Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 11760

Penjualan Pasir Sepi, Penambang Pilih jadi Buruh Bangunan

0
Penambang pasir.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lesunya sektor penjualan properti di Batam, berimbas pada berkurangnya juga penjualan bahan baku bangunan seperti misalnya batako maupun pasir. Seperti penjualan pasir di kawasan penambangan pasir Panglong Batubesar misalnya.

Pantauan Batam Pos di lokasi, biasanya truk penampung dan pengangkut pasir yang baru saja disedot dan dicuci, tampak berderet terparkir di tepi kubangan galian pasir, menunggu gilirannya mengangkut pasir. Namun beberapa hari ini lokasi galian pasir di Panglong tampak sepi. Adapun truk pengangkut pasir yang terparkir di tepi galian, tapi jumlahnya hanya satu sampai tiga truk saja.

Begitu juga dengan mesin penyedot pasir yang biasanya hampir tiap hari tak pernah berhenti nyala lima sampai delapan mesin, namun beberapa hari ini aktivitas penyedotan berkurang drastis. Hanya ada dua hingga empat mesin saja yang beroperasi. Itupun hanya sore hingga malam hari saja. Sedangkan pagi hingga siang, hampir semua mesin tak beroperasi.

Berkurangnya aktivitas penyedotan pasir di Panglong diakui salah satu penambang pasir sekaligus pembuat batako di kawasan Panglong, KH.

“Biasanya tiap hari saya tak pernah istirahat turun ke Panglong. Namun sudah sebulan ini permintaan pemesan pasir lagi sepi, jauh berkurang dibandingkan dua bulan sebelumnya. Begitu juga dengan batako, saat ini juga lagi sepi pemesan. Apalagi kali ini sedang musim hujan, batako pembuatannya saya kurangi. Sayang juga kan kalau buat tapi kehujanan,” ujar KH, warga Panglong.

Penjualan pasir sepi tak hanya ke sejumlah toko bahan bangunan saja. Beberapa proyek pengembang di Batam yang biasanya rutin tiap hari selalu minta dipasok pasir, saat ini permintaan pasirnya banyak yang mandeg.

“Nggak tahu juga kenapa dalam sebulan ini permintaan pasir jauh berkurang dibandingkan biasanya. Kalau kata penampung pasir yang datang ke sini membawa truk itu, katanya bangunan lagi sepi. Makanya orang minta pasokan pasirpun juga sepi. Soal harga, pasir di Panglong ini masih mematok harga lama, jauh lebih murah dibandingkan beli di toko bangunan. Tak ada pengaruhnya entah dolar naik atau tidak, harga pasir di Panglong ini tetap seperti sebelum-sebelumnya,” ujar KH yang tak mau menyebutkan detail harga pasir per kubiknya.

Karena sepinya permintaan pembeli pasir saat ini, lanjut KH, diakuinya rekan-rekannya sesama penambang saat ini sudah banyak yang mencari kerja sampingan seperti menjadi kuli bangunan. Ada juga yang memilih menjadi sopir di beberapa perusahaan di Batam. Bahkan ada juga yang memilih mengojek pagi hingga sore, malamnya turun lagi ke lokasi penambangan pasir. (gas)

Tiga Perusahaan di Kawasan Industri Batamindo Buka Lowongan

0
Ribuan pelamar ingin mendapatkan 150 kursi kerja.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Ribuan pencari kerja kembali memadati kawasan Multi Pupose Hall (MPH) Batamindo di Mukakuning sepanjang, Rabu (12/9) kemarin. Itu karena sejumlah perusahaan di kawasan Industri Batamindo membuka lowongan kerja diantaranya PT Dynacast, Unisem dan Ciba Vision.

Informasi yang didapat dari pihak PT Tunas Karya sebagai perusahaan perekrut, perekrutan tenaga kerja teknisi yang paling banyak dari PT Dynacast yakni 150 pekerja wanita dengan batas usia maksimal 23 tahun.

Sementara perusahan lainnya hanya membutuhkan dua hingga tiga orang pekerja saja khusus untuk pekerja pria.

“Untuk cewek yang banyak. Sekitar 150 orang yang dibutuhkan oleh PT Dynacast. Kalau yang lainnya hanya dua atau tiga orang untuk pria,” ujar Heru, petugas perekrut, kemarin.

Meskipun tak banyak yang direkrut namun lowongan kerja tersebut menjadi perhatian para pencaker untuk beradu nasib. Pantauan di lapangan, ada sekitar tiga ribuan pencaker yang memadati lokasi MPH Batamindo sejak pukul 07.00 WIB.

Tidak sedikit pencaker yang harus pulang dengan kecewa sebab tidak memenuhi persyaratan memasukan berkas lamaran seperti usia diatas 23 tahun hingga tinggi badan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pihak perusahaan yang membuka lowongan kerja.

“Banyak yang tak masuk karena umur dan tinggi badan tak sesuai,” ujar Heru.

Selain itu ada juga pencaker yang mengurungkan niat mereka untuk memasukan lamaran sebab tidak sesuai dengan keinginan.

Sandra Juwita misalkan, gadis 22 tahun itu mengurungkan niatnya memasukan lamaran ke salah satu perusahaan yang buka lowongan kerja itu, lantaran dia pernah kerja di sana sebelumnya. Dia memutuskan untuk berhenti sebab pekerjaan terlampau berat.

“Bukannya milih-milih, tapi memang terlalu berat kerja di PT itu,” ujar Sandra. (eja)

Pedagang Keluhkan Kios yang Ditawarkan Pemko Batam

0
Seorang warga berjalan di bangunan kios sementara yang berada di dekat Pasar Induk Jodoh, Selasa (7/8). Kios-kios itu nanti akan ditempati para pedagang yang berada di Pasar Induk Jodoh. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Beberapa kios yang dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Batam di samping Pasar Induk Jodoh untuk para pedagang yang terkena penertiban masih tampak kosong. Beberapa pedagang masih enggan menempati kios tersebut karena merasa keberatan dengan harga sewa yang dinilai cukup tinggi.

Salah satu pedagang Dani mengatakan, kios yang disediakan oleh Pemko Batam itu hanya berukuran 3×4 meter. Dimana, dengan ukuran itu dianggap kecil dan tidak dapat menampung barang-barang milik pedagang. Selain itu, kios tersebut juga masih belum ada pintu rolling door dan itu menjadi tanggung jawab pedagang.

“Kalau dipikir-pikir berat, karena kami harus mengeluarkan uang lagi sedikitnya Rp 7 juta untuk beli pintu dan merapikan kiosnya lagi dengan ngecor lantainya,” katanya.

Ia mengatakan, sebelumnya telah setuju untuk pindah ke kios yang baru beradasarkan rapat yang dilakukan di Kantor Camat. Namun sejauh ini ia masih menunggu biaya untuk bisa pindah ke kios yang sudah disediakan oleh Pemko Batam itu dengan tetap bertahan di kiosnya yang lama.

“Kalau ada biaya untuk merenovasi kiosnya sudah dari kemarin kami pindah,” bebernya.

Sementara itu, salah satu pedagang yang telah menempati kios baru itu mengatakan bahwa ia terpaksa segera pindah. Karena selama ini banyak barang-barang seperti besi maupun kabel tembaga dicuri oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Untuk itu, ia memilih untuk segera pindah ke kios yang baru.

“Saya harap semuanya bisa pindah kesini. Supaya pembeli kesini semua nanti. Selain itu, pemerintah juga bisa menyelesaikan jalan maupun bangunan yang belum jadi,” ujarnya. (gie)

Kejar Target, BP2RD Turun Tagih PBB

0

batampos.co.id – Badan pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam terus aktif melakukan penagihan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2).

Hingga kemarin, capaian pajak andalan penerimaan daerah Kota Batam ini baru Rp 121,9 miliar dari target tahun 2018 ini Rp 158,5 miliar.

Kepala BP2RD Batam Raja Azmansyah menyebutkan salah satunya yakni menurunkan tim untuk melakukan penagihan langsung ke Wajib Pajak (WP), terutama ke WP yang besar.

“Kami datangi, menagih ke WP yang punya tunggakan. Turun bersama tim, ke hotel-hotel juga perusahaan-perusahaan,” ucap dia, Selasa (11/9).

Sekadar diketahui, jumlahnya WP besar sekitar 7 ribuan dari total 290an ribu WP, sebagian besar WP perorangan atau warga.

Selain itu, pihaknya juga telah bersurat ke bank mitra BP2RD untuk membuka kembali konter-konter serupa di mall ataupun pusat keramaian lai seperti yang dilakukan menjelang jatuh tempo, 31 Agustus lalu.

“Tinggal menunggu respon mereka,” imbuhnya.

Permintaan tersebut akan disampaikan lagi dalam rapat koordinasi yang dilakukan, pekan depan. “Rapat koordinasi ini juga membahas bagaimana mekanismenya (kemungkinan pembukaan konter),” tambahnya.

Menurut dia, tidak hanya dua cara tersebut, pihaknya juga terus melakukan imbauan melalui program yang dilaksanakan oleh BP2RD, juga kegiatan. “Ini kami lakukan sembari melakukan penagihan aktif,” sebut dia.

Tim penagihan PBB P2 BP2RD Kota Batam selain menyasar WP besar, kegiatan ini dijalan bersama dengan verifikasi data piutang.

“Kami turun langsung didampingi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan,” kata ketua tim, Vivit, Kamis (30/8).

Dalam hal ini, tim membagi tugas pada semua wilayah Batam. Adapun yang akan diverifikasi seperti nomor objek pajak (NOP) ganda, objek pajak yang sudah beralih fungsi menjadi fasilitas umum atau fasilitas sosial hingga terkait objek pajak tak ditemukan.

“Ketika tim turun dan menemukan wajib pajak yang menunggak, langsung diimbau untuk segera lakukan pembayaran,” sebut dia. (iza)

Kolaborasi Bangun Pariwisata Batam

0
Wisatawan luar negeri dan nasional berfoto berlatar belakang Jembatan I Barelang, Rabu (4/7). Jembatan I Barelang ini adalah tempat wisata faforit. Bila belum ke Jemabatan ini belum sah ke Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwasata (Disbudpar) Kota Batam Pebrialin mengatakan, membangun pariwisata ditengah keterbatasan anggaran perlu ada kolaborasi dan sinergi bergabagai elemen.

Dari masyarakat maupun stakeholder (pemangku kepentingan) kepariwisataan, seperti asosiasi pariwisata, lembaga pendidikan kepariwisataan juga pemerintah, baik daerah maupun pusat.

“Tentunya kolaborasi dan sinergi. Kami dorong semua pihak berpartisipasi menggelar kegiatan nasional maupun internasional di Batam,” kata dia, Selasa (11/9).

Menurutnya walau ada kegiatan yang tidak teranggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam. Ia mengaku ada sumbangsih dari pihak non pemerintah baik berskala nasional maupun internasional.

“Contoh yang Miss Tourism Worldwide kemarin, oleh lisensi dari Singapura bekerjasama dengan Hotel Pasific dan Radisson,” ucapnya.

Ia mengatakan, asosiasi pariwisata juga punya jaringan untuk mengelar kegiatan di Bata. kegiatan lain seperti lomba sepeda Singapura Championship yang dikerjasamakan dengan even organiser dan federasi sepeda Singapura dan ISSI Kepri, Juni lalu. Juga ada kegiatan Nongsa Regata.

“Disbudpar kepri dan Kemenpar juga dukung. Batam salah satu daerah yang dapat program hot deals dari Kemenpar, tiketnya diskon tapi khusus saat weekday,” katanya.

Kami mengenal stilah, Aksesbilitas, Amenitas dan atrakasi. Aksesbilitas seperti yang dilakukan oleh Pemko Batam pelebaran jalan adalah salah satunya, yangs aat ini sedang dikerjakan, ini tak terlepas membangun pariwisata.

Ia memaparkan, ada tiga hal yang erat kaitannya dengan pariwisata, yakni aksesbilitas, amenitas dan atraksi. Aksesbilitas salah satunya yakni yang tengah digenjot Pemko Batam yakni pembangunan jalan.

“Ini merupakan bagian dari pengembangan pariwisata,” ucapnya.

Sementara untuk amenitas yakni ketersedian sarana seperti hotel. Dalam hal in, ia menyebutkan di Batam cukup mumpuni.

Soal atraksi seperti iven yang diharapkan dikembangkan bersama stakeholder pariwisata dan pengembangan destinasi. “Kita kembangkan pulau Ranoh. Terus ada juga Kampung terih Nongsa, Tebing Langit Sekupang yang melibatkan masyarakat dan komuniotas,” paparnya. (iza)

Vision Urbanetic, Mobil Tanpa Sopir Besutan Mercedes-Benz

0
Ilustrasi mobil otonom Mercedes-Benz Jadi angkutan penumpang dan kargo tanpa sopir (Istimewa)

batampos.co.id – Dalam beberapa tahun belakangan, beberapa raksasa otomotif seperti Tesla, Volvo, hingga Mercedes-Benz telah berhasil mengembangkan mobil prototipe otonomous atau mobil tanpa pengemudi.

Salah satu merek Eropa yang paling getol dengan mobil tanpa awak ini adalah Mercedes-Benz. Mengutip Leftlanenews, Senin (10/9), merek asal Jerman ini telah mengungkap desain bernama Vision Urbanetic, yaitu konsep modular untuk mendukung kebutuhan transportasi pribadi maupun komersial.

Konsep yang ditawarkan pada platform Vision Urbanetic ini adalah mobil listrik otonom yang akan diintegrasikan dengan kereta luncur dengan tenaga penggerak sistem baterai. Artinya ia bisa meluncur pada rel khusus sekaligus melantai di jalan raya beraspal secara mandiri.

Mobil ini juga didesain sebagai model mini dari model transportasi massal yang punya kapasitas muat yang mumpuni untuk bisa mengangkut barang juga manusia. Ia dibangun dari model multifungsi dengan konsep modular penumpang maupun kargo.

Jadi ketika ingin difungsikan sebagai angkutan orang, mobil Vision Urbanetic dapat membawa penumpang hingga 12 orang dalam layanan angkutan atau transportasi umum. Begitu pun ketika ingin digunakan untuk muatan kargo, ia siap dengan ruang muat seluas 12 kaki yang mampu menampung banyak barang.

Mobil yang dikembangkan Mercedes ini, nantinya secara teknologi dapat diintegrasikan dengan sistem manejemen transportasi lainnya. Seperti sistem manajemen transportasi kereta modern juga mekanisme infrastruktur perusahaan lainnya. Model ini masih dalam pengembangan dan akan segera mendapat uji coba di beberapa negara Eropa.

(wzk/JPC)

 

Canggih, Teknologi Tempur yang Dikembangkan Amerika Serikat

0
Ilustrasi Prajurit Amerika yang sedang ikut menjalani penelitian DARPA terkait penegndalaina mesintempur lewat pikiran. (SecondNexus)

batampos.co.id – Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memiliki ambisi untuk mengendalikan mesin tempur hanya dengan pikiran saja. Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan milik Amerika Serikat (AS) ini sedang fokus meneliti teknologi Next Generation Nonsurgical Neurotechnology (N3) program.

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman TheNextWeb, Senin (10/9), lembaga pemikir untuk Departemen Pertahanan AS yang terletak di Pentagon itu sedang menyelenggarakan simposium selama tiga hari dalam perayaan ulang tahun ke-60 pekan ini.

Banyak sorotan dari acara tersebut, termasuk diskusi tentang beberapa proyek yang paling mencengangkan, yakni berusaha membangun Brain Computer
Interface (BCI) atau komputer otak yang tidak memerlukan operasi atau prosedur invasif (konvensional) untuk menggerakan benda-benda. Pada dasarnya teknologi BCI saat ini, yang sebagian besar dirancang untuk membantu penyandang cacat.

Namun, DARPA menginginkan sesuatu yang ringan, tahan lama, dan mampu melakukan di lingkungan yang tidak bersahabat dengan melakukan modifikasi. Dalam kasus ini, ada program pelatihan yang menyertai untuk membantu anggota militer dalam mengembangkan keterampilan khusus yang diperlukan untuk mengoperasikan BCI secara optimal.

Pelatihan tersebut dikenal dengan Pelatihan Neuroplastisitas Bertarget. Dari sana ada banyak perangkat proof-of-concept yang sudah dalam pengembangan mutakhir.

Dr. Al Emondi, manajer program di Kantor Teknologi Biologi DARPA mengatakan, DARPA meminta tim peneliti multidisiplin untuk membangun pendekatan yang memungkinkan interaksi yang tepat dengan area otak yang sangat kecil, tanpa mengorbankan resolusi sinyal atau memperkenalkan latensi yang tidak dapat diterima ke dalam sistem N3.

Berdasarkan siaran pers dari DARPA. Badan tersebut mengharapkan untuk memberikan perangkat yang berfungsi penuh yang dapat digunakan dalam tugas yang relevan dengan pertahanan yang dapat mencakup interaksi manusia-mesin dengan kendaraan udara tak berawak, sistem pertahanan cyber yang aktif, atau sistem Departemen Pertahanan lainnya yang terdokumentasi dengan baik.

“Kami akan menggunakannya untuk membuat robot menari dan membawakan bir. Tetapi pertahanan nasional juga terdengar penting,” ujar Emondi.

Kendati begitu, proyek ini masih belum memiliki kemungkinan besar untuk melihat perkembangan lebih lanjut. DARPA mengatakan bahwa ide ini tidak terikat pada misi untuk menghasilkan hasil yang nyata. Melainkan berfungsi sebagai tempat uji untuk gagasan saja.

(ryn/JPC)

Pengesahan APBD-P 2018 Direncanakan Akhir September

0

batampos.co.id – Pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 hanya meneruskan kegiatan yang ada di APBD murni 2018. Tidak ada proyek baru yang akan dikerjakan. DPRD memprediksi pengesahan APBD Perubahan akan selesai akhir September ini.

Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengakui saat ini Badan Anggaran (Banggar) DPRD Batam dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam tengah melakukan pembahasan terkait pendapatan daerah dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemko.

“Kita rencanakan akhir bulan ini selesai dibahas,” kata Nuryanto, Selasa (11/9).

Diakuinya, pengesahan APBD Perubahan tahun ini sedikit terlambat dibandingkan tahun lalu. Selain baru diserahkan pemko, ada beberapa pertimbangan lain dalam melakukan pembahasan seperti kehati-hatian di dalam estimasi anggaran pendapatan dan belanja lebih tepat.

“Faktor-faktor lain seperti realisasi anggaran di semester pertama. Ada beberapa pos yang tidak bisa tercapai,” tuturnya.

Anggota Banggar DPRD Batam Bobi Aleksander Siregar membenarkan jika saat ini pihaknya tengah membahas APBD perubahan 2018.

“Masih dalam proses pembahasan. Teruma mengenai pendapatan dan realisasi penerimaan daerah di setiap OPD penghasil,” kata dia.

Aman anggota Banggar menambahkan, untuk Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2018 sudah mulai dibahas. Pembahasan KUA-PPAS diawali rapat Banggar bersama eksekutif dan dilanjutkan rapat pra pembahasan komisi dengan OPD.

Sebelumnya, APBD Kota Batam yang semula ditargetkan di APBD Murni tahun 2018 sebesar Rp 2,8 triliun (Rp 2.629.396.713.455) turun menjadi Rp 2,5 triliun (Rp 2.537.306.459.521) pada KUA-PPAS Perubahan. Terjadi pengurangan Rp 92 miliar atau sebesar 3,5 persen.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, asumsi yang mendasari penyusunan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Perubahan APBD 2018 diantaranya terjadinya perubahan di komponen pendapatan. PAD yang awalnya diproyeksi Rp 1,25 triliun (Rp 1.258.164.857.350) menjadi Rp 1,23 triliun (Rp 1.235.323.069.020). Begitu juga dengan dana perimbangan dari awalnya Rp 934,6 miliar menjadi Rp 926,4 miliar, sedangkan lain-lain pendapatan yang sah dari Rp 348,2 miliar jadi Rp 309,6 miliar.

“Perubahan asumsi dasar kebijakan umum APBD kota Batam 2018 diakibatkan oleh terjadinya perubahan asumsi dan proyeksi pendapatan daerah, alokasi belanja daerah, sumber dan penggunaan pembiayaan yang semula ditetapkan dalam APBD kota Batam 2018,” kata Rudi dalam paripurna penyampaian Rancangan KUA-PPAS Perubahan APBD Batam tahun 2018, Senin (3/9).

ilustrasi rapat paripurna.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Berkenaan dengan terjadinya perubahan penerimaan, lanjut dia, belanja pada perubahan APBD Kota Batam 2018 dilaksanakan melalui kebijakan. Salah satunya mengevaluasi dan rasionalisasi kegiatan dan sub kegiatan pada SKPD dalam hal daya serap, identifikasi permasalahan yang dihadapi dilapangan, proses pengadaan barang/ jasa serta memperhatikan ketentuan peraturan yang berlaku.

Pihaknya juga melakukan revisi dokumen pelaksanaan anggaran yakni revisi sasaran dan target, dengan melakukan pergesaran anggaran dan rekening belanja. Menggunakan alokasi belanja dari hasil evaluasi dan rasionalisasi kegiatan, serta hasil evaluasi pengadaan barang dan jasa, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran anggaran belanja dalam dan antar SKPD.

“Untuk belanja tidak langsung diarahkan untuk pos-pos dana yang merupakan ketentuan dari pemerintah pusat dan kebijakan pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku,” sebut Rudi. (rng)

Demi Pilihan Politik Cewek Sumatera Barat Putus dengan Pacar

0
Febri Wahyuni
foto: youtube

batampos.co.id – Partai Solidaritas Indonesia membuat video pendek unik. Sebuah video tantang para calegnya.

Adalah Febri Wahyuni Sabran, 25, salah satunya.

Ia mengaku putus dengan pacar sebab beda pandangan politik.

Gadis asal Sumatera Barat ini maju sebagai Caleg DPR RI daerah pemilihan Sumbar.

Video ini segera viral.

Bagi Febri apa yang dilakukannya ialah pengorbanan besar yang harus ia lakukan. (ptt)

BP Batam Buka Tender Renovasi Hang Nadim setelah Dapat Dukungan Kemenkeu

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Bandar Udara Hang Nadim akan segera ditenderkan mulai Bulan Desember mendatang.

“Ini kami mundurkan dari Bulan Oktober ke Desember,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Senin (10/9).

Dalam mengembangkan Bandara Hang Nadim, BP Batam Butuh dukungan dari Kementerian Keuangan. Pasalnya kebijakan yang diterapkan BP Batam dengan pememang tender adalah memakai konsep kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

“Bentuk dukungannya adalah sebagai transaction advisor dan memberikan garansi dari perusahaan penjamin infrastruktur,” kata Lukita.

Dengan dukungan seperti ini, maka BP dapat membuka tender dengan lancar. Karena mendapat kepastian hukum dan kenyamanan dari pemerintah.

Setelah mendapatkan dukungan dari Kemenkeu, maka BP akan membuka tender tersebut. BP mengadopsi konsep KPBU karena memiliki banyak keuntungan.

Keuntungan pertama adalah pemerintah dalam hal ini BP Batam tetap memegang kendali proyek. Kedua percepatan pembangunan infrastruktur tanpa membebani APBN maupun APBD.

Ketiga pemanfaatan keahlian teknis dan komersial dari badan usaha. Keempat pembagian risiko dilakukan dengan badan usaha dan terakhir adalah value for money (VFM) yang lebih baik melalui proses pengadaan yang transparan dan kompetitif.(leo)