Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 11561

Perbankan Ikut Gabung TSP

0

batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam sudah mulai bekerja. Beberapa perusahaan sudah membangun taman dan juga memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk lain. Perbankan juga sudah menyatakan kesiapannya untuk bergabung di TSP tersebut.

”Beberapa perusahaan sudah menjalankan programnya sejak lama. Dan kita menyasar perbankan. Harapan kita sih, semua perbankan bisa bergabung terutama yang BUMN (Badan Usaha Milik Negara),” kata Ketua TSP Kota Batam, Johanes Kennedy, Jumat (4/1/2019).

Johanes mengatakan, saat ini sudah ada beberapa perbankan yang mengatakan ikut tergabung TSP. ”Bank Mandiri sudah menyatakan komitmennya untuk gabung. Dan kita harap (bank) yang lain juga ikut bergabung,” jelasnya.

Ia mengatakan, saat ini sudah ada program yang sudah jalan. Termasuk program dari perusahaan yang sudah membangun beberapa proyek seperti taman dan sebagainya.

”Misalnya taman yang dibuat oleh PGN sudah selesai dan mungkin dalam waktu dekat sudah akan di-resmikan,” sebutnya.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Batam mengapresiasi Forum TSP yang sudah menyatakan sikap untuk ikut membangun Batam lewat berbagai program dan kegiatan. Untuk itu, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk me-ngajak semua perusahaan yang ada di Batam, terutama yang ada di bawah Kadin untuk bisa bergabung di Forum TSP Kota Batam.

”Saya mengajak perusahaan-perusahaan yang ada di Batam untuk bisa memberikan CSR-nya kepada masyarakat. Dan agar lebih tepat sasaran, saya berharap bisa gabung dan disalurkan lewat TSP,” kata Jadi.

Menurut Jadi, dukungan untuk Forum TSP ini memang sudah seharusnya diberikan semua pihak. Dimana selama ini banyak perusahaan yang menyerahkan CSR-nya tetapi tidak tepat sasaran, sehingga terkesan perusahan tersebut tidak berbuat untuk masyarakat. Apalagi, salah satu tujuan Forum TSP sangat jelas yakni membangun Batam lebih indah dan lebih tertata.

”Forum CSR (TSP) ini akan membangun beberapa titik yang akan mendukung pariwisata di Batam. Ini sangat bagus untuk menarik wisatawan berkunjung ke Batam,” terangnya.(*)

Tawarkan Smart Branding, Semua Informasi Wisata Ada Dalam Genggaman

0

Sektor pariwisata bisa menjadi andalan perekonomian di Batam disaat sektor lain sedang lesu. Namun butuh kreativitas tinggi membrandingnya. Tak bisa lagi mengandalkan cara-cara manual di era industri 4.0 saat ini. Telkomsel punya solusinya.

MUHAMMAD NUR, Batam

HITUNGAN mundur pergantian tahun dari 2018 ke 2019 itu menggema di Dataran Engku Putri Batam Center. Dengan dipandu MC (Master of Ceremony) di atas panggung, warga Batam yang menyemut ikut berhitung hingga sampai pada titik 0 yang diikuti tiupan trompet beramai-ramai, Selasa (1/1/2019) malam itu.

“Happy new years 2019, selamat tahun baru 2019.”

Tak ada pesta kembang api di malam pergantian tahun itu di Engku Putri. Pemerintah Kota Batam memilih menggelar zikir dan doa bersama untuk para korban tsunami di Banten dan Lampung. Namun tetap ada acara hiburan band dari ibu kota dan lokal untuk menghibur masyarakat Batam yang tumpah ruah di dataran tersebut.

Selain meniup terompet, beragam cara warga mengekspresikan rasa gembiranya di malam tahun baru itu. Ada yang saling berpelukan lalu saling mengucapakan selamat tahun baru. Ada juga terus bergoyang mengikuti alunan musik dari atas panggung hiburan. Tak sedikit juga yang diam sejenak untuk berdoa dengan harapan di 2019 jauh lebih baik.

Terlepas dari hiruk pikuk pergantian tahun itu, ada satu momen penting yang tak terlewatkan. Pemerintah Kota Batam meluncurkan kalender kegiatan pariwisata 2019 di malam tahun baru itu. Ada 114 event yang masuk dalam event 2019. Ke-114 kegiatan wisata yang dibagi dalam 12 bulan itu diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisatawan asing (wisman) maupun nusantara ke Kota Batam.

“Kami akan kemas event pariwisata itu sebaik mungkin. Lebih berwarna,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata, malam itu.

Berbagai event pariwisata Batam 2019 itu, lima di Januari, yaitu Nongsa Regatta, BSGS Golf Tournament Nongsa, Ruggedian Asia Obstacle Fun Run, STQ tingkat Kelurahan, dan Batam Outer Road Batam Real Mountain Bikers.

Februari 10 agenda; Nongsa Neptune Regatta Batam, Bindan & Lingga, Sociaty of Singapore Golfer, Imlek Festival dan Barongsai Show, Chinese New Year Batam View, Tiongkok New Year Eve, BP Batam Golf Series, Tering Bay Spin Golf Gathering, Jong Festival, SPGA Golf Tournament, Bajafash, STQ tingkat Kecamatan.

Maret ada 15 kegiatan; The of Street Food Fiesta, Cruise to Jakarta, Herbs Memorial Golf Tournament, Kepri Travel Mart, Internasional Photo Fiesta Nongsa Sensation, International Master Endyro, Photo Marathon, Mandarin Artist Shopping Dining & Concert, ASEAN Senior Master Golf Tournament, International Surfcasting Tournament, Triangle Tourism Travel Mart, Tanah Merah Country Club Golf Trip, Festival Makanan Melayu, dan Titian Muhibah Serumpun Indonesia.

Kemudian April sembilan kegiatan, yaitu Largest Zumba Gathering, Nongsa Challange, Equator Cruise III, Festival Kampung Tua, SIA Pillot & Cabin Crew Golf Tournament, Tering Bay Spin Golf Gathering, Batam Food Fiesta, Kejuaraan Internasional Karate Piala Wali Kota, Fashiontastetic Week, dan Famtrip Natuna Anambas.

Mei sembilan acara. Mulai dari Silaturahmi Masyarakat Padang Bawean, 3rd Tambelan Cruise, Batam Berselawat, SPGA Golf Tournament Series, Safari Ramadhan, Batam Open Volley Ball International, Singapore Professional Golf Association, Parent Day Celebration, Misi Muhibah Kebudayaan, hingga Anambas Natuna Cruise.

Juni enam kegiatan meliputi Halal Bihalal, Mega Beach Party, Offshore Fishing Tournament IV, Getai Traditional Music Concert, Mega Line Dance, dan SSG International Amateur Championship.

Juli delapan acara. Ada Obiang Zumba, Palm Spring Ladies Open Golf, Singapore National Road Championship, Trail Run, Tournament Voli International Batam Open, Tour de Barelang, Bintan Golf Cruise, dan Tering Bay Spin Golf.

Agustus juga ada delapan kegiatan; Chili Crab Cruise, Pawai Pembangunan, Sinar Mas Cup Golf Tournament, JB Cruise Sebana Cove, Marines Obstacle Run, Gerak Jalan HUT RI, International Batu Ampar 10 K, dan 5th Nations Friendship Golf.

September 16 kegiatan. Mulai dari Volley Ball International Tournament, Joget Pop Yeye 60-an, International Boat Fishing Tournament, Batam Moon Cake Festival, ASITA Sales Mission, Batam Fishing Festival Pulau Abang, 9HGC Leage Cup, Tering Bay Spin Golf, Lingga Cup/Batam, hingga Asian Seniors Master.

Oktober 10 acara, yaitu Wonderful Sail Bintan/Batam, Society of Singapore Golfer, Batam Fiesta, Deevapali Celebration, 14th Nongsa Cup Golf Tournament, Kepri Travel Mart, Go Green Nongsa Run, Mandi Safar Kampung Terih, Parade Tari Batam, dan 13th Nongsa Cup Golf Tournament.

November tujuh event; Light House Run, Ningsa Cup XIV Golf Tournament, Indonesian Series Grand Fondo, Funbike, Bollywood Party, Tering Bay Spin Gold, dan The 4th Batam Senior PERPESI Golf Challenge.

Desember 11 kegiatan. Mulai dari Batam Great Sale, Tering Bay Spin Golf, Batam International Marathon, Pesta Rakyat Hari Jadi Batam, Gebyar Budaya Nusantara, Series Xmas dan New Years Eve Mega Celebration Nongsa Sensation, Golf & Boaters Night, Kenduri Seni Melayu, Kenduri Akhir Tahun, Cobra Golf Kakis, hingga SPGA Golf Tournament Party.

Agar event ini dikenal luas, Disparbud Kota Batam berkoordinasi dengan perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Singapura yakni Wonderful Indonesia Tourism Office (WITO) yang menjadi tempat kerja bagi tim Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) untuk dipromosikan.

“Kalender wisata ini juga dibagikan ke tour operator dan tour agent yang beroperasi di Batam untuk ikut mempromosikan,” ujar Ardi.

Selain itu, event-event tersebut juga dipromosikan masing-masing penyelenggara dengan paltform yang mereka miliki. “Acara ini kan bukan semua milik Pemko Batam tapi dihimpun dari banyak penyelenggara pariwisata,” ujar Ardi.

Ia mengakui promosi event pariwisata itu masih menggunakan cara-cara biasa. Pihaknya belum memiliki satu aplikasi yang menyajikan semua event tersebut untuk dipromosikan secara digital.

***

Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera Paulus Djatmiko menilai langkah Pemerintah Kota Batam memberi perhatian khusus sektor pariwisata sudah tepat. Batam yang memiliki letak sangat strategis dengan potensi wisata yang melimpah, memang bisa menjadi andalan perekonomian Batam. Apalagi di saat sektor ekonomi Batam lainnya lesu, pariwisata bisa menjadi penyelamat.

Telkomsel selaku operator selular terbesar di Indonesia yang lahir pertama kali di Batam tak ingin ketinggalan memajukan Kota Batam, salah satunya sektor pariwisata. Itu sebabnya, Paulus menawarkan berbagai solusi jitu berbasis teknologi informasi.

Telkomsel sendiri memiliki layanan yang diberi nama Telkomsel myBusiness. Ada banyak layanan yang bisa diberikan Telkomsel, mulai yang sifatnya umum hingga yang paling spesifik. Tergantung kebutuhan yang diinginkan.

Salah satu layanan Telkomsel myBusiness itu adalah Digital Smart City. Dalam bahasa awamnya menciptakan kota cerdas, yang mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari. Tujuannya melahirkan efisiensi kerja dan sumber daya (efisiensi waktu, biaya, dan tenaga), memudahkan layanan publik, yang muara akhirnya meningkatkan kesejahteraan warganya.

Integrasi teknologi dalam tata kelola kota sehari-hari sangat dimungkinkan dengan keberadaan internet of things (IoT), yaitu jaringan perangkat elektronik yang saling terhubung yang mampu mengirim data ataupun melakukan tindak lanjut dengan meminimalisir campur tangan manusia.

“Telkomsel memiliki semua infrastruktur itu. Dengan jaringan terluas, teknologi ter-update, sumber daya manusia yang mumpuni, banyak hal yang bisa dilakukan sebagai implementasi industri 4.0 yang kini ramai dibicarakan,” tegas Paulus, Senin (31/12/2018) petang di GrhaPARI Telkomsel Batam.

Namun Paulus menilai, banyak orang yang salah kaprah saat bicara soal smart city. Banyangan umum hanya tertuju pada CCTV (Closed-circuit television) untuk memantau kondisi kota, khususnya terkait arus lalu lintas dan keamanan. Padahal, digital smart city jauh lebih dari sekadar CCTV.

“Iya kalau CCTV yang terpasang di lampu merah misalnya sudah bisa mendeteksi wajah sehingga bisa mendeteksi pelaku kriminal atau pelanggar lalu lintas. Ini kan belum, jadi jauh lebih baik smart city ini di arahkan ke yang spesifik sesuai karakter atau keunggulan kota agar manfaatnya lebih terasa. Jadi harus tahu clue-nya,” ujarnya.

Kota Batam contohnya. Pariwisata merupakan salah satu yang spesifik dan potensial mendatangkan banyak wisman. Akses ke Batam sudah cukup bangus baik dari luar negari maupun dari berbagai wilayah nusantara. Dari sisi fasilitas dan destinasi wisata, Batam cukup banyak. Ada banyak hotel bintang satu, dua, tiga, empat, bahkan bintang lima.

Hotel kelas melati dengan fasilitas yang nyaman juga tak kalah banyaknya. Belum lagi resort, lapangan golf, tempat hiburan malam, tempat pijat, restoran, mall, cafe, dan masih banyak lagi lainnya.

Dari sisi atraksi wisata, Pemko Batam setiap tahunnya sudah membuat agenda wisata, begitupun dengan BP Batam dan para pelaku pariwisata lainnya. Pemko Batam juga serius membenahi infrastruktur seperti perluasan jalan untuk memberi kenyamanan wisatawan dan masyarakat umum berkendara di jalan raya maupun jalan kaki dengan menghadirkan pendestarian.

“Nah, smart city yang dibutukan untuk menunjang pariwisata Batam itu saat ini adalah smart branding, supaya pariwisata Batam makin mendunia dan membuat orang tertarik datang ke Batam. Jadi pariwisata Batam itu butuh campaign lebih global,” ujar Paulus.

Smart Branding ini tidak bisa lagi menggunakan cara-cara biasa atau cara-cara manual. Apalagi di era Industri 4.0 saat ini. Untuk itu, Telkomsel menawarkan solusi terbaik untuk Pemko Batam untuk membranding pariwisata Batam dengan memanfaatkan teknologi informasi yang kekinian yang bisa diakses siapa saja, khususnya pengguna smartphone. Baik yang berbasis android maupun IOS.

Smart branding yang saya maksudkan itu, yaitu dengan satu aplikasi yang bisa diunduh di playstore maupun platform digital lainnya, informasi tentang semua yang terkait pariwisata Batam ada di sana,” ujar Paulus.

Ia mencotohkan saat wisatawan asing ingin ke Batam, maka dari satu aplikasi tentang pariwisata Batam, wisatawan sudah bisa mengetahui akses transportasi dari berbagai negara, lengkap dengan jenis transportasi, estimasi biaya transportasi, sistem transportasinya, sistem pembayarannya, estimasi lama perjalanan, kenyamanan dan fasilitas yang didapat selama perjalan, dan lainnya.

Tiba di Batam mereka juga sudah paham proses di pintu imigrasi baik di pelabuhan maupun bandara. Mereka juga bisa memesan transportasi ke hotel yang dituju (online transportation), sistem pembayaran bisa dengan nontunai (digital smart payment), fasilitas hotel, harga kamar, dan lainnya bisa diketahui hanya dari satu aplikasi itu.

Dari hotel jika wisatawan ingin ke restoran atau tempat hiburan, semua sudah tersaji, mulai dari jenis restoran, lokasi, menu yang tersedia, akses transportasi ke restoran yang akan dituju, estimasi biaya, harga tiap menu makanan yang disajikan, sistem pembayaran, dan lainnya.

Begitu juga ke tempat hiburan. Akses ke transportasi ke tempat hiburan, estimasi biaya, jenis transportasi, lokasi tempat hiburan, jenis atraksi hiburan yang ditampilkan, estimasi biaya, sistem pembayaran layanan di tempat hiburan, hingga hal-hal detil lainnya.

“Intinya, bagaimana dalam satu aplikasi yang ada dalam genggaman (smartphone, red) itu, semua informasi tentang pariwisata Batam tersaji, sehingga sebelum wisatawan berangkat ke Batam, mereka sudah bisa menghitung biaya yang akan mereka keluarkan, transportasi yang akan mereka gunakan, destinasi yang akan mereka kunjungi, jenis hiburan yang ia butuhkan, dan lainnya,” beber Paulus.

Paulus menjamin Telkomsel bisa membantu mewujudkan itu semua karena Telkomsel memiliki infrastruktur teknologinya, SDM-nya, dan semua yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan fungsi aplikasi tersebut. “Bahkan kami siap mengedukasi SDM di Pemko agar bisa mengoptimalkan aplikasi ini. Inilah salah satu wujud Industri 4.0 itu,” ungkap Paulus.

Jika hal ini bisa dihadirkan Pemko Batam, maka Paulus yakin jangankan target 2 juta wisatawan asing di 2019, lebih dari jumlah itu akan tercapai. Efek dominonya sektor riil berkembang, ekonomi masyarakat Batam bergerak, kesejahteraan bisa dicapai.

Pria yang jatuh cinta dan berencana menghabiskan masa tuanya kelak di Batam ini selain menawarkan solusi berbasis teknologi informasi dan komunikasi itu, juga menyarankan pentingnya pembenahan di berbagai layanan pariwisata di Batam. Ia memberikan contoh kecil sebelum masuk di pintu imigrasi. Ada baiknya menempatkan petugas yang secara penampilan menarik yang selalu menyambut wisatawan dengan senyum, sembari membantu mengatur antrean pengesahan paspor.

“Ini hal kecil tapi menyentuh hati wisatawan. Ini dilakukan oleh Hong Kong. Penampilan imigrasinya beda, begitu keluar dari pesawat sudah ada yang menyambut dan membantu mengatur antrean dengan senyuman,” ungkapnya.

Ardiwinata menyambut baik tawaran Telkomsel itu. “Kami memang sangat membutuhkan bentuan semua pihak untuk memajukan pariwisata Batam,” ujar pria yang akrab disapa Ardi, Sabtu (5/1/2019) pagi.

***

Tak hanya di sektor pariwisata, Telkomsel yang memiliki berbagai jenis layanan yang juga siap membantu Pemko Batam maupun pemda lainnyadi Kepri. Juga untuk para pebisnis (korporat) untuk memajukan usahanya. Di sektor industri misalnya, Telkomsel myBusiness memiliki layanan Smart Dasboard, sebuah solusi terintegrasi untuk memantau dan mengelola seluruh sistem dalam sebuah kawasan industri.

Telkomsel MyBusiness Exhibition.
Foto: batampos.co.id / Yusuf

Layanan ini dilengkapi kemampuan integrasi melalui Application Programming Interface (API). Layanan ini telah diperkenalkan Telkomsel di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Sumatera yang dipusatkan di Batam pada 6 September 2018 lalu di Hotel Radisson Batam dalam gelaran bertajuk; Solusi Enterprise Mobility untuk Korporasi.

“Layanan ini sangat cocok untuk Batam maupun wilayah lainnya di Kepri karena merupakan tujuan investasi. Ada banyak kawasan industri di sini,” ujar Primadi K Putra, Vice Presiden Corporate Account Managment Telkomsel di Hotel Radisson Batam.

Dengan layanan Smart Dashboard ini memudahkan memantau dan mengelola seluruh sistem dalam industri secara real-time. Sebab, aplikasi ini didukungan fitur Geographic Information System (GIS), laporan tabular, sistem peringatan, Northbound Interface, Laporan grafik, Sistem dashboard, dan fitur open API yang memungkinkan integrasi dengan sistem yang ada.

“Ini sangat memudahkan analisa laporan secara cepat untuk membantu mengambil keputusan sehingga bisa meningkatkan produktivitas. Ini cocok untuk semua jenis industri,” ujar Primadi.

Selain itu, ada juga layanan aplikasi yang memungkinkan kepala daerah, kepala organisasi perangkat daerah, kepala dinas, kepala badan, camat, lurah, hingga ke level pemerintahan terendah terhubung secara real time. Dengan aplikasi berbasis internet of things (IoT) ini bisa mengontrol kinerja pegawai, keberadaan pegawai, bahkan transportasi yang digunakan benar-benar dimanfaatkan untuk kerja atau tidak.

Dengan sistem ini, tidak ada lagi pegawai yang bisa bolos kerja, bisa bersantai ria atau malas bekerja, menggunakan fasilitas kantor di luar peruntukan karena semua terukur dan keberadaanya bisa dideteksi secara real time.

“Kita mampu membuatkan aplikasi ini dan sistem dan teknologinya Telkomsel punya. Kalau Pemko Batam mau bisa kami kasi gratis (beberapa item, red). Ini sangat tepat untuk efisiensi dan meningkatkan kinerja pegawai,” ujar Paulus.

Di level perusahaan atau korporasi, sistem ini juga bisa dipakai. Layanannya dikenal dengan nama IoT Control Centre. Dengan ini, layanan seluler perangkat pengelola perusahaan terhubung untuk memastikan keandalan produk dan layanan, sehingga dapat mengukur bisnis secara real time.

“Bisa memantau aset melalui parameter yang berdampak pada bisnis seperti karyawan, departemen, divisi, dan grup, serta lini usaha lainnya,” beber Primadi.

Khusus untuk mengendalikan aset bergerak (kendaraan), Telkomsel menghadirkan layanan yang disebut FleetSight yang juga berbasis IoT.

FleetSight ini merupakan solusi cerdas yang membantu perusahaan mendapatkan kendali penuh armada dan efisiensi pemeliharaan. Di saat yang sama bisa mengurangi biaya operasional demi tujuan bisnis yang ingin dicapai.

FleetSight ini benar-benar bisa meningkatkan produktivitas karena bisa mendatangi lebih banyak pelanggan dengan waktu yang lebih singkat, mengelola ukuran armada sesuai kebutuhan usaha, dan bisa melayani pelanggan dengan lebih efisien. Juga bisa mengurangi biaya yang berhubungan dengan konsumsi bahan bakar, penggantian oli, dan pemeliharaan, serta mengurangi emisi gas buang kendaraan (CO2).

Dari sisi kemananan, FleetSight bisa mengantisipasi kecelakaan untuk armada dan memberikan rasa aman pengemudi karena terpantau secara real time meski jarak yang ditempuhnya jauh. “Di bisnis transportas ini juga sangat efektif,” ujar Primadi.
Di lingkup pemerintahan juga efektif, sebab bisa digunakan untuk mengontrol kendaraan dinas para pegawai.

Di Pemko Batam sendiri, layanan Telkomsel satu ini sudah digunakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam. Seluruh armada angkutan sampah diatur dan diawasi rute pengangkutan sampahnya secara real time melalui dashboard Fleetsight.

Dengan layanan ini, pergerakan armada terpantau, sehingga bisa terdeteksi wilayah yang sampahnya telah terangkut dan wilayah yang sampahnya belum terangkut. Intensitas pengangkutan juga terukur dan terdata dengan baik.

“Ini memudahkan Dinas Kebersihan Kota Batam menjaga kebersihan kota ini,” ujar Primadi, lagi.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Faisal Novrico membenarkan adanya aplikasi ini. “Saat ini masih terus dilakukan penyempurnaan. Yang sudah efektif aplikasi terkait retribusi,” ujarnya, Faisal, Sabtu (5/1/2019).

Paulus menambahkan, ada banyak layanan berbasis teknologi informasi dan komunkasi yang bisa dihadirkan oleh Telkomsel sebagai wujud implementasi Industri 4.0.

“Telkomsel sudah sampai pada tahap bisa melayani semua jenis kebutuhan masyarakat yang berbasis teknologi informasi dan kkomunikasi. Maunya apa, bisa kita berikan solusinya,” ujarnya.

Saat ini Telkomsel myBusiness telah dipercaya lebih dari dua juta pelanggan korporasi di seluruh Indonesia dari berbagai bidang industri, seperti Bank, Financial Institution, Media, Telco, Property, Healthcare, Hospitality, Government, Logistic, Transportation, Trading, Retail, Manufacturing, Agribusiness, Maritime, Utilities, Energy and Mining.

Kenyamanan pelanggan korporasi dalam menggunakan beragam solusi digital Telkomsel myBusiness didukung kehandalan jaringan berkualitas Telkomsel dengan lebih dari 176.000 base transceiver station (BTS) di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 125.000

BTS broadband berteknologi 4G dan 3G. Bahkan sudah diujicobakan teknologi 5G
Tak hanya itu, Telkomsel juga setiap tahunnya memfasilitasi para generasi milenial yang memiliki kemampuan menciptakan dan mengembangkan aplikasi digital melalui program The NextDev. Bahkan, dilombakan untuk mendapatkan aplikasi yang benar-benar bisa diaplikasikan untuk memberi kemudahan berbagai jenis layanan di masyarakat.

Paulus juga mengungkapkan, Telkomsel kini memberi perhatian lebih pada kemajuan semua wilayah di Indonesia dari hinterland atau wilayah terluar Indonesia hingga ke pusat kota (mainland). Tujuanya satu, dengan sentuhan teknologi informasi dan komunikasi, bisa memajukan Indonesia di semua lini. Sehingga Industri 4.0 tak sekadar bahan perbincangan di publik, namun mampu diaplikasikan di berbagai lini kebutuhan masyarakat.

“Kalau negeri ini maju, ekonomi masyarakat tentu ikut membaik, kesejahteraan tercapai,” pungkasnya.***

Usai Ikut The NextDev 2018, Startup Alamaak dari Batam Berambisi Taklukkan Asia Tenggara

0
Andi Kurniawan (kiri) dan Robby Kurniawan dari Alamaak usai menjadi finalis The NextDev.
foto: instagram Alamaak Services

Bisnis rintisan (startup) digital di Kota Batam menemukan momentum untuk berkembang dan makin dikenal luas masyarakat. Salah satunya lewat ajang kompetisi The NextDev Talent Scouting 2018 persembahan dari Telkomsel. Di antara yang merasakan berkah itu adalah Alamaak Services, startup digital yang menyediakan multijasa utamanya untuk layanan kebersihan. Namanya juga kian melejit setelah ikut kompetisi. Suatu loncatan untuk mendorong anak muda Indonesia menggenggam masa depan di era digital.

RATNA IRTATIK, Batam

Suara mesin penyedot debu (vacuum cleaner) terdengar menderu dari ruangan di salah satu restoran di Nagoya Hill Shopping Mall, Lubukbaja, Kota Batam. Tampak seorang pria mengenakan kaos biru bertuliskan Alamaak di bagian punggungnya, sedang mengarahkan ujung gagang vacuum cleaner tersebut ke sofa panjang di tengah-tengah ruangan restoran. Ia terlihat sedang membersihkan kotoran di sela-sela lipatan antara bagian tempat duduk dengan sandarannya.

“Sebelumnya kena tumpahan air, jadi biar bersihnya sempurna dan wangi, kita yang kerjakan,” kata Andi Kurniawan, Co-Founder and COO Alamaak Services, menjelaskan aktivitas stafnya di salah satu restoran tersebut.

Alamaak Services adalah layanan on demand cleaning services yang fokus untuk rumah, kantor, apartemen, restoran, dan lain-lain. Layananya meliputi pembersihan seperti sofa, kasur, karpet, dan memoles lantai (polishing floor) khusus rumah. Alamaak Services juga merupakan salah satu startup digital di Kota Batam yang namanya kian melambung dari waktu ke waktu. Karena multijasa layanan yang ditawarkan, startup ini bahkan dikenal luas hingga ke Singapura dan Malaysia.

“Target kita memang untuk kalangan medium high (menengah ke atas),” sebut Andi.

Ketika peyedia jasa (provider) telekomunikasi, Telkomsel menggelar acara The NextDev Talent Scouting seri ke-4 di Batam tahun 2018 lalu, Alamaak Services ikut ambil bagian. Pada bulan Oktober 2018, Alamaak Services jadi satu di antara dua startup digital yang lolos ke babak final pitching day dan berlaga di Jakarta mewakili Batam.

The NextDev Talent Scouting Batam 2018 adalah ajang pencarian dan pengembangan startup digital terbaik yang punya dampak sosial luas di masyarakat. The NextDev sendiri merupakan kontribusi Telkomsel dalam hal tanggung jawab sosial perusahaan atau cororate social responsibility (CSR) untuk membuat dampak sosial melalui teknologi. Selain itu, The NextDev juga bagian dari upaya Telkomsel untuk mendorong anak muda Indonesia memanfaatkan era digital, membantu menumbuhkan komunitas dan demi menggenggam peluang untuk masa depan.

Menurut Andi, keikutsertaan Alamaak Services pada acara itu antara lain bertujuan agar startup digital tersebut makin dikenal luas oleh masyarakat, baik di dalam dan luar negeri. Selain sudah dikenal di tiga negara yani Indonesia, Singapura dan Malaysia, ia juga berkeinginan agar Alamaak bisa menjangkau pangsa pasar hingga Asia Tenggara. Terlebih, usai kompetisi itu Andi juga menyebut banyak hal yang didapat Alamaak.

“Kami dapat belajar banyak dari dewan juri mengenai seluk beluk startup, khususnya yang menghasilkan social impact (dampak sosial), tentunya juga relasi guna berkolaborasi karena saat ini eranya berkolaborasi,” tutur Andi.

Bahkan pada bulan April nanti, sambung dia, Alamaak terpilih mengikuti NextDev Academy dari Telkomsel. “Kami dapat bimbingan dari para praktisi startup untuk pembekalan agar growth (bertumbuh), memiliki basis legal (hukum), (tertata) finance (keungan), teknologi dan lainnya,” sebut Andi.

Sementara itu, Manager Digital Regional Expansion Sumbagteng Telkomsel, Wahyudanto Sudiyono menjelaskan, The NextDev Talent Scouting merupakan sebuah ajang pencarian startup pengembang aplikasi digital.

“Dalam The NextDev Talent Scouting 2018, persyaratan utama aplikasi yang didaftarkan adalah harus mampu menghadirkan dampak sosial positif yang dapat membantu kehidupan masyarakat Indonesia,” katanya.

Beberapa contoh kategori sebagai dasar pengembangan solusi, yang merefleksikan berbagai bidang yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara langsung, di antaranya pendidikan, pemerintahan, lingkungan, kesehatan, transportasi, pariwisata, energi, agrikultur, dan perdagangan.

“Para startup terbaik berkesempatan mengikuti program pengembangan bisnis The NextDev Academy, serta memperoleh hadiah dan fasilitas pengembangan startup,” jelas dia.

Pengembangan itu meliputi seed fund untuk startup terbaik, investors yakni akses ke angel (penyokong keuangan) investor dan venture capital/VC atau modal usaha. Selain itu, ada juga mentoring yakni menghadirkan mentor yang didedikasikan khusus bagi startup, kemudian knowledge training (pelatihan untuk menambah pengetahuan) dari pakar dan praktisi startup, serta marketing untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Telkomsel dan akses pelanggan.

“Ada juga media publication atau akses ke media untuk publikasi yang meluas, serta trip and experience atau kesempatan mengunjungi perusahaan digital terbaik di dunia,” terang Wahyu.(*)

Menjangkau hingga ke Perbatasan NKRI

0

Fredi, seorang traveler Batam sedang membuka aplikasi media sosial sembari menunggu pompong di Pelabuhan Pulau Penawar Rindu, Belakangpadang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau untuk menjelajahi beberapa pulau di perbatasan Singapura.

Telkomsel terus membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi hingga ke perbatasan NKRI untuk memberi banyak kemudahan di masyarakat.

Tidak hanya sebatas layanan voice, SMS, data, tapi juga beragam layanan berbasis digital lainnya.

Tesk dan Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

Melayani hingga ke Pelosok Negeri

0

Warga membeli kartu perdana Telkomsel di Mobile GraPari Telkomsel di Tiban Centre.

Layanan Mobile GraPARI ini berfungsi untuk memberi layanan beragam produk Telkomsel hingga ke pelosok negeri. Seiring perkembangan dunia digital, Telkomsel terus mengembangkan ekosistem digital dan menghadirkan beragam layanan digital sebagai implementasi Industri 4.0 yang kini digalakkan.

Teks / Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

Preneur sekaligus Owner Batamliciouz

0
Owner Batamliciouz, Chandrana Rahman (kiri) saat berkunjung ke Batam Pos, Kamis (16/8) lalu. (Inset) Aksi Chandra saat mengulas makanan berupa sotong bakar. (Dokumentasi Batam Pos)

batampos.co.id – Pria keturunan Tionghoa itu menyendok ujung roti empuk berlapis parutan keju di atas piring. Ia mengarahkan sendok itu ke mulutnya. Sebentar mengunyah, dengan makanan yang masih belum ditelan, ia langsung berkomentar.

”Wow, must try, must try (harus coba),” katanya, sambil jari telunjuk dan jempol tangan kanannya menunjuk roti di atas piring tadi.

Saat itu, ia mencoba satu jajanan kuliner baru di Kota Batam, yakni Roti Kukus Bandung. Menurutnya, ia baru pertama kali menemukan kudapan itu di Batam, persisnya di kedai makanan yang berada di bawah Hotel Sinar Bulan di kawasan Nagoya, Lubukbaja, Kota Batam.

[nk_awb awb_type=”image” awb_image=”313928″ awb_image_size=”full” awb_image_background_size=”contain” awb_image_background_position=”50% 50%” awb_parallax=”scroll” awb_parallax_speed=”0.5″ awb_parallax_mobile=”true” awb_styles=” padding-top: 50px; padding-bottom: 50px; margin-top: 50px; margin-bottom: 50px;”]

 

[/nk_awb]

Itulah aksi Chandrana Rahman, Social Media Preneur sekaligus Owner Batamliciouz saat mengulas makanan yang ia temui dan mengabadikannya dalam bentuk foto maupun video yang bisa diakses secara digital. Aksinya itu bisa dilihat di media sosial (medsos) seperti Instagram yakni @batamliciouz, maupun di laman www.batamliciouz.com. Pengikutnya di Instagram juga tak bisa dibilang sedikit, mencapai 87,8 ribu pengikut.

Menurut Chandra, yang juga biasa memanggil dirinya dengan sebutan Koko, tujuan pembentukan Batamliciouz sangat sederhana. Yakni, ingin membagikan informasi berbagai makanan enak di Batam kepada semua masyarakat. Pria yang mengaku hobi makan itu bertutur, dulu teman-temannya sering menanyakan lokasi makanan yang enak kepada dirinya.

”Terpikirlah kenapa tidak sharing (berbagi) saja langsung biar lebih banyak orang tahu tentang hidden gems (berlian tersembunyi) yang enak-enak di Batam. Dan dengan begitulah terbentuk Batamliciouz,” tutur Chandra.

Seiring berjalannya waktu, sambung dia, Chandra merasa banyak sekali makanan enak di Batam yang tidak terekspos. Terutama, makanan yang dijajakan pedagang kaki lima yang murah, meriah, dan enak. Termasuk, yang banyak berjualan di pinggir jalan.

Dalam waktu dekat ini, Chandra juga akan menggelar bazar makanan untuk mewadahi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) makin mengenalkan dagangannya kepada masyarakat luas. Bertajuk Batamliciouz Bazaar, acara ini akan diadakan di Karnaval Market, Pasir Putih, Batam Center, 11-13 Januari nanti.

”Koko ada keinginan untuk mengumpulkan makanan-makanan yang enak-enak di Batam ke dalam satu wadah atau tempat, jadi kalian carinya juga gampang. Dengan bazar kuliner ini Koko bisa merealisasikan hal tersebut,” katanya.

Sebagai pelaku startup digital di Batam khususnya di bidang kuliner, Chandra tak memungkiri kemudahan akses jaringan internet turut menyokong keberhasilannya membangun citra sebagai food blogger kenamaan di Batam lewat Batamliciouz. Bahkan menurutnya, tanpa layanan data internet yang andal untuk mengunggah ulasan makanan yang ia temui, akan membuatnya kelabakan.

”Kalau ditanya siapa yang tidak bisa hidup tanpa internet atau konektivitas, Koko juaranya. Itu karena kerjaan Koko mobile, jadi ke mana saja harus ada koneksi internet yang andal,” ucapnya.

Belum lama ini, Chandra juga mengungkap bahwa dirinya bekerja sama dengan penyedia jasa telekomunikasi kenamaan di Tanah Air, Telkomsel dengan menyele­nggarakan pelatihan untuk pelaku UKM dalam mempromosikan produknya, khususnya di jagat maya. Bertema, UKM Go Digital, peserta acara ini mencapai 100 orang lebih dari target yang hanya 40 orang.

”Artinya apa? UKM juga sudah mulai merasakan pentingnya branding (pencitraan) melalui media digital. Makanya menurut Koko, inisiatif yang dilakukan Telkomsel ini sangat bermanfaat dan akan membantu perkembangan usaha digital startup di Batam,” terangnya.

Pertumbuhan startup digital di Kota Batam memang menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu diungkap Sekretaris Asosiasi Digital Entrepreneur Indonesia (ADEI) Kepri, Ammar Satria. Menurutnya, pada tahun 2017 lalu, jumlah startup digital di Batam baru sekitar 20-an. ”Tahun 2018 naik 100 persen lebih, kurang lebih ada 50-an startup digital,” sebut Ammar.

Kenaikan jumlah komunitas pelaku usaha digital itu, sambung dia, juga tak lepas dari penetapan Batam sebagai penghubung atau hub industri digital dari Singapura ke Indonesia.

Beberapa di antara startup itu yakni olsera.com, marlinbooking.com, Fintech PSTronik-Batam, Fintech mareco.id, batamfast.com, portalkerjabatam.com, jobsindonesia.com, ISP Medianusa Permana, springworks.co.id, ISP 3dtech.net.id, yellowapes.com, ruangkreasi.co, Modelux, Fingerfast Laboratory dan masih banyak lainnya.

Sementara untuk food startup, lanjut Ammar, di antaranya batamliciouz.com, Kioichi Bakery, itsumo.id, jomtea.id, Sassy Lettuce, Brownerie Batam, fatboyclub.id, Cuanki Express, Takayna Bangkok, Hippie Green, its shasalicious, dan lain-lain.

Sedangkan startup Singapura yang berbasis di Batam di antaranya Glints, Vouch, Defers, Versa Fleet, Synergy Financial Adviser, Trustsource, Suzerin, Prospect, Stendard, Strangersoccer, Prospace, Smarterme, Datastrategy, dan lain sebagainya.

Ammar juga mengatakan, industri digital Batam sangat terbantu dengan layanan yang dihadirkan penyedia layanan telekomunikasi (provider) dalam pengembangan Internet of Things (IoT).

Internet of Things adalah suatu konsep dimana objek tertentu punya kemampuan untuk mentransfer data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer. IoT juga bisa mencakup teknologi-teknologi sensor lainnya, semacam teknologi nirkabel maupun kode QR yang sering kita temukan di sekitar kita.

Menurut Ammar, berbagai kemudahan dan keandalan layanan provider seperti akses data generasi keempat atau fourth generation (4G) yang semakin luas dan terjangkau, pengaplikasian smart home, smart office dan smart city, serta fitur-fitur financial technology (fintech) yang dikembangkan provider dan juga infrastruktur cloud yang terintegrasi dengan perangkat seluler, makin memudahkan seluruh lapisan masyarakat mengakses internet kapanpun dan dimanapun.

”Industri 4.0 memberi dampak positif bagi pengembang dan pelaku industri digital, kami percaya Kota Batam setelah Pembangunan infrakstuktur selesai, masuk ke tahap industri 4.0,” jelas Ammar, yang juga merupakan Founder Fingerfast Laboratory tersebut.

Sebagai imbal balik kepada provider, pihaknya juga mendukung untuk pengembangan sistem otomasi, membuat kecerdasan buatan (artificial intelegensi), membuat keputusan berdasarkan data yang akurat serta terukur, dan sebagainya. ”Provider sangat berperan penting dalam industri 4.0, karena melalui akses internet yang cepat dan memadai ini akan memudahkan kami dalam pengembangannya,” ujarnya.

Ammar menyebut salah satu provider yang selama ini getol dan mau bekerja sama dengan kalangan startup digital Batam adalah Telkomsel. Bahkan, Telkomsel Batam merupakan anggota dan mitra dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Wantik) Batam (wantikbatam.id).

”Mereka mitra strategis kami dalam pengembangan konten, aplikasi dan jaringan, IoT, dan sebelum kami merumuskan program di tingkat Kota Batam, tentu kami mengundang Telkomsel dari kesiapan infrastruktur dan pengembangannya,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Digital Regional Expansion Sumbagteng Telkomsel, ­Wahyudanto Sudiyono mengatakan Telkomsel telah memperkenalkan Mobile Consumer Insight (MSIGHT) kepada publik sebagai salah satu upaya mendukung transformasi digital Indonesia menuju revolusi industri 4.0.

Melalui partisipasi pada kegiatan Tech in Asia (TIA) 2018 yang diadakan di Jakarta Convention Center, MSIGHT memperkenalkan kapabilitas dan manfaat dari layanan Telco Big Data kepada komunitas industri, pemerintah dan startup. MSIGHT hadir sebagai portofolio bisnis Telkomsel yang menghadirkan layanan Telco Big Data.

”Melalui pengembangan kapabilitas kami dalam kemitraan teknologi, MSIGHT sebagai unit yang beroperasi secara business to business (B2B) hadir untuk memberikan nilai tambah untuk lembaga-lembaga pemerintah dan sektor industri seperti keuangan, transportasi, e-commerce, ritel, digital, periklanan, dan masih banyak lagi,” katanya.

Terkait kerja sama Telkomsel dengan berbagai pihak untuk mendukung peningkatan layanan digital di Kota Batam, terutama untk mewujudkan smart city, Wahyu menyebut Telkomsel telah menggelar layanan 3G dan 4G hingga menjangkau hampir seluruh Kota Batam.

”Sehingga masyarakat lebih mudah memanfaatkan layanan internet untuk proses bisnis, pekerja kantoran bahkan hal yang menyangkut pengembangan ekonomi, budaya, pariwisata dan kesehatan yang memanfaatkan layanan internet,” tutupnya. (ann)

Lahir karena Filosofi Urip Iku Urup

0
(Jawa Pos)

DI hadapannya, seorang remaja pria ingin tahu cara menyeduh kopi. Sedangkan di ”seberang sana”, melalui perantaraan aplikasi percakapan di ponsel, ada calon pembeli saksofon yang juga harus dia layani.

Namun, Risma tetap bisa membagi perhatian dengan baik. Kepada si remaja pria, dengan telaten dia menjelaskan cara menggiling kopi. Juga, bagaimana memainkan rasio kopi dan air serta teknik menggunakan pour over.

Saat sang tamu mulai mempraktikkan yang dia ajarkan, tangannya dengan cekatan membalas percakapan si calon pembeli. Menjelaskan dengan detail berbagai hal yang terkait dengan saksofon yang akan dibeli.

”Saya ingin urip iku urup (hidup itu harus bermanfaat bagi orang lain, red). Berbisnis dengan menjadikan konsumen sebagai teman,” ujarnya.

Begitulah cara Ardhaseta Risma-yudha, nama lengkap Risma, menjalankan Rumah Tiup. Ramah, terbuka, dan tak pelit berbagi ilmu dengan siapa saja.

Di rumah yang terletak tak jauh dari Malioboro, Yogyakarta, tersebut, siapa saja bisa mengenal lebih dekat berbagai alat tiup. Sekaligus belajar menyeduh kopi atau sepeda. Risma yang lekat dengan turban itu dengan senang hati akan melayani.

Penampilan Risma nyentrik. Kata orang-orang yang mengenalnya, dia nyaris tak pernah lepas dari turban yang melekat di kepalanya. Senang pakai kemeja dengan dua kancing atas sengaja dibuka. Seperti gaya Raja Dangdut Rhoma Irama.

Sejak 2011, Risma mengelola Rumah Tiup Tina. Rumah itu sebenarnya peninggalan neneknya. Sengaja dilestarikan untuk menyambung hobi orang tuanya: mengoleksi berbagai alat musik tiup.

Ayah Risma, Prihardianto, dan ibunya, Valentine Sriyu-niati yang biasa dipanggil Tina, kolektor alat musik tiup sejak ’80-an. Koleksinya kini sudah tembus ratusan.

”Awalnya mengenal alat musik tiup karena dulu saya sering diminta ibu untuk membantu servis. Kebetulan, keluarga kami juga menerima servis alat musik tiup,” kata Risma.

Ayah dan ibunya kini tinggal di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sementara itu, Risma dan istrinya, Franxisca Rina Noviyanti, tinggal di Yogyakarta.

Rumah Tiup Tina menempati sebuah bangunan sederhana. Arsitektur bangunannya khas rumah kampung pada umumnya. Beberapa bagian bahkan sengaja hanya diplester tanpa dikeramik. Meskipun begitu, bagi penggemar alat musik tiup, rumah itu bak museum sekaligus studio.

Berbagai alat musik tiup ada di sana. Misalnya saksofon. Hampir semua merek ada. Yang langka, antara lain, Alto Yanagisawa (Jepang), Tenor Werklang (Jerman Timur), serta Tenor Selmer dan Saxo C Melody Carl Fisher (keduanya dari Amerika Serikat).

”Saya ingin mewujudkan cita-cita ayah membuat museum dan pusat edukasi alat musik tiup,” tutur Risma.

Juga ada kiowa dari Amerika Selatan, quena (Peru), tin whistle (Irlandia), ocarina (Korea), dan suling Bali, suling Batak, serta toleat dari Subang.

Oleh Risma, rumah itu sengaja didesain untuk memungkinkan pengujian alat musik tiup. Misalnya, ada ruangan yang sengaja dide-sain sebagai studio, stage, dan living room.

”Jadi, orang yang datang bisa mencoba. Misalnya, saksofon itu kalau dimainkan di studio, stage, dan living room, bedanya seperti apa,” ujarnya.

Sejumlah alat tiup di Rumah Tiup Tina sengaja dijual. Biasanya, yang dijual seri-seri baru. Yang Risma punya beberapa buah. Bukan hanya alat musik tiup, Risma juga menyediakan peranti-peranti pendukung. Misalnya, mouthpiece saxophone.

Sekitar satu jam koran ini singgah di Rumah Tiup Tina. Ada saja orang yang datang untuk bertransaksi. Misalnya, dua driver ojek online yang mengambil barang pesanan orang. Ada juga anak muda yang datang langsung untuk mengambil saksofon yang selesai diservis.

Di rumah itu, Risma juga kerap melayani kursus gratis belajar alat musik tiup. ”Sering orang datang ke sini untuk belajar. Tak ajarin (saya ajari, red) gratis agar orang tak skeptis terhadap alat musik tiup,” ujar lulusan Jurusan Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) itu.

Risma memang sudah lama bergelut dengan saksofon dan alat musik tiup lain. Namun, sebenarnya dia tak berniat mencari uang dari sana.

Dia pernah sempat benar-benar jauh dari alat musik tiup. Tepatnya ketika Risma bekerja sebagai pegawai di Jakarta.

Suatu ketika Risma jenuh dengan pekerjaannya. Padahal, versi Risma, posisinya saat itu sudah lumayan. Risma yang sudah menikah dan tinggal di Jakarta ingin pulang kampung ke Yogyakarta.

Apalagi, saat itu neneknya baru saja meninggal. Rumah nenek yang sudah dibeli ayahnya tersebut kosong. Rumah itulah yang kini dijadikan Rumah Tiup Tina. Singkat cerita, pasangan tersebut kompak pindah dari Jakarta. Risma resign dari pekerjaannya. Sedangkan Rina minta mutasi.

Kepada siapa pun yang datang, Risma tak segan untuk membagikan ilmu yang dipunya. Tak peduli mau beli alat musik tiup atau tidak.

Ilmu yang dibagikan juga tak sekadar soal alat musik tiup, tapi juga teknik menyeduh kopi dan pengetahuan tentang sepeda. Kebetulan, dua hal itu juga menjadi hobi Risma.

Totalitas Risma mempelajari kopi patut diacungi jempol. Dia tak membuka kedai kopi, tapi peralatan kopinya tergolong lengkap. Peralatan seduh manualnya aneh-aneh.

Bisa dikatakan mahal untuk ukuran penghobi kopi rumahan. Misalnya, untuk grinder kopi manual, Risma punya Lido Espresso Orphaned. Harganya sekitar Rp 3 juta.

Juga ada alat pembuat espresso manual yang bernama espresso forge. Dia beli waktu pembuatnya masih memproduksi alat itu dalam bentuk prototipe. Belum dijual secara komersial. Harga alat itu di pasaran kini sekitar Rp 8,6 juta. Termasuk jarang dijual di Indonesia.

Seperti saat diminta untuk menjelaskan berbagai saksofon, Risma juga asyik saat diajak ngobrol soal kopi. Orangnya terbuka.

Pendapatnya soal penyeduhan dan cita rasa kopi juga logis. Tak seperti beberapa orang yang memaksakan pendapatnya soal teknik penyeduhan tapi tidak bisa menerangkannya secara logis.

Totalitas yang sama ditunjukkan Risma pada hobinya, bersepeda. Dia selama ini lebih menekuni hobi bersepeda touring.

Hampir setiap hari kalau tidak hujan dia berangkat ngepit dari rumahnya di Nge-losari Turi, Sleman, ke Rumah Tiup Tina. ”Jaraknya sekitar 22 km,” ujar Risma.

Di bagian belakang Rumah Tiup Tina, diparkir sejumlah sepeda touring. Antara lain, Surly dan Cargo Minivelo. Ada juga sepeda lipat kekinian Brompton. Tembok yang mengitari penuh dengan tool sepeda.

Waktu terus berjalan. Si remaja pria yang belajar menyeduh kopi telah pulang. Chat di ponsel juga sudah selesai. Namun, ngobrol bareng Risma seperti tak ada habisnya. Susah ngeremnya. Saking asyiknya.(*/c11/ttg)

Jadwal Pelantikan Rudi Makin Dekat

0
KEPALA BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (kiri) berbincang dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat menunjuk Rudi sebagai ex-officio kepala BP Batam dan kemungkinan akan segera dilantik dalam waktu dekat. (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.id – Jadwal pelantikan Wali Kota Batam Muhammad Rudi sebagai ex-officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam kian dekat. Sebab Dewan Kawasan (DK) Batam akan menggelar rapat final terkait regulasi ex-officio tersebut di Jakarta pada Senin (7/1) pekan depan.

“Arah kebijakan sudah jelas, yakni posisi wali kota Batam sebagai ex-officio kepala BP Batam yang keberadaannya di bawah pengawasan DK FTZ BBK (Batam, Bintan, dan Karimun, red),” ujar anggota Tim Teknis DK BBK, Taba Iskandar, Jumat (4/1).

Taba menjelaskan, rapat pekan depan itu akan digelar di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta. Rakor tersebut akan dihadiri sejumlah menteri atau perwakilan dari kementerian dan lembaga anggota Dewan Kawasan Nasional (DKN).

Ada beberapa tema yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Namun tema utamanya adalah berkaitan dengan ex-officio kepala BP Batam beserta regulasinya. “Dan bagaimana dengan Batam ke depannya,” ujarnya.

Taba enggan menanggapi isu yang menyebut kemungkinan Rudi akan dilantik sebagai ex -officio kepala BP Batam pekan depan. Namun menurut dia, isu tersebut mungkin saja be­nar jika dalam rapat pekan de­pan bisa menghasilkan keputusan final terkait regulasi ex-officio kepala BP Batam.

“Artinya bila dalam rapat tersebut regulasinya sudah pas dan tepat, tinggal lapor Presiden dan dilakukan acara pelantikan,” paparnya.

Politikus Partai Golkar tersebut menegaskan, dengan ada­nya istilah ex-officio tersebut, per­soalan yang perlu dipahami adalah bahwa tidak terjadi peleburan antara BP Batam dengan Pemko Batam.

Menurutnya, konsekuensi positif kebijakan tersebut adalah menuntaskan sengkarut kewenangan yang terjadi antara Pemko Batam dan BP Batam.

“Kita melihat banyak kebaikannya. Salah satunya adalah memberikan kepastian hukum bagi investor untuk berinvestasi di Batam,” tegas Taba.

Legislator Komisi I di DPRD Kepri itu juga menjelaskan, jabatan ex-officio tersebut menegaskan posisi kepala BP Batam bukan merupakan jabatan politik. Karena tanggung jawabnya disampaikan kepada DK FTZ BBK. Ia berharap, dengan adanya terobosan ini dapat mempercepat pembangunan ekonomi daerah di Batam dan Kepri pada umumnya.

“Karena sudah dikendalikan langsung satu pintu, sehingga otomatis tidak terjadi tumpang tindih lagi,” jelas Taba.

Belum lama ini, Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Ke­tua DPRD Kepri Jumaga Nadeak sama-sama mendukung keputusan pemerintah pusat menjadikan Wali Kota Ba­tam Muhammad Rudi se­ba­gai ex-officio kepala BP Ba­­tam. Keduanya percaya ke­putusan pemerintah pusat ini dapat menjadikan Batam menjadi lebih baik ke depannya.

“Saya mendukung kebijakan pusat. Saya percaya keputusan ini yang terbaik,” ujar Gubernur.

Ia mengatakan, walaupun Presiden Jokowi tak mengajaknya berdiskusi tentang nasib Batam ke depannya, namun tim-tim ahlinya telah bekerja dengan baik selama ini.

Sementara itu Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak juga merasa tujuan pemerintah pusat dirasa sangat baik. Karena permasalahan dualisme yang selama ini tak kunjung selesai, akhirnya memasuki babak akhir dengan keluarnya kebijakan pemerintah pusat yang meminta wali kota Batam sebagai ex- officio kepala BP Batam. (leo)

Bulog Jamin Harga Beras Stabil Sudah Salurkan 3.500 Ton ke Seluruh Kepri

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau ketersediaan beras di Gudang Bulog Tanjungpinang, Kamis (3/1). (Humas Pemprov Kepri)

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan pemerintah dan Bulog beserta semua pihak terkait, harus terus memfasilitasi dan mencari terobosan serta langkah strategis untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok.

“Kita tidak bisa hanya menunggu, jangan sampai masyarakat menjerit kekurangan, kita harus bergerak terus dalam menjaga stabilitas terutama kebutuhan pangan,” ujar Nurdin saat peluncuran ketersediaan pasokan dan stabilitasi harga beras 2019 di gudang Bulog (Badan Urusan Logistik), Km 5 Bawah, Tanjungpinang, Kamis (3/1).

Gubernur yang hadir bersama Sekdaprov TS Arif Fadillah, tak lupa menyampaikan terima kasih kepada pihak Bulog beserta semua pihak terkait yang terus bekerja dengan maksimal. Sebab keberadaan stok pangan dan stabilitas harga sendiri juga bertujuan untuk menekan inflasi.

“Harus seimbang, kebutuhan masyarakat terpenuhi, inflasi juga ditekan agar roda ekonomi tetap stabil,” lanjut Nurdin.

Kepri yang terdiri dari pulau-pulau, menurut Nurdin lancarnya arus produksi juga ditentukan dengan baiknya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung salah satunya pelabuhan serta armada kapal yang baik.

“Menjaga kebutuhan masyarakat tersebut, kita harus memperhatikan kondisi yang ada di Kepri, pelabuhan dan gudang dimasing-masing daerah juga terus kita perhatikan,” tambah Nurdin lagi.

Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Syahrul menyambut baik kegiatan ini, yang mana bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kecukupan stok. Bulog dikatakan Syahrul telah menjalankan tugasnya dengan baik demi mewujudkan kepentingan masyarakat.

“Berbagai strategi dan program terus diupayakan, tentu kami semua akan terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dalam mencapai kecukupan kebutuhan masyarakat Tanjungpinang,” kata Syahrul.

Dalam laporannya, Kasub Bulog Divre Tanjungpinang Edison mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat menteri yang dipimpin langsung oleh Presiden RI pada 27 Desember lalu dan dilaksanakan serentak di Bulog seluruh Indonesia.

“Hal ini bertujuan untuk meredam bahkan mencegah kenaikan harga serta menjaga pasokan beras dalam keadaan aman dan terkendali,” kata Edison.

Edison melaporkan pada 2018 lalu secara total Bulog Tanjungpinang telah mensuplai sebanyak 3.500 ton ke seluruh Kepri. Dengan rincian untuk Kota Tanjungpinang sebanyak 2.157 ton, Kabupaten Bintan 236 ton, Kabupaten sebanyak Lingga 144 ton, Kabupaten Natuna sebanyak 963 ton, dan Kabupaten Anambas (Beras Premium) sebanyak 200 ton yang penyaluran dilakukan melalui mitra dan distributor maupun agen binaan dari Bulog.

Untuk harga, penyaluran beras dilakukan dengan harga Rp 8.600 per kg untuk kemasan 50 kg dan Rp 9.050 per kg untuk kemasan 5 kg. Sedangkan penjualan kepada masyarakat secara eceran sebesar Rp 9.950 per kg sesuai dengan peraturan Menteri Perdagangan Nomor 75 Tahun 2017.

“Agar konsumen mendapatkan harga terjangkau dan daya saing yang seimbang di pasar,” lanjut Edison. (bp)

Hadirkan Solusi Digital, Telkomsel Dorong UKM Go International

0
KARYAWAN Dimsum PJS menyiapkan dimsum pesanan pelanggan di Pandora Foodcourt di Batam Center, Kamis (3/1).

Telkomsel berkomitmen mendukung kemajuan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan menghadirkan berbagai solusi digital. Dengan layanan ini, UKM Indonesia diharapkan tidak saja menguasai pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar global.

SUPARMAN, Batam

Jika dilihat sekilas, makanan yang dimasukkan dalam toples kaca itu terlihat seperti daging dimasak dendeng. Hanya saja, potongannya terlalu kecil untuk ukuran dendeng.

Begitu juga saat dimakan, rasanya sangat mirip dengan dendeng daging khas masakan Padang. Hanya saja, dendeng yang satu ini terasa pedas.

“Kalau nggak dibilangin, mungkin orang tidak tahu kalau ini terbuat dari jamur,” kata Fedric Wilsen, Rabu (2/1) lalu.

Inilah dendeng jamur ala Fedric yang kemudian ia patenkan dengan merk Jablai. Singkatan dari Jamur Balado Cabai.

Fedric sengaja membuat dendeng berbahan dasar jamur tiram karena ingin memenuhi kebutuhan kalangan vegetarian di Batam.

“Karena pasti banyak para vegetarian yang ingin merasakan nikmatnya daging dendeng,” kata Fedric.

Mahasiswa jurusan Teknik Informatika di Universitas Universal (Uvers) Batam ini mengatakan, awalnya ia memasarkan dendeng Jablai ini di kalangan kampus saja. Kebetulan, di kampusnya cukup banyak vegetarian. Baik dari kalangan dosen maupun sesama mahasiswa.

Tak disangka, respon pasar cukup positif. Beberapa pelanggannya mengaku dendeng jamur tersebut cukup nikmat. Ditambah dengan sensasi pedas, membuat dendeng Jablai makin diminati.

“Sesuai namanya, dendeng Jablai ini berbumbu balado. Jadi rasanya pedas,” kata Fedric.

Tak mau menyia-nyiakan peluang, pria asal Pontianak, Kalimantan Barat, ini kemudian mulai serius menggeluti bisnis dendeng jamurnya itu. Ia gencar promosi melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Belakangan, ia juga menggunakan layanan MyAds Telkomsel untuk iklan digital.

Kini, dendeng Jablai ala Fedric dikenal tidak saja oleh kalangan vegetarian di Batam. Melainkan sudah dinikmati para vegetarian di Surabaya, Jakarta, Bekasi, Karawang, dan kota-kota lainnya di Indonesia. Dengan kemasan toples yang praktis, dendeng Jablai ini bisa dikirim ke pembeli di mana saja.

“Bahkan sudah sampai ke Singapura,” kata Fedric.

Fedric mengaku, bagi pelaku usaha UKM seperti dirinya, layanan MyAds Telkomsel bisa menjadi solusi digital untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis. Sebab iklan yang dipasang di MyAds akan menyasar konsumen yang sesuai target. Misalnya berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi, hingga perilaku konsumsinya.

Pengalam serupa dirasakan Suriadi, pemilik usaha Dimsum PJS. Pria yang akrab disapa Adi ini mengaku layanan MyAds Telkomsel sarana tepat bagi pelaku UMK untuk beriklan secara digital.

“Saat ini saya masih menggunakan layanan SMS broadcast saja. Tapi itu sudah cukup efektif,” kata Adi saat ditemui di Kedai Dimsum PJS di Pandora Foodcourt, Batam Center, Kamis (3/1).

Lewat Telkomsel MyAds, kata Adi, para pelaku UKM dapat menjangkau konsumen baru yang lebih luas. Sehingga promosi usaha akan lebih cepat dan menyebar ke pelanggan-pelanggan baru.

Adi sudah mengujinya. Beberapa pembeli yang datang ke kedainya merupakan pelanggan baru. Selebihnya merupakan konsumen lama.

Seperti pengalaman Fedric, Adi juga mengaku jika dimsumnya sudah banyak dinikmati pembeli dari negeri jiran, Malaysia dan Singapura. Bahkan, Adi mengaku ada pelanggannya yang menawari untuk membuka cabang di Johor, Malaysia.

“Tapi saya belum siap. Karena ini masih mengembangkan usaha yang di Batam,” kata pria asal Sumatera Utara ini.

Vice President Digital Advertising and Analytics Telkomsel Harris Wijaya mengatakan, sektor UMKM memiliki peranan penting dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, juga mengurangi angka pengangguran. “Oleh karena itu, sebagai operator seluler terdepan di Indonesia, kami berupaya turut membantu sektor UMKM dalam meningkatkan produktivitasnya dengan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui layanan Telkomsel MyAds. Kami berharap layanan ini dapat membantu merangsang pertumbuhan sektor UMKM di Indonesia lebih baik lagi,” kata Harris dalam rilisnya kepada Batam Pos, beberapa waktu lalu.

Dengan menggunakan layanan Telkomsel MyAds, pengiklan akan dimudahkan dalam membuat dan mengirimkan iklan mereka ke pelanggan Telkomsel langsung ke perangkat selulernya melalui SMS, MMS, dan USSD. Lebih jauh, pengguna platform ini juga dapat mengkustomisasi iklan tersebut sesuai dengan kebutuhannya dengan empat keunggulan layanan yang ditawarkan, yaitu Location Based Advertising (LBA), Broadcast, Targeted, dan Interactive.

LBA adalah layanan beriklan yang memungkinkan pengiklan untuk mengirimkan kampanye iklannya kepada pelanggan Telkomsel di sekitar lokasi tertentu sesuai dengan kebutuhan pengiklan. Broadcast adalah layanan beriklan yang memberikan keleluasaan kepada pengiklan untuk mengirimkan iklan dalam jumlah besar (bulk) sesuai dengan data dan kebutuhan yang dimiliki pengiklan.

Targeted adalah layanan beriklan yang memberikan keleluasaan kepada pengiklan untuk mengirimkan iklan kepada pelanggan Telkomsel sesuai dengan profil yang dibutuhkan, seperti jenis kelamin, usia, maupun perilaku penggunaan layanan. Sementara Interactive adalah layanan beriklan yang memungkinkan pengiklan dapat mengirimkan iklan yang interaktif kepada pelanggan Telkomsel serta dapat digunakan untuk kuis dan survei sehingga berpotensi memperkuat user engagement.

Sementara Vice President Corporate Account Management Telkomsel Primadi K Putra dalam rilisnya kepada Batam Pos mengatakan, dengan solusi digital yang ditawarkan Telkomsel, para pelaku usaha kecil dan menengah bisa menjangkau konsumen lebih luas. Apalagi saat ini perilaku konsumen sudah berubah dari pola belanja konvensional ke online.

“Saat ini zaman sudah berubah. Kalau dulu kita membeli barang dengan datang ke toko. Sekarang di era digital, kita mencari sesuatu lewat internet. Karena itu, Telkomsel menghadirkan solusi digital agar UKM lokal mampu bersaing dalam skala nasional dan internasional,” kata Primadi.

Puluhan UKM Batam Pakai Solusi Digital Telkomsel

Manager Branch Batam Telkomsel Agus Pramono mengatakan, respon UKM di Batam terhadap solusi digital yang ditawarkan Telkomsel cukup baik. Saat ini sudah ada puluhan pelaku UKM di Batam yang menggunakan solusi digital dari Telkomsel.

Agus mengatakan, beberapa komunitas UKM di Batam juga menggunakan solusi digital Telkomsel secara bersamaan. Seperti beberapa UKM di Bandara Hang Nadim, Batam.

“Khusus di Hang Nadim saja ada 50 tenant yang menggunakan solusi digital dari kami,” kata Agus, Jumat (4/1).

Tingginya respon UKM di Batam ini tak terlepas dari gencarnya Telkomsel mensosialisasikan solusi digital tersebut. Selain melalui pendekatan ke pelaku UKM, sosialisasi juga dilakukan melalui forum group discussion (FGD) di berbagai event dan momen.

Karena sifatnya digital ini transparan, maka harapannya pebisnis atau pelaku UMKM paham akan solusi yang dibutuhkan,” kata Agus.

Menurut Agus, kehadiran solusi digital dari Telkomsel ini membuka peluang bagi sektor UKM untuk berkembang lebih besar. Khusus di Batam, dengan solusi digital yang ditawarkan Telkomsel, pelaku UKM bisa mengembangkan bisnisnya dengan pasar yang lebih luas karena bisa menjangkau konsumen hingga Malaysia dan Singapura.

“Apalagi jika pelaku UKM masuk ke dalam pusaran simbiosis pariwasata. Sehingga peranan UKM sangat bisa berdampak,” kata Agus.

Agus melanjutkan, selain MyAds saat ini ada lima produk solusi digital Telkomsel yang paling diminati pelaku UKM di Batam. Di antaranya Payment of Sales, E-Employee (Gadjian+Hadir), E-Accounting, Kofera, danToko Digital.

Sementara Wakil Ketua Kadin Batam Suriadi mengatakan, era digital memang tak bisa dibendung. Sehingga sudah saatnya para pelaku usaha, termasuk UKM, untuk memanfaatkan teknologi dalam pengembangan bisnis dan usahanya.

“Kami berharap pelaku usaha baik sekala besar, menengah, dan kecil untuk melek teknologi. Sehingga mereka bisa bersaing baik di dalam negeri maupun di kancah global,” kata Suriadi, Kamis (3/1).

Menggunakan layanan atau solusi digital Telkomsel merupakan salah satu langkah tepat bagi pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya. Sebab saat ini perilaku konsumen juga sudah mulai bergeser dari model belanja konvensional ke model belanja online atau digital. (***)