Minggu, 31 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12015

Walikota Batam Lantik Ratusan Pejabat Pekan Ini

0
Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam meninnggalkan lapangan Engku Putri Batamcenter usai melaksanakan apel gabungan. | Cecep Mulyana

batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengisyaratkan telah mengantongi nama-nama pimpinan definitif di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk yang kini diisi pejabat sementara.

“Saya tanda tangani dulu, dalam pekan ini saya lantik,” sebut Rudi di Kantor DPRD Batam, Senin (3/9) siang.

Tidak hanya pejabat eselon dua, ia juga akan melantik ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengisi jabatan di berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

“Yang lain-lain itu ikut (dilantik) juga, bisa sampai 300 hingga 400 orang,” ucap dia.

Untuk diketahui, jabatan kepala OPD yang kini diisi pejabat sementara yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Batam yang kini menjadi Pelaksana Tugas (Pl) adalah Rustam Efendi, Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam yang kini diisi oleh Eryudhi Apriadi dan Dinas Pendidikan (Disdik) Batam oleh Hendri Arulan.

Ketiga nama pejabat sementara ini juga tercatat sebagai peserta lelang jabatan untuk menjadi pejabat definitif di posisi tersebut. Ditanya apakah ketiganya adalah pilihan dan aan dilantik, Rudi mengelak dan meminta pewarta menunggu hingga hari pelantikan.

“Nanti tunggu pelantikannya saja ya,” imbuhnya.

Perombakan besar-besaran ini, sebelumnya sudah melewati tahapan penilaian baik dari segi administrasi maupun kemampuan personil yang bersangkutan. Bahkan, dia meminta laporan Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Batam mengenai kinerja pegawai yang akan masuk dalam perombakan tersebut.

“Kalau nilai assessment bisa plus-plus tapi kenyataan di lapangan minus-minus kan tak bagus juga. Makanya dipertimbangkan,” katanya.

Jabatan yang akan dirombak tidak hanya di kantor-kantor, namun juga kepala sekolah. Bukan tanpa alasan di sekolah pun tak lepas dari jerat kasus, seperti yang menimpa Kepala Sekolah SMPN 10 Batam, Rahip, beberapa waktu lalu.

“Kemarin sudah saya tunjuk pejabat sementara untuk menggantikan kepala sekolah. Ini juga lagi saya nilai. Kalau mereka bagus kinerjanya akan saya kukuhkan, jika tidak akan diganti,” belum lama ini. (iza)

Warga Temiang Tangkap Buaya Sepanjang 4 Meter

0
Buaya setelah ditangkap

batampos.co.id – Buaya itu memiliki panjang sekira 4 meter. Bobotnya diperkirakan 400 kilogram. Warga pun resah. Sang predator sering muncul ke permukaan sehingga membuat warga setempat menjadi takut untuk beraktivitas.

Akhirnya, warga Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, menangkap buaya itu.

Penangkapan buaya itu dilakukan pada Minggu (2/9) lalu. Buaya akhirnya mati dengan luka di bagian kepala.

Informasinya, buaya sengaja dipancing untuk keluar dari persembunyiannya di sebuah sungai kecil. Lokasinya memang berdekatan dengan kebun warga. Buaya itu akhirnya berhasil keluar dari persembunyiannya pada Minggu petang.

Setelah menampakkan diri, buaya ditangkap warga secara beramai-ramai. Setelah mati, buaya diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
(BBKSDA) Riau.

Kasubbag Humas BBKSDA Riau Dian Indriati membenarkan hal tersebut. Buaya yang ditangkap warga berjenis buaya muara (Crocodylus porosus). “Warga melaporkan kepada petugas Resort Bukit Batu bahwa telah menangkap seekor buaya muara dengan berat sekitar 350-400 kilogram, panjang 4,2 meter, dan berjenis kelamin jantan,” kata Dian, Selasa (4/9).

Setelah mendapatkan informasi, petugas BBKSDA langsung menuju ke lokasi. Tetapi saat akan dilakukan evakuasi, buaya ternyata sudah mati. Buaya akhirnya dibawa petugas ke kantor untuk penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya, bangkai buaya dikubur pada Senin (3/9) petang. “Bangkai buaya segera dikubur karena mengeluarkan bau yang menyengat,” terang Dian.

Dari pengamatan fisik terhadap bangkai buaya, terdapat luka di bagian kepala. Artinya, ada indikasi bahwa buaya tersebut sengaja dibunuh. “Terdapat luka yang mengeluarkan cairan yang berasal dari lubang di atas otaknya,” ujarnya.

(ce1/ica/JPC)

Comforta Hotel Tanjungpinang Hadirkan Chef Baru

0
Chef Sulaiman menunjukkan menu andalan di restoran Hotel Comforta, Tanjungpinang. f Comforta Hotel untuk Batam Pos

batampos.co.id – Hotel Comforta, Tanjungpinang terus memanjakan pengunjungnya. Tidak hanya dari sisi pelayanan dan fasilitas hotel, namun menu makanan pun terus dibuat inovasi baru dengan mendatangkan chef baru yang sudah berpengalaman.

Sulaiman, executif chef yang baru bergabung tersebut akan memperkuat menu-menu andalan di restoran, yang lebih variatif baik masakan Nusantara, western maupun chinese food.

Chef Sulaiman yang telah melanglang buana mulai dari Batam, Karimun, Medan, Singapura, Tiongkok, India, dan Vietnam tersebut akan berkolaborasi dengan Chef Sardiman dan Chef Syawaludin.

”Menu terbaru kami seperti chicken diavolo sauce, udang goreng mentega dengan pilaf rice, fish spring roll, chicken finger chops, wing taandoori, dan pastel telur,” ujar Fitri, Sales and Marketing Manager Comforta Hotel.

Tidak hanya itu, kata Fitri, untuk menjaga kenyamanan pengunjung, hotel yang beralamat di Jalan Adi Sucipto, Kilometer 10 Tanjungpinang ini juga telah merenovasi bangunan, baik di bagian restoran maupun bagian lainnya.

”Agar tamu lebih nyaman lagi berada di hotel kami, ke depan Comforta Hotel akan merenovasi seluruh kamar bungalow dan pengecatan bangunan,” ungkapnya.

”Dengan harga terjangkau, konsumen dapat merasakan pelayanan dan fasilitas hotel bintang lima,” promonya. (jpg)

Usai Menjambret Ponsel, Pelaku Menjualnya secara Online

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dua remaja yang masih duduk di kelas satu SMP dan kelas satu SMA dibekuk jajaran Polsek Sagulung, Jumat (31/8) sore. Rf, 16 dan Hmk, 14 dua remaja itu dibekuk karena menjambret ponsel seorang remaja di perumahan Mantang, Selasa (28/8/2018) lalu.

Keduanya dibekuk setelah polisi mendapat petunjuk dari forum jual beli di media sosial.

“Usai jambret, mereka posting ponsel curian itu ke media sosial untuk dijual,” ujar Kapolsek Sagulung AKP Yuda Suryawardana, Senin (3/9).

Kedua pelaku dibekuk di rumah kediaman mereka masing-masing. Ponsel yang dirampas keduanya sudah sempat dijual seharga Rp 1 juta. Namun belakangan ponsel itu kembali diamankan polisi.

Kepada polisi, kedua bocah ini mengaku, nekad jambret karena sudah kecanduan warnet dan game online.

“Tak ada duit lagi buat warnet. Makanya jambret kami,” kata ujar Rf.

Keduanya masih aktif sebagai pelajar namun karena pergaulan yang tidak terkontrol sehingga nekad melakukan tindakan kriminal tersebut. “Sering ke warnet kami makanya jadi kecanduan,” aku Hmi.

Uang hasil penjualan ponsel rampasan itu sudah habis dipakai keduanya untuk bermain game online.

Ponsel tersebut dirampas dari seorang remaja yang sedang bermain di depan rumahnya di perumahan Mantang. “Kami pura-pura nanya alamat, saat dia lengah saya langsung rampas dan kami kabur,” ujar Hmi.

Meskipun pasrah dengan hukuman yang akan diterima kedua remaja ini mengelak jika mereka sering melakukan aksi kejahatan serupa. Keduanya mengaku kilaf dan baru pertama kali merampas ponsel orang lain.

Yuda kepada wartawan mengatakan, kedua pelaku yang masih dibawa umur ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku termasuk pendampingan dan pertimbangan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas). (eja)

Menimang-nimang Asus, LG, Oppo, dan Poco

0
Smartphone flagship Asus Zenfone 5Z, LG G7 Plus ThinQ, Oppo Find X, dan Pocophone F1 by Xiaomi. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

 

batampos.co.id – Persaingan pasar smartphone segmen papan atas berasa sengit.

Antarvendor berlomba memberikan beragam tawaran menarik di line-up produk flagship mereka.

Nah, dalam artikel ini JawaPos.com akan mengulas soal smartphone flagship dari berbagai brand ternama. Namun, lebih spesifik lagi, JawaPos.com hanya membandingkan flagship yang menggunakan chipset Snapdragon 845.

Chipset tersebut merupakan yang paling populer di Indonesia untuk kelas flagship. Meski ada chipset populer lainnya seperti MediaTek, Exynos, HiSilicon Kirin, dan Spreadtrum.

Di Indonesia sendiri setidaknya ada empat smartphone yang disokong Snapdragon 845. Antara lain, Asus Zenfone 5Z, LG G7 Plus ThinQ, Oppo Find X, dan Pocophone F1. Berikut ini ulasan perbandingan keempat smartphone flagship dengan Snapdragon 845 tersebut.

Pertama, mengawali langkah perbandingan ini, kami mulai dari urusan yang paling krusial. Ya, dialah sektor dapur pacunya. Dari segi prosesor, karena berangkat dari kesamaan, sudah tentu keempat smartphone tersebut hadir dibekali chipset bikinan Qualcomm yakni Snapdragon 845.

Urusan penyimpanan, kami akan memulai dari yang pertama hadir di Indonesia. Ya, smartphone yang resmi dibawa langsung oleh pabrikan dan bukan distributor, yakni Asus Zenfone 5Z.

Zenfone 5Z resmi diboyong Asus Indonesia sekitar pertengahan Mei lalu. ZenFone 5Z sendiri merupakan smartphone flagship Asus yang dipasarkan di Indonesia setelah varian flagship terakhir yang dihadirkan Asus, yakni ZenFone 3 Deluxe.

Asus Zenfone 5Z hadir dengan varian RAM 6 GB dan 8 GB. Sementara penyimpanan internalnya 128 GB dan 256 GB. Namun yang telah dideklarasikan harga dan keterediannya oleh Asus hanya yang varian 6 GB RAM dan 128 GB ROM saja. Sementara itu tidak ada informasi mengenai model 8 GB dan 256 GB dari Zenfone 5Z. Untuk ruang simpannya, Asus Zenfone 5Z masih bisa diekspansi hingga kapasitas 2 TB.

Beralih ke produk kedua untuk smartphone dengan sokongan Snapdragon 845, ada LG dengan G7 Plus ThinQ-nya. Peluncuran LG G7 Plus ThinQ di Indonesia waktunya tak berselang jauh dengan Asus Zenfone 5Z, yakni masih di bulan Mei.

LG G7 sebenarnya ada dua varian yakni varian dengan embel-embel ‘Plus’ dan yang tidak. Perbedaannya hanya sektor RAM dan ROM saja. Untuk pasar Indonesia, LG mendistribusikan varian dengan embel-embel ‘Plus’ dengan kombinasi RAM 6 GB dan penyimpanan internal 128 GB. Jika masih kurang, ruang simpannya masih bisa diekspansi dengan MicroSD hingga 512 GB.

Bergeser ke produk ketiga yang hadir dengan Snapdragon 845, ada Oppo Find X yang melenggang pertengahan Juli lalu. Oppo Find X hadir dengan RAM 8 GB dan ROM 256 GB. Karena sudah memiliki ruang simpan internal yang besar, Oppo Find X tidak bisa lagi diekspansi ruang simpannya menggunakan MicroSD.

Menjadi produk terakhir yang hadir secara resmi dengan sokongan Snapdragon 845, ada Pocophone F1. Pocophone F1 ini merupakan sub-brand dari Xiaomi yang meluncur di Indonesia dua pekan lalu.

Menariknya, Pocophone F1 dinobatkan menjadi smartphone dengan Snapdragon 845 termurah yang ada di Indonesia, atau mungkin di pasar global. Pocophone F1 hadir dengan kombinasi 6 GB RAM dengan opsi penyimpanan internalnya hadir dalam dua pilihan, yakni 64 GB dan 128 GB yang masih bisa diperluas dengan MicroSD hingga 256 GB.

Desain Layar

Berpindah ke area lainnya, yakni layar. Asus Zenfone 5Z hadir dengan layar seluas 6,2 inci dengan resolusi FHD Plus (2.246×1.080 piksel). Asus Zenfone 5Z memiliki aspek rasio sebesar 18,7:9. Sementara LG G7 Plus ThinQ hadir dengan layar 6,1 inci dan aspek rasio 19,5:9 FullVision dengan resolusi QHD+ (3.120×1.440 piksel).

Meninggalkan Asus dan LG, ada Oppo Find X yang revolusioner berkat konsep kamera pop-up yang membuat layar menjadi lebih lega. Masih dari sektor layar, Oppo Find X mengemas layar OLED seluas 6,42 inci (2.340×1.080 piksel) dan aspek rasio 19,5:9. Dari sektor layar yang terakhir ada Pocophone F1 dengan layar berbentang 6,18 inci dengan aspek rasio 18,7:9. Resolusinya sendiri sebesar 2.246 × 1.080 piksel.
Dari sektor layar, keempat smartphone yang memiliki perbedaan hanya Oppo Find X. Sebab Oppo Find X mengusung set-up kamera dengan modul terpisah dari area layar dengan sistem mekanikal sendiri. Kameranya mungkin naik dan turun, timbul dan tenggelam hanya ketika digunakan. Karena kameranya terpisah, Oppi Find X memiliki layar yang lega tanpa perlu memikirkan di mana kamera depan akan ditempatkan.

Jadi, tidak seperti Asus Zenfone 5Z, LG G7 Plus ThinQ, dan Pocophone F1 yang masih menempatkan kamera depan di area layar. Karena itu, Oppo Find X tidak mengusung konsep smartphone dengan layar berponi atau notch seperti ketiga lawannya.

Kamera

Selanjutnya, beralih ke salah satu fitur yang juga paling banyak menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih smartphone, yakni kamera. Untuk urusan kuantitas, keempat smartphone ini sama-sama hadir dengan jumlah kamera yang sama. Baik Asus, LG, Oppo dan Pocophone by Xiaomi sama-sama hadir dengan konfigurasi tiga kamera. Jumlah tersebut terbagi atas dua kamera utama di bagian belakang dan satu kamera penunjang kebutuhan selfie di bagian depan.

Urusan resolusi dan kemampuan menembak gambar, Asus Zenfone 5Z hadir dengan kamera utama ganda dengan masing-masing memiliki resolusi 12 MP (f/1.8) + 8 MP (f/2.0). Sementara pada bagian depan tersemat kamera beresolusi 8 MP (f/2.0). Meskipun kamera depan Asus Zenfone 5Z terbilang kecil, namun kameranya sudah mendapatkan sejumlah peningkatan yang diklaim tidak memengaruhi kualitas gambar. Apalagi kalau peningkatan dengan bantuan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI).

Masih dari sektor kamera, kini bergeser ke LG G7 Plus ThinQ. LG G7 Plus ThinQ mengemas kamera utama yang terletak di bagian belakang dengan kemampuan 16 MP (f/1.6) + 16 MP (f/1.9). Kamera depannya mirip dengan Asus Zenfone 5Z, yakni 8 MP dengan bukaan f/1.9. Meski kecil, LG G7 Plus ThinQ juga mengedepankan nilai jual AI pada sektor kameranya.

Kemudian Oppo Find dari aspek kamera yang tersembunyi di dalam bodinya. Untuk kamera belakang dibekali dengan kemampuan 16 MP (f/2.0) + 20 MP (f/2.0). Masih dalam satu kerangka di sektor kamera yang dapat naik dan turun, Kamera depan Oppo Find X memiliki ukuran lebih besar ketimbang tiga kompetitornya, yakni 25 MP dengan aperture f/2.0. Tidak heran memang, sebab Oppo banyak menyasar pasar smartphone untuk pencinta swafoto.

Terakhir dari sisi kamera, Pocophone F1. Brand pendatang baru ini mengemas kamera utama ganda dengan kemampuan 12 MP (f/1.9) + 5 MP (f/2.0). Urusan kamera selfie, Pocophone F1 berada di bawah Oppo Find X dengan resolusi yang lebih besar ketimbang Asus Zenfone 5Z dan LG G7 Plus ThinQ, yakni 20 MP dengan bukaan f/2.0.

Keempat produk smartphone dengan kesamaan chipset itu, dari sisi kamera memang beragam ukuran resolusinya. Namun di antara perbedaan tersebut ada kesamaan fitur, yakni sama-sama menganut ‘paham’ AI. AI pada sektor kamera diberikan tugas untuk memoles gambar sedemikian rupa agar menjadi semakin sedap dilihat.

Baterai

Perbandingan selanjutnya dari keempat smartphone ini adalah urusan daya. Peforma tanpa daya tidak akan jadi apa-apa, bukan? Asus Zenfone 5Z dibekali dengan baterai berkapasitas 3.300 mAh, sedangkan LG G7 Plus ThinQ memiliki kemampuan baterai berdaya 3.000 mAh.

Kapasitas tersebut membuat LG G7 Plus ThinQ menjadi smartphone dengan Snapdragon 845 di Indonesia yang memiliki baterai paling kecil. Sebab Oppo Find X mengusung daya baterai sebesar 3.730 mAh, sedangkan Pocophone F1 berdaya 4.000 mAh.

Harga

Bagian terakhir ini menjadi urusan paling menentukan bagi calon pembeli. Ya, urusan kantong. Bicara harga, keempat smartphone di atas masing-masing memang memiliki ragam keunggulan masing-masing meskipun dari segi prosesornya sama.

Untuk Asus Zenfone 5Z dilepas dengan harga Rp 6,7 jutaan untuk varian RAM 6 GB dan ROM 128 GB. Sementara LG G7 Plus ThinQ memiliki banderol Rp 11,4 jutaan.

Urusan harga, Oppo Find X dilepas dengan harga paling tinggi di antara pengusung Snapdragon 845 lainnya, yakni sebesar Rp 12,9 jutaan. Sementara yang paling baru dengan sokongan Snapdragon 845, Pocophone F1 by Xiaomi berhasil memegang julukan smartphone flagship dengan Snapdragon 845 termurah di Indonesia.

Pocophone F1 hanya dihargai Rp 4,4 jutaan untuk varian RAM 6 GB dan ROM 64 GB. Banderol Rp 4,9 jutaan untuk varian RAM 6 GB dan ROM 128 GB, serta varian edisi khusus berbalut material karbon kevlar dengan RAM 6 GB dan ROM 128 GB dilabeli Rp 5,1 jutaan.

Sekadar informasi, Snapdragon 845 sejatinya tidak hanya hadir pada keempat produk yang JawaPos.com bandingkan di atas. Snapdragon 845 di pasar global juga hadir pada produk Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus (global), Samsung Galaxy Note 9 (global), Sony Xperia XZ2, Sony Xperia XZ3, Xiaomi Mi 7, Xiaomi Mi 8, Xiaomi Mi Mix 2S dan banyak lagi. Namun untuk pasar Indonesia, keempat produk yang disebutkan di atas sudah resmi dipasarkan.
Bagaimana, sudah ada gambaran smartphone flagship dengan Snapdragon 845 mana yang ingin sobat JawaPos.com beli? Nantikan artikel menarik lainnya seputar teknologi dari kanal Teknologi JawaPos.com.

(ryn/JPC)

 

Pelabuhan Domestik Sekupang Waspada Cuaca Ektrem

0
Pelabuhan Domestik Sekupang . F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Arus keberangkatan di Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) diminta waspada karena cuaca ektrem yang terjadi beberapa hari ke depann. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Penumpang, DPC INSA Batam, Asmadi, Senin (3/9).

Ia menyebutkan sudah mendapatkan informasi dari Bdan Metreologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Batam terkait cuaca ektrem yang melanda sejumlah perairan di Kepri. “Sudah kami terima. Dan tadi pagi sekitar jam tiga cuaca memang tidak bagus. Namun subuh sudah berenti sehingga pelayaran bisa berjalan,” jelas dia.

Asmadi mengungkapkan untuk sebelum berangkat kapten kapal sudah mengetahui kondisi cuaca. Jika ombak mencapai dua meter, hujan dan kekuatan angin yang cukup kuat pelayaran memang tidak dilakukan demi keselamatan penumpang.

“Kalau sudah dua meter tak boleh jalan,” tegasnya.

Mengenai jalur alternatif atau melalui selat. Menurut Asmadi bisa dilakukan hanya untuk tujuan tertentu seperti Moro. Kapten kapal mencoba menghindari ombak yang cukup besar dengan melewati jalur lain.

“Untuk yang ini ada, tapi melihat kondisi juga. Kalau masih aman dilalui tidak apa-apa,” lanjutnya.

Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Syahbandar sebelum kapal berangkat. Mereka meminta kepada kapten dan anak buah kapal (ABK) mengutamakan keselamatan penumpang. Seperti memastikan alat keselamatan cukup sebelum kapal berlayar.

“Ini wajib ada dan harus,” imbuhnya.

Asmadi menambahkan hingga saat ini belum ada penundaan yang terjadi akibat cuaca ektrem ini. Namun demikian pihaknya tetap waspada karena angin tidak bisa ditebak kapan datangnya.

“Kapten juga berkomunikasi dengan pihak Syahbandar tujuan,” tutupnya.

Sementara itu arus penumpang di PDS berjalan normal. Beberapa penumpang terlihat tengah menunggu waktu keberangkatan di ruang tunggu. Terlihat juga antrean barang yang tengah menunggu untuk diangkut ke kapal.(yui)

Zalvy Rivandy Achmad, Siswa SMA Kartini Batam Penerima Beasiswa American Field Services 2018

0

Peringatan hari jadi ke-16 Zalvy Rivandy Achmad pada 10 September 2018 nanti akan istimewa. Ia akan merayakannya di Perugia, Italia. Bukan sedang jalan-jalan. Di negeri spageti itu Zalvy akan mengikuti program pertukaran pelajar atas beasiswa dari American Field Services atau AFS.

Pemaparan Zalvy Rivandy Achmad tentang bagaimana cara mengentaskan Indonesia dari masalah buta huruf mampu mencuri perhatian tim seleksi beasiswa American Field Services (AFS) tahun 2018, beberapa waktu lalu. Zalvy terpilih menjadi satu dari 150 siswa SMA sederajat se-Indonesia yang menerima beasiswa AFS angkatan 2018-2019.

Selain tampil dalam diskusi kelompok itu, ada dua tahapan tes lainnya yang dijalani Zalvy dan para peserta lain dari Kepri. Yakni tes tulis yang meliputi tes bahasa Inggris, tes pengetahuan umum, dan penulisan esai.

Kemudian ada juga tes wawancara. Rangkaian tes itu digelar di SMAN 3 Batam tahun 2016 lalu oleh tim dari Bina Antarbudaya Chapter Sumbar, Riau, Kepri, dan Jambi. Bina Antarbudaya merupakan mitra AFS di Indonesia.

“Wawancaranya juga dalam bahasa Inggris,” kata Zalvy saat ditemui di sekolahnya, SMA Kartini Batam, Senin (3/9).

Siswa kelas XII MIPA 3 itu mengatakan, program beasiswa AFS dibagi dalam dua kelompok. Yakni AFS Year Program dan Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES). Ia sendiri masuk program AFS Year Program.

Dalam program ini, para penerima beasiswa akan mengikuti program pertukaran pelajar ke beberapa negara di Amerika Serikat dan Eropa. Zalvy kebagian ke Italia. Tepatnya di Provinsi Perugia.

Sesuai dengan namanya, AFS Year Program ini akan berlangsung selama kurang lebih setahun. Tepatnya selama 304 hari. Seluruh biaya selama program pertukaran pelajar ini ditanggung AFS.

“Jadi selama 304 hari itu saya akan belajar di Perugia,” ujar bungsu dari pasangan Nini Shahruni dan Marvian Takdir ini.

Remaja yang akan genap berusia 16 tahun pada 10 September 2018 ini mengaku sudah melakukan berbagai persiapan sebelum berangkat ke Italia pada Kamis (6/9) lusa. Mulai dari pesiapan bekal, hingga persiapan untuk menjalani kehidupan selama setahun di Italia.

Selain belajar, Zalvy mengaku akan banyak memperkenalkan tradisi dan budaya Indonesia di Italia. Khususnya budaya Melayu.

“Secara khusus saya bawa baju adat Melayu. Baju ini akan saya pakai dalam acara-acara tertentu selama program ini berlangsung,” katanya.

Zalvy juga menyiapkan beberapa lagu khas Melayu untuk dibawakan di beberapa kegiatan selama di Perugia. Karena tak pandai menari, Zalvy pilih menyanyi saja. Lagu Melayu yang bakal jadi andalannya nanti adalah Lancang Kuning.

Tak hanya itu, pemilik zodiak Virgo ini juga menyiapkan sejumlah materi presentasi. Selain memuat potensi dan pesona alam Indonesia, dalam presentasinya nanti Zalvy juga akan banyak memaparkan kekayaan budaya di Indonesia, khususnya di Bunda Tanah Melayu, Kepri.

Zalvy mengaku akan maksimal dalam memanfaatkan kesempatan belajar dalam program beasiswa AFS ini. Meskipun ia harus melewatkan Ujian Nasional (UN) tahun depan. Artinya, kelulusannya dari SMA Kartini harus ditunda satu tahun.

“Itu tidak masalah. Seperti ketapel, mundur selangkah untuk bisa maju seribu langkah,” ujar remaja berkacamata itu.

foto: batampos.co.id / anggie

Ditanya soal persiapan lainnya, pecinta alat musik piano ini mengatakan tidak ada yang spesial. Termasuk persiapannya menghadapi culture shock dari sisi budaya dan makanan setempat di Perugia, Italia.

“Ya dijalani saja. Mungkin di sana akan sulit mendapatkan nasi. Tapi tidak apa-apa. Lama-lama pasti terbiasa,” katanya.

Kepala Sekolah SMA Kartini Batam, Akmal, mengaku bangga dengan prestasi Zalvy. Sebab bukan hanya mewakili sekolahnya, Zalvy juga menjadi wakil dari Kepri dalam program beasiswa AFS ini.

Bicara soal prestasi, kata Akmal, memang bukan hal yang baru di SMA Kartini Batam. Sebab sekolah tersebut memang terus mendorong anak didiknya di semua bidang. Baik bidang akademik maupun non akademik.

“Di sekolah ini ada lebih dari 20 ekstrakurikuler. Jadi kami memang menyediakan banyak jalur bagi siswa untuk meraih prestasi,” kata Akmal, Senin (3/9).

Selain mendorong anak didiknya berprestasi, Akmal mengatakan pihaknya juga memberikan ruang apresiasi dan dukungan seluas-luasnya kepada para siswanya yang berprestasi. Sehingga ia berharap hal ini bisa memotivasi siswa lainnya untuk mencetak prestasi tertinggi di segala bidang sesuai minat dan bakatnya.

“Seperti Zalvy ini. Kami berikan dukungan maksimal agar jadi role model bagi siswa lainnya,” kata Akmal.

Menurut Akmal, selain aktif di ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah, prestasi akademik Zalvy juga cukup moncer. Ia langganan juara tiga besar di kelasnya. Selain itu, ia juga pernah mewakili SMA Kartini dalam ajang olimpiade sains se-Kepri.

Meski memiliki segudang prestasi, Ternyata Zalvy tidak memiliki jadwal yang ketat dalam hal belajar. Baik di sekolah maupun di rumah. Seperti remaja seusianya, ia juga masih senang main dan jalan bersama teman-temannya.

“Biasa aja. Suka main game, nonton, ya seperti remaja pada umumnya,” kata ibunda Zalvy, Nini Shahruni, Senin (3/9).

Ditanya soal persiapan keberangkatan ke Italia, Nini juga mengaku tak ada persiapan khusus. Namun ia berpesan agar putra bungsunya itu fokus belajar dan menimba ilmu selama menjalani program beasiswa tersebut. Sebab ini merupakan kesempatan yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya.

“Yang yang tak kalah penting, jangan lupa salat,” pesannya.

Selain Zalvy, ada dua siswa lain dari Batam yang mendapat beasiswa AFS 2018-2019. Keduanya masing-masing siswa SMAN 3 Batam dan MAN 2 Batam. Namun keduanya akan mengikuti program KL-YES di Amerika Serikat, bukan di Italia. (FEBBY ANGGIETA PRATIWI, Batam)

Jabatan Direktur BUMD Diperpanjang, Tugasnya Tagih Piutang

0
Hari Basuki

batampos.co.id – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pembangunan Batam – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Batam menelurkan keputusan jabatan Direktur BUMD Batam Hari Basuki diperpanjang hingga Januari 2019 mendatang.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, keputusan ini diambil karena BUMD Batam dibawah kepemimpinan Hari masih memiliki piutang. Pemilik saham meminta direksi menagih piutang tersebut.

“Direktur lama harus selesaikan dulu (penagihan) piutang itu. Maka dia diperpanjang sampai itu dibayar,” kata Rudi, kemarin.

Menurut dia, BUMD masih memiliki piutang setelah jajaran direksi menyampaikan laporang pertanggungjawaban. Soal besaran piutang, Rudi mengaku tidak tahu.

“Intinya kami minta mereka tagih dulu,” tambahnya.

Ia tidak ingin kepemimpinan baru BUMD kelak mewarisi hal yang ada dari direksi yang akan didemosioner. Hal ini untuk menghindari permasalahan di kemudian hari.

“Kami tak mau kalau ada masalah, kami akan terima kalau persoalan piutang itu selesai,” sebut dia.

Keputusan RUPS memperpanjang jabatan Hari berimbas pada rencana rekruitmen bakal pengganti Hari Basuki. Rudi mengatakan, seyogyanya direksi yang bersangkutan yang akan menagih.

“Karena kalau tidak diperpanjang, siapa yang mau tagih (piutang) itu,” kata dia.

Sejatinya, jabatan direktur yang kini dijabat Hari Basuki akan berakhir September ini. Namun demikian, Pemko Batam mulai membuka pendaftaran posisi direktur baru, Agustus kemarin.

Dalam satu kesempatan, Rudi menyampaikan jabatan direktur merupakan target utama Pemko Batam untuk ditingkatkan kinerjanya. Namun demikian tidak berarti direksi yang sekarang tidak bagus. Ia beralasan semua hadir dengan kelebihan masing-masing.

“Pertama yang dievaluasi direkturnya dulu. Kalau pimpinan bagus akan bagus, gitu juga macam walikota. Tetapi saya tak bilang yangs ekarang tak bagus ya,” imbuhnya.

Ia juga mengungkapkan keinginannya agara direktur baru kelak tidak hanya mengurus gas.

“Iya lah (tidak hanya urus gas). Visi misi direktur baru harus kami tahu. Kami kasih (urus, red) PT nih, apa yang mereka (pimpinan BUMD baru) akan lakukan,” harap dia.

Sementara harapan agar BUMD juga ikut andil mengurus sembako diharapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam. Kepala Diseperindag Zarefriadi mengatakan, peran ini diperlukan apalagi, Batam yang notabenenya bukan daerah penghasil sering mengalami gejolak harga pangan.

“Peran BUMD, kami harapkan,” harap dia. (iza)

Pemilik Kedai Kopi Tewas Tergantung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemilik kedai kopi, Andi Jufianzah, 33 ditemukan tewas di kedai kopi Beranda jalan DI Panjaitan Batu 9 Tanjungpinang, Selasa (4/9) sekitar pukul 06.00 WIB.

Awalnya, korban yang akrab disapa Apek tersebut, sempat berkumpul bersama sepupu dan teman-temannya di kedai kopi milik korban pada Senin (3/9) malam. Saat itu korban, tampak seperti biasanya, selalu bergurau, periang dan tertawa bersama. Saat berbincang-bincang, tiba-tiba korban langsung mengeluh sakit perut dan meminta izin kepada teman-teman untuk istirahat.

“Tidak ada masalah apa-apa, dia cuma ngeluh sakit perut,” kata Rahmat, sepupu korban di lokasi kejadian.

Sebelum mengakhiri hidupnya, diketahui pada pukul 04.30 WIB, korban meminta istrinya, Ririn untuk membangunkan anak-anaknya yang sedang tidur pulas. Namun istri korban enggan membangunkan anak-anaknya yang sedang tidur. Lalu korban sendiri yang membangunkan lalu memeluk anak-anaknya. Setelah itu, korban lalu turun ke lantai satu kedai kopi dan mengakhiri hidupnya dengan menggunakan kabel proyektor yang dililit ke lehernya dan diikatkan ke penyangga proyektor.

Tidak lama kemudian, melihat korban tidak bersama anak-anaknya, istri korban pun turun ke lantai satu dan menemukan suaminya sudah tergantung dan tidak bernyawa lagi.

Melihat hal tersebut, istri korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak keluarga dan melapor ke pihak berwajib. Tidak lama kemudian, polisi datang ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan identifikasi.

Di lokasi kejadian, Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Hendriyal mengatakan, saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan korban tergantung menggunakan kabel. Selain itu ditemukan pisau dan galon air mineral yang dijadikan tempat penyangga kaki korban saat akan melakukan bunuh diri. Menurut pengakuan istrinya, korban sering mengeluh sakit perut.

“Diduga korban telah bertahun-tahun mengidap sakit perut,” jelas Hendriyal.

Saat ini, jenazah korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Thabib Tanjungpinang untuk dilakukan visum.

“Kami masih menyelidiki motif korban gantung diri,” katanya. (odi)

Pajak Hotel Sumbang Pendapatan Tertinggi

0
 Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bintan Yuzet saat berada di Taman Kota Kijang, Kecamatan Bintan Timur.

batampos.co.id – Realisasi Penerimaan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah di Kabupaten Bintan pada semester I tahun 2018 menembus angka Rp 121 miliar atau 61 persen dari target Rp 198 miliar.

”Artinya kami optimis target sebesar Rp 198 miliar tahun 2018 bisa dicapai,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kabupaten Bintan, Yuzet, Senin (3/9).

Dijelaskannya, pajak yang dipungut bersumber dari berbagai sektor. Antara lain pajak hotel, restoran, hiburan, rek-lame, penerangan jalan, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta pajak lainnya.

Data dari BP2RD Kabupaten Bintan, realisasi PAD semester I yang mencapai Rp 121 miliar berasal dari pajak daerah, sedangkan sisanya berasal dari sektor nonpajak. Dari realisasi pajak, hampir keseluruhannya didominasi sektor pajak hotel dengan realisasi mencapai Rp 54 miliar atau 77 persen dari target pajak hotel yang telah ditetapkan sebesar Rp 71 miliar.

”Semester I, sektor pajak hotel masih menyumbang angka pendapatan daerah tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi saat ditemui di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bentan, menjelaskan untuk menyikapi defisit keuangan akibat penurunan Dana Perimbangan berupa Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang terjadi setiap tahunnya, maka kepala daerah harus mampu menyusun dan menyiasati setiap program kerja yang dilakukan.

Menurutnya, era otonomi saat ini menuntut setiap pemerintah daerah (pemda) lebih mandiri dan kreatif mencari sumber-sumber pembiayaan, serta aktif mencari berbagai peluang yang bisa dijadikan sebagai sumber pemasukan kas daerah.

”Rasionalisasi program kerja perangkat daerah serta efisiensi belanja, merupakan salah satu formulasi kerja rutin yang harus dilakukan setiap tahunnya,” ujarnya.

Pada 2018, target komponen pendapatan daerah masih dikuasai pajak daerah sebesar 73,6 persen, retribusi daerah sebesar 4,3 persen, hasil penge-lolaan kekayaan alam sebesar 5,5 persen, dan PAD yang sah lainnya sebesar 16,6 persen.

”Saat ini, kontribusi pendapatan daerah yang terbesar berasal dari sektor pajak daerah yang sumbernya masih didominasi dari pajak hotel dan pajak restoran. Kontribusi mencapai 51 persen dari total PAD,” sebut Apri.(met)