Kamis, 25 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11852

Jalan Tengku Sulung Tak Akan Dilebarkan Tahun Ini

0
Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan tengku Sulung Batamcenter, Senin (23/4/2018). Pemko Batam berencana akan melakukan pelebaran ruas jalan tersebut. F Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Batam Yumasnur memastikan tidak akan melebarkan Jalan Tengku Sulung, Botania tahun ini. Penyebabnya karena keterbatasan anggaran dari Pemerintahan Kota Batam.

“Memang ada rencana, tapi terhalang anggaran,” katanya, Rabu (9/1).

Ia mengatakan pelebaran jalan yang dilakukan saat ini, disesuaikan dengan kemampuan pemerintah. Tahun ini, menurut Yumasnur ada beberapa titik jalan. Namun, pelebaran Jalan Tengku Sulung tidak termasuk dalam perencanaan Pemko Batam di tahun 2019.

“Kapannya, kami belum bisa memastikan pelebarannya,” tutur Yumasnur.

Sementara itu, Camat Batam Kota Muhammad Fairuz membenarkan bahwa ada permintaan masyarakat melebarkan jalan tersebut. Tapi, ia mengatakan hal yang senada dengan Yumasnur.

“Saya tidak tau kapan mau dibangun,” tuturnya singkat.

Masyarakat kawasan Botania sangat berharap pelebaran Jalan Tengku Sulung. Karwna setiap menit bisa ratusan kendaraan melewati jalan tersebut.

“Dari tahun lalu kami meminta, agar di lebarkan. Tapi masih belum juga hingga kini,” kata Hadli, salah seorang warga yang tinggal di Perumahan Rexvin Village, Rabu (9/1).

Ia mengatakan Jalan Tengku Sulung tersebut sudah seharusnya dilebarkan. Karena tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang lewat di jalan tersebjt. “Dulu memang sepi, satu jalur gak masalah. Sekarang banyak perumahan dibangun di kawasan ini. Dan setiap rumah memiliki kendaraan roda dua atau empat. Rasanya sudah sepantasnya dibuat dua jalur,” ujarnya.

Ia mengatakan di jam-jam sibuk, untuk melewati Jalan Tengku Sulung butuh kesabaran. Karena kendaraan tidak bisa melaju kencang, karena padatnya arus lalulintas di jalan itu
“Seperti siput, pelan banget. Padahal kadang mau cepat, tapi mau gimana lagi. Kadang, kemacetan ini diperparah kendaraan yang berhenti di bahu jalan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melebarkan Jalan Tengku Sulung. Karena kemacetan yang terjadi di jam-jam sibuk, mengurangi efektifitas masyarakat.

Hal yang senada diucapkan warga Perumahan Barcelona, Kertapati. Ia mengatakan agar beberapa titik jalan di kawasan Botania dan Taman Raya di lebarkan. “Mas liat sendiri, di waktu tertentu macet,” tuturnya. (ska)

Batam Diserbu Pencaker Luar Daerah

0
foto: batampos.co.id / cr1

batampos.co.id – Masuk minggu kedua Januari 2019, Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam kembali ramai diserbu pembuat kartu AK1 atau kartu kuning. Ini menunjukkan Batam masih menjadi magnet bagi pencari kerja (pencaker) untuk mengadu nasib. Tercatat hingga kemarin sudah ratusan kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Kota Batam untuk pencaker yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Seksi (Kasi) Penempatan dan Informasi Pasar Kerja Disnaker Kota Batam Afrizon menjelaskan pada hari pertama kerja di tahun 2019 telah mencetak sebanyak 40 kartu kuning dan pada hari kedua juga mencetak kartu kuning sekitar 40 kartu kuning. Namun kemarin hingga pukul 12.00 WIB sudah lebih 30 orang yang datang untuk membuat kartu kuning.

”Diperkirakan hingga pukul 15.00 WIB akan mencapai 60 orang yang datang,” katanya, kemarin (9/1/2019).

Afrizon mengatakan banyaknya pencaker yang datang untuk membuat kartu kuning juga dipicu dengan dibukanya pelatihan pencari kerja yang akan diadakan Disnaker. Sebab, salah satu persyaratan untuk mengikuti pelatihan kerja tersebut adalah kartu kuning yang dikeluarkan Disnaker Batam.

”Kami perkirakan akan lebih banyak lagi pencaker ke kantor Disnaker sebelum pendaftaran (pelatihan pencari kerja, red) dibuka,” sebutnya.

Dia menyebutkan, banyak pencaker yang ingin membuat kartu kuning ke kantor Disnaker, juga dipicu kekosongan blangko pembuatan kartu kuning di beberapa kecamatan di Batam.

”Seperti di Nongsa, Batam Kota, dan Sekupang, blanko untuk pembuatan kartu kuning sedang kosong,” jelasnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Muhammad Teddy Nuh. Dia menyebutkan, saat ini Batam masih menjadi magnet bagi pencaker dari luar Batam.

Tercatat dalam pengurusan surat datang dan pindah di kantor Disdukcapil setiap harinya sekitar 100-120 orang yang mengajukan surat pindah ke Batam.

”Rata-rata setiap hari kerja, tidak terpengaruh dengan isu apapun yang beredar, walaupun saat ini banyak perusahaan yang tutup tapi masyarakat tetap banyak datang ke Batam,” ujarnya.(cr2)

BPJS Kesehatan Perbolehkan 4 Rumah Sakit, yang Distop Tempo Hari, kembali Melayani Pasien Peserta JKN-KIS

0

batampos.co.id – Sebanyak empat rumah sakit (RS) di Batam menghentikan layanan kesehatan untuk pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, per 1 Januari 2019, lalu.

Per 10 Januari 2019 ini mereka boleh melayani pasien BPJS Kesehatan.

Keempat RS tersebut masing-masing

  • RS Graha Hermine di Batuaji,
  • RSIA Griya Medika,
  • RSIA Frishdy Angel,
  • RS St Elisabeth di Seilekop, Sagulung.

TPS Tak Ada, Sampah Dibuang ke Punggur

0
ilustrasi sampah.
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Sejumlah warga mulai kebingungan karena tak ada tempat pembuangan sementara (TPS) Sampah di kawasan Bengkong. Biasanya, TPS itu berada di pinggir jalan baru dari arah Kantor Camat menuju kawasan Ocarina.

Kebingungan warga itu cukup beralasan. Mereka tak bisa lagi membuang sampah yang bukan termasuk sampah rumah tangga.

“Sampah tanaman itu tak diangkut petugas. Petugas hanya angkut sampah rumah tangga. Biasanya sampah tanaman ini kami buang di TPS, kalau tak ada TPS mau dibuang kemana,” ujar Halim warga Bengkong.

Sementara Camat Bengkong, M Tahir membenarkan jika TPS yang sebelumnya ada dipinggir jalan baru Bengkong ditiadakan. Banyak warga mengeluh dengan lokasi TPS yang berada dipinggir jalan. Selain berbau, TPS itu juga menganggu pemandangan jalan.

“TPS disana memang tak ada lagi, karena banyak dikeluhkan warga,” ujar Tahir kepada Batam Pos.

Menurut dia, ditiadakannya TPS di lokasi tersebut jadi permasalahan baru bagi pihaknya. Apalagi mereka tak memiliki lahan untuk lokasi TPS yang baru.

“Mau pindahkan lokasi TPS, tapi kami tak punya lahan. Jadi menunggulah, hingga ada lahan yang memang disediakan,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk beberapa hari belakangan sampah langsung diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Namun kedepannya DLH menyarankan agar Satgas Bengkong langsung membuang sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Telaga Punggur.

“Nah ini yang akan kami coba, buang sampah ke TPA langsung. Mudah-mudahan armada kami (pickup) memadailah untuk kesana,” ungkap Tahir.

Mengenai sampah tanaman yang tak bisa dibuang warga, Camat menyarankan agar warga mencari TPS lain. Atau meminta petugas DLH yang ada lewat pinggir jalan untuk mengangkutnya.

“Mau tak mau kami angkut. Atau warga bisa membuang sampah di TPS lokasi lain untuk sementara waktu,” pungkas Tahir. (*)

ATB SCADA 4.0, Karya Anak Bangsa yang Mendunia

0

ATB SCADA 4.0 Terintegrasi, hasil karya anak bangsa yang diakui industri internasional

PT Adhya Tirta Batam (ATB) dipercaya sebagai pengelola air bersih di Pulau Batam melalui konsesi 25 tahun dari Otorita Batam (kini BP Batam). Menjelang berakhirnya periode konsesi pada 2020 mendatang, ATB senantiasa melakukan pembangunan, pembenahan dan penambahan infrastruktur baik pada Instalasi Pengolahan Air maupun jaringan pipa distribusi yang terintegrasi dalam Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) dan Geographic Information System (GIS).

ATB menjadi perusahaan terdepan perintis konsep Smart Water Company di Indonesia. Aplikasi SCADA yang dimiliki ATB merupakan hasil karya tim internal ATB tanpa bantuan konsultan pihak ketiga. Melalui ATB SCADA 4.0 Terintegrasi, ATB memegang kendali mutu terhadap proses produksi air bersih sekaligus pendistribusiannya kepada pelanggan. ATB SCADA 4.0 telah diakui oleh perusahaan air di Indonesia dan mancanegara.

ATB menjadi acuan bagi perusahaan air lainnya dalam hal upaya menurunkan tingkat kebocoran melalui optimalisasi manajemen sumber daya, energi dan pembiayaan. Penerapan ATB SCADA 4.0 Terintegrasi terbukti menguntungkan bagi ATB dan pelanggan, karena dengan rendahnya tingkat kebocoran membuat pelanggan menerima pelayanan terbaik dari ATB.

Integrasi GIS dan SCADA menjadikan sistem ATB SCADA yang terbaik karena GIS membantu menyajikan pemetaan jaringan, lokasi logger, lokasi aset dan lokasi produksi sehingga memudahkan dalam memonitor proses serta analisa lokasi dalam SCADA.

ATB SCADA 4.0 telah meraih Platinum Award pada The Best Contact Center Indonesia 2017 untuk Kategori The Best Technology Innovation dan sederet penghargaan bergengsi lainnya. Bahkan teknologi ini telah membawa nama ATB dikenal luas oleh penggiat industri dunia.

“ATB SCADA 4.0 dibangun oleh tim internal ATB yang mengintegrasikan seluruh aplikasi terapan yang ada di seluruh unit kerja. Tidak hanya di Indonesia, dunia internasional juga telah mengakui kehebatan ATB SCADA dengan seringnya ATB menjadi pembicara dalam seminar internasional seperti SCADA World Summit dan sebagainya. ATB SCADA telah menjadi karya anak negeri yang mendunia, Indonesia wajib bangga akan hal itu”, ujar Maria Jacobus, Head Corporate Secretary ATB pada Rabu (9/1).

Transformasi dan inovasi digital yang dilakukan ATB selain untuk meningkatkan kualitas pelayanan, juga bertujuan mendukung pemerintah dalam membangun ekosistem digital serta percepatan ekonomi dalam meningkatkan daya saing industri dimasa depan.

Batam Kekurangan 34 Kotak Suara

0

batampos.co.id – Kotak suara pemilihan umum di April 2019 mendatang masih kurang sekitar 34 unit. KPU Batam sudah meminta kekurangan tersebut ke KPU Pusat tetapi hingga kini belum dikirim ke Batam.

”Sudah kita usulkan penambahan sejak penetapan TPS terakhir beberapa waktu lalu. Kita tunggu saja mungkin bulan depan sudah datang,” kata ketua KPU Batam Syahrul Huda di DPRD Batam, Rabu (9/1).

Syahrul mengatakan dalam penetapan awal jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Batam hanya sekitar 2.923 TPS. Tetapi dalam penetapan terakhir jumlahnya menjadi 2.957 atau naik sekitar 34 TPS.

”Jumlah TPS di Batam itu sama dengan jumlah kotak suara. Ya, kita berharap akan segera datang kekurangannya,” katanya.

Demikian halnya dengan kertas suara juga belum tiba di Batam. Dan menurut Syahrul, ini sama dengan di daerah lain di Indonesia. Distribusi surat suara kemungkinan akan dilakukan Februari hingga Maret mendatang.

”Surat suara itu kan baru dicetak beberapa waktu lalu. Kalau distribusinya itu kan mungkin di Februari atau Maret. Jadi memang belum terlambat sama sekali,” Katanya.

Komisioner KPU Batam lainnya, Zaki Setiawan menambahkan, saat ini tidak ada kendala yang berarti yang dihadapi KPU Batam. Tahapan pemilu pun sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kita harapkan hingga hari H juga akan tetap berjalan dengan baik tanpa kendala yang berarti,” katanya. (ian)

Klinik Santa Elisabeth Seilekop Resmi Jadi Rumah Sakit

0

batampos.co.id – Klinik Santa Elisabeth Seilekop di Sagulung resmi jadi rumah sakit bertipe D. Anak kedua dari rumah sakit Santa Elisabeth Batam itu diresmikan, Kamis (10/1) pagi di halaman RS Elisabeth Seilekop.

Acara peresmian didahului dengan ibadah syukuran menurut ajaran Katolik yang dihadiri oleh sejumlah pastor dan perwakilan keuskupan Pangkal Pinang pastor Fransiskus Tatu Mukin.

Direktur RS Elisabeth Seilekop dr Tirtawati Wijaya mengatakan, setelah resmi jadi rumah sakit bertipe D maka RS Elisabeth ketiga di Batam itu siap melayani kebutuhan layanan medis bagi masyarakat di sekitarnya. “Yang lebih bahagian lagi mulai hari ini rumah sakit ini juga resmi melayani pasien BPJS untuk mendukung program kesehatan dari Pemerintah,” ujarnya.

Komisaris PT Elisco Mitra Lestari Johanness Kennedy Aritonang yang menaungi rumah sakit Elisabeth sekota Batam menegaskan, meskipun masih berstatus sebagai rumah sakit tipe D namun layanan medis di RS Elisabeth yang baru itu tidak kalah dengan rumah sakit setara lainnya.

“Bahkam kami menargetkan dua atau tiga tahun kedepan sudah naik jadi tipe C,” kata Johanes.

Sebagai rumah sakit baru bertipe D RS Santa Elisabeth Seilekop memiliki lebih dari 50 kamar rawat inap. Tenaga medis yang melayani sudah cukup lengkap terdiri dari delapan dokter umum, tujuh dokter spesial, 30 perawat, delapan bidan dan sejumlah paramedis tambahan lainnya.

Asisten Ekonomi da Pembangunan kota Batam Febrialin yang hadir dalam acara peresmian tersebut berharap agar manajemen rumah sakit selalu mengedepankan layanan medis yang ramah dan bermutu. “Pemerintah daerah selalu mendukung. Ini untuk kebaikan kita bersama dan harapan kami agar rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit yang diandalkan baik di lingkungan sekitat sini ataupun Batam secara umun. Yang masih kurang segera dilengkapi agar pelayanan benar-benar maksimal,” harap Febrialin. (eja)

132 Siswa SMAN 23 Numpang Belajar di SMAN 5

0
Orangtua dan calon siswa mendatangi SMAN 23 di Sagulung untuk mendaftarkan anaknya, Senin (2/7/2018). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMAN) 23 Batam di Batuaji masih numpang belajar di gedung SMAN 5 Batam di Sagulung.

Sekolah yang baru memasuki tahun ajaran pertama di tahun 2018 lalu itu  belum memiliki gedung sendiri.

Gedung SMAN 23 masih dalam proses pembangunan di kelurahan Kibing Batuaji.

“Masih (numpang). Mereka belum punya gedung sendiri,” ujar Kepsek SMAN 5 Batam Bahtiar, Kamis (10/1/2019).

Jumlah siswa SMAN 23 sebanyak 182 orang. Mereka menggunakan lima lokal di gedung SMAN 23. Lokal yang digunakan merupakan ruangan perpustakaan dan ruangan guru SMAN 5.

“Ada lima rombel mereka. Lokal hanya tiga yakni persiapan ruangan perpustakaan dan ruangan guru kami. Dua rombel masuk pagi, tiga lagi sore,” ujar Bahtiar. (eja)

 

Tahun Pertama, SMAN 23 Batam Diserbu Ratusan Calon Siswa

SMAN Batuaji Menumpang di SMA 5 Sagulung

Seminggu Cabai Merah Naik Rp 20 Ribu

0

batampos.co.id – Harga bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam terus meroket. Kenaikan cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai merah besar yang sudah tembus Rp 85 ribu per kilogram (kg). Padahal pekan lalu masih di harga Rp 65 ribu per kg. Terjadi kenaikan Rp 20 ribu dalam sepekan ini.

Adi, pedagang sayur di Pasar Tos 3000 Jodoh mengungkapkan kenaikan harga cabai sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kenaikan komoditas ini karena terjadi kekosongan pasokan barang dari sejumlah distributor.

”Memang (harga cabai merah, red) terjadi kenaikan. Modalnya juga sudah tinggi,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Pedagang lainnya, Gusni mengaku melambungnya harga cabai merah membuat sejumlah pedagang tak berani menjual cabai. Apalagi tingkat konsumsi masyarakat juga menurun. Jika biasanya mampu menjual 15 kg per hari, kini hanya 6 kg saja.

”Itupun susah, karena banyak masyarakat mengeluh harganya tinggi,” tuturnya.

Selain cabai merah, harga komoditas lainnya seperti telur ayam ras, cabai rawit, dan ikan laut juga masih tinggi. Telur ayam ras misalnya dijual Rp 45 ribu sampai Rp 46 ribu per papan (isi 30 butir). Sementara untuk cabai rawit merah berkisar Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kg. Sedangkan untuk jenis ikan laut seperti selar dijual di kisaran Rp 50 ribu per kg.

”Kalau untuk bayam, kangkung, dan jenis sayur lainnya masih normal,”

sebut Gusni. Melambungnya harga cabai merah juga sesuai dengan survei yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Selasa (8/1) lalu. Dari 18 komoditas yang disurvei Disperindag, cabai merah besar paling signifikan mengalami kenaikan. Dalam survei Disperindag pada pekan lalu, harga cabai merah besar masih di angka Rp 65 ribu per kg, tapi sepekan kemudian sudah naik hingga tembus Rp 85 ribu per kg.

Disperindag melakukan survei harga-harga sembako di empat pasar tradisional di Kota Batam, yakni Pasar Mega Legenda, Sukaraman Bengkong, Lai-Lai, dan Pasar Taras. Di Pasar Sukaraman Bengkong misalnya, satu kilogram cabai merah dijual Rp 85 ribu.

”Memang ada kenaikan untuk cabai, namun untuk stok masih aman,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Batam, Adisthy.

Diakuinya, Disperindag masih terus memantau kenaikan harga cabai ini. Sebab dari distributor semuanya dijual di bawah harga ekonomis tertinggi. ”Laporan harga ini sudah kita sampaikan ke satgas. Jadi nanti satgas pangan yang akan lihat sekaligus menindaknya. Kalau dari kami sudah lakukan pembinaan ke pedagang,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk komoditas cabai merah sendiri didatangkan dari beberapa daerah seperti Medan dan Jawa. Disinggung apakah ada pengaruh cuaca sehingga pengiriman dari luar daerah terganggu, Adisthy mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan.

”Untuk cabai bisa koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Apalagi sekarang sudah ada gerakan dari dinas itu untuk kelompak tani tanam cabai dan jangung,” jelasnya.

Selain cabai, Disperindag juga mensurvei beberapa jenis komoditas lainnya. Beras medium misalnya dijual Rp 12 ribu per kg, beras premium Rp 13 ribu per kg, bawang merah Rp 38 ribu per kg, bawang putih Rp 17 ribu per kg. Untuk bayam dijual Rp 8 ribu per kg dan kangkung Rp 7 ribu per kg.

Sementara itu, untuk harga daging sapi lokal dijual Rp 130 ribu per kg dan daging sapi impor Rp 87 ribu per kg. Sedangkan harga untuk daging ayam ras dijual Rp 34 ribu per kg.

”Survei harga ini terus kita lakukan rutin setiap ming-gu,” ungkap Adisthy.

Aktivitas berbelanja di tos 3000, Jodoh, Batam Kepri.
foto: batamposco.id / putut ariyotejo

Pedagang Mengeluh

Selain cabai merah, harga cabai rawit merah atau cabai setan di pasar-pasar tradisional Batam juga terus merangkak naik. Kini harga cabai setan naik hingga Rp 70 ribu per kg.

”(Cabai setan) per kilonya Rp 70 ribu,” ujar Andri, pedagang sayur di Pasar Mitra Raya, Batam Center, kemarin.

Menurut dia, tingginya harga cabai setan karena langka di pasaran sejak sepekan terakhir. Sedangkan peminat cabai setan cukup banyak, terutama pedagang ayam penyet.

”Seminggu lalu harganya masih Rp 60 ribu per kg. Kemudian naik Rp 10 ribu jadi Rp 70 ribu per kg,” ungkapnya.

Sedangkan untuk cabai merah kriting masih diharga Rp 40 ribu- Rp 45 ribu per kg, atau mengalami kenaikan Rp 5 ribu dari harga sebelumnya. ”Yang mahal itu wortel, harganya sampai Rp 22 ribu per kg. Sebelunya harga wortel paling mahal cuma Rp 16 ribu,” jelasnya.

Sementara, Larno, pedagang ayam penyet di kawasan Bengkong mengaku cukup kesulitan mendapatkan cabai setan untuk sambal masakannya. Selain langka, harga cabai tersebut sangat tinggi. ”Harganya cabai setan lagi mahal, lagian nyarinya juga susah,” terang Larno.

Untuk menyisiati itu, Larno mencampurkan cabai merah biasa dengan cabai setan. Menurutnya, beberapa pelanggan sempat komplain karena rasa cabai tidak terlalu pedas.

”Nah, setelah kami kasih pengertian mereka paham. Mudah-mudahan cabai ini cepat turun lah harganya,” ucapnya.

Sementara itu, di Pasar Basah Mustofa, Batam Center, harga cabai setan berada di angka Rp 70 ribu per kg. Padahal, pekan lalu masih dijual Rp 60 ribu per kg. ”Sempat turun dua minggu yang lalu tapi naik lagi,” ujar Indarti, penjual sayur di Pasar Mustofa.

Ia mengaku tidak tahu penyebab kembali naiknya harga cabai. Namun ia menduga karena faktor cuaca buruk. ”Lagi musim angin kencang dan hujan sekarang, mungkin itu pemicunya (harga kebutuhan naik, red)” terangnya.

Tak hanya cabai, beberapa komoditas lain juga masih tinggi awal tahun 2019 ini. Seperti tomat dijual Rp 16 ribu dari Rp 14 ribu per kg, kol dijual Rp 12 ribu dari Rp 9 ribu per kg, pare dijual Rp 12 ribu dari Rp 8 ribu per kg, juga sayur wortel dibandrol Rp 18 ribu dari Rp 14 ribu per kg.

”Mahalnya sejak Natal lalu,” jelasnya.

Dia mengatakan cuaca buruk yang terjadi diperairan Batam dan sekitarnya mempengaruhi naik-turunnya harga barang. Apalagi komoditas pertanian yang dikirim dari luar Batam.

”Kalau kelamaan kena hujan, pasti barang cepat busuk,” ucapnya.

Hal yang sama juga diakui sejumlah pedagang di Pasar SP Plaza. Cabai setan yang didatangkan dari Medan tersebut kini dijual Rp 70 ribu. Bahkan sebelumnya harga cabai sempat naik ke Rp 80 ribu. ”Sebelum naik kami jual Rp 45 ribu,” sebut Rahmat, penjual sayur di Pasar SP Plaza.

Sementara untuk harga kebutuhan dapur lainnya masih terpantau normal. Seperti bawang Jawa masih dijual Rp 35 ribu per kg dan bawang Birma masih Rp 25 ribu per kg, serta sayuran hijau lainnya yang masih normal.

(rng/she/une)

757 Kepri Jaya Jalani Laga Berat

0

batampos.co.id – Kembali ujian berat mengadang 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia. Dalam drawing babak 32 besar, Serdadu Melayu-julukan 757 Kepri Jaya-harus bertemu kampiun Liga 1 musim 2018 Persija Jakarta.

Drawing 32 besar Piala Indonesia yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019) lalu, membagi dua zona. Yakni zona barat dan zona timur. Zona barat masih dibagi lagi menjadi dua grup, yaitu zona barat 1 yang terdiri empat pertandingan dan zona barat dua yang juga terdiri empat pertandingan. Demikian pula zona timur, juga terbagi menjadi dua pool dengan masing-masing berisikan empat pertandingan.

Yang membedakan dengan babak 64 besar, di babak 32 besar ini akan diterapkan format home and away. Sementara untuk sistem yang digunakan tetap dengan sistem gugur.

Dalam zona barat 1, Sriwijaya FC akan bertemu Keluarga USU Medan, Persija Jakarta bersua 757 Kepri Jaya, PSBL Langsa berhadapan Bhayangkara FG, dan Semen Padang menghadapi S Tira. Sedangkan di zona barat 2, Persibat Batang bertemu PSIS Semarang, Madura United berhadapan Cilegon United, Persiwa Wamena menghadapi Persib Bandung, dan Arema FC harus menjajal Persita Tangerang.

Untuk zona timur 1, Per-singa Ngawi akan berhadapan dengan Persebaya Surabaya, sementara Barito Putera kontra PSS Sleman. Lalu, Blitar United harus menghadapi Bali United dan Persela Lamongan melawan Persik Kendal. Di zona timur 2 akan berhadapan antara Mojokerto Putra melawan Borneo FC, Perseru Serui menghadapi Mitra Kukar, Persidago Gorontalo bertemu Persipura Jayapura, dan Kalteng Putra melawan PSM Makassar.

Pemain 757 Kepri Jaya (kuning-biru/kanan) berusaha menahan perge-rakan pemain PSMS Medan Haniful Karim di laga babak 64 Besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Citramas, Batam, Kamis (13/12/2018).
foto: batampos.co.id / ryan agung

Ketua Harian 757 Kepri Jaya Ichsan mengatakan timnya harus menghadapi lawan berat di babak 32 besar ini. Meski demikian pihaknya tetap optimis peluang 757 Kepri Jaya masih tetap ada.

”Di atas kertas memang sangat berat. Yang harus kita hadapi adalah kampiun liga 1 2018, Persija Jakarta. Otomatis baik level permainan maupun kualitas pemain akan berbeda,” tuturnya, Rabu (9/1/2019).

Tetapi, kata dia, 757 Kepri Jaya juga membuktikan keperkasaannya dalam menga-rungi ajang Piala Indonesia. Beberapa kai menghadapi lawan kuat, 757 Kepri Jaya mampu menjaga asa di ajang Piala Indonesia.

Beberapa lawan kuat yang pernah merasakan kedigdayaan 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia adalah PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan. Dua tim yang punya nama besar di kancah persepakbolaan Indonesia ini harus menahan malu tersingkir di ajang Piala Indonesia setelah kalah dari 757 Kepri Jaya di Stadion Gelora Citramas.

”Tetapi kita juga harus sadar diri jika memang secara kualitas Persija jelas-jelas punya keunggulan diban-dingkan dengan tim yang pernah dihadapi 757 Kepri Jaya,” ujar Ichsan.

Ditambah keberhasilan Persija Jakarta menjuarai Liga 1, tentunya akan berdampak pada moralitas dan semangat para pemainnya. Dengan format home and away tentunya 757 Kepri Jaya harus memiliki strategi khusus demi meraih hasil terbaik.

”Meski jadwal resmi belum keluar, kami mendapat kabar akan menjalani laga away melawan Persija Jakarta di Stadion Patriot, Bekasi, Rabu (23/1). Sementara untuk laga kandang, akan diselenggarakan di Stadion Gelora Citramas, Batam, Kamis (31/1),” beber Ichsan.

Kondisi 757 Kepri Jaya sen-diri memang tengah berada dalam konfidensi tinggi. Apalagi keberhasilan menggusur tim kuat PSMS Medan di ajang Piala Indonesia di babak 64 besar.

”Meski berat, tetapi bukan berarti kami sudah menyerah. Peluang menang tetap ada, apalagi 757 Kepri Jaya telah berpengalaman dalam menghadapi lawan-lawan berat,” katanya lagi.

Beberapa prediksi dikemukan oleh Ichsan terkait strategi yang harus diterapkan dalam pertandingan nanti. ”Keuntungannya saat ini Persija juga harus memecah kekuatan,” papar Ichsan.

”Persija harus berlaga di ajang AFC Cup. Hal ini yang harus kita manfaatkan untuk meraih hasil maksimal. Tentunya untuk mmenjaga peluang di ajang AFC Cup Persija juga harus memilih mana yang harus di prioritaskan,” sambungnya.

Dengan demikian, lanjut Ichsan, Persija belum tentu bisa turun dengan kekuatan maksimal. Apalagi, melihat lawan yang akan dihadapi di ajang AFC Cup bukan lah sembarang tim.

”Sementara 757 Kepri Jaya akan mempersiapkan diri lebih lama dan juga menjalani masa istirahat lebih panjang dibandingkan Persija Jakarta. Tetapi juga tetap harus diingat, meski Persija turun dengan lapis kedua, bukan berarti kekuatannya akan melemah,” seru Ichsan.

Sementara itu, 757 Kepri Jaya akan ditangani oleh pelatih ad interim di sisa ajang Piala Indonesia. Reggy, asisten pelatih di era kepelatihan Jaino ditunjuk sebagai pelatih ad interim. ”Pelatih Ibnu dan asisten telah habis masa kontraknya yang hanya satu musim kompetisi. Sementara ajang Piala Indonesia ini perjalanannya melebihi musim kompetisi reguler. Karenanya manajemen 757 Kepri Jaya menunjuk Reggy sebagai pelatih ad interim hingga sisa perjalanan di ajang Piala Indonesia,” terang Ichsan.

Ichsan juga meminta agar masyarakat Kepri menberikan dukungan dan doa demi raihan positif 757 Kepri Jaya di ajang Piala Indonesia.

”Mohon dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Kepri agar 757 Kepri Jaya kembali meraih hasil maksimal saat menghadapi perlawanan tim kuat Persija Jakarta,” pinta Ichsan. (yan)