Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11628

Penyelesaiaan Pembangunan Pelabuhan Telagapunggur Bertahap

0
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Kakanpel BP Batam Nasrul Amri menyebutkan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Telagapunggur akan dilakukan secara bertahap. Tahun ini ada beberapa perencanaan dari BP Batam untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan yang menghubungkan Batam ke beberapa daerah di Kepri dan Luar Kepri tersebut.

“Tata kelola parkir salah satunya. Pokoknya tahun ini kami usahakan selesai,” katanya.

Tempat parkir kendaraan, kata Nasrul jajaranya sudah melakukan semenisasi. Sehingga tidak ada lagi tempat parkir yang berair dan berlumpur di kala hujan. “Kami terus melakukan perbaikan, agar sebelum lebaran sudah selesai beberapa perencanaan,” tuturnya.

Nasrul mengatakan pengelolaan di Pelabuhan Telagapunggur, menggunakan tata kelola yang baik. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang maksimal ke masyarakat yang lalu lalang di pelabuhan tersebut.

Salah seorang masyarakat yang ditemui Batam Pos di Pelabuhan Telagapunggur, Taufik mengatakan kondisi pelabuhan saat ini lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu. “Parkir yang tak becek, pokoknya semua tertata. Namun masih ada yang sedikit perlu ditata,” tuturnya.

Ia berharap pengelola pelabuhan telagapunggur dapat menata taksi-taksi yang ada. “Taksi saja sih, agak ditata dikit,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos di Pelabuhan Telagapunggur, semuanya hampir tertata dengan rapi. Tempat menurunkan penumpang dan penjemputan diatur sedemikian rupa. Begitu juga di bagian parkir. Namun untuk masuk ke sana masih menggunakan sistem manual, menggunakan karcis.

Kepala BC : Pengiriman Sudah Mulai Lancar

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Kepala Kantor Pelayanan Umum Bea Cukai Tipe B Batam, Susila A Brata mengklaim saat ini arus lalu lintas pengiriman barang melalui perusahaan jasa titipan (PJT) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sudah kembali lancar. Tidak ada lagi tumpukan atau hambatan di kargo bandara.

Ia mengungkapkan ada beberapa permasalahan yang terjadi beberapa waktu lalu, yang menyebabkan penumpukan. “Salah satunya tidak sinkronnya data yang disertakan dengan isi dalam paket pengiriman. Sehingga hal inilah yang menjadi kendala pengiriman,” katanya, Jumat (8/2/2019).

Ia mengatakan aturan yang terapkan Bea Cukai bukanlah sesuatu yang baru. Namun implementasinya baru dilakukan per 1 Februari lalu. “Sebenarnya sejak Desember sudah sosialisasi kami. Pemetaan kendala juga sudah dilakukan, tapi pas diberlakukan. Ternyata ada data dokumen yang tak sesuai,” ungkapnya.

Faktor lain penumpakan ini, Susila tak menutup kemungkinan sistem yang baru butuh sedikit waktu, agar dapat berjalan lancar. Ia mengatakan jajaran Bea Cukai Batam terus menyempurnakan sistem yang baru tersebut, agar dapat memudahkan masyarakat.
“Sistem baru ini memiliki banyak unggulan. Karena memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang, dan seluruh data juga terpantau secara online. Di bidang pengawasan, kami juga dimudahkan dengan sistem yang baru ini,” tuturnya.

Susila meminta bantuan dari masyarakat agar sistem ini dapat berjalan sepenuhnya. Masyarakat dapat membantu dengan merinci spesifikasi dan jumlah barang yang akan dikirimkan. “Dokumen yang tertera, haruslah sesuai kondisi barang yang dikirimkan. Hal itu dapat mempercepat proses pengiriman,” ucapnya.

Selain permasalahan data yang kurang sinkron. Kabid BLKI Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan masih sedikit kendala di lapangan yakni barcode yang belum standar. “Tapi PJT dan BC sedang terus melakukan evaluasi untuk mengatasi kasus ini,” ungkapnya.

Sumarna mengatakan masih ada beberapa barang belum terkirim. Dan barang yang sudah cukup tak terkirim, akan dikembalkan ke pengirimnya lagi. “Penyebabnya itu saja, belum sinkronnya data dan barcode saja,” ucapnya. (ska)

Walikota Batam Sebut BP Batam Tak Berhak Kelola Teluk Tering

0
Muhammad Rudi
F Cecep Mulyana / batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi akhirnya angkat bicara soal rencana pengembangan wilayah pesisir Teluk Tering, Batam Center. Ia mengakui telah mengeluarkan surat rekomendasi pengembangan wilayah itu kepada PT Kencana Investindo Nugraha (KIN) pada 9 Maret 2018 lalu.

“Sekarang begini, semua orang mau investasi tentu menyampaikan proposal, proposal akan dibahas tim bukan saya saja, kalau dianggap mampu kita berikan rekomendasi,” ucap Rudi, Jumat (8/2/2019).

Dalam proposalnya, Rudi mengatakan PT KIN akan membangun kawasan bisnis dan hunian moderen bertajuk Batam Marina Bay di pesisir Teluk Tering, Batam Center. Rudi menegaskan, pihaknya baru mengeluarkan surat rekomendasi, bukan izin reklamasi.

Rudi mengatakan, kewenangan perizinan reklamasi untuk wilayah pesisir di radius 0 hingga 12 mil laut berada di tangan pemerintah provinsi.

“Maka saya tak bicara lebih jauh, maka saya beri rekomendasi ke gubernur (Kepri), bahwa PT (KIN) mampu dan akan membangun Batamcenter di laut itu,” kata dia.

Rudi kemudian membantah rekomendasi kepada PT KIN itu dilandasi kepentingan politis. Ini lantaran PT KIN dikabarkan merupakan milik petinggi Partai Nasdem.

Namun Rudi menyampaikan, sejauh ini hanya PT KIN yang menyampaikan proposal dan meminta rekomendasi ke Pemko Batam. Sementara perusahaan lain yang juga mengincar proyek reklamasi dan pengembangan Teluk Tering meminta rekomendasi langsung ke Pemerintah Provinsi Kepri.

“Siapa yang minta ke kami, kami kasih rekomendasi. Yang tidak minta, tak dikasih,” tegasnya.

Ia mengatakan, rekomendasi memang perlu karena pihaknya merupakan pimpinan daerah di Batam. Namun, izin reklamasi tetap menjadi kewenangan gubernur Kepri.

“Pak gubernur hanya berikan izin untuk reklamasi, setelahnya balik ke saya seperti IMB segala macam, kalau sudah jadi darat lokasinya sekian hektare, (izin) Amdal-nya di kami juga,” terang politikus Nasdem itu.

Menurut dia, rencana pengembangan Teluk Tering oleh PT KIN sudah berproses dua tahun terakhir. Namun, ia mengaku tidak hafal persis kapan waktunya. “Maka itulah, rekomendasi yang dikeluarkan dan ditandatangani Sekda (Jefridin),” terangnya.

Disinggung soal rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam membangun Kota Air di Teluk Tering, Rudi mengaku tidak perlu tahu. Sebab menurut dia, sesuai Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, hak kelola wilayah Teluk Tering ada di pemerintah daerah, bukan di BP Batam.

“Ini tak ada hubungan langsung dengan BP Batam, saya ulangi, ini tidak ada hubungan langsung dengan BP Batam. Karena kami bekerja berdasarkan undang-undang. UU keluar maka wewenang melekat dan harus ditaati betul,” tegasnya. (iza)

Tiket Mahal, Hunian Hotel Turun

0

batampos.co.id – Marketing and Branding Manager Harris Hotel Batam Center Dilla Bachmid mengakui tingginya harga tiket pesawat dan kebijakan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai LCC berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan dan tingkat hunian hotel di Batam.

Beberapa grup dari Jawa yang akan berkunjung ke Batam dan menginap di Harris Hotel Batam Center bahkan dibatalkan. ”Grup dari daerah Jawa itu harusnya ke kita, tapi batal karena tiket dan bagasi itu,” ujar Dila, Jumat (8/2).

Ia menduga, rombongan yang batal ke Batam itu kemungkinan besar mengalihkan tujuan wisatanya ke daerah yang masih berada di wilayah Jawa. Sebab transportasinya bisa ditempuh melalui jalur darat. Sehingga lebih murah. Sementara untuk ke Batam harus ditempuh melalui jalur udara atau jalur laut.

”Kondisi ini sudah kami rasakan sejak Januari 2019 lalu,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Kepri, Andika Lim. Diakuinya, tingkat kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) tahun ini paling rendah diban-dingkan tahun sebelumnya.

”Wisman kita akui cukup tinggi. Tapi domestik, sejak tiket mahal dan bagasi berbayar, kita mati suri,” ucapnya.

Menurutnya, banyak wisatawan lokal wait and see dan memilih tidak berpergian ke daerah-daerah di dalam negeri. Bahkan, ketika ada wisatawan lokal asal Pekanbaru yang ingin bermain golf ke Bintan, mereka memilih terbang ke Singapura dikarenakan mahalnya tiket Pekanbaru-Batam.

”Biasanya mereka ke Batam dulu baru Bintan. Mahalnya biaya tiket ini tentu akan memperkuat posisi negara tetangga,” sesal Andika.

Selain itu, usaha kecil menengah di Batam ikut merasakan dampak mahal tiket dan kebijakan bagasi berbayar pesawat. Bahkan banyak pengusaha UKM yang akan gulung tikar akibat kebijakan tersebut.

”Ini yang sangat kita prihatinkan. Di saat kunjungan wisman naik, domestik malah mati suri. Kondisi ini tentu tidak akan baik untuk Batam yang notabenenya ditunjang sebagai daerah pariwisata,” ucapnya.(adiansyah/rengga)

Disdik Prioritas Tuntaskan Sekolah Numpang

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam menargetkan penyelesaian sekolah yang masih menumpang hingga akhir tahun ini. Saat ini masih ada lima sekolah yang masih numpang gedung di sekolah lain.

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan secara bertahap pihaknya mulai menyelesaikan pembangunan gedung sekolah yang siswanya masih numpang.

Ia menyebutkan dua SMPN baru yang dibuka tahun lalu masih menumpang hingga saat ini. Dua sekolah tersebut terpaksa dibuka karena membludaknya jumlah siswa yang ingin masuk sekolah negeri.

“Tahun ini ada dua sekolah yaitu SMPN 58 dan 59 yang masih numpang pasca PPDB Juni tahun lalu,” kata dia, Jumat (8/2/2019).

Untuk itu, tahun ini Disdik sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan gedung sekolah untuk siswa yang masih numpang tersebut. “Yang ready lahannya itu lah kami kerjakan dulu. Sekarang masih dalam tahap persiapan lelang SMPN 59 Batam yang ada di Sagulung,” ujarnya.

Ia menambahkan tahun ini siswa SMPN 56 Batam yang menumpang di aula kelurahan Tibanlama juga akan menempati gedung baru pasca menumpang selama empat tahun. Selanjutnya siswa SMPN 57 Batam yang saat ini numpang di SDN 004 Sekupang juga akan pindah ke gedung baru.

“Jadi masih ada tiga sekolah lagi yang harus dituntaskan. Tahun ini dibangun lagi satu bangunan baru dab ditargetkan kelar tahun ini. Jadi masih ada dua sekolah yang belum memiliki gedung satu SD dan satu SMPN,” bebernya.

Ia berharap ke depan seluruh sekolah bisa memiliki gedung sendiri dan tidak ada lagi yang menumpang di sekolah lain. Sebab hal itu mempengaruhi proses belajar dan mengajar di sekolah yang bersangkutan.

“Kami targetnya tentu tak ada lagi yang numpang agar kualitas proses belajar mengajar bisa berjalan baik. Ya kami berharapnya tak ada lagi yang numpang cuman melihat minat le negeri kami tak pernah tahu,” tambahnya.

KPU Batam Mulai Lipat Kotak Suara

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam mulai mengerjakan pelipatan kotak suara yang akan menampung kertas suara 17 April mendatang. Sebanyak 14.342 kotak suara saat ini masih berada di gudang logistik milik KPU di Sekupang.

“Minggu depan kami sudah mulai tahap mempersiapkan logistik pendukung pemilu. Kotak suara akan mulai dilipat,” kata Ketua KPU Batam Syahrul Huda, Jumat (8/2/2019)

Ia menyebutkan pelipatan kotak suara ini nanti akan melibatkan tenaga pembantu yang akan direkrut oleh KPU. Untuk jumlah tenaga yang dibutuhkan dia mengaku masih menghitung dan mendatang sesuai dengan jumlah kotak suara.

“Nanti ada tukang lipatnya. Semua dipantau karena ini logistik penting,” imbuhnya.

Kotak berbahan kardus berukuran 40x40x60 centimeter ini akan didistribusikan jelang pemilihan dimulai. Ia menyebutkan satu tempat pemungutan suara (TPS) akan ditempatkan lima kotak suara. Jumlah ini sesuai dengan kertas suara di masing-masing pemilihan.

“Kan ada DPD, DPRD, DPRD Provinsi, DPR-RI dan dua calon presiden tentunya. Jadi nanti masing-masing ada kotak suaranya,” sebut Syahrul.

Lanjutnya, saat ini KPU juga masih menunggu kedatangan kertas suara yang akan digunakan untuk pemilihan. Selain total yang diajukan. KPU juga mendapatkan seribu kertas suara cadangan. Nanti jika terjadi kecurangan kertas cadangan ini baru digunakan.

“Karena waktu pemilihan semakin dekat. Jadi seluruh KPU tengah sibuk. Dalam waktu dekat ini kertas suara juga akan tiba,” ucapnya.

Sementara itu jumlah dafar pemilih tetap hasil perbaikan (DPT-HP2) jumlah pemilih Batam berjumlah 628 ribu lebih. Jumlah ini masih akan terus bertambah karena masih ada pemutakhiran Daftar Pemilih Khusus dan tambahan hingga Maret. (yui)

Harga Telur Tembus Rp 48 Ribu per Papan

0
Foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Harga jual untuk komoditas sembilan bahan pokok (sembako) di beberapa pedagang tradisional di Batam masih terpantau stabil, Kamis (8/2/2029). Beberapa pedagang hanya mengeluhkan masih tingginya harga telur yang dianggap cukup memberatkan masyarakat.

Seperti yang dituturkan Agus Riadi, seorang pedagang sembako di Pasar Fanindo. Diakuinya, untuk harga-harga seperti beras, minyak goreng, gula dan sembako yang lain saat ini masih terbilang normal.

“Kalau minyak goreng curah itu per kilo gram (Kg) Rp 10.000, gula Rp11.000 kg, trus untuk beras medium Rp 11 ribu per kg,” imbuhnya.

Namun begitu untuk harga telur dirasa masih tinggi yakni Rp 47 ribu per papan atau 30 butir. Masih tingginya harga telur ini, kata Agus berimbas pada tingkat konsumsi masyarakat. Biasanya setiap hari ia bisa menjual 15 sampai 20 papan. Saat ini hanya bisa 10 papan saja.

“Karena tinggi, kebanyakan beli per butir,” tuturnya.

Pedagang lainnya, Astrid juga membenarkan jika harga komoditas telur masih tinggi. Padahal bila melihat dari tingkat kebutuhan masyarakat, telur ayam ras ini salah satu yang paling banyak dicari.

“Kalau normalnya Rp 40 ribu per papan,” katanya.

Sementara itu berdasarkan hasil survey Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperinda) Kota Batam menyebutkan harga komoditas terpantau stabil. Hanya saja untuk telur ayam ras masih dijual Rp 44 ribu- Rp 48 ribu per papan. Survey dilakukan di empat pasar berbeda.

“Adapun empat pasar yang disurvey hari ini, Jumat (8/2) adalah Mega Legenda, Angkasa Bengkong, Cipta Puri dan Pasar Batu Merah,” kata Kabid Perdagangan Disperindag Batam Adisthy.

Di Pasar Batu Merah misalnya satu papan telur dijual dengan harga Rp 48 ribu. Sedangkan di pasar lainnya seperti Cipta Puri Rp 44 ribu per papan dan Rp 43 ribu di pasar Mega Legenda, Angkasa Bengkong. Untuk stok telur ayam sendiri, diakuinya masih aman dan mencukupi.

“Selain dari Barelang, kita juga datangkan dari Medan,” katanya.

Selain telur, komoditas lainnya terpantau stabil seperti beras medium Rp 11 ribu per kg dan Rp 13 ribu untuk jenis premium. Cabai merah keriting dihargai Rp 28 ribu sampai Rp 34 ribu perkilogramnya. Sementara untuk bayam dan kangkung berkisar Rp 5-Rp 8 ribu per kg.

Komoditas lainnya ialah daging sapi lokal Rp 130 ribu per kilogram. Sementara untuk daging sapi impor Rp 80 ribu sampai Rp 85 ribu per kg. Sedangkan untuk daging ayam ras dijual seharga Rp33 ribu per kg.

“Survey harga kita lakukan rutin setiap pekan,” jelasnya.

Dermaga Pulun dan Mamut Dibangun Tahun ini

0

batampos.co.id – Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabuapten Lingga Selamat memastikan pembangunan dermaga di Pulun akan tetap terlaksana pada tahun ini. Ungkapan Selamat ini sekaligus membantah kalau pembangunan dermaga di Pulun akan dialihkan untuk membanguna dermaga di Desa Mamut.

“Kami sudah ajukan dana pembangunan dua dermaga tersebut dalam tahun ini juga,” kata Selamat kepada Batam Pos, Kamis(7/2/2019) pagi.

Terlebih dua dermaga tersebut telah diajukan dalam pembanguna pada anggaran APBD murni Kabupaten Lingga.

Selamat menjelaskan untuk tahun ini, Pemkab Lingga melalui Dinas Perhubungan akan membangun lima dermaga serta satu dermaga lainnya yang akan direhab total. Lima dermaga yang akan dibanguan tersebut yakni dermaga di Kecamatan Katang Bidare, Kecamatan Polsek, Mamut, Pulun, tahap dua dermaga Mepar, dan rehab total dermaga di Kelombok.

Sehingga, Selamat memastikan tidak ada pembangunan dermaga pada tahun ini yang dialihkan dari pembangunan satu ke pembangunan dermaga lainnya. Hal ini dikarenakan, dermaga adalah salah satu komponen penting bagi masyarkat yang tinggal di kepulaun seperi di Kabupaten Bunda Tanah Melayu ini.

“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat di kawasan pulau-pulau agar menciptakan pemerataan pembangunan,” ujar Selamat.

Terlebih, selama ini sejumlah daerah atau Pulau di Kabupaten Lingga belum disinggahi transportasi laut atau fery domestik dikarenakan tidak adanya sarana dan prasarana seperi dermaga. Untuk itu, Dinas Perhubungan pada tahap ini telah memberikan persiapan dengan membangun dermaga seperti di Pulun dan Pulau-Pulau lainnya yang masuk dalam wilayah pembangunan dermaga.

Selamat berharap kedepan, seluruh wilayah terutama pulau-pulau yang akan dibanguan dermaga di kawasan mereka, dapat menjadi suatu peluang bagi terbukanya transportasi di daerah tersebut. Tidak adanya masyarakat yang terisolir adalah salah satu tujuan serta semangat yang akan dicapai oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga. (wsa)

Guru Honorer Antusias Sambut Pendaftaran PPPK

0
Ilustrasi guru SD.
F Dalil Harahap/Batam Pos0

batampos.co.id – Pembukaan pendaftaran pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) disambut antusias oleh tenaga honorer yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, terutama tenaga honorer guru.

Nur Hasanah,34, salah seorang tenag honorer yang saat ini bertugas sebagai tenaga pendidik di salah satu sekolah dasar (SD) negeri di Sekupang sangat senang dengan pembukaan PPPK ini.

Menurut perempuan yang sudah mengajar hampir 6 tahun ini, kesempatan tersebut akan dimanfaatkan untuk menjadi PPP3K. “Soal pendaftaran tadi juga sudah dapat pesan dari grup whatsapp dari kawan- kawan. Tentu kami sangat senang, mudah- mudahan dari anggota grup ini ada yang lolos menjadi PPPK,” sebutnya.

Ia menyebutkan karena belum terdaftar sebagai K2, ia bersama rekan lainya akan mendaftar di jalur umum. Meskipun kemarin ada informasi lebih diutamakan yang K2. “Ya coba saja. Kemarin saat CPNS tidak lolos jadi semoga saja PPPK ini bisa diterima,” lanjut perempuan yang akrab disapa Bu Asnah ini.

Kendati demikian, ia masih menunggu informasi resmi dari Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) terkait waktu pendaftaran, syarat dan tempat pedaftarkan diri sebagai PPPK tersebut.

“Itu juga yang lagi kami tunggu. Kalau dari edaran yang beredar untuk tenaga guru ada 235 yang akan diangkat sebagai PPPK,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Ikhsan guru honorer lainnya berharap pemerintah daerah benar- benar menyiapkan anggaran untuk penggajian PPPK ini. Sebab menurut informasinya daerah belum menyiapkan anggaran untuk menggaji PPPK.

“Di edaran itu katanya daerah yang gaji. Ya semoga Pemko sudah menyiapkan anggaranya. Yang jelas kami sebagai honorer pasti menyambut baik pengadaan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Batam, Jefridin mengatakan belum mendapatkan informasi resmi terkait penggajian PPPK nantinya. “Belum ada informasi soal itu. Nanti aja ya,” kata dia.

Sementara itu berdasarkan edaran tersebut, seluruh penggajian PPPK nanti akan menjadi tanggung jawab daerah. Berdasarkan surat tersebut untuk Batam diberikan kuota untuk tenaga honorer sebanyak 235 orang, tenaga kesehatan lima orang dan penyuluh pertanian empat orang. (yui)

Peduli Olahraga, Gubernur Kepri dan Walikota Batam Raih Penghargaan

0

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun dan Walikota Batam, HM Rudi meraih penghargaan dalam Golden Award Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sempena peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/2) malam. Keduanya dianugrahi penghargaan ini karena dianggap sangat peduli pada dunia olahraga.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Febrialin sebagai Asisten Daerah mewakili Walikota Batam, HM Rudi dari Ketua Umum PWI, Atal S. Depari. Penyerahan penghargaan ini juga disaksikan oleh beberapa menteri, Jaksa Agung HM Prasetyo, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan ribuan awak media yang hadir dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Soekarwo memberikan apresiasi atas terpilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah pesta peringatan HPN 2019. “Ini sebagai suatu kebanggan bagi saya karena di akhir masa jabatan, Jawa Timur bisa menjadi tuan rumah peringatan HPN,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku bangga atas penghargaan yang diterima. Pasalnya, dari 34 provinsi di Indonesia, hanya 7 gubernur yang terpilih sebagai penerima anugrah. “Terima kasih untuk semua teman-teman media di Kepri. Semoga ini bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi Kepri di bidang olahraga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ketua SIWO PWI Kepri, Ismed Safriadi mengatakan, penghargaan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergitas antara SIWO PWI Kepri dengan pemerintah daerah, khususnya Provinsi Kepri dan Kota Batam. “Kita berharap agar prestasi olahraga di Kepri bisa lebih baik lagi dan SIWO Kepri bisa turut serta berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas olahraga di Kepri,” katanya.

Usai menerima penghargaan tersebut, Nurdin dan Febrialin mengabadikan momen kebahagiaan dengan foto bersama dengan seluruh wartawan Kepri. (Rilis PWI Kepri)