Waka Polres Lingga Kompol Ferry Aprizon bersama wartawan yang bertugas di Kabupaten Lingga, Rabu (9/1/2019). F. HUMAS PEMPROV KEPRI UNTUK BATAM POS
batampos.co.id – Wakapolres Lingga Kompol Ferry Aprizon mengajak seluruh insan pers di Kabupaten Lingga bersama-sama menciptakan kondisi yang baik demi kemajuan Bunda Tanah Melayu. Menurut pria yang menyandang satu bunga di pundaknya ini, pers memiliki peran penting dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di masyarakat melalui pemberitaan yang benar dan sesuai fakta.
“Mari kita jaga bersama-sama daerah yang kita cintai ini. Kalau bukan kita siapa lagi,” ujar Wakapolres yang baru beberapa bulan menjabat Wakapolres di Kabupaten Lingga saat coffee morning bersama di Laksamana, Rabu (9/1/2019) siang.
Selain itu, Ferry juga mengajak seluruh awak media yang bertugas di Kabupaten Lingga baik dari media cetak maupun online membangun komunikasi yang baik agar tercipta sinergi atau kerja sama yang baik dengan satu tujuan menciptakan kondisi yang baik pula.
Kabagops Polres Lingga Kompol Rusdwiantoro yang turut hadir dalam kegiatan itu juga mengatakan, jika pers dan Polri saling bekerja sama dengan baik, tentunya satu wilayah akan menjadi lebih baik pula. Hal ini menurut pria yang akrab disapa Toro ini sudah terbukti di berbagai daerah yang ada di Indonesia.
“Intinya, mari kita jalin komunikasi yang baik. Buka untuk siapa-siapa melainkan untuk masyarakat dan daerah yang kita cintai ini,” ujar Rusdwiantoro.
Namun, sambung Rusdwiantoro, walau masih ada kekurangan di beberapa hal, diri-nya yakin masalah tersebut dapat diatasi atau diminimalisir agar tidak menimbulkan suasana tidak harmonis.
Selain itu, Toro juga memberikan saran kepada seluruh insan pers agar meningkatkan daya saring dalam hal menulis berita.
Lebih jeli terhadap dampak berita, menurut Rusdwiantoro adalah langkah tepat dalam menciptakan keamanan serta rasa percaya seluruh lapisan masyarakat.
“Jika kita dapat berjalan bersama dengan baik, tidak ada yang tidak mungkin kita wujudkan,” tutup Toro. (wsa)
batampos.co.id – Penerapan aplikasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di lingkungan Pemkab Natuna memberikan dampak positif untuk pelayanan pemerintah. Aplikasi tersebut juga mengatur sistem kinerja kepegawaian daerah (Sikekah).
Sekretaris Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Pemkab Natuna Boy Wijanarko mengatakan, aplikasi Sikekah mengukur kedisiplinan pegawai, baik melalui kinerja maupun kehadiran. Bahkan untuk pegawai hono-rer dikenakan sanksi pemotongan gaji jika absen ke kantor.
“Penerapan Sikekah ini sudah diberlakukan, memang ada perubahan pada tingkat kehadiran pegawai. Tapi baru diterapkan untuk lingkungan OPD,” kata Boy, Rabu (9/1/2019).
Dalam Sikekah mengatur 50 persen disiplin dan 50 persen kinerja. Jika saja seorang pegawai honorer tidak ikut apel pagi, maka ada pemotongan gaji sebesar Rp 30 ribu atau tidak masuk kantor. Bahkan untuk menerapkan aturan disiplin, pemerintah daerah sudah menggunakan absen sidik jari yang sudah terkoneksi secara online dari setiap OPD dan bagian keuangan dan kepegawaian.
“Kalau pegawai honorer itu sekitar Rp 30 ribu pemotongan untuk satu kali tidak disiplin ngantor. Tapi kalau pegawai eselon bisa ratusan ribu yang dipotong dari tunjangan penghasilan,” jelas Boy.
Aplikasi Sikekah ini mencatat kinerja pegawai. Saat ini hanya untuk kalangan pegawai (PNS), belum termasuk pegawai honorer. Aplikasi tersebut setiap hari dilaporkan kepada pim-pinan secara teraplikasi.
“Laporan yang ditulis pegawai dalam aplikasi Sikekah, merupakan rutinitas pada jam kerja. Tentu untuk mengukur kinerja dan penambahan penghasilan pegawai,” ujarnya. (arn)
Ketua Yayasan BAC Hidayat (tengah) bersama sejumlah panitia dalam mempersiapkan Batam Muslim Fest 2019 yang akan digelar akhir Januari ini, di Dataran Engku Putri Batam Center. F. Dokumentasi BAC untuk Batam Pos
batampos.co.id – Kegiatan bernuansa keagamaan dan kebudayaan Melayu mewarnai deretan event yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun 2019 ini.
Kali ini yang masih dalam rangkaian Hari Jadi Kota Batam ke-189, akan digelar Batam Muslim Fest 2019 dengan penyelenggara Yayasan Batam Action Class (BAC) Art Cinema bersama Raja Kecik.
Ketua Yayasan BAC Hidayat Bagong mengatakan, Batam Muslim Fest dikemas sebagai acara keagamaan dengan cara yang milenial, tapi tetap dengan akidah dan syariat Islam.
”Karena kami berlatar belakang seni khususnya di bidang cine-ma, maka rangkaian acaranya berkaitan dengan hal-hal baru di era sekarang,” ujar Hidayat, Rabu (9/1).
Ia menyebutkan, event ini akan dilaksanakan mulai Jumat (25/1) sampai Minggu (27/1) mendatang di Dataran Engku Putri Batam Center. ”Selama tiga hari itu diisi dengan bermacam lomba, bazar syariah, dan tausiah dari sejumlah pemuka agama ibu kota,” terangnya.
Untuk lomba terdiri lomba fashion show, nasyid, marawis dan hadroh, mural, kaligrafi, juga mewarnai. Pesertanya melibatkan murid TK, anak-anak TPA dan Sekolah Islam, remaja masjid, dan beberapa pondok pesantren yang ada di Batam.
Sementara untuk bazar, tersedia 30 stan yang akan diisi dengan produk kuliner, perbankan, otomotif, serta fashion.
”Bazar syariah namanya,” ucap Hidayat yang didampingi Ketua Raja Kecik, Weny Saragih.
Yang menarik dari kegiatan ini, lanjutnya, ada acara yang disebut hijrah bersama dan doa Batam damai bersama.
”Ini yang menjadi sisi melienial karena sasaran utamanya para pemuda-pemudi. Kegiatan ini juga sudah pernah diadakan di Jakarta,” jelasnya lagi.
Dalam hijrah itu akan diawali tausiah yang mencerahkan untuk menggiring para pengunjung semakin dekat dengan agama.
”Bahkan akan ada momen untuk mengingatkan atas dosa-dosa yang diperbuat,” papar Hidayat.
Batam Muslim Fest 2019 yang untuk pertama kalinya digelar ini, juga diisi para talent BAC dan Raja Kecik. Dimana, BAC merupakan yayasan yang konsen dalam pelatihan acting, dan Raja Kecik merupakan sebuah sanggar seni budaya.
”Kami juga akan menampilkan teater dan mengisi live music. Di kepanitiaan pun dibuat lebih unik dengan memakai istilah dalam management show di broadcasting,” paparnya.
Hidayat menambahkan, persiapan acara sudah mencapai 75 persen. Diharapkan kegiatan ini mampu mempererat masyarakat Batam untuk menyebarkan ilmu agama yang juga sebagai ibadah.
”Kegiatan akan di mulai dari pagi hingga pukul 22.00 WIB. Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Ayo beramai-ramai datang ke Batam Muslim Fest,” ajak Hidayat.(nji)
batampos.co.id – Tidak hanya harga cabai merah besar yang melambung, harga ayam potong segar atau ayam ras juga terus merangkak naik. Di sejumlah pasar di Batuaji, harga ayam potong segar sudah tembus Rp 36 ribu per kg, kemarin (9/1/2019), atau naik sebesar Rp 3 ribu dibanding sehari sebelumnya.
Kondisi ini pun banyak dikeluhkan pedagang, karena dagangannya tidak banyak yang laku. Masyarakat atau langganannya banyak mengurungkan niat membeli ayam karena terlampau mahal.
”Naik terus (harga daging ayam, red). Hari ini (kemarin, red) sudah Rp 36 ribu, bahkan ada yang jual Rp 37 ribu per kilo. Tak ada yang beli kalau harganya naik terus,” kata Hendri, pedagang ayam di Pasar Fanindo kemarin.
Kenaikan harga ayam segar ini diakui Hendri sudah terjadi berkali-kali sepanjang pekan ini. Mulai Rp 27 ribu, Rp 29 ribu, naik jadi Rp 33 ribu, dan kemarin naik lagi jadi Rp 36 ribu per kg.
”Biasanya potong 800 sampai 900 ekor perhari, tapi hari ini (kemarin, red) baru 300 ekor. Sampai sore mungkin mentok 400 hingga 500 ekor. Turun drastis. Tengok aja sepi orang (pembeli),” kata Hendri.
Dia menduga, kenaikan harga ayam segar ini karena permainan dua pemasok atau pemilik kandang besar di daerah Barelang. Sebab, informasi yang diperoleh pedagang, hanya dua agen besar itu yang sekarang memiliki stok ayam potong di Kepri. Bahkan, ayam yang seharusnya khusus untuk memenuhi kebutuhan di Batam, akhirnya dibagi dengan daerah lain seperti Tanjungpinang.
”Karena semua minta ke mereka (dua agen besar) maka mereka naikkan harga. Sebab, infonya agen lainnya lagi kosong semua,” kata Ijal, pedagang lainnya. Sekarang harga dari agen mencapai Rp 26 ribu per ekor, naik Rp 3 ribu dari sebelumnya Rp 23 ribu per ekor.
Masyarakat maupun sejumlah pedagang berharap agar pemerintah dan penegak hukum terkait segera turun melakukan pengawasan, sehingga harga ayam potong segar kembali normal. (eja)
batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady, menerima tongkat estafet kepemimpinan BP Batam dari Lukita Dinarsyah Tuwo di Lantai 3 Balairungsari Gedung BP Batam, Rabu (9/1/2019). Ada dua tugas utama Edy selama memimpin BP Batam di masa transisi itu.
Tugas pertama adalah mempersiapkan pedoman bagi Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang akan menjabat sebagai ex-officio kepala BP Batam. Kata Edy, sebagai ex -officio kepala BP Batam, kewenangan Rudi akan tetap dibatasi oleh aturan main sesuai dengan perundang-undangan.
“Dalam masa ex-officio nanti, saya gambarkan pegangan wali kota, supaya jadi pedoman agar jangan sampai wali kota berimprovisasi,” kata Edy usai serah terima jabatan (sertijab) kepala BP Batam, kemarin.
Edy menjelaskan, sebagai Badan Layanan Umum (BLU) BP Batam memiliki tanggung jawab besar. Khususnya mengenai lahan dan perizinan investasi.
“BLU itu kuncinya akuntabilitas, transparan dan good governance. Jadi, saya buatkan ini loh gambaran BP dalam jalankan Free Trade Zone (FTZ) untuk kepentingan investasi,” ucapnya.
Khusus soal kewenangan atas lahan di Pulau Batam, BP Batam memiliki amanat langsung dari undang-undang. Aturannya juga sudah jelas. Karenanya, Edy akan menjelaskan secara rinci kepada ex -officio kepala BP Batam, apa saja aturan dan kewenangannya terkait lahan di Batam nanti. Sehingga Rudi tidak menjalankan kebijakan melebihi kewenangannya sebagai seorang ex-officio kepala BP Batam.
“Kasihan nanti kalau ex-officio berimprovisasi karena tak ada pedoman,” katanya lagi.
Selain itu, Edy menyebutkan BP Batam mengelola banyak aset negara. Seperti bandara, pelabuhan, rumah sakit, dan lainnya. Semuanya memiliki aturan main.
“Saya tak mau ikut salah karena membuat ex-officio berimprovisasi. Batam itu punya selling point ekonomi,” katanya.
Lalu, tugas utama kedua Edy adalah memperbaiki dan menyederhanakan sistem pelayanan perizinan di Batam.
Mengenai penyatuan perizinan PTSP, Edy mengatakan tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kenyamanan usaha bagi investor yang akan masuk atau yang sudah lama berusaha di Batam.
Edy mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Batam Rudi mengenai hal ini. Namun ia menegaskan, penyatuan dua PTSP ini bukan soal penyatuan kewenangan, melainkan soal berbagi tanggungjawab.
“Ini sharing tanggung jawab, bukan kewenangan ya. Kalau kewenangan tak bisa disatuin. Tapi kalau tanggung jawab bisa dibagi,” ungkapnya.
Edy mengatakan proses bisnis itu sederhana. Sehingga segala bentuk perizinan baik di Pemko Batam maupun di BP Batam akan ditata agar bisa seragam satu sama lain.
“Orang masuk ke PTSP butuh apa, Pemko tahu butuh IMB, ya sudah kasih. Ke BP butuh apa, alokasi lahan ya kasih. Ini sharing tanggung jawab,” ungkapnya.
Penyatuan kedua PTSP juga akan mengadopsi konsep pelayanan berbasis Online Single Submission (OSS) yang sekarang ditangani oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Tugas lainnya yang akan dijalankan oleh Eddy adalah tugas rutin Kepala BP Batam. Serta satu tugas tambahan yakni memberikan masukan dalam rangka pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) soal wali kota Batam menjadi ex-officio kepala BP Batam.
“Semua tugas pokok itu punya batas sampai 30 April nanti,” katanya.
Ia juga akan menggambarkan situasi ekonomi dan investasi di Batam. Mengapa Batam yang sudah dianggap nyaman bagi investasi, tetapi masih ada saja investor yang henkang.
“Mungkin masalah ada di kita, tapi bisa juga di pelayanan, maka saya akan gambarkan semuanya,” imbuhnya.
Namun, secara umum Edy menilai Batam masih sangat menarik bagi investor asing maupun domestik. Baik dari segi geopolitik maupun geoekonomi, Batam tetap menjadi primadona.
Penyebab karena negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand tidak menampung lagi industri manufaktur dan mengarahkan pandangan ke industri berteknologi tinggi.
“Sehingga banyak (manufaktur, red) yang tertarik ke Batam,” imbuhnya.
Selain itu, negara-negara yang tidak memiliki perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Indonesia mau bersaing dengan negara yang ada FTA.
“Mereka pilih Batam. Batam itu masih menggoda. Tetap menarik makanya kita jaga,” paparnya.
Pemain Aztec (kiri) berusaha melewati pemain Spartan dalam lanjutan Liga Basket Kota Batam Divisi I di Sekolah Yos Sudarso, Minggu (25/3/2018) lalu. Perbasi Batam akan meningkatkan kompetisi kelompok umur demi regenerasi atlet. foto: batampos.co.id / Ryan Agung
batampos.co.id – Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Batam menetapkan beberapa program kerja yang kompetitif di tahun 2019. Berbekal evaluasi dari tahun 2018, beberapa kompetisi dan kejuaraan akan digelar untuk meningkatkan prestasi basket di Batam.
Ketua Perbasi Kota Batam Satrio menuturkan, hasil yang diraih di ajang multievent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri IV 2018 lalu menunjukkan beberapa hal yang selayaknya menjadi fokus pembinaan di tahun 2019. Di antara yang akan coba dikembangkan Perbasi Kota Batam adalah kompetisi 3×3 dan kejuaraan kelompok umur.
Beberapa kejuaran rutin yang digelar setiap tahun adalah Ananda Cup, Honda School Basketball League (HSBL), Mondial Cup, dan beberapa kejuaraan antarsekolah. Selain itu, juga kejuaraan-kejuaraan semiprofesional juga diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya.
”Untuk gelaran Liga Basket Kota Batam Divisi 1 putra dan putri akan dilaksanakan pasca Lebaran,” urai Satrio, Rabu (9/1/2019).
”Untuk Divisi dua putra dan putri akan dilaksanakan usai gelaran Liga Basket Divisi satu. Di akhir tahun akan dilaksanakan Perbasi Cup yang mempertandingkan kejuaraan basket kelompok umur,” sambungnya.
Kejuaraan Perbasi Cup, kata dia, adalah kejuaraan bola basket mempertandingkan kelompok umur tertentu di Kota Batam. Menurutnya, diselenggarakannya kejuaraan ini juga melihat raihan di Porprov lalu.
”Kekurangan Batam dalam ajang multievent itu adalah minimnya jam terbang para pemain basket Batam untuk kelompok umur. Karenanya perlu diselenggarakan kejuaraan-kejuaraan yang sifatnya bisa menambah pengalaman dan jam terbang,” tuturnya.
Selain itu, Satrio juga melihat proses regenerasi terbilang lambat untuk atlet basket Kota Batam. Keberadaan Liga Divisi 1, ternyata belum mendukung regenerasi pebasket Batam seperti yang diharapkan. Dalam ajang kejuaraan semi pro ini, klub diakui Satrio lebih mengedepankan pada raihan klub dibandingkan menambah jam terbang pemain muda.
Untuk itu, Perbasi Kota Batam akan memperbanyak menggelar kejuaraan untuk kelompok umur. Selain itu juga yang akan coba diterapkan adalah regulasi untuk menurunkan kelompok umur tertentu di Liga Divisi 2.
”Regulasi mewajibkan klub menurunkan beberapa pemain dalam liga bisa dilaksanakan di Divisi 2. Mungkin nanti kita akan coba menerapkan aturan harus menurunkan pemain untuk kelompok umur tertentu di ajang Liga 2,” paparnya.
Satio juga menjelaskan di tahun 2019 ini, Perbasi Kota Batam akan mengembangkan kejuaraan-kejuaraan 3×3. Menurutnya kejuaraan 3×3 mendapat perhatian lebih setelah berhasil meraih perak di ajang Porprov.
”Di awal tahun kami menggelar dua kejuaraan 3×3. Yaitu Alva Penguin Cup yang akan dilaksanakan akhir pekan ini. Yang kedua adalah Comeback Cup yang akan digelar akhir bulan ini,” terangnya.
Dikatakannya raihan perak di ajang Porprov lalu menjadi bukti jika nomor 3×3 mendapat perhatian lebih, bisa menjadi salah satu nomor untuk memberikan prestasi di masa mendatang.
”Dengan pengalamam dan jam terbang yang minim, kemarin nomor 3×3 bisa menyumbangkan medali emas. Maka jika memberikan pembinaan yang lebih fokus dan terarah, tentunya nomor ini bisa memberikan prestasi lebih,” jelasnya.
Selain kejuaraan, Perbasi Kota Batam juga akan menggelar latihan bersama, Maret mendatang. Tujuannya untuk melakukan pencarian bibit unggul, sekaligus melaksanakan regenerasi pemain.
”Nantinya akan dilakanakan open game sedikitnya 2 kali dalam sebulan. Juga sekaligus dilaksanakan pelatihan teknik dan fisik,” sebutnya.
Satrio berharap basket Kota Batam bisa memberikan prestasi lebih di tahun-tahun ke depan. Apalagi di tahun ini, pihaknya berencana untuk fokus dalam pembinaan atlet menuju Popda 2020. Selain itu ia juga berharap agar KONI dan pemerintah memberikan support lebih pada pembinaan basket di Kota Batam.
”Baik pemerintah dan KONI Batam memberikan perhatian lebih pada pembinaan basket di Kota Batam. Apalagi dikatakannya regenerasi atlet yang memng menjadi kendala besar dalam pembinaan atlet basket. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Perbasi. Dan harapannya ke depan akan bisa lebih baik lagi,” tutup Satrio. (yan)
batampos.co.id – Perhelatan kompetisi bola basket antarpelajar se-Kepri bertajuk Batam Pos-Honda Student Basketball League (HSBL) IV 2019 telah ditentukan. Ajang olahraga bergengsi itu akan bergulit mulai 25 Januari mendatang.
”Pelaksanaannya (Batam Pos HSBL 2019, red) lebih kurang 10 hari, mulai 25 Januari sampai 3 Februari 2019,” kata Sales Manager Honda Kepri, Syaiful, Rabu (9/1).
Untuk tempat pelaksanaannya, HSBL keempat akan di buka di Hi-Test Arena yang merupakan lapangan basket ternama di Kota Batam. Sementara untuk babak penyisihan digelar di lapangan Sekolah Yos Sudarso. ”Masuk babak perempat final hingga selesai kembali diadakan di Hi-Test Arena,” terangnya.
Event rutin tahunan yang menjadi tiket menuju Honda Developmental Basketball League (DBL) ini, memang menjadi perhelatan yang ditunggu-tunggu para pebasket pelajar SMA sederajat. Terbukti target peserta yang disediakan untuk 20 tim putra dan 12 tim putri, sudah terpenuhi.
”Sebelum pendaftaran dibuka, sudah mengantre sekolah-sekolah yang ingin menjadi peserta. Jadi baru dibuka langsung mencapai target,” jelas Syaiful.
Manager Event Organizer (EO) Batam Pos Herman Mangundap menambahkan, saat ini hanya tinggal satu tempat untuk peserta tim putri. ”Yang tim putra sudah penuh, 20 peserta. Sedangkan tim putri 11 peserta, masih kurang satu peserta lagi yang bisa mendaftar langsung ke Batam Pos,” sebutnya.
Selanjutnya, para peserta akan menjalani technical meeting yang direncanakan dilaksanakan pada Sabtu (19/1/2019).
”Untuk tempat akan menyusul, dan dikabarkan langsung ke masing-masing perwakilan peserta,” tutup Herman.(nji)
Wishnu Wardana (rompi pink) di gelandang petugas kejaksaan negeri surabaya usai ditangkap di Jl. Kenjeran kemarin pagi. Wishnu ditangkap terkait kasus tindak pidana korupsi pengalihan aset PT. Panca Wira Usaha Jatim (BUMD) senilai 11 foto: M. Zaim Armies/Jawa Pos
batampos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya mengeksekusi Wisnu Wardhana (WW) pada Rabu (9/1/2019). Dia ditangkap di Jalan Kenjeran Pukul 06.30 WIB. Penangkapan mantan Ketua DPRD Surabaya ini berlangsung dramatis.
Terpidana kasus korupsi aset BUMD Jatim PT Panca Wira Usaha dengan kerugian negara senilai Rp 11 miliar ini sempat melawan upaya eksekusi. Bahkan satu sepeda motor milik anggota Kejari ditabrak hingga rusak parah saat berusaha menghadang laju mobil WW.
Eksekusi dipimpin langsung Kajari Surabaya, M Teguh Darmawan. Saat itu WW bersama anaknya mengemudikan mobil Daihatsu Xenia warna abu-abu nopol M 1732 HG. Mereka berencana menuju arah Madura.
“Kami sudah mengintai WW selama tiga minggu sebelum akhirnya melakukan penangkapan. Selama tiga minggu itu, WW kerap kali keluar kota untuk mengecoh petugas,” ujar M Teguh Darmawan, kemarin.
Lalu, pada Rabu pagi (9/1), tim mendapati jika WW berada di stasiun Pasar Turi. Lalu dia dijemput anaknya dengan mengemudikan mobil ke arah Madura. ”Sesaat sebelum masuk jembatan Suramadu, WW kami ringkus,” ungkap Teguh.
Saat mencoba dihentikan, mantan Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU itu tak menggubrisnya. Bahkan mobil yang ditumpanginya malah menambah kecepatan.
Kemudian saat berada di depan gang Lebak Jaya 2, WW dipepet oleh anggota Kejari yang hendak menghentikannya. Lagi-lagi WW tak menye-rah. Tak ingin buruannya kabur, anggota yang mengendarai sepeda motor lantas menghadang mobil pelaku dengan cara sepeda motornya diletakkan di posisi depan mobil yang ditumpangi WW.
Bukannya berhenti, mobil malah menabrak motor tersebut. Namun upaya kabur WW gagal lantaran mobil tak bisa melaju karena terganjal dengan motor. Meski demikian WW tak mau menyerah, dia tetap berada di dalam mobil dan tak menghiraukan petugas.
Beberapa petugas Kejari lalu menggedor kaca mobil agar WW keluar. Merasa sudah terkepung dan tak lagi bisa kabur, WW akhirnya keluar mobil. Dengan menggunakan topi, masker, dan jaket jumper warna biru dia langsung diseret ke mobil petugas. WW nampak menolak sambil anaknya terus menghalang-halangi. Sempat terjadi cek cok mulut, namun petugas bersikap tegas dengan membawa WW.
Ia mengatakan setelah WW berhasil ditangkap, lalu dibawa ke Kantor Kejari Surabaya. Tak lama di sana, WW segera dijebloskan ke Lapas Porong untuk menjalani hukuman.
Eksekusi ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Agung (MA) atas Kasasi Kejaksaan. Di dalam putusan tersebut, WW divonis enam tahun penjara. Dia juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. WW juga harus membayar uang pengganti kerugian negara Rp 1,5 miliar.
Sebelumnya, Wisnu divonis bersalah terkait dugaan korupsi aset BUMD Jatim PT Panca Wira Usaha. Wisnu dalam sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya pada 2017 lalu divonis majelis hakim pidana tiga tahun penjara.
Dia juga diharuskan membayar denda Rp 200 juta dan uang pengganti Rp 1,5 miliar. Terhadap putusan itu, Wisnu banding ke Pengadilan Tinggi Jatim dan divonis satu tahun penjara. Kejaksaan kemudian mengajukan kasasi ke MA atas putusan tersebut.
Wisnu diduga terlibat dugaan korupsi pelepasan dua aset PT PWU di Kediri dan Tulungagung pada 2013 lalu. Saat itu, Wisnu yang menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU dianggap menjual aset tidak sesuai prosedur.(yua/rud)
batampos.co.id – Jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman beralkohol (mikol) dari Singapura, Jumat (4/1/2019). Tak tanggung-tanggung, petugas mengamankan 12.294 botol mikol senilai Rp 8.542.260.000.
Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri di Tanjungbalai Karimun Agus Yulianto menjelaskan belasan ribu botol mikol tersebut dikemas dalam 1.303 kardus.
Minuman keras ilegal tersebut rencananya akan dibawa ke Palembang dengan kapal LCT Hansen Samudra I.
“Jumlahnya 1.303 karton atau 12.294 botol. Terdiri dari golongan B dan C,” ujar Agus Yulianto saat menggelar jumpa pers, Rabu (9/1/2019).
Agus memaparkan, penangkapan kapal yang memuat ribuan botol miras itu berawal dari informasi yang diterima kapal patroli BC 20006 dan BC 119 pada Jumat (4/1). Informasi itu menyebutkan ada kapal berbendera Indonesia dari arah Singapura akan berlayar menuju perairan Natuna dengan muatan barang ilegal.
Mendapat informasi itu, dua kapal patroli BC langsung melakukan penyisiran perairan Kepri.
Pada pukul 19.30 WIB kapal yang dicari sudah masuk ke perairan Kepri. Tepatnya di dekat Pulau Horsburgh.
“Selanjutnya anggota kami melakukan pemeriksaan terhadap kapal,” katanya.
Awalnya, petugas tidak menemukan apa-apa di dalam kapal. Namun, petugas tak mau menyerah. Berkat kejeliannya, akhirnya aparat BC menemukan ruangan tersembunyi di kapal tersebut. Posisinya di bagian belakang kapal. Di dalam ruangan yang disekat itulah kru kapal menyimpan belasan ribu botol miras ilegal itu.
“Lokasinya memang sulit untuk dijangkau. Sehingga anggota kami harus menunduk untuk sampai pada lokasi bagian belakang kapal,” paparnya.
Selanjutnya, aparat BC mendobrak sekat pembatas ruangan tersembunyi tersebut dan menemukan belasan ribu botol miras dalam 1.303 karton tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan. Nilai barang haram itu ditaksir mencapai Rp 8.542.260.000.
Aksi penyelundupan ini juga berpotensi menimbulkan kerugian negara sebanyak Rp 17,8 miliar.
Dari hasil penyelidikan aparat BC, kapal LCT Hansen Samudra 1 ini berasal dari Palembang dan akan kembali berlayar menuju Palembang. Namun kapal ini mengambil muatan miras tidak langsung dari Singapura. Sebab miras tersebut diangkut kapal lain dari Singapura yang kemudian dipindahkan ke kapal LCT Hansen Samudra 1 saat memasuki wilayah perairan Indonesia.
“Kami sudah menetapkan empat tersangka. Terdiri dari satu nakhoda kapal dan tiga orang krunya,” terang Agus.
KEPALA Kanwil DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto (tengah) bersama aparat dari TNI AD dan AL, polisi, dan kejaksaan menunjukkan sebagian botol minuman keras selundupan dari Singapura, Rabu (9/1). F. Sandi Pramosinto/Batam Pos
Menurut Agus, ketiga kru kapal tersebut ikut ditetapkan sebagai tersangka karena mereka mengetahui secara jelas aktivitas penyelundupan oleh LCT Hansen Samudra 1. Apalagi, kapal tersebut sudah lebih dari dua kali melakukan aksi penyelundupan yang sama dari Singapura ke Palembang.
“Untuk upah yang diterima para tersangka belum bisa diumumkan, karena kami masih melakukan pengem-bangan,” kata Agus lagi.
Berdasarkan data yang dihimpun Batam Pos, selain berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan karton miras, kapal patroli BC 14 10 milik Kanwil DJBC Khusus Kepri awal tahun ini juga berhasil menangkap dua kapal cepat (speedboat). Yak-ni speedboat Elang Laut dan speedboat tanpa nama pada Minggu (6/1) lalu di perairan Kepri. Penangkapan dilakukan karena kedua speedboat membawa muatan rokok ilegal.
Sebelumnya DJBC Khusus Kepri juga berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 95 ribu bibit lobster. Rencananya, bibit lobster itu akan diselundupkan ke Singapura.(san)