Dua orang pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di pelabuhan Macobar Batuampar. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kinerja Ekspor Kepri keluar negeri mencatatkan pertumbuhan sebesar 17,56 persen pada akhir triwulan kedua. Nilai ini menunjukkan perbaikan signifikan dibanding sebelumnya tahun sebelumnya pada periode yang sama.
“Penguatan ini didorong oleh ekspor migas maupun non migas,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Sabtu (1/9).
Kenaikan ini didorong oleh kenaikan ekspor migas maupun non migas. “Pertumbuhan ekspor non migas bersumber dari peningkatan ekspor produk dari besi dan baja serta produk olahan CPO yang masing-masng tumbuh 232,27 persen dan 10,01 persen,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Juli 2018 mencapai 1.091,04 juta Dolar Amerika. Ekspor migas Juli 2018 mencapai 353,04 juta Dolar Amerika dan ekspor nonmigas mencapai 738.005,14 juta Dolar Amerika.
Untuk negara tujuan ekspor, maka ekspor ke Singapura pada bulan Juli 2018 mencapai nilai terbesar yaitu 567,86 juta Dolar Amerika, sedangkan secara kumulatif Januari-Juli
2018 mencapai sebesar 3.937,17 juta Dolar Amerika juta dengan kontribusinya mencapai 51,12 persen.
Nilai ekspor Provinsi Kepulauan Riau Januari-Juli 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar 2.328,67 juta Dolar Amerika. Kemudian disusul Pelabuhan Terempa sebanyak 1.480,46 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Sekupang sebanyak 1.273,81 juta Dolar Amerika, Pelabuhan Kabil senilai 936,90 juta Dolar Amerika dan Pelabuhan Belakang Padang senilai 836,37 juta Dolar Amerika.
Kembang api diatas Stadion Utama Gelora Bung Karno saat pembukaan Asian Games 2018 di Jakarta, Sabtu (18/8/18). FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS
batampos.co.id – Pesta olahraga negara-nagara Asia, Asian Games 2018, telah usai. Untuk mengakhiri gelaran akbar empat tahunan ini, INASGOC telah menyiapkan serangkaian acara penutupan yang diyakini meriah. Closing ceremony dilakukan pada Minggu (2/9) malam.
Salah satu dari rangkaian closing ceremony adalah pengibaran bendera negara yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya. Seperti diketahui, tuan rumah selanjutnya pada Asian Games 2022 adalah Tiongkok. Artinya, dalam acara nanti akan ada pengibaran bendera Tiongkok dan pemutaran lagu
kebangsaan Tiongkok.
Terkait hal itu, publik berharap prosesi tersebut jangan dipolitisasi. Bukan apa-apa, akhir-akhir ini kerap kali muncul sentimen negatif terhadap Tiongkok. Banyak yang mengaitkan Tiongkok dengan isu-isu politik di Indonesia. Bahkan tidak jarang hal ini bisa memicu beda pendapat.
Direktur Opening and Closing Ceremony Inasgoc, Hesti Purba meminta isu-isu tersebut tak berkembang. Dia sangat menyayangkan kalau closing ceremony Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dinodai dengan isu-isu politik. Sebab, tidak semestinya acara olahraga ditunggangi kepentingan satu pihak atau golongan tertentu.
“Di Asian Games, pengibaran bendera dan pemutaran lagu negara tuan rumah berikutnya adalah hal biasa. Memang ada penyerahan ke negara tuan rumah selanjutnya, dalam hal nanti adalah Tiongkok. Kita harus mengikuti aturan,” ungkapnya ketika dihubungi oleh JawaPos.com.
“Olahraga jangan dipolitisasi. Harus diingat ini adalah olahraga, kita berharap seharusnya damai,” lanjutnya.
Prosesi pengibaran bendera tuan rumah selanjutnya memang lumrah terjadi dalam event olahraga, termasuk Asian Games. Ditarik ke belakang, penutupan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, ketika itu bendera Indonesia juga dikibarkan bersamaan dengan lantunan lagu Indonesia Raya.
Jadi, sangat tidak etis olahraga justru dijadikan sebagai sarana politik. Hal tersebut sama saja dengan mencoreng kerja keras atlet yang telah berjuang mengharumkan nama negaranya.
Gelaran Asian Games 2022 akan digelar di Hangzhou, Tiongkok. Dengan begitu Tiongkok tercatat sudah menjadi tuan rumah Asian Games sebanyak tiga kali. Tiongkok kali pertama menjadi tuan rumah Asian Games pada 1990 dan dipusatkan di Beijing. Sementara yang kedua dilaksanakan di Guangzhou pada 2010.
batampos.co.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan umum Trans Barelang sebelum pos pemadam kebakaran Jembatan Barelang, Minggu (2/9/2018). Satu orang tewas dalam kecelakaan tersebut.
Wakil Kasat Lantas Polresta Barelang AKP Kartijo menjelaskan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan yang terdiri dari mobil Corona BP 1xx2 XN, mobil Cefiro BP 1xx5 ZG dan sepeda motor Honda Verza bernomor polisi BP 2xx2 JR.
Kecelakaan ini bermula dari mobil Corona yang dikemudikan Biman Sinaga, 48 melaju dari arah Simpang Tembesi menuju ke arah Jembatan Barelang. Sesampainya di tempat kejadian perkara, kendaraan yang membawa lima penumpang ini menyalip sepeda motor Verza BP 2062 JR yang dikemudikan Andra Yadi, 27.
Pada saat menyalip sepeda motor itu, dari arah berlawanan datang mobil Nissan Cefiro BP 1185 ZG yang dikemudikan Jusa, 62. Akibatnya tabrakan kedua mobil itu tidak dapat dihindarkan, kedua kendaraan tersebut berputar searah jarum jam. Tak sampai disitu, mobil Corona itu kembali menabrak sepeda motor Verza.
“Akibat kejadian ini, penegmudi sedan Corona Biman Sinaga meninggal dunia karena mengalami benturan keras di dada, dan diduga mengalami patah tulang dada sebelah kiri. Sementara, korban lainnya mengalami luka-luka,” kata Kartijo.
Dilanjutkan Kartijo, saat ini seluruh korban yang terlibat dalam kecelakaan ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas itu sudah ditangani oleh Unit Laka Lantas Polresta Barelang. Sementara, tiga kendaraan yang terlobat kecelakaan itu sudah dibawa sebagai barang bukti.
“Sampai saat ini Unit Laka Lantas Polresta Barelang masih melakukan penyelidikan kecelakaan lalu lintas tersebut,” imbuhnya. (gie)
Lindswell Kwok, salah satu peraih medali emas bagi kontingen Indonesia. Indonesia total mengoleksi 31 medali emas di Asian Games 2018 (Issak Ramdhani/JawaPos.com)
batampos.co.id – Triathlon menjadi cabor terakhir yang dihelat pada Asian Games 2018.
Partai final cabor tersebut digelar pada Minggu (2/9) pagi WIB bertempat di Palembang. Tim Jepang berhasil meraih medali emas di cabor ini.
Seperti yang sudah diketahui, Tiongkok akhirnya menjadi juara umum dengan total 289 medali. Perinciannya adalah 132 emas, 92 perak, dan 65 perunggu. Tiongkok pun mengukuhkan dominasinya di pentas Asian Games. Dari 10 penyelenggaraan beruntun, Tiongkok selalu menjadi juara umum. Itu dilakukan sejak 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010, 2014, dan 2018.
Asian Games pun seolah hanya menjadi milik Tiongkok dan Jepang. Maklum saja, semenjak dihelat pertama kali pada 1951, hanya dua negara itu yang mampu menjadi juara umum. Jepang mendominasi dalam 8 gelaran secara beruntun pada 1951, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, dan 1978.
Indonesia sendiri di Asian Games 2018 ini mampu mengukir sejarah
. Atlet-atlet kebanggaan Merah Putih mampu mempersembahkan total 98 medali dengan perincian 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Indonesia pun mantap berada di posisi keempat. Indonesia hanya kalah dari Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
Bahkan, Indonesia mampu unggul jauh dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Pesaing terdekat adalah Thailand dengan koleksi 11 emas, 16 perak, dan 46 perunggu. Namun, posisi Thailand jauh di belakang Indonesia yakni peringkat 12. Bagaimana dengan Malaysia? Negara serumpun Indonesia itu berada di posisi 14 dengan koleksi 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu.
Indonesia mampu mencetak sejarah dengan berada di posisi 4 besar pertama kali sejak Asian Games 1966 di Bangkok. Koleksi 98 medali pun yang terbanyak dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games. Lebih hebat lagi, 31 medali emas yang diraih juga yang terbanyak sepanjang ikut di Asian Games.
Indonesia bisa dikatakan mengulang kejayaan 1962 saat menjadi tuan rumah Asian Games pertama kali. Kala itu, Indonesia mampu berada di posisi kedua dalam hal klasemen perolehan medali. Indonesia mengumpulkan 51 medali dengan perincian 11 emas, 12 perak, dan 28 perunggu. Indonesia kalah dari Jepang yang mengoleksi 73 emas, 56 perak, dan 23 perunggu.
Cabor pencak silat menjadi ‘tambang emas’ bagi Indonesia di Asian Games 2018. Dari cabor ini Indonesia mampu mengoleksi 14 medali emas, hampir mencapai separuh dari total medali emas yang diraih.
Turis bersepeda melintas di Jalan Ahmat Yani, Simpang Panbil, Mukakuning, Seibeduk. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Wacana Biro Pariwisata yang pernah diusulkan Badan Pengusahaan (BP) Batam dulu kepada pemerintah pusat ternyata belum mendapat restu. Alasannya karena menghargai Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang memang bidang kerjanya mencakup pengembangan pariwisata di Batam.
“Memang BP Batam menganggap pariwisata dapat mengangkat ekonomi. Makanya supaya ada amunisi, dibuatlah restrukturisasi. Tapi usul itu tak kunjung datang, karena pariwisata jadi periuk nasinya Pemko,” kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Guntur Sakti di Hotel Radison, Jumat (31/8).
Meskipun begitu, Kemenpar sangat mendukung sekali event-event pariwisata yang digelar BP Batam. Jika merujuk pada niatnya, maka event-event ini digelar untuk menggairahkan pariwisata di Kota Batam yang sempat lesu.
“BP Batam ini ikut menopang karena dana Pemko kecil. Ini agar pariwisata semakin bergairah,” jelasnya.
Ia menyarankan agar BP Batam dan Pemko saling bantu membantu karena tujuan pengembangan pariwisata itu sama yakni meningkatkan perekonomian Batam.
Sebelumnya, BP akan membentuk Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif. Tugasnya adalah mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Biro ini merupakan lanjutan dari Biro Pariwisata yang belum mendapat restu dari pemerintah pusat.
“Namanya Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif,” kata Deputi V BP Batam Bambang Purwanto belum lama ini.
Ia mengatakan alasan pembentukan biro baru ini adalah untuk memaksimalkan pengembangan pariwisata Batam.
“Jadi dinilai perlu membentuk unit khusus untuk menanganinya dan hal-hal yang punya potensi menggerakkan ekonomi Batam,” paparnya.
Biro ini akan mendukung Pemko Batam dalam mengembangkan pariwisata di Batam. Berikut juga memberdayakan potensi-potensi yang masih bisa digali dari Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menjamur di Batam.
“Untuk saat ini, kami masih menunggu undangan dari Kemenpan RB terkait rapat berikutnya soal unit baru dan tugasnya,” jelasnya.
Nama Biro Pengembangan Ekonomi Kreatif ini dianggap lebih tepat karena saran dari Kemenpan RB dalam rapat sebelumnya. Lebih mencakup keseluruhan dibanding Biro Pariwisata. (leo)
Petugas kebersihan Kecamatan Sagulung mengangkut sampah, Senin (27/8). Pengangkutan sampah perumahan diserahkan ke Kecamatan supaya lebih terkontrol dan tidak terjadi penumpukan. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam menargetkan pendapatan dari retribusi sampah di tahun depan diangka Rp 32 miliar. Hal ini disampaikan Kepala DLH Batam, Herman Rozi, Sabtu (1/9).
Ia menjelaskan target ini lebih tinggi Rp 2 miliar dari tahun ini yang hanya Rp 30 miliar. Herman menyebutkan naiknya target pendapatan dari retribusi sampah ini disebabkan faktor semakin bertambahnya objek pelayanan sampah.
“Lebih dari dua ribu objek sampah yang ada saat ini. Kemungkinan bisa bertambah karena ada pembangunan baru dan itu membutuhkan pelayanan sampah dari DLH,” jelas dia.
Setiap bulannya DLH berhasil mengumpulkan Rp 2,1 miliar dari retribusi sampah yang ada di sembilan kecamatan di Batam. Sedangkan untuk hinternland mereka kelola mandiri jadi tidak masuk dalam pendapatan asli daerah.
Ia menyebutkan untuk mencapai target tersebut, pihak terus berupaya meminilisir kebocoran di sektor retribusi sampah ini. Saat ini retribusi paling banyak bersumber dari rumah tangga, disusul perusahaan yang beroperasi di Batam.
Mantan camat Lubukbaja ini menyebutkan selain itu pihaknya juga berupaya menekan biaya penerbitan barcode atau kode objek sampah di tahun depan.
Seperti diketahui tahun ini, DLH sudah menerapkan sistem barcode guna mengetahui dan mengontrol pendapatan yang dihasilkan dari objek sampah yang telah terdaftar di sistem DLH.
“Sekarang sebagiab rumah warga sudag dibarcode. Jadi petugas datang harus scan dulu dan itu langsung terbaca di sistem kami. Jadi bisa ketahuan berapa yang didapat perharinya. Jadi lebih transparan tak ada lagi itu kecurangan,” lanjutnya.
Ia berharap target tahun ini bisa mencapai target Rp 30 miliar, hinga periode Juli DLH sudah berhasil mendapatkan Rp 18 miliar.
Tren positif ini bisa berlanjut ke tahun selanjutnya. “Tahun ini kami optimis bisa capai target. Sistem yang sudah dibangun sedemikian ini sudah terlihat memberikan efek yang baik,” tutupnya.(yui)
Lion Air mendatangkan satu Boeing 737-800 Next Generation.
Pesawat ini merupakan pesawat seri -800 Lion Air ke-37 dan tipe yang sama ke-79 yang diterima secara Lion grup.
Dalam proses pengiriman, pesawat menggunakan nomor penerbangan JT001 lepas landas dari dari Bandar Udara Internasional Boeing Field King County (BFI) dimana pabrikan Boeing berada.
Kemudian menempuh perjalanan dengan transit di Bandar Udara Internasional Honolulu, Hawai, Amerika Serikat (HNL); Bandar Udara Internasional Pohnpei, Mikronesia (PNI) serta tujuan terakhir di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (BTH).
Kehadiran PK-LPU dari keluarga pesawat generasi terdepan tersebut adalah bagian strategis perusahaan dalam peremajaan armada di era kekinian, upaya meningkatkan kualitas layanan segmen millennials traveling, serta memperkuat pasar penerbangan dengan senantiasa mengedepankan faktor keselamatan, keamanan (safety first) dan kenyamanan.
Boeing 737-800NG yang baru didatangkan sebagai bentuk keseriusan Lion Air dalam menjawab dinamika pasar perjalanan udara dengan tingginya permintaan baru generasi milenial, yang saat ini mayoritas berusia 18 – 35 tahun melakukan kegiatan jalan-jalan demi momen terbaik dalam mewujudkan destinasi impian.
Lion Air telah melihat tren pertumbuhan dan peningkatan di kalangan anak muda untuk berwisata. Dengan terbang menggunakan pesawat baru, diharapkan semakin menambah kepuasan traveling ketika diantarkan menuju berbagai kota tujuan favorit di dalam dan luar negeri.
Lion Air sangat mementingkan layanan dengan sesuatu hal yang unik dan baru. Hal ini dilatarbelakangi bahwa generasi millennials lebih fokus mengutamakan bagaimana caranya bisa bepergian dengan biaya terjangkau, tersedia banyak pilihan penerbangan, kemudahan koneksi ke beragam kota serta pesawat lebih modern.
Lion Air Group juga berupaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus), salah satunya ditandai mendatangkan pesawat baru. Pesawat PK-LPU akan digunakan sesuai rencana memperkuat rute yang sekarang sudah dilayani, penambahan frekuensi terbang atau pembukaan jaringan baru.
Dengan demikian, diharapkan mampu memberikan dampak positif yang dirasakan pelanggan guna mempersingkat waktu serta mempermudah akses antardestinasi.
Boeing 737-800NG milik Lion Air mendarat di Hang Nadim, Batam.
Lion Air optimis, pesawat baru dan pengembangan objek wisata akan menempati sebagai strategi terbaik guna memanjakan kategori pelanggan yang lebih muda, karena minat traveling di kalangan millennials bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.
Lion Air hingga kini telah melayani ke lebih dari 45 pilihan kota tujuan di Indonesia dengan sudah menerbangi destinasi favorit seperti Padang, Pekanbaru, Tanjung Pandan, Bandung, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Bali, Lombok, Makassar, Manado, Ambon, Jayapura dan lainnya serta internasional (Singapura, Malaysia, Tiongkok dan Saudi Arabia) dengan frekuensi terbang mencapai 670 setiap hari.
Penerbangan Lion Air dioperasikan oleh 121 pesawat, terdiri dari satu Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi), 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 37 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), 10 Boeing 737 MAX 8 (180 kelas ekonomi) dan tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).
Pengoperasian pesawat baru yang didukung fitur canggih akan terus menambah pengalaman tersendiri bagi komunitas kawula muda dalam melancong menggunakan moda transportasi udara. Boeing 737-800NG didesain dengan memiliki tata letak kursi 3-3 lorong tunggal (single aisle) yang berkonfigurasi 189 kursi semuanya kelas ekonomi.
Dalam menawarkan kenyamanan selama perjalanan, penumpang dan awak pesawat akan merasakan ketenangan, karena pesawat ini memiliki tingkat kebisingan yang rendah.
Boeing 737-800NG yang dioperasikan Lion Air telah dilengkapi kabin Boeing Sky Interior. Ketika masuk dan berada di pesawat, penumpang akan dimanjakan suasana yang menyenangkan, segar dan lebih hangat.
Sistem pencahayaan dirancang dengan sentuhan futuristik yang dapat menghadirkan pilihan warna berbeda yang disesuaikan waktu atau nuansa, antara lain biru lembut mencerminkan efek fresh dan enjoy saat boarding atau senja (sunset) untuk mood santai, tenang.
Bentuk dinding kabin bagian samping (sidewalls) lebih luas dengan tampilan jendela tampak lebih besar. Tentunya memberikan nilai lebih bagi pelanggan yang duduk di kursi dekat jendela (window), akan semakin menikmati pemandangan luar secara leluasa.
Pesawat Lion Air dilengkapi desain yang menimbulkan kesan lebih lapang dan dinamis, yaitu terletak pada penataan lampu Light-Emitting Diode (LED) interior kabin dan lampu baca.
Fitur unggulan juga terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru. (*)
batampos.co.id – Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2018, menjadi acara puncak dari serangkaian Roadshow BBFW 2018 yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Batam, mulai 27 Juni lalu. Malam puncak itu digelar di Grand Galaxy Ballroom Planet Holiday Hotel, Sabtu (1/9).
Mengenakan busana batik keemasan dengan asesori hingga make up karya anak Batam, Ketua Dekranasda Batam, Marlin Agustina Rudi mengatakan, acara ini merupakan ajang untuk memperkenalkan busana hasil kolaborasi pembatik dan desainer Batam, dalam mewujudkan batik daerah sebagai identitas yang dapat mensejahterakan masyarakat.
“Serangkaian kegiatan BBFW 2018 ini dilatarbelakangi dengan ditetapkannya batik sebagai warisan kebudayaan asli Indonesia oleh Unesco sejak 2 Oktober 2009 lalu,” ujar Marlin, dalam sambutannya.
Lanjutnya, dengan memperkenalkan batik Batam ke masyarakat lokal hingga mancanegara, dapat memperluas jaringan pemasaran yang berimbas pada kesejahteraan masyarakat dan peningkatan perekonomian daerah.
“Diharapkan, batik sebagai identitas bangsa ini menjadi kebanggaan untuk dapat digunakan bagi seluruh lapisan masyarakat dan semua kalangan,” ungkapnya.
Di perhelatan BBFW 2018 yang juga menjadi pencanangan Hari Batik Daerah ini, mengangkat tema Celebration of Batik Batam dan dimeriahkan jawara Indonesia Idol, Ihsan Tarore, serta desainer nasional Sugeng Waskito dengan brand Gee Batik.
Menampilkan peragaan busana kolaborasi dari pembatik dan desainer Batam diantaranya,
Batam Selaras dari Cak Pir
RR dari Ronald Moreno,
Alnel Batik Art dari Mahendra Kurniawan
Kwdai Cantik dari Isa Utama,
Wan Citra dari Bambang Yulianto
Luhung De Lamode dari Luhung Esa Pertiwi,
Puan Lawa dari Yayuk Yunarti
Lawa dari Reno Agus Triono,
Sri Rejeki dari Suratno
NR dari Natasya Rofalina,
Jemari Mas dari Alfi Mas’adati
Waode Collection dari Waode Nila Sari.
foto: batampos.co.id / dalil harahap
Acara yang dibuka Wali Kota Batam M.Rudi turut dihadiri unsur FKPD Kota Batam, KBRI Singapura, Konjen Indonesia di Johor beserta desainer dan pengusaha dari negara tetangga, instansi vertikal, seluruh OPD di lingkungan Kota Batam, Camat, Lurah, organisasi wanita se-Kota Batam, civitas akademika dan BEM perguruan tinggi di Batam, desainer dan fashionista.
“Kami sangat bersyukur dengan sambutan hangat yang diberikan masyarakat di Batam maupun para tamu undangan. Semoga ke depannya batik Batam kian mendunia,” tutup Marlin. (nji)
batampos.co.id – Rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kepri untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang yang digelar di Hotel CK, Tanjungpinang, Jumat (31/8) berlangsung alot.
Pasalnya terjadi perdebatan sengit antara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri. Adapun keputusan akhir disepakati DPT Kepri sebanyak 1.186.208.
“Jika dibandingkan dengan hasil pleno DPT Kabupaten/Kota, memang terjadi perbedaan jumlah dengan hasil pleno KPU Provinsi Kepri,” ujar Priyo Handoko, Komisioner KPU Provinsi Kepri, kemarin.
Pria yang membidani masalah teknis data pemilu tersebut menjelaskan, terjadi perbedaan jumlah pemilih di tiga daerah. Yakni Kabupaten Bintan, Karimun, dan Kota Batam. Adapun jumlah nama yang dicoret dari daftar pemilih adalah sebanyak 645 orang. Keputusan mencoret 645 nama tersebut adalah berdasarkan rekomendasi Bawaslu Kepri.
“Adapun DPT hasil Pleno KPU Kabupaten/Kota adalah sebanyak 1.186.853 pemilih. Namun dengan dikurangi 645 orang, maka DPT Kepri ditetapkan pada angka 1.186.208 (lihat tabel,red). Jumlah tersebut tersebar di 70 Kecamatan, 416 Kelurahan/Desa di Kepri,” papar Priyo
Menurut Priyo, perubahan tersebut karena ditemukannya data ganda dan pemilih luar Kepri yang harus dihapus dari daftar pemilih. Kasus pemilih luar yang menjadi daftar pemilih di Kepri ditemukan di Kelurahan Tanjunguma, Batam. Disebutkan Priyo, untuk Batam berkurang 12 orang yang terdiri dari tujuh perempuan dan lima laki-laki. Kemudian Karimun ada lima perempuan dan lima laki-laki. Berikutnya Bintan sebanyak 314 laki-laki dan 309 perempuan.
“Nama-nama yang ditemukan ganda dan bukan pemilih Kepri langsung kita hapus dari sistem daftar pemilih,” tegas Priyo.
Sebelum DPT disepekati bersama, Bawaslu Kepri menemukan ribuan daftar pemilih ganda yang masuk pada data Sidali (Sistem Data Pemilih) KPU Kepri, terdapat 4.560 pemilih di Batam, 629 pemilih di Kabupaten Bintan, serta 18 pemilih di Karimun.
Ketua Bawaslu Kepri, Muhammad Sdjahri Papeni, mengatakan, temuan data pemilih ganda di Batam, Bintan dan Karimun itu didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan Bawaslu tingkat kabupaten/kota.
“Atas ditemukanya DPT ganda ini, kami meminta penjelasan ke KPU kenapa pemilih berdasarkan nama, NIK dan alamat yang sama masuk dalam DPT dan data Sidali,” ujarnya.
Bawaslu Kepri juga mengaku belum memiliki data DPT ganda dari seluruh kabupaten/kota, dan pihaknya masih terus meminta Bawaslu kabupaten/kota agar tetap melakukan pencermatan terhadap DPT yang sudah ditempel KPU dan PPK di kelurahan atau tempat-tempat lainya. Ditegaskannya, validasi data pemilih ini juga sangat berkaitan erat tentunya dengan logistik untuk Pemilu nanti.
“Sebelum DPT ditetapkan, kita ingin ada validasi data secara kongkrit. Sehingga KPU bisa menentukan logistik secara efesien,” tegas pria yang akrab disapa Papeni tersebut.(jpg)
Foto KPU Bintan Komisioner KPU Kabupaten Bintan, Haris Daulay menerima dokumen kependudukan dari Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Bintan Irianto usai melakukan koordinasi dengan Disdukcapil Bintan terkait E KTP, baru-baru ini.
batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bintan terus berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bintan terkait masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP.
“Saat ini pemilih terdaftar di DPT berjumlah sekitar 98.370 jiwa. Kami prediksi jumlahnya akan bertambah karena masih ada masyarakat Bintan yang belum melakukan perekaman data e-KTP,” ujar Komisioner KPU Bintan Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Haris Daulay, Kamis (30/8).
Ia mengatakan, e-KTP merupakan syarat pemilih pada Pemilu tahun 2019.
Jika belum memiliki e-KTP, bisa menggunakan surat keterangan (suket) yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Bintan.
Untuk memantau perkembangan perekaman data e-KTP, Haris mengatakan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Disdukcapil untuk memantau perkembangan masyarakat yang akan menjadi pemilih pada pemilu tahun 2019 nanti.
Selain masih adanya masyarakat yang belum melalukan perekaman, ia mengatakan, ada juga masyarakat yang mutasi data dari KTP SIAK.
“Saat ini data masyarakat yang mutasi dari KTP SIAK juga lagi didata oleh Disdukcapil sebab mereka akan menjadi pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus dengan KTP atau Suket pada pencoblosan 17 April 2019 nanti,” jelasnya menambahkan pemilih yang belum terdata di dalam DPT akan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). (met)