Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11695

Dinkes Siapkan Regulasi Biaya Pengobatan di BLUD

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam mulai memberikan pembekalan kepada seluruh puskesmas untuk menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tahun 2020 mendatang.

“Tadi sudah mulai pembekalan. Nanti bulan Maret kan sudah mulai penilaian oleh tim teknis,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Kamis (10/1/2019).

Ia menjelaskan meskipun nanti puskesmas menjadi BLUD, pihaknya tetap memperhatikan biaya pengobatan terutama bagi masyarakat umum yang tidak menggunakan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS).

“BLUD bukan orientasinya keuntungan melulu. Soal biaya pengobatan nanti akan kami koreksi dulu,” sebutnya.

Saat ini pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Wali Kota Batam terkait pengaturan biaya pengobatan di puskesmas yang akan menjadi BLUD. Nanti pihaknya akan menyesuaikan biaya pengobatan sesuai dengan keadaan sekarang. Selain itu, pihaknya juga akan mengambil perbandingan dengan daerah tetangga.

“Nanti kami cari harga terbaik, aga masyarakat umum tidak terbebani,” ucap Didi.

Manfaat dari BLUD ini lanjutnya puskesmas bisa menambah peralatan medis sesuai dengan pendapatan yang mereka terima. Seperti alat mengecek kandungan atau ultrasonografi (USG). Termasuk tenaga medis lainnya.

“Bisa juga rekruit dokter spesialis asal kekuatan anggaran dari pendapatan BLUD tersebut mampu,” terangnya.

Ia menjelaskan tujuan dari BLUD ini adalah meningkatkan pelayanan puskesmas sendiri. Nantinya puskemas diberikan wewenang untuk mengelola keuangan mereka sendiri. Jika ada terjadi kekosongan obat yang mereka bisa beli sendiri.

Nantinya semua puskemas akan menjalani penilaian yang meliputi kesanggupan menjalankan BLUD, memiliki tata kelola puskesmas, memiliki rencana yang strategis, standar pelayanan minimal serta laporan hasil audit terakhir atau pernyataan bersedia diaudit.

“Jadi penilaiannya kami ambil dari sini. Puskesmas yang mendapatkan nilai terbaik akan ditetapkan sebagai BLUD dan mulai beroperasi tahun depan,” bebernya. (yui)

Setahun Batam Kirim 28 Ribu Ton Barang Melalui Hang Nadim

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Bisnis jasa pengiriman barang terus bertumbuh di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dari data yang didapat Batam Pos, kegiatan pengiriman barang selama tahun 2018 tercatat 28.060 ton yang dikirimkan keluar Batam.

Direktur Badan Usaha Bandara Udara Hang Nadim, Suwarso menyebutkan jumlah barang yang dikirimkan tersebut terus bertambah tiap tahunnya.

“Selalu naik,” katanya, Kamis (10/1/2019).

Ia mengatakan lonjakan pengiriman paling banyak terjadi di tahun 2017. Sebelumnya di tahun 2016, barang yang dikirim keluar Batam sebanyak 15ribuan ton. Namun di tahun 2017, sebanyak 20.853 ton barang yang dikirim keluar Batam.

Suwarso mengungkapkan sepanjang tahun 2018 rata-rata dalam sebulan di kargo Hang Nadim, yang dikirim keluar Batam sebanyak 2ribuan ton.

“Untuk tahun ini, kami tidak bisa memperkirakan naik atau turun,” ucap Suwarso.

Terkait pengiriman barang di Bandara Internasional Hang Nadim, Suwarso mengatakan di kargo ada dua perusahaan yang mengelola pengiriman barang yakni DBM dan Persero.

Tarif perkilo kedua perusahaan ini ditentukan dari Peraturan Kepala BP Batam.

“Itu masuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), sekilonya Rp 30 ribu,” ucap Suwarso.

Dan sejak 2016, tarif pengiriman barang di Hang Nadim tidak pernah mengalami kenaikan.

“Kalaupun ada masyarakat bilang tarif pengiriman barang naik. Mungkin tergantung jasa pengiriman barangnya. Kalau kami di BP Batam, naik atau turunnya PNBP tarif kargo itu, berdasarkan kebijakan Kepala BP Batam,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini hampir seluruh maskapai di Hang Nadim melayani jasa pengangkutan barang.

“Lion Air, Citilink, Garuda, Sriwijaya semuanya melayani. Namun Lion Air paling banyak diminati beberapa jasa pengiriman. Karena memiliki rute paling banyak dan lengkap, dibandingkan beberapa maskapai lainnya,” ungkapnya. (ska)

PDS Belum Pungut Retribusi Drop-Off

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Hingga saat ini, meski peraturan daerah mengenai parkir drop-off telah ditetapkan, namun Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) belum memberlakukannya.

“Yang dikenakan hanya pas masuk pelabuhan per sekali masuk,” kata Kepala Bidang (Kabid) Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendi, Kamis (10/1/2019).

Ia mengatakan meski diparkir lebih dari dua jam, pemilik kendaraan tidak akan dikenakan biaya tambahan. Namun, bila menginap, maka petugas akan mencatatnya, dan tentu saja dikenakan bea sewa inap.

“Biar tidak salah, bukannya tidak berlaku. Tapi tidak ada karena retribusi parkir juga belum dipungut di PDS. Pengelolaan parkirnya masih belum diusahakan,” ucapnya.

Johan kemudian menjelaskan bahwa pas masuk pelabuhan dan retribusi parkir adalah dua hal yang berbeda. Pas masuk pelabuhan berlaku karena pelabuhan merupakan kawasan terbatas.

Retribusi akan diupayakan, namun harus ada perangkat dan personil yang memadai. Seperti halnya perusahaan parkir yang mengelola usaha parkir di mal, pelabuhan internasional atau bandara.

“Untuk PDS sampai saat ini masih dikelola sendiri. Dan pelan-pelan kita coba lengkapi sarana dan prasarananya untuk kenyamanan pengguna jasa pelabuhan,” imbaunya.

Berdasarkan peraturan drop off yang diatur dalam Perda tentang Retribusi Parkir, maka pengelola pelabuhan harus menyediakan area parkir yang dipungut retribusinya.
.
“Dan retribusi parkir di area yang diusahakan berlaku untuk dua jam pertama. Ada tambahan untuk tiap jam berikutnya. Sedangkan di PDS pengguna jasa bisa memarkirkan dari pagi sampai sore tanpa ada tambahan biaya lainnya,” papar dia lagi. (yui)

Truk Muatan Material Nyemplung ke Laut

0

batampos.co.id – Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, sejumlah petugas menggunakan tangga darurat untuk mengeluarkan penumpang dan sepeda motor.

Kebakaran Terjadi Kampung Toba, Tembesi Lestari, Satu Rumah Hangus Terbakar

0
foto: batampos.co.id/azis

batampos.co.id – Kebakaran terjadi di kawasan Kampung Toba, Tembesi Lestari, RT/03-RW/03, Jumat (11/1/2019) sekira pukul 16.30 WIB sore. Satu rumah hangus terbakar, diduga kerena api yang menjalar dari lilin yang dimainkan oleh anak pemilik rumah.

Satu unit rumah tersebut, hangus terbakar dilahap si jago merah dikarenakan api yang seketika langsung membakar plafon rumah yang terbuat dari kayu.

Pemilik rumah tak ada di rumah. Sang suami bekerja di Kalimantan. Istri bekerja di sebuah kantin di sebuah sekolah.

Hanya anaknya yang tinggal di rumah.

Api di rumah tersebut telah berhasil di padamkan oleh warga dengan sigapnya sebelum mobil pemadam kebakaran datang.

“Kejadian ini tidak ada memakan korban jiwa, namun menelan kerugian harta benda yang cukup banyak,” ujar Parta Mangantar, Ketua RW/3 RT/3 Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. (cr1)

Sebelum Beroperasi, Ada Test-Run

0
Perbaikan jalan yang rusak akibat penanaman pipa IPAL di Batam Center.
foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menggesa penyelesaian proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Bengkong Sadai.

Kepala Bidang Pengelolaan Limbah BP Batam, Iyus Rusmana mengatakan bahwa target penyelesaiannya di akhir tahun ini. Sehingga akan segera bisa dioperasionalkan tahun depan.

“Tapi sesudah usai, IPAL akan ditest-run dulu selama enam bulan dari Januari 2020 hingga akhir Juni,” katanya, Kamis (10/1).

Test-run ini sangat penting untuk mengevaluasi kinerja dari IPAL ini. Jika ada cacat dalam prosesnya maupun konstruksinya, bisa segera diketahui sehingga bisa cepat diperbaiki sebelum benar-benar beroperasi.

“Test-run penting karena IPAL ini akan melayani 11 ribu rumah di 43 perumahan,” katanya lagi.

Bicara mengenai keseluruhan proses, Iyus menyebut masih 30 persen. “Untuk pipa sudah sekitar 60-an kilometer dari target pemasangan pipa 114 kilometer,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemasangan 500 kilometer pipa sambungan ke rumah, baru dikerjakan untuk sekitar 20-an perumahan. Contohnya di Citra Batam, Greenland, Sukajadi, Anggrek Sari, Kembang Sari, Orchird Park dan lainnya.

IPAL Bengkong Sadai dapat mengalirkan air limbah sebanyak 230 liter per detik dan dapat menghasilkan kompos sebanyak 18 meter kubik per hari. Iyus kemudian mengatakan pihaknya selalu menggelar sosialisasi kepada warga perumahan yang akan dipasangi pipa.

Untuk stasiun pompa, BP membangun stasiun pertama di dekat Kepri Mall. Stasiun pompa ini berfungsi unntuk memompa air limbah secara gravitasi, baru kemudian dipompakan ke IPAL yang ada di Batam Center. ”Progresnya sudah 50 persen. Dan direncanakan selesai tahun depan. Untuk stasiun pertama ini, total biayanya Rp 600 miliar,” sebutnya.

Pusat Oleh-oleh dan Pelatihan UMKM Beroperasi Juni Mendatang

0

batampos.co.id – Rampung dibangun akhir Desember 2018 lalu, Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Batam (samping Golden Bay) ditargetkan akan beroperasi Juni mendatang.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (KUM) Kota Batam, Suleman Nababan mengatakan, sebelum PLUT yang dibangun dengan anggaran bangunan Rp 2,6 miliar dan tanah hibah pengusaha tersebut beroperasi, Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) akan merekrut terlebih dahulu tenaga pendamping.

“Rencananya tenaga pendamping direkrut Maret ini dan dibiayai oleh Kementrian. Yang direkrut sekitar lima orang,” kata Suleman, Kamis (10/1) sore.

Sembari Kementrian Koperasi dan UKM merekrut pendamping, Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menyiapkan peralatan pendukung PLUT. Terkait ini, Pemko Batam menyiapkan dana Rp 200 juta. “Kementrian hanya bangun fisiknya saja,” imbuh dia.

Ia mengatakan, setelah enam bulan masa pemeliharaan pasca selesai dibangun, bangunan akan dihibahkan ke Pemko Batam.

“Setelah diserahkan, kami akan bentuk UPT untuk melakukan pengelolaan tempat itu,” ungkap dia.

Berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi, bangunan PLUT dibangun dua lantai. Lantai satu digunakan untuk menampilkan dan memasarkan produk UMKM. Dan, lantai duanya untuk kegiatan pelatihan dan pedampingan serta fasilitasi akses permodalan.

“Ke depan, tempat ini dapat dikunjungi oleh wisatawan untuk perluan membeli oleh-oleh. Kami akan kerjasama dengan ASITA (Asosiasi Tour and Travel),” pungkasnya.  (iza)

Segera Distribusikan Karcis Retribusi Baru Gunakan Karcis Lama, Langgar Aturan

0

batampos.co.id – Meski Perda terkait retribusi parkir sudah berubah dari Perda Nomor 1 Tahun 2012 menjadi Nomor 3 Tahun 2018, namun di lapangan masih banyak ditemui para jukir (juru parkir) di beberapa titik parkir seperti di ruko maupun rumah makan yang masih memberikan retribusi karcis parkir lama tahun 2012 ke pengguna jasa parkir.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari anggota Komisi III DPRD Batam, Jefry Simanjuntak, Kamis (10/1/2019) siang.

“Sebenarnya pemberian atau penggunaan karcis retribusi parkir yang lama itu tak boleh lagi digunakan atau sampai diberikan ke pengguna jasa parkir. Itu sudah menyalahi aturan,” ujarnya.

Diakui Jefri, pencetakan karcis retribusi yang baru, memang baru dicetak pada akhir tahun 2018 lalu. Ia juga belum tahu persis apakah karcis retribusi parkir yang baru sudah selesai pencetakannya atau masih dalam tahap proses.

“Nanti saya tanyakan dulu ke Dishub Batam. Kalau memang sudah selesai pencetakannya, ya harus lah segera digunakan, jangan ada lagi jukir yang masih menggunakan karcis retribusi parkir yang lama tahun 2012. Sebab penggunaan karcis retribusi parkir yang lama itu sudah tak berlaku lagi digunakan atau ilegal kalaupun digunakan atau diberikan ke pengguna jasa parkir,” terangnya.

Kalaupun dipaksakan tetap digunakan karcis retribusi parkir tertera tahun 2012, sembari menunggu selesai pencetakan karcis yang baru, lanjutnya, hal tersebut akan mempersulit proses pengauditan di pendapatan parkir.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Gimana nanti pelaporannya harus seperti apa kalau karcis lama yang sudah lama kadaluwarsa tetap digunakan oleh jukir. Ini yang harus dihindari, karena berpotensi besar bisa disalahgunakan oleh jukir atau pihak lainnya dalam memberikan pelaporan palsu terkait setoran atau pendapatan parkir. Dishub harus segera turun ke lapangan, tarik itu semua karcis retribusi parkir yang sudah kadaluwarsa,” terang Jefry.

Sementara Kepala UPT Parkir Dishub Batam, Alexander Banik mengakui memang masih ada jukir di lapangan yang masih menggunakan karcis retribusi parkir yang lama sembari menunggu pencetakan karcis retribusi parkir yang baru sudah siap dan diedarkan.

“Itu memang ada. Karcis retribusi parkir yang lama itu adalah sisa dari karcis retribusi yang belum sempat kami tarik. Soal pencetakan karcis retribusi yang baru, memang sudah selesai semua. Tinggal pendistribusiannya saja untuk nantinya digunakan.,” terang Alex, panggilan akrabnya.

Kapan pastinya karcis retribusi yang baru itu akan didistribusikan, Alex menegaskan, secepatnya akan didistribusikan untuk segera difungsikan atau digunakan. (gas)

Awali Tahun 2019 BP Batam Perbaiki Terowongan Pelita

0
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Badan Pengu-sahaan (BP) Batam akan memperbaiki terowongan atau underpass Pelita pada 2019 ini. Perbaikan dibutuhkan menyusul adanya retakan di atas terowongan yang diketahui pada Desember 2017.

”Diperbaiki karena ada rembesan air melalui retakan itu. BP dan Kementerian PU sudah berkoordinasi dan sudah melakukan pengecekan sesuai standar PU nasional,” kata Kepala Sub Direktorat Pembangunan Jalan dan Jem-batan BP Batam Boy Zasmita, Rabu (9/1/2019).

BP Batam juga meminta referensi dari konsultan teknik. Kemudian membuka tender untuk perbaikan terowongan Pelita yang dibangun pada 2006 tersebut.

”Maka tender dilaksanakan pada tahun lalu dan yang menang perusahaan dari Jakarta,” ucapnya.

Menurut pendapat konsultan, retakan tersebut akan membuat air merembes dan merusak besi yang menjadi tiang konstruksi utama terowongan Pelita.

”Umur rencana terowongan tersebut 100 tahun. Kalau tak segera diperbaiki, nanti bisa lebih cepat ambruk. Karena besi itu tak boleh kena proses korosif akibat terkena oksigen,” katanya lagi.

Untuk anggaran perbaikan, Boy belum bisa menyebutnya. Ia harus mengecek dan tak mau asal bicara mengenai anggaran tersebut karena memakai anggaran dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Namun, sebelumnya pihak BP Batam pernah menyebut anggaran tambahan dari APBN yang digunakan untuk pengembangan sarana jalan sebesar Rp 110 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk membangun dan melebarkan 11 ruas jalan, satu jembatan, dan perbaikan terowongan Pelita. Setelah dihitung, maka anggaran untuk 11 ruas jalan dan satu jembatan mencapai Rp 106,2 miliar, maka dana untuk perbaikan terowongan Pelita diperkirakan mencapai Rp 3,8 miliar.

Sebelumnya, banyak warga yang cemas atas retakan-retakan kecil di atas terowongan Pelita. Kondisi terowongan itu membuat pengguna jalan menjadi cemas. Sebab, terowongan itu meru-pakan urat nadi Kota Batam yang menghubungkan Nagoya dan Batam Center.

”Tentu khawatir, karena saya pernah melintas dan melihat ada air menetes dari atas terowongan,” kata Tati, warga Batuampar.

Bahkan, retakan terowongan itu sempat viral di jagat maya. Sejumlah netizen pernah ramai membahas hal ini.

“Hanya sekadar sharing untuk teman-teman di Batam, khususnya yang sering lalu lalang di terowongan Pelita,” demikian tulisan pada keterangan foto yang beredar di media sosial pada Desember 2017 lalu. (leo)

ACT Berangkatkan Umrah para Relawan, Sebuah Apresiasi untuk Pejuang Kemanusiaan

0

8Setiap aksi kemanusiaan, seorang atau sekelompok relawan menjadi garda terdepan untuk merealisasikannya. Aksi Cepat Tanggap melihat itu sebagai fakta istimewa yang patut diapresiasi. Jumat (4/1) lalu, ACT memberikan apresiasi terhadap 10 relawan terbaik, yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia, di Pesona Alam Resort and Spa, Jalan Taman Safari, Cisarua, Bogor.

Vice President ACT Ibnu Khajar mengatakan, apresiasi tersebut berupa hadiah umroh. Relawan yang terpilih adalah mereka yang telah memberikan dedikasi kerja terbaiknya, waktunya, pikirannya, dan tenaganya untuk kemanusiaan.

“Sistem pemilihannya kami menyaring MRI dari 34 provinsi menjadi 15 wilayah yang tampak paling aktif. Lalu, memilih lagi menjadi 10 wilayah dengan masing-masing satu relawan terbaiknya. Setiap relawan terbaik mendapat apresiasi berupa hadiah umrah gratis dari lembaga,” papar Ibnu.

Momentum pemberian apresiasi kepada relawan terbaik sendiri menjadi pengalaman pertama bagi ACT. Kata Ibnu, tahun 2018 menjadi ekspansi besar-besaran bagi ACT di mana kolaborasi dan sinergi begitu digelorakan untuk mendukung aksi-aksi kemanusiaan.

“Lembaga berpendapat, tak ada lagi yang bisa diajak berlari kencang untuk menyeimbangi visi dan misi lembaga selain para relawan. Kami berbangga hati atas itu, dan kami berterima kasih kepada mereka yang bersedia mewujudkan mandat besar demi kemanusiaan,” jelas Ibnu.

Apresiasi yang diberikan ACT pun mendapat tanggapan haru bagi setiap relawannya. Mohammad Ghalib (65) salah satunya, ia mengaku tidak menyangka sama sekali ketika mendengar namanya dipanggil sebagai relawan terbaik. Apalagi dirinya masuk ke dalam nominasi yang mendapat hadiah umrah.

“Masya Allah, sangat surprise bahagianya. Saya hampir menangis ketika naik ke panggung. Tanpa diduga, unbelievable,” kata Ghalib.

Relawan sepuh yang lebih familiar disapa Mbah Ghalib sendiri adalah Ketua MRI Bojonegoro. Ghalib telah bergabung sejak tahun 2007, sekiranya 11 tahun sudah ia menjadi bagian bahkan penyumbang ide dari aksi-aksi kemanusiaan ACT, terutama di wilayah sekitar Bojonegoro.

Namun, Ghalib menganggap dirinya belum cukup banyak mengerahkan upaya untuk kemanusiaan. “Saya hanya setetes air di samudera yang luas, banyak yang juga berdedikasi besar dalam dunia kerelawanan. Saya rasa, saya belum mumpuni untuk mendapat apresiasi itu,” tutur Ghalib.

Tak hanya sampai di sana, Ghalib juga lanjut bercerita bahwa dirinya pernah tinggal di Mekkah selama 25 tahun. Kala itu ia sedang bekerja sebagai relawan yang memandu jamaah Indonesia yang ingin menunaikan ibadah aji. Ia tinggal di Mekkah bersama sang Istri dan anak-anaknya, sampai akhirnya pulang pada tahun 2007.

act“Jadi, nanti ketika berangkat umrah pasti akan merasa seperti pulang kampung karena separuh hidup mbah di sana. Karenanya terimakasih ACT atas apresiasi dan hadiahnya. Mbah amat-sangat bersyukur. Semoga ACT selalu dalam kejayaan dalam memanusiakan manusia dan mewujudkan peradaban yang lebih baik” pungkas Ghalib.

Berikut nama-nama relawan terbaik yang mendapat apresiasi berupa hadiah umrah gratis:

  1. Ruli Renata, Komandan MRI se-Indonesia
  2. Akhi Munandar, MRI Aceh
  3. Ali Sahniur, MRI Sumatera Utara
  4. Dedi Suhaedi, MRI Banten
  5. Atep Salman, MRI Jawa Barat
  6. Arif Marsudi, MRI Bali
  7. Surahman Manan, MRI Maluku Utara
  8. Mohammad Ghalib, MRI Bojonegoro
  9. Agus, Jakarta Raya
  10. Aswar Samaila, MRI Sulawesi Utara