Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11518

Penghuni Kios Liar Diminta Pindah

0
Pemotor melintas dekat deretan kios liar di Jalan Trans Barelang, Tembesi, Sagulung).
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pihak Kecamatan Sagulung kembali mengingatkan pemilik dan pedagang yang menempati kios liar di Simpang Barelang agar segera pindah. Pasalnya, kawasan tersebut akan dibersihkan usai Pemilihan umum (pemilu) nanti untuk dilebarkan.

Sekretaris Kecamatan Sagulung Hardianus mengatakan, pihaknya berkomunikasi dengan pemilik kios liar di kawasan itu agar tidak menghambat proyek peningkatan akses jalan.

”Beberapa tahapan pendekatan sudah kami lakukan dan masih terus berjalan sampai saat ini. Selain itu, tim akan mendata secara pasti berapa banyak kios-kios liar di sana,” kata Hardianus, kemarin.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, simpang tiga itu akan dilebarkan. Tujuannya untuk kelancaran arus lalu lintas dan juga mempercantik wajah perkotaan di simpang menuju kawasan wisata Barelang.

”Sudah pasti ini (pelebaran). Pak wali sendiri sudah menyampaikan, masyarakat semua harus mendukung karena untuk kepentingan bersama,” tutur Hardianus.

Pantauan di lapangan, puluhan kios liar yang berjejer di Simpang Barelang masih berdiri tegak hingga Minggu (17/3) kemarin. Kios-kios tersebut berdiri di atas row jalan dan bahkan ada yang memakan bahu jalan. Ini dikeluhkan pengguna jalan sebab kerap menyebabkan kemacetan.

Pemilik kios liar mengaku sudah mendapat informasi rencana penertiban itu, namun mereka belum mendapat peringatan apapun sehingga tetap berjualan seperti biasanya.

”Belum ada peringatan dan pemberitahuan. Kalaupun nanti digusur ya tak apa-apa asalkan ada solusi yang tepat,” ujar Heru, seorang pemilik kios. (eja)

Jangan Kotori Pantai!

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama unsur TNI dan Polri menggelar gotong royong bersama membersihkan pantai di Tanjunguma, tepatnya di seberang Harbour Bay, Batuampar, Minggu (17/3) pagi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengajak masyarakat sadar akan kebersihan, termasuk tidak mengotori pantai dengan sampah.

“Pantai merupakan destinasi penting dalam pengembangan wisata bahari kita. Jangan buang sampah sembarang, urainya lama bisa bertahun-tahun,” kata Ardi, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie mengatakan, kegiatan ini merupakan puncak rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional tahun 2019. Rangkaiannya sudah dilaksanakan sejak Februari lalu, dari workshop lingkungan hidup, penanaman bakau hingga gotong royong muara sungai di Bengkong bersama Polda Kepri dan unsur muspida lainnya.

“Yang ini (gotong royong di pantai Tanjunguma) juga turut serta pihak kepolisian dan TNI. Lebih kurang 1.500 orang yang ikut dalam kegiatan ini,” sebut Herman.

Ia menyebutkan sampah yang mengotori di lokasi pantai tersebut disebabkan tiga faktor utama. Di antaranya, karena merupakan tempat bermuaranya sampah yang dibuang sembarang dalam parit dari wilayah Nagoya dan Jodoh. Lalu, kesadaran masyarakat sekitar juga rendah dengan langsung membuang sampah ke pantai.

“Jadi sampahnya menumpuk di sini (pantai, red),” ujarnya.

Untuk itu, di samping gerakan serupa akan secara terus menerus dilakukan ke depan, Herman mengajak masyarakat turut andil menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang.

Maka dari itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kecamatan hingga kelurahan agar melakukan sosialisaisi yang masif terkait betapa pentingnya menjaga Batam dari sampah.

“Kalau setiap orang sadar, maka paling tidak sampahnya berkurang. Akan tetapi kalau oknum yang membuang sampah sembarang banyak, kan repot,” ucapnya.

Sejatinya, lanjut dia, Batam sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. Namun dalam praktiknya belum dipahami semua pihak, termasuk masyarakat sendiri. Kini, Pemko Batam juga tengah merancang Peraturan Wali Kota (Perwako) tentang penggunaan sampah plastik yang ditujukan bagaiaman mengendalikan penggunaan sampah plastik di Batam.

“Yang perda tadi, kami tetap insentifkan yustisi walau tidak untuk menghukum. Namun paling tidak memperingatkan,” tegasnya. (iza)

Tentang Panas Melingkupi Batam

0

batampos.co.id – Sri Junianti, 36, terlihat tergopoh menuju tempat duduk di bawah pohon jambu, di pekarangan rumahnya di Baloi Kolam, Batam, Kamis (14/3) sore lalu. Cuaca panas yang menyengat sore itu mem­buat badannya gerah sehingga ia memilih keluar rumah untuk mencari angin.

Tak hanya gerah, cuaca panas itu juga memicu alergi panasnya kambuh. Seluruh tubuhnya terasa gatal karena biduran.

“Panas sekali. Tak tahan saya. Kipas sudah tak mempan. Yang ada anginnya malah tambah panas,” ungkapnya sambil menggaruk tangannya.

Sambil merapikan hijabnya, sesekali ibu tiga anak ini melap peluh di kening dan lehernya. Sudah hampir seminggu ia mengalami alergi panas. Kalau alerginya itu kambuh, seluruh tubuhnya dipenuhi biduran. Bentolan di mana-mana. Rasa gatal menjalar di sekujur tubuhnya. Makin digaruk justru akan semakin gatal dan panas.

“Kalau keringat, sakitnya naudzubillah,” ungkapnya.

Tak hanya dia, dua anaknya juga sudah dua hari ini demam.

“Yang paling kecil itu demam sehabis bermain bola. Pulang sekolah, panas-panas main bola. Demamlah dia. Tadi tak sekolah,” ujar Sri.

Bukan hanya Sri dan anak-anaknya, warga lain ternyata juga merasakan dampak dari panasnya cuaca di Batam akhir-akhir ini. Bagir Abunumay, 34, salah satunya. Warga Batuampar ini mengaku sering merasakan sakit kepala. Terutama jika banyak beraktivitas di luar ruangan.

“Malas jadinya keluar rumah,” ujarnya.

Bagir mengaku, akhir-akhir ini kondisi tubuhnya juga menjadi cepat lelah.

“Lihat aplikasi di ponsel saja, siang hari suhu sampai 34 derajat celcius. Bahkan disaranin jangan terpapar sinar matahari terlalu lama karena intensitas sinar ultra violetnya tinggi dan bisa mengakibatkan sunburn,” jelasnya.

Mengatasi masalah panas yang mengakibatkan daya tahan tubuhnya menurun ini, Bagir mengaku lebih banyak minum air putih dari jumlah biasanya, dan juga mengkonsumsi minuman vitamin C.

Yang dialami Juli Yuesti lebih parah lagi. Sudah tiga hari ini dia harus menunggui putrinya, Mariam, di ruang Fransiskus, Rumah Sakit Elisabeth, Batam Kota. Putri semata wayangnya mengalami demam dan muntaber.

“Awalnya demam, lemas, dan muntah-muntah. Dalam sehari bisa sampai enam kali muntahnya. Awalnya kami kira karena cuaca panas. Kan sudah berminggu-minggu teriknya matahari tak manusiawi,” ujar Juli, Jumat (15/3) lalu.

Juli mengaku sempat merawat anaknya tersebut di rumah. Namun karena tak kunjung membaik, maka mereka membawanya ke rumah sakit.

“Hari kedua, oleh dokter dinyatakan muntaber. Karena salah makan juga. Tapi ini sudah mau pulang. Kondisinya sudah membaik,” ungkapnya.

***

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hang Nadim Batam mencatat, Batam saat ini tengah mengalami kondisi cuaca ekstrem. Terjadi peningkatan gelombang suhu panas, dimana suhu tertinggi di Maret berjalan ini mencapai 33,9 derajat Celcius. Pada kondisi siang hari, suhu panas ini bisa ditandai dengan gelombang fatamorgana yang bisa dilihat langsung secara kasat mata.

“Suhu bisa mencapai 33,9 derajat Celcius, tapi ini belum puncaknya. Prakiraan, suhu tertinggi di Batam nanti terjadi pada 20 Maret mendatang. Tanggal tersebut merupakan puncak terdekat matahari berada persis di tengah garis ekuator,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Hang Nadim Batam, Suratman di Nongsa, Jumat (15/3) lalu.

Suratman menyebutkan, Indonesia yang beriklim tropis mengalami dua kali kulminasi panas dalam setahun. Terjadi pada rentang Maret dan September. Siklus ini, menurutnya, merupakan kejadian alam yang normal. Jadwal biasa dalam setiap periodiknya. Karena secara astronomis, Indonesia terletak di garis ekuator. Atau di Indonesia biasa disebut garis khatulistiwa karena berada pada posisi lintang 0 derajat bumi.

“Nah Batam adalah kondisi terdekat dengan Riau yang dilalui garis khatulistiwa selain Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, dan Papua,” kata dia.

Dilihat dari klimatologi, pada Maret, posisi matahari bergerak ke arah ekuator, sehingga membuat suhu lebih panas dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Apalagi letak geografis Batam ini pulau.

“Dikelilingi lautan, jadi saat proses penguapan air laut akibat terik matahari, suhu panas meningkat dari biasanya,” jelasnya.

Tak hanya Batam, negara tetangga seperti Singapura juga mengalami masalah cuaca panas. Badan Meteorologi (MSS) Negeri Singa tersebut memperkirakan, cuaca panas terik ini akan berlangsung hingga akhir Maret mendatang.

Dilansir dari Channel News Asia pada Sabtu (16/3) lalu, Direktur Umum MSS Wong Chin Ling mengatakan, gelombang cuaca panas sejak Februari ini merupakan salah satu suhu terpanas dalam 90 tahun terakhir di Singapura.

“Suhu terendah 24 derajat Celcius, dan suhu tertinggi hingga saat ini 34 derajat Celcius. Puncaknya, ada satu periode bar di Maret dimana suhu maksimum harian bisa tercatat dengan rekor tertinggi 35,7 derajat di Choa Chu Kang, dan suhu terendah 21,5 derajat Celcius di Admiralty,” ujarnya.

Gelombang cuaca panas ini mengakibatkan curah hujan sangat sedikit baik di Singapura, maupun di kawasan terdekatnya. “Curah hujan masih cenderung jauh di bawah normal. Tapi, ada saat-saat tertentu, hujan turun dengan deras disertai petir dan angin kencang. Tapi dalam skala yang sangat singkat sekali. Pada malam hari,” ungkapnya.

Menurutnya, cuaca saat ini lebih panas dari biasanya karena massa udara yang lebih kering dari Samudra Pasifik yang membentang di kawasan Asia Tenggara. Kondisi seperti ini, menurut MSS bisa mengakibatkan mahluk hidup rentan dehidrasi. Umumnya ditandai tumbuh-tumbuhan yang sangat cepat layu.

Senada dengan pernyataan tersebut, Suratman menyebutkan, kondisi cuaca dengan terik matahari yang menyengat ini juga diakibatkan persebaran awan cumulus yang jumlahnya sangat sedikit di langit Batam. Rendahnya kuantitas awan ini diakibatkan kelembapan (humidity) udara di lapisan atas cenderung rendah, ditambah tekanan angin dari arah timur laut sangat tinggi, mencapai kecepatan maksimal 18 knot.

“Atmosfir tak stabil. Selain memupuskan pertumbuhan awan, otomatis membuat potensi hujan jadi lebih sedikit. Istilahnya, gimana awan mau tumbuh, sebelum terbentuk saja sudah ditiup angin,” jelas Suratman.

Dari pantauan Stamet Hang Nadim di Nongsa, tercatat dari 7 hingga 14 Maret, suhu tertinggi tercatat 33,9 derajat celcius yang terjadi Selasa (12/3) lalu.

“Pada 7 Maret suhu tercatat 32,8, lalu 8 Maret 32,3 derajat Celcius, 9 Maret 32,4 derjat Celcius, 10 Maret 31,8 derajat Celcius, 11 Maret 32,7 derajat Celcius, 12 Maret 33,9 derajat Celcius, 13 Maret 32,6 derajat Celcius dan 14 Maret 32,8 derajat Celcius,” katanya.

Suhu di Maret, kata Suratman, cukup tinggi dibandingkan Januari dan Februari lalu. Di Januari suhu rata-rata tercatat 27,9 derajat Celcius. Suhu paling tinggi di Januari, 32,9 dengan kelembaban 78 persen. Sedangkan, Februari suhu rata-rata tercatat 28,2 derajat, suhu tertinggi 32,5 derajat.

“Sepanjang tahun 2018, suhu tertinggi itu Oktober, 34,6 derajat Celcius dan terendah di Januari 21,2 derajat celcius,” kata Suratman.

Suratman mengatakan dilihat dari siklus 30 tahunan yang telah tercatat di Stamet Hang Nadim, kondisi cuaca panas seperti ini merupakan fenomena biasa. Tapi meski pun statusnya fenomena biasa dalam BMKG, pihaknya tetap mengimbau supaya masyarakat tidak sembarangan membakar hutan, atau membuang puntung rokok.

“Selalu jaga kesehatan di cuaca kering seperti ini,” ujarnya.

***

Cuaca panas, tak bisa dipungkiri, sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan manusia. Alasannya, perubahan suhu bumi yang terjadi mendadak akhir-akhir ini di Batam, banyak menimbulkan penyakit. Mengapa?

“Ketika suhu bumi meningkat, tubuh kita tak serta merta bisa cepat beradaptasi terhadap perubahan suhu tersebut,” kata dokter Umum Rumah Sakit Elisabeth Lubukbaja, Yocki Verinico Simamora, di Baloi, Jumat (15/3) lalu.

Akibatnya, kata dr Yocki, akan terjadi mal dan dehidrasi. Ketika dehidrasi terjadi dan tak langsung ditangani, asupan oksigen berkurang ke otak dan juga ke darah, sehingga mengakibatkan imunitas melemah. Dampak selanjutnya sangat mungkin akan timbul penyakit.

“Paling berbahaya bisa pingsan,” kata dr Yocki.

Menurut Yocki, cuaca panas dengan suhu ekstrim saat ini bisa menyerang siapa saja, baik balita, anak-anak, hingga dewasa. Namun umumnya yang paling rentan anak-anak usia sekolah. Hal itu juga yang terlihat dari catatan pasien yang datang ke rumah sakit di tempat ia bekerja.

“Setiap yang datang ke sini, paling banyak keluhannya pusing dan demam. Suhu tubuh rata-rata pasien anak-anak yang kami periksa 37,5 derajat. Ukuran segitu, cuma pengaruh dehidrasi. Kan kalau kita dehidrasi, tak mampu lagi menetralisir suhu dalam tubuh, akibatnya pasti demam,” ujar dokter yang juga bertugas di Puskesmas Sambau, Nongsa, ini.

Akibat cuaca panas ini, Yocki menyebutkan terjadi peningkatan jumlah kunjungan pasien setiap harinya. “Rata-rata 15 pasien penambahan setiap hari. Anak-anak dan juga dewasa,” jelasnya.

Untuk pasien dewasa, kerap kali mereka datang berobat dengan keluhan suhu tubuh yang abnormal karena gampang berkeringat, meriang, gampang lelah, cepat pusing, dan sulit mengontrol emosi.

“Nah, yang jadi berbahaya, suhu panas, kita tetap berkeringat, tapi cairan dalam tubuh kita tak terpenuhi. Akibatnya lemas, bahkan bisa pingsan. Ketika cairan tubuh kita sedikit, asupan oksigen otomatis menurun. Kalau tak segera ditangani ya berbahaya bagi nyawa,” jelas Yocki.

Sementara itu, dokter spesialis penyakit dalam Soritua Sarumpaet mengatakan, suhu ekstrem yang disebabkan terik matahari saat ini memang sangat berpengaruh bagi kesehatan. Karena kondisi ini bisa menyerang kekebalan tubuh. Kalau kondisi tubuhnya lemah, bakteri dan virus akibat cuaca ekstrem ini cepat masuk ke dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit.

“Bisa demam, bisa infeksi pernapasan, pening, sakit kulit, dan bahkan bisa hilang konsentrasi,” ujarnya, Rabu (13/3) lalu.

Ketika ditemui di tempat praktiknya di kawasan Raden Patah, Lubukbaja, Soritua menyebutkan cuaca panas bisa mengakibatkan kondisi tubuh terganggu. Kadar elektrolit dalam tubuh bisa berkurang. Akibatnya, dapat memengaruhi metabolisme dan kebugaran tubuh. Lebih parahnya lagi, kadar magnesium yang rendah dapat mengancam keselamatan jiwa.

Orang yang tinggal di daerah panas atau bersuhu tinggi dengan kelembapan udara yang rendah cenderung lebih sering berkeringat. Sehingga akan lebih mudah kehilangan cairan dan elektrolit. Kalau dehidrasi, otomatis tubuh akan kekurangan elektrolit. Elektrolit merupakan zat yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan cairan yang dapat menghantarkan listrik ke dalam sel tubuh manusia supaya dapat bekerja dengan normal dalam kehidupan sehari-hari.

“Terdiri dari magnesium, natrium, dan klorida,” ujar Soritua.

Menurutnya, kekurangan elektrolit bukan hanya disebabkan oleh diare, melainkan kondisi perubahan iklim juga sangat mempengaruhi. Lebih lanjut Soritua mengungkapkan, kondisi panas saat ini, tubuh akan sering mengeluarkan keringat.

“Kalau banyak keringat, terus tubuh menjadi lemah, minum oralit sebagai pertolongan pertama. Itu bisa mengembalikan ion tubuh yang terkuras. Kalau tidak, minum air kelapa murni. Paling penting, batasi juga aktivitas di luar,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengimbau supaya warga Batam peduli menjaga kesehatan masing-masing saat kondisi cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini. “Banyak minum air putih, istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi, dan berolahraga dengan teratur. Itu bisa meningkatkan immunitas tubuh,” ujar Didi ketika ditemui di Sekupang, Kamis (14/3) lalu.

Menurut Didi, Indonesia yang beriklim tropis, kondisi musim kemarau yang berkepanjangan disertai panas terik matahari sangat baik bagi perkembangan bakteri, virus, jamur, dan parasit. Berbagai mikrorganisme tersebut tumbuh subur akibat kelembapan di udara. Kondisi ini, bisa menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri dan udara bertumbuh. Demikian juga dengan penyakit kulit akibat jamur.

“Persebaran bakteri dan virus akibat cuaca panas berdampak pada kesehatan pernapasan manusia. Makanya saat cuaca panas seperti ini, infeksi saluran panas rentan terjadi, khususnya pada anak-anak,” jelas Didi.

Namun, menurut Didi, yang paling berbahaya akibat dari serangan hawa panas seperti yang terjadi saat ini di Batam adalah head stroke. Ini terjadi akibat dehidrasi parah. Penderitanya mengalami ketidakstabilan emosi karena cairan yang berkurang di dalam tubuh, otomatis asupan oksigen ke otak menurun. Mimisan dan bisa pingsan.

“Kalau tak segera ditangani bisa mengakibatkan kematian. Saya sudah mengimbau itu ke seluruh puskesmas yang ada di Batam,” jelasnya.

Terkait kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), Didi menyebutkan supaya warga juga waspada. Suhu panas dan persebaran debu bisa membahayakan pernapasan apabila daya tahan tubuh lemah.

Selain itu, Didi juga mengimbau saat kondisi cuaca panas seperti ini, warga jangan mengkonsumsi air es. “Air es dianggap memberi kesegaran dalam tubuh. Salah. Segar di mulut, berbahaya dalam tubuh. Batuk, pilek, menjadi gejala awal, lalu demam dan banyak kuman bersarang dalam tubuh,” terangnya. (cha/ska/yui)

DPRD Natuna Setuju Bangun Bandara Internasional

0
ilustrasi

batampos.co.id – Wakil Ketua DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, wacana pemerintah pusat membangun bandara Internasional di Natuna mendapat dukungan yang sangat luar biasa dari DPRD maupun dan masyarakat. Keberadaan bandara ini sangat dibutuhkan di Natuna, sebagai kabupaten yang berada di perbatasan Utara.

”Secara lembaga legislatif, wacana ini (bandara, red) sudah disambut baik dan kita siap mendukung langkah pemerintah untuk mewujudkan ini,” kata Candra, Minggu (17/3).

Menurutnya, bandara ini memiliki banyak efek yang tinggi untuk menggerakkan roda pembangunan Natuna dari semua aspek. Keberadaanya diyakini bisa menggerakkan banyak sektor potensial di Natuna. Salah satunya sektor perikanan. Apalagi pemerintah pusat sudah membangun berbagai sarana kelautan dan perikanan di Natuna, yang tentunya sangat juga membutuhkan infrastruktur pendukung lainnya. Sehingga investor akan semakin tertarik berinvestasi ke Natuna.

Diakui Candra, salah satu pendorong masuknya investasi ke Natuna adalah mudahnya sarana transportasi. Natuna yang berada di tengah laut dan berada di perbatasan Laut Cina Selatan memerlukan bandara sebagai sarana transportasi. Tentunya bandara ini sebagai transit, bukan lagi bandara tujuan akhir.

”Ini wacana yang sangat luar biasa. Natuna selama ini membutuhkan sarana transportasi yang memadai,” ujar Candra.

Candra juga menekankan pemerintah daerah agar bersikap proaktif dalam menyambut keinginan-keinginan pusat yang menguntungkan daerah dan harus gigih menjemputnya. DPRD berharap, wacana ini jangan lagi ditunda.

”Daerah harus lebih menyiapkan kebutuhan dan harus jemput bola. Terutama soal lahannya. Paling tidak, tahun 2020 mendatang, lahan sudah disiapkan,” sebut Candra. (arn)

Pengukuhan Atlet Sanda Kepri Menuju Pra PON

0

batampos.co.id – Atlet-atlet Wushu Kepri siap menjalani masa pemusatan latihan untuk menghadapi Pra Pekan Olahraga Nasional (PON). Tiga bulan ke depan, mereka akan digembleng pelatih Wushu Kepri Richardo, dimana masalah teknik, fisik, dan strategi, akan menjadi perhatian utama sang pelatih.

”Pada atlet, pelatih dan tim inilah, kami berharap Wushu Kepri bisa mengharumkan nama Kepri,” kata Ketua Wushu Indonesia (WI) Kepri, Thomas Suprapto dalam pengukuhan Tim Atlet Wushu Kepri di Camp Batam Fighter Club (BFC), Sabtu (16/3) sore.

Hadir dalam pengukuhan itu, pendiri BFC Jakop Sucipto yang juga Ketua WI Batam. Jakop ikut memberikan motivasi pada atlet. Ada 20 atlet yang akan mengikuti pemusatan latihan. Mereka atlet terpilih dari Batam dan Tanjungpinang.

Diakuinya, atlet ini dikukuhkan guna menyonsong Pra PON yang akan digelar Juni mendatang. Sisa waktu tiga bulan ini bukan waktu yang panjang. Tapi, tetap harus optimis untuk lolos delapan besar.

Tantangan untuk lolos dan mendapatkan tiket menuju PON itu, disambut baik Jakop. Dipercaya sebagai Manager Tim Wushu Kepri Jakop berkeyakinan, target yang sudah diembannya bukan hal yang terlalu sulit.

”Sisa waktunya memang sedikit. Kita percaya. Usaha yang dilakukan selama ini tidak sia-sia,” ungkapnya.

Diakui Jakop, ia memang baru dipercaya menjabat Ketua Wushu Batam sejak setahun silam. Tapi, sejak mendirikan camp BFC, Sanda menjadi salah satu andalan untuk melengkapi teknik atlet beladiri campuran yang dibinanya. Sebagai pendiri dan pembina BFC-Camp Mixed Martial Arts (MMA), Jakop juga sudah lama membina atlet sanda.

”Jadi, cabang Sanda bukan hal baru lagi bagi Batam,” katanya.

Bermodal pengalaman itu, Jakop yakin, atlet Sanda Kepri bisa unjuk gigi di tingkat nasional. Dia juga sering mendatangkan sejumlah pelatih dari luar daerah. ”Kita optimis, semua atlet yang diberangkatkan pada Pra PON nanti,” ujarnya.

Jakop optimis menembus delapan besar Babak Kualifikasi PON XX/2020. Jika itu tercapai, sambungnya, artinya Kepri siap unjuk gigi pada PON 2020 Papua. Bahkania Jakop juga menargetkan, ada atlet Kepri yang dilirik Timnas Wushu Indonesia untuk mewakili Indonesia di ajang Internasional.

Senada juga disampaikan Ketua KONI Batam Iskandar Alamsyah. ”Fokuslah pada target. Capai prestasi. Harumkan nama Kepri,” ujarnya. Iskandar menyebut, selalu memberikan dukungan penuh pada cabor yang berpotensi menyumbangkan medali untuk Kepri.

”Tentunya cabor-cabor yang memang sudah tergabung di KONI,” tegasnya.(rng)

Karimun Buru Juara Umum Lomba Jong Batam 2019

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id  – Tim Karimun Buru meraih predikat juara umum dalam Lomba Jong Batam 2019, di Pantai Tanjung Mak Dara, Sabtu (16/3) lalu. Dalam lomba yang dilaksanakan sejak 13 Maret itu, diikuti sebanyak 1.869 jong yang dibagi menjadi empat kategori ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Batam Hendriana Gustini menyampaikan kemeriahan lomba jong tahun ini patut diapresiasi.

”Lomba Jong Batam 2019 ini digelar untuk menyambut datangnya musim angin utara. Masyarakat setempat sudah menyelenggarakan lomba jong selama 18 tahun. Dan diselenggarakan Pemko Batam melalui Dispora Batam memasuki tahun keempat,” ujarnya.

Sebanyak 55 klub dengan total 1.869 jong mengikuti kejuaraan yang diselenggarakan selama empat hari itu.

”Total peserta mencapai 825 peserta. Dan tim Karimun Buru berhasil meraih juara umum untuk kedua kalinya,” serunya.

Lomba Jong Kota Batam 2019 ini terbagi menjadi empat kategori. Yakni kategori jong anak-anak, jong kecil, jong sedang, dan jong besar. Jong besar sebanyak 584 jong, sedang 616 jong, dan kecil 569 jong.

”Peserta kategori jong anak-anak mencapai 100 jong,” sebutnya.

Hendriana menambahkan event ini ditujukan untuk menggali dan melestarikan olahraga tradisional yang menjadi bagian kebudayaan Melayu. Juga dimaksudkan memperkenalkan olahraga tradisional Melayu pada masyarakat Batam.

Lomba Jong Kota Batam 2019 ini diikuti peserta dari berbagai wilayah. Yakni dari beberapa daerah di Sumatera seperti Dumai, Pelalawan, Riau. Dan tentunya peserta dari kabupaten/kota di Kepri seperti Bintan dan Karimun.

Untuk kategori jong anak-anak, peringkat pertama diraih Andika Syahputra dengan jong Anak Tiung.

Sementara peringkat kedua diraih Tiara/Monika Dwi Franita dengan jong Angka I.

Sedangkan peringkat tiga diraih Kholiftunnisa dengan jong Kopi Susu.

Adapun peringkat pertama kategori jong kecil dimenangkan Ishak dari klub Cempaka Putih dengan nama Jong Kelud.

Peringkat dua dimenangkan peserta Badai dari Master Club Batam dengan nama Jong Armada.

Serta peringkat tiga diraih Mawasi dari Aura Karimun yang menggunakan Jong Batin Salam.

Di kategori jong sedang, pertingkat pertama direbut Herman dari Gunung Sekawan yang menggunakan Jong Penggegar.

Sedang peringkat dua diraih Bau dari Karimun Buru yang menggunakan Jong Bandit Pantai.

Peringkat tiga menjadi milik Azhari dari Putri Kemuning yang menggunakan Jong Cindai.

Untuk kategori jong besar, peringkat pertama diraih Juherman dari Nongsa Pantai yang menggunakan Jong Sri Muliati.

Peringkat kedua milik Pian dari Putri Kemuning yang menggunakan Jong Marina City.

Peringkat tiga diraih Akop dari Karimun Buru yang menggunakan Jong Nahkoda Dua.

Dengan penyelenggaraan kejuaraan ini, Hendriana berharap agar budaya Melayu akan terus lestari dan berkembang hingga generasi-generasi mendatang.

”Tak hanya budaya Melayu, tetapi juga adat istiadat serta permainan tradisional Melayu akan terus terjaga,” harapnya.

”Dengan demikian, anak cucu kita tidak akan kehilangan jati diri. Selain itu, dengan menyelenggarakan Lomba Jong secara rutin, maka akan meningkatkan pendapatan daerah dari sektor keolahragaan,” katanya mengakhiri. (yan)

SKO Ragunan Juara Umum Kepri International Open 2019

0
foto: batampos.co.id / ryan

batampos.co.id – Sekolah Khusus Olahragawan (SKO) Ragunan berhasil meraih gelar juara umum dalam kejuaraan tenis meja Kepri Internasional Open 2019, di Hi-Test Arena, Batam, yang berakhir Minggu (17/3).

SKO Ragunan sukses meraih tiga emas, dua perak, serta dua perunggu. Sedangkan peringkat kedua diraih Jasa Utama Capital yang meraih dua emas, serta peringkat ketiga disabet Puslatda Jawa Timur dengan meraih satu emas, dua perak, serta dua perunggu.

Untuk kategori tunggal kadet putra juara pertama diraih Tomi Sapta dari SKO Ragunan. Sedang petingkat dua dirrebu Hafidh Nuur Annafi dari Sukun Kudus. Dan juara tiga diraih Fanael Nikola Niman dari Stoni dan Trio Bagus Handoko dari SKO Ragunan.

Peringkat pertama dalam kategori ini berhak membawa pulang medali, sertifikat dan uang pembinaan sebesar Rp 15 juta. Sedangkan peringkat dua mendapat Rp 11 juta, dan juara tiga bersama sebesar Rp 7 juta.

Di kategori tunggal kadet putri, peringkat pertama disabet Novida Wida Rahman dari stoni. Peringkat dua diraih oleh Anna Wahyuni Dunggio dari SKO Ragunan. Sedang peringkat tiga bersama diraih oleh Dwi Oktaviany Sugiarto dari SKO Ragunan dan Neha Nesia Ainus Sofa Aryeti Difa Aika dari Sukun Kudus.

Ketua Umum PP Persatuan Tenis Meja (PTMSI) Oegroseno menuturkan, apa yang dilakukan PTMSI Kepri menjadi contoh bagi PTMSI daerah lain untuk menggelar kejuaraan serupa.

”Konsistensi dan komitmen PTMSI Kepri patut diacungi jempol. Karena melalui event-event seperti ini, atlet tenis meja akan mendapat pengalaman baru untuk kemajuan mereka di masa mendatang,” ujarnya, Sabtu (16/3) malam.

Sementara itu, Ketua PTMSI Kepri Ruslan Kasbulatov mengaku senang event yang diselenggarakan rutin setiap tahunnya ini bisa berjalan lancar.

”Event ini diikuti enam negara di Asia. Dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp 600 juta,” cetusnya.

”Ke depan event ini akan selalu digelar dan akan bertambah terus jumlah hadiahnya. Tahun depan akan ditingkatkan menjadi Rp 1 miliar,” seru Ruslan.

Dua menuturkan melalui kejuaraan-kejuaraan ini maka pengalaman dan kemampuan atlet tenis meja Kepri akan terasah. Menurutnya, saat ini kemampuan atlet tenis meja Kepri tidak lah terpaut jauh dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

”Bahkan atlet tenis meja Kepri bisa memberikan perlawanan keras pada atlet putri SKO Ragunan. Tentunya ini adalah bukti jika pembinaan tenis meja di Kepri mulai menunjukkan hasil. Beri saya satu setengah tahun, maka saya akan bawa atlet Kepri ke tingkat nasional,” tegasnya.

Selain itu, Ruslan juga mengatakan keberaniannya untuk menggelar kejuaraan internasional di Kepri bukanlah tanpa sebab.

”Coba jika kita yang berangkat melakukan uji coba ke negara lain. Berapa biaya yang harus kita keluarkan,” tuturnya.

”Tapi dengan menggelar kejuaraan di Kepri, banyak yang bisa kita dapatkan. Tak hanya menambah pengalaman dan mental bertanding atlet tenis meja kepri semata. Tetapi juga memberikan pemasukan pada PAD daerah,” urainya.

Sedang Gubernur Kepri yang menyempatkan hadir menyatakan Kepri layak menjadi barometer pembinaaan tenis meja di Indonesia. Menurutnya fasilitas yang dimiliki saat ini layak untuk membawa atlet Indonesia meraih prestasi ke jenjang internasional.

”Kepri harus menjadi salah satu tonggak dalam pembinaan tenis meja di Indonesia. Melihat kejuaraan ini, saya mengucapkan selamat pada PTMSI Kepri yang terus konsisten dalam menggelar turnamen bergengsi,” kata Nurdin.

Nurdin juga mengatakan melalui turnamen-turnamen ini akan tercipta atlet-atlet tenis meja berprestasi. ”Nanti akan semakin banyak atlet tenis meja yang bisa membawa nama Indonesia ke jenjang internasional,” imbuhnya. (yan)

Warga Teluk Kuantan Merasakan Iritnya Yamaha Mio S

0

batampos.co.id – Yamaha kembali menggelar lomba uji keiritan bahan bakar untuk motor Yamaha Mio S, Minggu (17/3) di Taluk Kuantan. Acara ke tiga ini diikuti 16 peserta dan mengambil garis finish di Cerenti.

Bagian Promosi Area Riau Daratan, Indro mengatakan dalam uji keiritan ini setiap tanki motor dikosongkan dan diisi bahan bakar sebanyak 1 liter. Adapun pemenang lomba mencatatkan jarak tempuh sejauh 65,4 kilometer

“Tujuan acara ini untuk mengubah image boros Yamaha yang melekat di masyarakat. Padahal motor ini sangat irit meski sudah lama dipakai,” ujar Indro.

Mio S merupakan produk baru Yamaha yang di keluarkan akhir Oktober 2017. Motor ini dilengkapi teknologi Blue Core. Teknologi ini membuat mesin motor irit hingga 50 persen.

“Ada juga lampu indicator yang berfungsi untuk panduan berkendaraan yang irit,” kata Indro.

Dari segi penampilan, motor ini di desain elegan dan stylish. Pada bagian depan menggunakan LED Headlight, dan bannya tubless. Untuk mesin, motor ini dilengkapi tenaga 125cc yang sanggup mengeluarkan tenaga sampai 7,0 kw.

“Keunggulannya motor ini dibekali Answer Back System (ABS), yang memudahkan pemilik motor mencari motornya di parkiran,” kata Indro.

“Keunggulan lainnya, motor ini dilengkapi ruang kaki lebih lebar. Kemudian Kemudian lampu hazard untuk memberi tanda dalam situasi darurat,” kata Indro.

Indro menambahkan acara ini berlangsung meriah dan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang. Untuk juara I mendapatkan hadiah Rp 2 juta, juara II Rp 1,5 juta, dan juara III Rp 1 juta. (ser)

Remaja 16 Tahun Hamil, Mencuri Motor

0
Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto mengekspos lima pelaku curanmor dan menunjukkan barang bukti motor saat ekspos di Mapolsek Sagulung, Jumat (15/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Jaringan pencurian sepeda motor (ranmor) remaja berpasangan yang dibekuk jajaran Polsek Sagulung pekan lalu masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Sagulung.

Hasil pengembangan sementara dua pasangan remaja putus sekolah ini sudah beraksi di 20 TKP. Satu dari dua remaja wanita belakangan juga diketahui tengah hamil dua bulan. Ia hamil dengan pasangan pria yang sama-sama dibekuk tersebut.

“Iya satu lagi hamil. Orangtuanya juga sudah tahu,”kanit reskrim Polsek Sagulung Iptu Supardi, Senin (18/3). Remaja itu kini berusia 16 tahun.

Meskipun dalam kondisi hamil proses hukum tetep berjalan dan menurut Supardi, berkas perkara empat remaja berpasangan ini sudah rampung dan akan segera diproses lebih lanjut.

“Anak dibawa umur mereka jadi tak bisa lama-lama,” katanya.

Remaja wanita yang tenga hamil tadi sementara diketahui akibat pergaulan bebas dengan pasangan prianya.

“Berpasangan mereka jadi kesimpulan sementara seperti itu,” ujar Supardi.

Pengungkapan pelaku ranmor dibawa umur dan tenga hamil muda ini membuat kembali angkat suara tentang perlunya pengawasan yang ekstra dari masing-masing orangtua. Orangtua dihimbau untuk selalu mengawasi pergaulan anak baik di lingkungan sekolah ataupun di luar. Orangtua juga tidak dibenarkan untuk menyerah begitu saja atas tingka laku anak yang bandel ataupun berlebihan.

“Itu sudah tanggungjawab kita sebagai orangtua. Apapun situasi dan kondisi kita harus mampu mengontrol dan mengendalikan anak,” kata Supardi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, jajaran polsek Sagulung bekuk empat remaja berpasangan yakni Rfp yang berpasangan dengan Mz serta Ips yang berpasangan dengan Mc. Dari tangan kompolotan ini polisi mengamankan enam unit sepeda motor hasil curian mereka. Mereka diketahui telah beraksi di 20 lokasi yang berbeda di kota Batam. (eja)

Taekwondo Kharisma Bangsa Batam Gelar UKT Sabuk Hitam

0
Tiga taekwondoin kharisma bangsa yang berhasil meraih sabuk hitam, Muhammad Fathan Jafnika, Bintang Sumintar, dan Henderi

batampos.co.id – Muhammad Fathan Jafnika, Bintang Sumintar, dan Henderi tiga Taekwondoin Kharisma Bangsa Batam berhasil meraih sabuk hitam pada Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang dilaksanakan di GOR Citramas, Nongsa. Minggu (17/3).

Ujian yang diselenggarakan oleh Pengprov UTI Pro Kepri ini berlangsung dari pukul 8.30 WIB hingga 15.30 WIB. Adapun materi yang diujikan kepada ketiga taekwondoin tersebut berupa jurus-jurus, perkelahian (kyorugi), pemecahan benda keras (kyukpa) juga ketahanan fisik.

Penguji Nasional UTI Pro, Master Siauw Lung Wu mengatakan, tujuan dari kegiatan ini untuk mengukur kemampuan taekwondoin sejauh mana mereka menguasai materi atau ilmu yang telah ditempuh selama masa berlatih.

“Juga untuk mengembangkan pelatihan taekwondo, karena pemegang sabuk hitam pada taekwondo dianggap telah layak menjadi pelatih. Dengan catatan, disiplin dan kesungguhan mengembangkan taekwondo harus tetap dijaga karena sabuk hitam ini amanah. Jadi tidak semua bisa lulus,” ujarnya.

Siauw Lung Wu menambahkan, ujian kenaikan tingkat ini bukan hanya sekadar ujian. Namun, dari ujian ini, ia berharap akan menemukan bibit-bibit atlet potensial yang kelak bisa dibina untuk menjadi atlet andalan yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

“Memang butuh pembinaan jangka panjang. Tapi kami berharap ada bibit-bibit atlet potensial baru yang lahir dari sini yang nantinya prospektif untuk terus dibina dan diandalkan di kejuaraan-kejuaraan taekwondo bertaraf internasional,” katanya lagi.

Ketua Bidang Ujian Kenaikan Tingkat UTI Pro Kepri Sabeum Soewito Trikusuman disela- sela ujian kenaikan sabuk itu mengatakan, penyelenggaraan ujian kenaikan sabuk hitam, berlaku sama bagi seluruh organisasi beladiri taekwondo yang ada di Indonesia. Peserta yang dinyatakan lulus, mendapat ijazah atau sertifikat bertaraf internasional yang dikeluarkan lembaga sertifikasi taekwondo dunia di Korsel.

Soewito berharap, dengan ujian ini, para taekwondoin dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuannya agar bisa bersaing di kejuaraan-kejuaraan yang lebih besar lagi. Tetapi yang paling penting katanya, dari ujian ini anak asuhnya dapat menjadi pribadi yang baik.

“Sebagai pelatih di Taekwondo Kharisma Bangsa Batam, saya sangat puas terhadap ketiga orang taekwondoin yang saat ini mengikuti kenaikan sabuk hitam, bukan karena mereka murid saya tapi ketiga orang ini merupakan bibit atlet Taekwondo dan aset untuk Batam,” ujar Soewito.

Soewito mengaku saat ini Pengurus Taekwondo Kharisma Bangsa Batam telah melatih sebanyak 260 taekwondoin yang terdiri dari 15 dojang di Batam yang pusat latihannya terletak di Club House Anggrek Mas 3. “Ada sekitar 260 taekwondoin yang kami latih. Untuk tingkat usia yang kami latih saat ini ada yang usia 4 tahun hingga 45 tahun. Sedangkan untuk prestasinya atlet kami sudah banyak memenangkan berbagai kejuaraan baik itu di tingkat daerah, nasional maupun internasional,” ujar Soewito.

Ketua Pengprov UTI Pro Kepri Rudy Alie yang hadir saat ujian tersebut mengaku bangga dengan pencapaian-pencapaian prestasi para atlet Taekwondo Kharisma Bangsa Batam. “Kami sangat bangga dan tentunya terus mendukung kegiatan-kegiatan di setiap daerah dalam meningkatkan kemampuan para atlet agar dapat bersaing di kejuaraan yang lebih besar lagi,” kata Rudy. (iwa)