang akan ada beberapa siswa yang tak akan mendapatkan buku pelajaran.

Sebab, dari rencana awal hanya 36 orang per kelas sekarang bertambah menjadi 40 orang.

”Karena bertambah, nanti ada satu dua orang siswa yang tidak tersediakan. Solusinya nanti kebijakan sekolah seperti apa,” ujarnya.

“Namun yang jelas, buku ini disediakan sekolah dipinjamkan ke siswa sesuai mata pelajaran,” paparnya.

Merlina, salah satu orangtua siswa berharap kebijakan buku dari sekolah ini bisa berlaku di setiap sekolah.

Sebab, katanya, dengan dibebankan lagi buku kepada orangtua tentu akan sangat memberatkan orangtua, apalagi saat ini memasuki tahun ajaran baru.

”Kalau semuanya dibeli berat lah. Belum lagi kebutuhan lain seperti seragam, buku dan kebutuhan sekolah lainnya,” katanya.(rng)

Sasar Generasi Milenial, Booth Daihatsu Didesign Bernuansa Memphis Art

0

batampos.co.id – Bagi Anda pecinta otomotif khususnya produk-produk Daihatsu harus menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Pasalnya tahun ini, Daihatsu akan menyugukan ekshibisi yang dapat menjadi “playground” bagi para pengunjungnya.

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, Daihatsu akan tampil beda. Kendaraan dengan ciri khas brand mobil fun, friendly, dan reliable ini akan menyasar pengunjung generasi milenial.

Daihatsu merancang boothnya bak instalasi seni modern dengan gaya Memphis Art yang saat ini ramai menghiasi dinding media sosial anak zaman now.

Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, mengatakan, selain menghadirkan jajaran mobil dan teknologi masa depan, brand yang menyandang gelar booth terfavorit GIIAS 2018 itu juga telah menyiapkan berbagai hiburan dari musisi kondang tanah air yang dapat dinikmati di akhir pekan.

Tampilan booth Daihatsu yang didisign memphis art pada GIIAS 2019. Pada GIIAS 2019, setiap pengunjung yang bertandang ke booth Daihatsu akan disuguhkan game-game menarik. Foto: Astra Daihatsu Motor

Seperti Maliq & D’Essentials pada 21 Juli 2019, HIVI pada 27 Juli 2019, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda yang menyukai dan ingin mencoba aktivitas baru, Daihatsu melengkapi boothnya dengan berbagai intercative game corner yang memadukan antara permainan dengan teknologi.

Game ini sangat asyik dan patut dicoba, terlebih bagi generasi millenial. Di antaranya game Daihatsu Artvatar, Capture your Fun, Lights Camera Action, Funtastic Pose, Lightsaber Jam, dan Bring Me Home.

Tidak hanya itu, Daihatsu juga menyediakan berbagai merchandise menarik bagi pengunjung yang sudah mengikuti game interaktif.

Daihatsu telah menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan yang pastinya fun dan fresh untuk seluruh Sahabat Daihatsu,” paparnya.

“Kami sungguh berharap seluruh pengunjung yang masuk ke booth kami dapat keluar dengan hati yang gembira,” kata Amelia.

Penasaran dengan berbagai game di booth Daihatsu pada GIIAS 2019, buruan kunjungi booth Daihatsu.(*/gun)

Sporty & Fitur Canggih, Ya…. Yamaha Free Go

0

batampos.co.id – PT Yamaha Alfa Scorpii menawarkan promo pembelian motor dalam program ”Back 2 School”. Promo ini berlaku untuk pembelian Yamaha Free Go dengan uang muka Rp 1,4 jutaan dan angsuran Rp 881 ribu per bulannya.

”Ini promo berlaku hingga akhir bulan nanti dan khusus 50 pembeli pertama. Jadi promo spesial bagu konsumen yang mau sekolah dengan motor Yamaha baru,” ujar Area Marketing Devlopment Riau dan Kepulauan Riau, Frengky, kemarin (17/7).

Yamaha Free Go motor terbaru dengan fitur canggih, dan tampilan sporty. Motor ini dilengkapi teknologi Smart Front Refuel. Di mana tanki motor berada di depan dengan kapasitas 4.2 liter, serta berbahan pelat baja.

ilustrasi

”Bahan tanki sangat kuat meski berada di bagian depan. Jadi tidak perlu turun motor saat mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak),” kata Frengky.

Keunggulan lainnya, motor ini memiliki bagasi luas hingga 25 liter. Kemudian dilengkapi Smart Key System (SKS). yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci (Keyless).

Selain itu, motor ini menggunakan full LED Headlight dan digital speedometer dengan Multi Information Display (MID) yang berisi informasi seputar sepeda motor.

”Ada teknologi forged piston dan Diasil silinder. Kemudian dilengkapi Stop dan Start System yang membuat motor mati secara otomatis saat berhenti lebih lima detik,” kata Frengky.

FreeGo menggunakan mesin 125 cc Blue Core dengan sistem intake baru dan Smart Motor Generator (SMG) sehingga dianggap akselerasi dan starter lebih halus.

”Teknologi ini membuat motor ini jauh lebih irit. Untuk harga bervariasi, dengan tipe standar, serta ABS,” kata Frengky. (opi)

PLN Tetap Siagakan Mesin BGP

0

batampos.co.id – Manajer PLN ULP Rayon Ranai Dwi Ristiono mengatakan, meski kontrak PT Bima Golden Powerindo (BGP) sudah habis, namun mesin BGP masih dibutuhkan PLN.
Keberadaan mesin pembangkit BGP ini dapat membantu suplai daya pada saat tertentu. Juga dapat dilakukan perpanjangan kontrak di saat mesin pembangkit di Ranai melakukan perawatan.

“Mesin BGP masih tetap standby di PLN karena masih diperlukan. Memang kontraknya sudah habis, tapi BGP bisa fleksibel, bisa kontrak per bulan untuk menghindari pemadaman,” ujar Dwi, Selasa (16/7).

Dijelaskan Dwi, saat ini PLN Ranai masih menggunakan suplai dari dua PLTD, termasuk dari PLTD Piang Tengah. Karena pemasangan jaringan ekspres yang terkoneksi di PLTD Pian Tengah belum selesai.

PLTD Pulau Laut saat ini sudah beroperasi 24 jam, sebelumnya PLTD ini hanya beroperasi 12 jam.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

“Tapi bulan ini ditargetkan jaringan ekspres ke PLTD Pian Tengah selesai dipasang,” ujarnya.

Dijelaskan Dwi, kontrak BGP untuk suplai daya mencapai 3 mega watt dapat digunakan pada saat beban puncak wilayah Bunguran mencapai 6,7 mega watt. Jika kondisi mesin PLN tidak dilakukan perawatan, beban tersebut bisa diatasi.

“Mesin BGP ini untuk antisipasi, sebelum jaringan ekspres ini selesai. Jika selesai, daya dari Piang Tengah sudah aman,” jelasnya. (arn)

Balada Pekerja Migran Asal NTB, hendak Menyeberang ke Malaysia, dengan Modal Duit Rp 6 Juta

0

batampos.co.id – Polisi kembali menangkap dua tekong TKI ilegal, Lobin dan Sutiadi, Minggu (14/7). Keduanya merupakan pemain lama yang sering menyeberangkan TKI ilegal ke Malaysia.

Modus yang dilakukan komplotan ini cukup sederhana, namun tempat keberangkatan selalu berubah-ubah. Hal ini untuk mengelabui petugas. Selain itu, tekong tidak lagi memberangkatkan TKI ilegal dalam jumlah banyak.

”Kadang lima, terkadang sembilan orang saja. Tak banyak seperti dulu,” kata Direktur Polisi Perairan Polda Kepri Kombes Pol Benyamin Sapta, Rabu (17/7).

Benyamin mengatakan, ada alasan tekong TKI tak membawa penumpang dalam jumlah banyak. Karena dapat melaju kencang jika dikejar kepolisian ataupun aparat lain.

”Selain itu, untuk mengelabui petugas. Jadi, seolah-olah mereka ini seperti orang yang sedang pergi memancing atau menyeberang ke pulau lain,” ungkapnya.

Kedua orang yang ditangkap memiliki peranan yang berbeda-beda. Benyamin me-ngatakan, Lobin bertugas menyiapkan kapal. Sedangkan Sutiadi bertugas memeriksa seluruh TKI yang akan berangkat.

”Barang-barang milik Pekerja Migran Ilegal ini semuanya disita dulu. Mereka mengecek bawaan para TKI,” tuturnya.

Kronologi penangkapan ini dijelaskan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga. Pe-nangkapan bermula dari informasi yang masuk dan diterima jajaran di Kapal Yudistira.

Para calon pekerja ilegal saat di MaPolda Kepri.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

”Info yang masuk itu, menerangkan ada speedboat yang keluar masuk Malaysia. Informasi ini kami dalami dan ternyata memang benar ada-nya,” ucap Erlangga.

Minggu (14/7) lalu personel Kapal Yudistira melakukan pemantauan di perairan Nongsa. Lalu, terlihat satu unit speedboat fiber yang ciri-cirinya mirip dengan informasi diterima polisi.

”Speedboat warna biru, memiliki 3 mesin masing-masing bertenaga 200 Pk,” ucapnya.

Setelah mendapatkan speedboat tersebut, personel Kapal Yudistira berkoordinasi dengan anggota Direktorat Polisi Perairan.

”Setelah ditelusuri, kami menemukan keberadaan dua tekong itu di kawasan Batam Center, tepatnya di perumahan belakang Mall Botania II. Selain menangkap dua tekong, kami juga mengamankan sembilan orang PMI yang akan diberangkatkan menuju Malaysia,” ungkap Erlangga.

Kedua tekong ini dijerat pasal 81 Undang-Undang no 18 Tahun 2017 tentang Pelin-dungan Pekerja Migran Indonesia.

”Terancam hukuman penjara 10 tahun,” ujarnya.

Dari pengakuan beberapa TKI, keberangkatan mereka dari NTB hingga ke Malaysia diminta biaya hingga Rp 6 juta. Salah seorang TKI ilegal asal NTB, Iwang mengaku, uang itu digunakan untuk membayar tiket dari kampungnya hingga ke Batam. Lalu biaya menyeberangkan mereka secara ilegal ke Malaysia.

”Saya dijanjikan akan bekerja di peternakan,” ungkapnya.

Informasi adanya lowongan kerja di Malaysia ini didapat Alif dari saudaranya yang sudah berada di Malaysia. Karena tertarik dengan tawaran tersebut, Alif mengaku mengajak dua orang saudaranya dan mertuanya untuk berangkat ke Malaysia.

Berbeda dengan Alif, TKI ilegal lainnya Iwang mengaku sudah beberapa kali ke Malaysia. Terakhir kali ia ke Malaysia menggunakan paspor pelancong. Karena sudah overstay, Iwang tak lagi bisa masuk secara legal.

”Sudah di-blacklist saya pak. Makanya masuk lewat belakang. Rencananya mau bekerja di kebun sayur,” ungkapnya.

Baik Iwang dan Alif mengaku nekad ke Malaysia karena tidak ada pekerjaan yang layak dan menghasilkan uang di kampung halamannya. Mereka ingin mengubah hidup dengan bekerja di Malaysia. (ska)

Hari Ini, Candra Ibrahim Lantik Pengurus PWI Lingga

0

batampos.co.id – Ketua PWI Provinsi Kepri Candra Ibrahim, hari ini, Kamis (17/7) melantik pengurus PWI Perwakilan Kabupaten Lingga periode 2019-2022.

Ketua panitia pelantikan, Jamariken Tambunan menga-takan, pelantikan pengurus PWI Perwakilan Lingga akan digelar di Hotel One, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga sekitar pukul 19.30 WIB.

”Persiapan sudah hampir tuntas. Mudah-mudahan semua yang dikerjakan secara gotong royong oleh kawan-kawan PWI Lingga ini berjalan sesuai rencana,” kata Tambunan, Rabu (17/7).

Selain Candra, pelantikan pengurus PWI Lingga nantinya dihadiri Sekretaris PWI Kepri Novianto, Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan yang Zakmi Piliang, serta sejumlah pengurus PWI Kepri yang lainnya.

Ketua PWI Provinsi Kepri, Candra Ibrahim. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Selain itu, Bupati Lingga Alias Wello, Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga Juramadi Esram, dan Plt Gubernur Kepri Isdianto juga dijadwalkan hadir.

“Acara pelantikan nantinya, kita akan buat dengan konsep sederhana. Namun, tidak mengurangi makna dari pe-lantikan itu sendiri,” ujar Jamariken.

Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim mengatakan, pelantikan pengurus PWI Lingga merupakan bagian dari program PWI cabang Kepri di bawah kepemimpinannya.(wsa)

Reklamasi di Kota Batam Dinilai Tidak Layak

0

batampos.co.id – Kota Batam menjadi salah satu kota dengan titik proyek reklamasi yang cukup banyak dan terus ada hingga saat ini.

Padahal masih ada lahan kosong di Kota Batam yang sejatinya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan tanpa perlu proses reklamasi itu sendiri.

Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Budi Situmorang, mengatakan, Kota Batam belum mendesak untuk dilakukan reklamasi.

Kata dia, proses pembangunan Kota Batam, harusnya bisa lebih dulu memanfaatkan lahan yang saat ini ada dan dinilai masih mencukupi.

“Masih banyak lahan kosong di Batam ini, masih ada Relang (Rempang dan Galang) yang bisa dibangun,” katanya, usai membuka workshop Pengawasn Teknis Penataan Ruang Wilayah Kepri dan Riau, Rabu (17/7/2019) sore.

“Kalau untuk kebutuhan pembangunan saya kira di sana bisa, sekarang masih jadi kebun di sana,” jelasnya lagi.

Dirjen Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Budi Situmorang. Foto: Bobi/batampos.co.id

Budi melanjutkan, secara normatif, tidak ada aturan yang melarang proses reklamasi.

Hanya saja kata dia, harus dipertimbangkan kebutuhan yang mendesak. Sehingga proses reklamasi layak dilakukan.

Selain itu lanjutnya, tindakan yang sejatinya bertentangan dengan hukum alam tersebut bisa dimaklumi.

“Kalau proses reklamasi hanya sekedar membuat atau melanjutkan pembangunan masih bisa dilakukan di lahan yang ada,” jelasnya.

Menurutnya, berbeda halnya dengan reklamasi yang dilakukan di Singapura untuk membangun Sentosa Island, maupun pembangunan bandara di Hongkong.

Area tersebut perlu dilakukan karena tidak ada lahan yang cukup.

“Kalau kita reklamasi hanya untuk membangun properti, kan sayang, biaya reklamasi itu besar,” jelasnya.

“Di Batam ini juga belum banyak bangunan flat hingga puluhan lantai, harusnya itu dulu dibangun,” kata Budi lagi.(bbi)

SMP Negeri 3 Satu Atap Segeram Natuna Kini Miliki Perpustakaan dan Laboratorium

0

batampos.co.id – Yayasan Tunas Bakti Nusantara melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang baca perpustakaan sekaligus laboratorium komputer di SMPN 3 Satu Atap Segeram, Bunguran Barat, Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (16/7/2019).

Ketua lapangan Bakti Nusantara, Sayed Fauzan, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program dari Yayasan Bakti Nusantara yang fokus meningkatkan akses dan infrastruktur pendidikan.

“Program ini kita namakan Bangun Nusantara dan kami ingin Kampung Segeram ini bisa maju dan tak ketinggalan dengan daerah lain di Natuna,” kata dia.

Pria yang juga dosen Umrah itu menyatakan, dengan adanya sarana pendidikan di Segeram, warga tidak perlu jauh-jauh mencarikan sekolah negeri.

Khususnya SMP di luar Segeram yang jarak terdekatnya belasan kilometer dari Sedanau Bunguran Barat.

Peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan dan laboratprium di SMP Negeri 3 Satu Atap, Segeram, Natuna. Foto: Istimewa

“Kami ingin berbuat kepada masyarakat Segeram dengan pembangunan yang bisa kami lakukan ini,” ujar Sayed lagi.

Segeram, lanjutnya, merupakan suatu kampung di bawah Kelurahan Sedanau Bunguran Barat.

Karena belum masuk kategori desa, Segeram tak mendapatkan anggaran desa.

“Segeram merupakan salah satu kampung tua di Natuna, dulunya ramai dihuni warga,” jelasnya.

“Namun saat ini seolah seperti kampung mati yang hanya dihuni sebanyak 30 kepala keluarga saja,” katanya lagi.

Kata dia, sebelum melakukan pembangunan, pihaknya melakukan survei lokasi. Hasilnya didapati kondisi yang dihadapi masyarakat Segeram.

“Tadinya kami ingin membangun sendiri sekolah di Segeram ini,” paparnya.

“Namun setelah kami berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan, ternyata di kementerian ada dana pembangunan untuk SMP Satu Atap,” terangnya lagi.

Dari situ, pihaknya mencoba mengajukan anggaran dengan berkoordinasi ke Dinas Pendidikan Natuna, dan Kantor Pemuda dan Olahraga Natuna.

“Bersyukur tahun 2018 lalu sekolah SMPN 3 Satu Atap Segeram bisa terbangun dengan angkatan pertama hanya ada lima siswa saja dan tahun kedua 2019 ini ada tiga siswa,” katanya.

Kata dia, apabila tidak segera dibangun gedung sekolah, Kampung Segeram lambat laun akan hilang karena ditinggal para penghuninya.

Terlebih saat ini tidak ada sarana infrastruktur pendidikan tingkat SMP di wilayah tersebut.

“Begitu dibangunkan sekolah dari dana kementerian, kami dari Yayasan Tunas Bakti Nusantara mencoba melengkapi sarana sekolah dengan membangun ruang baca perpustakaan dan laboratorium di SMPN 3 Satu Atap Segeram,” jelasnya.

“Adanya dua fasilitas ini diharapkan mampu bersaing dengan SMPN di Natuna yang lebih dulu berdiri,” terangnya.

Pihaknya bersyukur pembangunan perpustakaan dan lab komputer di SMPN 3 Satu Atap Segeram, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat serta Pemkab Natuna.
Pembangunan perpusatkaan dan lab komputer ditargetkan selesai pada 25 September 2019.

“Kami juga bekerjasama dengan PGRI pusat untuk menyiapkan dan melatih guru yang sudah ada di Segeram agar lebih meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.(gas)