Selasa, 21 April 2026
Beranda blog Halaman 12637

Narkoba Diselundupkan Melalui Jasa Pengiriman

0
Barang bukti

batampos.co.id – Petugas Satuan Pengamanan (Aviation Security,red) Bandara International Hang Nadim mencegah penyelundupan 148 butir ekstasi dan 199 gram sabu melalui jasa pengiriman di kargo, Sabtu (30/12) lalu.

Rencananya barang haram itu akan dikirim menuju ke Pangkal Pinang.

Narkoba itu dibawa oleh sopir taksi, atas permintaan dari Bowo Suparno,30 dan Bambang Hidayat,30.

“Sopir ini tidak tau sama sekali. Diminta dua orang itu, bawa paket untuk dititipkan ke jasa pengiriman. Lalu diberikan upah Rp 300 ribu,” kata General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam, Suwarso, Selasa (2/1/2018).

Suwarso menuturkan kronologis kejadian, Sabtu (30/12/2017) sekitar pukul 16.30 petugas satuan pengamanan bandara menemukan ada keanehan di paket berisikan helm. Keanehan itu terlihat saat paket itu masuk ke dalam mesin X-ray.

“Avsec kami langsung berkoordinasi dengan Bea Cukai di Kargo dan pihak kepolisian,” ucap Suwarso.

Akhirnya disepakti, paket tersebut dibuka. Saat dibuka ditemukan helm, sesuai dengan dokumen pengiriman.

“Tapi saat rogoh bagian dalam helm itu tidak ada lagi busanya. Dan ditemukan beberapa kantong plastik, yang isinya ternyata ekstasi dan sabu,” tutur Suwarso.

Pihak kepolisian, kata Suwarso menyelidiki temuan ini. Jasa pengiriman barang yang akan mengirimkan barang ini dipanggil. Dari penuturan pihak jasa pengiriman tersebut, paket dibawa oleh laki-laki berumur sekitar 60 tahun.

“Ternyata sopir taksi, sudah tua sekali bapak itu,” ungkap Suwarso.

Sopir taksi yang namanya enggan disebutkan Suwarso, menceritakan ke kepolisian bahwa dirinya hanya diminta oleh seseorang mengirimkan paket itu.

“Katanya ketemu orang di Nagoya. Dan orang itu juga akan bertolak ke Pangkal Pinang,” ucap Suwarso.

Kepada petugas, sopir taksi itu mengakui masih mengingat wajah orang yang menitipkan paket tersebut. Tanpa menunggu lama, pihak kepolisian membawa sopir taksi itu menuju ruang tunggu A9.

“Sampai di sana penumpang yang ke Pangkal Pinang sudah mau boarding. Untung bapak itu langsung mengenali Bowo dan Bambang. Dan polisi langsung menangkap keduanya,” ungkap Suwarso.

Awalnya kedua orang ini mengelak akan menyelundupkan sabu melalui kargo bandara. Tapi setelah dipertemukan dengan sopir taksi, keduanya akhirnya mengakui perbuatannya.

“Pengakuan mereka untuk konsumsi sendiri. Tapi petugas kepolisian tidak percaya. Saat ini kedua tersangka sudah diserahkan ke Polresta Barelang,” tutur Suwarso. (ska)

Dana Tebusan dari BPJS Kesehatan SUmber Dana Utama Operasional RSUD Batam

0
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam. Foto: Wijaya Satria/ Batam Pos

batampos.co.id – Pasca dilantik menjadi Direktur RSUD Embung Fatimah, Jumat (29/12) lalu, dr. Ani Dewiana diberikan target 100 hari atau tiga bulan untuk menyelesaikan permasalahan yang menggelayuti RSUD Embung Fatimah, Batam.

“Saya tahu permasalahannya, cuma perlu pendalaman dulu,” kata Ani usai mengikuti apel di Dataran Engku Puteri, Selasa (2/1).

Sebelumnya, dia sudah bertemu dengan wakil direktur RSUD Embung Fatimah, dan membahas permasalahan yang menyangkut RSUD.

“Bicara singkat saja sudah, ke depan ini yang akan kami selesaikan. Karena Pak Wali maunya cepat, berarti kami juga harus bergerak cepat,” ujarnya.

Dalam rentan waktu seratus hari ini tentu harus ada perubahan serta inovasi yang harus dilaporkan kepada pimpinan.

“Makanya saya minta kepada seluruh pegawai membantu penyelesaian RSUD. Awal tahun semoga bisa menjadi lebih baik,” ungkap Ani.

Disinggung mengenai temuan BPK terkait dana yang tidak bisa dipertanggung jawabkan yang nilainya mencapai Rp 3 miliar, perempuan yang sebelumnya bertugas di RSUD Provinsi Kepri ini mengaku belum mengetahui pasti permasalahannya.

“Saya baru dengar saja, makanya ini mau langsung ke RSUD biar tahu penyebab terjadinya temuan ini,” bebernya.

Ia menambahkan, salah satu persoalan yang harus dituntaskan adalah klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, yang dinilai selama ini belum berjalan dengan baik, sehingga menghambat operasional rumah sakit.

Untuk itu, pihaknya akan membentuk tim khusus yang menalangi permasalahan klaim dana BPJS tersebut, agar bisa berjalan lebih cepat.

“Tim ini khusus yang mengurus permasalahan tebusan dana dari BPJS Kesehatan. Ya semakin cepat cair tentu semakin baik. Karena akan berdampak pada pelayanan,” ucapnya.

Ia menyebutkan, dana tebusan dari BPJS merupakan sumber dana yang utama di RSUD. Setiap harinya ada 400-500 pasien yang berobat mennggunakan BPJS.

“Tinggal dikalikan saja selama satu bulan berapa dana yang didapat,” tambahnya.

Ia berharap ke depan kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembalu. Seluruh transaksi yang terjadi di RSUD harus tercatat dengan jelas dan transparan.

“Awal tahun ini semoga menjadi lebih baik bagi kemajuan RSUD,” tutupnya. (cr17)

Triwulan Pertama Pemko Batam akan Lunasi Utang

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam menargetkan Maret 2018 tunda bayar tahun 2017 akan selesai dibayar.

Kebanyakan utang Pemko Batam tahun lalu terkait pengerjaan proyek fisik.

Untuk merealisasikan rencana ini, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan ada kegiatan yang ditunda terlebih dahulu, yakni kegiatan seremonial.

“Harap ini bisa didudukkan, sehingga Maret dapat diselesaikan,” kata Rudi, saat apel gabungan di Engkuputri, kemarin.

Terkait utang, ia menghimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menyelesaikan tunda bayar tersebut sebaik mungkin. Ia tak ingin temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) seperti di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah terulang kembali di OPD lain.

“Tidak boleh terjadi seperti di RSUD. Kita ada utang tapi tidak masuk ke neraca,” ujarnya.

Menurutnya, terkait hal ini proyek fisik tidak diganggu, lelang proyek fisik tetap dijalankan. Tapi nanti untuk kontraknya akan dipilih mana yang didulukan dan mana yang ditunda.

“Baru kali ini ada tunda bayar, karena ada tunda salur Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat dan provinsi,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, besaran tunda bayar 2017 mencapai Rp 100 miliar.

“Ini kan pasti kami bayar nih. Makanya prioritas kami pembayarannya pada tahun depan (2018),” ucap Rudi, November 2017 lalu.

Sekretaris Daerah Jefridin, juga mengomentari tunda bayar tersebut. Ia menyampaikan, defisit dialami Batam memaksa pihaknya untuk melakukan hal tersebut. Sejatinya, Pemko Batam telah melakukan berbagai usaha menekan angka defisit. Di antaranya, memotong perjalanan dinas hingga meniadakan konsumsi rapat.

“Defisit kita 168 miliar, mau tidak mau kita tunda (pembayaran proyek). Khusus di Dinas Bina Marga saja sekitar Rp 60 miliar,” ungkapnya.

Tak hanya di DBM SDA, proyek fisik yang merupakan program OPD lain juga terdampak.

“Tapi yang lain tak sebanyak PU (DBM SDA, red) ,” tambahnya. (cr13)

Aktifitas Pelabuhan Internasional Batam Centre Kembali Normal

0
Sejumlah penumpang terlihat di Pelabuhan Internasional Batam Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jumlah pengunjung di Pelabuhan Internasional Batam Center, kembali normal setelah sebelumnya mengalami kepadatan penumpang yang cukup besar pada perayaan natal dan tahun baru 2018 kemarin.

“Sudah kembali normal. Jumlah penumpang yang boarding hingga sore hari ini hanya 6.653 dan jumlah pengunjung yang chek in hanya 4.067 orang,” ujar Kepala Pelabuhan Internasional Batam Center, Armayadi.

Menurutnya jika dibandingkan pada 1 Januari kemarin, jumlah pengunjung diperdiksi mencapai hingga 10.000 orang. Ia mengakui untuk arus balik dari Singapura menuju Batam sudah dimulai sejak kemarin, Senin (1/12).

“Untuk trip kita tak ada penambahan. Saat ini hanya ada 18 trip saja,” tuturnya.

Pantauan di lapangan, antrean cukup panjang terlihat di depan imigras pelabuhan. Panjang antrean mencapai hingga konter yang didepan eskalator.

Pengunjung yang masuk secara bersamaan langsung menuju bus travel.

Kebanyakan pengunjung tersebut adalah warga negara Singapura yang merayakan malam tahun baru di Batam.

“Tidak terlalu banyak baik kedatangan maupun keberangkatan.

Bisa dikatakan normal,” tambahnya.

Berbeda dengan 25 Desember kemarin, jumlah pengunjung baik kedatangan dan keberangkatan mencapai 14.907 orang. Bahkan Armayadi mengakui selama bertugas di pelabuhan ini jumlah tersebut top record paling banyak.

“Lihat saja antreannya saat itu, kalau sekarang sudah seperti biasa,” jelasnya. (rng)

Libur Usai, Penumpang Memadati Terminal Kedatangan Hang Nadim

0
Calon penumpang pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Penumpang memadati terminal keberangkatan Bandara International Hang Nadim Batam, Selasa (2/1). General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam, Suwarso menuturkan penumpang yang akan berangkat meninggalkan Batam ini kebanyakan adalah wisawatan lokal.

“Masa liburan sudah habis, ini baru mereka balik,” kata Suwarso, Selasa (2/1).

Karena padatnya penumpang di terminal keberangkatan, membuat pihak bandara harus membuka dua pintu masuk. Walaupun sudah ada dua pintu masuk dibuka, antrian masuk ke terminal keberangkatan tetap mengular.

“Kami buka keduanya, agar dapat mengurangi antrian,” ucap Suwarso.

Ia memperkirakan puncak arus penumpang di keberangkatan, Selasa (2/1) lalu. Dari catatan Suwarso, Senin (1/1) penumpang yang berangkat meninggalkan Batam sebanyak 8.268 orang. Sedangkan yang datang hanya 8.204 orang.

“Untuk arus balik sendiri masih normal menurut saya. Padahal saya perkirakan kemarin, tapi sampai sekarang tak begitu banyak yang datang ke Batam,” ujarnya.

Dari pantauan Batam Pos di terminal kedatangan terlihat sepi. Berbeda di terminal keberangkatan. Penumpang berasak memasuki pintu keberangkatan dan kebanyakan mereka dari satu kelompok atau keluarga.

Salma, 27 menuturkan akan kembali lagi ke kota asalnya di Jakarta. Ia mengatakan menghabiskan libur tahun baru di Singapura.

“Sebenarnya hari ini sudah mulai kerja, saya izin. Besok (hari ini, red) baru masuk,” ucapnya. (ska)

DPRD Batam akan Bertanya, Mengapa Sampah di Rumah Warga Tak Diangkat

0
Petugas kebersihan mengangkat sampah di tepi jalan. F. Dalil harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Komisi III DPRD kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura berencana memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam terkait dengan lambatnya pengangkutan sampah dari rumah warga ini.

“Kami akan tanyakan kenapa sampah lambat diangkut,” kata Nyanyang.

Diungkapkan Nyanyang, tahun 2018 ini anggaran untuk pengelolaan sampah sebesar Rp 58 miliar. Hal ini, termasuk nominal besar dan diharapkan masalah sampah yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya bisa dihindari.

“Anggaran itu termasuk pengadaan alat. Kami antisipasi hari raya besar dan hari besar lainnya. Jadi kita optimalkan. Jangan ada penundaan terkait pengangkutan sampah ini,” sebut Nyanyang.

Bila dibandingkan 2017 lalu, anggaran pengelolaan sampah di Kota Batam ternyata lebih besar yakni di angka Rp 97 miliar. Pengelolaan diserahkah ke setiap kecamatan. Dimana DLH bertanggungjawab mengolah sampah.

Anggaran Rp 97 miliar itu dibagi di masing-masing kecamatan. Anggaran yang diberikan sesuai kepadatan penduduk dan kuota sampah.

“Total di Kecamatan Rp 19 miliar dan Rp 78,76 miliar di DLH,” ujar anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjuntak

Ditemui terpisah, Camat Bengkong M Tahir tak menampik adanya keterlambatan pengakutan sampah sehingga terjadi penumpukan. Namun, ia berjanji akan mengatasi permasalahan itu satu hingga dua hari kedepan.

“Dua hari lalu memang tak ada pengangkutan sampah sehingga terjadi penumpukan. Namun dua hari kedepan, masalah ini akan kami coba atasi,” ujar Tahir kepada Batam Pos, Selasa (2/1/2018).

Dikatakannya, penumpukan sampah terjadi karena pada Sabtu (30/12) lalu petugas kebersihaan hanya bekerja setengah hari. Kemudian pada Minggu-Senin (31/12/2017 – 1/1/2018) petugas kebersihaan libur karena tanggal merah.

Padahal dalam sehari Kecamatan Bengkong menghasilkan 76 ton sampah dari warga. Yang berarti jika dalam dua hari sampah tak diangkut jumlah sampah akan menumpuk 152 ton di Kecamatan Bengkong.

Menurutnya, pengangkutan sampah di rumah-rumah warga akan dilakukan secara maraton. Dimana semua petugas berjumlah 41 orang dan 13 armada dimaksimalkan untuk permasalahan sampah tersebut.

“Kami juga mendapat backup 5 armada dari DLH, jadi insyallah bisa teratasi,” terang Tahir.

Disinggung mengenai adanya informasi sampah yang tak diangkut hingga seminggu, Tahir menapik. Sebab menurutnya, pengakutan sampah rutin dua kali seminggu di setiap rumah-rumah warga.

“Sampai seminggu itu tak ada. Kalau 1 dan 2 hari karena libur memang saya akui,” tegas Tahir. (rng/she)

Kapolresta: Perayaan Natal dan Tahun Baru di Batam Berlangsung Aman

0
Warga Batam memadati alun-alung Engkuputri Batamcentre untuk melihat kembang api seklaigus menyambut pergantian tahun 2017 ke 2018, Senin (1/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki memastikan bahwa selama perayaan natal hingga tahun baru kemarin di wilayah hukum Polresta Barelang berlangsung aman dan kondusif. Menurutnya, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari warga baik itu laporan pencurian, pecah kaca, dan jambret.

“Selama perayaan natal sampai tahun baru zero accident di Kota Batam. Baik itu laporan di polsek-polsek maupun laporan di Polresta Barelang,” kata Hengki, Selasa (2/1) pagi.

Bahkan menurut dia, perayaan malam tahun baru di dataran engku putri juga nihil laporan masyarakat. Menurut dia, keamanan di Kota Batam sejak perayaan natal dan tahun baru tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan oleh seluruh personil Polri, instansi terkait serta bantuan pengamanan dari TNI, Ditpam dan Satpol PP Kota Batam.

“Selain Polri dan instansi terkait. Kemanan di Kota Batam juga tidak terlepas dari partisipasi masyarakat di Kota Batam yang ikut menjaga keamanan lingkungan tempat tinggalnya,” tuturnya.

Selain gangguan tindak pidana, Hengki juga tidak menerima adanya laporan dari masyarakat yang menggunakan kembang api pada saat perayaan malam natal maupun pada malam tahun baru. Baik itu laporan kebakaran maupun laporan jatuhnya korban dalam menggunakan kembang api.

“Sampai tadi malam (Senin malam, red) berakhirnya operasi Lilin juga belum ada kita terima laporan,” akunya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana aman di Kota Batam. Hal ini bertujuan agar semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung di Kota Batam, sehingga dapat mendongkrak pemasukan daerah.

“Untuk wisatawan jangan takut. Silahkan berwisata ke Batam. Kami dari aparat kepolisian maupun dengan instansi lainnya akan bekerja keras untuk amankan Batam dari gangguan Kantibmas,” bebernya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kejahatan jalanan selama tahun 2018 ini, ia tetap memerintahkan jajarannya untuk melakukan patroli dari pagi hingga malam hari. Baik itu, patroli engku putri mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Usai patroli engku putri, kemudian dilanjutkan dengan patroli Batara Biru mulai sore hingga pagi hari hari.

“Batara biru itu tergabung dari personil Raimas Sabhara Polresta Barelang dengan dibantu oleh polsek-polsek jajaran Polresta Barelang. Sementara untuk Cipta Kondisi juga kita laksanakan untuk membubarkan balap liar atau remaja yang ngumpul hingga dinihari,” imbuhnya. (cr1)

Sampah di Marina, Sampah di Bengkong

0
Petugas kebersihan DLH mengangkut sampah. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga Perumahan Dreamland, Marina Sekupang mulai resah. Pasalnya sudah tiga hari sampah di kawasan perumahan tersebut tak diangkat. Akibatnya sampah berumpuk hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.

“Biasanya tiap hari diangkat. Tapi tiga hari ini tak datang,” keluh Anita warga sekitar, Selasa (2/1/2018).

Hal senda juga disampaikan Titin. Sampah yang bertumpuk tersebut sudah mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ia khawatir jika tidak segera diangkat bisa mengganggu kesehatan warga, terutamanya anak-anak.

“Pada pihak terkait kita minta segera diangkat,” ucap Titin.

Selain di perumahan, tumpukan sampah juga terlihat di depan balai kesehatan Sekupang. Warga sengaja membuang sampah di daerah tersebut lantaran tak ada pengakutan sampah sejak beberapa hari terakhir.

“Mau dibuang dimana lagi. Terpaksa di sini,” keluh salah seorang warga.

Sementara itu, Asma warga Bengkong Sadai mengaku hingga sore kemarin sampah di depan perumahaannya Bengkong Sadai masih belum diangkut. Menurutnya, sampah-sampah tersebut cukup menganggu karena memunculkan lalat.

“Ini beruntung karena cuaca mendung, jadi baunya tak terlalu menyengat. Mudah-mudahan besok sudah mulai diangkut, soalnya sangat menganggu sekali,” harap Asma ibu tiga anak ini. (she/rng)

Tertangkap di Batam, Pilot Malindo Air Syok

0
Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu dan ditemukan juga barang bukti sabu dengan berat 1,9 gram, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ahmad Syahman, Kapten Pilot Maskapai Malindo Air yang kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu menyimpannya seberat 1,9 gram yang dibuangnya di toilet Bandara Hang Nadim Batam saat razian oleh BNN Provinsi Kepri pada hari Sabtu (30/12) lalu, saat ini kondisinya lagi shok.

Ahmad saat ini ditahan di BNN Provinsi Kepri. Melalui kuasa hukum yang ditunjuknya bernomor surat 001./LO-JP/SK/I/2018/BTM, Juhrin Pasaribu, Ahmad Syahman meminta pihak BNN Provinsi Kepri agar tak menjeratnya dengan pasal pengedar narkoba.

Kepada kuasa hukumnya, Ahmad langsung shok dan menangis terus menerus di dalam sel tahanan BNN Provinsi Kepri. Apalagi saat baju seragam pilotnya dilucuti dan diganti dengan baju tahanan narkoba dan bercelana pendek di dalam tahanan. Ahmad juga menangis saat pihak Malindo Air menegaskan bahwa Ahmad diberhentikan sebagai pilot.

“Klien saya, Ahmad Syahman mengakui kesalahannya bahwa dirinya memang mengkonsumsi sabu-sabu. Tapi sabu itu hanya untuk dia konsumsi saja. Tak ada unsur ataupun niat dari Ahmad Syahman sebagai pengedar ataupun sengaja membawa atau menyelundupkan masuk sabu dari Malaysia ke Indonesia untuk diperjual belikan,” ujar Juhrin Pasaribu kepada Batam Pos, Selasa (2/1/2018).

Saat ini untuk sementara, lanjut Juhrin, kliennya tersebut dijerat pasal tindak pidana narkotika pasal 112 juncto pasal 115 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang intinya sengaja membawa masuk sabu atau transito narkoba jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia.

“Ini yang akan saya luruskan mengenai pengenaan pasalnya. Sebab, klien saya ini bukan pengedar atau sengaja membawa masuk sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia untuk diedarkan kembali atau dijual kembali, melainkan hanya untuk dikonsumsinya sendiri. Saya minta klien saya ini dijerat dengan pasal 137 tentang pecandu atau pengkonsumsi narkoba,” terang Juhrin Pasaribu.

Ahmad Syahman, lanjut Juhrin, mendapatkan sabu-sabu tersebut sudah enam bulan lalu dari rekannya bernama F di Malaysia. Sabu tersebut sengaja disimpannya di kotak kacamatanya untuk nantinya akan dikonsumsinya lagi di hotel.

Saat ini tak ada perlakuan istimewa dari BNN Provinsi Kepri untuk Ahmad Syahman. Ia juga ditahan bersama dengan tahanan kasus narkoba juga.

“Ahmad Syahman ini sudah setahun lamanya mulai mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Ia murni sebagai pecandu, bukan pengedar ataupun bandar ataupun penyelundup. Klien saya ini sempat meminta tolong ke saya agar dirinya bisa direhabilitasi di Indonesia. Tapi hal itu tak mungkin, sebab klien saya warga negara asing,” kata Juhrin.

Ahmad Syahman sendiri sejak 2003 sudah menjadi pilot. Jam terbangnya sendiri sudah mencapai 50 ribu kilometer. Di Malaysia, Ahmad juga dikenal sebagai instruktur atau pengajar di salah satu sekolah penerbangan ternama di Malaysia.

Ahmad Syahman sendiri dikenal sebagai duda tanpa anak. Ia bercerai dengan istrinya sejak 2013 lalu. (gas)

Suka Tunjukkan Asetnya, Seorang Pria Diamankan Warga

0
ilustrasi

batampos.co.id – Lantaran membuat risih warga Komplek Perumahan Puri Legenda, seorang pria pengidap kelainan eksibisionisme yang belakangan ini kerap meresahkan warga akhirnya berhasil diringkus oleh warga dan diserahkan ke Polresta Barelang.

Menurut salah seorang warga Komplek Perumahan Puri Legenda, Faizar, penangkapan terhadap pria 37 tahun itu dilakukan Senin (1/1) sore lalu. Menurut dia, pemuda tersebut telah berkali-kali melakukan aksinya di perumahannya tersebut.

“Dia biasanya mendatangi anak-anak yang sedang bermain di taman kemudian memperlihatkan alat vitalnya,” ujarnya.

Menurut keterangan dari anak-anak yang berada di kompleknya, laki-laki yang diamankan warga itu adalah orang yang sering memperlihatkan alat vitalnya kepada anak-anak. Selain itu, anak-anak di komplek itu juga meyakini bahwa sepeda motor juga sama persis pada saat digunakan.

“Ciri-ciri dan fisiknya diingat sama anak-anak di komplek ini. Jadi untuk pelakunya sudah kami serahkan ke Polresta Barelang,” imbuhya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Arwin A Wientama membenarkan adanya seorang laki-laki yang diamankan oleh warga karena kerap menunjukkan alat vitalnya kepada anak-anak yang masih dibawah umur.

“Benar, sudah kita amankan. Kalau untuk namanya saya lupa, yang pasti dia laki-laki kelahiran tahun 80,” ujar Arwin saat dikonfirmasi, Selasa (2/1/2018).

Menurut dia, sejauh ini pihaknya telah membawa laki-laki itu ke rumah sakit untuk menjalani tes kejiwaannya. Namun, Arwin mengaku belum mengetahui bagaimana kondisi kejiwaan laki-laki yang diamankan oleh warga tersebut.

“Kami rencananya mau lakukan gelar perkara juga. Apakah ada pasal yang bisa diancam kepadanya atau tidak,” katanya. (cr1)