Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11623

2 Ribu Polisi Amankan Debat Capres

0

batampos.co.id – Pengamanan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan debat paslon presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung besok, Kamis (17/1/2019). Kompleks Hotel Bidakara, Jakarta dan sekitarnya akan dijaga pasukan pengamanan dari unsur TNI dan Polri. Termasuk di dalamnya pasukan pengamanan presiden.

Paspampres dilibatkan lantaran salah satu capres berstatus petahana. Yakni, Joko Widodo. Selain itu, Wapres Jusuf Kalla juga masuk list undangan yang disebar oleh KPU.

Di luar itu, ada tiga presiden dan dua wapres terdahulu yang juga diundang oleh KPU. Bila wapres dan para pemimpin terdahulu hadir, otomatis pengamanannya juga melibatkan paspampres.

Rencananya, hari ini KPU akan melaksanakan koordinasi tahap akhir dengan satuan pengamanan yang terlibat. Polda Metro Jaya telah mengonfirmasi bahwa institusinya akan mengerahkan 2.000 personel untuk mengamankan debat.

Tidak hanya di lokasi, namun juga di kawasan sekitar. Diperkirakan lalu lintas menjelang perempatan patung pancoran Jakarta akan terdampak.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mempercayakan pengaturan pengamanan sepenuhnya kepada tim Paspampres, TNI, dan Polri. Pihaknya sudah memfasilitasi mereka untuk menyisir kawasan yang menjadi lokasi debat maupun jalur keluar masuk paslon. Juga, memfasilitasi tempat untuk koordinasi bersama agar pengaturan menjadi lebih mudah.
Di luar itu, pihaknya akan mengupayakan agar debat pertama bisa lebih substansial.

’’Tetap menarik untuk disimak sekaligus tetap mengedukasi. Ini yang paling penting,’’ terangnya saat ditemui di KPU, kemarin. Sejak isu pemberitahuan pertanyaan mencuat, pihaknya berusaha meyakinkan publik bahwa debat tersebut tidak seperti yang digambarkan oleh para kritikus.

Justru pihaknya berusaha menghadirkan nuansa perdebatan sejak sesi pertanyaan panelis disampaikan oleh moderator. Meskipun pertanyaan sudah diberitahukan lebih dahulu, paslon tetap tidak bisa memilih pertanya-an mana yang hendak dia jawab. Mengingat, daftar pertanyaan itu juga akan diundi.

Khusus untuk sesi bertanya antarpaslon, pihaknya sudah membuat formulasi bersama tim paslon 01 dan 02. Kesepakatannya adalah, debat harus bisa bermanfaat bagi paslon dan masyarakat sehingga, hal apapun yang disampaikan kedua paslon selama debat harus bisa mengedukasi seluruh lapisan masyarakat.

’’Pertanyaannya harus bersifat substansial, konseptual, dan arahnya jelas,’’ lanjut mantan Komisioner KPU Jawa Tengah itu. Jangan sampai ada pertanyaan yang tidak substansial dimunculkan oleh masing-masing paslon. Pada poin tersebut, kedua tim sukses baik Tim Kampanye Nasional 01 dan Badan Pemenangan Nasional 02 sepakat.

Sementara itu, ditemui usai olahraga pagi, calon wakil presiden Sandiaga Uno menyampaikan sejumlah persiapan bersama capres Prabowo Subianto demi meng-hadapi debat. Jika biasanya Sandi sudah keliling ke sejumlah daerah memanfaatkan masa kampanye, saat ini kampanye difokuskan di sekitar Jakarta saja.

“Dua hari ini kami akan melakukan pendalaman materi dan persiapan dari diferensiasi atau perbandingan utama dari pemerintahan Prabowo-Sandi dan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf,” kata Sandi kepada wartawan.

Menurut Sandi, tim dari pakar bersama BPN Prabowo-Sandi telah mempersiapkan hal itu. Sekalipun tema debat perdana berkaitan erat dengan isu hukum, fokus utama Prabowo-Sandi di bidang ekonomi juga akan tetap dimunculkan.

“(Ekonomi) ini akan menjadi isu utama yang kami usung di setiap debat, baik saat berbicara hukum maupun topik lainnya. Sebab, kekuatan bangsa kita adalah bangsa yang bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” jawabnya.

Di sisi lain, Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) Mayor Jenderal (Mayjen) Maruli Simanjuntak mengatakan, proses dan standar pengamanan yang dilakukan selama acara debat akan seperti biasa. Dimana paspampres akan melekat dalam ring satu presiden. “Pengamanan kita biasa saja. Standar kita sudah ada,” ujarnya, kemarin.

Dia menilai, tidak ada ancaman berarti dalam acara debat, yang membuat upaya pengamanan harus ditingkatkan.

“Ancamannya apa sih di situ. Perdebatan bukan masalah urgent yang untuk pengamanan,” imbuhnya.

Terkait adanya pengerahan pasukan hingga 2.000 personel yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Maruli menilai hal itu wajar. Sebab, Polda mengamankan kewilayahan.

“Kalau wilayah menganggap ada pengerahan masa atau gimana, itu di pihak mereka,” pungkasnya.(byu/bay/far)

Pemerintah Kebut Aturan Rangkap Jabatan bagi Walikota Batam

0

batampos.co.id – Tim Teknis Dewan Kawasan (DK) Batam terus menggesa penyusunan regulasi yang mengatur tentang rangkap jabatan kepala BP Batam oleh wali kota Batam secara ex officio. Targetnya, regulasi ini rampung lebih cepat dari rencana awal, yakni maksimal 30 April 2019.

“Kalau di Permenko itu paling lambat 30 April. Tapi kami usahakan cepat, jangan mepet-mepet,” kata Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko) Susiwijono Moegiarso saat berkunjung ke kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (15/1/2019).

Susiwijono mengatakan, percepatan penyusunan regulasi ex officio ini penting untuk menghindari dampak sosial yang beriringan karena bersamaan dengan agenda pemilu yang akan berlangsung 19 April nanti.

Menurutnya, penyusunan payung hukum jabatan ex officio kepala BP Batam harus dimulai dari merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2007 tentang Pembentukan BP Batam.

“Kami akan jalankan dan kawal bersama membahas time frame kemana didorong percepatan revisi. Sedangkan substansinya nanti dibahas di Jakarta dengan mengundang kementerian dan lembaga terkait serta lainnya,” katanya.

Untuk mengawal kinerja BP Batam dan Tim Teknis DK Batam ini, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko) membentuk Dewan Pengawas BP Batam.

Tugasnya mengawasi kinerja BP Batam dan mengawal percepatan penerbitan payung hukum wali kota sebagai ex officio kepala BP Batam.

“Agenda hari ini yakni membahas keputusan Pak Menko yang menunjuk lima dewan pengawas yang bersama BP dan Pemko akan rumuskan kebijakan dari arahan ratas Presiden beberapa waktu lalu,” katanya.

Dewan Pengawas beranggotakan lima orang. Mereka terdiri dari Sesmenko, perwakilan dari Kemenko Perekonomian, perwakilan dari Sekretaris Kabinet (Setkab), dan dua orang perwakilan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Di Dewan Pengawas ini merumuskan rencana teknis dengan pertama mulai menyusun regulasi yang akan dijadwalkan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, tugas Dewan Pengawas berikutnya adalah mengawasi kinerja BP Batam. Seluruh program BP Batam untuk 2019 yang sudah dirancang sejak tahun lalu tetap akan dilanjutkan. Dengan kata lain, program yang sudah masuk dalam tahap market sounding hingga buka lelang tetap akan berjalan.

“Semua proyek yang masuk di pipeline akan didorong berjalan. Tapi kami belum bahas mengenai proyek baru,” ucapnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima kunjungan dari Tim Teknis DK Batam di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (15/1). Amsakar mengatakan, dalam kunjungannya kemarin Tim Teknis DK Batam lebih banyak menyampaikan seputar perkembangan terkini tentang kebijakan pemerintah pusat untuk Batam.

“Baik mengenai transformasi dari Free Trade Zone (FTZ) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Maupun langkah mempersiapkan regulasi terkait ex officio,” kata Amsakar.

Senada dengan Sesmenko, Amsakar mengatakan penerbitan regulasi ex officio kepala BP Batam bisa saja di-percepat. “Dalam pertemuan tadi diungkapkan bahwa cerita tentang sampai April ini bukan harga mati. Makin cepat penyelesaiannya makin baik,” tuturnya.

Ia berpendapat cepat dan lambatnya penetapan ex officio bergantung pada revisi PP Nomor 46 Tahun 2007.

“Kalau revisi selesai, Pak Edy (Kepala BP Batam, red) dan rekan-rekan deputi selesai buat buku putih mengenai pekerjaan masa transisi, sebenarnya ex officio sudah bisa dilakukan,” ucap dia.

Selanjutnya, apa yang yang dipersiapkan sepanjang masa transisi menuju ex officio tentu akan akan dilanjutkan oleh pejabat ex officio kelak, dengan pertimbangan dan catatan yang jelas. Termasuk dalam hal ini peralihan FTZ ke KEK.

“Salah satu KEK yang dipercepat adalah KEK Bandara Hang Nadim. Mungkin sudah mulai adminsitrasinya oleh kepala BP sekarang, dan kalau sudah oke, dilanjutkan ex officio,” imbuh dia.

Dewan Teknis Dewan Kawasan Susiwijoyo berasama Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, Kepala BP Batam Edi Putra Irawady memberikan keterangan usai melakukan pertemuan dikantor BP Batam, Selasa (15/1/2019). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Tinjau Kembali Target 7 Persen

Dewan Kawasan (DK) akan meninjau kembali seluruh target yang dibebankan ke Badan Pengusahaan (BP) Batam pada tahun ini. Target tersebut termasuk target pertumbuhan ekonomi 7 persen pada 2019 ini.

“Ini awal tahun, kami bahas kembali target-target 2019 karena ada perubahan kebijakan. Target itu banyak yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Batam,” kata Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Batam, Selasa (15/1/2019).

Pertumbuhan ekonomi tujuh persen itu memiliki banyak indikator. DK ingin memastikan apakah sejumlah asumsi yang mendorong indikator tersebut masih berjalan atau tidak.

“Target tetap tujuh persen secara formal kami ajukan ke DK. Tapi kami akan ajukan kembali supaya dihitung kembali,” ucapnya.

DK juga memastikan bahwa investasi yang akan masuk atau sudah berjalan atau akan melakukan ekspansi tetap akan berjalan.

“Investasi jangan sampai berhenti meskipun kami tengah merumuskan kebijakan (ex-officio),” ucapnya lagi.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi mengatakan tugasnya dalam empat bulan ini memang mempersiapkan pedoman bagi wali kota Batam yang nanti akan menjabat sebagai ex officio kepala BP Batam.

Namun sebagai titik awal, ia akan mempersiapkan platform ekonomi yang mengandalkan sejumlah sektor usaha.

“Program saya itu mempersiapkan starting point ketika wali kota jadi ex officio nanti. Jadi tahu kapan berhati-hati dimana ada ranjau sehingga dia nyaman mengembangkan ekonomi Batam,” katanya.

Sektor-sektor usaha yang akan diprioritaskan adalah sektor logistik, sektor pariwisata, sektor jasa pendidikan, dan sektor jasa kesehatan. Mengenai sektor logistik, sangat erat kaitannya dengan pembenahan Pelabuhan Batuampar dan Bandara Hang Nadim.

“Program revitalisasi pelabuhan akan kita prioritaskan. Arahnya reorientasi. Batam nanti bukan hanya ekspor saja, tapi juga kontribusi untuk pasar domestik. Batuampar akan menjadi sentral hub angkutan laut karena selama ini biaya logistik tinggi. Makanya selain tingkatkan volume juga tingkatkan jaringan. Jadi kapal itu tak ada yang kosong,” ungkapnya.

Berikutnya adalah pengem-bangan jasa pariwisata. “Bikin atraktif seperti balap sepeda atau apalah supaya orang datang ke Batam tiap tahun tahu mau ngapain,” ucapnya.
Lalu jasa kesehatan. Kata dia, Batam dijadikan pusat pengobatan.

“Mungkin bisa jadi pusat pengobatan alternatif, itu kan pemikiran. Baru mengenai jasa pendidikan, saya akan sediakan platform itu,” tegasnya.

Sebelumnya, di era kepemimpinan Lukita Dinarsyah Tuwo pada akhir 2017 BP Batam menargetkan ekonomi Batam tumbuh 7 persen pada 2019 melalui program Batam Maju 2 tahun 7 persen (BM27).

Namun faktanya, realisasi pertumbuhan ekonomi Batam pada 2018 hanya 4,2 persen.(leo/iza)

Disdik Pemko Batam Bangun 64 RKB

0
Murid kelas I SD 002 Batam kota yang baru tersenyum saat masuk pada hari kedua masuk sekolah, selasa (17/7/2018). Selama tiga hari murid baru ini belum ada proses belajar mengajar masih proses pengenalan sekolah. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam akan membangun 64 ruang kelas baru (RKB) pada tahun 2019 ini. Anggaran pembangunan 42 RKB bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 22 RKB dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Disdik Kota Batan, Hendri Arulan menyebutkan pembangunan RKB yang bersumber pendanaannya dari DAK akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang masih menumpang di sekolah lain. Sebab, kata dia, ada siswa yang terpaksa menumpang di gedung sekolah lain karena sekolah kelebihan siswa.

Selain itu, sambungnya, ada juga yang terpaksa menjalankan aktivitas belajar di musala karena terbatasnya ruang belajar, sehingga harus dipindahkan ke sekolah lain agar tetap bisa belajar di ruang kelas.

”Seperti murid SDN 013 Sagulung yang terpaksa meminjam salah satu ruangan milik SMPN 35 Batam agar proses belajar tetap berlangsung,” ujarnya.

Sekolah yang masih meminjam ruangan sekolah lain tersebut masuk dalam prioritas Disdik untuk mendapatkan bantuan penambahan infrastruktur berupa pembangunan RKB pada tahun ini.

”Iya, kami berharap pendidikan lebih baik tahun ini. Kebutuhan siswa bisa diakomodir seperti kebutuhan ruang belajar,” terangnya.

Tahun ini, sambungnya, Disdik Batam akan membangun 42 RKB dari DAK itu. Jumlah ini akan diperuntukkan bagi sekolah yang benar-benar membutuhkan RKB.

”Sekolah akan diseleksi. Yang urgent akan men­dapatkan pembangunan RKB duluan. Kami harus melihat yang prioritas,” tegasnya.

Hendri mengakui hingga saat ini masih kekurangan banyak RKB untuk menunjang pelaksanaan proses belajar dan mengajar siswa. Untuk itu, setiap tahun pihaknya selalu berusaha untuk membangun RKB baik melalui APBD dan DAK.

Selain DAK, tahun ini juga Disdik akan membangun 22 RKB dari dana APBD. Pembangunan RKB ditargetkan bisa selesai pertengahan tahun depan. Agar bisa digunakan siswa pasca penerimaan siswa baru nantinya.

Selain itu, Disdik juga akan membangun gedung sekolah baru untuk siswa SMPN 58 Batam yang berlokasi di Kampung Bagan, Seibeduk. Saat ini siswa masih menumpang di salah satu sekolah karena belum memiliki gedung sendiri. (yui)

SMAN 1 Batam Targetkan Juara HSBL 2019

0
Smansa

batampos.co.id – Tim basket Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Batam menurunkan masing-masing satu tim putra dan putri dalam ajang kompetisi Batam Pos-Honda Student Basketball League (HSBL) keempat, yang akan digelar mulai 25 Januari mendatang.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menurunkan dua tim untuk kompetisi dancer.
Pelatih basket SMAN 1 Batam Mangatas mengatakan, kompetisi basket antar pelajar se-Kepri ini merupakan kali ketiga keikutsertaan SMAN 1 Batam.

”Sejauh ini belum bawa pulang juara. Semoga di pelaksanaan HSBL yang sekarang bisa (juara),” ujar Mangatas, Selasa (15/1/2019).

Ia menyebutkan, saat ini tim basket putra SMAN 1 Batam te-ngah berlaga di Ananda Cup 2019 yang digelar Sekolah Ananda Batam.

”Umumnya peserta Ananda Cup juga akan berlaga di HSBL, sehingga jadi kesem-patan untuk mengasah kemampuan tim,” terangnya.

Sementara itu, untuk tim putri, cukup menunjukkan progres yang baik dalam mempersiapkan HSBL nanti.

”Untuk waktu latihan mulai diperbanyak dari biasanya. Yang perlu diperkuat adalah kerja sama tim juga mental masing-masing pemain,” beber Mangatas.

Sedangkan dalam tim dancer, ia yang juga guru olahraga SMAN 1 Batam ini tak lagi meragukan kemampuan mereka. Menurutnya, tim dancer SMAN 1 Batam sudah punya nama dalam hal kompetisi yang tidak hanya lokal, bahkan nasional.

”Kalau tim dancer sudah sangat matang. Maka itu kami tidak ragu mengirim dua tim sekaligus. Mereka sudah terbiasa ikut di berbagai kompetisi dance dan banyak memperoleh prestasi,” ungkapnya. (nji)

Pollux Meisterstadt Gelar Seremoni Topping Off

0

batampos.co.id – Pengembang properti PT Pollux Barelang Megasuperblok– perusahaan kolaborasi antara PT Pollux Properti Indonesia Tbk dan keluarga besar mantan Presiden RI, BJ. Habibie memastikan pembangunan struktur phase pertama (Tower A1) yang menjadi bagian dari proyek mega superblok Meisterstadt Batam rampung.

Ini dibuktikan dengan digelarnya prosesi topping off (penutupan atap) untuk tower apartemen yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Batam Center tersebut, kemarin (15/1/2019).

Prosesi topping off ceremony ini dihadiri oleh jajaran Direksi beserta Dewan Komisaris dari PT Pollux Barelang Megasuperblok dan PT Pollux Properti Indonesia Tbk.

”Nantinya, setelah tahapan pembangunan struktur selesai, maka pembangunan tower akan memasuki tahapan finishing. Kami juga akan menjalankan komitmen dengan terus membangun kawasan megasuperblok Meisterstadt Batam secara keseluruhan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan,” ujar CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk, Nico Purnomo Po.

PT Pollux Properti Indonesia Tbk sendiri, hingga 10 Januari 2019, tercatat sebagai perusahaan properti dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 15 triliun. Meisterstadt dikembangkan di atas lahan seluas 9 hektare. Proyek multifungsi ini nantinya akan merangkum 11 gedung pencakar langit yang terdiri atas 8 menara apartemen sebanyak 6500 unit, 1 hotel, 1 rumah sakit bertaraf internasional, mal, pertokoan serta satu perkantoran dengan rencana ketinggian 100 lantai. Tak kurang, sebesar Rp 11 triliun dana investasi yang dipersiapkan perseroan untuk mengembangkan proyek terbesar di Batam tersebut.

F. Pollux untuk Batam Pos
Acara topping off tower 1 Pollux Meisterstadt Batam, Selasa (15/1/2019)

Penjualan Meisterstadt sendiri dilakukan dalam empat fase, dimana pada fase pertama telah dipasarkan dua menara apartemen (A1 dan A2) sebanyak 1.575 unit (the wunderbar residence) dan 113 unit ruko dengan harga mulai dari Rp 3 miliar. Ada tiga tipe unit apartemen yang ditawarkan, yakni tipe one bedroom dengan total luas 24,82 meter persegi, one bedroom plus seluas 42,51 meter persegi, dan tipe two bedroom seluas 51,59 meter persegi, dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1,1 miliar.

“Meisterstadt dibangun dengan tujuan menciptakan area komersial bertaraf internasional, yang menunjang kegiatan free trade zone Asia bagi kota Batam,” ujar Nico Po.

Dikatakannya, pada penjualan apartemen fase pertama (A1 & A2), Meisterstadt berhasil mendulang sukses dengan penjualan 100 persen sold out hanya dalam waktu satu hari saja. Melihat tingginya minat masyarakat yang ingin berinvestasi di mega proyek tersebut, maka pada 2017, Meisterstadt kembali memasarkan fase kedua berupa tower ketiga (A3) yang saat ini penjualannya sudah mencapai 70 persen.

”Menyusul berikutnya, akan dipasarkan tower keempat (A5) yang rencananya mulai dipasarkan pada 2019,” ujarnya.

Pollux sendiri telah menunjuk perusahaan konstruksi BUMN yaitu PT PP (Persero) Tbk, sebagai kontraktor utama untuk mengerjakan fase pertama konstruksi Meisterstadt yang meliputi pembangunan empat tower apartemen sebanyak 3000 unit, area ruko, serta mall.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pollux Barelang Megasuperblok, Ilham Akbar Habibie menambahkan Meisterstadt Batam berada di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Batam Center yang merupakan jantung Kota Batam yang memiliki nilai investasi paling baik di Batam karena dikelilingi berbagai pusat fasilitas publik seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center Ferry Terminal, dan distrik perniagaan Nagoya.

”Meisterstadt Batam dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini dapat dilihat pada komposisi bangunannya yang terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit. Dimana proyek ini merupakan hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated verticalcity yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” ujar Ilham.

Tak hanya itu, putera pertama dari BJ. Habibie ini juga menyebutkan, jika Batam merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang angka pertumbuhan penduduknya cukup pesat.

”Karena itu, bisa dipastikan, dengan lokasi yang strategis dan menjadi penghubung antar negara-negara di Asia Tenggara. Maka, kehadiran Meisterstadt diharapkan dapat lebih meningkatkan keberadaan kawasan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi baru Indonesia,” ujarnya. (ocu)

BAC Tampilkan Drama Musikal

0
Suasana latihan drama musikal BAC yang akan ditampilkan di event Batam Muslim Fest, 27 Januari nanti. F. doc BAC untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tiga hari pelaksanaan Batam Muslim Fest 2019 yang dimulai 25-27 Januari mendatang di Dataran Engku Putri Batam Center, diisi dengan beragam rangkaian acara nan apik. Tak terkecuali bagi pihak penyelenggara, Yayasan Batam Acting yang mengelola Batam Acting Class (BAC) Art Cinema untuk ikut mengisi acara Batam Muslim Fest 2019.

“BAC akan tampil dalam drama musikal yang diisi oleh 12 pemain,” kata Show Director yang juga Instruktur BAC, Putra Vickry, Selasa (15/1).

BAC yang merupakan sekolah seni peran juga presenter ini, tentu sudah tak asing lagi dalam hal yang menyangkut seni peran. “Untuk di Batam Muslim Fest 2019, kami membuat drama musikal Islami yang disesuaikan dengan kondisi zaman sekarang yang disebut era milenial,” terang Vickry.

Dalam durasi lebih kurang 5 menit, pemain akan berperan dengan bermacam tokoh dari pemuka agama sampai kaum milenial. Seluruh rangkaian cerita diisi dengan dialog, pantomim, juga drama tari dan musik.

“Drama ini mengedepankan konseptual ceritanya. Nuansa Melayu juga kental di dalamnya,” sebut pemain Persija Junior U19 itu.

Vickry yang juga seorang mahasiswa advertising & broadcasting Stikom ITKP Jakarta mengungkapkan, drama musikal tersebut memiliki pesan sarat makna dalam mengajak kaum milienial untuk lebih dekat pada agama melalui hijrah bersama.

“Tidak hanya hijrah yang sementara saja, tapi bisa diterapkan seterusnya,” tuturnya.

Di samping drama musikal, talent-talent BAC juga mengisi posisi pembawa acara hingga live music yang disediakan. (nji)

Menkeu Soroti Rokok Noncukai Merembes Keluar Batam

0
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyan,Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Polisi M Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dan Ketua KPK RI Agus Raharjo, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi , Gubernur Kepri Nurdin Basirun memberikan keterangan pada acara konfrensi pers hasil penindakan BC Kepri dan BC Batam di Pelabuhan Batuampar, Selasa (15/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta Badan Pengusahaan (BP) Batam agar mengatur kuota rokok per tahunnya sesuai jumlah kebutuhan rokok bagi masyarakat Batam. Selama ini, banyak rokok noncukai dari Batam yang merembes keluar Batam sehingga merugikan negara dari penerimaan cukai.

”Seperti yang disampaikan Ketua KPK mengenai hasil penelitian dari April sampai Agustus menunjukkan kuota rokok dan air melebihi estimasi dari kebutuhan jumlah penduduk,” kata Sri di Pelabuhan Batuampar, Batam, Selasa (15/1/2019).

Sri mengatakan, Kepri khususnya Batam merupakan jalur favorit penyelundupan. Rokok noncukai ini bukan hanya merembes ke daerah di Kepri saja. ”Tapi sampai juga ke daerah lain,” imbuhnya.

Sri berharap agar BP Batam mau mengevaluasi jumlah kuota rokok terhadap kebutuhan rakyat Batam.

”Batam itu bebas pajak sehingga tempat favorit untuk penyimpangan perpajakan dan juga dari sisi penyelundupan barang-barang yang kena pabean maupun cukai,” ujarnya.

”Saya berharap kerja sama BP Batam dengan menetapkan kuotanya disesuaikan dengan kebutuhan,” tegasnya.

Kebutuhan rokok di Batam memang sangat tinggi. Me-nurut data BP Batam, penduduk Batam dapat mengonsumsi enam miliar batang rokok per tahun. Jika diasumsikan penduduk Batam mencapai 1 juta, maka kebutuhan rokok mencapai 16 batang per hari.

Direktur Direktorat Lalu Lintas Barang BP Batam Tri Novianta mengatakan kebutuhan rokok Batam sebanyak 6 miliar per tahun didominasi rokok premium sekitar 4,8 miliar dan rokok noncukai 1,2 miliar.

”Itu survei 2015. Survei dilihat dari jumlah penduduk dan disurvei berapa rokok habis per hari,” katanya.

Mengenai kuota, jika dikalkukasikan kuota rokok noncukai berjumlah 1,6 miliar secara maksimal. Tapi BP Batam biasanya hanya mengeluarkan kuota sekitar 400 juta per tahun. (leo)

Satpol PP Tertibkan PK-5 di Pinggir Jalan

0
Anggota Satpol PP Kecamatan Sagulung me-nertibkan PK-5 di sepanjang Jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Perumahan Griya Asri, Sagulung, Selasa (15/1/2019).
foto: batampos.co.id / azis

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Trantib Kecamatan Sagulung, kembali menertiban pedagang kaki lima (PK-5) yang melakukan aktivas berdagang di sepanjang ruas jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Perumahan Griya Asri, Sagulung, Selasa (15/1/2019).

Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang sibuk membersihkan sisa dari penertiban. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.30 WIB di depan Perumahan Griya Asri. Terlihat sejumlah petugas Satpol PP membokar tenda dan tiang yang digunakan untuk berjualan.

Pembokaran tersebut diterima dengan baik oleh pedagang lantaran sudah adanya kese-pakatan antara warga setempat dan pedagang.

”Sudah terima laporan dan sebelumnya ada kesepakatan,” ujar Safar, pedagang kaki lima.

Kasi Trantib Kecamatan Sagulung, Jamil mengatakan pembokaran terhadap PK-5 tersebut, merupakan bagian penertiban terhadap aktivitas pedagang yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Ada tujuh tenda milik pedagang yang dirobohkan, termasuk juga tenda nonpermanen atau yang bisa dibongkar pasang.

Menurutnya, walau sebe-lumnya memperbolehkan berdagang dengan tenda yang dapat dibongkar pasangan, namun juga tidak luput dalam penertiban kali ini. Sebab, terjadi kecemburuan antarapedagang. Diakuinya, memang sebelumnya ada kesepakatan RT/RW dengan masyarakat bahwa memperbolehkan berjualan dengan tenda yang dapat dibongkar pasang.

”Tapi intinya tidak ada pilih kasih. Kita akan terus lakukan pengawasan,” tegas Jamil. (cr1)

Batam Tak Siap Raih Adipura

0

batampos.co.id – Kota Batam kembali gagal meraih Adipura.

Menurut akademisi yang banyak menyoroti masalah sosial, Lagat Parroha Patar Siadari, Pemerintah Kota Batam memang belum mempersiapkan untuk mendapat Adipura.
Menurutnya, komitmen dan konsistensi Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mendapatkan penghargaan dalam bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan yang diselenggarakan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) itu, belum kuat.

”Kalau saya melihat Pemko Batam tidak menjadikan Adipura sebagai program prioritasnya. Apa yang dilakukan hanya bersifat normatif, tidak ada yang fenomenal,” kata Lagat, Selasa (15/1/2019).

Padahal, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai tim penilai Adipura itu, ada banyak kriteria untuk menetapkan suatu kota penerima piala Adipura. Salah satunya kebersihan kota, jalan, tempat pembuangan akhir, pohon penduduk, pasar, terminal, serta pengelolaan sampah.

”Kalau jalan saya akui ada perubahan. Tapi bukan sebatas itu,” sebut Lagat.

Sejumlah pekerja melakukan pengaspalan jalan Fisabilillah Batamcenter, Selasa (17/4/2019).Pelebaran jalan diwilayah tersebut akan menjadi empat lajur yang bisa dilalui kendaraan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

Ia juga membandingkan dengan Kota Tanjungpinang yang secara fisik, konsistensi pemerintah daerahnya mempersiapkan Adipura cukup besar.

”Makanya mereka (Tanjungpinang, red) beberapa kali mendapatkan Piala Adipura. Kalau Batam saya lihat obsesi untuk itu tidak besar,” tuturnya.

Lagat mengakui, Piala Adipura seharusnya menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam menaikkan jumlah kunjungan wisatawan.

”Masak kita kalah dengan Tanjungpinang. Kapan Batam memulai, 3 atau 4 tahun lagi, sampai hari ini saya tak lihat persiapannya,” sesalnya.

Adapun penilaian lain yang menjadi acuan Adipura, kata Lagat, adalah kebersihan dan penataan pedagang kaki lima (PK-5). Adipura tidak melarang secara langsung PK-5, tetapi bagaimana penataannya. Begitu juga kebersihan sekolah, terminal, dan pasar yang ikut menjadi acuan.

”Kalau tak salah ada sekolah 10 negeri mulai dari SD sampai SMA yang dinilai di Batam,” tambahnya.

Dari sekian banyak objek atau instrumen penilaian, pengelolaan dan kebersihan tempat pembungan akhir (TPA) memberikan kontribusi tertinggi bagi suatu daerah penerima Adipura. Hal ini tentu saja berbading terbalik dengan kondisi TPA Telagapunggur.

”Kalau pengelolaan TPA jelek, saya pastikan kita tak dapat Adipura,” tegasnya.

Penilaian di TPA ini, lanjutnya, juga sangat banyak. Mulai bagaimana kontrol landfil (penimbunan sampah pada suatu lubang tanah), seperti apa pengelolaan cairan sampah hingga pengolahan gas sampah. Tim juga akan menilai daur ulang sampah, apakah TPA melakukan daur ulang atau pengolahan sampah limbah tertentu.

”Ini semua dinilai. Dan saya belum melihat itu, belum ada di TPA kita (Telagapunggur, red),” jelasnya.

Lagat juga menyesalkan di saat pemerintah daerah lain antusias mempersiapkan Adipura, Batam malah hanya sebatas normatif. Tidak ada persiapan khusus menuju arah tersebut.

”Kita harus belajar dari Surabaya. Bagaimana pemerintahnya betul-betul mempersiapkan ini,” ucapnya.

Terkait format Adipura sendiri, ia mengakui penilaian dilakukan KLH. Titik-titik yang dipantau serta instrumen apa saja yang dinilai ditentukan oleh KLH. Kabupaten dan kota yang dinilai sifatnya pasif. Kedatangan tim penilai juga tak ditentukan.

”Artinya sedikit rahasia dan kemudian tak boleh difasilitasi oleh kota yang dinilai. Untuk tim penilai sendiri dipilih dari independen,” tuturnya.

Waktu penilaian selama tiga hingga empat hari. Kemudian nilai itu diberikan kepada deputi Kementerian Lingkungan Hidup, digodok lalu diumumkan. ”Semalam diumumkan, setahu saya di Kepri, Tanjungpinang masih dapat. Itu juga karena komitmen dari pemerintahnya,” ucap Lagat.

Akademisi lainnya, Zainuddin mengatakan, secara umum gagalnya Batam meraih Piala Adipura bisa jadi bahan koreksi pemerintah daerah dan masyarakatnya.

”Karena bagaimana pun Adipura ini kaitannya dengan kebersihan kota. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tapi juga masyarakatnya,” kata Zainuddin.

Artinya, sambungnya, ini menjadi catatan dan tantangan ke depan agar pemerintah daerah dan masyarakat membenahi di sektor kebersihan di Kota Batam.

”Tetapi yang kita harapkan bukan hanya sekedar untuk kepentingan jangka pendek, tetapi bagaimana menciptakan Batam bersih berkelanjutan,” tambahnya.

Dikatakannya, pemerintah harus mencari solusi jangka panjang. Misalnya terkait sampah, masalah klasik Batam ini cukup rumit, apalagi dengan terus bertambahnya masyarakat Batam, sampah juga akan terus bertambah. Penyelesaian sampah tidak hanya hari per hari, tetapi bagaimana mempersiapkan pengelolaan jangka panjang.

Selain itu juga diperlukan aturan yang memaksa secara hukum masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampah.

ilustrasi sampah.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

”Bisa saja dalam bentuk perda (peraturan daerah, red). Ada tanggung jawab pemerintah, dinas, dan masyarakat, sehingga ketika ada yang melanggar ada sanksi,” jelasnya.

8 Kawasan Permukiman Bebas Sampah

Sementara itu, delapan kawasan permukiman di Bengkong akan jadi kawasan bersih dan bebas sampah. Setiap rumah di delapan kawasan itu akan memiliki dua tempat sampah, yakni nonorganik dan organik.

Camat Bengkong M Tahir mengatakan delapan kawasan permukiman warga itu nantinya akan dipilih oleh kelurahan. Dimana setiap kelurahan di Bengkong wajib mengajukan dua permukiman Bengkong untuk dijadikan kawasan percontohan bebas sampah.

”Bengkong memiliki 4 kelurahan. Masing-masing kelurahan mengajukan dua permukiman, satu perumahan, dan satunya kaveling,” ujar Tahir Selasa (15/1/2019).

Dikatakannya, saat ini proses pemilihan delapan kawasan itu masih dalam tahap sosialisasi. Dalam waktu dekat, sosialisasi akan dilakukan dan langsung menunjuk kawasan-kawasan percontohan tersebut.

”Kalau bisa bulan ini sudah mulai diterapkan, agar nantinya dicontoh oleh kawasan-kawasan lain,” tuturnya.

Meski begitu, menurut dia satu daerah di Bengkong menjadi salah satu penilaian Adipura, yakni daerah Sarmen Raya.

”Adipura itu bukan target kami, kami lebih ke pelayanan sesuai dengan program kami sampah terpilah. Jika pelayanan baik, maka yang lain akan mengikuti,” sebutnya.

Suhartini, warga Bengkong Indah mengaku sampah di daerahnya diangkut dua kali seminggu. Namun jika memasuki liburan, kondisi sampah di depan rumahnya kerap menumpuk.

”Kalau bisa pelayanan lebih diperbaiki, apalagi kalau libur. Soalnya (sampah, red) suka menumpuk. Tapi kalau hari biasa, rutin dua kali seminggu,” tuturnya.(rng/she)

Berantas Penyelundupan di Batam , Sinergikan Tujuh Kementerian dan Lembaga Negara

0

batampos.co.id – Tujuh menteri dan pimpinan lembaga negara meluncurkan Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, Selasa (15/1/2019). Yakni

  1. Menteri Keuangan,
  2. Menteri Bidang Kemaritiman,
  3. Menteri Perhubungan,
  4. Jaksa Agung,
  5. Ketua KPK,
  6. Kapolri,
  7. Panglima TNI.

Program ini bentuk sinergi antarlembaga agar dapat meningkatkan perekonomian Indonesia serta memberantas segala bentuk penyelundupan di wilayah pesisir timur Sumatera, termasuk Kepri. Sehingga program tersebut diharapkan dapat meminimalisir kebocoran pendapatan dan meningkatkan penerimaan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulayani mengatakan, sinergi antarlembaga terjalin dengan erat. Ia ingin sinergi ini juga dapat menumpas para pelaku kejahatan ekonomi.

“Sehingga pendapatan negara semakin meningkat,” katanya, di sela-sela peluncuran.

Selama ini, para pelaku penyelundupan barang ilegal, memberikan dampak buruk terhadap perekonomian Indonesia. Namun, serangkaian penangkapan selama 2018, kata Sri Mulayani, memberikan efek positif bagi negara. Ia berharap dengan diluncurkan program ini, semakin mempersempit ruang gerak para penyelundup.

Pemberantasan aksi penyelundupan di Batam dan kawasan pantai timur Sumatera ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung, Kemenhub, dan Kemenko Kemaritiman. Kapolri Jenderal Tito Karnavian me-ngaku telah memerintahkan jajarannya untuk memetakan jalur-jalur penyelundupan dan menjalin koordinasi dengan instansi lain dalam melakukan penindakan.

“Penyelundupan ada melalui jalur resmi dengan memalsukan dokumen, ada juga melalui jalur tak resmi di beberapa pelabuhan,” ungkapnya.

Tito mengatakan, fokus pemberantasan penyelundupan ini diarahkan ke pantai timur Pulau Sumatera hingga perairan Batam dan sekitarnya.

“Banyak titik penyelundupan di kawasan ini, seperti di Aceh, Sumut, Jambi, hingga Batam,” terangnya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berjanji akan mengerahkan satuan kewilayahan melakukan patroli rutin.

“TNI AL melalui kapal-kapalnya atau KRI,” ujarnya.

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyan,Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan, Mentri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jendral Polisi M Tito Karnavian, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, dan Ketua KPK RI Agus Raharjo, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi , Gubernur Kepri melihat barang bukti kapal tangker pada acara konfrensi pers hasil penindakan BC Kepri dan BC Batam di Pelabuhan Batuampar, Selasa (15/1/2019). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Hadi mengatakan, aksi penyelundupan dapat ditandai dengan berbagai cara, salah satunya kapal penyelundup biasanya mematikan Automatic Identification System (AIS)-nya ketika memasuki perairan Indonesia. Dengan matinya AIS, membuat kapal menghilang dari radar.

“Hal-hal ini perlu diperhatikan bersama, dengan sinergi kita dapat me-ngamankan kapal-kapal yang mencurigakan tersebut,” tuturnya.

Terkait dengan aksi mematikan AIS tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan akan menertibkan kapal-kapal yang mematikan AIS saat memasuki wilayah perairan Indonesia.

“Kami akan menertibkannya ship to ship, dan ikut bekerja sama dalam mengawasi hal ini,” ucapnya.

Jaksa Agung M Prasetyo akan memberikan dukungan agar proses hukum terhadap pelaku kejahatan ekonomi bisa berak-hir di pengadilan.

“Kami tidak akan kompromi,” ujarnya.

Ia mengatakan, barang-barang hasil tangkapan kejahatan ekonomi akan diusahakan dirampas negara, untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan masyarakat. Barang-barang rampasan ini bila dimanfaatkan dengan baik, diyakininya dapat meningkatkan kesejateraan masyarakat. Salah satu barang rampasan negara yang akan digunakan yakni Kapal MT Yosoa Eks WI No I yang diamankan Oktober tahun lalu oleh Bea dan Cukai Kepri. Kapal pembawa 1.500 ton crude oil itu, rencananya akan dijadikan kapal induk pengisian bahan bakar minyak bagi nelayan di perairan Natuna.

Keberadaan kapal induk pe-ngisian BBM ini, dapat mening-katkan efektivitas penangkapan nelayan Natuna. Warga Natuna tidak perlu lagi bolak balik ke dermaga untuk mengisi bahan bakar.

Ide ini juga didukung Menteri Keuangan Sri Mulyani dan berbagai pihak lainnya yang hadir di peluncuran program pemberantasan penyelundupan di kawasan Batam dan pesisir timur Sumatera.

“Masih ada ratusan kapal atau barang lainnya yang dapat digunakan untuk kesejahateraan masyarakat. Kita punya mimpi besar untuk mengejar keter-tinggalan kita, dan perlu meng-optimalkan segala potensi yang ada,” tutur Prasetyo.

Selain kapal MT Yosoa, Bea Cukai Kepri bersama Bareskrim Polri juga berhasil mengaman-kan 23 ribu botol miras ilegal di wilayah Tembilahan, Riau Maret 2018. Lalu, Bea Cukai bersama Puspom TNI dan Kostrad menindak penyelundupan 104 botol miras ilegal dan 6 ribu berbagai jenis barang-barang impor ilegal di Tanjungpinang.

Secara keseluruhan, operasi gabungan Bea Cukai, TNI, dan Polri pada 2018 berhasil me-ngungkap sebanyak kurang lebih 53 kasus penyelundupan minuman keras, rokok, narkotika, dan barang-barang eks-Batam lainnya. Diperkirakan total nilai barang kurang lebih mencapai Rp 4 triliun dan perkiraan kerugian negara yang berhasil diselamatkan kurang lebih mencapai Rp 30 miliar. (ska)

Play sound