Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11743

Industri Kosmetik Gencar Inovasi Produk

0
Pixabay.com

batampos.co.id – Hingga akhir 2018, industri kosmetik diprediksi tumbuh positif. Gaya hidup masyarakat yang menjadikan make-up sebagai kebutuhan primer merupakan salah faktor yang memengaruhi penjualan.

Direktur PT Vitapharm Susanto Nugroho menyatakan, kinerja Viva tahun ini cukup bagus. Yakni, mampu mencapai pertumbuhan double-digit jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu didorong inovasi produk yang dilakukan perusahaan secara rutin. ’’Setiap tahun kami pasti mengeluarkan inovasi baru,’’ ujarnya di sela-sela raker agen Viva di Surabaya kemarin (16/11).

Berbagai inovasi Viva Cosmetic disesuaikan dengan kondisi market. Selain itu, perubahan selalu mengutamakan kualitas, keterjangkauan harga, dan kecocokan dengan kulit perempuan Indonesia. Saat ini kontribusi terbesar penjualan Viva diperoleh dari kategori skincare, yakni 30 persen.

Direktur PT Moga Djaja (distributor Viva wilayah Indonesia Timur) Yusuf Wiharto menjelaskan, pasar kosmetik yang cukup potensial di tanah air saat ini adalah wilayah Papua, Sorong, dan Timika. ’’Pertumbuhan penggunaan kosmetik di wilayah tersebut di atas rata-rata,’’ katanya. (car/c5/fal/jpg)

KPK Larang Bahas APBD di Luar Kantor Dewan

0

batampos.co.id – Besaran Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2019 belum disepa-kati antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri.

Kendati demikian, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang menjadi dasar pembahasan RAPBD 2019 sudah ada gambaran angkanya, yakni Rp 3,3 triliun. Lebih kecil Rp 200 miliar dari APBD 2018 yang mencapai Rp 3,59 triliun.

”Masih terjadi diskusi terkait Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang akan disepakati besarannya,” ujar Ketua TAPD Pemprov Kepri, TS. Arif Fadillah menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (16/11) di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Disinggung mengenai ada-nya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri yang dikabarkan melakukan pembahasan RAPBD 2019 di luar Kantor DPRD Kepri, dia menegaskan tidak ada pembahasan antara Pemprov Kepri dengan DPRD Kepri perihal RAPBD 2019 diluar Kantor DPRD Kepri.

”Kami menyadari bahwa setiap proses pembahasan anggaran yang kita lakukan mendapatkan perhatian dari KPK,” tegas Arif.

Ia mengaku KPK beberapa waktu lalu mengultimatum, bahwa pembahasan anggaran antara Banggar-TPAD tidak boleh di luar Kantor DPRD Kepri.

Pria yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri tersebut mengatakan, pihaknya sudah mengingatkan setiap OPD Kepri untuk mematuhi aturan.
Terkait porsi RAPBD 2019 nanti, Arif menyebutkan akan tetap memprioritaskan 20 persen untuk sektor pendidikan, 10 persen kesehatan, dan 35 persen untuk infrastruktur.

”Artinya pengalokasian anggaran harus memperhatikan hal itu,” ujarnya.

Meskipun belum terjadi kesepakatan antara Banggar dengan TAPD, pembahasan OPD dengan mitra sudah mulai berjalan. Pihaknya menargetkan RAPBD Provinsi Kepri 2019 sudah disetujui dan Perda APBD 2019 sudah rampung pada 30 November 2018 mendatang. Hal itu merujuk dari Peraturan Menteri Dalam Negeri.

”Jika dapat teralisasi maka pada Desember, maka pelelangan bisa dilakukan awal tahun. Dengan skenario se-perti ini diharapkan kegiatan tidak lagi menumpuk pada akhir tahun,” tutupnya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Onward Siahaan mengatakan ketentuan pembahasan APBD tidak boleh di luar Kantor DPRD Kepri sudah disepakati dalam Badan Musyarawah (Banwus) DPRD Kepri. Politisi Partai Gerindra tersebut menga-takan, selama pembahasan berlangsung aktivitasnya harus direkam.

”Aturan main yang disampaikan KPK seperti itu. Tentu harus kita ikuti dan boleh dilanggar. Jika terjadi, tentu patut dicurigai,” ujar Onward, kemarin. (jpg)

Bejat, Pria Ini Jual Istri dan Adik Iparnya

0

batampos.co.id – Jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengamankan seorang pria berinisial As yang diduga penjual istri dan adik iparnya ke pria lain demi mendapatkan uang. As diamankan Unit Opsnal Satreskrim Polresta Barelang di Batuaji, Kamis (15/11) lalu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan membenarkan pihaknya telah mengamankan As. As dibawa ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Barelang untuk diminta keterangannya terkait dengan dugaan trafficking ini.

”Benar sudah diamankan oleh Unit Opsnal kita kemarin (Kamis, 15/11, red) dan kita mintai keterangannya. Untuk keterangannya masih kita dalami sampai saat ini untuk menjelaskan bagaimana kasus ini sebenarnya,” kata Andri.

Namun, saat dikonfirmasi lebih jauh, Andri belum mau membeberkannya lebih leng-kap karena masih dalam pemeriksaan. Setelah selesai pemeriksaan, pihaknya akan menggelar perkara untuk menentukan kasus ini. Jika terbukti, As akan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

”Gelar perkara mungkin akan memakan proses panjang. Nanti akan kita sampaikan kembali bagaimana hasil gelar perkara itu, dan bagaimana kasus ini sebenarnya,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus ini terkuak setelah F dan B (istri dan adik ipar As) mendatangi Mapolsek Batuaji untuk melaporkan perbuatan As. Namun, Polsek Batuaji mengarahkan agar membuat laporan ke Mapolres Barelang. Dari laporan tersebut, Unit Opsnal Satreskrim Polresta Barelang mengejar dan mengamankan As.

As Juga Diduga Cabuli Anak Kandung

Tidak hanya diduga menjual istri dan adik iparnya ke pria lain, tapi keluarga juga menduga As telah mencabuli anak kandungnya sendiri, S.

”Kami masih tunggu kedatangan anaknya (dari Pulau Jawa). Karena katanya anaknya juga ’digitukan’ sama dia (As, red) dan kawan-kawannya sejak kecil,” ujar Sm, keluarga N dan B kepada wartawan di Batuaji, Jumat (16/11).

Informasi lain yang disampaikan pihak keluarga, perilaku tak normal As ini diduga kuat adanya ritual aneh yang dijalaninya bersama rekan-rekannya. Kepada rekan-rekannya itu juga yang disebut keluarga korban N, B, dan S dijual.

”Jadi ada semacam ritual aneh mereka. Kata B, dia seperti dinikahkan secara siri ke seorang kawannya terus dibiarkan digilir ke kawan-kawan yang lain. Ini yang mau kami cari tahu juga karena memang bejat sekali dia,” kata Sm.

Dugaan adanya ritual aneh inilah yang membuat B, N, maupun S sepertinya pasrah saja saat dijajakan ke pria lain. ”Itu mungkin guna-gunanya, makanya jadi linglung orang-orang (korban) dibuatnya,” ujar Sm lagi.(gie/eja)

Dukungan untuk Nuril Semakin Besar

0

batampos.co.id – Mahkamah Agung (MA) sudah menyatakan Baiq Nuril Maknun bersalah. Lewat putusan Nomor 574/Pid.Sus/2018 mereka menghukum Nuril enam bulan penjara serta denda Rp 500 juta. Namun, Nuril tidak sendirian. Semakin banyak pihak bahu membahu mendukung perempuan asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Seluruhnya percaya bahwa Nuril merupakan korban yang tidak patas dipidana.

Gelombang dukungan untuk Nuril datang dari banyak kalangan. Jumat (16/11) Komisi Nasional (Komnas Perempuan), Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH Apik), LBH Pers, dan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) menggaungkan kembali dukungan terhadap Nuril. Tidak hanya itu, Nuril juga mendapat support dari sejumlah publik figur tanah air.

Aktris Olga Lydia termasuk salah seorang yang memberikan perhatian lebih. Menurut dia putusan terhadap Nuril tidak masuk akal. Olga menyebut, putusan tersebut tidak logis. ”Itu menurut saya sangat aneh,” kata dia ketika diwawancarai Jawa Pos kemarin. Dia menyampaikan hal tersebut lantaran tidak habis pikir, Nuril yang notabene adalah korban pelecehan seksual kena hukuman lantaran berusaha membela diri.

Karena itu, sejak kali pertama mengetahui putusan MA untuk Nuril, Olga mengaku sangat gelisah. Hal itu pula yang membuat dirinya berdiri untuk mendukung Nuril. ”Saya pikir keadilan harus ditegakkan,” ujarnya. Tentu saja dia tidak sendirian. Publik figur lain seperti Ernest Prakasa, Tompi, Pandji Pragiwaksono, Putri Patricia, dan Yosi Project Pop disebut Olga turut mendukung Nuril.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Azriana R. Manalu tegas menyatakan bahwa putusan terhadap Nuril tidak boleh didiamkan. Sebab, akibatnya berbahaya. ”Kasus Ibu Nuril jangan sampai jadi momok untuk perempuan-perempuan korban kekerasan seksual,” ujarnya. Boleh jadi, sambung dia, bila tidak ada yang peduli kepada Nuril, perempuan yang menjadi korban pelecehan seksual tidak lagi berani mencari keadilan.

Mereka memilih diam lantaran khawatir malah balik dinyatakan bersalah. Untuk itu, Azriana juga mendorong agar pelecehan seksual yang dialami Nuril turut diproses hukum. ”Berikan keadilan kepada Ibu Nuril dalam kasus pelecehan seksual itu,” imbuhnya. Dia pun menyampaikan bahwa keputusan merekam percakapan yang diambil oleh Nuril sudah tepat. Hanya saja, dia menyayangkan keputusan MA yang malah menghukum Nuril.

Keputusan itu juga dinilai menyakitkan oleh Direktur LBH Apik Siti Mazuma. Sebab, jumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang tercatat oleh lembaganya cukup tinggi. Sepanjang tahun lalu saja jumlahnya menyentuh angka 139 kasus. Dia pun sependat dengan Azriana, perempuan korban pelecehan akan pasrah. ”Saya yakin (putusan untuk Nuril) akan membuat korban kekerasan seksual yang lain memilih diam,” imbuhnya.

Siti menyampaikan keterangan itu berdasar pengalaman LBH Apik mendampingi perempuan korban pelecehan seksual. Dia menyampaikan, yang berani melapor kepada LBH Apik belum tentu bersedia memproses hukum pelaku pelecehan. Banyak di antara mereka takut. Padahal mereka adalah korban yang berhak mencari keadilan. Karena itu, menurut dia Nuril tidak seharusnya dihukum.

Ketua Paguyuban Korban Undang-Undang (PAKU) ITE Muhammad Arsyad juga menyatakan dukungan langsung untuk Nuril. Dia menyebut, bisa jadi MA keliru atau malah kurang hati-hati dalam memutus kasasi terhadap Nuril. ”Ibu Nuril itu korban sebuah pelecehan yang mencoba membela diri,” terang dia. Dalam posisi saat ini, dukungan untuk Nuril tidak boleh putus. Selain advokasi, Arsyad menyebutkan, pihaknya juga berusaha menggalang dana.

Namun demikian, galang dana itu tidak berarti mereka membenarkan putusan MA yang juga menerapkan sanksi denda kepada Nuril. Melainkan untuk menunjukan kepada lembaga peradilan tertinggi di tanah air tersebut banyak yang peduli kepada Nuril. ”Sejauh ini sudah lebih dari 200 juta terkumpul,” imbuhnya. Sesuai denda, PAKU ITE menarget jumlah uang yang terkumpul Rp 500 juta.

Peninjauan Kembali (PK) dan amnesti dari Presiden Joko Widodo adalah dua harapan untuk Nuril. Melalui PK, putusan MA bisa berubah. Lewat amnesti dari presiden, mantan pegawai honorer SMAN 7 Mataram itu bisa bebas hukuman. Saat ini, tim penasihat hukum Nuril tengah menyiapkan berkas PK. Namun, itu masih terkendala salinan putusan. ”Sampai sekarang tim kami belum menerima,” ucap Aziz Fauzi, penasihat hukum Nuril.

Sejauh ini, pria yang akrab dipanggil Aziz itu menyebut, tim penasihat hukum Nuril baru menerima petikan putusan. Sehingga berkas PK belum bisa dibuat lengkap. Mereka sadar perlu novum atau bukti baru untuk mengajukan PK. Namun, masih ada peluang lain apabila bukti baru tidak ditemukan. PK juga bisa diajukan dengan memakai alasan yuridis lain. ”Misalnya dalam putusan kasasi dimaksud terdapat kekhilafan atau kekeliruan yang nyata,” imbuhnya.

Dalam putusan MA untuk kliennya, kata Aziz, jelas tampak kekhilafan dan kekeliruan nyata. Apalagi jika melihat putusan pengadilan tingkat pertama. Nuril bebas dari jeratan pasal 27 (1) UU ITE. Sebab, dia tidak terbukti melanggar pasal tersebut. ”Klien kami hanya memberikan HP secara konvensional. Tidak ada transaksi elektronik. Transaksi elektronik terjadi kalau ada dua lebih perangkat yang terhubung secara aktif,” bebernya.

Aziz pun tegas menyebut, bukti yang dihadirkan jaksa dalam persidangan di pengadilan tingkat pertama bisa disebut cacat. Alasannya, mereka tidak bisa menunjukan bukti primer. Yang dihadirkan dalam sidang tersebut merupakan salinan. ”Sehingga bertentangan dengan pasal 5 dan pasal 6 UU ITE,” ucap dia. Bahkan, dalam sidang itu juga muncul ketidaksesuaian antara rekaman dengan transkrip rekaman.

Tidak heran, lanjut Aziz, banyak yang merasa janggal ketika putusan MA bertolak belakang dengan putusan Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Selain banyak fakta yang sudah terungkap di persidangan sebelumnya, Nuril jelas adalah korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan atasannya. Dia merekam percakapan lewat telepon untuk melindungi diri dan mempertahankan martabat.

Lebih lanjut, Aziz menyampaikan, saat ini tim penasihat hukum Nuril juga tengah mengupayakan penundaan eksekusi putusan MA terhadap Nuril. Itu penting agar Nuril tidak segera dijebloskan ke dalam penjara. Kemarin, tim penasihat hukum Nuril menerima surat panggilan terdakwa yang sudah ditandatangani oleh kepala Kejaksaan Negeri Mataram. Dalam surat itu tertulis bahwa Nuril diminta menghadap kepada jaksa Rabu pekan depan (21/11).

Menurut Direktur Eksekutif ICJR Anggara surat itu sama dengan panggilan eksekusi putusan MA untuk Nuril. Artinya, Nuril besar kemungkinan bakal menjalani hukuman mulai pekan depan. Upaya mengajukan PK memang tidak lantas membuat Nuril bebas dari putusan MA. Namun, Anggara menyebut bahwa eksekusi hanya bisa dilakukan apabila sudah ada salinan putusan.

”Jika jaksa tetap melakukan eksekusi tanpa adanya salinan putusan ataupun hanya berdasarkan petikan putusan (mengeksekusi putusan MA), maka dengan itu tindakan yang dilakukan oleh jaksa merupakan perbuatan melawan hukum,” beber Anggara. Itu sama saja dengan melanggar aturan dalam pasal 270 KUHAP. Dia berharap besar jaksa di Mataram patuh terhadap aturan tersebut. (syn/jpg)

Usaha Kecil Sulit Berkembang

0

batampos.co.id – Anggaran pembinaan dan pengembangan usaha mikro di Kota Batam masih sangat minim. Akibatnya, pelaku usaha mikro di Kota Industri ini sangat sulit untuk berkembang.

Anggota Komisi II DPRD Kota Batam Mukriyadi menyebutkan keberpihakan Pemerintah Kota (Pemko) Batam terhadap para pelaku industri kecil menengah (IKM) semakin jauh.

Mukriyadi menyebutkan, rendahnya keberpihakan Pemko Batam terhadap pelaku usaha kecil sangat terlihat dari tidak adanya penganggaran untuk pengembangan maupun pembinaan industri kecil dan menengah di Kota Batam.

Sementara Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sendiri hanya menganggarkan untuk operasional Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam.

”Padahal saat ini masyarakat masih besar harapannya untuk mendapatkan bantuan dalam pengembangan industris kecil menengah yang tengah dirintis,” kata Mukriyadi, Jumat (16/11).

Selain itu, ia juga melihat minimnya anggaran kegiatan di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam. Dimana tidak adanya program kegiatan pelatihan maupun pembinaan bagi koperasi dan usaha mikro. Padahal, selain fasilitas promosi bagi koperasi dan usaha mikro, para pelaku usaha kecil ini juga memerlukan perhatian dari pemerintah berupa pelatihan maupun pendampingan.

”Kita lihat anggaran Rp 508,2 juta itu masih, sangat minim. Pelaku usaha kecil menengah kita akan sulit berkembang, khususnya dalam meningkatkan kualitas produk mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Batam, Mesrawati Tambubolon mengatakan, banyak pelaku usaha kecil menengah di Batam berjuang sendiri tanpa bantuan pemerintah. Akibatnya, tidak sedikit juga yang mengalami kesulitan terutama di dalam mempromosikan produk mereka.

”Di Bengkong misalnya, banyak produk-produk UKM. Mereka mengeluh minimnya pembinaan, bantuan pendanaan hingga promosi oleh pemerintah,” tutur Mesrawati.

Terkait minimnya anggaran di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Mesrawati melihat bukan sepenuhnya kesalahan dinas. Mengingat sebelum mengajukan anggaran setiap dinas sudah dipatok dan dipagu anggarannya oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Batam.

”Mereka (dinas) juga tak bisa berbuat banyak, karena sudah ada pagunya.

Makanya ini jadi tugas kepala dinas terkait, khususnya menarik anggaran dari pemerintah pusat,” jelas Mesrawati lagi. (rengga)

Kesal Sering Dihina Penyebab Haris Bunuh Diperum Sekeluarga

0

batampos.co.id – Polisi menetapkan Haris Simamora (HS), 23, sebagai pelaku pembunuhan satu keluarga di Jalan Bojong Nangka 2, Bekasi, Jawa Barat. Pelaku nekat menghabisi para korbannya karena gelap mata lantaran sering dihina oleh korban yang merupakan supupunya Diperum Nainggolan, 38 dan Maya Boru Ambarita, 37.

Tersangka yang dihadirkan ke depan media, Jumat (16/11), hanya diam seribu bahasa. Beberapa lebam terlihat di muka pria pengangguran tersebut.

Rilis pengungkapan kasus tersebut langsung dipimpin Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat. Menurut dia, aksi pembunuhan sudah direncanakan oleh pelaku. “Dia sudah susun rencana. Itu karena dia mengaku sering dihina oleh korban,” kata dia di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Tersangka memang biasa tinggal di rumah kosan korban. Pada hari kejadian,  Haris malah sempat mengobrol dengan korban Diperum. Kedatangannya hari Senin (12/11), pada pukul 21.00, sebetulnya atas keinginan ke dua korban yang ingin mengajak pelaku berbelanja keperluan natal.

Tetapi, rasa kesal sudah membuncah di benak Haris, tersangka sudah tidak lagi luluh dengan kebaikan apapun yang dilakukan ke dua korban. “Dia susun rencana beberapa hari dan mengeksekusi pada hari kejadian,” terang dia.

Haris menunggu hingga ke dua korban, Diperum dan Ambarita tidur. Tepat pada pukul 23.00, kedua korban bersama anak mereka terlelap tidur. Haris yang sudah hafal dengan kondisi rumah kemudian mengambil linggis yang biasa disimpan korban di dapur. Dengan linggis itu, tersangka membunuh korban.

“Jadi, kedua korban ini tertidur di ruang tamu. Mereka dibunuh dengan linggis dan alat bukti tersebut masih kita cari hingga saat ini,” terang dia.

Tragisnya, aksi pembunuhan itu didengar oleh anak mereka, yakni Sarah Nainggolan, 9. Anak pertama kedua korban tersebut menanyakan kepada tersangka apa yang terjadi. Tersangka yang sedikit panik lalu menjawab tidak terjadi apa-apa. Bahkan, dia sempat kembali menidurkan anak korban.

“Dia (tersangka) sempat menyatakan kepada Sarah dan Arya, jika Ambarita yang merupakan ibunya itu sedang sakit. Dia lalu menidurkan mereka dan membunuh mereka dengan cara mencekik,” ungkap dia.

Korban sempat mengalami luka di bagian jari tangan kanan karena aksi pembunuhan tersebut. Dia bahkan berobat ke klinik yang ada di Cikarang. “Dia berobat menggunakan mobil korban yang dia curi. Setelah itu pergi untuk naik gunung menenangkan diri,” ucap dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menerangkan, Haris merupakan penjaga kosan sebelum korban. Dia tidak lagi menjaga kosan setelah korban mengambil alihnya. “Memang pelaku juga ada perasaan sakit hati karena tidak lagi menjaga kosan,” ungkap dia.

Kini, polisi tengah melakukan pengembangan kasus tersebut. Mereka belum dapat memastikan apakah Haris pelaku tunggal atau ada tersangka lain. “Kami kembangkan kalau untuk ada tersangka lainnya. Untuk saat ini hanya satu tersangka,” kata dia.

Korban Diperum Nainggolan, 38, dan Maya Boru Ambarita, 37, yang merupakan suami dan istri ditemukan meninggal dengan luka gorok dan luka sayat serta luka tumpul. Sedangkan Sarah Boru Nainggolan, 9 dan Arya Nainggolan, 7 ke dua anak mereka meninggal karena kehabisan nafas.

Mereka diketahui merupakan korban pembunuhan yang dilakukan Haris Simamora yang tidak lain masih keluarga korban.

Tersangka diancam hukuman pidana mati atas perbuatannya itu. Dia disangkan dengan pasal berlapis yaitu, Pasal 365 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 340 Subsider Pasal 338 KUHP.

“Dia terancam hukuman pidana mati, dia melakukan pembunuhan berencana dan pencurian dengan pemberatan ya,” ungkap Argo.(bry/jpg)

Ketika Beijing Berubah Jadi Begging

0

Di judul berita itu tertulis ‘Begging’. Artinya mengemis. Padahal si penulis bermaksud menulis kata Beijing, ibu kota Tiongkok.

Kesalahan itu menjadi sa­ngat sensitif ketika dilihat media mana yang menulis dan ada kejadian apa saat itu.

Yang menulis adalah media Pakistan. Tepat saat Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan, lagi berkunjung ke Beijing.

Pemred televisi pemerintah Pakistan itu langsung diberhentikan lantaran memberi kesan pimpinan negaranya lagi ke Begging untuk mengemis. Imran Khan pada dasarnya memang lagi minta bantuan. Tapi kata ‘begging’ adalah penghinaan.

Imran, mantan kapten juara dunia kriket itu, memang lagi di simpang tiga: harus memilih ke arah mana agar ekonomi negaranya tidak bangkrut: ke Saudi Arabia, ke IMF, atau ke Tiongkok.

Imran ternyata ke Saudi dulu: dapat janji USD 6 miliar. Lalu ke IMF minta USD 12 miliar. Tapi IMF masih minta banyak syarat.

Dan minggu lalu Imran ke Tiongkok. Berhari-hari. Selama lima hari!

Praktis semua air liur yang pernah Imran ludahkan sudah dijilat kembali.

Imran begitu benci IMF yang dianggap menyengsarakan rakyat Pakistan. Kini menyerah ke IMF.

Imran awalnya juga tidak suka Saudi yang memberi perlindungan kepada lawan politiknya: Nawaz Sharif. Kini Imran minta bantuan Saudi.

Ia juga begitu anti Tiongkok. Lantaran pemerintah sebelumnya sangat pro-Tiongkok. Bahkan sudah tergantung pada proyek-proyek besar One Belt One Roadnya Xi Jinping.

Tapi saat ke Beijing minggu lalu Imran kelihatan sangat asyik menikmati kunjungannya itu. Ke Beijing dan Shanghai. Bertemu Perdana Menteri Li Kejiang dan Presiden Xi Jinping.

Setidaknya 15 kontrak baru dibuat. Bahkan hubungan Pakistan-Tiongkok lebih baik lagi. Sudah dianggap sangat khusus: teman segala musim.

Dengan demikian: yang sudah pasti barulah komitmen Tiongkok yang sudah berjanji akan membantu apapun kesulitan Pakistan.

Maka begitu tiba kembali di negaranya Imran memanggil sidang kabinet. Menjelaskan secara khusus hasil kunjungannya ke Beijing yang ia anggap sebagai kunjungan paling berhasil.

Apakah permintaannya ke IMF tetap dilanjutkan?

Pembicaraan masih terus berlangsung. Tapi Pakistan sudah menegaskan: tidak mau menjual BUMN strategis seperti yang diminta IMF.
Rakyat juga sudah mulai mengecam Imran: saat Imran nyerah ke IMF itu. Yang ditafsirkan harga-harga akan segera naik. Karena IMF pasti minta subsidi dicabut.

Perubahan juga terjadi di Srilanka. Pemerintah yang anti Tiongkok sudah digulingkan.

Partai kecil yang berkoalisi dengan Wicremeshinghe memisahkan diri. Pindah haluan ke kelompok oposisi: menjadi mayoritas baru. Memecat perdana menteri Wecremeshinghe yang pro-Amerika.

Ini berarti dua negara di Asia selatan sudah menjadi sahabat Tiongkok kembali.

Lalu yang ini….

Tim besar dari Argentina minggu lalu juga lagi di Beijing: minta bantuan penyelamatan ekonomi yang dilanda inflasi 40 persen.

Argentina minta jaminan USD 6 miliar dolar agar ekonominya selamat.

Xi Jinping sendiri akan ke Buenos Aires untuk menghadiri KTT G-20. Presiden Donald Trump juga akan hadir. Insha Allah bertemu Xi Jinping untuk pertama kalinya setelah terjadi perang dagang sejak Juli lalu.

Mungkin suasana kebatinan Trump masih gundah. Di dalam negerinya lagi kalah pemilu. Di Argentina harus nonton kemenangan Tiongkok.

Satu per satu negara Amerika Latin menjadi pro-Beijing. Meninggalkan dukungannya ke Taiwan. Seperti yang baru saja dilakukan El Salvador. Yang bikin Amerika sewot.

Kesimpulannya: ekonomi akhirnya mendikte politik. Di manapun. Kapanpun.(dis)

Bareskrim Tangkap Hacker Nigeria-Indonesia

0

batampos.co.id – Hacker internasional yang beroperasi di Indonesia tertangkap. Jumat (16/11) kemarin Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) Bareskrim Polri mengungkap penangkapan tiga anggota kelompok hacker Nigeria-Indonesia. Saking licinnya, penyidik baru bisa menangkap setelah pengejaran selama 1,5 tahun.

Tak tanggung-tanggung, transaksi keuangan kelompok ini mencapai Rp 75 miliar. Tiga orang yang tertangkap itu yakni, Ndubuke Gilber Ukpogu, warga negara Nigeria, Dina Febriyanti warga negara Indonesia dan saudaranya Puput Bambang. Ketiganya bekerjasama dalam melakukan peretasan dan menampung hasil kejahatan tersebut.

Kasubdit II Dittipid Siber Kombes Rickynaldo menjelaskan bahwa peretasan dimulai dengan mengetahui username dan password dari dua perusahaan yang memiliki tran-saksi. History email dipelajari dan ditunggu momentumnya saat bertransaksi.

”Kan jual belinya berkomunikasi melalui email bisnis,” kata Rickynaldo saat ekspos pengungkapan kasus tersebut di Mabes Polri, Jumat (16/11).

Saat transaksi itu, peretas mengirimkan email yang sangat mirip dengan email perusahaan yang menagih pembayaran. Namun, email itu memberikan informasi perubahan nomor rekening. Untuk meyakinkan perusahaan yang berkewajiban membayar, disertakan invoice atau tagihan dengan jumlah yang sama. ”Invoice ini didapat dari email perusahaan yang menagih,” tuturnya.

Perusahaan yang berkewajiban membayar tertipu dan akhirnya mengirimkan uang ke rekening peretas. Saat itulah perusahaan tersebut tertipu. ”Perusahaan biasanya baru sadar setelah beberapa bulan, karena perusahaan yang menagih merasa belum menerima pembayaran,” ungkapnya.

Untuk kasus ini memang baru memiliki satu pelapor, berinisial PL yang memiliki toko di Ternate dan bertransaksi dengan rekannya di Karawang. Keduanya jual beli besi baja, tapi uang pembayaran Rp 217 juta dibelokkan ke rekening peretas. ”Setelah tertangkap, kami lakukan analisa terhadap transaksi keuangannya. Kami kerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK),” ujarnya.

Menurutnya, setelah dilakukan analisa terhadap 25 buku tabungan milik kelompok tersebut, diketahui nilai transaksinya selama ini mencapai Rp 75 miliar. Jumlah tersebut diduga merupakan hasil kejahatan yang dilakukan selama ini. ”Ini nilai yang besar sekali,” terangnya.

Sementara Kanit 2 Subdit II Dittipid Siber AKBP Idam Wasiadi menjelaskan, pengejaran terhadap kelompok ini begitu pelik. Penyidik membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun dalam mendeteksi keberadaan kelompok ini. ”Akhirnya tertangkap setelah diketahui identitas sebenarnya,” ujarnya.

Ketiga orang ini sulit tertangkap karena rekening yang digunakan itu berdasarkan KTP palsu. Ada banyak KTP palsu yang digunakan oleh Dina. ”Mereka ini bisa dibilang kelompok lama,” terangnya ditemui di kantor Dittipid Siber kemarin.

Rekening itu dibuat sudah bertahun-tahun, sebelum bank memiliki kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendeteksi KTP palsu. ”Itu yang membuat penyelidikan lama,” paparnya.

Menurutnya, masih ada peretas yang dikejar karena berada di Nigeria. Bareskrim akan bekerja sama dengan Interpol untuk bisa menangkap mereka.(dri/JPG)

Keluarga Besar RSIA Mutiara Aini Ikut Serta

0

batampos.co.id – Sehat dan berpeluang membawa pulang hadiah utama satu unit mobil. Itulah alasan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Mutiara Aini, dr Elvi Sukma, mengajak keluarga besar RSIA Mutiara Insani untuk ikut serta acara jalan santai Batam Pos-BP Batam pada Minggu (25/11) mendatang.

DIREKTUR RSIA Mutiara Aini dr Elvi Sukma (kiri) didampingi Manajer Umum RSIA Mutiara Aini Alif Syarifuddin berpose mengenakan kaos funwalk Batam Pos, Jumat (16/11). (Dokumentasi Pribadi)

“Jelas ikut karena manfaatnya kan banyak, terutama baik untuk kesehatan,” ujar dr Elvi, Jumat (16/11).

Ia berpendapat, kegiatan jalan santai tentu berdampak positif bagi kesehatan. Apala-gi dilakukan secara beramai-ramai, jalan santai atau funwalk akan memberikan efek penyegaran fisik dan psikis para peserta setelah menjalankan rutinitas sehari-hari.

“Dengan tertawa, bercengkrama sembari berjalan, itu membuat semua fungsi dalam tubuh kita bekerja dengan baik,” terangnya.

Selain itu, sehatnya funwalk dapat dirasakan lebih ketika ikut membawa pulang hadiah. “Dengan Rp 25 ribu, bisa bawa pulang mobil. Siapa yang nggak mau, kan jadi tambah sehat,” ucap dr Elvi bersemangat.

Selain mengajak sekitar 100 orang karyawan RSIA Mutiara Insani, direktur yang menjabat sejak 2016 ini bakal membawa peserta lebih banyak lagi dari keluarga karyawan. “Sebelum pendaftaran tutup, pasti akan ada penambahan peserta dari kami. Semangat untuk dapat sehat,” ungkapnya.

Seperti diketahui, funwalk Batam Pos-BP Batam akan digelar Minggu (25/11) pagi di Batam Center. Panitia menyiapkan hadiah utama berupa mobil.(nji)

Dilarang ke SEA Games, Atlet Utama Marah

0

batampos.co.id – Kemenpora sudah merancang strategi untuk menerjunkan atlet-atlet pelapis di SEA Games 2019 Filipina. Tujuannya adalah untuk mempercepat regenerasi. Juga agar atlet-atlet utama bisa berfokus untuk persiapan Olimpiade 2020 Tokyo. Namun, rencana mulia itu terancam tidak mulus. Ada yang menentang. Yakni atlet-atlet top sendiri.

Ada dua alasan penolakan yang mereka kemukakan. Pertama, khawatir prestasi Indonesia makin jeblok di SEA Games. Kedua, terjun di SEA Games justru mereka butuhkan untuk pemanasan ke Olimpiade. Itu, salah satunya, diutarakan oleh lifter top Eko Yuli Irawan. Dia geram dengan rencana pemerintah. ”Kami juga butuh kompetisi. SEA Games salah satu untuk memacu kami,” ujarnya.

Soal regenerasi atlet pelapis, menurut Eko, seharusnya pemerintah memberikan wadah tersendiri bagi mereka. Namun, untuk turun di SEA Games, sebaiknya Indonesia tetap menerjunkan skuad terbaik. ”Biar prestasi kita tetap maksimal,” imbuh liter yang merupakan juara dunia di kelas 61 kg tersebut.

Hal senada diucapkan perenang I Gede Siman Sudartawa. ”Semua itu kan ada tahapannya. Tim utama saja masih kesulitan bersaing. Kok ini sok-sokan mau menurunkan atlet pelapis,” tukas dia emosional. Siman ada benarnya. Tahun lalu, di SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Indonesia terseok di peringkat kelima klasemen medali. Di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Sprinter asal Bali itu menyebut, atlet utama harus tetap terjun di berbagai kompetisi. Yang level dan gengsinya sebesar SEA Games. ”Kalaupun kami nggak turun (di SEA Games), tentu harus ada pengganti lomba di turnamen besar,” paparnya. ”Dan tentunya apresiasi juga kalau kami juara,” imbuh kolektor 8 emas SEA Games itu.

Rencana Kemenpora menerjunkan atlet lapis kedua di SEA Games sudah lama digaungkan. Hanya beberapa hari setelah Asian Games 2018. Kini tinggal menunggu ketok palu via Peraturan Menpora. ”Paling lambat Desember sudah keluar,” ucap Sesemenpora, Gatot S. Dewa Broto, ketika ditemui di kawasan GBK kemarin (15/11).

Gatot menyebutkan, regulasi menerjunkan atlet lapis kedua itu akan berlaku di semua cabang olahraga. Namun, tetap ada pengecualian. Misalnya jika ada cabor yang atlet juniornya sama sekali belum bisa bersaing. ”Kami akan mengambil opsi terbaik,” kata Gatot. Opsi yang bisa diambil adalah menggabungkan skuad pelatnas utama dengan lapis kedua.

Pilihan itu, salah satunya, akan diambil oleh PP PBSI. Induk bulu tangkis Indonesia akan menerjunkan pemain kombinasi. Ada nomor-nomor yang diisi pemain pelatnas pratama. Tapi pada ganda campuran, jatahnya akan diberikan kepada pasangan penerus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. SEA Games dijadikan ajang ujian sebelum mereka bertarung di Olimpiade 2020. (nap/na/jpg)