Senin, 1 Juni 2026
Beranda blog Halaman 11867

Giliran Solar yang Langka

0

batampos.co.id – Rabu (7/11) kemarin, pemilik kendaraan pengguna bahan bakar solar mengeluh karena sulit mendapatkan solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Saiful, warga Seibeduk, mengaku sulit mendapatkan bahan bakar solar dua minggu belakangan ini. Solar di SPBU Tanjungpiayu dan lainnya yang ia datangi selalu habis. ”Kalau pun ada harus mengantre berjam-jam,” ujar Saiful, kemarin.

Dia mengatakan, saat pasokan solar di beberapa SPBU di Seibeduk kosong, ia terpaksa harus berkeliling mencari di SPBU lainnya. Namun, beberapa SPBU yang ia datangi juga kerap kehabisan stok solar.

”Paling dekat itu di Tembesi. Nah, di sana juga sering kosong, dan kalau pun ada pasti diserbu warga lainnya,” sebutnya.

Kelangkaan solar juga terjadi di SPBU Codo di Sagulung. Pantauan Batam Pos, sejumlah mobil truk, angkutan umum, dan kendaraan lain yang berbahan bakar solar terlihat mengantre dan menunggu di luar SPBU. SPBU juga memajang tulisan ’BMM Bio Solar Dalam Pengiriman’ akan segera masuk.

”Iya dari pagi (kemarin, red) memang sudah kosong, malamnya ada tapi cepat habis,” kata seorang petugas SPBU tersebut.

Di SPBU Tembesi antrean kendaraan juga mengular. Dewa, sopir lori mengaku terpaksa mengantre karena lelah mencari solar. ”Baru dari SPBU Batuaji, di sana solar juga kosong,” jelasnya.

Sementara itu, Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut, Rudi Ariffianto belum berhasil dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui sambungn telepon, tapi sedang tidak aktif. Pesan singkat melalui WhatsApp juga belum mendapat balasan.

Namun, beberapa waktu lalu, Rudi menegaskan pengiriman pasokan solar ke Batam sudah sesuai kebutuhan. Apalagi untuk kuota solar yang dikirim ke masing-masing daerah telah diatur pemerintah karena disubsidi melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Dijelaskannya, peruntukan solar subsidi juga telah diatur pemerintah, seperti nelayan, petani, angkutan umum dan publik. Perusahaan besar atau industri dilarang membeli solar subsidi. ”Jadi, seharusnya tak ada kekurangan solar, sebab penyalurannya lancar,” kata Rudi. (yul/eja)

TNI AU Usir Enam Pesawat Asing

0
Tiga Sukhoi dari Skuadron 11 Makassar saat parkir di Bandara Internasional Hang Nadim, Selasa (30/10). Pesawat Sukhoi yang berada di Bandara Internasional Hang Nadim ini dalam rangka Operasi Tangkis Petir. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) berhasil menghalau pesawat asing dari wilayah udara Kepri selama Operasi Tangkis Petir sejak 30 Oktober lalu. Keenam pesawat asing itu terdiri dari pesawat sipil dan militer.

Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah, Kolonel ­­Pnb M Dadan Gunawan mengatakan, keenam pesawat ini tidak dilengkapi flight clearance saat memasuki wilayah Indonesia. Sehingga harus diusir dari langit NKRI.

“Penyebabnya itu bisa dibilang karena ketidaktahuan, ketidakpahaman atau mereka berpatokan kawasan yang mereka masuki di bawah kontrol Singapura,” kata Dadan, Rabu (7/11).

Dadan menjelaskan, saat dalam kendali otoritas Singapura, pesawat asing itu merasa wilayah yang dilewatinya adalah milik Singapura.

“Jalur yang ditentukan sudah ada, tapi ada juga yang sedikit melenceng dan melanggar jalur. Sehingga memasuki wilayah kedaulatan NKRI,” ungkap Dadan.

Setiap pelanggaran yang dilakukan pesawat asing ini, menurut Dadan, telah dilaporkan ke Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Baik itu karena ketidaktahuan, sengaja melanggar atau melenceng dari jalur, atau karena hal lain.

“Biar Mabes TNI AU yang memutuskan dan memberikan tindakan. Kami hanya menjalani perintah melaksanakan operasi saja,” tuturnya.

Sementara Komandan Skuadron 11 Makassar Letkol PnB Anton Pallaguna menambah-kan, pesawat yang diusir tersebut telah diidentifikasi secara elektronik dan visual. “Elektronik itu melalui radar dan informasi pusat kontrol. Visual itu, kami datangi lalu foto. Dan semua ini kami kirim ke pihak pusat,” ucapnya.

Selama operasi ini, kata Anton, daerah yang paling sering dimasuki pesawat asing tanpa izin di kawasan Anambas. “Kebanyakan dari 6 pesawat yang kami usir itu di kawasan tersebut,” tuturnya.

Anton menjelaskan, selama operasi berlangsung tidak ada upaya perlawanan dari pesawat asing yang diusir.

“Tidak ada yang ngeyel. Saat kami komunikasikan, mereka langsung keluar,” ungkapnya.

Anton menjelaskan, wilayah udara Kepri memang rawan pelanggaran oleh pesawat asing. Ini karena Kepri berbatasan dengan Singapura yang memiliki aktivitas penerbangan sangat sibuk. Apalagi sebagian Flight Information Region (FIR) Kepri saat ini masih dikuasai Singapura.

“Kalau di Makassar itu kebanyakan jalur domestik, jadi jarang ada pelanggaran,” tuturnya.

Dijelaskan, area kontrol penerbangan sipil di Kepri dari ketinggian nol hingga 3 ribu kaki saja. Di atas itu, dikendalikan pihak Singapura. Meski begitu, TNI AU tetap akan mengawasi area FIR Kepri yang dikendalikan Singapura itu.(ska)

Onderdil Pesawat Lion Air JT 610 Diganti di Bali

0
Tim SAR gabungan mengangkat ban pesawat Lion Air JT610 ke atas Kapal Baruna Jaya I di Perairan Karawang, Jawa Barat, Minggu (4/11/2018). Ban pesawat tersebut ditemukan di kedalaman 32 meter.FOTO : TAUFIK/JAWA POS

batampos.co.id – Penyelidikan kasus kecelakaan jatuhanya pesawat Lion Air PK-LQP terus dilakukan. Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menemukan fakta Angle of Attack (AOA) indicator pesawat tersebut diganti di sewaktu di Bali. Di sisi lain, proses evakuasi korban diperpanjang hingga tiga hari nanti.

Sebelumnya KNKT telah menemukan fakta bahwa pada empat penerbangan sebelumnya, pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 itu rusak. Empat penerbangan tersebut termasuk saat kejadian nahas pada 29 Oktober lalu. Permasalahan tersebut terletak pada penunjuk kecepatan atau Air Speed Indicator.

”Saat di Bali pada 28 Oktober, AOA sem­pat diganti setelah pilot,” tutur Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, Rabu (7/11).

AOA sensor yang dilepas di Bali menurut Soerjanto sudah dibawa ke kantor KNKT. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan di pabrik pembuatnya di Chicago.

Selain itu, dari Flight Data Recoder (FDR) menunjukkan saat penerbangan dari Bali ke Jakarta pesawat mengalami perbedaan AOA indicator. Di sisi kiri atau pada bagian kapten pilot berbeda 20 derajat dari sisi kanan atau first officer (FO). Saat di udara, tidak bisa diketahui bagian yang benar antara sisi kanan atau kiri. Namun pilot berhasil mendaratkan pesawatnya di Jakarta.

”Keberhasilan pilot menerbangkan pesawat yang mengalami kerusakan ini menjadi dasar KNKT memberikan rekomendasi kepada Boeing untuk disampaikan kepada airline di seluruh dunia jika menghadapi situasi yang sama,” ungkapnya.

Terkait kerusakan tersebut, baik Plt Dirjen Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tidak memberikan respons saat dihubungi Jawa Pos (grup Batam Pos) kemarin. Padahal Kementerian Perhubungan mengklaim bahwa pihaknya rutin melakukan rampcheck.

Sejauh ini, KNKT tidak hanya melakukan penyelidikan pada kondisi fisik atau rekaman FDR. Namun juga melakukan wawancara dan pengumpulan dokumen ke beberapa pihak. Mereka tidak hanya memeriksa kru pesawat yang terbang dari Bali ke Jakarta. Tetapi juga wawancara dengan kru yang tugas dari Manado ke Bali.

”Kami Sudah melaksanakan wawancara dengan teknisi yang melakukan perbaikan di Manado, Bali, dan Jakarta,” ujar Soerjanto.

Data lain yang diperlukan KNKT adalah mengenai percakapan pilot dan FO. Data tersebut berada di cockpit voice recorder (CVR). Alat tersebut belum ketemu hingga berita ini ditulis. ”Saat dilakukan pencarian dengan ping locator sinyalnya lemah sekali. Kemungkinan tertimbun lumpur,” ungkapnya.

Untuk itu kemarin KNKT mendatangkan kapal penyedot lumpur dari Balikpapan. Diperkirakan dalam dua hari ke depan, kapal tersebut akan berada di lokasi jatuhnya pesawat PK-LQP. ”Pencarian CVR untuk mengetahui tindakan yang dilakukan dan koordinasi antar pilot,” bebernya.

Selain itu KNKT juga merencanakan rekonstruksi penerbangan PK-LQP di engineering simulator milik Boeing di Seattle. Tujuannya untuk melihat kejadian kecelakaan pesawat dengan nomer penerbangan JT-610 tersebut.

Kasubkom Investigasi Keselamatan Penerbangan Nurcahyo Utomo juga menambahkan saat simulasi akan menggunakan data dari FDR. Indonesia atau Singapura memang memiliki simulator. Namun KNKT ingin simulasi tersebut seperti pesawat sesungguhnya sehingga harus dilakukan di kantor Boeing.

“Engineering simulator benar-benar bisa mensimulasikan seperti di pesawat,” ujar Nurcahyo.

Di sisi lain, evakuasi penumpang pesawat Lion Air PK-LQP diperpanjang tiga hari. Sebelumnya Kepala Basarnas Muhammad Syaugi telah memperpanjang selama tiga hari.

”Khusus untuk tim Basarnas,” ujar Syaugi.

Saat ini, ada 220 personel termasuk 60 penyelam yang ikut dalam evakuasi. Tim pencariakan fokus mencari korban dengan locus radius 250 meter pada koordinat yang selama ini menjadi pusat pencarian.

”Operasi ini sudah berlang-sung sepuluh hari, dan tren dari hasil penyisiran di permukaan maupun di dasar laut sudah menurun,” ungkapnya. (lyn/JPG)

FPI: Kasus Rizieq Direkayasa

0

batampos.co.id – Kasus yang mendera Muhammad Rizieq Shihab atau Habieb Rizieq Shihab (HRS) di Arab Saudi bertambah. Setelah tersangkut persoalan izin tinggal yang sudah kedaluwarsa, Rizieq dikabarkan sempat ditangkap polisi karena kedapatan ada bendera hitam dan mengarah pada ciri gerakan ekstrimis di rumahnya di Saudi, Senin (5/11) lalu.

Kasus ini langsung ditanggapi Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Ia menyatakan ada pihak yang sengaja memasang bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid di kediaman Rizieq Shihab di Makkah, Arab Saudi.

“Bendera dipasang oleh tu­kang fitnah. Ada operasi false flag terhadap Habib Rizieq Shihab di Makkah saat ini,” ucap Munarman, Rabu (7/11).

Munarman enggan merinci kronologi Rizieq diperiksa aparat setempat. Dia hanya menyayangkan ada pihak yang masih terus berupaya merekayasa kasus untuk menjatuh-kan Rizieq. Baik sejak Rizieq masih di Indonesia hingga saat berada di Makkah.

“Tujuannya hanya satu, yaitu Habib Rizieq Shihab mendapatkan kesulitan dan mereka para tukang fitnah berharap celaka kepada Habib Rizieq Shihab,” tutur Munarman.

Hingga tadi malam Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) belum mengonfirmasi status dari Rizieq. Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal tidak memberikan informasi status hukum pentolan Front Pembela Islam (FPI) tersebut.

Saat ditanya lebih detail terkait kasus terbaru Rizieq tersebut, Iqbal hanya menjawab diplomatis.

’’Bagi kami kasus ini tidak berbeda dengan kasus WNI lainnya yang menghadapi permasalahan hukum di luar negeri,’’ jelasnya. Menurut dia tugas perwakilan Indonesia sebatas memberikan pendampingan kekonsuleran untuk memastikan hak-hak hukum WNI yang bermasalah terpenuhi.

Dubes Indonesia di Riyadh Agus Maftuh Abegebriel juga tidak memberikan informasi terkini terkait status hukum Rizieq. Jawa Pos (grup Batam Pos) sudah berusaha mengguhubunginya, namun Dubes Agus tidak memberikan balasan atau tanggapan.

Dalam keterangan tertulisnya, Dubes Agus menjelaskan kronologi persoalan yang mendera Rizieq itu. Kasus ini bermula pada 5 November lalu sekitar pukul 08.00 waktu setempat, tempat tinggal Rizieq didatangi oleh kepolisian Makkah. Petugas kepolisian datang karena mengetahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis. Bendera tersebut dipasang di dinding bagian belakang kediaman Rizieq.

Setelah itu pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 waktu setempat, Rizieq dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis Ammah atau intelejen umum (General Investigation Directorate/GID). Kemudian Rizieq dibawa ke kantor kepolisian. Selanjutnya untuk keperluan proses penyelidikan dan penyidikan, Rizieq sempat ditetapkan untuk ditahan oleh kepolisian wilayah Makkah.

Setelah ditahan semalaman, pada 6 November Rizieq dilepas dan dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah. Upaya ini dilakukan dengan jaminan yang diberikan oleh perwakilan Indonesia. Tetapi belum ada kejelasan apa bentuk jaminan yang bisa membuat Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian.

Agus menjelaskan Arab Saudi sangat melarang keras segala bentuk jargon, label, dan atribut apapun yang melambangkan atau berbau terorisme. Baik itu terkait dengan simbol ISIS, Al-Qaedah, Al-Jamaah al-Islamiyah, dan organisasi sejenis lainnya. Pemerintah Saudi juga melakukan pemantauan aktivitas tersebut di media sosial. Kasus ini bisa berujung pidana berat jika terbukti bersentuhan dengan organisasi terorisme.

Habib Rizieq Shihab sempat dimintai keterangan oleh polisi Arab Saudi terkait adanya bendera bertuliskan Tauhid di tembok rumahnya. (ist/JawaPos.com)

Dia mengatakan KBRI di Riyadh akan terus berkoordinasi dengan otoritas di Arab Saudi. Supaya bisa memantau perkembangan tuduhan apa yang sebenarnya dijatuhkan kepolisian setempat kepada Rizieq. Dia berharap Rizieq hanya tersangkut masalah overstay saja. Dimana persoalan overstay merupakan pelanggaarn keimigrasian saja.

Sebaliknya dia mengaku khawatir jika tuduhan kepada Rizieq terkait dengan keamanan Kerajaan Arab Saudi. Jika benar tuduhan ini yang diberikan ke Rizieq, maka kasusnya akan ditangani oleh Riasah Amni ad-Daulah atau Presidency of State Security. Lembaga ini menurut Agus, merupakan sebuah lembaga yang bersifat superbody.

Sementara terkait pemeriksaan HRS oleh Pemerintah Arab Saudi, Polri bersikap pasif. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi police to police antara Polri dengan kepolisian Arab Saudi.

”Ini sebenarnya kewenangan Kementerian Luar Negeri,” ujarnya.

Bila dibutuhkan tentu Polri akan ikut berkoordinasi dengan kepolisian Arab Saudi.

”Ini kan soal warga negara Indonesia yang diperiksa di luar negeri. Bukan di dalam negeri,” tutur jenderal berbintang satu tersebut. Sementara Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menjelaskan bahwa terkait HRS sebenarnya perlu dipahami adanya kedaulatan sebuah negara. Bila ada masalah di luar negeri tentunya negeri lain tidak bisa terlibat.

”Begitu sebaliknya, orang luar diharapkan menghormati proses hukum di Indonesia,” ujarnya.(wan/idr/jpg)

Menjual Kesunyian di Laut Bintan

0
Turis menikmati sunset di atas kelong di laut Bintan. Foto: dok.traveller Bintan

Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau memang terkenal dengan pariwisatanya. Khususnya kawasan wisata Lagoi. Ada banyak resort di sana. Keindahan pantai dan lautnya tak kalah dengan Bali. Ratusan ribu wisatawan berkunjung ke sana setiap tahunnya. Pengelola wisata juga berlomba membuat event bertaraf internasional. Namun ada satu destinasi wisata berbeda di Bintan yang kini terkenal hingga ke Eropa.

MUHAMMAD NUR, Bintan

WISATA tak selalu identik dengan hingar bingar musik remix dari suatu tempat hiburan malam di suatu kawasan pariwisata. Juga tak selalu identik dengan minuman beralkohol ditemani wanita-wanita cantik nan seksi yang bisa menjadi selimut malam. Juga tak selalu identik perjudian yang dibalut gelandang permainan (gelper).

Bagi sebagian wisatawan, kesunyian malam di alam terbuka adalah sebuah kemewahan tiada tara. Lebih mewah dari hotel berbintang lima. Alam semula jadi bisa membuat wisatawan betah berlama-lama, menikmati karunia Tuhan yang tak bisa diukur dengan lembaran mata uang banyak negara.

Lihatlah kelong tempat menangkap ikan warga di laut Bintan. Sepintas memang hanya terlihat seperti onggokan bangunan yang tiangnya menghujam ke dasar laut. Ada juga yang bak onggokan “sampah” mengapung di atas laut yang tertambat jangkar ke dasar laut. Sebagian orang menyebutnya rumpon. Namun di Bintan lebih dikenal dengan nama kelong terapung. Alat apungnya umumnya menggunakan drum plastik yang dirakit sedemikan rupa.

Bila senja tiba, barulah mata dimanjakan dengan cahaya lampu dari kelong-kelong itu. Bila mata hari benar-benar kembali ke peraduan, kelong-kelong itu bak kunang-kunang berjejer. Sedap dipandang mata dari kejauhan. Namun siapa sangka kelong-kelong warga itu bisa disulap menjadi destinasi wisata yang memiliki nilai jual tinggi.

Selama ini, fungsi kelong yang tersebar di perairan Bintan tak lebih dari sekadar tempat menangkap ikan, udang, dan aneka hewan laut lainnya. Khususnya ikan teri. Jumlah kelong itu semakin bertambah di musim ikan teri tiba. Namun menjadi tak berguna dikala musim utara. Kelong-kelong terapung itu ditarik dan ditambat di bibir pantai. Menunggu angin dan ombak besar reda, lalu kembali ditarik ke tengah laut.

Selama ditambat, kelong itu tak menghasilkan apa-apa. Pemilik hanya bisa pasrah menunggu musim utara redah. Kadang pemilik banting setir ke pekerjaan lain agar dapur tetap mengepul. Sambil menunggu musim utara berakhir untuk kembali menarik kelong ke tengah laut untuk menangkap ikan.

Sekadar gambaran, kelong-kelong ini dibuat sekat-sekat dari kawat atau jaring dan ditaruh di permukaan hingga menjuntai ke dalam laut sedalam 3-5 meter. Sekat-sekat itulah yang berfungsi sebagai perangkap ikan.

Di Bintan, Kelong milik warga dilengkapi bangunan di sampingnya yang menyatu dengan sekat-sekat perangkap ikan. Bangunan menyerupai pondok tempat menunggu ikan-ikan memasuki ke perangkap. Juga berfungsi tempat isitirahat nelayan. Ada juga dilengkapi kamar untuk tempat istirahat yang nyaman. Juga ada ruang lain untuk tempat bersantai.

Dua setengah tahun belakangan ini, seorang wanita muda yang kaya ide bernama Mirawati mengangkat derajat kelong dari sekadar tempat nelayan menangkap ikan menjadi destinasi wisata yang menarik. Mengusung brand Traveller Bintan, wanita yang memiliki julukan si kecil cabe rawit ini menghimpun sejumlah pemilik kelong di Bintan, mengubah mindset mereka, bahwa kelong bisa menangguk lebih banyak uang tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai tempat menangkap ikan.

“Ada belasan yang sudah bergabung. Ada yang punya satu kelong, ada yang dua,” ujar Mira, sapaan akrab Mirawati, Rabu (7/11/2018).

Dengan memberi sentuhan di sana sini, terutama di bagian tempat istirahat yang dilengkapi tempat tidur yang nyaman, lengkap dengan toilet dan air bersihnya, juga tempat bersantainya, kelong warga kemudian disulap menjadi “hotel” yang terapung di laut Bintan.

“Saya hanya mengarahkan, pemilik kelong yang melakukannya,” ujarnya.

Setelah menyulap kelong warga menjadi “hotel” terapung, Mira juga mengajak pemilik perahu pancung, sejenis kapal kecil bermesin tempel untuk bergabung. Fungsinya, mengantarkan wisatawan ke kelong dan ke berbagai tempat wisata lainnya di Bintan.

Para pemilik yang sekaligus driver pancung juga dibekali standar pemahaman keselamatan. Pancung-pancung yang terbuat dari kayu itu juga dilengkapi dengan alat keselamatan, seperti baju pelampung, lampu menunjuk arah, kompas, dan lainnya.

“Jadi tidak asal, karena kenyamana dan keselamatan wisatawan itu jadi prioritas utama,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Mira juga menggandeng anak-anak muda Bintan yang memiliki kemampuan menyelam (diving). Terutama yang sudah memiliki sertifikasi untuk diving. Tujuannya, untuk memandu wisatawan yang ingin menyelam menikmati alam bawah laut Bintan atau memandu wisatawan yang ingin snorkling.

Tak cukup sampai di situ, Mira dan tiga tim intinya juga mengajak warga yang memiliki usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di beberapa pulau dan desa untuk mengambil peran. Mereka menyediakan cenderamata atau oleh-oleh, terutama olahan makanan berbahan baku hasil laut yang bisa dinikmati langsungn atau dibawa pulang wisatawan.

Mira juga bermitra dengan sejumlah aktivis lingkungan atau pelestari hutan mangrove di Bintan. Serta berbagai elemen masyarakat lainnya. “Semua tenaga lapangan melibatkan warga tempatan di sana. Konsep kami menciptakan destinasi wisata yang berbeda dengan memberdayakan masyarakat sehingga ekonomi masyarakat juga meningkat,” ungkap Mira.

Setelah merintis jejaring itu, Mira kemudian membuatkan paket-paket wisata melalui travelnya bernama Traveller Bintan yang ia pasarkan secara digital ke market-market potensial ke berbagai belahan dunia, termasuk di dalam negeri.

“Kami mengandalkan digital marketing untuk menawarkan paket wisata kami. Kami hadir di semua platform digital, termauk di Instagram, facebook, twitter, dan platform digital lainnya dengan brand Traveller Bintan,” ujar Mira.

Cara pemasaran dengan mengandalkan digital marketing ternyata cukup efektif. Selain efisien dari sisi biaya, juga bisa langsung menyasar market potensial. Responnya pun luar biasa. Banyak pesanan masuk dari berbagai negara.

Lalu apa yang ditawarkan ke wisatawan di kelong itu? Mira menjawab kenyamanan alam semula jadi. Di kelong terapung yang sudah disulap menjadi hotel terapung di laut Bintan, turis bisa langsung disapa angin laut sepoi-sepoi yang menerobos masuk melalui celah-celah jendela kelong. Turis juga bisa berjemur di siang hari sembari menikmati hamparan laut luas bersama orang tercinta.

Begitupun di sore hari, Turis bisa menyaksikan matahari tenggelam di sisi barat. Apalagi matahari seolah tenggelam di tengah laut, berganti malam yang suasananya tak kalah menariknya. Nyanyian lembut suara lautan hingga kesunyian malam di tengah laut menjadi fasilitas mewah.

Jika cuaca terang atau bulan purnama, pemandangan menjadi lebih indah. Cukup berbaring menghadap langit di atas kelong, memandangi bulan dan jutaan bintang yang kerlap kerlip menghampar begitu luas di langit jauh. Temaram cahayanya menyapa turis yang menghuni kelong.

Turis juga dengan leluasa menghirup udara malam yang sejuk, segar, bersih, dan bebas polusi.

Jika Ingin merasakan secara nyata menjadi nelayan, bisa melempar pancing atau jaring sembari bercengkrama dengan orang tercinta. Apalagi jika berada di laut saat bulan gelap, ikan-ikan akan sangat mudah mendekat dan dijaring.

Tak hanya itu, hasil tangkapan yang sangat segar, bisa diolah secara tradisional dengan bumbu segar, membuat lidah terus bergoyang. Sungguh kenikmatan yang tak dapat didustakan.

Belum lagi saat terjaga di subuh hari, kemewahan itu kembali menghampiri. Sunrise selalu menyambut dengan cahayanya yang indah di antara gumpalan awal yang seolah muncul dari tengah laut.

Turis asing dibawa keliling menikmati bakau di Bintan. Foto: dok. Traveller Bintan

Mau bermain dengan ikan-ikan dan melihat keindahan terumbu karang di siang hari? Tinggal mencemplungkan diri untuk diving atau sekadar snorkeling. Turis bisa menyapa ikan Nemo dan ikan lain beragam corak di antara terumbu karang yang indah. Sungguh akuarium raksasa yang tak berpenghujung.

“Itulah gunanya kami menggandeng warga sebagai pemandu menyelam atau snorkling,” ujar Mira.

Tak hanya itu, aneka biota laut yang punya karakater dan ciri menarik itu semakin memanjakan mata karena berenang di antara terumbu karang warna warni dengan beragam bentuk yang indah. Sungguh keindahan dan kemewahan luar biasa bagi penyuka nature dan adventure.

“Keindahan alam semula jadi itu yang kami jual dan laku dijual. Turis yang pernah mencoba pasti ingin kembali lagi,” ujar anak nelayan yang pernah menimba ilmu di Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) di Dompak, Tanjungpinang, ini.

Tak hanya menghabiskan waktu di kelong, turis juga bisa diajak berkeliling pulau menyapa warga yang mayoritas nelayan. Juga membeli aneka panganan dan oleh-oleh yang disediakan para UMKM di desa atau pulau nelayan yang disinggahi.

“Makanya kami berdayakan UMKM juga, turis bisa langsung transaksi dengan para UMKM itu. Dengan begitu, ekonomi masyarakat setempat bergerak,” ujar Mira.

Mira mencontohkan turis lokal dari Bank Indonesia pusat berjumlah 150 orang yang baru saja selesai menikmati paket wisata alam Bintan yang ia tawarkan. “Saat kami bawa belanja di UMKM milik warga, dua jam saja penjualan tembus Rp 12 juta. Lumayan membantu warga,” ujar Mira.

Turis juga bisa diajak menikmati hutan bakau. Bahkan, untuk menamkan rasa cinta pada lingkungan, turis bisa diajak menanam bakau di tepi laut yang di lokasi yang sudah disediakan.

Bahkan turis juga bisa berkunjung ke sekolah-sekolah untuk sekadar bercengkramah dengan anak-anak sekolah di pulau-pulau di Bintan. Jika ingin memberikan bantuan, juga bisa.

Rata-rata turis yang datang ingin bertemu dengan nelayan untuk sekadar berbagi cerita. “Jarang-jarang kan turis bisa ngobrol denga nelayan, di sini kita siapkan paketnya,” ujar Mira.

“Pokoknya kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, sehingga setiap turis yang datang pulangnya punya cerita yang menarik yang bisa mereka bagi ke yang lainnya,” ujar Mira.

Sejak berdiri 24 Maret 2016 lalu, setiap tahunnya Mira kedatangan lebih dari 1000 orang untuk turis nusantara (Indonesia) dan ratusan turis asing dari berbagai negara di dunia.

“Ada yang dari Eropa, salah satunya Inggris. Banyak juga dari Asia, dan berbagai negara lainnya. Karena menggunakan digital marketing, makanya penawaran paketnya bisa ke berbagai belahan dunia,” ujar Mira.

Menariknya, turis dua atau tiga orang tetap dilayani dengan konsep privat. Artinya, tidak bercampur dengan turis lainnya. “Kami selalu menawarkan ke turis paket yang mereka inginkan, bisa kami penuhi. Rata-rata yang pernah ke sini kembali lagi dan lagi,” ungkap Mira sambil tersenyum. ***

Hijrah ke BBM Pertamina Beroktan Tinggi, Mesin Kendaraan Lebih Awet

0
Operator SPBU Simpang Kabil, Batam, Kepri mengisi bahan bakar Pertamax Turbo ke salah satu kendaraan beberapa waktu lalu. Warga Batam saat ini banyak beralih ke bahan bakar beroktan tinggi seperti Petralite dan Pertamax Plus untuk performa kendaraan lebih baik. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Memberikan “minum” kendaraan sesuai dengan kebutuhannya tak hanya membuat performa kendaraan menjadi lebih baik, tapi juga bisa memperpanjang umur kendaraan. Pertamina sudah sejak lama menghadirkan beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) yang bisa digunakan kendaran tua hingga kendaraan keluaran terbaru dengan teknologi terbaru.

MUHAMMAD NUR, Batam

JEMARI Muhammad bergegas meraih telepon pintar dari balik saku bajunya, 7 Agustus 2018 lalu. Sebuah pesan masuk ke whatsappnya. Telunjuknya menari di atas layar sentuh membuka pola kunci gawainya. Dalam hitungan detik, aplikasi whatsapp sudah ia buka untuk melihat isi pesan yang masuk.

“Oh, dari Pak Jufri,” ujarnya pada istrinya, Nisa Nisyana yang duduk di sampingnya.

Jufri seorang ahli pengobatan akupuntur yang tinggal di Perumahan Taman Mutiara Duta, Tiban, Sekupang, Batam, Kepulauan Riau. Ia menawarkan mobil kepada Muhammad.

“Assalamualaikum, saya mau nawarin mobil saya Mitsubishi Space Wagon keluaran tahun 2000. Mesin 2000 cc, surat lengkap, pajak hidup, siapa tahu bapak berminat,” tulis Jefri melalui pesan WA.

Jufri lalu mengirimkan foto-foto mobilnya dari berbagai sudut. Baik bagian eksterior maupun interiornya. Muhammad yang sudah beberapa kali datang ke rumah itu untuk terapi akupuntur, sudah pernah melihat langsung mobil tersebut. Namun belum tahu kondisi mesinnya.

“Kondisi mesin bagaimana?” tanya Muhammad, balik.

“Kondisinya oke, tak pernah ada masalah, silakan datang lihat, sekalian langsung tes,” ujar Jufri.

Muhammad pun sepakat datang ke rumah Jufri pada 8 Agustus 2018 lalu. Pukul 10.00 WIB ia sudah tiba di rumah Jufri. “Langsung tes saja,” ujar Jufri sambil memberikan kunci mobilnya ke Muhammad.

Sejurus kemudian bapak tiga anak ini memacu mobil tersebut di jalan lurus, belokan, hingga tanjakan. Setelah itu ia kembali ke rumah Jufri. “Tarikan masih bagus. Mesin masih halus. Di tanjakan masih kuat. BBM-nya pakai apa?” tanya Muhammad.

Jufri lalu menjelaskan, meski Mitsubishi Space Wagon keluaran tahun 2000, namun sudah mengusung teknologi yang maju. Menggendong mesin 2000 cc dengan menggunakan teknologi Gasoline Direct Injection (GDI) pada sistem pembakaran bahan bakarnya, mobil tersebut dirancang untuk menggunakan BBM ber-RON tinggi.

RON (research octane number) atau dikenal dengan Oktan adalah angka atau rasio yang menunjukkan besaran tekanan yang bisa diberikan sebelum BBM terbakar secara spontan.

“Mobil ini harus pakai Pertamax Plus yang beroktan 95. Tapi di Batam sekarang kan cuma ada Pertamax Turbo (oktan 98) itu jauh lebih bagus lagi,” ujar Jufri.
Mendengar mobil tersebut menggunakan Pertamax Turbo, kening Muhammad langsung berkerut. “Waduh, mahal itu, apalagi kalau Pertamax Turbo. Bisa koyak kantong,” ujarnya.

“Bisa tak pakai premium?” tanya Muhammad, lagi.

Jufri langsung mengingatkan bahwa jauh lebih baik memberi “minum” kendaraan sesuai kebutuhannya. “Kalau pakai premium larinya tersendat-sendat, berat, ngelitik, orang teknisi mobil bilang knocking karena mesin mobil ini rasio kompresinya tinggi sehingga direkomendasikan menggunakan BBM beroktan tinggi,” ungkap Jufri.

Dengan BBM beroktan tinggi, pembakarannya jauh lebih sempurna, sehingga performa mobil jauh lebih baik dan bertenaga. Jarak tempuhnya pun lebih jauh daripada menggunakan BBM jenis Premium (oktan 88). “Premium lebih cocok untuk kendaraan dengan kompresi rendah,” ujar Jufri.

Ia pun menceritakan, selama 13 tahun ia menggunakan mobil tersebut tidak pernah ada masalah karena selalu memberinya “minum” Pertamax, Pertamax Plus lalu beralih ke Pertamax Turbo setelah Pertamax Plus tak dijual lagi di Batam. Apalagi sedari awal mobil tersebut sudah menggunakan BBM beroktan tinggi.

“Ini kan seken Singapura, di Singapura BBM rata-rata beroktan tinggi di atas 90 semua dan mereka disiplin menggunakan BBM sesuai kebutuhan mesin kendaraannya,” ungkap Jufri. “Kalau tak percaya, coba tanya orang Pertamina atau teknisi yang paham mobil,” ujarnya, lagi.

Mendengar penjelasan Jufri, Muhammad menganggukkan kepala. Sejurus kemudian mereka negosiasi laluketemu angka harga yang cocok. Pada 12 Agustus akad jual beli berlangsung sekaligus serah terima kendaraan.

Muhammad kemudian memacu kendaraan yang ia beli ke kediamannya di Perumahan Legenda Malaka, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau. “Tapi dalam perjalanan, saya masih tak begitu yakin kalau pakai premium jadi berat tarikannya,” ujar Muhammad kepada Batam Pos, Kamis(1/11/2018).

Karena penasaran, beberapa hari kemudian ia mencoba mengisi Premium. Namun karena khawatir ngelitik, ia mencapurnya dengan Pertalite yang kadar oktannya 90. “Saya isi Premium Rp 50 ribu, Pertalite Rp 50 ribu,” ujarnya.

Ia merasaka perbedaan saat menggunakan campuran Premium dan Pertalite ternyata. “Tersendat-sendat sih tidak, tapi memang lebih cepat ngacir kalau pakai Pertama Turbo,” ujarnya.

Dari beberapa literatur yang ia baca, penjelasan yang ia dapat dari pemilik sebelumnya (Jufri) ternyata benar. Mencapur dua jenis BBM yang beda kadar oktannya selain berbahaya bagi mesin untuk jangka panjang, juga tak akan menghasilkan performa jarak tempuh yang ideal karena pembakaran BBM menjadi tidak sempurna. Apalagi kalau menggunakan BBM beroktan rendah seperti Premium.

Muhammad akhirnya memilih menghentikan mencampur Premium dan Pertalite setelah dua kali pengisian. Ia memilih menggunakan Pertalite yang oktanya 90 namun harganya masih terjangkau. Itupun tidak lama. Ia kembali hijrah menggunakan Pertamax Turbo yang kadar oktannya 98 setelah mendengarkan masukan dari Edi Suprapto, teknisi mobil yang memasangkan pipa pompa pendingin mobilnya, pekan lalu.

“Mobil saya ternyata dirancang menggunakan BBM beroktan 95+ seperti tertera di balik tutup tempat mengisi BBM. Artinya minimal pakai Pertamax Plus, Pertamax Turbo lebih bagus,” ujarnya.

Edi menyarankan agar ia tetap menggunakan Pertamax Turbo jika tak ada Pertamax atau Pertamax Plus. Supaya performa mesin tetap terjaga. Pria yang sudah lebih dari 15 tahun menangani berbagai jenis mobil, mulai dari mobil tua hingga seri terbaru menilai mobil Muhammad yang sudah berusia 18 tahun itu masih bagus. Selain faktor perawatan oli, pendingin, dan komponan lainnya, juga faktor penggunaan BBM yang sesuai kebutuhan mesin mobil tersebut.

“Performa mesinnya tak kalah dengan mobil baru. Salah satunya karena pemilik sebelumnya konsisten menggunakan BBM oktan tinggi. Mobil ini rasio kompresinya tinggi, maka memang sebaiknya pakai BBM oktan tinggi,” ujarnya.

Harga BBM beroktan tinggi seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus maupun Pertamax Turbo keluaran Pertamina memang lebih tinggi dibandingkan dengan Premium (bensin). Namun, Edi meyakinkan jika mau dicermati, sesungguhnya performa mesin dan jarak tempuh yang dihasilkan lebih baik dan lebih jauh dari BBM beroktan rendah yang harganya relatif murah. Juga lebih seimbang dengan jumlah lembaran rupiah yang dikeluarkan.

“Kan sayang, mesin dengan kompresi tinggi diberi minum BBM beroktan rendah yang sejatinya untuk mesin berkompresi rendah. Batuk dia, ngelitik mesinnya,” ujar Edi.

Ia menceritakan pengalamannya menangani mobil pelanggannya yang serupa dengan mobil Muhammad. Gara-gara pemiliknya nekat memberi Premium, padahal rekomendasi pabrikan Jepang harus menggunakan BBM beroktan tinggi, GDI mobil tersebut rusak. Begitupun beberapa kendaraan kompresi tinggi dengan teknologi di luar GDI.

“Cari part GDI di Batam itu susah. Untung masih ada dijual di negeri tetangga Singapura. Begitu ganti bagus lagi. Sejak itu mobilnya tak mau lagi dikasi Premium. Hijarh ke BBM beroktan tinggi. Hasilnya, mobilnya awet hingga saat ini masih bagus,” ujar Edi.

Secara teknis, Edi menjelaskan pentingnya memberi “minum” kendaraan sesuai BBM yang dibutuhkan. Dalam hal ini kendaraan kompresi tinggi memang minumnya sebaiknya BBM beroktan tinggi. Terutama kendaraan keluaran baru saat ini umumnya memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi, sehingga BBM-nya harus sinergi dengan yang dibutuhkan. Tentu BBM beroktan tinggi seperti Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo.

Yang paling dikhawatirkan, kata Edi, jika kendaraan memiliki rasio kompresi mesin yang tinggi, diberi BBM oktan rendah. Bisa menyebabkan knocking atau ngelitik akibat pembakaran menjadi tidak sempurna di dapur pacu.

Gambaran sederhananya, lanjut pria yang juga bekerja di bengkel Auto Sport 1 di kawasan Mega Legenda 2 Batam Centre ini, jika menggunakan BBM oktan rendah sementara rasio mesin berkompresi tinggi, maka yang terjadi di dapur pacu, campuran udara dan BBM akan meledak sendiri sebelum ada percikan api dari busi.

Akibatnya, piston belum muncul sempurna sudah dihantam ledakan bahan bakar bercampur udara yang meledak sebelum ada percikan api dari busi sehingga tenaga yang dihasilkan tak maksimal. “Lama-lama pistonnya bisa jebol, akselerasi kendaraan juga menjadi kurang bagus karena terasa berat,” ujarnya.

Berbeda jika rasio mesin berkompresi tinggi diberi BBM beroktan tinggi. Pembakaran di dapur pacu akan sempurna. Campuran BBM dengan udara baru akan meledak setelah ada percikan api dari busi, sehingga pergerakan piston sesuai dengan semestinya. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan menjadi lebih maksimal.

Selain itu, penggunaan BBM oktan tinggi seperti Pertamax, Pertamax Plus atau Pertamax Turbo juga menghasilkan ruang bakar yang bersih, sehingga mengurangi biaya perawatan dan mesin lebih awet. Emisi gas buang juga menjadi lebih ramah lingkungan.

“Jadi perlu disinergikan spesifikasi kendaraan dengan kebutuhan bakarnya. Itu tadi, kalau rasio kompresi kendaraan tinggi ya pakai BBM oktan tinggi. Pertamina sudah menghadirkan varian BBM beroktan tinggi sesuai kebutuhan kendaraan yang ada,” ujarnya.

Edi kemudian mengutip apa yang pernah disampaikan Indra Pratama, Commercial Fuel Marketing PT Pertamina. Kalau kendaraan dengan rasio kompresi mesin lebih tinggi diberi BBM oktan rendah, jarak tempuhnya berkurang karena pembakaran tidak sempurna. Bahkan bisa menimbulkan flek atau ngelitik.

“BBM oktan tinggi harganya memang tinggi, tapi sesuai dengan kualitasnya. Performa kendaraan menjadi lebih baik dan awet. Itu penting,” ujarnya.

Area Manager Communication & Relation Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut/MOR 1), Rudi Ariffianto membenarkan penggunaan BBM beroktan tinggi pada kendaraan yang mesinnya memiliki kompresi tinggi sangat penting. Ia menyebutkan BBM Pertamina yang beroktan tinggi memiliki zat yang lebih encer dibandingkan dengan Premium yang memiliki Oktan 88.

“Kalau mesin kendaraan berkompresi tinggi memang membutuhkan BBM beroktan tinggi untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, sehingga performa kendaraan menjadi lebih maksimal dan tidak mudah rusak. Pertamina memiliki BBM dengan kadar oktan tinggi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan tersebut,” ujar Rudi, Rabu (7/11/2018).

Ia mencontohkan BBM Pertamina beroktan tinggi seperti Pertalite beroktan 90, Pertamax beroktan 92, Pertamax Plus beroktan 95, dan Pertamax Turbo beroktan 98, cocok untuk kendaraan yang menggunakan mesin berkompresi tinggi.

“Kalau dari sisi irit, kalau pakai BBM Pertamina yang beroktan tinggi tersebut, justerui lebih irit dan pembakaran sempurna sehingga jarak tempuh pun menjadi lebih jauh,” ujarnya.

Berbeda jika menggunakan BBM beroktan 88, maka pembakaran menjadi tidak sempurna sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih boros.

Tak hanya itu, bila kendaraan dengan rasio kompresi yang tinggi menggunakan BBM dengan oktan yang rendah, akan menyebabkan pengendapan arang pada mesin kendaraan. Hal ini dikarenakan mesin kendaraan tidak melakukan pembakaran yang sempurna, sehingga berpengaruh terhadap kinerja mesin kendaraan.

Soal di Kepri kini hanya tersedia Pertamax Turbo dan sudah tak ada lagi Pertamax dan Pertamax Plus, Rudi menjelaskan pada awalnya produk yang tersedia untuk wilayah Kepri adalah Pertamax Plus, bukan Pertamax dikarenakan alasan kemudahan pasokan. Seiring perubahan produk Pertamax Plus menjadi Produk Pertamax Turbo, maka Top Tier Product yang tersedia saat ini di Kepri adalah produk Pertamax Turbo.

Namun, menyambut keinginan masyarakat terhadap produk Pertamax yang luar biasa di wilayah Kepri, Pertamina berencana akan mengadakan produk Pertamax. “Paling lambat akhir 2018 sudah ada,” ujar Rudi.

Rudi juga menyebutkan tren pembelian BBM beroktan tinggi di Kepri, khususnya Batam, cukup bagus. Proporsi penjualannya mencapai 33 persen dari total gasoline yang disalurkan Pertamina
. Hal itu tak terlepas dari kesadaran pengguna kendaraan, pentingnya menggunakan BBM beroktan tinggi agar performa kendaraan mereka lebih baik. Apalagi perkembangan kendaraan di Kepri cukup pesat. Kendaraan seperti mobil keluaran terbaru dengan teknologi terbaru cukup banyak beredar, sehingga kebutuhan BBM beroktan tinggi terus meningkat.

Pertamina saat ini gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat beralih ke BBM beroktan tinggi melalui program Berkah Energi Pertamina. Termasuk membuka outlet-outlet baru. Selain itu, Pertamina juga melakukan edukasi ke kampus-kampus maupun komunitas. “Sponsorship kegiatan olahraga seperti IBL, Proliga, dan lain sebagainya juga dalam rangka promosi,” ujarnya. ***

Kapolda Ini Blusukan ke Sekolah, Ini yang Dilakukan…

0
Foto: Rakyat Maluku

batampos.co.id – Kapolda Maluku Irjen Pol Royke Lumowa menyempatkan waktunya untuk melihat secara langsung aktivitas belajar dan bermain siswa-siswi di SMA Xaverius Ambon dan salah satu sekolah dasar (SD) di kawasan tersebut, Rabu (7/11).

Kedatangan mantan Dankorlantas Mabes Polri ini dilakukan spontan. Kapolda saat itu sedang menuju tempat kerja, lalu secara spontan ia turun dari mobil dinas, dan masuk ke kompleks sekolah. Dia masuk karena melihat adanya aktivitas para siswa yang tampak ramai.

Kedatangan Kapolda tentu saja mendapat perhatian dari guru dan siswa di SMA dan SD tersebut. Kapolda juga sempat menikmati permainan basket bersama para siswa SMA. Juga meladeni foto bersama dengan guru dan siswa sekolah.

Usai berbincang, bermain basket, dan foto bersama dengan para guru dan siswa SMA Xaverius, Kapolda lalu menuju sekolah dasar yang bersampingan dengan SMA tersebut.

Selain bercanda dengan para siswa SD, ia juga menanyakan beberapa pertanyaan yang membuatnya tampak akrab di mata para siswa, selayaknya berada di sisi orang tua atau guru mereka.

“Ini semua terjadi secara spontan,” ujarnya.

Dia mengaku hanya ingin menyapa kepala sekolah dan guru-guru, serta para murid. “Selesai ketemu Kepsek, saya minta izin menyapa murid di satu kelas. Hanya memberi motivasi sebagai anak muda, jangan mudah putus asa, jangan mengeluh. Maju terus membangun negeri ini,” ujar putera terbaik asal Kota Kawanua, Manado itu.

Ia juga mengingatkan para siswa khususnya yang Kelas 12, yang tidak lama lagi akan mengikuti ujian nasional untuk rajin dan tekun belajar. “Karena, keberhasilan hanya dapat dicapai lewat usaha yang sungguh-sungguh, termasuk belajar yang tekun dan rajin,” ujarnya.

Kabag Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhammad Roem Ohoirat, membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi.

Menurut Roem, kedatangan Kapolda di dua sekolah tersebut di luar agenda. “Tadi Kapolda lewat dan melihat ada anak-anak istirahat dan bermain, lalu Kapolda balik dan masuk ke SMA Xaverius. Kapolda masuk dan berbaur dengan para siswa,” ujarnya. (WHL/jpg)

Tentang Pria yang Ditemukan Meninggal di Parkiran Hang Nadim

0

batampos.co.id – Jagat maya Kota Batam pagi tadi sempat dihebohkan dengan foto viral sosok lelaki tewas di parkiran bandara Hang Nadim.

Siapa sejatinya pria itu?

Isak tangis pecah di ruang Instalasi Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Riau (Kepri). Tangisan itu berasal dari keluarga Herman, 52, laki-laki yang ditemukan dalam keadaan meninggal di parkiran Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Rabu (7/11).

Dua anak perempuan Herman tampak terpukul dengan peristiwa yang terjadi. Dalam dekapan kerabatnya yang turut hadir di ruang depan Instalasi Forensik ini, keduanya tak henti menangis. Mata kedua anak perempuan korban pun terlihat sembab dan basah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, awalnya jasad korban ditemukan oleh seorang porter bandara.

Porter itu curiga melihat sosok pria yang tergeletak di tangga parkiran sepeda motor. Porter yang diketahui bernama Bambang ini mendekati dan membawa pria tersebut dibantu oleh beberapa warga dibawa ke klinik bandara.

“Informasinya begitu, yang bersangkutan baru saja mengantar penumpang, tapi belum diketahui secara pasti,” kata Suwarso,Rabu (7/11).

Sementara itu, pihak rumah sakit sampai saat ini masih manunggu koordinasi dengan keluarga terkait bagaimana penanganan Herman. Apakah akan dilakukan visum atau tidak. Dari informasi awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh Herman.

Riki Ruza, 44, Sekertaris RT dimana Herman tinggal mengatakan, kematian laki-laki asal Lombok ini mengagetkan semua orang. Karena, pada malam harinya Herman masih berkegiatan seperti biasanya. Korban masih bergaul dan berinteraksi dengan tetangga.

“Kalau sudah ajal tidak bisa diapakan lagi. Kita berharap semua proses setelah ini bisa berjalan lancar,” kata Riki ketika ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.

(bbi/JPC)

Kronologi, Pemanggilan Habib Rizieq oleh Polisi Arab Saudi

0
Habib Rizieq Shihab sempat dimintai keterangan oleh polisi Arab Saudi terkait adanya bendera bertuliskan Tauhid di tembok rumahnya. (ist/JawaPos.com)

batampos.co.id – Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, ia telah mendengar kabar pemanggilan Muhammad Rizieq Syihab (MRS) atau Habib Rizieq oleh aparat keamanan di Makkah sejak Senin, (5/11). Ia mengaku langsung menghubungi kolega-koleganya di Saudi untuk memastikan kabar tentang penangkapan MRS.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga telah melakukan komunikasi dengan Agus untuk memastikan info tersebut.

“Menlu mendorong dan memerintahkan KBRI untuk melakukan pendampingan dan pengayoman kepada MRS dalam menghadapi kasus yang dihadapi MRS,” kata Agus dalam keterangan tertulisnya yang dikirim kepada awak media pada Selasa, (7/11).

Keesokan harinya yaitu pada Selasa, (6/11), Agus memerintahkan DIPPASSUS (Diplomat Pasukan Khusus) yang merupakan gugus tugas reaksi cepat untuk berangkat ke Makkah dan memastikan kabar yang beredar tersebut. Setelah melakukan penelusuran, didapatlah kronologi kejadian sebagai berikut.

Pada Senin, (5/11) sekitar pukul 08.00 waktu setempat, tempat tinggal MRS didatangi oleh kepolisian Makkah. Sebab, diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstrimis ISIS pada dinding bagian belakang rumah MRS. Saat itu sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Makkah.

Pukul 16.00, MRS dijemput oleh kepolisian Makkah dan Mabahis ammah (intelijen umum, General Investigation Directorate GID) lalu dibawa ke kantor polisi. Selanjutnya untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makkah.

“Bahwa Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apapun yang berbau terorisme seperti ISIS, Al-Qaedah, Al Jama’ah Al Islamiyyah dan segala kegiatan yang berbau terorisme dan ekstrimisme,” ujar Agus dalam keterangannya.

Sosial media juga dipantau oleh pihak keamanan Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Kantor Mabahis ‘Aamah (intelijen umum), MRS diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Makkah pada Selasa (6/11) pukul 16.00. Pada pukul 20.00 Waktu Saudi di hari yang sama, dengan didampingi oleh staff KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Makkah dengan jaminan.

(iml/JPC)

Batam Turunkan 58 Atlet di Kejurprov PBSI Kepri

0
ilustrasi

batampos.co.id – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kepri menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Kepri di GOR Banda Baru, Seipanas, mulai Kamis (8/11) hingga Minggu (11/11) mendatang. Kejurprov ini diikuti pengurus kabupaten dan kota (pengkab/pengkot) PBSI se-Kepri.

Ketua PBSI Kota Batam, Alvian mengatakan kejuaraan untuk tahun ini dilaksanakan di Batam. Sebanyak sembilan nomor wajib digelar dalam Kejurprov ini. Yaitu tunggal usia dini putra dan putri, tunggal anak putra dan putri, tunggal pemula putra dan putri, ganda pemula putra dan putri. Lalu, tunggal remaja putra dan putri, ganda remaja putra dan putri. Kemudian nomor tunggal taruna putra dan putri, ganda taruna putra dan putri, dan ganda campuran taruna.

Selain itu, dalam kejurprov ini juga digelar open tournament untuk kategori ganda dan beregu.

”Kategorinya untuk dewasa putra, dewasa putra member Banda Baru, ganda veteran U-90, dan beregu dewasa antarklub,” terang Alvian. ”Untuk kategori beregu dewasa antarklub menggunakan format Piala Sudirman, mempertandingkan nomor tunggal, ganda, dan campuran,” tambahnya.

Terkait kejurprov ini, Alvian mengatakan Batam akan mengikutsertakan sebanyak 58 atletnya. ”Terdiri dari 34 atlet putra dan 24 atlet putri. Mereka akan berlaga dalam kategori tunggal usia dini, anak, remaja, dan taruna,” jelasnya.

Alvian juga menerangkan bahwa target yang diraih dalam kejurprov adalah untuk mempertahankan gelar juara umum yang diraihnya dalam kejuaraan yang sama tahun lalu.

”Tahun lalu kami berhasil meraih gelar juara umum. Karenanya juara umum juga menjadi target yang harus kami raih di tahun 2018 ini,” paparnya.

Dia optimis Batam akan bisa meraih hasil maksimal dalam gelaran tahun ini. Menurutnya kemampuan atlet bulu tangkis Kota Batam masih berada di atas kabupaten/kota lainnya.

”Kami mengikutkan atlet bulu tangkis yang meraih prestasi dalam kejurkot lalu. Mereka berhasil menjadi juara di nomornya masing-masing,” sebutnya.

Ia berharap agar dalam penyelenggaraan kejurprov ini atlet Batam bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

”Karena ini juga menjadi ajang pemanasan sebelum memasuki gelaran Porprov Kepri akhir Nobember mendatang di Tanjungpinang,” kata Alvian.(yan)