Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11637

Derita Bayarkhuu Bayarjargal Sepeninggal Ibunya Altantuya Shaariibuu

0

Bayarkhuu Bayarjargal masih berusia 9 tahun ketika ibunya, Altantuya Shaariibuu, tewas di Malaysia. Altantuya jadi korban pembunuhan. Kasus itu membuat Bayarkhuu trauma. Kini, dia menuntut balas.

Bayarkhuu mengunci mulutnya rapat-rapat. Sambil menunduk, dia keluar dari ruang sidang Pengadilan Tinggi Shah Alam, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (30/1). Di ruangan kecil yang baru dia tinggalkan tersebut, jaksa dan pengacara mengupas habis masa lalunya. Tepatnya setelah kematian sang ibu pada 18 Oktober 2006 lalu. Altantuya menemui ajal setelah dua peluru bersarang di kepalanya dan bom C4 meledakkan jasadnya.

’’Saat itu saya bertanya-tanya, mengapa saya begitu sial karena kehilangan se­orang ibu,’’ ujar Bayarkhuu kepada Sa­ngeet Kaur Deo, pengacara yang mewakili keluarganya.

Bayarkhuu mengenang Altantuya se­bagai sosok ibu yang penyayang. Tapi, perempuan yang berprofesi sebagai model tersebut juga suka berpetualang. Mendiang Altantuya kerap me­ngajak anak-anaknya ke bioskop, pergi tamasya, atau sekadar melepas penat di taman bermain.

Bernama melaporkan bahwa keluarga mendiang Altantuya menuntut ganti rugi RM 100 juta atau setara Rp 341,13 miliar kepada mereka yang merenggut nyawa perempuan cantik asal Mongolia itu. Mereka yang menjadi sasaran tuntutan adalah mantan Inspektur Polisi Azilah Hadri, Sirul Azhar Umar, analis politik Abdul Razak Baginda, dan pemerintah Malaysia.

Azilah dan Sirul dinyatakan bersalah atas pembunuhan Altantuya. Mereka dijatuhi vonis mati. Tapi, Azilah masih terus berusaha menghindari eksekusi. Sirul melarikan diri ke Australia. Selanjutnya, meski diduga terlibat pembunuhan, Abdul Razak Baginda bebas karena kurangnya bukti.

Sebenarnya, gugatan yang Bayarkhuu ajukan masuk sejak 4 Juni 2007. Tapi, rezim Perdana Menteri (PM) Najib Razak mengabaikan gugatan tersebut. Sebab, para pelaku pembunuhan adalah orang dekat politikus 65 tahun itu.

Kini, setelah Najib lengser, barulah gugatan Bayarkhuu diproses. Dalam gugatannya, anak lelaki Altantuya tersebut mengaku shock dan mengalami trauma psikologis berkepanjangan pasca kematian ibunya. Karena itu, dia merasa berhak mendapatkan kompensasi dari para pelaku pembunuhan.

Kematian sang ibu, menurut Bayarkhuu, mengungkap kehidupan pribadi Altantuya yang kelam. Media ramai-ramai memberitakan sisi negatif Altantuya. Juga skandal yang melingkupinya.

Kehidupan Bayarkhuu pun berubah. Dalam usia yang masih belia, dia jadi korban perundungan. Baik di lingkungan sekolah ataupun rumah.

Bahkan, Bayarkhuu sampai harus mengganti namanya. Oleh Altantuya, dia diberi nama Mungunshagai Bayarjargal. Tapi, setelah sang ibu meninggal dengan cara tragis, dia mengubah namanya jadi Bayarkhuu Bayarjargal.

Untuk menghindari gosip, pria yang kini berusia 21 tahun itu bahkan sampai harus  mengungsi tiap liburan. Selama tiga tahun pertama sejak kematian Altantuya, Bayarkhuu terkucil dari lingkungannya. Setiap libur musim panas tiba, dia pergi ke rumah keluarganya di pinggiran kota.

Bayarkhuu menyebut masa-masa tersebut sebagai periode yang begitu menyedihkan dan menyakitkan.

’’Saya ingat orang tua teman-teman saya melarang mereka bermain dengan saya. Sebab, ibu saya korban pembunuhan di Malaysia,’’ kenangnya.

Bayarkhuu menceritakan bahwa pasca kematian ibunya, sang ayah tidak langsung menemuinya. Orang tuanya memang bercerai saat Bayarkhuu belum genap 1 tahun.

Ayahnya, Bayarjargal Bayasgalam alias Madai, adalah penyanyi hiphop terkenal di Mongolia.
Ayah dan anak itu tidak pernah berkomunikasi. Tepatnya setelah Altantuya dan Bayarjargal memutuskan bercerai. Mereka baru bertemu untuk kali pertama pada 2011.

Saat itu Madai berkata bahwa dirinya telah menikah lagi dan memiliki anak dengan istri barunya.

Dia tidak mau merawat Bayarkhuu dan minta maaf karena tidak mendampinginya selama ini.

’’Sebagai seorang putra, saya merasa dia tidak menginginkan saya,’’ ujarnya.
Sejak ibunya meninggal, Bayarkhuu dan mendiang adiknya dirawat kakek dan nenek mereka. Yakni, Shaariibuu Setev dan Altantsetseg Sanjaa.

Kadang kala Bayarkhuu membantu perekonomian keluarga dengan menjual CD saat libur sekolah. Madai tak pernah membantunya secara finansial untuk pendidikannya.

’’Kakek sayalah yang membiayai pendidikan saya,’’ ujar alumnus jurusan manajemen bisnis di National University of Mongolia itu. Kini dia berharap gugatannya terhadap para pembunuh sang ibu terkabul. (sha/c22/hep)

Perintah Walikota Batam untuk KaDisbudpar

0
Sejumlah model peserta carnaval berjalan di jalan Imam Bonjol saat mengikuti Batam internasional Culture Carnaval, Minggu (9/12/2018).. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mintan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan wisata, guna mencapai target 2,4 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2019 ini. Sebab, Rudi menyakini bila kunjungan wisman meningkat maka akan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Pada tahun 2018, wisatawan lokal ada 9 juta kunjungan, sedangkan wisman sekitar 1,850 juta kunjungan. Tahun ini kami targetkan wisman 2,4 juta dan lokal di atas 11 juta kunjungan. Sedangkan mengenai pencapaian PAD pada tahun 2018 lalu yakni sebesar Rp 1,250 triliun,” kata Rudi, Jumat (1/2).

Diakui Rudi, sudah ada 114 kegiatan yang sudah diluncurkan pada malam pergantian tahun baru lalu. ”Terdiri dari kegiatan pusat, provinsi, dan lokal. Itu belum cukup. Disbudpar harus tingkatkan lagi (kegiatan pariwisata, red),” tegasnya.

Dikatakannya, jika target kunjungan wisman yang fantastis itu tercapai, ia menilai PAD Batam juga akan meningkat.

“Syaratnya Batam harus menarik untuk dikunjungi. Maka perlu banyak kegiatan untuk menarik wisatawan. Sebab, satu orang bawa sekian juta, maka akan banyak uang masuk ke Batam. Untuk nginap hotel sekian, makan di restoran sekian,” jelasnya.

Rudi mengatakan, jika tahun 2019 ini PAD naik sekitar Rp 250 miliar menjadi Rp 1,5 triliun dari tahun lalu sebesar Rp 1,250 triliun, maka ia menjanjikan akan menaikkan tunjangan kinerja (tukin) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Tinggal Wakil (Wakil Wali Kota Amsakar Achmad, red) dan Sekda (Sekretaris Daerah Jefridin, red) menambah saja 10 persen tukin, saya kira tak akan menganggu jalan yang kami bangun,” ucap Rudi, kemarin.

Untuk itu, ia meminta seluruh pegawai bekerja lebih giat lagi guna menambah pundi-pundi PAD Batam, termasuk mendukung program kepariwisataan yang kini tengah digenjot Pemko Batam.

Sementara itu, belum lama ini, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad mengungkapkan, Januari 2019 angka kunjungan wisatawan lokal ke Batam sudah mencapai 2 ribu orang. Umumnya mereka mengikuti kegiatan-kegiatan resmi dan tentu menginap di hotel-hotel Batam.

“Ada Rakornas oleh KemenPAN-RB, Musrenbang UNRI, dan lain-lain,” sebutnya.

Sedangkan Kepala Disbudpar Batam Ardiwinata menyebutkan, angka kunjungan wisman tahun 2018 mencapai 1.887.244 kunjungan. Artinya melebihi target 1,8 juta kunjungan.

“Lebihnya 87.244,” sebut Ardi. (iza)

Turis Tak Sulit Lagi Cari Toilet

0
ilustrasi sumber: bkvchannel.com

batampos.co.id – Ketua Tim Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam Johanes Kennedy mengatakan dalam waktu dekat, TSP akan membangun dua rest area di sepanjang jembatan Satu sampai Jembatan Enam. Ini akan membuat turis atau wisatawan tidak kesulitan lagi mencari kamar mandi (toilet) saat di perjalanan menuju objek wisata di Galang.

“Kami rencanakan ada dua rest area. Ini menjadi prioritas kita,” katanya.
Menurut CEO Panbil Group tersebut, selama ini jika ada turis atau pengunjung yang hendak berlibur ke sejumlah objek wisata di Rempang-Galang akan kesulitan mencari kamar mandi.

“Kalau mau buang air kecil atau mau salat, turis kesulitan. Tak mungkin ke hutan-hutan itu mereka buang air kecil,” katanya.

Jhon menambahkan, selain kamar mandi dan musala di rest area tersebut nantinya akan dilengkapi tempat bermain anak. Parkirannya juga dibuat luas.

“Dari jembatan satu ke jembatan enam itu jauh. Ada lebih dari 50 kilometer. Jadi yang naik motor juga kalau keletihan bisa istirahat dan bersantai di sana,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, untuk memajukan pariwisata di Batam memang harus melibatkan semua pihak, termasuk perusahaan yang tergabung di TSP. Dengan pembangunan rest area oleh TSP, maka akan membuat pengunjung semakin nyaman.

“Jadi kalau dalam perjalanan sedang azan, maka bisa berhenti di sana sebentar untuk salat. Ini sangat bagus,” katanya.

Ia juga berharap kepada semua pihak untuk bisa terus terlibat dalam pengembangan pariwisata di Batam. Menurutnya, jika ada turis yang merasa puas dan nyaman saat berkunjung ke Batam, maka turis tersebut akan kembali lagi.

“Mereka juga akan bercerita kepada orang lain mengenai Batam. Makanya kita harus sama-sama menjaga Batam ini,” katanya. (ian)

PWI Kepri Lakukan Bakti Sosial ke Panti Asuhan Ya Bunayya

0
Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim menyampaikan sambutan.
foto: posmetro batam / agus bagjana

batampos.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri mengadakan bakti sosial ke Panti Asuhan Ya Bunayya, Barelang, Sabtu (2/2/2019).

Ketua PWI Kepri, Candra Ibrahim mengatakan, kegiatan ini rangkaian acara Hari Pers Nasional (HPN) 2019. Sebagai bentuk kepedulian wartawan kepada sesama.

“Ini bentuk rasa syukur, empati kepada adik-adik penghuni panti,” ucap Candra.

Sembako, perlengkapan mandi, Al Qur’an, dan pakaian bekas layak pakai diserahkan.

Pun sejumlah dana untuk pembangunan pondok hafiz.

“Dananya berasal dari teman-teman pengurus PWI dan IKWI,” lanjut Dirut Batam Pos itu.

Sedikih bercerita, Candra mengatakan, di Indonesia ada tiga organisasi pers yang diakui Dewan Pers.

PWI ini organisasi tertua, wadah bagi wartawan dan keluarga wartawan. Harapannya bisa memberi informasi, edukasi kepada masyarakat.

“Yang tidak kalah penting itu, PWI Kepri anti hoaks. Saring dulu sebelum sharing atau menyebarkan berita atau informasi,” tuturnya.

Ustad Bro, pengasuh Ponpes Ya Bunayya, Barelang mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan PWI Kepri.

“Semoga Allah membuat bahagia perjalanan PWI Kepri. Jaga terus kekompakan, persaudaraan. Kepengurusan PWI Kepri periode ini bisa mendapat Ridho dari Allah,” ujarnya. (*)

Lanal Batam Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu

0
F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan (tengah) bersama Kabid Brantas BNNP Kepri Kombes Bubung, Kepala Binda Kepri mengekspos barang bukti sabu dan dua kurir di Mako Lanal Batam, Jumat (1/2/2019).

batampos.co.id – Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam mengamankan satu unit speed boat tanpa nama yang membawa narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram (kg) di perairan Pulau Putri, Nongsa, Rabu (30/1/2019) lalu.

Danlanal Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan mengatakan, speed boat tersebut merupakan target operasi Lanal Batam yang tergabung dalam Satgas Operasi Narkoba bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dan Badan Intelijen Negara Daerah (Binda).

Iwan menyebutkan, penangkapan barang haram tersebut berawal dari infromasi yang diterima Lanal Batam. “Pada Rabu (30/1) pukul 01.00 WIB, kami bergerak beradasarkan informasi dari jaring yang kita miliki bersama BNNP, Binda, dan Lanal Batam. Karena tempatnya di laut, kita yang maju,” ujarnya, kemarin.

Dia mengatakan, infromasi yang diterima Lanal Batam, Binda, dan BNNP pada hari itu, akan ada narkoba masuk ke Batam melalui perairan Barat atau Timur. Dari informasi tersebut, tim FIQR Lanal Batam melakukan penyekatan di beberapa titik yang diduga akan dilalui kapal yang membawa narkoba itu.

Dari penyekatan itu, sekitar pukul 04.45 WIB, tim F1QR Lanal Batam mendapati ada speed boat pancung dengan mesin 15 PK dari perairan Timur. Saat itu, speed boat yang dikemudikan tersangka berinisial L, hanya berkecepatan rendah dan jalan seperti biasa.

“Tidak ada yang mencurigakan saat itu. Jadi jalan biasa, kemudian didekati dengan unsur kami yang sudah curiga tadi, dia (tersangka, red) menambah kecepatan, terus seperti membuang sesuatu pada saat jarak sudah dekat,” jelasnya.

Tim F1QR yang melihat L membuat sesuatu ke laut langsung melakukan pengejaran dan mengamankannya bersama speed boat miliknya. Usai diamankan, selanjutnya tim F1QR meminta keterangan dari L dan diakuinya bahwa yang ia buang adalah ponsel.

“Ransel yang dibuangnya kemudian diambil sama anggota kita. Dilihat isinya barang yang menyerupai narkoba. Dan diakui oleh yang bersangkutan, itu adalah sabu-sabu,” terangnya.

Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB, tersangka L bersama barang bukti sabu 5 kg dalam beberapa bungkus dan speed boat yang digunakannya pada saat itu dibawa ke Lanal Batam untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Dapat dipastikan barang itu adalah sabu-sabu. Ketika kita juga bekerja sama dengan BNNP dan BNNP juga meyakinkan itu hasil pemeriksaan adalah sabu-sabu,” sebutnya.

Usai dibawa ke Lanal Batam, pihaknya melakukan pemeriksaan kembali terhadap L. Dari pengakuannya, tugasnya hanya mengambil sabu itu di tengah laut. Dan kemudian sabu itu diserahkan kepada seorang perempuan berinisial W, yang tidak lain adalah kakak kandung L sendiri.

Atas keterangan L itu, Lanal Batam kembali melakukan pengusutan dan mengamankan W di rumahnya. Saat diamankan di rumahnya, Lanal Batam juga menyita uang sebesar Rp 40 juta. Diduga, uang itu akan digunakan W untuk biaya pengiriman sabu tersebut.

“Asal barang dari Johor (Malaysia, red). Untuk yang mengambil, katanya mendapatkan upah Rp 2,5 juta per kg dan kakaknya (tersangka W, red) mendapatkan upah Rp 7,5 per kg. Pengakuannya sudah delapan kali (menyelundupkan sabu, red) sejak Juni 2018,” jelas Danlanal lagi.

Namun demikian, terhadap penangkapan ini, Lanal Batam bersama BNNP Kepri masih melakukan pendalaman lebih lanjut untuk melakukan pengejaran terhadap jaringan narkoba itu.

“Sementara sampai disini dulu, karena ini hubungannya terputus. Gambaran (pengendali, red) kita sudah tahu dan nanti akan dikembangkan lebih lanjut,” imbuhnya. (egi)

Arus Mudik Libur Imlek Mulai Ramai

0
foto: batampos.co.id / yulitavia

batampos.co.id – Arus keberangkatan di Pelabuhan Domestik Sekupang untuk mudik Tahun Baru Imlek 2570 mulai terlihat padat, Jumat (1/2/2019). Lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak pagi untuk tujuan Selatpanjang. Bahkan, tiga hari menjelang perayaan Imlek, tiket kapal sudah terjual 50 persen.

“Sudah mulai terlihat. Tadi pagi (kemarin, red) sudah naik jadi 300 lebih penumpang dari biasanya yang berkisar 200 penumpang,” kata Kepala Bidang Angkutan Laut DPC INSA Batam, Asmadi usai meninjau calon penumpang di ruang tungguPelabuhan Domestik Sekupang, kemarin.

Ia memperkirakan arus keberangkatan akan terus meningkat hingga dua hari menjelang perayaan Imlek, Selasa (5/2) nanti. Asmadi menyebutkan, sebagian besar penumpang tujuan Selatpanjang. Bahkan, umumnya mereka sudah memesan tiket kapal sebelumnya.

“Malahan sudah ada yang carter kapal untuk keberangkatan besok (hari ini, red). Juga banyak yang sudah pesan tiket beberapa hari sebelumnya. Jadi, untuk Imlek pelayaran penuh,” sebutnya.

Asmadi memperkirakan puncaknya akan terjadi Minggu (3/2) besok. Sebab keesokkan harinya warga Tionghoa mulai persiapan sembahyang me-nyambut Imlek.

“Armada banyak. Termasuk yang cadangan juga sudah standby. Bahkan beberapa kapal cadangan itu sudah terisi,” ujarnya.

Selain Selatpanjang, sebagian besar penumpang juga ramai menuju Tanjungbalai Karimun. Bahkan, hingga saat ini hampir 50 persen tiket sudah terjual. “Alhamdulillah ramai. Mereka yang berangkat juga ramai pilih carter kapal,” lanjutnya.

Pantauan Batam Pos di Pelabuhan Domestik Sekupang, ratusan penumpang memadati ruang tunggu sembari menunggu kapal.

Berdasarkan jadwal keberangkatan, pelayaran paling ramai terjadi untuk keberangkatan pukul 07.00 WIB dan 11.00 WIB.

Sementara, untuk pelabuhan antarpulau di Pelabuhan Rakyat Sagulung juga sudah mulai dipadati puluhan warga Tionghoa asal Batam yang ingin merayakan Imlek bersama keluarga, salah satunya adalah ke Pulau Buluh. Pantauan pagi kemarin, warga Tionghoa mulai memadati pelabuhan rakyat tersebut.

Adri, 43, warga Batam yang berasal dari Pulau Buluh mengatakan tradisi untuk berkumpul bersama keluarga memang sudah turun temurun. Ia pun berangkat lebih awal, sebab sembari ingin beribadah dengan keluarganya.

“Sudah seperti ini tradisinya, mudik ke pulau asal memang salah satu momen yang tak bisa dilupakan oleh warga Tionghoa. Sama halnya dengan umat beragama lainnya,” tuturnya, kemarin.

Senada juga diungkapkan Kumala, 55. Ia yang asli Pulau Bulang, sengaja memanfaatkan momen Imlek ini untuk berkunjung ke pulau asalnya menjelang perayaan Imlek. Ia mengaku setiap tahun tetap mudik untuk berkumpul bersama keluarganya. “Rayakan Imlek bareng keluarga di pulau,” ucapnya.

Iwan, 44, pengelola Pelabuhan Rakyat Sagulung mengatakan, sejak pagi ratusan warga Tionghoa sudah berdatangan. Rata-rata mereka berkunjung ke pulau terdekat seperti Pulau Buluh, Pasir, Todak, dan pulau terdekat lainnya untuk merayakan Imlek.

“Memang setiap Imlek tidak selalu ramai, tapi masih ada warga Batam yang mudik ke pulau asalnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan sebagian besar mereka pergi lalu kembali pada sore hari. “Jarang yang nginap. Soalnya dekat,” tutupnya. (yui/cr1)

Dari FTZ, Batam Bermigrasi ke KEK, Cuma ….

0
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, (2 dari kiri)

batampos.co.id – Meski sudah digagas sejak 2016 lalu, pemerintah pusat tampaknya masih bingung dalam menetapkan apakah Batam akan menjadi KEK atau tidak.

“Sebenarnya arahan keputusan untuk beralih dari Free Trade Zone (FTZ) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah jelas. Namun desainnya masih perlu penyesuaian,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono, Jumat (1/2/2019) di Gedung Marketing Centre, BP Batam.

Susi mengatakan pemerintah memang belum menemukan desain yang tepat untuk menerapkan KEK di Batam, sehingga sampai saat ini wacana KEK masih di awang-awang.

“Di Batam tak bisa KEK murni, pasti berbeda karena KEK seharusnya bikin kawasan baru, tapi disini tidak bisa. Di Batam juga banyak kondisi yang tak ideal,” ucapnya.

Ia juga mengatakan persoalan ekonomi global berjalan secara dinamis sehingga formula penerapan KEK harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi global terkini.

“Kita akan ajak ngomong semua, termasuk yang berbeda pendapatnya. Nanti akan mengerucut dan semua harus menyepakatinya,” katanya.

Persoalan KEK di Batam bukan hanya soal lokasi saja, tapi juga soal perangkat insentif dan regulasi lalu lintas barang. Dan pemerintah belum memiliki formula untuk hal-hal tersebut.

“Tapi kami betul-betul serius mendiskusikan ini. Kita hadapi bersama-sama akan kejar konsepnya, maunya seperti apa. Kami terus mencoba selesaikannya, mencari tahu posisinya dalam rangka mencoba,” paparnya.

Hingga saat ini, Kemenko Perekonomian sudah mendapat sejumlah usulan penetapan KEK di Batam, yakni di Bandara Hang Nadim dan Nongsa.

KEK ini katanya untuk mendorong ekspor dari Batam yang merupakan salah satu motor perekonomian nasional.

“Kami akan cari yang cocok di Batam. Fasilitas fiskal harus fokus, supaya desainnya nanti mengarah agar bisa didorong supaya ekspor,” ucapnya lagi. (leo)

Harga Ikan Mencekik

0

batampos.co.id – Hampir sebulan ini nelayan di Batam dan pulau-pulau terdekat tak melaut. Angin musim utara dan gelombang tinggi memaksa para nelayan tersebut memilih menambatkan pompongnya karena kalau dipaksakan risikonya besar.

Jarangnya nelayan yang melaut saat ini berimbas pada harga ikan yang melambung tinggi. Begitupun stok ikan juga menipis. Tak melautnya para nelayan ini berimbas langsung pada pendapatan mereka.

”Jangankan melaut. Kami tak berani ambil risiko di laut. Arus laut, ombak dan angin masih kencang,” ujar nelayan Pulau Buluh, Ruslan.

Pantauan di sejumlah pasar basah, harga ikan rata-rata sudah tembus di atas Rp 35 ribu per kilogram (kg)-nya. Bahkan beberapa jenis ikan seperti selar sudah tembus Rp 55 ribu per kg.

”Masih tinggi karena pasokan ikan di Batam itu didatangkan dari luar daerah,” ujar pedagang ikan di pasar Sagulung, Alfan, Jumat (1/2) siang.

Ikan sendiri sudah dua kali mengalami kenaikan harga selama sepekan ini. Harga normal biasanya Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kg, saat ini menjadi Rp 34 ribu hingga Rp 36 ribu per kg.

Situasi ini menyusahkan warga, khususnya ibu rumah tangga. Mereka harus merogoh kocek lebih dalam lagi untuk menyajikan lauk ikan bagi keluarganya.

”Kami ibu-ibu ini jadi pusing. Gimana tidak, semua harga sudah pada naik,” ujar pengunjung pasar Sagulung, Marlina.

Untuk menjaga agar keuangan yang ada mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, mereka terpaksa memutar otak lebih keras lagi. Jika terdesak harus beli ikan, maka jumlah pembeliannya terpaksa dikurangi ataupun beralih ke lauk lain seperti tempe atau tahu.

”Tahu tempelah terpaksa. Ikan kemahalan,” ujar Arpiah, ibu rumah tangga lainnya. (eusebius)

Perempatfinal HSBL 2019 yang Sengit dan Mendebarkan

0

batampos.co.id – Laga sengit dan mendebarkan terjadi dalam perempat finalmputra Batam Pos-Honda Student Basketball League IV 2019 yang digelar di Hi-Test Arena, Jumat (1/2/2019).

Empat tim memastikan diri lolos ke babak semifinal yang digelar Sabtu (2/2/2019).

Empat tim yang lolos ke babak semifinal itu adalah

  • SMA Ananda,
  • SMA Mondial,
  • SMK Kartini,
  • SMA maha Bodhi/SMA 1 Bintan Utara.

SMA Ananda melaju ke babak semifinal usai mengalahkan SMAN 3 dengan skor 68-31.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter pertama SMA Ananda menang dengan skor 30-11. Sedang di kuarter kedua dimenangi SMA Ananda dengan skor 40-18.

Kuarter ketiga Ananda unggul dengan skor 54-23. Dan kuarter keempat ditutup dengan kemenangan SMA Ananda dengan skor 68-31. Kemenangan ini membuat SMA Ananda merebut satu tiket di semifinal.

Laga sengit terjadi saat SMA Harapan Utama berhadapan dengan SMA Mondial. Laga berakhir dengan kemenangan SMA Mondial atas SMA Harapan Utama dengan skor 33-46.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter pertama SMA Mondial langsung menyerang. Empat poin berhasil dikoleksi dalam waktu dua menit. Laga berjalan semakin cepat. Kedua tim berusaha mencari celah untuk mendobrak defend lawan.

Mengandalkan kecepatan, SMA Mondial berusaha untuk mengurung defend SMA Harapan Utama. Kejar mengejar poin terjadi di kuarter pertama. SMA Mondial berhasil unggul di kuarter pertama dengan skor 6-9

Memasuki kuarter kedua, mencoba menekan, SMA Harapan Utama belum berhasil mendekati peroleh poin SMA Mondial. Malah selisih perolehan poin kian menjauh. Hingga memasuki menit keempat, skor 8-16 untuk SMA Mondial.

Laga semakin ketat, SMA Harapan Utama sering melanggar pemain SMA Mondial. Kuarter kedua ditutup tetap dengan keunggulan SMA Mondial 12-22.

Kuarter ketiga, laga berjalan semakin sengit. Kedua tim unjuk kebolehan dalam merebut bola dan shooting three point. Hanya saja, selisih poin kedua tim yang terpaut jauh membuat SMA Harapan Utama bekerja keras mengejar ketertinggalan. Di empat menit terakhir skor 18-33 untuk keunggulan SMA Mondial.

Di akhir kuarter ketiga SMA Harapan Utama berusaha menekan defend SMA Mondial, tapi upaya itu belum membuahkan hasil. Kuarter ketiga ditutup dengan keunggulan SMA Mondial 23-37 atas SMA Harapan Utama.

Di kuarter keempat, SMA Mondial langsung menekan. Mengandalkan serangan Figo, SMA Mondial terus mendulang poin. Tiga menit berjalan, skor menjadi 26-43 untuk mondial.

Selisih perolehan poin menjadi pembeda. Meski berusaha mengejar ketertinggalan, namun SMA Harapan Utama gagal untuk mendekati perolehan poin harapan utama. Kuarter keempat ditutup dengan keunggulan SMA Mondial atas SMA Harapan Utama dengan skor 33-46

Pelatih SMA Mondial Pardo mengatakan meski menang penampilan anak asuhnya di bawah form. Menurutnya anak asuhnya bisa tampil lebih baik lagi.

“Meski menang, banyak kelemahan muncul dalam laga ini. Kami bermain kuran fokus. Baik itu dalam defend ataupun offense,” keluhnya, Jumat (1/2).

Kurangnya fokus dalam laga ini membuat anak asuhnya kehilangan kontrol permainan. “Harusnya kami mampu tampil dominan. Akobat hilang fokus dalam bermain kami harus bekerja lebih keras merebut kemenangan,” tuturnya.

Pardo berharap dalam laga semifinal nanti, timnya akan mampu bermain lebih baik. “Kami akan melawan tim dari luar Batam. Dan mereka bukan lawan yang bisa diremehkan,” tuturnya.

“Tapi saya optimis anak-anak bisa melaju ke babak final,” tambah Pardo.

Laga mendebarkan juga terjadi saat SMA Maitreyawira berhadapan dengan SMK Kartini. Skor kedua tim saling kejar. Bahkan di akhir kuarter pertama kedudukan berakhir imbang 7-7.

foto: batampos.co.id / ryan pambudi

Di kuarter kedua, SMK Kartini sempat ungggul melalui shooting three point memjadu 9-10. Tapi tak berlangsung lama, SMA Maitreyawira langsung membalas juga dengan shooting three point. 12-10 untuk SMA Maitreyawira.

Memasuki menit keenam ganti SMK Kartini memimpin. Kembali melalui shooting three point membawa SMK Kartini unggul 14-15 atas SMA Maitreyawira.

Di akhir kuarter kedua SMA Maitreyawira hanya mampu memperpendek ketertinggalan. Kuarter kedua ditutup dengan skor 18-21 untuk keunggulan SMK Kartini.

Memasuki kuarter ketiga SMA Maitreyawira mencoba menekan. Tapi bukannya menambah perolehan poin malah semakin tertinggal. SMA Maitreyawira semakin terdesak. Memasuki menit keempat kuarter ketiga kedudukan menjadi 18-27 untuk SMK Kartini.

Kartini masih memimpin perolehan poin di kuartwr ketiga dengan skor 23-32 atas SMA Maitreyawira.

Kuarter keempat SMK Kartini terus menambah perolehan poin. Bahkan baru satu menit berjalan, SMK Kartini telah mengoleksi empat poin.

Permainan gemilang pemain Esha dan Hendy dari SMK Kartini membuat permainan SMA Maitreyawira tak berkembang. Kuarter keempat berakhir dengan kedudukan 40-48 untuk keunggulan SMK Kartini.

Pelatih SMK Kartini KGS David mengaku bangga anak asuhnya bisa melaju ke babak semifinal.

“Hanya saja anal-anak lambat panas. Sehingga kami sempat terteter di kuarter pertama dan kedua,” jelasnya.

“Selain itu, rotasi bola juga menjadi fokus perhatian yang harus dibenahi dalam babak semifinal nanti. Dan babak semifinal nanti adalah final bagi kami karena akan melawan SMA Ananda di semifinal,” tutur David.

terkait kelemahan yang muncul saat laga perempat final, David mengatakan defend menjadi perhatian utama yang harus dibenahi.

“Memang untuk defend kami masih terkendala, ini terutama di kuarter satu dan dua. Nanti harus secepatnya dibenahi di babak semifinal,” tegasnya. (yan)

Jamin Kepastian Investasi, BP Batam Luncurkan Klinik Berusaha

0
Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam meresmikan Klinik Berusaha Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Mall Pelayanan Publik (MPP) Batam, Jumat (1/2/2019).

Klinik Berusaha ini merupakan fasilitas pelayanan guna penyelesaian dan pengawalan kasus dan kendala berusaha pada lima bidang yakni bidang lahan, lingkungan, lalu lintas barang, keimigrasian, serta ketenagakerjaan.

“Dengan dibukanya klinik ini, dapat memacu peningkatan dan perluasan aktivitas industri, ekspor, konsumsi dan belanja masyarakat, serta pariwisata di Batam,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi saat membuka acara peresmian.

Batam kata Edy memiliki posisi penting dalam percaturan ekonomi dunia. Selain dilewati 60 ribu kapal tiap tahun, perputaran ekonomi juga cukup besar dengan transaksi bisa mencapai 80 miliar dolar Amerika hingga 120 miliar dolar Amerika per tahun.

“Makanya dalam rangka harmonisasi PTSP BP dan Pemko Batam, kami juga tengah memetakan proses bisnis perizinan dan non perizinan sejumlah 62 di kewenangan BP dan 155 di kewenangan Pemko. Jadi supaya dapat rekomendasi untuk perizinan berusaha yang baik,” ungkapnya.

Pembentukan klinik berusaha merupakan amanah dari Perpres Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Tugas utama dari klinik yaitu untuk membantu tugas Satgas Kemudahan Berusaha, baik di level nasional maupun daerah untuk memfasilitasi percepatan penyelesaian permasalahan pelaksanaan berusaha. baik itu yang masih dalam tahap perizinan, pembangunan, maupun operasional.

Dalam tahap awal, di klinik berusaha akan menyediakan lima Iayanan penyelesaian persoalan terkait perizinan. Di klinik ini ada juga sejumlah perwakilan dari instansi vertikal yang memang ditempatkan untuk membantu investor mencari solusi terkait permasalahan perizinan, yakni dari Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam, BPN, Kementerian Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pajak, Bea dan Cukai dan Direktorat Lalu Lintas Barang BP Batam.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan pemerintah saat ini tengah berupaya untuk mengintegrasikan kedua pelayanan baik di BP Batam dan Pemerintah Kota, termasuk mengintegrasikan dengan sistem Online Single Submission (OSS) yang ada di pusat.

Susiwijono yang juga menyatakan bahwa pemerintah tengah merancang masa depan Batam yang ideal guna mendorong kegiatan investasi dan berusaha.

“Saya yakin Batam yang memiliki sejarah panjang memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa dan memiliki kepentingan bagi perekonomian nasional maupun global,” ucapnya.

Pemerintah yang menargetkan tahun 2019 akan menjadi tahun ekspor, sehingga ia berharap Batam mampu menjadi bagian penting dari berkembangnya pusat industri berorientasi ekspor ditengah perang dagang antara Amerika dan China.

“Ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menarik perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan relokasi. Jadi jangan kehilangan momentum. Ditengah masa transisi pengelolaan otoritas Batam, saya berharap segala kegiatan bisnis dan usaha dapat terus berjalan,” ucapnya lagi.

Senada dengan Edy, Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menyatakan bahwa klinik berusaha ini merupakan satu terobosan untuk membenahi tata kelola perizinan di Batam.

“Untuk itu, kita harus betul-betul solid untuk menciptakan trust pada investor dan pelaku usaha. Ini adalah salah satu upaya kita untuk kembali memicu pertumbuhan ekonomi di Batam, bagaimana membuat pelaku usaha tetap merasa bahwa Batam adalah tempat terbaik bagi mereka,” pungkas Amsakar. (leo)