Sabtu, 27 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11333

Jambret Meresahkan Warga Batam, Polisi: Kami Akan Cari

0

batampos.co.id – Kasus kriminal jalanan menjadi atensi jajaran Polsek Batuaji dan mengerahkan kekuatan penuh untuk memburu pelaku jambret, begal ataupun pemalakan.

“Antensi karena kemarin ada ibu-ibu yang dilukai,” Kanit Reskrim Polsek Batuaji Iptu Melki Sihombing, Jumat (23/8/2019).

Kata dia, pelaku merampas tas dan korban harus dilarikan ke klinik karena mengalami luka-luka.

Personel Brimob bersama mobil patroli Polsek Batuaji melintas di Jalan Brigjen Katamso, Batuaji melakukan patroli tindak kejahatan berupa begal, curas, jambret dan kejahatan lainnya. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Atas kejadian itu polisi pun mengultimatum pelaku kriminal jalanan untuk tidak lagi melakukan aksi serupa.

Jika kedapatan ataupun tertangkap basah, pihaknya akan melakukan tembak di tempat bagi pelaku penjambretan.

“Kami akan cari (pelaku penjambretan), sembunyilah sekuat-kuatnya tapi ingat kami dilatih untuk memburu dan menangkap pelaku kejahatan,” tegas Melki.(eja)

Jalan di Depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah segera Dilebarkan

0

batampos.co.id – Satu bulan menuju peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Pemko Batam menggesa pelebaran ruas Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, tepat di depan masjid tersebut.

”Kita gesa karena 20 September mendatang masjid diresmikan. Apalagi akses jalan tersebut merupakan sarana menuju area masjid, termasuk kemudahan parkir bagi pengunjung,” ujar Yumasnur, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Rabu (21/8).

Ia menambahkan, untuk kontrak proyek pelebaran jalan tersebut sampai Desember mendatang. ”Artinya akses jalan lagi kita gesa pengerjaannya sampai benar-benar rampung secepatnya,” ujarnya.

Pemko Batam mengebut pelebaran Jalan di depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

Sebelumnya, pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang menargetkan tanggal 30 Agustus ini keseluruhan proyek pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah telah rampung.

”Sebelum peresmian, maka pada akhir bulan ini sudah selesai semua, termasuk pelebaran jalan di depan masjid yang dikerjakan oleh Dinas PU (DBM-SDA),” Kata Suhar, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang.

Meskipun pengerjaan sudah hampir rampung, pihaknya sudah mengajukan anggaran perawatan masjid di pembahasan anggaran belanja dan pendapatan perubahan (APBD-P) tahun ini.

“Sudah kami usulkan biaya perawatan dan kebersihan sementara masjid. Jumlahnya tidak terlalu banyak tahun depan rencananya akan diusulkan kembali,” pungkasnya. (azz)

Sehari Jambret Beraksi Dua Kali di Kota Batam

0

batampos.co.id – Kriminal jalanan yang kembali menonjok akhir-akhir ini adalah penjambretan.

Pada Kamis (22/8/2019) terjadi dua aksi penjambretan di kawasan Batuaji dan Sagulung.

Kejadian pertama menimpa Wulan, wanita 42 tahun yang akan berangkat kerja di depan perumahan Genta II.

Ilustrasi

Wulan dilarikan ke rumah sakit karena dipukul dua penjambret yang mengendarai satu sepeda motor.

Beberapa saat setelah itu kejadian serupa terjadi di sekitaran pasar Aviari. Seorang pemuda yang sedang berjalan kaki harus kehilangan ponsel yang digenggamnya karena dirampas jambret.

Sepekan sebelumnya penjambret juga melukai seorang ibu di simpang Basecamp yang berusaha merampas tas miliknya.(eja)

2 Tim SMKN I Batam Lolos Seleknas Kompetisi Asean Skill Competition XII

0

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) I Batam keluar sebagai juara satu dan dua pada seleksi nasional (seleknas) calon kompetitor Asean Skill Competition (ASC) XII tahun 2019.

Kegiatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) itu dilaksanakan selama tiga hari mulai Selasa (19/8) hingga Kamis (22/8) di SMKN I Batam.

Dua tim yang membawahi bidang CNC Maintenance ini, akan mengikuti pelatihan dan seleksi selanjutnya untuk mewakili Indonesia di ASC XII yang akan berlangsung di Singapura pada 2020 mendatang.

“Alhamdulilah, empat anak kami (dua tim) keluar sebagai juara dalam seleknas ini. Mereka lolos untuk tahap selanjutnya,” ujar Kepala SMKN I Batam Lea Lindrawijaya, Kamis (23/8/2019).

Kata dia, seleknas digelar serentak di 10 lokasi. Yakni BBPLK Bekasi, BBPLK Bandung, BBPLK Semarang, BBPLK Serang, Hotel Horison Ultima Bekasi, Puspita Martha Beauty International School Jakarta, Universitas Bina Nusantara Jakarta, Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti Jakarta, Akademi dan Komunitas Toyota Indonesia (AKTI) Karawang, sdan SMKN 1 Batam.

Selain dua tim untuk bidang CNC Mainatance, dua tim lain yang membawahi bidang Industrial Automation dan Mekatronika yang ikut seleknas di Bekasi juga masuk sebagai juara pertama untuk kedua bidang tersebut.

“Yang di Bekasi juga lolos, semoga mereka bisa mengharumkan nama Indonesia nantinya,” ujar Lea.

Staff ahli bidang ekonomi dan SDM Kemenaker, Aris Wahyudi, menyerahkan piagam penghargaan kepada tim yang lolos seleknas Asean Skill Competition (ASC) XII tahun 2019. Foto: Eja/batampos.co.id

Ketua Panitia pelaksana Seleknas bidang CNC Maintenance di Batam, Arnov Tri Hartanto, mengatakan, dua tim SMKN I yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti serangkaian pelatihan dan seleksi lanjutan.

Di antaranya pelatihan character building dan bahasa Inggris. Pemusatan pelatihan kata dia dilaksanakan pada Oktober 2019 hingga Juli 2020.

Kemudian dilanjutkan dengan seleksi akhir untuk mendapakan satu tim terbaik untuk mewakili Indonesia.

“Ini baru permulaan, nanti dua tim ini akan digodok lagi untuk cari yang terbaik lagi,” katanya.

Staff ahli bidang ekonomi dan SDM Kemenaker, Aris Wahyudi, mengatakan, ASC XIII ini merupakan ajang untuk mengasah bakat dan minat pelajar SMK,  untuk lebih matang dan inovatif menghadapi tantangan dunia kerja kedepannya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program pengembangan SDM yang dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

“Kita berharap agar Pemerintah Daerah juga mendukung penuh kegiatan-kegiatan seperti ini sehingga kemampuan, bakat dan minat anak-anak kita benar-benar dipersiapkan,” harap Aris.

Untuk seleknas di Batam peserta yang bersaing di antaranya, SMKN I Batam, Politeknik Batam dan Yayasan Batam Skill Quality Batam.

Hasilnya, juara tim Zulfi Huda dan Ego Tri Kurniawan (SMKN I Batam) dengan nilai 98.00, juara dua tim Rizki Saputera dan Muhammar Taufiq (SMKN I Batam) dengan nilai 90.00 dan juara tiga tim Dwi Anggara Putera dab Maris Putra Pertama (Poltek Batam) dengan nilai 85.25.(eja)

BNN Kepri Tangkap Penyelundup Sabu Dari Malaysia

0

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepulauan Riau menangkap seorang terduga penyelundup narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia di perairan Berakit, Kabupaten Bintan, Kepri, Jumat (23/8/2019).

“Iya, memang ada penangkapan narkoba di wilayah kami,” kata Kepala BNN Tanjungpinang, AKBP Darsono.

Kepala BNN Tanjungpinang, AKBP Darsono. Foto: Antara

Dari hasil penangkapan itu, kata dia, petugas berhasil mengamankan lima paket sabu yang dibungkus di dalam plastik aluminium.

Namun kata dia, pihaknya belum mengetahui berapa berat barang haram tersebut.

“Untuk kronologis penangkapan, silahkan tanya langsung ke BNN Kepri,” ujarnya.

Darsono melanjutkan, usai penangkapan, pelaku berikut barang bukti langsung dibawa ke BNN Provinsi Kepri di Batam untuk proses lebih lanjut.(ant)

Tahun Depan Puskesmas Tanjunguncang Jadi Rumah Sakit Tipe D

0

batampos.co.id – Puskesmas Tanjunguncang yang baru setahun berjalan, terus berbenah. Puskesmas ini akan segera menjalani proses akreditasi, sebab tahun depan akan dijadikan rumah sakit umum bertipe D.

Puskesmas yang berada persis di depan rumah susun sewa (rusunawa) Pemko Batam Tanjunguncang I itu, telah memiliki fasilitas dan petugas medis yang memadai. Meskipun masih terbatas dengan pelayanan rawat jalan atau poliklinik, namun hampir semua kebutuhan pasien terakomodir dengan baik.

“Rawat jalan lagi dipersiapkan. Ini lagi terus dibenahi. Untuk alat dan petugas, sudah cukup maksimal. Tinggal penambahan untuk peralatan rawat inap saja,” ujar Kepala Puskesmas Tanjunguncang Nur’ani, Rabu (21/8).

Layanan medis yang tersedia di Puskesmas Tanjunguncang di antaranya; poli umum, anak, kesehatan ibu dan lansia. Pasien yang berobat umumnya terakomodir dengan baik sebab keluhan penyakit mendasar yang bisa ditangani di poliklinik yang ada di sana.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi menuturkan hal yang sama. Pembenahan Puskesmas Tanjunguncang untuk dijadikan rumah sakit bertipe D terus digodok dengan terus mengadakan peralatan dan perlengkapan medis pendukung lainnya.
“Sedang kami usahakan. Tapi tahun ini (puskesmas) yang di Kampung Jabi dulu kita naikkan jadi rumah sakit tipe D. Tahun depan baru Tanjunguncang. Mau diakreditasi dulu yang Tanjunguncang itu,” ujar Didi.

Petugas medis di Puskesmas Tanjunguncang, sebut Didi, sudah mencukupi. Ada 20 orang. Petugas akan ditambah jika puskesmas tersebut membuka layanan rawat inap atau naik jadi rumah sakit tipe D nantinya.

Step by step (bertahap) kita benahi. Nanti akan dilengkapi jika sudah jadi rumah sakit,” kata Didi.

Meskipun masih berstatus puskesmas melayani pasien rawat jalan, sejauh ini pelaya-nan di puskemas tersebut sudah berjalan dengan baik. Pasien yang dilayani bisa di atas 100 orang per hari.

Suyanto, tokoh masyarakat Tanjunguncang menyambut baik rencana menaikkan status puskesmas ke rumah sakit tersebut. Dia berharap agar rencana itu benar direalisasikan sebab untuk rawat inap memang belum ada di wilayah Tanjunguncang.

Selama ini, pasien rawat ini harus dilarikan ke Puskesmas Batuaji ataupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.

“Itu bagus karena selama ini kami kesusahan mencari rumah sakit rawat inap. Di sini (Tanjunguncang) yang ada rawat inap baru satu klinik swasta. Semoga ini benar-benar direalisasikan supaya tak perlu jauh-jauh lagi cari rumah sakit,” ujar Suyanto. (eja)

Antara HUT RI dan Singapura

0

CATATAN saya pekan ini, bukan hanya kecil, tapi kurang penting. Soal remeh-temeh. Tentang kehadiran saya pada malam resepsi peringatan ulang tahun kemerdekaan Singapura di sebuah hotel di Batam, pekan lalu. Acaranya sendiri adalah peristiwa penting. Sakral. Namanya saja kan peringatan kemerdekaan sebuah negara. Saya diundang rutin setiap tahun oleh Konsulat Singapura.

Malam itu, Kamis (15/8), saya agak terlambat sampai ke lokasi. Maklum, di undangan tertera jam acaranya pukul 18.30 WIB.

Waktu Magrib kan agak malam. Jadi, saya salat dulu baru meluncur ke lokasi di sebuah hotel di bilangan Nagoya, Batam.

Sampai di sana, ternyata acara sudah berlangsung. Pesta peringatannya sendiri ala standing party. Tamu makan dan minum sambil berdiri. Ini kurang cocok dengan saya.

Haha.

Saya bertemu beberapa pesohor, selain tuan rumah, menteri Singapura dan beberapa pejabat dan staf Konsulat. Ada Asisten Setdaprov Kepri Syam-sul Bahrum, Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi, pengusaha Abidin, mantan Kepala OB Ismeth Abdullah, mantan Wagub Soerya Rrespationo, anggota DPRD Kepri Asmin Patros, anggota DPRD Batam Helmy Hemilton, Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi, Asisten Setko Batam Zarefriadi, Ketua PMI Batam Ibu Sri Soedarsono, Ketua PG Batam Ruslan Ali Wasyim, dan banyak lagi nama beken lainnya dari kalangan pengusaha.

Malam itu, suasana peringatannya berlangsung sederhana. Hanya ada beberapa kali penampilan paduan suara. Sesi pidato pun tak berlama-lama. Dekorasi ruangan dan pakaian tetamu didominasi merah. Mirip peringatan HUT RI saja. Warna bendera Singapura dengan Indonesia memang ada kemiripan. Merah dan Putih. Bedanya pada bulan dan bintang saja.

Saya sempat berbincang beberapa saat dengan Ismeth Abdullah.

Dia berbisik ke saya, “Provinsimu ini salah urus. Salah urus. Pertumbuhan ekonominya lambat, lapangan kerja susah”.

Saya hanya tersenyum. Tapi saya singgung soal rencananya nyalon di Pilkada Kepri 2020. Dia balik tersenyum dengan mengangkat kedua tangannya. Khas Ismeth.

Saat berpapasan dengan HM Soerya Respationo, saya menyapa dan menyalami ketua DPD PDIP Kepri itu. Tak jauh dari kami berdiri nampak Asmin Patros dan Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak. Soerya berkata kepada saya, “Nanti kita ketemu ya, Mas?”

Ah, itu hanya nukilan pertemuan singkat di sela pesta kemerdekaan Singapura di tanah Batam. Tak ada yang istimewa dari acaranya. Namun, karena di situ para pesohor bertemu dari berbagai latar belakang profesi, maka dia menjadi ajang lobi-lobi. Tapi sambil berdiri.

Hehehe.

Sejak memimpin di redaksi Batam Pos tahun 2005-2008, hingga kini (ketika tidak lagi di redaksi), saya selalu diundang oleh Konsulat Singapura. Mereka punya database orang-orang yang mereka anggap perlu diundang. Soal database ini, Singapura jangan ditandingi.

Kebetulan saya adalah salah satu alumni ELC (English Language Course) Singapura, 10 tahun yang lalu. ELC ini semacam kursus singkat Bahasa Inggris yang diselenggarakan pemerintah Singapura bersama Mediacorp, grup media milik pemerintah. Syamsul Bahrum masih tercatat sebagai ketua alumni di Kepri. Di Kepri dan Riau, ada ratusan alumni ELC Singapura. Sayang, program tersebut tak terdengar lagi belakangan ini. Padahal, saya merasa, ELC adalah salah satu saluran awal ketika saya dapat kesempatan keliling Amerika (program IVLP) dua tahun kemudian atas inisiasi Kemenlu Amerika.

Sisi positif sebagai alumnsi ELC, sampai hari ini, tak pernah sekalipun saya tertahan di pintu masuk Singapura, baik jalur laut maupun udara. Sebab, mungkin kami yang alumni ELC, tercatat rapi dalam database mereka dan dianggap “clear and clean”, hehehe. Begitu juga ketika keliling Amerika, dulu itu, ada teman yang tertahan di secondary inspection, saya aman saja.

Kembali ke peringatan HUT Singapura, saya merasa diper-lakukan secara baik, diundang setiap tahun, meskipun beberapa kali saya abstain. Meskipun juga saya tak pernah dapat penghargaan apapun dari negara tersebut.

Beda dengan peringatan HUT RI di sini, walaupun saya penerima Anugerah Batam Madani 2018 (penghargaan dari Pemko Batam), baru tahun ini panitia “lupa” mengundang saya. Hahaha...(*)

 

Berikan Pelayanan Prima Demi Puaskan Hati Peserta

0

batampos.co.id – Memberikan pelayanan prima kepada peserta merupakan salah satu
misi BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan terbaik kepada peserta dan masyarakat.

Dengan memberikan layanan prima khususnya dalam pelayanan di kantor cabang,
diharapkan setiap peserta merasa puas karena mendapatkan pelayanan yang baik sesuai
dengan yang peserta harapkan.

Frontliner Supervisor BPJS Kesehatan Cabang Batam, Cory Cintami, mengatakan, untuk mewujudkan pelayanan yang prima di kantor cabang, pihaknya melakukan
berbagai upaya.

Di antaranya roleplay, briefing, uji pemahaman regulasi dan pemantauan kinerja frontliner melalui aplikasi waktu tunggu layanan.

“Kita rutin melakukan upaya-upaya di atas, untuk mengoptimalkan performa frontliner,
karena frontliner lah yang menentukan bagaimana pelayanan yang diberikan kepada
peserta,” ungkap Cory.

Cory menjelaskan, pihaknya melakukan roleplay dengan bermain peran antar frontliner. Di dalam roleplay tersebut kata dia, ada yang berperan sebagai peserta sementara yang
lain menjadi petugas.

Pada akhir roleplay setiap frontliner akan memberikan feedback kepada lawan mainnya. Sehingga setiap frontliner mengetahui kekurangan masing-masing dan kembali berpedoman kepada regulasi terkait pedoman standar pelayanan peserta.

Pegawai BPJS Kesehatan sedang meminta peserta melakukan survei kepuasan pelanggan. Foto: Humas BPJS Kesehatan Cabang Batam untuk batampos.co.id

Pedoman tersebut juga biasanya dibahas bersama frontliner melalui uji pemahaman dan
bedah kasus.

“Selain roleplay dan uji pemahaman, kami juga melakukan evaluasi harian berupa briefing. Tidak hanya dengan frontliner tapi juga security yang membantu dalam proses pelayanan. Biasanya kami membahas permasalahan yang ada setiap harinya, dan mencari solusi bersama,” kata Cory.

Tidak cukup dengan upaya tersebut, Cory juga melakukan pemantauan terhadap waktu
layanan setiap frontliner melalui aplikasi CSTI (Customer Service Time Index).

Hal ini untuk memastikan waktu tunggu dan waktu layanan kepada peserta, sehingga peserta dilayani sesuai dengan SLA (Service Level Agreement).

Anita Sari salah satu peserta yang memperoleh layanan di kantor cabang mengakui puas
dengan layanan yang diberikan. Bagus, cepat dan sesuai harapan.

Frontliner jelas menyampaikan segala sesuatu, proses pendaftaran juga berjalan cepat
sehingga tidak perlu menunggu lama,” ungkap Anita.

Hal yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan Cabang Batam ini dibuktikan dengan kedudukan
di posisi 10 besar Performa Pelayanan Prima seluruh Indonesia.

Harapannya pelayanan yang diberikan kepada peserta dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.(*)

Terkait Lokasi Ibu Kota Baru, Presiden Jokowi – Menteri Tak Satu Suara

0

batampos.co.id – Silang pendapat antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan menterinya kembali terjadi. Kali ini perbedaan terjadi terkait penetapan lokasi pemindahan ibu kota negara yang baru.

Pada Kamis (22/8) siang, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil menyebut pemerintah sudah memutuskan lokasi ibu kota negara akan pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

’’Iya, Kalimantan Timur. Benar,” kata Sofyan, kemarin.

Namun, Sofyan masih mengunci rapat di mana persisnya lokasi ibu kota baru tersebut. Dia tak ingin membocorkan lokasi tersebut sebelum memastikan ketersediaan lahan di lokasi itu.

“Tapi belum tahu lokasi spesifiknya di mana,” kata Sofyan.

Di hari yang sama, pernyataan Menteri Sofyan ini dibantah Presiden Jokowi. Presiden menegaskan pemerintah belum menentukan dan memutuskan provinsi mana yang akan menjadi ibu kota baru karena masih ada kajian yang belum komplet.

“Masih tunggu satu atau dua kajian,” kata Jokowi di Istana Bogor, Kamis (22/8).

Presiden enggan menjelaskan, lebih detail apa kajian yang belum komplet itu. Namun menurut dia, kajian tersebut sampai saat ini belum ia terima.

Oleh karena itu, belum ada keputusan dan pengumuman resmi dari pemerintah soal lokasi persis ibu kota baru. Pemerintah baru sebatas menentukan bahwa ibu kota pengganti DKI Jakarta akan ada di Pulau Kalimantan.

“Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu, dua kajian belum disampaikan kepada saya,” kata Jokowi lagi.

Presiden Jokowi sebelumnya telah mengumumkan secara resmi rencana pemindahan ibu kota negara itu saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD dan DPR 2019, Jumat (16/8) lalu.

Saat itu, Jokowi meminta izin kepada anggota legislatif untuk memindah ibu kota negara ke Kalimantan dengan alasan pemerataan pembangunan. Pemerintah berharap pemindahan ibu kota membuat pembangunan tidak lagi berpusat ke Jawa atau Jakarta, tapi juga menyebar ke daerah lain.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyampaikan, ada beberapa daerah yang menjadi alternatif lokasi baru ibu kota negara. Antara lain Sumatera bagian timur, Kalimantan, dan Sulawesi bagian selatan yang secara risiko kebencanaannya rendah dan dianggap bebas dari potensi gempa bumi.

“Kami pertimbangkan untuk jadi calon ibu kota karena risiko kebencanaan Jawa tinggi. Ekonominya juga supaya tidak terpusat di Jawa terus,’’ kata Bambang pada akhir April lalu.

Ilustrasi. Bus Transjakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Namun, anggapan bahwa Kalimantan bebas potensi gempa, terutama Kalimantan Timur, langsung terbantahkan. Tahun ini saja sudah terjadi gempa bumi di Kalimantan Timur, tepatnya pada Minggu (19/5) lalu.

Lindu dengan magnitudo 4,1 mengguncang sebagian wilayah di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur pada pukul 20.13 WIB. Gempa tersebut membuktikan bahwa semua pulau yang berada di Indonesia memiliki potensi gempa bumi, tak terkecuali Pulau Borneo yang digadang menjadi lokasi ibu kota baru.

Kejadian gempa bumi Mei lalu juga mematahkan anggapan di tengah masyarakat menyebutkan bahwa tak ada gempa bumi di Kalimantan.

Terkait gempa ini, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membenarkannya. Melalui akun resmi Twiter-nya, @infoBMKG, BMKG mengakui telah terjadi gempa magnitudo 4,1 pada Mei lalu di Paser, Kalimantan Timur.

“Tapi tidak kami informasikan karena kekuatannya di bawah magnitudo 5,0,” tulis BMKG di akun @infoBMKG, Kamis (22/8).

Sementara Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengungkapkan bahwa Pulau Kalimantan cukup sering dilanda gempa. Hanya saja, kekuatan gempa yang terjadi di Kalimantan umumnya kecil.

“Tetapi beberapa gempa merusak hingga memicu tsunami juga ada di daerah Sangkulirang ke utara hingga Tarakan,” kata Daryono, belum lama ini.

Daryono menambahkan, BMKG telah mencatat setidaknya ada sembilan gempa bumi dengan kekuatan signifikan yang terjadi di Kalimantan. Gempa tersebut bahkan juga menimbulkan serangkaian kerusakan.

Dalam catatan BMKG, gempa pertama di Pulau Kalimantan terjadi pada 14 Mei 1921 di Sangkulirang. Dampak gempa Sangkulirang dilaporkan memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, yang artinya bangunan banyak yang mengalami rusak sedang hingga berat.

Gempa bumi kedua terjadi pada 19 April 1923 di Tarakan, Kalimantan Timur. Gempa Tarakan ini memiliki kekuatan magnitudo 7,0 dan dampak guncangannya mencapai skala intensitas VII-VIII MMI. Gempa ini menyebabkan banyak kerusakan bangunan rumah dan rekahan tanah di Tarakan dan sekitarnya.

Dua tahun setelahnya, Tarakan kembali digoyang gempa, tepatnya pada 14 Februari 1925. Guncangan gempa ini dilaporkan mencapai sangat kuat mencapai skala intensitas VI-VII MMI dan merusak banyak bangunan rumah di Tarakan.

Pada 28 Februari 1936, Tarakan lagi-lagi diguncang lindu besar. Gempa kuat yang ketiga kalinya ini terjadi dengan kekuatan magnitudo 6,5. Lalu pada 26 Oktober 1957, Kalimantan Timur diguncang gempa dan tsunami. Guncangan gempa yang terjadi waktu itu dilaporkan juga memicu tsunami dengan tinggi kurang dari dua meter.

Semenjak 1957, dalam kurun 50 tahun setelahnya tidak ada gempa besar yang terjadi di Kalimantan. Gempa bumi baru mengguncang lagi pada 5 Februari 2008 yang terjadi di Pulau Laut, Kalimantan.

“Gempa berkekuatan M 5,8 ini dirasakan guncangannya cukup kuat di Pulau Laut, Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, dan Batulicin,” kata Daryono.

Selanjutnya, pada 21 Desember 2015, Kalimantan Timur diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 6,1. Pusat gempa terletak di laut dengan jarak 29 kilometer arah timur laut Tarakan. Gempa susulannya mencapai sebanyak 16 kali dan merusak banyak bangunan rumah.

Kemudian pada 24 Juni 2016, giliran warga Kendawangan, Kalimantan Barat, merasakan gempa dengan kekuatan magnitudo 5,1. Sumber gempa terdeteksi berjarak 128 kilometer arah barat daya Kabupaten Sukamara. Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan akibat gempa ini.

Tahun lalu, tepatnya pada 14 Juli 2018, giliran wilayah Katingan, Kalimantan Tengah yang diguncang gempa dengan kekuatan magnitudo 4,2. Menurut Daryono, gempa ini merupakan gempa kerak dangkal akibat sesar lokal.

“Gempa ini menyebabkan rumah rusak,” ujarnya. (JPG)

SKK Migas Dukung Program PWI Peduli

0

batampos.co.id – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Sumatera Bagian Utara (SKK Migas Sumbagut) mendukung program Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Peduli.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis, mengatakan, pihaknya akan memberikan dukungan kegiatan sosial yang digagas PWI.

“Kita dukung program ini (PWI Peduli),” katanya saat bersilahturahmi dengan pengurus PWI Kepri di lantai II, Gedung Graha Pena, Kota Batam, Jumat (23/8/2019).

Avicenia mengatakan, tujuan pihaknya bertemu dengan pengurus PWI Provinsi Kepri selain bersilahturahmi juga untuk menyampaikan fungsi dari perwakilan SKK Migas.

“Ada 4 fungsi perwakilan SKK Migas, di antaranya sebagai akselerator dan fasilitator, memproduksi, mengawal dan menghadirkan cadangan baru,” ujarnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Avicenia Darwis (pakai batik) memberikan cenderamata kepada Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Avicenia menuturkan, di Provinsi Kepri, wilayah kerja SKK Migas Sumbagut berada di dua kabupaten yaitu Natuna dan Anambas.

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim, menyampaikan pengurus PWI Kepri saat ini ada sekitar 70 orang dan sudah ada di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kepri.

“Bulan depan kita akan melantik pengurus PWI Kepri di Anambas,” jelasnya.

Candra berharap, SKK Migas nantinya terbuka dalam memberikan informasi kepada para wartawan yang ada di Provinsi Kepri.

Selain itu, Candra, menyampaikan seluruh media di Indonesia diakui di dewan pers apabila sudah lulus verifikasi.

“Ada dua verifikasinya yaitu administrasi dan faktual,” ujarnya.

SKK Migas Sumbagut melakukan kunjungan dengan pengurus PWI Kepri. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tidak hanya media, kata Candra, para wartawan juga wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

“UKW ini dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat Muda, Madya hingga Utama,” paparnya.

Kata Candra, dalam menjalankan tugas, wartawan dilindungi UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Namun jika ada wartawan yang menjalankan tugas sesuai dengan UU Pers, tetap dapat diberikan sanksi oleh dewan pers.

“Sanksi yang diberikan bisa sampai rekomendasi pemecatan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Candra Ibrahim didampingi Sekretarsi PWI Kepri, Novianto, Bendaraha PWI Kepri, Andi dan pengurus PWI Kepri lainnya.(nto/esa)