Rabu, 24 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12041

Pencuri Bikin Repot Pemko Batam

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam dibuat kerepotan oleh ulah pencuri fasilitas publik. Seperti pencurian lampu, kabel hingga panel listrik ikon Batam Welcome To Batam (WTB) di Bukit Clara, Batam Kota.

“Bikin repot kita semua. Kalau dapat (pelakunya) bagus juga,” harap Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) Suhar, Rabu (17/10/2018).

Menurutnya, ditangkap dan penegakan hukum kepada pelaku untuk meberikan efek jera, agar tidak ada lagi kejadian serupa terjadi di lain waktu.

“Harapan kami ditangkap. Itu fasilitas publik, masa iya begitu. lampu yang dicuri nilainya kan tak sebanding juga dengan manfaat yang turut hilang akibat tidak ada lampu itu,” imbuhnya.

WTB merupakan salah satu ikon Batam. Berada di pusat kota, view WTB bisa dilihat langsung oleh pendatang asing yang datang melalui pelabuhan internasional Batamcenter. Tidak hanya itu, latar belakang WTB merupakan favorit wisatawan baik asing maupun lokal untuk melakukan foto.

Tidak hanya harapan ke polisi, pihaknya juga akan membuat lampu lebih tinggi seperti biasanya. INi dibuat untuk memperkecil kesempatan pencurian. Kini tiang tengah dipasang. Setelah pemasang lampu kelak, akan ditempatkan Satpol PP di lokasi itu.

“Kerangkanya sedang dinaikkan. Intinya secara keseluruhan, lampu WTB akan kembali menyala akhir Oktober ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kerugian atas kehilangan di WTB mencapai Rp 103 juta. Pada APBD Perubahan 2018, kembali dianggarkan Rp 172 juta.

Kehilangan fasilitas publik bukanlah hal baru. Kabel optik lampu lalulintas Simpang Jam (Simpang Laluan Madani) sudah tiga kali hilang. Ironisnya, kehilangan terjadi di lokasi yang sama persis.

Akan hal ini, Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin meminta masyarakat turut sadar menjaga fasilitas publik.

“Kami berharap masyrakat turut andil Medai juga, mungkin lewat tulisan yang baik dapat menyentuh hati mereka yang ingin melakukan tindakan merugikan tersebut,” harapnya.

Ikut menjaga Batam, kini tengah digaungkan Pemko Batam. Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah meluncurkan hastag #BataMiliKita, ini ditujukan agar semua turt menyadari bahwa Batam merupakan milik bersama yang mesti dijaga bersama. (iza)

Antrean Premium Mengular, Setiap Hari

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium tak kunjung stabil di wilayah Batuaji. Tidak semua SPBU ada stok premium pada waktu yang bersamaan sehingga selalu terjadi antrean kendaraan pada SPBU yang ada stok.

SPBU Tanjunguncang, Batuaji paling sering menghadapi situasi seperti itu. Antrean panjang kendaraan bermotor pada pompa pelayanan premium mengular hingga ke jalan raya. Padahal menurut petugas SPBU, pasokan premium dari Pertamina stabil seperti biasanya yakni 18 hingga 20 ribu ton perhari.

“Kelihatan seperti pasokan (premium) berkurang. Padahal permintaan yang meningkat. Setiap ada stok selalu begini antreannya sampai stok habis,” kata Agus, seorang petugas SPBU.

Terjadinya antrean panjang ini karena ketersediaan premium tidak merata di semua SPBU. Pantauan Batam Pos di lapangan selama ini, jika satu SPBU ada stok premium maka SPBU lainnya kosong. Seperti yang terjadi sepanjang hari kemarin (Kamis, 17/10), pasokan premium hanya tersedia di SPBU Tanjunguncang. SPBU lainnya hanya menjual pertalite, pertamax dan solar, sehingga pengguna premium berbondong-bondong ke SPBU Tanjunguncang.

Keadaaan ini diperparah lagi dengan ulah oknum-oknum warga yang sengaja berulang kali antre untuk mendapatkan premium untuk dijual secara ecer atau lansir ke pertamini. Oknum-oknum yang datang dengan kendaraan bermotor ini tidak saja menguras stok premium sebab beli berulang kali dalam jumlah yang banyak, tapi juga memperpanjang antrean kendaraan. Pengguna premium yang terburu-buru untuk kerja akhirnya tak punya pilihan selain mengisi premium eceran di pinggir jalan.

“Inilah yang harus diperhatikan Pertamina. Yang antre di SPBU ini paling banyak mereka yang mau lansir bensin ke jerigen ataupun pertamini. Sudah isi penuh pulang langsung kuras terus datang antre lagi. Mereka ini yang membuat premium cepat habis dan panjang antrean,” tutur Ridwan, pekerja galangan di Tanjunguncang.

Pihak Pertamina sebelumnya mengakui adanya indikasi kecurangan seperti itu sebab selama ini tidak ada pengurangan pasokan premium. Tingginya permintaan premium ini diduga adanya permainan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Karena stok tidak berkurang dan jumlah permintaan juga belum ada peningkatan. Bisa jadi ini ada permainan,” ujar Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut Rudi Arifianto, belum lama ini.

Untuk menjaga stabilitas stok BBM di Batam kata Rudi, pihaknya akan menerjunkan tim pengawas ke SPBU-SPBU yang ada.

“Kalau ada yang kedapatan bermain tentu ada sanksi,” kata Rudi. (eja)

DPRD Tunda Anggaran Peresmian Masjid Sultan Mahmud

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Usulan Pemerintah Kota (Pemko) Batam menganggarkan biaya peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah pada KUA-PPAS APBD murni 2019 ditunda DPRD Kota Batam. Hal ini dinilai terlalu cepat, dewan meminta untuk dianggarkan kembali pada APBD perubahan 2019.

“Karena peresmiannya di bulan Oktober 2019, kita minta ditunda dulu. Nanti saat APBD-P, kita akan akomodir,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Batam Mesrawati Tambubolon saat Rapat KUA-PPAS bersama Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdako Batam, Selasa (16/10).

Penundaan ini lanjut dia, bukan berarti DPRD menolak anggaran peresmian Masjid Sultan Mahmud. Penekanannya lebih pada ketepatan Pemko dalam memposting anggaran. Karena di tengah defisit anggaran saat ini, DPRD berharap kegiatan yang diusulkan betul-betul prioritas.

Ditundanya biaya peresmian Mesjid Sultan Mahmud lanjut Mesra, juga untuk menghindari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Hal ini karena prosesnya masih tahap pembangunan. “Tidak mungkin diresmikan kalau belum selesai. Makanya diusulkan di perubahan,” jelasnya.

Sementara itu dalam pembahasan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Batam mengusulkan anggaran di KUA-PPAS APBD 2019 sebesar Rp 46,7 miliar. Ada empat kegiatan di bidang ini yakni peningkatan penghayatan nilai-nilai keagamaan, pnyelenggaraan persiapa ibadah haji, pelatihan dan pembinaan kelembagaan keagamaan serta pelaksanaan MTQ tingkat Kota Batam dan MTQ tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kabag Kesra Setdako Batam, Riama Manurung menyebutkan, untuk biaya peresmian Mesjid Sultan Mahmud Riayat Syah direncanakan dianggarkan sebesar Rp 288 juta. “Baru kita usulkan di KUA-PPAS 2019. Nilainya Rp 288 juta,” kata Riama.

Sebelumnya, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam, Suhar mengatakan, progres pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sudah mencapai 50 persen. Masjid yang berada di Tanjunguncang, Batuaji tersebut diprediksi selesai tepat waktu yakni Oktober 2019.

“Stuktur beton sudah selesai. Pembangunan saat ini memasuki pekerjaan-pekerjaan arsitektur seperti pemasangan dinding dan technical electro,” kata Suhar, kemarin.

Menurutnya, sesuai kontrak pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah selesai November 2019. Tetapi Pemko Batam menargetkan September 2019 selesai, sehingga awal Oktober 2019, masjid yang diklaim terbesar di Pulau Sumatera ini sudah harus diresmikan.

“Pekerjaannya cepat. Kami prediksi tepat waktu,” tuturnya. (rng)

Tak Laksanakan Drop Off Pengelola Parkir Diamankan Polisi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri mengamankan pengelola parkir kawasan Kepri Mall, serta pengelola parkir kawasan Mega Mall,  Selasa (16/10) lalu.

Empat orang pengelola parkir ini diamankan karena diduga melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam no 3 tahun 2008 tentang aturan penyelenggaraan dan retribusi parkir Kota Batam.

Pada pasal 20 Perda no 3 tahun 2008 menyebutkan tentang larangan pemungutan tarif parkir yang masuk dan keluar dibawah 15 menit (Drop Off).

“Kasus ini bermula dari laporan masyarakat ke Kapolda Kepri,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Hernowo, Rabu (17/10).

Laporan ini, ditindaklanjuti oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum. Dari penelusuran penyidik Ditreskrimum di dua kawasan pengelolaan PT Center Park dan PT Securindo Packatama, aturan Drop Off ini belum diberlakukan.

“Ini bukan masalah Rp2ribunya. Tapi coba kalikan Rp 2ribu ini. Masyarakat merasa tidak puas, sudah jelas ada aturannya. Kok dilanggar, itulah kami tindak,” ucap Hernowo.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kata Hernowo perbuatan yang dilakukan pengelola parkir ini tidak bisa dikaitkan dengan Pasal 23 KUHP, tentang pungutan liar.

“Kami amankan ini karena lebih melanggar Perda,” ujarnya.

Karena aturan ini melanggar Perda, polisi akan menyerahkan empat orang pengelola parkir ini ke Dinas Perhubungan Kota Batam. Agar dapat diusut dengan menggunakan Peraturan Daerah.

“Kalau di Perda itu, berupa sanksi administrasi. Dimulai dari peringatan tertulis, penghentian kegiatan, pembatalan izin dan pencabutan izin. Semuanya sudah kami serahkan ke PPNS Dishub Kota Batam, semalam (16/10),” ungkapnya.

Empat orang diamankan itu yakni petugas pos parkir PT Securindo Packatama, Ar dan Supervisor Parkir PT Securindo Packatama, Ebh. Sedangkan di kawasan parkir Kepri Mall diamankan Asisten Park Manager Parkir PT Center Park, RPS dan petugas pos parkir PT Center Park, S.

Barang bukti diamankan yakni 8 lembar tiket retribusi parkir Kepri Mall,4 lembar uang pecahan Rp 2000, 4 buah name tag pelaksana parkir PT Center Park dan PT Securindo Packatama.

Ia berharap aturan ini menjadi pemicu bagi Pemerintah Daerah untuk menerapkan Peraturan Daerah ini. Karena, banyak masyarakat yang mempertanyakan aturan ini tidak diterapkan di seluruh area Batam.

“Kami amankan ini saja, selebihnya biar aparat penegak aturan daerah menertibkan,” tuturnya.

Ia mengatakan bahwa setiap laporan masyarakat akan selalu direspon cepat.

“Polri tidak akan memberikan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, semuanya akan kami tindak tegas,” ungkapnya.

Adapun pengelola parkir Mega Mall, membantah adanya penggerebekan petugas parkir di Mega Mall. Hanya saja petugas parkir diminta keterangan oleh Polda Kepri seputar penerapan drop off 15 menit.

“Gak digrebek. Cuma manggil doang soal aturan drop off,” kata Muhammad Fauzan, pengelola parkir Mega Mall saat dihubungi Batam Pos, Rabu (17/10).

Diakuinya, usai meminta keterangan petugas parkir, selanjutnya para petugas diarahkan polisi untuk menyelesaikan dengan Dinas Perhubungan Kota Batam.

“Memang ada dua yang diminta keterangan, Mega Mall dan Kepri Mall,” kata pria yang juga sebagai Ketua Asosiasi Pengelola Parkir Seluruh Indonesia itu.

Terkait belum dijalankannya aturan drop off di Mega Mall, Fauzan mengaku ada sedikit kendala, mengingat ada perubahan di sistem mereka khususnya untuk menggratiskan parkir selama 15 menit.

“Tentu ini harus diubah dan disesuaikan dengan aturan perda. Perubahan ini tentu membutuhkan waktu,” tutur Fauzan.

Namun yang jelas ia memastikan mulai hari ini, Rabu (17/10) aturan drop off di Mega Mall sudah berlaku. Setiap masyarakat yang masuk ke mall tersebut kurang dari 15 menit tidak akan dikenakan biaya parkir.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir Batam, Alexander Banik mengatakan secara aturan di perda tidak dijelaskan waktu penerapan drop off. Namun demikian Dishub Batam telah menyurati seluruh pengelola parkir khusus di Batam per 1 Oktober. Pada 3 Oktober Dishub memberikan waktu tenggang selama dua minggu.

“Kita beri waktu dua minggu, karena mereka harus merubah sistem sesuai kesepakatan dan aturan perda,” kata Alex di DPRD Batam. (rng/ska)

Pertamina Bantah Kurangi Solar dan Premium

0
foto: batampos.co.id / dalil harahap

batampos.co.id – Pertamina menampik adanya pengurangan pasokan Solar dan Premium di Batam. Penyaluran BBM (Solar dan Premium) di SPBU se-Batam sudah dilakukan Pertamina sesuai kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR 1 Sumbagut Rudi Arifianto, Solar subsidi merupakan jenis bahan bakar tertentu yang penyalurannya harus sesuai kuota. Kuota telah diatur oleh pemerintah dan disubsidi oleh APBN. Kecuali dalam kondisi tertentu seperti lebaran. Namun jika dihitung jumlahnnya sama dengan kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

“Tak mungkin kami mengurangi atau menambah, karena penyaluran Solar sudah sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Jadi sampai saat ini konsumsi normal,” ujar Rudi kepada Batam Pos, Selasa (16/10).

Dijelaskannya, peruntukan Solar subsidi juga telah diatur oleh pemerintah, seperti nelayan, petani, angkutan umum dan publik. Perusahaan besar atau industri dilarang membeli solar subsidi.

“Jadi seharusnya tak ada kekurangan solar sebab penyalurannya lancar. Kami sendiri sebenarnya tak bisa melakukan pengawasan harus ada bantuan dari stake holder bahkan konsumen,” imbuh Rudi.

Tak hanya Solar, Rudi juga mengklaim pasokan BBM ke SPBU di Batam normal. Tak terkecuali distribusi Premium yang dipasok setiap hari. Namun saat disinggung berapa jumlah pasokan premium ke Batam, Rudi mengaku sedang tak pegang data.

“Pengiriman Premium ke SPBU lancar. Jadi seharusnya tak ada lagi kelangkaan Premium,” terang Rudi.

Ia juga mewanti-wanti, apabila ada SPBU yang curang atau berbuat nakal saat pendistribusian atau penjualan BBM ke masyarakat, Pertamina akan memberikan sanksi tegas. Pengelola atau pemilik SPBU harus optimal memberikan layanan BBM ke masyarakat.

“Intinya, kalau SPBU berbuat curang hingga berdampak menyulitkan masyarakat dalam mendapatkan BBM jenis apapun itu, itu merupakan pelanggaran yang harus kami berikan sanksi untuk pembinaan,” pungkasnya. (she)

Untuk Operasi Katarak Peserta BPJS Harus Menunggu hingga 2019

0

x.batampos.co.id – Bahkan, untuk RS Embung Fatimah dalam sebulan untuk operasi katarak pasien BPJS hanya bisa 4 kali atau empat orang

Pemko Batam Sebut Harga Sembako Masih Normal

0
ilustrasi

x.batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam menyebut harga sembako masih dalam batasan normal. Tidak ada lonjakan harga yang begitu berarti di setiap pasar. Hal ini terlihat dari survey yang dilakukan Disperindag, Selasa (16/10).
Dari 20 item yang disurvey oleh Disperindag, hanya harga cabe yang mengalami kenaikan dari Rp 40ribu menjadi Rp 42ribu.
“Tapi ini tidak disemua pasar. Hanya beberapa pasar saja ada kenaikan harga cabe,” kata Kadisperindag Kota Batam, Zarefriadi, Selasa (16/10).

Walau ada sedikit lonjakan, Zaref mengaku tidak mengetahui penyebab naiknya harga cabe ini. “Tidak tau saya,” tuturnya.

Dari survey Disperindag di Pasar Taras, Mitra Raya, Tos 3000, Botania 2, harga beras premium dijual dengan harga Rp 321ribu per25 kilogram. Sementara itu beras medium dijual dengan harga Rp 252ribu per25 kilogram.

Sementara ayam ras dijual dengan harga Rp 32ribu perkilogram. Sedangkan daging sapi Rp 125ribu perkilogramnya. Telur satu papan harga berada dikisaran Rp 38ribu.

Untuk cabe merah keriting di jual dengan kisaran harga Rp 39ribu perkilogramnya. Dari data milik Disperindag ini, cabe merah paling mahal dijual di Pasar Taras, Rp 43ribu, paling murah di Pasar Tos 3000 Rp 34ribu.

komoditas bawang merah paling mahal di jual di Pasar Botania 2 Rp 32ribu perkilogramnya, paling murah di Pasar Tos 3000 Rp 16ribu perkilogramnya.

Dari catatan Disperindag beberapa komoditas, harga paling murah ada di Pasar Tos 3000, wortel Rp 12ribu perkg, kangkung Rp 6ribu perkg, Ikan Tongkol Rp 20ribu perkg, Ikan Selar Rp 35ribu perkg.

Adanya perbedaan harga tiap pasar ini, dibenarkan oleh Zarefriadi. “Masing-masing pasar berbeda-beda, mungkin ada faktor-faktornya,” tuturnya.

Survey yang dilakukan Disperindag ini, diharapkan Zarefriadi menjadi acuan masyarakat. “Apabila masyarakat ingin ke pasar, bisa terlebih dahulu melihat survey kami yang diupdate tiap Selasa dan Jumat di website Pemko Batam,” ungkapnya. (ska)

Peningkatan Industri Beri Dampak Positif, bagi Pertumbuhan Pelanggan PLN Batam.

0

batampos.co.id – Kembali bergairahnya sektor industri di Batam berdampak baik bagi pertumbuhan pelanggan dari bright PLN Batam.

“Untuk pasar industri sempat booming dari galangan kapal. Di setiap tepi laut berdiri shipyard yang memakai jasa PLN Batam, ” kata Manager Corporate Customer PLN Batam Arief Sumarna di Service Business Unit (SBU) PLN Batam di Imperium, Batamcentre, Selasa (16/10/2018).

Namun, semuanya berubah ketika krisis global menerpa Batam. Turunnya harga minyak dunia menyebabkan galangan kapal banyak yang tutup karena tak mendapatkan orderan.

“Ketika itu, tiap hari ada penurunan daya atau malah berhenti secara keseluruhan,” katanya.

Dampak penurunan daya meskipun hanya sedikit ternyata berdampak banyak bagi pemasukan PLN Batam.

“Meskipun begitu, kami mencoba memberikan pelayanan langsung agar pelanggan puas,” jelasnya.

Setelah menempuh tahun-tahun penuh kesulitan, sektor industri mulai bergairah kembali.

“Nampak secercah cahaya ketika ada industri baru mulai masuk,” paparnya.

Sebagai contoh, sejumlah industri plastik relokasi dari China ke Batam menggunakan listrik dari PLN Batam.

“Yang lainnya seperti dari Citra Buana, bisnis pergudangan dan banyak juga industri manufaktur mampu bertahan,” katanya.

Diakuinya, hal tersebut memberikan dampak bagus. Saat ini, pelanggan terbesar PLN Batam adalah Semen Batam yang berlokasi di Kabil. “Mereka menggunakan daya sebesar 10 Mega Volt Ampere (MVA) dan pabrik gas Samator yang pakai daya sebesar 7,7 MVA,” ucapnya.

Untuk September 2018, pelanggan PLN dari sektor industri mencapai 34 tenant. Sedangkan pelanggan terbanyak berasal dari rumah tangga sebanyak 66.296 pelanggan. Kemudian bisnis sebanyak 12.172 pelanggan. Lalu pengguna multiguna sebanyak 20.958 pelanggan, sosial sebanyak 721 pelanggan dan pemerintah sebanyak 562 pelanggan. Dan totoal keseluruhan mencapai 100.745 pelanggan.

Khusus untuk industri, jumlah pelanggan sempat menjadi 30 pada April 2018. Namun memasuki September, meningkat menjadi 34 pelanggan dari kalangan industri.

Industri kata Arief termasuk pelanggan besar. Daya listrik minimal yang dibutuhkan pelanggan besar mencapai 240 KVA. Sedangkan daya listrik tertinggi mencapai 30 MVA

Selain industri, bisnis properti juga menjanjikan. Pembangunan apartemen seperti Pollux Habibi dan Oxley diyakini akan meningkatkan pertumbuhan pelanggan PLN Batam.

“Pollux sudah bangun dan saat ini daya yang dibutuhkan sekitar 2,5 sampai 3 MVA dulu. Tapi jika sudah dibangun semuanya hingga 102 lantai bisa jadi 10 MVA,” paparnya.

Sedangkan Oxley sebelumnya mengajukan 11 MVA, namun sekarang turun menjadi 6 MVA.

foto: batampos.co.id / rifki

Untuk tarif diatas 200 KVA sudah termasuk dalam golongan tarif B-3/TM. Tarif listriknya sebesar Rp 1.603,63 per KWH dengan tarif abonemen mencapai Rp 38.602.

Terpisah, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri Kepri Tjaw Hioeng, beberapa waktu lalu, mengakui bahwa industri di Batam sudah mulai bangkit. Ini bisa dilihat dari ekspor yang terus tumbuh, terutama untuk perusahaan manufaktur.

“Memang kalau ekspor meningkat itu karena pesanan mulai banyak. Sebagian besar perusahaan manufaktur di kawasan industri di Batam sudah kontrak dengan pemilik brand atau perusahaan rekanan,” kata pria yang akrab disapa Ayung tersebut.

Akibat dari meningkatnya ekspor, maka perusahaan akan melakukan ekspansi. Contoh ekspansi adalah membangun gedung baru. Dan tentu saja akan membutuhkan daya listrik baru.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan investor banyak yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Batam. Salah satunya adalah perusahaan dari Mesir yang bergerak di bidang properti.

Sektor ini dapat menyerap daya listrik yang cukup banyak ketika pembangunan dilakukan hingga proses penjualannya.

“Kami tengah membantu dan berupaya meyakinkan perusahaan tersebut agar merealisasikan rencana investasinya,” kata Lukita, Minggu (16/10).

Jumlah investasinya mencapai 162 juta Dolar Amerika. Namun, sayang Lukita belum bisa menyebutkan nama perusahaannya. Tapi ia berjanji akan menghilangkan kendala yang ada agar investor dari Negeri Piramida itu segera membangun properti di Batam.

Sebelumnya, Lukita sudah bertemu dan melihat rencana pembangunannya. BP Batam setuju dan telah mempersiapkan lahan di pinggir pantai yang terletak di Tanjungpinggir Sekupang.

” Investor Mesir tersebut rencananya akan membangun sebuah kawasan di area yang tidak jauh dari Pantai Tanjungpinggir. Sehingga nantinya juga diharapkan bisa menjadi kawasan destinasi pariwisata baru yang bisa menarik minat kunjungan wisatawan,” tegas Lukita.(leo)

Tes CPNS di Batam, Satu Hari 250 Orang

0
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Batam hanya digelar di Kantor UPT BKN Kepri di lantai 5 Gedung Bersama Pemko Batam. Tes akan digelar 26 Oktober hingga 17 November 2018.

“Tes yang di Batam cukup di UPT. Sudah kami perhitungkan, sehari bisa 250 orang” kata Kepala Regional (Kanreg) BKN XII BKN Pekanbaru, Andrayati, Selasa (16/10).

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi ASN (UPT) BKN Kepri Andri Febrian menjelaskan, jumlah peserta harian tersebut memperhitungkan jumlah komputer yang ada di UPT yakni 50 unit.

“Sehari ada lima sesi, makanya 250 perhari,” terangnya.

Tes di Batam, lanjut dia, tidak melayani peserta dari daerah lain. Karena berdasarkan perhitungan, antara kemampuan layanan di UPT sesuai dengan jumlah pelamar di Batam. Diketahui setelah diverifikasi, jumlah pelamar mencapai 6.350 pelamar (sebelum verifikasi 6.741 orang).

“Jumlah pelamar dan yang bisa dilayani cukup, tak bisa masuk dari daerah lain,” imbuhnya.

Berbeda dengan titik di Batam, ia mengungkapkan titik tes di Tanjungpinang akan diperuntukkan bagi tes daerah lain juga yakni oleh tiga daerah, di antaranya Bintan, Tanjungpinang dan Lingga ditambah Pemerintah Provinsi.

“Komputer di titik sana (Tanjungpinang) banyak, ada sekitar 250an unit. Jadi bisa bergilir,” kata dia.

Ia mengatakan, di Kepri hanya dua titik tersebut yang pengadaan tes oleh BKN langsung. Artinya segala persiapan perlengakapan disediakan BKN.

Sementara, Natuna dan Anambas
dari awal sudah disiapkan untuk menyelenggarakan tes secara mandiri di daerah masing. Artinya pemerintah daerah setempat menyiapkan laboratorium komputer sesuai standar BKN. Tetapi server dan penunjang lain akan dibawa tim BKN.

“Peserta dari sana mau ke Batam atau ke Tanjungpinang pun, jadi mahal pengeluaran mereka,” ucap dia.

Ia menambahkan, pihaknya berkeyakinan tidak ada kendala terkait tes yang kelak akan menggunakan sistem komputer (CAT). “Inshaa Allah tidak ada kendala, semua sudah standar. Tim program, segala macam sudah ada,” paparnya.

Soal pelaksanaan tes, Andri mengatakan pada prinsipnya tak mengatur ujian per formasi, maka jika dicampur tidak masalah. Hanya saja pihaknya menyerahkan ke pemerintah daerah jia ingin menggelar sesuai dengan formasi.

“Kalau mau, bisa juga, silahkan,” pungkasnya. (iza)

Investasi Naik, Serapan Naker Justru Belum Maksimal

0

x.batampos.co.id – Meningkatnya realisasi invetasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) semester pertama tahun 2018 tak diiringi dengan peningkatan tenaga kerja (naker).

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam mencatat serapan naker periode tersebut sebanyak 1.672 dari 36 proyek dengan total investasi Rp 433,93 miliar.

Padahal, periode yang sama tahun 2017 lalu, walau proyek hanya 17 proyek dengan nilai investasi 312,51 miliar namun mampu menyerap naker sebanyak 1.860 orang.

Kepala DPM PTSP Kota Batam Gustian Riau mengatakan, hal ini karena sektor yang tumbuh bukan sektor padat karya. Tdak hanya itu, sebab lain dikarenakan sebagian industri melakukan efsiensi dengan mengoptimalkan penggunaan IT.

“Maka penggunaan naker belum maksimal,” kata Gustian, Selasa (16/10).

Dapat dirinci, sejumlah sektor yang belum maksimal serapan nakernya adalah
Industri alat angkutan dan transportasi lainnya, tahun ini terdapat lima proyek dengan investasi Rp 149,5 miliar, serapan naker hanya 451 orang. Dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu yakni ada tiga proyek dengan investasi Rp 199,05 miliar. Tenaga kerjanya mencapai 1.026 orang.

Sektor lain yakni Industri kertas, barang dari kertas dan percetakan tahun ini belum ada realisasi, maka berimbas pada belum adanya serapan naker. Tahun lalu, ada satu proyek satu proyek dengan nilai investasi Rp 59 miliar, menyerap naker sebanyak 231 orang.

Industri makanan, tahun ini terdapat dua proyek dengan nilai investasi investasi Rp 1,3 miliar, tenaga kerja 23 orang. Sementara tahun lalu, juga dua proyek dengan nilai investasi yang hanya Rp 17,96 miliar mampu menyerap naker 401 orang.

Soal ini, menurut Gustian, pihaknya tdak tinggal diam, ia kembali mengatakan Pemko Batam telah membentuk satgas percepatan berusaha atas arahan Wali Kota Batam Muhammad Rudi yang kini diketuai Sekda Kota Batam Jefridin.

ilustrasi

“Pemko mendorong pelaku usaha yang baru berencana investasi agar segera merealisasikan investasinya,” imbuhnya.

Selain data yang serapan nakernya belum maksimal, sejumlah sektor juga ada peningkatan. Seperti, industri mineral non logam, tahun lalu hanyab menyerap tenaga kerja sebanyak 30 orang dari satu proyek yang ada. Tahun ini meningkat menjadi 59 orang dari dua proyek dengan total realiasi investasi Rp 2,1 miliar.

Kenaikan juga terjadi pada industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik. Tahun lalu dari lima proyek dengan total investasi Rp 7,1 miliar serapan nakernya sebanyak 118 orang. Tahun ini, dari jumlah empat proyek dengan total investasi Rp 87,76 miliar menyerap naker 221 orang.

Perdagangan dan Reparasi juga mengalami tren yang baik. tahun lalu dari tiga proyek dengan nilai investasi Rp 2,7 miliar hanya menyerap naker sebanyak 8 orang. Tahun ini, dari sembilan proyek dengan nilai investasi Rp 78,96 miiar, serapan nakernya mencapai 135 orang.

Gustian menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pendampingan dan pengawalan perizinan.

“Kalau ada kendala langsung kami tangani. Sehingga mereka bisa segera beroperasi,” pungkasnya. (iza)