Polisi bersama masyarakat mengevakuasi jasad laki-laki di Pantai Indah Kijang setelah ditemukan mengapung di Perairan Mapur, Kamis (16/8). F. Polair Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung di perairan Mapur, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kamis (16/8) sekitar pukul 06.30 WIB.
Penemuan mayat bermula saat nelayan bernama Dani, 30, yang sedang mencari ikan melihat jasad laki-laki bercelana dalam tanpa mengenakan baju mengapung. Nelayan tersebut langsung melaporkan kejadian yang dilihatnya ke kepala dusun dan kepala desa.
”Saya langsung koordinasi ke pihak kepolisian, karena jasadnya sudah hancur dan kepalanya tidak ada. Lalu, jasadnya dibawa ke Kijang,” kata Camat Bintan Pesisir Zulkhairi, Kamis (16/8).
Dia mengatakan, jasad laki-laki itu telah dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri di Batu 8 Tanjungpinang. ”Belum ada masyarakat yang melaporkan kehilangan keluarganya. Hanya istri Pak Muani nelayan yang hilang beberapa waktu lalu datang untuk melihat, namun istrinya bilang bukan Pak Muani. Jadi, ini mayat mister x karena identitasnya belum diketahui,” kata dia.
Sementara, Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadzar menyampaikan belum ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah tersebut. ”Kepalanya dimakan ikan karena sudah lama di laut. Kepalanya masih ada, namun tengkorak saja,” kata dia melalui sambungan telepon, Kamis (16/8).
Dikatakannya, ada beberapa masyarakat yang kehilangan keluarganya telah mendatangi Pantai Indah Kijang saat jasad korban dievakuasi. Namun, belum ada yang mengenalinya. ”Jasad laki-laki tanpa identitas tersebut sudah di RSUP Tanjungpinang,” ujarnya.(met)
Empat pelaku kasus narkoba yang diamankan Polres Bintan, Rabu (15/8) malam lalu. F. Slamet/baampos.co.id
batampos.co.id – Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Bintan menciduk empat pelaku kasus narkoba di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (15/8) malam. Salah seorang pelaku mengungkapkan bahwa sabu yang didapatkannya dikendalikan seorang narapidana (napi) dari balik Lapas Narkotika Tanjungpinang di Batu 18, Kijang.
Kasat Resnarkoba Polres Bintan AKP Joko Purnawanto yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/8) menyebutkan, malam itu pihaknya menerima informasi transaksi narkoba di Tanjunguban. Timnya lalu berkumpul di Tanjunguban untuk mematangkan rencana penyergapan. Tim bergerak ke lokasi pesta pernikahan di Gedung Nasional Tanjunguban.
Di sana, seorang pemakai sabu bernama Yosa Ardayu, 23, diciduk sekitar pukul 20.00 WIB. Sabu seberat 0,21 gram yang disimpan dalam bungkus rokok turut diamankan.
”Anggota saya langsung duduk di belakang motornya. Karena ramai, anggota mengarahkan pelaku keluar dari lokasi pesta,” katanya.
Dari keterangan Yosa, diketahui narkoba itu baru dibeli di bundaran Masjid Taqwa, Tanjunguban. Sabu dibeli dari pengedar bernama Marco Darsono Kuheba alias Eko, 39.
”Saat itu kami sisir semua lokasi mencari sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam milik pengedar Eko,” katanya.
Pencarian akhirnya berlanjut ke Kafe Bintang. ”Lokasinya terpencil. Masuk gang,” kata dia.
Di kamar VIP nomor 2, jajarannya menemukan Eko bersama rekannya Dien Mastri, 41, yang diduga habis mengonsumsi narkoba. ”Kami minta mereka menunjukkan sabu itu. Tapi mereka tidak mengaku. Jadi, kami geledah sofa sampai semua barang di sana,” katanya.
Tak lama, masuk ke kamar VIP nomor 2, abang kandung dari Eko yang bernama Ruri Darmadi alias Adi, 42, datang. ”Awalnya si Adi ini lantang suaranya menanyakan keberadaan kami. Tapi tak lama kami menemukan bohlam lampu yang isinya 30 paket sabu kecil dan 1 paket sabu sedang siap jual,” kata dia.
Di kafe itu, ditemukan 30 paket sabu kecil seberat 2,87 gram dan 3,70 gram. ”Barangnya saat ini lagi ditimbang di Pegadaian, totalnya 6,78 gram,” ujarnya.
Yang mengejutkan, Adi mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Kampung Aceh, Batam yang dikendalikan seorang napi dari balik Lapas Narkotika Tanjungpinang di Batu 18, Kijang. ”Saya langsung koordinasi dengan Kalapas. Di malam itu, nomor si napi yang disebut mengendalikan jari-ngan sabu dari balik lapas masih aktif, namun, setelah itu tak aktif lagi,” katanya.
Di malam itu, empat pelaku langsung diamankan dan dijebloskan ke Tahanan Polres Bintan. ”Empat orang yang diamankan ini mulai pemakai, pengedar, dan bandar,” kata-nya.
Sementara, Kalapas Narkotika Tanjungpinang Misbahuddin yang dikonfirmasi, Kamis (16/8) mengakui adanya informasi itu. ”Ya, kita terima informasi dari Kasat Narkoba bahwa benar napi kita ada yang namanya yang disangkakan itu. Tapi pas kami cek dia lagi tidur. Saat kami geledah, tidak ditemukan hape (ponsel),” katanya.
Dia mengatakan, napi tersebut memang sering disebut mengendalikan jaringan narkoba. Hanya, untuk pembuktian kasus narkoba perlu dilakukan tangkap tangan. ”Kasus narkoba perlu pembuktian tangkap tangan atau kalau ditemukan ponsel bisa ditelusuri jaringannya. Tapi tak ditemukan ponsel waktu digeledah kamarnya,” tukas dia. (met)
GM Marketing Orchard Park Batam Tedi Guswana, didampingi Manager Marketing Orchard Elya menyerahkan cenderamata kepada Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan bersama Manager Iklan Tri Agus dan Wapimred Batam Pos Yusuf Hidayat saat kunjungan ke Batam Pos, Kamis (16/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Situasi perekonomian daerah yang dinilai kurang bergairah, tak menyurutkan semangat pengembang properti ternama, PT Agung Podomoro Land, Tbk melalui anak perusahaan PT Dimas Pratama Indah untuk mencapai master plan proyek prestisiusnya di Batam, yakni Orchard Park Batam.
Kawasan hunian terpadu yang dikembangkan di atas lahan seluas 42 hektar itu, kini sudah berada dalam progres di angka 98 persen. Mulai dari produknya berupa SOHO, landed house, commercial area hingga apartement, menunjukkan konsistensi pengembangan dari stabilnya penjualan produk.
“Sebagian besar konsumen kami adalah warga Batam. Artinya, Batam masih sangat potensial,” ujar GM Marketing Orchard Park Batam, Tedi Guswana, dalam kunjungan silaturahminya bersama tim ke Batam Pos, Kamis (16/8).
Ochard Park Batam yang usai meraih penghargaan dari Federasi Real Estat Internasional (FIABCI) pada kongres FIABCI ke-69 di Dubai, Mei lalu, semakin meyakinkan bahwa properti di Batam saat ini telah menjadi perhatian dunia.
“Sebagaimana visi kami untuk membangun daerah yang menciptakan pergerakan perekonomian positif dengan menghadirkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Dan tentunya tidak terlepas dari sinergi yang baik dengan pihak media lokal, dalam menginformasikan potensi dan situasi perekonomian yang terjadi,” ungkap Tedi.
Kunjungan yang disambut langsung Direktur Batam Pos Guntur Marchista Sunan, didampingi Wakil Pimred Yusuf Hidayat dan Manager Iklan Try Agus itu, menjadi sebuah ikatan kerjasama yang kuat yang sudah dibina sejak lama antara Orchard Park dan Batam Pos.
“Kerjasama yang terbina sejak awal kehadiran Orchard Park Batam dan bertahan hingga saat ini, merupakan bentuk sinergi yang luar biasa diantara keduanya. Dimana, keberadaan media cetak di Batam masih memiliki penetrasi tertinggi nomor dua di Indonesia yang berada di angka 35 persen, setelah Surabaya,” paparnya.
Batam Pos, lanjutnya, yang berada di segmen menengah ke atas ini tentunya menjadi media partner yang tepat untuk pengembangan proyek properti besar seperti Orchard Park Batam.
“Visi kita sama dalam membuat strategi bisnis, untuk pembangunan daerah. Semoga hal ini tidak terlepas dari kualitas pemberitaan Batam Pos untuk mendukung prospek bisnis yang akan dikembangkan ke depannya. Dan diharapkan, Agung Podomoro Land tidak berhenti hanya di Orchard Park Batam, melainkan siap mengembangkan kawasan terpadu lainnya di Batam ini,” ungkap Guntur.
masih dalam sempena HUT Batam Pos ke 20 tahun yang jatuh 11 Agustus lalu, Orchard Park Batam juga ikut merayakan bersama dengan membawa kue ulang tahun dan penyerahan cinderamata untuk Batam Pos. (nji)
Sejumlah anak-didik Pusat Layan Autis (PLA) Batam didampingi orang tuanya berusaha membawa air saat mengikuti lomba memindahkan air kedalam botol dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di PLA Batam, Kamis (16/8). Anak-anak PLA juga mebisa merasakan HUT Kemerdekaan RI dengan mengikuti berbagai lomba di sekolahnya. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Anak-anak berkebutuhan khusus biasanya hanya jadi penonton saat perayaan Dirgahayu Republik Indonesia. Kamis (16/8) lalu di Pusat Layanan Autis (PLA) Batam, mereka menjadi peserta utama. Tidak ada ejekan maupun tawa yang merendahkan kondisi mereka. Hanya ada tawa bahagia, tawa keseruan.
Indonesia telah merdeka 73 tahun. Namun ada segelintir orang yang tidak dapat merasakan kesenangan akan perayaan kemerdekaan. Anak-anak berkebutuhan khusus, salah satunya.
Mereka tidak mendapatkan perlakuan yang sama dengan anak normal lainnya diberbagai lini dan kegiatan. Salah satunya perlombaan 17 Agustus-an. Hal inilah yang mendasari PLA Batam membuat acara perlombaan untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut.
“Mereka (anak-anak berkebutuhan khusus) juga merdeka,” kata Kepala PLA Batam, Riniatun, Kamis (16/8).
Merdeka yang dimaksud Riniatun yakni anak-anak tersebut berhak mencicipi apa yang dirasakan anak-anak normal lainnya. Karena, anak-anak berkebutuhan khusus ini memiliki hak yang sama dengan anak normal.
“Kadang mereka ini diikutkan perlombaan (untuk anak normal), tapi disendirikan. Atau malah diketawain, miriskan,” ucapnya.
Hal-hal ini masih dirasakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, maupun orangtuanya. Rini menuturkan sebenarnya yang dibutuhkan mereka hanyalah perhatian, serta bersosialisasi dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
“Itu masih belum didapat anak-anak berkebutuhan khusus ini,” ungkapnya.
Lomba-lomba yang diadakan di PLA BAtam mulai dari fashion show, memindahkan air ke dalam botol, memindahkan bola ke dalam keranjang, makan kerupuk dan jalan dengan menggunakan bakiak.Tentunya, lomba ini terkesan sangat gampang dan biasa bagi anak normal. Tapi tidak bagi anak berkebutuhan khusus.
“Cukup sulit bagi mereka,” ucap Riniatun.
Karena fokus, kesabaran serta konsentrasi anak-anak ini kadang terpecah oleh sesuatu yang lain. Salah satunya, lomba memasukan air ke dalam botol. Anak normal, saat lomba dimulai dengan sigap memasukan air ke dalam botol. Tanpa perlu dituntun orangtuanya.
Namun, anak-anak berkebutuhan khusus ini. Air yang didalam ember, bukannya dimasukan ke dalam botol. Mereka malah saling ciprat-cipratan air. Akhirnya orangtua, menuntun mereka memasukan air ke dalam botol. Harus sabar pastinya. Dan butuh kesabaran lebih membimbing anak-anak ini.
“Lomba ini melatih fokus, kesabaran dan konsentrasi. Tidak sekedar lomba, tapi juga pelatihan,” ucapnya.
Anak-anak berkebutuhan khusus ini, kata Riniatun cukup sulit untuk fokus, sabar dan konsentrasi. Lomba ini, mengaplikasikan dari pelajaran yang mereka terima selama belajar di kelas PLA Batam.
Tidak hanya perlombaan saja. Anak-anak autis juga mengikuti gerak jalan santai dengan menggunakan pakaian adat.
“Biasanya anak-anak kami hanya melihat, teman-temannya yang normalnya menjalani ini. Tapi kali ini, kami ingin mereka merasakannya. Walaupun hanya jalan seputaran bangunan PLA Batam,” tuturnya.
Sejumlah anak-didik Pusat Layan Autis (PLA) Batam didampingi orang tuanya berusaha menghabiskan kerupuk saat mengikuti lomba makan kerupuk dalam rangka HUT Kemerdekaan RI di PLA Batam, Kamis (16/8). Anak-anak PLA juga mebisa merasakan HUT Kemerdekaan RI dengan mengikuti berbagai lomba di sekolahnya. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Salah seorang orangtua anak yang berada di PLA Batam, Rana mengatakan sangat senang anaknya bisa mengikuti perlombaan untuk merayakan HUT Ke 73 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Biasanya hanya bisa melihat-lihat saja, sekarang merasakannya,” ucapnya.
Ia mengatakan dirinya dan anaknya merasa merdeka di lingkungan PLA Batam. Karena tidak ada pandangan miring, atau sinis terhadapnya.
“Kami juga merasakan merdeka,” katanya.
Rana menuturkan pertumbuhan anaknya bisa terjaga dari hal-hal negatif. 16 tahun sudah dilewati Rana, membesarkan anaknya yang memiliki kebutuhan khusus.
Apakah lelah? Ia mengatakan tidak pernah ada kata lelah dalam hidupnya, untuk mendidik anaknya agar bisa mengejar ketertinggalan dari kawan-kawannya yang normal.
“Saya punya satu doa, saya ingin Tuhan memberikan kesabaran, kesabaran dan kesabaran yang besar untuk saya. Agar dapat mendidik anak saya menjadi seseorang yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Rana merupakan salah satu orangtua yang anaknya cukup lama berada di PLA Batam. Dan anaknya kini harus memasuki ke tahapan terapi transisi. Perkembangan anaknya saat ini sudah menujukan hasil yang luar biasa.
Namun, untuk masuk ke terapi transisi ini, Riniatun menyebutkan anak-anak tersebut harus terjun ke masyarakat.
“Contohnya masuk sekolah normal. Namun tidak segampang itu,” ungkap Rini.
Walaupun, beberapa guru (sekolah normal) menyadari kalau mereka haruslah menerima anak-anak istimewa ini, tapi itu tidak pernah dilakukan.
“Mereka sadar, tapi risih melakukan itu. Tapi ada juga beberapa sekolah yang mau menerima. Namun ada juga sekolah yang belum siap. Inklusi ini sangat penting,” ucapnya.
Rini menerangkan inklusi adalah sekolah yang memberikan kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus, untuk belajar bersama-sama dengan anak pada umumnya di kelas yang sama.
“Proses ini penting membentuk pribadi anak. Inklusi ini masih minim di Batam,” tuturnya.
Ia berharap ke depannya, masyarakat Batam makin terbuka dengan keberadaan anak-anak berkebutuhan khusus ini. Sehingga, mereka dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik. (ska)
Pemilik Batamliciouzez, Candra (lima dari kiri) saat berkunjung ke Batam Pos foto bersama dengan Direktur Batam Pos, Guntur (empat dari kiri), Kamis (16/8). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Candrana Rahman, pemandu makanan terkenal di Batam lewat akun Instagram @batamliciouz berkunjung ke ruang redaksi Batam Pos, Kamis (16/8). Dalam kunjungan ini, Batamliciouz mengungkapkan ingin mengangkat aneka jajanan kaki lima Batam menjadi penganan yang layak diperhitungkan lewat sebuah acara bazaar yang akan digelar di Mitra Raya, Batam Centre, pada September mendatang.
“Saya ingin menjalin interaksi, berbagi rasa kuliner dengan semua lapisan masyarakat di Batam lewat bazaar makanan. Kenalin ke semua orang bahwa makanan khas pasar atau makanan khas kaki lima juga layak dapat pasar, kalau makanannya enak dan bersih,” ujar Candrana.
Pria yang lebih dikenal dengan Koko Batamliciouz ini mengungkapkan, bazaar ini ia adakan atas pengalamannya yang suka hunting makanan ke berbagai tempat di Batam. Mulai dari makanan mewah khas hotel atau restoran bintang lima hingga penganan khas kaki lima atau pinggir jalan.
“Dari sini saya pikir, makanan kaki lima tak kalah enak. Banyak orang suka. Kenapa tidak naik kelas saja? Ngumpulin mereka dalam satu tempat, adain bazaar. Seberapa orang mau lihat. Saya senang bisa bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Khusus pedagang kaki lima, Batamliciouz menyebutkan akan membebaskan biaya bagi mereka.
“Free of charge. Ini komitmen saya untuk mengangkat pedagang kaki lima. Khususnya yang makanannya yang enak dan sudah pernah saya kunjungi,” ungkapnya.
Selain kunjungan relasi tersebut, Batamliciouz juga membagikan tips memanfaatkan sosial media dalam hal marketing kepada tim Zetizen dan batampos.co.id.
“Salah satu tips sukses membangun jaringan di sosial media itu adalah interaksi dan kecepatan sharing,” ungkapnya. (cha)
batampos.co.id – Pasangan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diprediksi kembali unggul di Provinsi Riau, dibanding pasangan Capres Jokowi- Ma’aruf Amin. Perolehan suara terbanyak akan kembali terulang untuk Prabowo, sama seperti pada Pilpres di 2014 lalu.
“Prediksi saya di pemilihan kedepan Prabowo akan unggul di Riau. Tapi ya tidak terlalu signifikan,” kata Pengamat Politik Riau, Dr Andi Yusran kepada JawaPos.com, Kamis (16/8).
Ia menjelaskan, pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa unggul di Riau. Mereka meraih 1.349.338 suara. Sedangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, kalah. Mereka hanya mendapatkan 1.342.817 suara. Perbandingan keduanya sangat tipis.
“Keunggulan Prabowo di Riau disebabkan karena masyarakat Riau yang merasa masih memiliki persoalan dengan pemerintah pusat,” jelas Andi.
Contohnya, lanjut Andi, seperti pada awal reformasi. Kala itu ada Gerakan Riau Merdeka. Meskipun namanya Gerakan Riau Merdeka namun nyatanya ini bukanlah sebagai bentuk pemecahan diri dari NKRI.
“Tapi ini bentuk protes kepada pemerintah pusat yang banyak menyedot sumber daya di Riau tapi yang berbalik tidak sebanding,” terangnya.
Ditambah lagi dengan persoalan dana transfer dari pemerintah pusat ke pemerintah Riau. Pemerintah pusat dinilai kurang memberikan perhatian khusus kepada Riau. “Salah satunya minyak yang berkurang namun harga minyak tetap tinggi. Hingga kebutuhan yang harga merangkak naik,” ucapnya.
Disisi lain, masyarakat Riau merasa masih belum puas dengan kinerja pada masa pemerintahan Jokowi. Sebab, hingga saat ini belum ada program Jokowi yang selalu didengungkannya itu telah terealisasi di Riau.
Dengan berbagai pertimbangan itu, maka sudah jelas jika Prabowo Subianto akan kembali unggul di Riau untuk kedua kalinya pada Pilpres 2019 mendatang.
Untuk memastikan itu, Andi yang juga dosen pascasarjana ilmu politik di Universitas Riau, ini akan segera melakukan survei bersama timnya. “Survei masih dalam proses. Ini sedang kita bicarakan dengan tim. Pasti akan segera dilakukan,” pungkasnya.
Pengendara melintas di depan kios Simpang Barelang, Sagulung | Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Kabid Tantrip Satpol PP Batam, Imam Tohari menyebutkan, saat ini pihaknya tengah bersiap menertibkan bangunan-bangunan tanpa izin, yang dibangun mulai Simpang Barelang, Jembatan Fisabilillah, Ruli di sekitar SMPN 35 Sagulung dan bangunan liar di pasar Induk.
Menurut data yang dia dapat, di kawasan ini terdapat sekitar seratusan bangunan tanpa izin. “Bangunan yang berada di pinggir jalan dan sekolah akan ditertibkan,” kata Imam, Rabu (15/8).
Menurut Imam, pihaknya telah memberikan Surat Peringatan 1 (SP 1), SP 2 dan SP 3 pada pengelola bangunan tanpa izin di kawasan tersebut. “Sesuai rencanannya, usai 17 Agustus kita mulai bergerak (tertibkan). Untuk protap kita sudah lakukan SP 1, SP 2, dan SP 3,” tegas dia.
Usai tiga titik ini, penertiban bangunan liar dilanjutkan di depan Mako Brimob.
“Arahnya masih kesana dan kita lakukan bertahap,” tutur Imam.
Untuk pasar induk sendiri, lanjut dia, sudah dilakukan pengundian. Para Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah direlokasikan ke kiosnya masing-masing ke tempat yang baru.
Penertiban dilakukan untuk mewujudkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam melakukan pembersihan dan pelebaran jalan di lokasi tersebut.
“Pasar buah memang belum. Tapi selesai 17 Agustus ini kita laksanakan,” tegas Imam. (rng)
batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim akan lebih mengawasi kendaraan yang menurunkan atau menaikan penumpang di depan Terminal Kedatangan maupun Keberangkatan.
Dari pantauan Batam Pos pengendara cukup ramai menurunkan penumpang, Rabu (15/8) lalu. Ada yang sehabis menurunkan penumpang lalu pergi. Namun ada juga setelah menurunkan penumpang, lalu meninggalkan kendaraanya terparkir di depan terminal keberangkatan.
Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso menuturkan sudah ada aturan terkait proses penurunan atau penjemputan penumpang. “Protab pengunjung setelah mengedrop calon penumpang, agar memarkir (segera) kendaraanya di tempat yang sudah disediakan,” katanya, Rabu (15/8).
Suwarso menuturkan tidak ada larangan menurunkan penumpang di depan terminal bandara. Namun, tidak diperbolehkan berlama-lama atau malah parkir. Tentunya ini dapat menganggu kenyamanan calon penumpang lainnya. Agar pengawasan ini optimal, Suwarso mengatakan sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi yang ada di kawasan Hang Nadim.
“(Petugas Hang Nadim,red) bersama-sama dengan TNI AU dan Polsek (Kawasan Bandara) melakukan pengawasan,” tuturnya.
Apabila ada kendaraan yang melanggar aturan, kata Suwarso pihaknya akan melakukan tindakan dan tertibkan. “Saya meminta kepada semua pihak agar memarkirkan kendaraanya pada tempat yang telah disediakan,” ujarnya.
Saat ditanya terkait keberadaan dua taxi di depan terminal keberangkatan. Suwarso mengatakan Hang Nadim memang menyiapkan dua taxi di sana. “Memang ada, dan stanby di sana,” ucapnya. (ska)
batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdulcapil) Kota Batam, mengusulkan anggaran untuk pengadaan alat pendukung cetak Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), pada pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Perubahan (APBD-P) 2018 mendatang.
Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan kekosongan yang telah berlangsung selama dua minggu ini harus segera dicarikan solusinya.
“Sementara ini kami masih menunggu barang itu datang dari pusat. Karena satu alat cukup mahal harganya,” kata Said, Rabu (15/8).
Menurutnya, selain mengharapkan dari pusat, pemerintah daerah juga harus memiliki solusi untuk pengadaan alat pendukung mesin cetak ini. “Jadi seperti cadangan gitu. Kalau pusat kosong kami masih punya stok,” sebutnya.
Said menyebutkan satu alat tersebut harganya mencapai Rp 3 juta. Kekosongan tidak boleh dibiarkan terlalu lama, sebab e-KTP sangat penting fungsinya. “Kalau lama warga nanti marah pula. Jadi kami berusaha mencari solusi,” ucapnya.
Mengenai besar anggaran yang dibutuhkan saat ini pihaknya masih menghitung berapa kebutuhan alat tersebut di sembilan kecamatan mindland termasuk yang ada di kantor Disdukcapil.
“Hinterland cetak di kita (kantor disdukcapil, red) jadi berapa yang mau dibeli dan berapa biaya yang dibutuhkan masih kami hitung. Nanti disampaikan ke pimpinan untuk dibahas di APBD-P,” ungkap mantan camat Batuampar ini.
Ia berharap anggaran ini bisa disetujui nantinya sebab melihat kebutuhan pencetakan e-KTP yang ramai setiap harinya. “Mudah-mudahan disetujui sehingga tak terjadi lagi kekosongan reborn dan film meskmin cetak. Jadi tak ada e-KTP yang tak bisa cetak,” imbuhnya.
Sebelumnya ratusan e-KTP tak bisa cetak karena kekosongan alat pendukung pada mesin cetak e-KTP di kecamatan Sekupang. Kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan. Warga diminta untuk bersabar hingga alat tersebut tiba.(yui)
Turis Singapura berjalan di restoran Kelong Kopak Jaya 007, Sagulung untuk menikmati makanan berupa seafood, salah satunya gonggong. Restoran ini selalu ramai, apalagi Sabtu dan Minggu. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada Juni 2018 mencapai 228.387 kunjungan. Angka ini mengalami kenaikan 18,61 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya yakni 192.553 kunjungan.
“Jika dibandingkan dengan Juli 2017, kunjungan wisman Juni 2017 naik 26,6 persen,” kata Kasi DLS BPS Kepri, Rabu (15/8).
Menurutnya, wisman yang berkunjung ke Kepri pada bulan Januari-Juni 2018 didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura, dengan persentase sebesar b47,26 persen. Disusul Malaysia 12 persen, Tiongkok 10 persen dan Korea Selatan 3,58 persen.
Secara kumulatif, Januari-Juni 2018 jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 1.212.164 kunjungan atau naik 19,93 persen dibanding jumlah kunjungan pada periode yang sama tahun sebelumnya, yakni berjumlah 1.010.712 kunjungan.
“Kota Batam masih daerah tertinggi kunjungan wisman di Kepri,” tuturnya.
Sementara itu untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri mencapai 48,3 persen atau naik1,32 poin dibandingkan TPK Mei sebesar 46,98 persen. Rata-rata menginap tamu asing dan tamu Indonesia pada hotel berbintang di Kepri yakni 1,77 hari atau n aik 0,13 poin dibandingkan rata-rata mnginap tamu pada bulan sebelumnya (Mei 2018-red). (rng)