batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kepulauan Anambas Masykur mengatakan, Anambas merupakan daerah yang sangat kaya dengan destinasi wisata.
”Anambas memiliki karakteristik tersendiri. Letaknya berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (18/11).
Bila turis datang ke Anambas, maka mereka bisa mengunjungi sejumlah tempat di Anambas seperti tempat wisata Pantai Padang Melang. Pantai ini memiliki garis pantai terpanjang di Kepulauan Riau. Bentangan pasirnya menerabas hingga dua wilayah, Kelurahan Letung, dan Desa Bukit Padi, dengan panjang garis pantainya sekitar 7,6 kilometer.
Hebatnya, sepanjang garis pantai ini seluruhnya ditaburi pasir putih berbulir halus. Kalau bertandang ke pantai ini, pengunjung bakal disuguhi hamparan airnya yang jernih dan gelombang lautnya yang tenang. ”Ini ideal untuk pecinta pantai,” jelasnya.
Berikutnya yakni Pulau Durai. Pulau ini memiliki keindahan alam yang menakjubkan, airnya sangat jernih, pulau durai memiliki pantai berpasir putih yang membentang menjadi tempat penyu bertelur. Periode musim bertelur penyu-penyu adalah pada Mei sampai dengan Agustus.
Telur-telur penyu tersebut kemudian dipindahkan ke tempat penetasan berupa bidang pasir cukup luas di lengkapi pengamanan dari anyaman kawat untuk melindungi dari serangan predator.
Setelah menetas dan menjadi tukik, maka akan dilepaskan ke laut untuk menjaga kelangsungan hidup penyu-penyu di pulau tersebut.
”Dahulu, penyu yang bertelur di pulau ini setiap malamnya berkisar 10 hingga 20 ekor. Bisa dibayangkan jika seekor penyu bertelur 100 butir saja, maka dalam semalam terdapat 2.000 telur yang dihasilkan di pulau ini,” terangnya.
Tapi karena habitat penyu di pulau ini setiap tahun berkurang, saat ini tidak akan menemukan penyu yang bertelur dengan jumlah yang sama. Sekarang hanya sekitar 5-10 ekor saja. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya karena aktivitas penangkapan hasil laut besar-besaran yang dilakukan nelayan asing, dan telur penyu dijadikan konsumsi.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun berbaur dengan pejabat dan masyarakat saat acara festival Padang Melang di Kabupaten Anambas, Sabtu (13/5). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batampos.
Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menetapkan Pulau Durai sebagai lokasi konservasi penyu. Tujuannya untuk menyelamatkan penyu dari kepunahan.
Yang ke tiga yakni Pulau Penjamin. Di antara tebaran ratusan Pulau elok di Kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau, pulau ini dijamin memenuhi ekspektasi pengunjung yang menginginkan berpetualang di gugusan Pulau berparas cantik, berkontur unik dan dikepung bentangan laut biru yang kaya terumbu karang alami.
Kalau datang ke pulau ini pengunjung akan dibuat terkagum kagum oleh landscapenya yang unik. Di bagian timur pulau ini di bentangi pantai berpasir putih jernih. Kanan kirinya dijajari bebatuan yang elok. Sisi darat berbatasan dengan bukit yang ditumbuhi pepohonan yang rindang.
”Bersnorkling dan scuba diving sangat cocok. Semua sudut di perairan ini menawarkan pemandangan bawah laut yang luar biasa. Berbagai penelitian menyebutkan terumbu karang dikawasan ini berkategori baik itu dari sisi penyebaran maupun ragamnya,” jelasnya lagi.
Berikutnya yakni wisata di Pulau Mengkian Panjang. Pulau ini memiliki hamparan pasir putih bersih yang dibeberapa bagiannya bertabur bebatuan hitam besar. Sementara di tengah pulau ditumbuhi pepohonan rindang yang dapat dijadikan tempat berteduh dari terik matahari.
Uniknya pulau ini adalah adanya savana kecil yang jarang di temui di pulau lain, selain menikmati savana pengunjung juga bisa menikmati pemandangan dari atas bukit yang sangat menakjubkan. ”Banyak hal yang bisa dilakukan ketika berlibur di pulau ini, seperti memancing, snorkeling atau sekedar berenang dan bermain pasir di tepian pantai,” jelasnya.
Selain keindahan alam pantai Mengkian Panjang juga memiliki keindahan alam bawah laut yang menakjubkan. Hamparan terumbu karang yang masih alami dengan aneka ikan warna–warni menghiasi perairan pulau ini.(sya)
Stephani Lumban Tobing bergegas ke kantor Unit Pelaksana Teknis BKN Kepri-Batam di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (10/11). Padahal pagi itu ia baru saja melangsungkan ijab kabul pernikahannya. Acara pernikahannya digelar pukul 06.00 pagi. Sementara jadwal tes CPNS-nya tepat pukul 10.00 WIB.
Usai ijab kabul itu, segera ia menuju ke lokasi tes CPNS. Stephani bahkan masih mengenakan kebaya lengkap dengan sanggul pengantinnya. Begitu suaminya yang pagi itu mengantarnya, masih mengenakan jas lengkap.
Stephani salah satu peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Batam. Ia tiba sebelum pukul 10.00 WIB. Karena aturan yang ketat terkait jadwal, Stephani tidak punya pilihan. Ikut tes di hari pernikahannya, atau dinyatakan gugur.
Koordinator pelaksanaan tes SKD di UPT BKN Kepri Batam Delpa Nopri Kasmi mengatakan, keikutsertaan Stephani tersebut menjadi hal yang unik terjadi di hari ke-16 pelaksanaan tes SKD.
“Kami tanya apa tidak dilepas dulu kebaya dan sanggulnya? Ternyata setelah tes masih ada lagi acara resepsinya, kalau dibuka repot lagi,” kata Delpa.
Meski masih memakai kebaya dan bersanggul, Stephanie mengerjakan soal-soal SKD dengan tenang. Sayang, iya tak lulus. Ia gagal di ujian Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Sesuai ketentuan, batas minimal atau ambang batas nilai TKP adalah 143. Sedangkan nilai Stephanie hanya 122. Padahal, di dua tes lainnya, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelijensia Umum (TIU), Stephanie mampu melewati ambang batas yang ditentukan.
Masing-masing ia memperoleh nilai 85 dan 80. Sementara ambang batas yang ditentukan panitia sebesar 75 untuk TWK dan 80 untuk TIU.
“Belum rezeki saja. Tapi yang dilakukan luar biasa, suasana ujian yang semula rileks, jadi tambah santai,” kata Delpa lagi.
Sementara Rini Siahaan, 32, melakukan segala persiapan untuk menghadapi tes SKD pada Senin (5/11) lalu. Jadwal tesnya pada sesi siang. Namun ia sudah siap-siap sejak pukul 08.00 WIB. Menyetrika kemeja putih dan rok panjang. Di kasurnya terlihat buku tebal berjudul Panduan Resmi Tes CPNS CAT 2018/2019 yang terlipat dibatasi penggaris. Di atasnya terletak pensil komputer 2B.
“Doain ya,” ujar Rini saat ditemui Senin (5/11) lalu.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini menyebutkan, ia pertama kalinya ia mencoba peruntungan ikut tes CPNS. Dia memilih jurusan keguruan di lingkungan Pemko Batam.
“Guru Bahasa Inggris,” ujar Rini.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pelaksanaan Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018 yang ditetapkan pada 27 Agustus 2018 lalu menyebutkan, ada tiga jenis tes SKD yang harus dilalui dalam seleksi CPNS. Tiga jenis tersebut yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelijensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Sejumlah Peserta ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melihat hasil ujian usai mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Bersama Pemko Batam, Sabtu (3/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Tes ini meliputi nasionalisme, integritas, kemampuan, dan pelayanan publik dari masing-masing peserta yang diuji. Dalam melaksanakan ujian itu, para peserta melakukannya dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Seluruh soal dikerjakan di komputer yang terintegrasi langsung ke BKN. “Passing gradenya, 80, 75, dan 143. Totalnya 298. Lewat dari itu pasti lulus SKD,” ujar Rini.
Ada 100 soal dengan waktu pengerjaan 90 menit. Waktu pengerjaan soal inilah yang dianggap Rini terlalu singkat. Artinya, satu soal, pengerjaannya tidak sampai satu menit.
“Padahal butuh waktu untuk membaca soal cerita. Lumayan panjang-panjang juga soalnya,” ungkapnya.
Pada tes SKD itu, langkah Rini juga harus terhenti. Ia tak lolos. Nilainya masing-masing TWK 35, TIU 80, dan TKP 115. “Tak apalah. Yang penting tahapannya saya sudah tahu. Semoga tahun depan ada penerimaan lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem yang diterapkan pemerintah sudah bagus untuk menjaring yang benar-benar mampu. “Ya, cuma itu, waktu pengerjaan soalnya terlalu sempit. Itu saja. Mohon ditambah lain kali. Misalnya 120 menit begitu. Sesuaikan dengan panjangnya soal cerita, khususnya di soal-soal TKP-nya,” pintanya.
Vitriani Astuti juga mengalami hal yang sama. Ia juga tidak lolos tes SKD, padahal hanya kekurangan lima poin atau satu soal yang dikerjakan salah. “Nilai TWK 85, TIU 80, dan TKP 139. TKP yang buat saya gagal,” ungkapnya.
Menurut Vitriani, soal-soal TKP sangat menjebak. Pilihan jawabannya benar-benar membuat bingung.
“Bingung dalam artian, apa harus menjawab sesuai realita atau kata hati,” ujarnya tersenyum kecut.
Vitriani sendiri mengaku ini perdana ia mengikuti tes CPNS dari jurusan Kehutanan dengan rencana jabatan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama di Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. “Tidak rezeki tahun ini, ya coba lagi tahun depan. Saya tak mau menyerah. Semoga tahun depan ada penerimaan lagi,” ungkapnya penuh harap.
***
Sejak hari pertama Jumat (26/10), tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) memang tidak mudah. Sesungguhnya ada 150 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemko Batam yang berhak ikut tes hari itu. Tes SKD dimulai pukul 08.00 WIB. Namun tes baru dimulai, sudah 26 orang yang gugur lebih awal. Mereka tidak hadir sehingga otomatis dinyatakan gugur.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Batam, Muhammad Syahir mengatakan hari pertama tes SKD diselenggarakan tiga sesi. Ia menjelaskan, peserta datang satu jam sebelum ujian dimulai. Sebab peserta harus melakukan pendaftaran dan pengecekan persyaratan yang diwajibkan dibawa saat akan mengikuti ujian.
Kemudian peserta juga mendapatkan stempel sesuai dengan sesi tes yang mereka ikuti. Stempel itu akan dibubuhkan di tangan masing-masing peserta. Jadi, ada beberapa tahapan yang harus dilalui peserta sebelum memmasuki ruang ujian.
“Di sesi pertama ada 11 kursi yang kosong. Pesertanya tidak datang. Mungkin terlambat jadi kami nyatakan gugur,” kata Syahir saat ditemui di Kantor Bersama Pemko Batam.
Sampai pada sesi ketiga, ada 26 peserta yang absen. Maka tiga sesi tes SKD hanya diikuti 124 orang. Syahir menyebutkan peserta yang mengikuti tes diacak dari semua formasi yang tersedia. Sesi pertama rata-rata diikuti pelamar Analisis Bangunan dan Perumahan, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam.
“Acak semua yang ikut tes,” ujarnya.
Syahir menjelaskan, dari 124 peserta yang ikut tes SKD hanya tujuh yang mampu mendapatkan nilai di atas batas minimal (passing grade). “Dari tiga sesi tes di hari pertama, hanya tujuh orang yang dapat nilai di atas batas minimal. Sisanya di bawah batas minimal nilai,” kata Syahir.
Para peserta tes CPNS di Batam. foto: batampos.co.id / cecep mulyana
Dengan begitu, total peserta yang gugur pada hari pertama sebanyak 143 orang. Terdiri dari 26 peserta absen dan 117 peserta yang gagal saat tes SKD. Sehingga mereka tak bisa mengikuti tahapan seleksi CPNS berikutnya, yakni tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin mengatakan, hingga pada hari terakhir pelaksanaan tes SKD, Sabtu (17/11), peserta yang lolos ambang batas hanya 204 orang.
Jefridin menjelaskan, sebelumnya ada sekitar 6 ribu peserta yang melamar CPNS di lingkungan Pemko Batam. Namun dari jumlah itu hanya 5.401 orang yang lolos seleksi administrasi.
Kemudian dari 5.401 peserta yang lolos administrasi itu hanya 5.074 orang yang ikut tes SKD. Sementara peserta yang tidak hadir 327 orang. Namun peserta yang lolos passing grade atau ambang batas hanya 204 orang.
Dari 204 peserta yang lolos ambang batas tersebut, skor peserta tertinggi jumlahnya 399 atas nama Rahmi Saputri. Terendah 300 atas nama Saidatun Nadrah. Peserta dari jalur lulusan terbaik ada beberapa orang. Di antaranya mendapat nilai 324 atas nama Mega Dwi Setyowati, kemudian skor 376 atas nama Yahdi, dan skor 322 atas nama Nita Arianti.
Dari jumlah peserta yang lolos tes SKD itu, Jefridin belum bisa merinci apakah memenuhi semua formasi CPNS yang dibuka Pemko Batam. Berapa jumlah peserta yang lolos di tiap formasi juga belum isa ia rinci. Adapun jumlah kuota formasi yang dibuka Pemko Batam sebanyak 363 formasi.
Jefridin mengatakan Pemerintah Kota Batam berharap formasi 363 itu terisi, meski tidak terpenuhi kuotanya. Terkait hanya ada 204 peserta yang lolos SKD, Pemko Batam akan bersurat kepada Kemenpan RB dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk meminta kebijakan agar seluruh formasi dari 363 kuota yang dibuka bisa terpenuhi.
“Kenapa? Karena karena kami sangat membutuhkan tenaga yang 363 ini untuk guru, tenaga medis, dan tenaga teknis,” jelas Jefridin, Sabtu (17/11).
Terkait sistem ataupun caranya, Jefridi menyerahkan kepada Panselnas. Rencananya hari ini, Senin (19/11), Sekda akan melaporkan hasil tes kepada wali kota Batam untuk selanjutnya ditindaklanjuti dengan menyurat kepada Panselnas.
“Administrasi sudah kita siapkan, tinggal menulis angkanya lagi. Lulus sekian, formasi sekian. Dari angka itu, berarti kita masih membutuhkan angka seratus sekian,” papar Jefridin usai memantau hari tes terakhir.
Melihat jumlah peserta yang lolos hanya 204 orang dari 5.074 peserta yang ikut tes, Jefridin juga belum bisa menyimpulkan penyebabnya apakah karena model soalnya yang memang sulit atau kualitas sumber daya manusia yang kurang mumpuni. Namun melihat angka yang lolos secara persentase, lanjutnya, Batam termasuk yang tertinggi. Itu menjadi gambaran bahwa kualitas peserta CPNS di Batam lebih baik.
“Batam masuk tertnggi dibandingkan dengan daerah lainnya di Kepri atau pun sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Di Kepri dan daerah lainnya,” tegasnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kantor Regional (Kanreg) XII Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Andri Febrian menambahkan persentase peserta yang lolos tes SKD di Batam sekitar 4,8 persen dari jumlah pendaftar CPNS. Sementara derah lainnya hanya 2 persen, bahkan ada yang 1,8 persen.
“Dari jumlah pendaftar kita 4,8 ya. Daerah lain 1 koma, tidak sampai 2,” timpal Jefridin.
Namun Jefridin memastikan, nanti akan ada evaluasi pelaksanaan tes CPNS 2018 ini. Apa masalahnya sehingga peserta yang lolos tidak sampai memenuhi atau melewati formasi yang tersedia. Menurutnya bisa jadi karena masalah waktu, bisa saja karena kualitas peserta, atau soal tes yang memang standarnya tinggi.
“Nanti ada evaluasinya. Segala sesuatu yang kita kerjakan ada evaluasinya. Gunanya untuk mengetahui kelemahannya dan perbaikan untuk kedepan,” katanya.
Ia menambahkan, ambang batas yang diberikan Panselnas tersebut sesungguhnya untuk mengukur kualitas peserta CPNS. Itulah mengapa masing-masing komponen yang diujikan memiliki bobot. TWK bobotnya paling rendah 75, TIU 80, dan TKP 143.
Menurut Jefridin lagi ketiga komponen yang dinilai tersebut sesungguhnya itulah pendidikan. Sesungguhnya pendidikan itu adalah proses pendewasaan anak manusia. Kata kuncinya ada di kata dewasa.
“Apa yang dewasa itulah yang dites itu. Pertama kognitif (pengetahuan), kedua afektif (TKP), ketiga psikomotor atau keterampilan,” jelasnya.
Jadi soal yang dibuat oleh Panselnas, lanjutnya, sudah mencakup apa yang dimaksud pendidikan itu sendiri.
Ketua DPRD Batam Nuryanto juga sepakat bahwa tes CPNS memang harus memiliki standar yang tinggi. Sebab, lanjutnya, seleksi ini untuk mendapatkan calon-calon pegawai negeri sipil atau ASN yang handal dan ideal. Memiliki kualitas yang baik. Maka stadarisasi dalam pengujian ini juga harus disertai keterbukaan dan transparansi.
“Tidak boleh ada titipan dan tidak boleh ada yang main-main. Maka mulai dari penyelenggaranya, pesertanya, mulai dari pengawasnya, harus berangkat dari keterbukaan dan kejujuran,” kata Nuryanto di kantornya.
Berbicara soal CPNS, lanjut Nuryanto, harus berbicara Indonesia ke depan. Maka mulai dari penyelenggaraan CPNS sudah semestinya lebih baik. Peserta CPNS ilmunya harus diperbarui sesuai dengan kebutuhan zaman. Standar kualitas peserta harus sesuai kebutuhan dan tuntan zaman.
“Standar tidak boleh diturunkan. Karena (pelaksanaan CPNS) ini bukan sekadar mencari (PNS), tapi mencari terbaik dari yang terbaik dan ini harus terbuka,” katanya.
Apabila standar atau passing grade diturunkan, bisa memengaruhi kualitas pelayanan dari PNS itu sendiri maupun kualitas pelayanan secara umum. Sementara PNS masa depan itu harus mumpuni dan mempunya kesadaran melayani. Jadi menurutnya tidak masalah standar CPNS tinggi meski yang lolos tidak mencapai formasi yang tersedia.
“Kami mendorong yang penting pelaksanannya sudah benar. Kalaupun passing grade diturunkan, ya diambil langkah-langkah yang baik, perlu ada kaji ulang,” katanya.
***
Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Privinsi Kepri turut melakukan pengawasan pada proses penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini. Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Parroha Patar Siadari mengatakan, hal ini dirasa perlu untuk mencegah terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan CPNS.
“Kita tetap melakukan pengawasan CPNS di Provinsi Kepri dalam rangka mendukung penyelenggaran penerimaan CPNS yang objektif, akuntabel, dan transparan sesuai dengan tata kelola pemerintahan yang baik,” kata Lagat.
Pengawas penyelenggaraan pelayanan publik yang sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia. Adapun proses pengawasan dilakukan mulai dari tahap pendafataran, pelaksanaan ujian hingga pengumuman hasil seleksi. Pihaknya juga perlu memastikan unit-unit pengawasan internal di setiap instansi pelaksana penerimaan CPNS bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.
Ombudsman juga mengawasi layanan unit pengaduan internal dalam merespon setiap keluhan atau aduan yang disampaikan, kemudahan peserta CPNS dalam menyampaikan pertanyaan atau keluhan mereka, serta pelayanan terhadap peserta penyandang disabilitas agar hak warga negara yang ingin mengabdi pada negara bisa terlayani dengan baik.
“Kita juga berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” jelasnya.
Lagat Siadari menyebutkan permasalahan CPNS 2018 terkait ambang batas yang dianggap terlalu memberatkan tidak hanya terjadi di Batam. Melainkan juga hampir di seluruh daerah di Indonesia yang menyelenggarakan tes CPNS.
Berdasarkan laporan data sementara yang baru masuk, Rabu (14/11) lalu, baru 60 persen. Dari jumlah itu, wilayah timur Indonesia tingkat kelulusannya sangat rendah, mencapai 90,59 persen. Demikian halnya di kawasan Indonesia Tengah mencapai 72,69 persen. Sementara wilayah barat termasuk data sementara dari Kepri, mencapai 58, 47 persen.
“Itu data sementara. Karena kan beberapa wilayah masih mengikuti SKD sampai 17 November nanti,” ujar Lagat ketika ditemui di kantornya di Graha Pena, Batam Centre, Rabu (14/11) lalu.
Dari persentase tersebut, Lagat menyebutkan, sebagian besar masing-masing instansi jadinya tidak memenuhi kuota formasi. (uma/cha/iza/yue)
batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Ardiwinata mendukung penuh program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam. Di mana program TSP menurutnya sangat mendukung kenyamanan dalam destinasi wisata alam yang ada di Batam.
“Kita sangat mendukung TSP, di mana memang masih banyak destinasi yang belum tertata dengan baik. Kita yakin dengan kehadiran TSP, destinasi wisata akan lebih ramah dan nyaman,” katanya Selasa (13/11).
Ardiwinata mengatakan, dalam pembangunan pariwisata, selain pemerintah, diharapkan kehadiran pengusaha dan seleuruh elemen masyarakat. Dari pengusaha mungkin bisa lebih ke penyediaan fasilitas atau atraksi dalam sebuah destinasi wisata.
Ia menjelaskan, untuk mengembangkan pariwasata maka ada tiga hal yang harus dilakukan yang aksesibilitas, atraksi dan amenitas. “Pak Walikota sudah memprogramkan pembangunan infrastruktur jalan yang sangat bagus. Inilah faktor utama untuk pariwisata,’ katanya.
Kemudian yang tidak kalah penting adalah pembenahan fasilitas pendukung baik menuju destinasi wisata dan di objek wisata itu sendiri. “Misalnya dengan transportasi yang nyaman, kamar mandi yang bersih dan sebagainya. Dalam hal inilah pengusaha sangat dibutuhkan,’ katanya.
Terkait rest area yang akan dibangun dan penataan Jembatan Barelang, menurut Ardi, hal tersebut akan membuat pengunjung lebih betah berlama-lama di Batam. Ia berharap turis yang datang ke Batam ketika kembali ke daerahnya akan rindu dan ingin kembali ke Batam.
“Selama ini kalau ke Pulau Abang atau ke pantai di Galang, banyak wisatawan yang kesulitan untuk mencari kamar mandi atau tempat ibadah. rest area ini memang sangat membantu,” katanya.
Sebelumnya, Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) yang dipimpin oleh Johanes Kennedy akan membangun dua tempat peristrahatan atau rest area sepanjang jembatan satu sampai jembatan enam. Ini ditujukan untuk memanjakan para turis ke daerah galang yang sering kewalahan untuk mencari kamar mandi atau tempat bersantai sebelum sampai ke tempat tujuan.
Selain kamar mandi, nanti rest area ini akan dilengkapi dengan musolah, tempat makan, tempat bermain anak, dan parkir. Ini semua perlu dilakukan untuk membuat turis aman dan nyaman selama di Batam. (ian)
Sejumlah pengunjung berswafoto dengan latar belakang jembatan Barelang saat menikmati liburan. (Cecep Mulyana/Batam Pos)
batampos.co.id – Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) akan membangun dua tempat peristrahatan atau rest area sepanjang jembatan satu sampai jembatan enam. Ini ditujukan untuk memanjakan para turis ke daerah galang yang sering kewalahan untuk mencari kamar mandi atau tempat bersantai sebelum sampai ke tempat tujuan.
“Kita ingin destinasi wisata di daerah Galang sana menjadi maju. Makin banyak dikunjungi dan akan berdampak kepada ekonomi masyarakat sekitar,” kata ketua TSP Kota Batam, Johanes Kennedy Aritonang di ruang kerjanya,Panbil Residence, Selasa (30/10)
Ia mengatakan saat ini banyak turis lokal maupun manca negara yang enggan ke daerah Rempang-Galang dengan berbagai alasan. “Dan kita sangat malu, kalu turis terutama manca negara hendak buang air tetapi tidak ada tempatnya,” ujarnya.
Menurutnya, jarak mulai jembatan satu sampai jembatan enam jaraknya sekitar 60 kilometer. Dan memang sudah selayaknya ada rest areanya. Dan kita berharap semua lampu jalan yang ada di sepanjang jalan menuju jembatan enam harus selalu dihidupkan di malam hari.
Ia merinci, selain kamar mandi, nanti rest area ini akan dilengkapi dengan musolah, tempat makan, tempat bermain anak, dan parkir.
“Jadi kalau lagi jam sholat maka bisa langsung ke sana. Kalau mau ke kamar mandi di sana tersedia. Dan ini akan dibuat seaman dan senyaman mungkin,” katanya.
Menurut Johanes Kennedy rest area ini akan menarik minat keluarga untuk berwisata ke daerah galang. Di mana sebagian besar turis adaah ingin menikmati keindahan pantai di Galang.
“Nah, ini yang akan kita dorong. Masa untuk buang air saja harus kesulita di tengah jalan. Dan kalau misalnya ada yang naik motor, kalau lelah dalam perjalanan bisa istrahat di sana,” katanya.
Ia berharap semua objek wisata di Batam harus terus ditata untuk menarik minat wisatawan yang berimbas kepada perekonomian masyarakat sekitar,” katanya. (ian)
Pengukuhan Pengurus-Forum TSP, Kota Batam (2018-2023). (Humas Pemko Batam)
batampos.co.id – Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) Kota Batam mengajak semua pengusaha di Batam untuk bisa berkontribusi menata destinasi wisata di Batam. Terutama ikon Batam saat ini, jembatan satu Barelang. Di mana hampir semua wisatawan yang berkunjung ke Batam akan mengunjungi tempat tersebut.
“Kita minta perusahaan-perusahaan besar untuk bisa ikut bergabung membangun pariwisata di Batam ini. Jembatan satu itu misalnya, masih harus terus ditata seindah mungkin,” kata ketua TSP Kota Batam Johanes Kennedy, Selasa (6/11).
Menurut Jhon, membangkitkan ekonomi di Batam tidak harus melalui industri manufaktur tetapi dari berbagai sektor, termasuk pariwisata. “Disinilah kita para pengusaha berupaya untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk pengunjung,” tambahnya.
Khusus untuk jembatan satu Barelang, menurut Jhon masih belum tertata dengan rapi. Kios-kios yang berada di pinggir jalan sekitar jembatan belum tertata rapi. Padahal seharusnya, kios-kios tersebut bisa ditata rapi dan ditempatkan di bawah jembatan.
“Justru di bawah jembatan ini yang paling bagus tempatnya. Ini bisa ditata sebaik mungkin dan akan semakin banyak turis yang berkunjung ke sana,” katanya.
Di bawah jembatan bisa ditata pusat kuliner yang nyaman dan aman. Didukung dengan tempat bersantai bagi para wisatawan untuk menikmati indahnya pemandangan dari bawah jembatan.
“Jadi tak usah lagi ada yang jualan di atas jembatan. Parkir di sana juga tidak boleh lagi. Di atas jembatan itu harusnya hanya bisa jalan kaki untuk berfoto saja,” katanya.
Untuk membuat jembatan ini semakin indah, ia berharap rencana BP Batam untuk membuat lampu warna warni di jembatan akan segera terwujud. “Intinya bagaimana membuat turis semakin betah di Batam. Harus kita upayakan mereka long stay di Batam,” katanya.
Sebelumnya, Forum Tanggungjawab Sosial Perusahaan (TSP) akan membangun dua tempat peristrahatan atau rest area sepanjang jembatan satu sampai jembatan enam. Ini ditujukan untuk memanjakan para turis ke daerah galang yang sering kewalahan untuk mencari kamar mandi atau tempat bersantai sebelum sampai ke tempat tujuan.
Selain kamar mandi, nanti rest area ini akan dilengkapi dengan musolah, tempat makan, tempat bermain anak, dan parkir. Ini semua perlu dilakukan untuk membuat turis aman dan nyaman selama di Batam. (ian)
Lampumerah di Simpang Jam ikut padam. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Suplai sliran listrik di sejumlah daerah di Batam padam, Minggu (18/11/2018) pagi. Padamnya listrik akibat gardu induk PT Bright PLN Batam tersambar petir.
Agus warga Bengkong mengaku listrik di rumahnya padam selama tiga jam mulai pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB WIB. Padamnya listrik cukup mengganggu aktivitas rumah tangganya, apalagi di hari libur.
”Biasanya minggu beres-beres, listrik padam semua pekerjaan jadi tertunda. Namun untungnya padam tak terlalu lama,” tuturnya.
Hal yang sama juga dirasakan sejumlah warga Batam Center, Tanjungpiayu, Tanjunguncang, dan Batuaji. Rata-rata listrik padam antara dua sampai tiga jam.
Humas PT Bright PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama mengatakan, padamnya listrik ke sejumlah rumah pelanggan di Batam karena cuaca. Hujan disertai petir menyambar salah satu gardu induk antara kawasan Seiharapan dan Baloi pagi kemarin.
”Tak semua daerah yang terkena dampak. Namun kalau dirata-ratakan sebagian besar listrik padam,” ujar Yoga, kemarin.
Menurut dia, sambaran petir di gardu induk membuat jaringan frekuensi di gardu lainnya terganggu. Sehingga menyebabkan padamnya listrik hampir di seluruh daerah Batam.
”Efek dari sambaran petir itu gangguan frekuensi yang menyebabkan listik padam,” imbuh Yoga.
Dikatakan Yoga, beberapa gardu di Tanjungkasam juga terkena sambaran petir. Pihaknya pun mengupakayakan agar tak adanya pemadaman ke rumah-rumah pelanggan.
”Tanjungkasam saat ini lagi off, butuh perbaikan selama 8 jam. Mudah-mudahan daya cukup jadi tak ada pemadaman,” pungkas Yoga. (she)
Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bright PLN Batam saat memutus jaringan kabel ilegal sepanjang dua kilometer di wilayah Kaveling Sambau Makmur, Nongsa, belum lama ini. F. humas pln batam
batampos.co.id – Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) bright PLN Batam memutus jaringan kabel ilegal sepanjang dua kilometer di wilayah Kaveling Sambau Makmur, Nongsa, belum lama ini. Kabel yang tidak memperhatikan keselamatan ini diambil secara ilegal untuk mengalirkan lstrik ke sekitar 15 rumah.
“Kalau jatuh ke tanah dan hujan lalu ada yang kena setrum siapa yang tanggung jawab,” ujar Ketua Tim Operasi Agus Hasraf.
Agus mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya menurunkan sembilan tim, setiap tim terdiri dari tiga petugas.
Tim menyusuri kabel listrik ilegal dari pinggir jalan sampai ke rumah-rumah di Kaveling Sambau. Menurut Agus, operasi menemukan ada sekitar 15 rumah yang memasang aliran listrik ilegal tersebut. Sementara menurut seorang warga yang berkebun di sana, ada lebih dari 20 kepala keluarga yang setiap bulan membayar ke pengelola kaveling dari Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per bulan.
Diketahui pemasangan listrik ilegal ini sudah berlangsung sekitar satu tahun. Warga yang berdiskusi dengan tim penertiban bersedia listriknya diputus. Tapi mereka juga berharap PLN mau menyambung listrik resmi. Setelah berdiskusi dengan sejumlah warga, Agus memerintahkan petugas memutus jaringan listrik ilegal tersebut beserta meterannya.
Semuanya diangkut petugas ke mobil operasi.
“Digulung semua sebagai barang bukti,” kata dia.
Joni Suhombing Koordinator Lapangan P2TL PLN Batam usai operasi menyebutkan, listrik ilegal tersebut diambil dari jaringan PLN di unit Kwh Meter yang berada di pinggir Jalan Hang Lekiu, Nongsa. “Kalau tidak ditelusuri, tak ada yang tahu karena masuk hutan,” kata dia.
Menurut dia, aksi pencurian listrik harus ditindak tegas karena merugikan perseroan. Tim P2TL berkomitmen turun ke lapangan karena aksi pencurian seperti kucing-kucingan dengan petugas.
“Pagi diputus, malam disambung lagi. Sering seperti itu. Makanya kami harus tegas,” sambung dia.
Setelah operasi di Sambau, timnya masih menyusuri daerah lain di bilangan Kabil. Hingga kemarin, PT PLN Batam masih menghitung besaran Kwh listrik yang diambil di kawasan Sambau termasuk nilai kerugiannya.
Manajer Humas bright PLN Batam Bukti Panggabean mengatakan, operasi penertiban pemakaian tenaga listrik ini akan tetap dilakukan agar pelayanan kelistrikan tetap andal.
“Karena apabila ada yang melakukan penggunaan listrik secara illegal seperti ini maka di lokasi tersebut akan rawan terhadap kebakaran, drop tegangan dan yang lainnya,” bebernya.
Selain itu, pencurian listrik selain berdampak terhadap keselamatan jiwa di sekitarnya, juga dapat menyebabkan gangguan jaringan listrik akibat beban trafo yang overload sehingga pelanggan lainnya padam akibat gangguan trafo dan jaringan tersebut.
Sebagai wujud kepedulian keandalan system kelistrikan, ia meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan sesuatu hal yang mencurigakan terkait dengan pencurian listrik.
“Termasuk juga apabila ada oknum yang menawarkan penghematan listrik dengan melakukan modifikasi pada kwh meter milik PT PLN Batam,” tuturnya.(hgt)
ANGGOTA Ukhuwah Bicycle Community (UBC) foto bersama dengan mengenakan kaos funbike night Batam Pos. F. UBC untuk Batam Pos
batampos.co.id – Satu per satu komunitas sepeda di Batam mendaftar menjadi peserta funbike night Batam Pos-BP Batam yang akan digelar pada Sabtu (24/11/2018) mendatang. Di antaranya Ukhuwah Bicycle Community (UBC) yang mendaftarkan 12 anggotanya untuk ikut serta dalam event bergengsi tersebut.
Ketua UBC Dayat mengatakan, UBC merupakan komunitas pesepeda yang baru saja terbentuk pada 9 September lalu.
“Kami terdiri dari berbagai kalangan masyarakat dan khususnya jamaah Masjid Jami’ Al Ukhuwah di Komplek Al Hikmah, Sagulung,” ujar Dayat.
Ia menyebutkan, terbentuknya komunitas pesepeda bagi para ikhwan (pria) dari usia anak-anak hingga dewasa ini bertujuan untuk menebarkan syiar Islam melalui kegiatan bersepeda.
“Saat ini UBC memiliki 36 anggota, dan semoga bisa terus bertambah karena terbuka bagi para ikhwan yang ingin bergabung,” jelasnya.
Dayat mengatakan, sampai saat ini memang baru 12 anggotanya yang memastikan bisa ikut dalam acara funbike night Batam Pos. Namun tidak menutup kemungkinan ke depan akan bertambah lagi.
“Soalnya ini merupakan event pertama yang akan kami ikuti. Jadi pasti banyak lagi yang mau daftar,” terang Dayat.
Menurutnya, selain menjadi pengalaman bagi UBC, funbike night juga memberi tantangan tersendiri karena digelar pada malam hari.
“Tentunya akan jadi pengalaman yang seru, karena di acara tersebut akan banyak dampak positif yang didapat. Dapat sehat, silaturahmi, hiburan, juga hadiahnya jika rezeki,” tuturnya.
Sesuai dengan namanya, funbike night Batam Pos-BP Batam akan digelar pada malam hari, yakni pada Sabtu (24/11) malam di Batam Center. Pendaftaran masih dibuka dengan biaya Rp 75 ribu. Dengan pendaftaran tersebut peserta akan mendapatkan kaus, lampu LED, dan kupon undian berhadiah. Panitia menyediakan hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. (nji)
Seorang warga sedang melakukan pengurusan perizinan di dinas Penanaman Modal Kota Batam di Mall Pelayanan Pubik. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pemberlakuan One Single Submission (OSS) di Batam berpengaruh besar terhadap rencana investasi di Batam. Dari data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sudah ada 1.430 perusahaan di Kota Batam yang mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) Dengan nilai investasi sekitar Rp 57 Triliun.
Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau di kantornya, Kamis (15/11) mengatakan, sebagian besar perusahaan yang sudah mendapatkan NIB itu adalah perusahaan dalam negeri yakni 1.322 perusahaan dengan total rencana investasi Rp 47,5 Triliun. Sementara PMA hanya sekitar 108 perusahaan dengan nilai modal usaha sebesar Rp 9,5 triliun. Ini semua masukkan aplikasi paska pemberlakuan OSS di mana Pemko Batam sebagai admin di Batam.
“Jadi yang masuk itu dan ingin berusaha di Batam sangat banyak. Sebagian besar adalah PMDN. Kalau PMA hanya seratusan perusahaa. Mudah-mudahan langsung investasi di Batam,” katanya.
Sebagian besar rencana investasi tersebut berasal dari Sektor Industri Alat Angkutan dan Transportasi Lainnya, Sektor Industri Logam Dasar, Barang Logan, Mesin dan Elektronik dan Sektor Perdagangan dan Reparasi.
“Jadi setelah MPP ada dan OSS diberlakukan Juli lalu, jumlah perusahaan yang ingin investasi naik drastis. Dan kita berharap realisasi di semester II ini nantinya lebih besar dari semester satu,’ katanya.
Ia menjelaskan bahwa realisasi investasi PMDN di emester 1 2018 sebelum OSS diberlakukan yakni 36 Proyek dengan nilai investasi Rp 433,9 miliar dan menyerap 1672 Tenaga Kerja.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy), nilai investasi mengalami peningkatan 38,85% atau meningkat Rp 121,4 miliar. Sementara untuk jumlah proyek mengalami peningkatan 111,76% atau bertambah 19 Proyek, sedangkan untuk serapan tenaga kerja terjadi penurunan sebesar 10.11% atau sebanyak 188 tenaga kerja.
“Sektor Usaha yang terbesar melakukan investasi adalah industri alat angkutan dan transportasi lainnya. Kemudian ada logam dasar, barang Logan, mesin dan elektronik. Kemudian ada sektor perdagangan dan reparasi,” katanya.
Sementara realisasi investasi PMA Semester satu di tahun 2018 sebelum pembelakuan OSS terdapat 41 Proyek dengan nilai investasi 124.281.000 Dolar Amerika atau setara dengan Rp 1,6 Triliun (kurs Rp 13 ribu). Di mana investasi PMA tersebut menyerap 2.537 Tenaga Kerja.
Jika dibandingkan dgn periode yang sama tahun lalu (yoy), nilai investasi mengalami penurunan. Di mana tahun sebelumnya mencapai 179.007.000 dolar Amerika atau setara dengan Rp 2,3 Triliun. Sedangkan untuk serapan tenaga kerja meningkat sebanyak 1.020 tenaga kerja.
“Sektor usahanya masih hampir sama dengan investasi di PMDN. Tetapi kalau di PMDN paling banyak adalah angkutan,maka di PMA lebih besar adalah Sektor Usaha yang terbesar investasi sektor industri logam dasar, mesin dan elektronik. Sektor perdagangan dan reparasi juga ada,” tambah Gustian.karet, barang dari karet dan plastik.
Gustian mengatakan, Pemko Batam terus berupaya memudahkan investasi dengan mempermudah perizinan di segala bidang. Tentunya perizinan yang sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Izinnya sudah lengkap maka akan langsung diterbitkan. Dan ingat perizinan kita sudah lakukan online. Artinya kita mempermudah,” katanya.
Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan bahwa dengan banyaknya perusahaan yangn ingin masuk, artinya Batam masih tetap menjadi primadona. Ia berharap semua pihak yang ada di Batam untuk bisa terus menjaga investasi yang ada di Batam.
“Mari kita menciptakan keamanan dan kenyamanan di Batam. Investasi harus kita tingkatkan terus. Pemko Batam dan BP Batam harus terus memberikan kemudahan kepada setiap pengusaha yang ingin berinvestasi di Batam,” katanya. (ian)
batampos.co.id –Seorang atlet dart menuduh lawan mainnya kentut. Itulah yang terjadi pada pertandingan grand slam cabang olahraga dart di Wolverhampton kemarin.
Dua atlet Gary Anderson dan Wesley Harms saling mengelak sebagai orang yang bertanggung jawab menciptakan bau telur busuk di venue pertandingan.
Anderson memenangi laga dengan skor 10-2 untuk melaju ke perempat final. Dalam wawancara televisi usai laga, Harms langsung menuduh lawannya itu baru saja melakukan pelanggaran bau yang membuatnya gagal berkonsentrasi.
“Sepertinya butuh dua hari untuk menghilangkan bau ini dari hidungku,” ucap Harms dilansir BBC.
Anderson langsung berang mendengar lawannya itu mengungkapkan ejekan tersebut.
“Jika bocah itu berfikir saya kentut, dia salah 1010 persen,” ucapnya. “Saya bersumpah demi kehidupan anak-anak saya, itu bukan kesalahan saya,” tambahnya.