Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 11608

PLN Batam Tertibkan Listrik Ilegal

0

Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bright PLN Batam saat memutus jaringan kabel ilegal sepanjang dua kilometer di wilayah Kaveling Sambau Makmur, Nongsa, belum lama ini.
F. humas pln batam

batampos.co.id – Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bright PLN Batam me­mu­tus jaringan kabel ilegal se­panjang dua kilometer di wi­layah Kaveling Sambau Ma­kmur, Nongsa, belum lama ini. Kabel yang tidak memper­hatikan keselamatan ini diam­bil secara ilegal untuk me­nga­lir­kan lstrik ke sekitar 15 rumah.

“Kalau jatuh ke tanah dan hujan lalu ada yang kena setrum siapa yang tanggung jawab,” ujar Ketua Tim Operasi Agus Hasraf.

Agus mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menurunkan sembilan tim, setiap tim terdiri dari tiga petugas.

Tim menyusuri kabel listrik ilegal dari pinggir jalan sampai ke rumah-rumah di Kaveling Sambau. Menurut Agus, operasi mene­mu­kan ada sekitar 15 rumah yang memasang aliran listrik ile­­gal tersebut. Sementara menurut seorang warga yang ber­­kebun di sana, ada lebih dari 20 kepala keluarga yang seti­ap bulan membayar ke pengelola kaveling dari Rp100 rib­u hingga Rp250 ribu per bu­lan.

Diketahui pemasangan listrik ilegal ini sudah berlangsu­ng sekitar satu tahun. Warga yang berdiskusi dengan tim p­enertiban bersedia listriknya di­putus. Tapi mereka juga berharap PLN mau menyambu­ng listrik resmi. Setelah berdiskusi dengan se­jumlah warga, Agus meme­rin­­tahkan petugas memutus jar­ingan listrik ilegal tersebut bes­erta meterannya.
Semuanya­ diangkut petugas ke mobil o­perasi.

“Digulung semua seb­agai barang bukti,” kata dia.

Joni Suhombing Koordinator Lapangan P2TL PLN Batam usai operasi menyebutkan, listrik ilegal tersebut diambil dari jaringan PLN di unit Kwh Meter yang berada di pinggir Jalan Hang Lekiu, Nongsa. “Kalau tidak ditelusuri, tak ada yang tahu karena masuk hutan,” kata dia.

Menurut dia, aksi pencurian lis­trik harus ditindak tegas karena merugikan perseroan. Tim P2TL berkomitmen turun ke lapangan karena aksi pen­cu­r­ian seperti kucing-kucinga­n dengan petugas.

“Pagi diputus, malam disambung lagi. Sering seperti itu. Makanya kami harus tegas,” sambung dia.

Setelah operasi di Sambau, timnya masih menyusuri daerah lain di bilangan Kabil. Hingga kemarin, PT PLN Batam masih menghitung besaran Kwh listrik yang diambil di kawasan Sambau termasuk nilai kerugiannya.

Manajer Humas bright PLN Ba­tam Bukti Panggabean me­nga­takan, operasi penertiban pemakaian tenaga listrik ini akan tetap dilakukan agar pe­layanan kelistrikan tetap anda­l.

“Karena apabila ada yang melakukan penggunaan listrik secara illegal seperti ini maka di lokasi tersebut akan rawan terhadap kebakaran, drop tegangan dan yang lainnya,” bebernya.

Selain itu, pencurian listrik selain berdampak terhadap keselamatan jiwa di sekitarnya, juga dapat menyebabkan gangguan jaringan listrik akibat beban trafo yang overload sehingga pelanggan lainnya padam akibat gangguan trafo da­n jaringan tersebut.

Sebagai wuj­ud kepedulian keandalan sys­tem kelistrikan, ia memi­nta masyarakat melaporkan apabila menemukan se­suatu hal yang mencurigakan terkait dengan pencurian listrik.

“Termasuk juga apabila ada oknum yang menawarkan penghematan listrik dengan melakukan modifikasi pada kwh meter milik PT PLN Batam,” tuturnya.(hgt)

UBC Daftarkan 12 Peserta

0
ANGGOTA Ukhuwah Bicycle Community (UBC) foto bersama dengan mengenakan kaos funbike night Batam Pos.
F. UBC untuk Batam Pos

batampos.co.id – Satu per satu komunitas se­peda di Batam men­daftar menjadi peser­ta funbike night Batam Pos-BP Batam yang akan digelar pada Sabtu (24/11/2018) mendatang. Di antaranya Ukhuwah Bicycle Community (UBC) yang mendaftarkan 12 anggotanya untuk ikut serta dalam event bergengsi tersebut.

Ketua UBC Dayat mengatakan, UBC merupakan komunitas pesepeda yang baru saja terbentuk pada 9 September lalu.

“Kami terdiri dari berbagai kalangan masyarakat dan khususnya jamaah Masjid Jami’ Al Ukhuwah di Komplek Al Hikmah, Sagulung,” ujar Dayat.

Ia menyebutkan, terbentuknya komunitas pesepeda bagi para ikhwan (pria) dari usia anak-anak hingga dewasa ini bertujuan untuk menebarkan syiar Islam melalui kegiatan bersepeda.

“Saat ini UBC memiliki 36 anggota, dan semoga bisa terus bertambah karena terbuka bagi para ikhwan yang ingin bergabung,” jelasnya.

Dayat mengatakan, sampai saat ini memang baru 12 anggotanya yang memastikan bisa ikut dalam acara funbike night Batam Pos. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan bertambah lagi.

“Soalnya ini merupakan event pertama yang akan kami ikuti. Jadi pasti banyak lagi yang mau daftar,” terang Dayat.

Menurutnya, selain menjadi pengalaman bagi UBC, funbike night juga memberi tantangan tersendiri karena digelar pada malam hari.

“Tentunya akan jadi pengalaman yang seru, karena di acara tersebut akan banyak dampak positif yang didapat. Dapat sehat, silaturahmi, hiburan, juga hadiahnya jika rezeki,” tuturnya.

Sesuai dengan namanya, funbike night Batam Pos-BP Batam akan digelar pada malam hari, yakni pada Sabtu (24/11) malam di Batam Center. Pendaftaran masih dibuka dengan biaya Rp 75 ribu. Dengan pendaftaran tersebut peserta akan mendapatkan kaus, lampu LED, dan kupon undian berhadiah. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. (nji)

Pemko Batam Mengaku Merasakan Manfaat OSS

0
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemberlakuan One Single Submission (OSS) di Batam berpengaruh besar terhadap rencana investasi di Batam. Dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah ada 1.430 perusahaan di Kota Batam yang mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) Dengan nilai investasi sekitar Rp 57 Triliun.

Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau di kantornya, Kamis (15/11) mengatakan, sebagian besar perusahaan yang sudah mendapatkan NIB itu adalah perusahaan dalam negeri yakni 1.322 perusahaan dengan total rencana investasi Rp 47,5 Triliun. Sementara PMA hanya sekitar 108 perusahaan dengan nilai modal usaha sebesar Rp 9,5 triliun. Ini semua masukkan aplikasi paska pemberlakuan OSS di mana Pemko Batam sebagai admin di Batam.

“Jadi yang masuk itu dan ingin berusaha di Batam sangat banyak. Sebagian besar adalah PMDN. Kalau PMA hanya seratusan perusahaa. Mudah-mudahan langsung investasi di Batam,” katanya.

Sebagian besar rencana investasi tersebut berasal dari Sektor Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya, Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logan, Mesin dan Elektronik dan Sektor Perdagangan dan Reparasi.

“Jadi setelah MPP ada dan OSS diberlakukan Juli lalu, jumlah perusahaan yang ingin investasi naik drastis. Dan kita berharap realisasi di semester II ini nantinya lebih besar dari semester satu,’ katanya.

Ia menjelaskan bahwa realisasi investasi PMDN di emester 1 2018 sebelum OSS diberlakukan yakni 36 Proyek dengan nilai investasi Rp 433,9 miliar dan menyerap 1672 Tenaga Kerja.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy), nilai investasi mengalami peningkatan 38,85% atau meningkat Rp 121,4 miliar. Sementara untuk jumlah proyek mengalami peningkatan 111,76% atau bertambah 19 Proyek, sedangkan untuk serapan tenaga kerja terjadi penurunan sebesar 10.11% atau sebanyak 188 tenaga kerja.

“Sektor Usaha yang terbesar melakukan investasi adalah industri alat angkutan dan transportasi lainnya. Kemudian ada logam dasar, barang Logan, mesin dan elektronik. Kemudian ada sektor perdagangan dan reparasi,” katanya.

Sementara realisasi investasi PMA Semester satu di tahun 2018 sebelum pembelakuan OSS terdapat 41 Proyek dengan nilai investasi 124.281.000 Dolar Amerika atau setara dengan Rp 1,6 Triliun (kurs Rp 13 ribu). Di mana investasi PMA tersebut menyerap 2.537 Tenaga Kerja.

Jika dibandingkan dgn periode yang sama tahun lalu (yoy), nilai investasi mengalami penurunan. Di mana tahun sebelumnya mencapai 179.007.000 dolar Amerika atau setara dengan Rp 2,3 Triliun. Sedangkan untuk serapan tenaga kerja meningkat sebanyak 1.020 tenaga kerja.

“Sektor usahanya masih hampir sama dengan investasi di PMDN. Tetapi kalau di PMDN paling banyak adalah angkutan,maka di PMA lebih besar adalah Sektor Usaha yang terbesar investasi sektor industri logam dasar, mesin dan elektronik. Sektor perdagangan dan reparasi juga ada,” tambah Gustian.karet, barang dari karet dan plastik.

Gustian mengatakan, Pemko Batam terus berupaya memudahkan investasi dengan mempermudah perizinan di segala bidang. Tentunya perizinan yang sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Izinnya sudah lengkap maka akan langsung diterbitkan. Dan ingat perizinan kita sudah lakukan online. Artinya kita mempermudah,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan bahwa dengan banyaknya perusahaan yangn ingin masuk, artinya Batam masih tetap menjadi primadona. Ia berharap semua pihak yang ada di Batam untuk bisa terus menjaga investasi yang ada di Batam.

“Mari kita menciptakan keamanan dan kenyamanan di Batam. Investasi harus kita tingkatkan terus. Pemko Batam dan BP Batam harus terus memberikan kemudahan kepada setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di Batam,” katanya. (ian)

Tuduh Lawan Kentut yang Bikin Ia Hilang Konsentrasi

0
Gary Anderson (ISTIMEWA)

batampos.co.id –Seorang atlet dart menuduh lawan mainnya kentut. Itulah yang terjadi pada pertandingan grand slam cabang olahraga dart di Wolverhampton kemarin.

Dua atlet Gary Anderson dan Wesley Harms saling mengelak sebagai orang yang bertanggung jawab menciptakan bau telur busuk di venue pertandingan.

Anderson memenangi laga dengan skor 10-2 untuk melaju ke perempat final. Dalam wawancara televisi usai laga, Harms langsung menuduh lawannya itu baru saja melakukan pelanggaran bau yang membuatnya gagal berkonsentrasi.

“Sepertinya butuh dua hari untuk menghilangkan bau ini dari hidungku,” ucap Harms dilansir BBC.

Anderson langsung berang mendengar lawannya itu mengungkapkan ejekan tersebut.

“Jika bocah itu berfikir saya kentut, dia salah 1010 persen,” ucapnya. “Saya bersumpah demi kehidupan anak-anak saya, itu bukan kesalahan saya,” tambahnya.

(bx/aim/yes/JPR)

Pemuda 20 Tahun Jadi Otak Pencurian Motor

0

batampos.co.id – Jajaran Unit Reskrim Polsek Sekupang membekuk seorang pemuda yang menjadi otak pencurian sepeda motor milik Tika KS, 22 di kawasan Tanjungriau, Sekupang.

Rombong, 20 ditangkap Unit Opsnal Polsek Sekupang di kawasan Pelabuhan Makobar, Batuampar, Rabu (14/11) lalu sekitar pukul 00.30 WIB.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji mengatakan, pencurian ini bermula dari adik korban yang pada saat itu hendak berangkat ke sekolah menanyakan ke kakaknya dimana ia memarkirkan sepeda motor. Sebab, pagi itu sepeda motor yang biasanya terparkir di depan rumah sudah tidak ada. Selanjutnya, korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Sekupang.

“Dari laporan yang kami terima dari korban, dia mengalami kerugian satu unit sepeda motor jenis Honda Beat BP 2183 IA. Dimana, dalam laporannya korban mengalami kerugian sebesar Rp 9,5 juta,” ujarnya kemarin.

Atas diterimanya laporan tersebut, Unit Opsnal Polsek Sekupang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban dan memintai keterangan dari beberapa orang saksi guna penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil penyelidikan itu, Unit Opsnal Polsek Sekupang mendapatkan informasi bahwa otak pelaku pencurian sepeda motor itu tengah berada di kawasan Tanjungriau.

“Dari infromasi itu, selanjutnya kami langsung bergerak dengan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupang melakukan penangkapan di Kampung Bukit di daerah Tanjungriau. Selanjutnya, pelaku kami bawa ke Polsek untuk dimintai keterangannya,” katanya.

ilustrasi

Dilanjutkan Oji, dari keterangan Rombong kepada penyidik, pencuri sepeda motor Honda Beat milik Tika adalah Yoga dan Riki. Dimana, pencurian itu dilakukan oleh keduanya dengan menggunakan kunci sepeda motor milik Tika yang sebelumnya pernah tertinggal di sepeda motor. Kemudian kunci sepeda motor itu diambil oleh Agus dan kemudian disimpannya dan tidak diserahkan kepada korban.

“Beberapa hari kemudian, temannya Yoga itu datang menemui Rombong untuk menanyakan untuk membeli sepeda motor hasil curian. Selanjutnya dia serahkan kunci yang disimpannya itu dan memberitahukan sepeda motor itu ada di Tanjungriau,” tuturnya.

Setelah Yoga dan Riki mengambil sepeda motor korban, selanjutnya Yoga memberikan uang sebesar Rp 300 ribu kepada Rombong. Dan sepeda motor hasil curian itu mereka bawa ke Batuampar untuk disimpan sementara. Dalam penangkapan terhadap Rombong ini, polisi juga mengamankan sepeda motor hasil curian itu dan dibawa ke Mapolsek Sekupang untuk proses selanjutnya.

“Jadi dalam pencurian ini, pelaku yang kita amankan ini adalah otak pelakunya. Karena dia yang mengarahkan kedua rekannya itu untuk mengambil sepeda motor milik korban. Sementara untuk dua rekannya itu masih kami lakukan pengejaran sampai sekarang,” beberanya.

Ia menambahkan, saat ini Unit Reskrim Polsek Sekupang masih mendalami keterangan dari Rombong. Sebab, diduga Rombong sudah berkali-kali menjadi otak pelaku pencurian sepeda motor karena rekannya yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Sekupang itu menanyakan apakah Rombong ada menyimpan sepeda motor hasil curian atau tidak.

“Kami masih mendalami kasusnya sambil melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang masih DPO. Saat ini, pelaku sudah kita tahan sambil dimintai keterangannya untuk proses selanjutnya,” imbuhnya. (gie)

Seorang Pelaku Pembobolan Dibekuk Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id  – Seorang pelaku pecurian di Ruko Hapindo Square Blok E nomor 7 atau Posko Pemenangan Caleg dari Partai PDI Perjuangan, Sekupang dibekuk jajaran Unit Reskrim Polsek Sekupang. Dalam aksi pembobolan itu, pelaku Zaynal Shopian, 42 berhasil menggasak uang Rp 40 juta.

Kapolsek Sekupang Kompol Oji Fahroji mengatakan, aksi pencurian ini bermula dari korban Budi Mardiyanto mendapatkan informasi dari rekannya bahwa kaca jendela kantornya sudah dalam keadaan pecah dan melihat beberapa berkas di meja kerjanya dalam keadaan berantakan.

“Mendapatkan informasi dari rekannya itu, kemudian korban mendatangi tempat kerjanya dan ternyata benar ada terjadi aksi pencurian. Dimana, uang sebesar Rp 40 juta yang disimpan di dalam laci kerja sudah hilang,” ujarnya, kemarin.

Atas kejadian tersebut, selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke Mapolsek Sekupang. Dari adanya laporan itu, Unit Opsnal Polsek Sekupang melakukan penyelidikan lapangan dan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku tengah berada di depan Perumahan Sukajadi, Rabu (14/11).

“Dari informasi itu, selanjutnya langsung dilakukan penangkapan dengan dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Sekupan Ipda Thetio Nrdiyanto. Usai diamankan, langsung kami lakukan pendalaman,” tuturnya.

Dari pendalaman yang dilakukan, polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil Honda Civic BP 1517 IZ bersama STNK dan BPKP mobil yang merupakan hasil dari kejatahan, satu unit Televisi Toshiba 43 inc dan satu lembar kwitansi pembelian mobil tersebut.

“Jadi, untuk hasil kejahatan itu digunakan pelaku untuk membeli barang-barang seperti mobil, televisi dan digunakan untuk kebutuhannya sehari-hari,” tuturnya.

Oji menambahkan, dari pengakuan Zaynal, ia baru kali ini melakukan aksi pencurian. Meski demikian, Unit Reskrim Mapolsek Sekupang masih melakukan pengusutan lebih lanjut dengan memintai keterangan dari pelaku. Atas, perbuatannya, Zaynal dikenakan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan.

“Proses pemeriksaan terhadap tersangka masih berlanjut sampai saat ini. Karena perbuatannya itu, pelaku terancan dengan hukuman selama tujuh tahun penjara,” imbuhnya. (gie)

Anggota DPRD Batam Sebut Pemko Kurang Bina UKM

0

batampos.co.id – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dinilai cukup andil akan perekonomian. Namun, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Batam Mesrawati Tampubolon menilai pembinaan terhadap kelompok usaha ini masih minim.

“Banyak pelaku UKM yang belum terakomodir, tidak ada pelatihan atau dirangkul,” kata dia.

Sejalan dengan kritik ini, politisi Partai Demokrat ini mempertanyakan dana IMTA yang seharusnya dapat digunakan guna menambah dana pembinaan UKM.

Minimnya perhatian pemerintah untuk UKM terlihat dari alokasi dana untuk Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) yang merupakan dinas teknis terkait. Pada 2019 mendatang hanya Rp 2,2 miliar. Itupun, kata dia, sempat dikurangi menjadi Rp 2,1 miliar hingga akhirnya diprotes dan diminta untuk dikembalikan sesuai dengan angka awal, Rp 2,2 miliar.

“Tahun ini juga hanya Rp 1 miliar lebih. Dikurangi dari angka awal sekitar Rp 2 miliar,” imbuhnya.

Menurutnya, secara khusus pihaknya dari Partai Demokrat kerap menyampaikan soal pentingnya anggaran pembinaan UKM. Namun sayang, ia menilai Dinas KUM seolah tidak aktif.

“Kami tak bisa paksakan juga, kalau dinasnya tidak aktif. Pak Suleman Nababan (Kepala Dinas KUM) dulu di Dinas Kebersihan sempat kelola dana sekitar Rp 60 miliar, harusnya di KUM yang sedikit itu ia tak perlu takut lagi soal program,” kata dia.

ilustrasi

Soal pendampingan modal bagi pelaku UKM, ia menilai dana bergulir yang dikucurkan pemerintah harus tepat sasaran sehingga termanfaatkan dengan baik. “Harus jelas kemana bantuan itu,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyadari peran UMKM bagi ekonomi Batam khususnya, maupun ekonomi nasional umumnya. Maka dari itu, ia mengklaim terus mendorong agar sektor ini terus berkembang.

“Tentang modal, ada kami siapkan dana bergulir, bantuan permodalan ini cukup aktif, dana berputar Rp 900 juta perbulan. Lebih lanjut bisa ke BPKAD, bunga hanya 6 persen, manfaatkan itu,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga membantu mendorong UKM mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Sehingga bisa bersaing lebih baik di pasar. ”Berbagai upaya kita lakukan. Kita bantu komposisi mendapat sertifikat halal dari MUI. Ada 70 UKM yang bantu sertifikasi halal, selama kami mimpin,” kata Amsakar.

Terkait UKM yang akan mendapat label halal ini, Amsakar meminta Dinas KUM Batam, untuk menambah menjadi 100. ”Tambah saja Pak Nababan, naikkan saja jadi 100,” pesan Amsakar.

Era digital ini, ia mengajak agar pelaku UKM dapat memanfaatkan media sosial dengan kata lain memasarkan produk secara online. “Memasarkan produk cukup di medsos. Yang diperlukan ketepatan, kecepatan dan komitmen. Era sekarang, kita semestinya masuk ke ranah itu,” kata dia.

Untuk mendukung UKM, Amsakar mengungkapkan pembangunan gedung BLUD untuk usaha kecil dan mikro di Batam. Pembangunan dilakukan di Bengkong untuk meningkatkan pemasaran produk UKM kepada wisatawan.

”BLUD di Bengkong sedang kami bangun. Tanah dikasih Pak Abi, bisa manfaatkan situ,” pungkasnya. (iza)

Belajar Buat Kue Tradisional dan Membatik Mahasiswa Malaysia Pilih Batam

0
Kampung Terih, di sini mahassiwa UTM akan belajar membatik.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id –  Sebanyak 65 mahasiswa-mahasiswi Universiti Teknologi Malaysia (UTM) menggelar kegiatan kemahasiswaan di Batam. Kegiatan ini oleh pihak UTM disebut Program Pembelajaran Service. Di Batam mereka akan belajar membuat kue tradisional juga membatik.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam Ardiwinata mengatakan, pihak UTM telah bersurat pada 31 Oktober 2018 lalu. Kegiatan tersebut akan digelar pada tanggal 22 hingga 24 November 2018 mendatang.

“Kami arahkan mereka ke Kampung Terih Nongsa,” kata Ardiwinata, kemarin.

Selama di Batam para mahasiswa ini akan mendapatkan bantuan dari Pemko Batam, baik tempat maupun kelancaran kegiatan.

“Pemerintah siap membantu,” tambahnya.

Ia mengatakan, kedatangan milenial negara tetangga ini seiring dengan rencana pengembangan pariwisata Batam. Kedatangan mereka diharapkan dapat membawa serta kembali kesan yang baik selama di Batam, terutama soal pariwisata. Kampung Terih sendiri merupakan daerah pengembangan wisata berbasis masyarakat yang tahun ini mendapat penghargaan sebagai destinasi baru terpopuler versi API Travel Mart 2018.

“Selain berkegiatan camping, kami akan kenalkan mereka kekayaan budaya kita, bahkan mereka akan belajar membuat kue tradisional Batam hingga belajar membatik,” paparnya.

Tidak hanya kali ini Batam jadi pilihan mahasiswa negara tetangga, awal Oktober lalu sebanyak 10 orang mahasiswa Nangyang Technology University (NTU) Singapura juga datang mempelajari budaya Melayu, terutama bahasa Melayu. Saat itu mahasiswa yang berasal dari berbagai negara itu, juga dibawa oleh pihak Disbudpar ke Rumah Potong Limas di Nongsa.

Selain pelajar, Batam awal September lalu juga dipilih menjadi tempat gelaran Grand Final Miss Tourism Worldwide 2018. Acara ini diikuti 22 finalis dari berbagai negara di dunia. Tahun depan, Batam kembali dipilih sebagai tempat menggelar kegiatan yang sama.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, kedatangan berbagai komponen baik milenial maupun putri pariwisata ini dapat dijemput sebagai media promosi Batam kepada dunia.

“Ketika mereka kembali ke negaranya, mereka akan cerita tentang Batam. Kami akan support kegiatan ini,” imbuh Rudi.

Harapan Rudi punya kaitan erat dengan upaya pengembangan kepariwisataan Batam. Untuk diketahui, hingga kini kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) melalui pintu Batam dari Januari hingga September 2018 mencapai 1.357.471 kunjungan, ini naik dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu sebanyak 1.124.948 kunjungan. (iza)

Tasting Wine di Club house Villa Panbil

0
Chika menuangkan wine saat acara tasting wine di Club House Villa Panbil, Sabtu (16/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Rock Out, selaku distributor minuman wine memperkenalkan poduknya di Club House Villa Panbil, Jumat (16/11) malam. Poduknya terdiri dari Sababay, Hatten, Two Island, dan Elbe’s.

Manager Marketing Rock Out, Nathanael mengatakan wine ini merupakan produk lokal yang diproduksi di Bali. Keunggulannya, produk ini murah, dan kualitasnya bersaing dengan wine luar negeri.

“Kita ingin memutarkan pikiran masyarakat, bahwa wine itu tidak hanya dari luar. Namun, sekarang ada dari lokal,” ujar Nathanael di lokasi.

Dia menjelaskan wine ini tersedia 12 jenis atau rasa. Diantaranya untuk pemula dengan rasa manis, amature, dan strong.

“Untuk produknya sudah tersebar di seluruh Kepri, seperti di perhotelan, bandara, dan pelabuhan. Rencana ke depan ada empat rasa tambahan lagi,” katanya.

Sejauh ini, sambung Nathanael, produk ini cukup digemari masyarakat Kepri, khususnya Batam. Sebab, produk ini menawarkan harga mulai dari seratusan ribu.

“Untuk rasa, kita tawarkan sesuai dengan cuaca wilayah. Jadi rasa wine ini cocok di lidah masyarakat Batam,” katanya.

Sementara itu, Pengelola Club House Villa Panbil, Shoongkar menyambut baik perkenalan produk ini di kawasan villa.

“Warga di sini sangat antusias mencoba wine ini. Terbukti dengan penjualan yang tinggi,” katanya. Dalam acara ini, Rock Out menawarkan harga promo untuk pembelian di lokasi. (opi)

204 Peserta CPNS Lolos SKD

0
Sejumlah Peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat hasil ujian usai mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hari terakhir pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) telah usai digelar. Tes yang digelar sejak 22 Oktober lalu ini berhasil mendapatkan 204 peserta dan dipastikan mengikuti tes kemampuan bidang tanggal 22-28 November mendatang.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jepridin mengatakan Batam termasuk salah satu daerah dengan total peserta yang lolos SKD tertinggi di Kepri dan daerah lainnya. Secara keseluruhan total kelulusan mencapai 4,8 persen.

“Alhamdulillah, pencapaian kita cukup tinggi meskipun belum terpenuhi kuota yang diberikan pusat,” kata dia usai meninjau pelaksanaan ujian di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (17/11).

Dari 204 peserta yang lolos tersebut, pihaknya masih akan merekap formasi mana saja yang mendapatkan pelamar terbanyak dan sedikit atau malah kosong sama sekali.

Mengenai jumlah peserta yang lolos SKD, Jepridin mengungkapkan akan segera menyurati Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terkait hasil seleksi yang masih di bawah kuota yang diberikan kepada Pemko Batam.

“Kami inginnya 363 ini terisi semua karena kondisinya dibutuhkan. Suratnya secepatnya kami kirim, kemarin baru informasi saja karena harus menunggu hasil akhir,” jelasnya.

Masih ada beberapa hari ke depan sebelum tes SKB diselenggarakan, semoga ada kebijakan terkait hal ini. “Apakah nanti sistem rangking atau seperti apa,” ujarnya.

Dari total pelamar yang mendaftar yaitu 5.401 peserta terdapat 327 peserta yang tidak hadir tanpa keterangan. Setelah melaksanakan tes selama kurang lebih tiga minggu lebih sebanyak 4.870 peserta gagal melalui tes.

Menurut pria yang pernah mengepalai Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) ini untuk materi soal sudah sesuai dengan dunia pendidikan. Semua materi mulai dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) memang harus dimiliki sebagai seorang aparatur sipil negara.

“Semua sudah sesuai dan memang itu yang harus dikuasai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi ASN (UPT) BKN Kepri Andri Febrian mengatakan selanjutnya peserta yang lolos akan mengikuti SKB tanggal 22-28 November mendatang. “Jika tak ada perubahan, namun pastinya kami masih menunggu arahan juga,” sebutnya.

Untuk SKB sendiri, Andri menjelaskan peserta harus menguasai bidang yang dipilih sebelumnya. “Kuasai materi bidang masing- masing. Masih ada beberapa hari untuk persiapan. Peserta rajin buka website juga mana tahu ada perubahan informasi,” lanjutnya. (yui)