Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11818

Pemko Batam Intensifkan Normalisasi Kali

0
Excavator jenis Anfibi mengeruk drainase di Tiban Kampung, Sekupang, Jumat (12/10). Pengerukan ini supaya tidak terjadi banjir apalagi ini musim penghujan di Batam. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Hujan deras terus mengguyur Kota Batam akhir-akhir ini. Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air pun terus mengintensifkan normalisasi agar terhindar masalah banjir saat musim hujan.

Kepala DBM SDA Yumasnur mengatakan normalisasi saat ini memang tengah diintensifkan. Sejumlah alat berat seperti long arm, excavator biasa maupun amphibi dimanfaatkan dan disebar di beberapa titik di Batam.

“Alat terus bergerak. Jika ada parit yang mendangkal dan menganggu aliran air langsung dikeruk,” kata Yumasnur.

Dia mengatakan sejumlah ruas jalan yang dulunya biasa kebanjiran pelan-pelan sudah teratasi. Di Kecamatan Seibeduk misalnya, lokasi yang biasa langganan banjir misalnya di pintu empat mangsang dan pasar pancur dan beberapa lokasi lain yang ada di Batam teratasi dengan baik.

“Di Seibeduk satu alat berat diturunkan untuk mengeruk drainase di sepanjang jalan S Parman, drainase itu sudah dangkal, makanya agar air tidak meluap ke jalan saat hujan, kita lakukan normalisasi,” katanya.

Sementara ruas jalan R Suprapto, Batuaji masih digenangi banjir saat hujan. Banjir terjadi karena drainase bermasalah. Drainase di sana umumnya tersumbat sampah dan tanah sehingga tak bisa berfungsi maksimal.

Camat Batuaji Ridwan saat dikonfirmasi mengaku, telah berupaya keras mengatasi persoalan banjir di wilayah kerjanya itu. Sistem drainase sudah 80 persen dinormalisasi. Banjir yang masih terjadi lantaran masih ada masyarakat yang membuang sampah ke dalam drainase.

“Upaya normalisasi sudah cukup maksimal. 80 persen sudah dikerjakan termasuk wacana untuk bangun tanggul di pesisir pantai Marina,” ujar Ridwan. (une)

Usaha Makan di Batam Harus Memiliki Izin Layak Sehat

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam akan mencabut izin operasional restoran atau rumah makan yang tak kunjung mengurus izin layak sehat usaha makanan milik mereka.

“Kalau tak diurus, otomatis dicabut. Karena izin layak sehat merupakan syarat beroperasinya restoran,” kata Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmardjad, ” Sabtu (13/10).

Ia menyebutkan selama tahun 2018 ini sedikitnya 170 restoran atau rumah makan sudah mengantongi izin layak sehat. Jik dilihat jumlah tempat makan yang terus bertambah harusnya jumlah yang mendapatkan izin layal sehat bisa lebih banyak.

“Sementara ini masih 170. Itu sudah Alhamdulillah. Tim selalu turun rutin mengecek restoran yang beroperasi di Batam,” ujarnya.

Didi mengungkapkan izin layak sehat merupakan standar yang harus dimiliki pelaku usaha makanan. Pihaknya bersama dinas lainnya seperti Dinas Pariwisata Kota Batam sudah berkoordinasi untuk menertibkan rumah makan yang tidak memenuhi syarat ini.

“Minimal standar terendah. Yang paling penting mereka mengurus izinnya. Kalau peningkatan mutu sanitasinya nanti ada tim yang bantu,” jelas mantan Direktur RSUP Kepri ini.

Selain itu, izin layak sehat juga sangat penting untuk mendukung sektor pariwisata di Batam. Turis yang datang tentu sangat mementingkan kebersihan makanan.

“Selain sertifikat halal, izin layak sehat juga harus diurus,” tegasnya.

Dokter spesialis kandungan ini mengungkapkan pengurusan izin ini tidak dipungut biaya. Tim survei akan datang ke lokasi mengecek dapur, penyimpangan bahan makanan hingga air bersih serta kelembapan udara.

“Tidak hanya makanyan. Tapi tempat mengolah juga dicek. Untuk itu yang belum urus tapu sudah buka usaha makanan silahkan datang ke dinkes,” bebernya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata mengatakan izin layak sehat sangat dibutuhkan terutama di restoran yang sering kedatang turis asing.

“Ini penting. Karena mereka sangat aware dengan hal seperti ini,” sebutnya.

Disbudpar juga terus berupaya mendorong pelaku usaha makanan untuk melengkapi segala pengurusan yang bisa mendukung usaha mereka.

“Kuliner juga termasuk pariwisata dan selalu menjadi salah satu tujuan wisman. Jadi memang sudah seharusnya diurus,” tutupnya. (yui)

Peringati Hari Jadi, SSB Citramas Gelar Turnamen

0
Seluruh pemain SSB Citramas beserta ofisial, pelatih dan orangtua siswa saat persiapan jelang laga persahabatan melawat ke Singapura melawan Kaki Bukit Sport Club, di Stadion Gelora Citramas, Jumat (21/9/2018). F. Ryan Agung/Batam Pos

x.batampos.co.id – Sekolah Sepak Bola (SSB) Citramas menggelar turnamen bertajuk 3rd Anniversary SSB Citramas, yang akan di gelar di Gelora Citramas, Sabtu (20/10) hingga Minggu (21/10). Turnamen yang digelar dalam rangka peringatan hari jadi SSB Citramas ini diikuti sebanyak 10 SSB di Batam dan Kepri.

Chairman SSB Citramas Francis Wong mengatakan turnamen ini diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Dan untuk kali ini menginjak tahun penyelenggaraan yang ketiga.

“Seperti biasa, turnamen tahun ini dibagi menjadi dua kategori. Yakni kategori U-10 dan U-12. Masing-masing kategori akan diikuti sebanyak 10 SSB. Sembilan SSB berasal dari Batam dan satu SSB dari Karimun,” ujar Francis Wong saat technical meeting di Gelora Citramas, Sabtu (13/10).

Selain itu, Francis juga menjelaskan jika turnamen ini menggunakan format setengah kompetisi. Dimana hanya juara dan runner up grup yang akan melaju ke babak selanjutnya.

“Total nanti akan ada 48 pertandingan hingga ke babak final. Sponsor sangat antusias dengan event yang diselenggarakan secara rutin oleh SSB Citramas. Apalagi dari tahun ke tahun, event ini sangat ditunggu oleh SSB yang ada di Batam dan Kepri,” jelasnya.

Pemenang dalam turnamen ini, lanjut Francis, mendapat trofi, medali, piagam, dan uang pembinaan.

“Untuk masing-masing kelompok umur, juara pertama mendapat uang pembinaan sebesar Rp 2,5 juta. Sedang juara dua mendapat Rp 1,5 juta, dan peringkat tiga mendapat Rp 1 juta,” papar Francis.

“Tak hanya itu, baik top skor dan pemain terbaik untuk masing-masing kelompok umur juga akan diberikan hadiah tersendiri,” tambahnya.

Francis berharap turnamen ini bisa berjalan dengan lancar dan meriah. Apalagi penyelenggaraannya sudah memasuki tahun ketiga. “Kami berharap semua pihak bisa membantu terselenggaranya event ini. Turnamen tahun ini diselenggarakan dengan harapan bisa menjadi lebih baik dan lebih meriah,” harapnya.

Sedang Ketua panitia penyelenggara Zubaili mengatakan jika untuk U-10 durasi pertandingan adalah 2×12 menit. Sedang untuk U-12 durasi pertandingan adalah 2×15 menit.

“Untuk babak semifinal dan final, durasi pertandingan untuk U-10 adalah 2×15 menit. Sedang untuk U-12 untuk babak semifinal dan final durasi pertandingannya adalah 2×20 menit. Dan yang boleh bermain untuk U-10 adalah pemain kelahiran paling lambat 1 Januari 2008. Untuk U-12 untuk diperuntukkan bagi pemain kelahiran paling lambat 1 Januari 2006,” paparnya.

Zubaili menegaskan jika masing-masing tim berisikan 12 pemain dan dua orang ofisial. “Sedang yang bermain dalam satu pertandingan adalah tujuh orang dengan lima orang pemain cadangan. Untuk pergantian tidak dibatasi, masing-masing tim bisa menggunakan jatah pemain cadangan yang ada,” tutur Zubaili.

Seperti halnya penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, turnamen ini akan dibuka langsung oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Selain itu, untuk semakin menyemarakkan turnamen, juga akan diundi beberapa lucky draw.

“Bagi tim yang lolos ke babak semifinal akan diundi untuk mendapatkan satu paket footgolf masing-masing satu paket per kelompok umur. Jadi tim yang lolos ke semifinal akan diundi untuk mendapatkan lucky draw. Masing-masing satu paket per kelompok umur,” serunya.

Selain itu, Zubaili juga mengatakan untuk tim pemenang, anggota timnya juga akan diundi untuk mendapatkan hadiah tambahan. “Pemenang lucky draw akan mendapatkan paket satu malam menginap di Turi Beach Hotel,” tambah Zubaili.

Untuk U-10, Grup A diisi oleh SSB Ulil Albab, SSB Bida Taruna, SSB Blue Eagle, SSB Bintang Muda Junior, dan SSB Citramas. Sementara untuk Grup B diisi oleh SSB Bermuda, SSB HNSS, SSB Progress Plus, SSB Citramas Blue, dan SSB Tunas Bahari Karimun.

Grup A U-12 diisi oleh SSB Blue Eagle, SSB Citramas Blue, SSB HNSS, SSB Bida Taruna, dan SSB Bermuda. Sedang Grup B diisi oleh SSB Bintang Muda Junior, SSB Progress Plus, SSB Citramas, SSB Ulil Albab, dan SSB Karimun Junior.

“Baik untuk U-10 pertandingan akan dimulai pukul 08.00 WIB. Sedang U-12 pertandingan akan dimulai pukul 07.30 WIB. Tetapi tim sudah harus hadir di Gelora Citramas sebelum jadwal bertanding lantaran harus melalui proses screening terlebih dahulu,” jelas Zubaili.

Zubaili berharap semua tim bisa hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. “Pertandingan penyisihan akan berjalan secara maraton di hari pertama penyelenggaraan. Karenanya semua tim wajib mematuhi schedule yang telah ditetapkan,” tegas Zubaili.

“Untuk babak semifinal dan final akan dilaksanakan mulai Minggu (21/10). Semoga semua tim bertanding dengan semangat sportifitas. Tunjukkan kemampuan terbaik, raih prestasi tertinggi,” tutup Zubaili.(yan)

Lebih dari 5 Ribu Pelamar Berebut 363 Kuota CPNS Batam

0

batampos.co.id – Sebanyak 5.098 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) akan bersaing berebut 363 formasi yang disediakan Pemerintah Kota Batam, tahun ini.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Batam, M. Syahir mengatakan jumlah pelamar bisa saja bertambah seiring masih dibukanya pendaftaran hingga 15 Oktober mendatang.

“Ini data hingga 12 Oktober kemarin. Masih ada tiga hari lagi untuk pelamar yang ingin mendaftar,” sebutnya, Sabtu (13/10).

Ia merinci dari total pelamar 5.098 tersebut, sebanyak 2.961 mendaftar sebagai tenaga pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan, 1.488 mendaftar sebagai tenaga medis dan 649 pelamar lainnya mendaftar untuk menjadi tenaga teknis Pemerintah Kota Batam.

“Disdik paling banyak diserbu pelamar. Kuota 204 yang mendaftar sampai 2.961 pelamar,” sebutnya.

Syahir mengungkapkan untuk memverifikator para pelamar ini, pihaknya juga melibatkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membuka CPNS.

“Ada empat orang dari Dinkes, delapan dari BKPSDM dan ada juga yang dari Disdik,” ucapnya.

Selama proses verifikasi berkas, pihaknya menemukan beberapa hal diantaranya surat permohonan yang harusnya ditujukan kepada Wali Kota Batam mereka membuat ke BKPSDM, ada juga Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang tidak memenuhi syarat. Karena untuk anak tempatan minimal IPK 2,50 dan nasional IPK 3.00.

“Ada juga akreditasi kampus yang belum tidak memenuhi syarat. Karena minimal akreditasi harus B,” imbuh pria 59 tahun ini.

Sahir menambahkan hal saat ini pihaknya juga meminta Kementertian Aparatur Sipil Negara, Reformasi dan Birokrasi terkait pelaksanaan tes tetap mmenggunakan Computer Assisted Test (CAT).

“Karena ada perubahan tes akan menggunakan sistem UNBK. Jadi kami minta tetap pakai CAT karena kalau pakai sistem baru butuh waktu lagi untuk sosialisasi. Sedangkan pelamar sudah akrab dengan CAT,” bebernya.

Terkait tempat pelaksanaan tes CPNS nanti ada dua lokasi yang akan digunakan. Pertama lantai tiga gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) dan Kantor BKN Regional 12 Pekanbaru UPT Batamcenter. “Untuk fasilitas disiapkan dari BKN baik itu jaringan maupun fasilitas komputer,” tutup Syahir.(yui)

Tiga Anak Tersambar Petir, Dua Dirawat, Satu Meninggal

0
Wahyu mendapat perawatan di Rumah Saki Elizabet Batam Centre korban disambar petir saat hujan lebat di Kampung Tengah, Batu Besar, Nongsa, Sabtu (13/10). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Raga Ari Ardiansyah,12 tewas tersambar petir saat sedang berteduh di pondok daerah Kampung Tengah, Batubesar, Nongsa, Sabtu (13/10).

Bocah kelas 6 SD itu meninggal dunia di tempat.

Ketika itu Raga tidak sendirian, ia sedang bersama 4 orang temannya. Dua orang temannya pingsan seketika itu juga. Sedangkan dua lainnya tidak tersambar petir, karena berada agak jauh dari Raga.

“Mereka bertiga (Raga, Wahyu dan Egista, red) berdekatan ketika kejadian itu, dua lainnya agak jauh,” kata orangtua Egista, Feri, saat ditemui di Rumah Sakit Elizabeth Batam Center, Sabtu (13/10/2018).

Feri mengatakan kejadian ini bermula ketika anaknya bersama dengan empat kawannya sedang mencari ikan laga. Saat hujan deras mengguyur daerah Kampungtengah, Nongsa. Kelima anak ini memilih untuk berteduh di sebuah pondok.

“Tidak hanya hujan, sekitar pukul 15.00 itu petir menyambar-nyambar juga,” ungkap Feri.

Ketika berteduh tersebut, petir menyambar ke arah pondoh tempat kelima anak ini berteduh.

“Saya tidak tahu kok bisa kena sambar, padahal sudah di dalam pondok,” ucap Feri.

Feri mengatakan saat ini kondisi anaknya sudah mulai membaik. Dari penuturan dokter ke Feri, anaknya sudah dapat dibawa pulang.

“Agak sedikit parah itu keponakan saya, Wahyu,” ucapnya.

Dari pantauan Batam Pos, wahyu mengerang-ngerang. Ketika orang menyentuh bagian bahunya, Wahyu merasa kesakitan. Tidak hanya itu, anak yang duduk di Kelas I SMP ini juga mengigil kedinginan.

Terkait kejadian ini, Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam membenarkan terjadi hujan disertai petir sekitar pukul 15.00 di kawasan Nongsa.

“Saya harap masyarakat selalu mengupdate informasi dengan mengunjungi website kami,” ucapnya.

Ia mengimbau ketika ada petir, agar menghindari daerah terbuka.

“Jangan main di luar rumah,” ungkapnya.

Dalam tiga hari ke depan, ia memperkirakan curah hujan dan kondisi cuaca akan sama dengan Sabtu (13/10).

“Hujan lokal disertai petir juga. Masyarakat saya minta agar selalu berhati-hati,” pungkasnya. (ska)

20 Tahun Tak Jumpa, Bapak-Anak Tenggelam di Dam Tembesi, Ditemukan dalam Kondisi Berpelukan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Juhanta, 68, dan Kardi, 34 korban tenggelam di Dam Tembesi, Sagulung, Jumat (12/10) lalu akhirnya ditemukan, Sabtu (13/10) sekira pukul 17.00 WIB.

Keduanya ialah bapak dan anak.

Mereka ditemukan tidak jauh dari lokasi mereka tenggelam dan dalam keadaan meninggal dunia.

“Setelah beberapa kali penyisiran akhirnya keduanya ditemukan,” ujar Koordinator Pos Sar Batam, Hardian kepada Batam Pos.

Dia mengatakan awalnya korban ditemukan warga yang ikut mencari. Pencarian dilakukan sekira pukul 16.30 WIB, selang 30 menit kemudian warga akhirnya menemukan tanda-tanda adanya korban.

Untuk memastikan bahwa itu adalah korban, wargapun melaporkan ke pihak Basarnas dan Pol Air yang saat itu juga tengah menyisir.

“Setelah dipastikan kedua jenazah itu langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bayangkara untuk dilakukan otopsi,” kata Hardian.

Menurutnya, korban ditemukan dalam keadaan mengapung dan saling berpelukan. Sementara kondisi tubuh keduanya masih utuh.

“Tubuh mereka belum ada yang rusak,” ucapnya.

Sebelumnya pencarian kedua korban tersebut sempat terkendala karena banyaknya ditemukan lumut bercampur lumpur serta ranting bekas di dasar Dam Tembesi tersebut. Kendati demikian, tim terus berusaha dan pencarian pun membuahkan hasil.

“Tadi sekitar pukul 16.00 WIB cuaca kurang baik dan kami menghentikan pencarian. Tapi syukur setelah menyisir lagi, akhirnya korban ditemukan,” jelas Hardian.

Bahkan istri korban dan korban yang selamat, Rahman, pun ikut mencari rekannya tersebut.

“Saya belum tidur semalaman karena pikirkan kejadian ini,” kata Rahman.

Ia menuturkan kejadian yang menimpa rekannya tersebut bermula saat ia diajak oleh korban (Kardi, red) untuk memancing di Dam Tembesi.

“Dia ajak saya mancing, ayahnya baru datang dari Karawang. Keduanya ini baru ketemu setelah 20 tahun berpisah,” cerita Rahman.

Ia menjelaskan, saat mereka berangkat kondisi cuaca memang tak bersahabat, sehingga ia menegur Kardi untuk mengemudi perahu bermesin tersebut dengan kecepatan rendah, namun Kardi mengacuhkannya.

“Kardi menjawab tak apa-apa, karena anginnya dari arah belakang kami,” ungkapnya.

Tak berselang kemudian, angin kencang tersebut pun lantas mendorong perahu dengan kuat kemudian menghantam mereka.

“Posisi saya itu di belakang, bapaknya di tengah sedangkan Kardi di depan. Saat dihantam itu, perahu sempat oleng, saya pun lompat ke air sementara Kardi dan ayahnya masih di atas perahu,” jelas warga Tiban ini.

Saat berada di air dan mencoba menyelamatkan diri, Rahman masih sempat melihat keduanya di atas perahu. Namun tak lama kemudian keduanya menghilang, begitupun dengan perahu yang mereka tumpangi itu.

“Terakhir saya lihat ayahnya memeluk Kardi dari belakang, setelah itu saya tak melihat lagi,” ucapnya.

Sementara Rahman berjuang sampai ke daratan dengan berenang selama dua jam. Selama di air itu ia memegang galon dan patahan kayu untuk tetap mengapung.

“Saya sampai di hutan bukit Mangsang, Seibeduk. Saat itu, saya tidak langsung pergi, tapi mencari keduanya dengan perahu yang ada di sekitar itu. Tapi nihil, yang saya temukan hanya tas kecil milik Kardi,” tuturnya.

Lelah mencari korban, Rahman pun memilih kembali ke daratan dan berniat melaporkan kejadian itu ke Polsek Sagulung. Sebelum bertemu dengan warga yang mengantarnya ke Polsek Sagulung, Rahman mengaku harus menempuh jarak sekitar dua kilometer dari lokasi tersebut.

“Saya sendirian, jalan di tengah hutan dan bukit, tak ada orang dan nyasar. Hampir tiga jam saya jalan baru ketemu sama warga yang hendak ke kebunnya,” katanya.

Saat bertemu warga tersebut, ia meminta tolong untuk mengantarkannya ke Polsek Sagulung.

“Saya ceritakan kejadian itu kepada warga, dan saya pun dihantarnya,” bebernya.

Sampai saat ini, Rahman mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. Bahkan ia tidak bisa tidur lantaran memikirkan keberadaan rekannya tersebut. (une)

Bayar Retribusi Sampah Bisa secara Online

0
Pemasangan barcode

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terus memperluas daerah cakupan pemasangan barcode seiring penerapan pungutan retribusi persampahan berbasis online.

Kasi Bidang Retribusi, Dwiki Septiawan DLH Kota Batam mengatakan, hingga akhir tahun 2018 ditargetkan 21 ribu. Dengan daerah fokus pemasangan di tiga kecamatan yakni Sekupang, Lubuk Baja dan Batam Kota.

“Dari target tersebut sudah terpasang 12 ribu, di Sekupang dan Batam Kota. Sekupang sudah berjalan sementara di Batam Kota sudah terpasang bulan ini dan dijalankan November. Total yang sudah dijalankan sekitar 7 ribu (barcode),” papar dia, Jumat (12/10).

Dwiki menerangkan sistem yang sudah direncanakan tahun 2016 dan dibangun sistemnya tahun 2017 tersebut memudahkan masyarakat dalam membayar retribusi sampah. walau sudah tersebar di dua kecamatan, tak berarti cakupannya meliputi seluruh pemukiman yang ada di dalam satu kecamatan.

“Sekupang baru sebagian, Batam juga baru sebagian. Kenapa kami lakukan seperti ini atau tidak tuntaskan dulu setiap kecamatan, ini bagian dari teknik sosialisasi juga,” ucap dia.

Terkait teknis pembayaran, ia mengatakan akan ada petugas yang datang ke rumah warga maupun pertokoan yang telah ditempeli barcode dengan membawa serta alat scan dan alat pencetak struk.

“Bagi yang punya kartu brizzi (BRI) bisa langsung dibayar. Dan kami akan beri struk sebagai tanda sudah dibayar,” kata dia.

Sejatinya, warga juga bisa menggunakan kartu atau ATM bank lain, namun kini kerjasama masih dengan BRI. Jika dibayar dengan kartu lain justru biaya lebih mahal.

Jika tidak ingin membayar lebih karena memakai kartu lain, ia mengatakan warga juga bisa langsung membayar kepada petugas dan selanjutnya petugas akan meneruskan untuk disetor ke kas daerah. Soal ini, ia memastikan petugas tidak bisa neko-neko, karena setiap transaksi sudah tercatat dan ditampilkan di server milik DLH.

“Kami akan tahu berapa uang yang dipegang petugas dan rumah mana saja yang sudah bayar. Jadi, petugas tak bisa main lagi,” ucapnya.

Opsi lain pembayaran, lanjut dia yakni warga dapat datang sendiri ke bank untuk memenuhi pembayara retribusi tersebut. Opsi ini merupakan pilihan ketika saat petugas datang ke rumah tidak ada pemilik rumah.

“Kadangkan ada pemilik rumah yang jarang di rumah mungkin karena kerja, bisa ke bank,” imbuh dia.

Selain itu, ia mengatakan DLH telah meluncurkan aplikasi DLH mobile yang sudah bisa didownload secara gratis di android. Aplikasi ini juag memudahkan warga melakukan pengecekan jumlah tagihan, yang bersangkutan cukup menscan barcode yang tertempel di rumahnya.

Tidak hanya itu, secara umum, aplikasi ini juga berfungsi sebagai media ajuan yang berkenaan dengan layanan DLH Batam seperti persamaphan hingga limbah. Jika ada kendala dan keluhan dapat disampaikan melalui aplikasi tersebut. “Kami akan respon langsung. Untuk penindakan kami akan lihat dulu jenis keluhannya, masyarakat. Tapi keluhannya harus jelas, misalkan samaph, dimana lkasinya dan jangan lupa foto,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Herman Rozie memastikann program ini terus berlanjut. Menurutnya, pihaknya terus mengevaluasi program tersebut.

“Ini bagus untuk pendapatan kita, karena bisa terpantau, mengurangi permainan atau lost. Datanya akan ketahuan, pas discan langsung masuk ke komputer kami datanya,” ucap dia.

Untuk diketahui, retribusi layanan persampahan dan kebersihan mencapai Rp 22,62 miliar atau 64,64 persen dari target Rp 35 miliar.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Raja Azmansyah mengatakan, semenjak program tersebut dijalankan ada perkembangan pendapatan sektor tersebut.

“Kami harap diperluas lagi, kini baru pilot project di Sekupang kalau tak salah. Tahun 2019 atau ke depan, kami harap bisa dikembangkan di daerah lain juga,” pungkasnya. (iza)

Cari Kepiting, Malah Ketemu Mayat

0

batampos.co.id – Warga Batubesar, Mulyadi bermaksud mencari kepiting di Pantai Tanjungbemban, tapi malah menemukan sesosok mayat mengapung, Kamis (11/10) pukul 17.50. Dari penyidikan polisi, mayat laki-laki ini diketahui bernama Nova Endria Ardian Nugraga, 23.

“Kami sedang melakukan penyelidikan atas temuan mayat ini,” kata Kapolsek Nongsa Kompol Albert Sihite, Jumat (12/10).

Penemuan ini bermula ketika Mulyadi memasang bubu (alat penangkap kepiting) sekitar 1 kilometer dari bibir pantai Tanjungbemban. Setelah selesai memasang bubu tersebut, Mulyadi melihat sepasang kaki manusia yang mengapung.

“Jadi saksi mendekati objek itu, untuk memastikan. Ternyata memang mayat manusia, saksi lalu melaporkan kejadian ini ke Ketua RT dan polisi,” ucap Albert.

Albert mengatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi yang ada, serta menghubungi keluarga korban di Ponorogo.

“Tapi belum ada jawab dari keluarganya. Dari informasi sementara kami dapat, korban ini pekerja las di Batam,” ucapnya.

Pemeriksaan sementara, penyebab kematian Nova akibat lemas karena kekurangan oksigen. Albert mengatakan kesimpulan sementara Nova meninggal akibat tenggelam.

“Itu baru dari pemeriksaan luar saja, untuk otopsi masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga,” ungkapnya.

Albert berharap orang-orang yang mengenal Nova, dapat mendatangi Polsek Nongsa. Saat ditemukan mengapung, pria berambut lurus ini menggunakan baju lengan panjang berwarna hitam, lalu memakai celana pendek bermotif kotak-kotak warna hitam.

“Apabila ada masyarakat yang mengenal korban, dapat segera mendatangi Polsek Nongsa,” pungkasnya. (ska)

Bangun Kepribadian Napi Anak Lewat Kegiatan Keagamaan

0
Sejumlah anak binaan di LKPA Baloi mengikuti acara kerohanian di masjid LKPA, Kamis (11/10) lalu.

batampos.co.id – Anak Binaan di LPKA Baloi Batam dalam seminggu terakhir diwajibkan mengikuti acara kerohanian setiap hari. Ini untuk membentuk akhlak dan kepribadian dari setiap anak sehingga kelak sudah bebas dari penjara, maka anak tidak akan pernah lagi masuk ke dalam lapas.

“Jadi kebetulan bertepatan dengan hari dharmakarya Dhika, jadi kita membuat pembinaan melalui ibadah baik muslim maupun nasrani,” ujar kepala LKPA anak Novriadi melalui Kasi Pembinaan Ady Purwata, Kamis (11/10).

Ady mengatakan, LKPA sudah bekerjasama dengan beberapa majlis taklim dan gereja yang ada di Batam. Di mana bisa bergantian memberikan pemahaman kepada setiap anak.

“Memang anak sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Dan ini memang rutin kita lakukan setiap minggu. Tetapi di minggu ini, kita lakukan tiap hari,” ujarnya.

Selain itu, kepada anak juga diberikan pembinaan kemandirian dan kejar paket A,B, dan C. Selain itu ketrampilan anak juga terus diasah khususnya untuk membuat kerajinan tangan.

“Kita berharap, meski anak-anak ini di dalam (LKPA,red) tetapi hak mereka untuk mendapatkan pendidikan tidak terabaikan. Mereka terus kita didik agar punya masa depan nantinya,” tambahnya.

Selain itu, di tanah-tanah yang kosong, para napi anak ini juga dibina untuk bercocok tanam. Ini juga dinilai penting untuk kesehatan si anak itu sendiri.

“Kalau bercocok tanam ini bukan untuk orientasi penjualan. Tetapi lebih ke kesehatan. Hasilnya di konsumsi bersama kok,” ujarnya.

Saat ini ada sekitar 47 anak yang dibina di LKPA. Sebagian besar adalah anak yang bermasalah dengan kasus pencurian dan tindakan asusila. (ian)

Mendulang Rupiah dari Serbuk Kayu Terbuang

0
Melukis biasanya dengan tinta / cat tapi tidak dengan Sugeng Wahyudi. Ia melukis gambar Presiden Soekarno menggunakan serbuk kayu yang diracik sedemikian rupa.
Di galeri RI Kangga, miliknya, di Perumahan Puri Selebriti Blok C2 Nomor 55, Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau.
Dari serbuk kayu terbuang itu, Sugeng mampu mendulang rupiah sekaligus menuangkan imajinasi melukisnya menggunakan media serbuk kayu yang dipungut dari sisa- sisa tempat-tempat pembuatan furnitur di Batam.
teks / foto: Iman Wachyudi / Batam Pos