Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12088

Pengusaha Mulai Mengeluh

0

batampos.co.id – Merosotnya ekonomi masyarakat di Natuna mulai dirasakan pengusaha di Ranai. Mereka khawatir usaha yang sedang dijalani terancam tutup.
Kondisi ini dibenarkan mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli, Jumat (13/7).

Menurut Ilyas yang saat ini membuka usaha jajanan serba ada di Kampung Batu Hitam, Ranai, mengaku, daya beli masyarakat saat ini sangat dirasakan jauh berkurang.
“Kalau sekarang, perputaran uang hanya dari pegawai pemerintah daerah yang belanja kebutuhan. Lebihnya hanya sebagian kecil saja dari kalangan swasta,” ungkap Ilyas Sabli, kemarin.

Ilyas Sabli yang pernah menjabat Bupati Natuna Periode 2011-2016 ini mengatakan, kondisi ini terjadi bukan semata atas kekeliruan pemerintah daerah, akan tetapi lebih kepada kebijakan pemerintah pusat yang memusatkan sebagian besar program kegiatan.
Akibatnya, pengusaha dan masya-rakat lokal kurang dapat mengambil peran dalam pembangunan yang semestinya bisa menjadi salah satu sumber pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

”Saya rasa ini terjadi karena kebijakan pemerintah yang dulu beda dengan yang sekarang. Dulu hampir semua kegiatan pemerintah dilelang di Natuna dan dikerjakan oleh pengusaha lokal Natuna,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun lalu sektor riil dan nonriil dapat berjalan seirama. Karena program kegiatan pembangunan terus dapat berjalan bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi. Tetapi sekarang hampir semuanya berada di pusat.

”Dulu masyarakat bisa leluasa menjual batu, pasir dan lain sebagainya karena pemenang kontrak pembangunan rata-rata pengusaha lokal. Tapi sekarang semuanya serba luar ekondampak ekonomidaerah,” ucapnya.

Selain faktor tersebut, pemerintahan yang dulu juga masih mengedepankan sektor nonriil sebagai salah satu kegiatannya, seperti memberlakukan bantuan sosial untuk masyarakat melalui anggaran daerah.

”Sekarang bantuan sosial itu tidak ada, kalaupun ada mungkin jumlahnya kecil. Kondisi menurunnya pertumbuhan ekonomi ini dirasakan betul oleh masyarakat. Ada sebagian masyarakat yang sulit memenuhi kebuhan, dan pedagang sulit menjual barang dagangannya, malah banyak ngutang-ngutang,” ujar Ilyas.

Imbas kurangnya perputaran uang di daerah menyebabkan petani sulit menjual hasil pertanian.(arn)

Karimun Defisit Rp 60 Miliar

0
Aunur Rafiq. F. Dok batampos.co.id

batampos.co.id – Krisis keuangan daerah tak ha­nya melanda Pemerintah Pro­vinsi Kepulauan Riau (Kepri), kabupatan/kota di Kepri ju­ga mengalami nasib yang sa­ma.
Di Kabupaten Karimun, anggaran pendapatan dan be­lanj­a daerah (APBD) 2018 defi­sit.

Ini diakui Bupati Karimun Aunur Rafiq. ”Benar, hasil peng-hitungan tim penyusun anggaran kabupaten, terdapat sekitar Rp 55 miliar sampai Rp 60 miliar defisit ABPD kita,” ujarnya, Kamis (12/7).

Penyebabnya, dana transfer pu­­sat ke daerah juga menyus­ut, seiringnya defisitnya APBN. Se­lain itu, beban pemba­ya­ran tun­jangan THR dan ga­ji ke-13 di luar gaji pokok juga mem­be­bani APBD, sebab sebe­lum­nya tak dianggarkan namun wa­­jib dibayarkan. Belum lagi pen­­dapatan asli daerah (PAD) yang menopang APBD juga be­lum maksimal pen­capa­ia­n­nya.

Meski keuangan daerah tahun ini mengalami defisit, kata Rafiq, hal ini tidak akan memberikan dampak terhadap ratusan proyek yang sudah berjalan dan saat ini yang masih dalam tahap penyelesaian. Untuk biaya-biaya anggaran proyek pembangunan yang mencapai ratusan miliar tersebut tidak ada masalah.

Namun Rafiq tak menafikan ber­dampak pada proyek-proyek yang belum dikerjakan dan belum masuk dalam kategori ur­gen. Proyek-proyek tersebut terancam tertunda. Saat ini, tim masih mengevaluasi pro-yek mana yang akan ditinjau ulang. ”Mau tidak mau ya rasionalisasi program-program yang sudah dianggarkan di APBD murni, tapi belum dijalankan. Terutama yang dipro-yeksikan dibiayai pada APBD Perubahan 2018,” ujarnya.

Jika pada tahun berikutnya memiliki anggaran yang cukup, baru akan dianggarkan kembali dalam APBD Murni 2019. ”Yang jelas, rasionalisasi anggaran harus dilakukan. Namun, bupati menjamin kalau proyek yang dikerjakan tahun ini bisa dibayarkan semuanya,” katanya. (san)

Harga Telur Tembus Rp 2.000 per Butir

0

batampos.co.id – Harga telur ayam ras sudah sepekan ini naik drastis. Sebelumnya harga per butirnya hanya Rp 1.500, namun saat ini menjadi Rp 2.000. Biasanya satu papan dipatok harga Rp 39 ribu, sejak pekan lalu naik menjadi Rp 49 ribu.

”Benar, harga telur ayam ras mengalami kenaikan Rp 500 per butir. Pasokan yang rata-ra­ta dari Kundur, Medan, dan Pe­kanbaru berkurang. Kejadi­an ini bukan di Karimun saja, tapi menyeluruh di berbagai daerah,” kata Kepala Dinas Pedagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Jumat (13/7).

Pasokan telur ayam ke Karimun terjadi pengurangan cukup banyak. Biasanya dipasok satu ton per minggu, tetapi sejak minggu lalu hanya mendapat jatah 500 kilogram saja atau hanya beberapa ikat saja. Kelangkaan tersebut dikarenakan para peternak sedang melakukan peremajaan ayam petelur secara berbarengan.

”Sesuai dengan hukum perdagangan, kalau permintaan banyak, namun produksi berkurang, otomatis harga naik,” kata Yosli.

Selain telur ayam, harga sembako lainnya tidak ada kenaikan dan stok cukup banyak. Dengan demikian, masyarakat menurut Yosli bisa memilih alternatif selain mengonsumsi telur ayam. Misalnya bisa mengkonsumsi ikan, daging ayam, maupun lainnya, sesuai kebutuhan selera menu makanan. ”Harap bersabarlah. Kemung-kinan kembali normal beberapa hari ke depan,” jawabnya.

Sementara salah seorang pedagang telur, Uda mengungkapkan, dirinya hanya pasrah terhadap kenaikan harga telur tersebut. Dia juga tidak berani memasok terlalu banyak, takut tidak ada yang mau beli akibat harganya cukup tinggi. ”Tetap saya jual Rp 49 ribu per papan. Jarang ada beli telur per butir,” ujarnya.(tri)

Oknum ASN Diduga Pengedar Narkoba

0
Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya berbicara kepada tersangka Dodi, oknum ASN Kabupaten Karimun yang terjerat kasus narkoba, Jumat (13/7). F. Sandi Pramosinto/batampos

batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polres Karimun menangkap Dd, oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Dinas Pariwisata, Seni, dan Kebudayaan Kabupaten Karimun, Minggu (8/7). Penangkapan ini dilakukan karena oknum ASN tersebut diduga terlibat peredaran narkoba jenis sabu.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat pada Minggu (8/7). Kemudian malam harinya pukul 22.30 WIB ditindaklanjuti dengan mendatangi rumah tersangka di Batu Lipai RT 002/ RW 004, Kelurahan Baran Timur, Kecamatan Meral.

”Setelah itu langsung dilakukan penangkapan dan dilakukan interogasi,” ujar Wakapolres Karimun Kompol Agung Gima Sunarya, didampingi Kasat Res Narkoba AKP Rayendra, Jumat (13/7).

Dari hasil interogasi, tersangka mengaku menyimpan sabu di dalam kamarnya. Kemudian petugas langsung melakukan penggeledahan dan menemukan sembilan paket sabu siap edar seberat 3,96 gram yang disimpan di dalam dompet.

Selain sabu juga ditemukan alat isap sabu (bong), kaca pyrex, dan timbangan digital. Adanya timbangan digital membuat oknum ASN tersebut diduga kuat terlibat sebagai pengedar.

”Hasil pemeriksaan sementara sabu tersebut didapat dari seorang pria berinisial IW yang saat ini DPO (daftar pencarian orang, red),” kata Agung.

Awalnya sabu tersebut dalam bentuk satu paket. Kemudian Dodi yang memisahkan dan menimbangnya lalu dikemas dalam paket-paket kecil. ”Hasil penyelidikan kita, IW merupakan salah seorang pemasok sabu untuk beberapa pegawai di Pemerintah Kabupaten Karimun,” jelasnya.

Dari penangkapan oknum ASN ini, lanjutnya, tidak lama kemudian muncul seorang pria berinsial Am ke rumah Dd. Am pun akhirnya ikut diamankan dan diperiksa.
Saat diperiksa ditemukan satu paket sabu yang tersimpan di dalam dompetnya.

Keduanya langsung digelandang ke Mapolres Karimun untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara itu, tersangka Dd menyebutkan dia mengonsumsi sabu sudah sejak 2012. Salah satu alasannya menggunakan sabu karena dia sedang sakit kanker getah bening. Penggunaan sabu menurutnya salah satu bentuk pengobatan.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Kabupaten Karimun Zamri secara terpisah membenarkan jika Dd merupakan salah seorang ASN yang bertugas di tempatnya. ”Awalnya saya tidak tahu kalau yang bersangkutan telah ditangkap polisi karena kasus narkoba,” katanya.

Zamri baru mengetahui kasus yang membelit bawahannya setelah ada yang memberitahukan. Tentang penyakit Dd, Zamri juga membenarkan. ”Jika sakitnya kambuh yang bersangkutan tidak bisa masuk kantor,” paparnya.(san)

Argo Utang ATB Batam Berhenti

0
Tampak Dam Mukakuning, Seibeduk surut airnya.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polemik Pajak Air Permukaan (PAP) berlanjut kembali. Hingga Juli ini, utang ATB kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri sudah mencapai Rp 36 miliar.

Keputusan baru muncul. Utang ATB distop mulai Juli ini sejak ditandatanganinya Peraturan Gubernur (Pergub) baru mengenai PAP.

“Sudah ada pergub baru keluar lagi. Namun sayangnya saya belum dapat. Dan nilai PAP di Pergub baru ini lebih rendah dari Rp 20 permeter kubik,” ujar Deputi IV BP Batam Eko Budi Soepriyanto di kantornya, Jumat (13/7).

Ia mengatakan kebijakan tersebut dilakukan setelah melalui sejumlah pertemuan intensif.

“Kalau tidak dihentikan nanti utangnya bisa membengkak, ATB bisa keberatan,” paparnya.

Dengan Pergub baru ini, maka penghitungan PAP berikutnya akan menggunakan tarif baru. Namun, sayangnya meskipun argo utang ATB telah berhenti, utang sebanyak Rp 36 miliar sebelum pergub baru berlaku tetap harus dibayar.

“Kami sudah membentuk tim baru lagi terdiri dari tripartit, antara ATB, Pemprov dan DPRD. Sedangkan BP hanya fasilitasi,” tambah Eko.

Dalam tim baru ini, ATB bisa menyampaikan keberatan terhadap nilai utangnya itu.

“Kalau ATB keberatan, kami bisa membicarakan permohonan keringanan. Baru disepakati. Rumusan pembayaran utang ini ditargetkan harus selesai pada Bulan Agustus nanti,” janjinya.

Apapun hasil keputusan ini, Eko berharap agar beban utang ATB tersebut jangan sampai dibebankan ke masyarakat.

“Ya saya berharap jangan sampai berpengaruh ke konsumen,” katanya. (leo)

Harga Naik, Beratkan Pelaku Usaha Kue Kering

0

batampos.co.id – Harga telur yang melambung tinggi masih dikeluhkan masyarakat. Saat ini harga telur dijual Rp 45 ribu per papan.

Harga ini tentu sangat memberatkan masyarakat terutama pelaku usaha kue kering yang menjadikan telur sebagai bahan baku untuk membuat kue kering.

Wineke, pemilik usaha Wineke Cake ini mengaku kenaikan harga telur cukup mencekik.

“Naiknya tinggi kali. Dari harga Rp 30 ribu, naik Rp 35 ribu sekarang harganya sudah Rp 45 ribu. Mahal sekali,” kata ibu dua anak ini, Jumat (13/7).

Dia mengatakan meski harga telur naik, namun ia belum berani menaikkan harga kue keringnya.

“Nanti pelanggan saya banyak yang protes,” jelasnya.

Tak hanya pelaku usaha kue kering, pedagang sembako di beberapa pasar di Sagulung dan Batuaji pun mengeluhkan kondisi ini. Mereka khawatir masyarakat enggan untuk berbelanja, karena telur yang melambung cukup tinggi.

“Dua bulan ini naiknya sudah ketiga kali,” jelas Ummy, pedagang sembako di Pasar Sagulung.

Ia mengaku tak mengatahui kenaikan harga telur, sebab, dari distributor harganya memang sudah naik.

“Mungkin permintaann pasar tinggi. Makanya mahal,” katanya.

Untuk pasokannya sendiri, Ummy mengaku masih normal. Distributor masih mengirimkan pasokan telur sesuai dengan permintaan pedagang.

“Masih normal. Makanya saya juga heran kenapa bisa semahal ini,” jelasnya.

Pedagang sembako di pasar SP Plaza, Nuradiah mengatakan kenaikan harga telur yang merupakan komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat tentu memberatkan pedagang. Pasalnya mereka harus mengeluarkan modal yang lebih besar dari sebelumnya.

“Modalnya Rp 38 hingga Rp 40 ribu per papan,” katanya. (une)

Curiga ada Ikan Berbahaya Dinas Perikanan Pemko Batam akan Cek

0

batampos.co.id – Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam berencana menyisir sejumlah lokasi perikanan air tawar yang tersebar di Kota Batam terkait edaran Menteri Kelautan dan Perikanan mengenai ikan berbahaya dan invansif.

Kepala Diskan Batam, Husnaini mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan untuk mendatangi lokasi perikanan air tawar.

Sebelumnya tim dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan telah menemukan dua ikan jenis Arapaima Gigas dan Alligator di dua titik yakni di Temiang dan Kawasan Wisata Mata Kucing, Sekupang.

“Mereka pelihara karena untuk edukasi dan wisata,” sebutnya.

Lanjutnya, kedua jenis ikan ini merupakan ikan berbahaya dan tidak boleh dilepas di perairan. Pemilik ikan ini akan dimintai keterangan dan menulis surat pernyataan dan memastikan ikan berbahaya ini tidak di lepas liar sehingga tidak mengancam kelangsungan hidup ikan lainnya.

“Kami memastikan agar ikan itu tetap di pelihara di kolam tersendiri. Jangan sampai dilepas seperti yang terjadi di tempat lain,” lanjut Husnaini.

Pekan ini, tim Dinas Perikanan akan mengecek keberadaan tiga jenis ikan tersebut ke lokasi perikanan air tawar di Batam Kota dan Sekupang. Secara umum pengawasan akan dilaksanakan di seluruh wilayah pulau utama Kota Batam. Sedangkan kawasan hinterland (pulau penyangga), tidak diawasi karena ketiga jenis ikan berbahaya ini termasuk ikan air tawar.

“Kami juga mengimbau ke nelayan melalui penyuluh untuk dapat menginformasikan ke Dinas seandainya melihat ikan ini. Seandainya ketemu jangan sampai dilepas tapi dilaporkan ke kami,” kata dia.

Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan mengeluarkan edaran terkait tiga jenis ikan berbahaya tersebut. Ketiga ikan yang dimaksud yaitu

  • Arapaima Gigas,
  • Piranha,
  • Alligator.

Dasar hukumnya yaitu UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2014 tentang Larangan Pemasukan Jenis Ikan Berbahaya dari Luar Negeri ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. (yui)

Saksikan Pertandinganya Dapatkan Voucher Menginap

0
Suasana pesta bola di Graha Pena Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Pesta Bola Russia 2018 yang menyajikan pertandingan antara Inggris versus Belgia dapat disaksikan di Graha Pena, Batamcenter, malam ini (14/7). Batam Pos selaku penyelenggara telah menyiapkan layar raksasa.

Pengunjung tidak hanya menikmati kedua tim ini, tapi juga memiliki kesempatan memenangi berbagai hadiah menarik.”Kami menyiapkan voucher menginap di hotel, voucher nonton dan voucher makanan. Caranya itu datang langsung dan saksikan pertandingannya,” kata Manager Pemasaran Batam Pos, Herianton, Jumat (13/7).

Pagelaran ini merupakan rangkaian ajang Pesta Bola Russia 2018 yang sudah digelar Batam Pos dari beberapa waktu lalu. Acara ini digelar demi memeriahkan ajang sepak bola empat tahunan tersebut.

“Voucher-voucher itu untuk orang-orang yang menyaksikan pertandingan Sabtu (14/7). Sedangkan hadiah satu unit motor Honda CB150 Verza, disiapkan untuk masyarakat yang berhasil menebak dengan benar siapa juara Piala Dunia tahun ini,” ucap Herianton.

Untuk mendapatkan satu unit motor tersebut, menurut Herianton caranya murah dan gampang. Masyarakat cukup mengisi kupon tebak juara yang ada di Koran Harian Batam Pos. “Tinggal isi siapa juara Piala Dunia kali ini. Dan kirimkan ke dealer-dealer Capella Honda atau kantor Batam Pos,” ungkapnya.

Hadiah motor Honda CB150 Verza persembahan Capella Honda. Acara ini terselenggara berkat kerja sama Batam Pos, Capella Honda, Batam TV, Graha Pena, portal berita online batampos.co.id, serta RRI Pro 1 Batam selaku radio pemegang hak siar Piala Dunia 2018.

“Saksikan pertandinganya di Graha Pena dan terus kirim kuponnya. Kesempatan memenangi satu unit motor masih besar, pengiriman kupon paling lambat 15 Juli kami terima,” tuturnya. (ska)

The Real Mountain Biker Gabung Fun Bike ATB-BP Batam Festival Hijau, Kamu???

0
foto: facebook RMB

batampos.co.id – Komunitas sepeda The Real Mountain Biker (RMB) seolah tak pernah alpa mengikuti kegiatan bersepeda, khususnya yang digelar di Batam. Komunitas yang dibentuk sejak 2012 ini, juga mengikuti fun bike ATB-BP Batam Festival Hijau yang akan digelar Minggu (29/7/2018) nanti.

Pendiri RMB Johan mengatakan, saat ini anggota yang mendaftar untuk mengikuti fun bike tersebut sebanyak 15 peserta.

“Sekarang baru 15 peserta, ada kemungkinan bertambah hingga tutup pendaftaran,” ujarnya, Jumat (13/7).

Pemilik toko sepeda Roda Malaka ini menyebutkan, komunitas RMB kini memiliki 78 anggota. “Awalnya terbentuk dari sesama pemilik toko sepeda yang hobi gowes, lalu berkembang hingga bisa mencetuskan sebuah event sendiri untuk bersepeda keliling Batam 126 kilometer, di setiap Januari,” terang Johan.

Untuk fun bike ATB-BP Batam Festival Hijau 2018, lanjutnya, merupakan salah satu agenda komunitasnya yang wajib diikuti. Pasalnya, dalam kegiatan ini sama dengan tujuan dari komunitas RMB untuk mengajak masyarakat peduli akan lingkungan hijau.

“Selain kita mendapatkan sehat dari gowes bersama, di kegiatan fun bike ATB-BP Batam ini juga dilakukan penanaman bibit pohon. Hal tersebut merupakan edukasi yang patut diapresiasi masyarakat Batam dengan ikut serta,” ungkapnya.

Ia tak lupa mengimbau agar masyarakat yang ada di batam dapat mengikuti fun bike ATB-BP Batam.

“Ayo, sama-sama kita jaga lingkungan di Kota Batam ini agar tetap asri dengan penghijauannya,” ajak Johan.

Menjadi peserta fun bike, peserta dikenakan biaya pendaftaran Rp 75 ribu. Dari dana itu, peserta mendapatkan T-shirt, souvenir, snack, mineral water dan bibit pohon.

Pendaftaran dapat dilakukan di bagian informasi Kantor Batam Pos, Gedung Graha Pena lantai 2 Batamcenter, atau dengan menghubungi panitia acara melalui pesan WhatsApp di nomor 0818701609.(nji)

Plt Kadisdik Minta Aneka Seragam Sekolah Tak Memberatkan Keuangan Orangtua Siswa

0
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jelang dimulainya tahun ajaran baru, orangtua masih menunggu terkait penyediaan baju seragam yang akan digunakan nantinya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan terkait penyediaan seragam sekolah, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada sekolah dan perangkatnya.

“Seragam kan banyak selain merah putih, ada batik, melayu dan olahraga. Bagaimana sekolah mengatur saja,” kata dia, Jumat (13/7).

Ia menegaskan, untuk pengadaan seragam ini harus dibahas bersama dan melibatkan komite sekolah hingga orangtua. Permasalahan yang sering terjadi adalah mahalnya harga seragam.

“Keluhannya kan mahal saja, makanya orangtua sering diberatkan karena harga seragam ini,” ujarnya.

Ia meminta kepada pihak sekolah untuk benar-benar membahas dan mendapatkan kesepakatan sebelum pengadaan seragam nantinya.

“Jangan sampai ada orangtua yang merasa dirugikan soal seragam ini,” imbuh Hendri.

Sementara itu, Kepala SDN 005 Sekupang, Sri Ningsih mengatakan hingga saat ini belum menerima instruksi mengenai pengadaan seragam sekolah siswa baru.

Pihak sekolah sepenuhnya menyerahkan soal seragam kepada orangtua siswa. Orangtua bisa membeli seragam sendiri.

“Yang merah putih kan banyak di pasar. Jadi bisa beli sendirilah orangtua,” ujarnya.

Ia menyebutkan selain seragam merah putih, nanti siswa juga akan mengenakan seragam batik, melayu dan olahraga.

“Semua kami serahkan ke orangtua saja,” tutupnya. (yui)