Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12743

Hakim Tolak Eksepsi Setya Novanto

0
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto-Foto: Imam Husein/Jawa Pos

batampos.co.id – Pengadilan Tipikor Jakarta menolak eksepsi yang diajukan terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, dalam sidang putusan sela, Kamis (4/1). Selanjutnya, kasus ini akan dilanjutkan dengan sidang pokok perkara pada Kamis (11/1) pekan depan.

Dalam sidang pokok perkara ini, agenda utamanya adalah pemeriksaan para saksi. Baik saksi memberatkan yang diajukan pihak jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) maupun saksi meringankan yang diajukan tim kuasa hukum Novanto.

“Kami juga menyiapkan saksi ahli,” kata penasihat hukum Novanto, Maqdir Ismail, usai sidang, kemarin.

Maqdir mengaku siap melayani ‘perang’ saksi dengan KPK. Sebab kata dia, ada beberapa materi dakwaan kepada kliennya yang dinilai janggal.

Salah satu yang menjadi sorotan Maqdir dan timnya adalah soal kerugian keuangan negara. Hal itu akan ditanyakan kepada para saksi yang diperiksa dalam sidang pokok perkara pekan depan. ”Apakah memang betul ada kerugian keuangan negara atau tidak,” ucap dia. Dia menyoroti hal itu lantaran timnya menilai ada kejanggalan berkaitan dengan penghitungan kerugian negara.

Yakni hasil penghitungan yang bersumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). ”Akan tetapi BPKP pula yang menyetujui jumlah angka pengadaan dari e-KTP ini,” beber Maqdir. Menurut dia itu patut dipertanyakan kepada BPKP. ”Kenapa kok ada perbedaan, kesalahannya itu ada di mana,” ungkapnya.

Sementara dalam sidang putusan sela kemarin, hakim Yanto sebagai ketua majelis hakim menyampaikan bahwa eksepsi Novanto tidak dapat diterima. Dia menuturkan, surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) bernomor DAK/88/24/12/2017 tertanggal 6 Desember 2017 telah memenuhi syarat formil dan materiil. ”Sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 huruf a dan b KUHAP dan sah menurut hukum serta dapat diterima sebagai dasar pemeriksaan,” bebernya.

Berdasar putusan sela tersebut, Pengadilan Tipikor Jakarta memberi lampu hijau kepada JPU KPK melaksanakan sidang pokok perkara. ”Memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan atas nama terdakwa Setya Novanto,” kata Yanto. Pria yang juga mejabat sebagai ketua PN Jakarta Pusat itu menjelaskan, sidang pokok perkara tersebut bakal dilaksanakan seminggu dua kali. Jadwalnya setiap Senin dan Kamis.

Sedangkan hakim anggota Franky Tambuwun menyampaikan, keberatan atas hal itu tidak bisa menjadi pertimbangan.
Franky turut menjelaskan bahwa pengajuan terdakwa serta nama-nama yang tidak dicantumkan dalam dakwaan Novanto merupakan kewenangan dan tanggung jawab JPU KPK. ”Terkait nama-nama yang hilang tentunya tidak menyebabkan batal demi hukum,” terangnya. ”Karena yang diadili adalah perkara Setya Novanto, bukan nama-nama yang hilang tersebut. Maka keberatan itu harus dinyatakan tidak dapat diterima,” tambah dia.

Dalam persidangan kemarin, Novanto tampak serius mendengarkan putusan sela yang dibacakan majelis hakim. Serupa, isterinya Deisty Astriani Tagor juga menyimak putusan tersebut. Sebelum sidang berakhir, pria yang juga pernah menduduki kursi ketua umum (ketum) Golkar itu lantas buka suara. ”Terimakasih yang mulia, hakim ketua Pak Yanto, dan juga JPU beserta para penasihat hukum karena sudah mendengarkan,” ungkapnya.

Usai sidang, Novanto juga sempat berbincang dengan JPU KPK Irene Putri sebelum meninggalkan ruang sidang. Namun, dia memilih bungkam saat ditanyai awak media.
(syn/jpg)

Turis Asing ke Batam Cari Hal-hal Tradisional, Itu Saja

0

batampos.co.id – Pemerintahan Kota Batam menargetkan tahun 2017 wisatawan mancanegara (wisman) datang ke Batam sebanyak 1,7 juta orang.

Namun, sepertinya target itu tidak tercapai. Data dimiliki Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam WNA yang masuk ke Batam dari Januari hingga pertengahan Desember 2017, WNA yang datang ke Batam sebanyak 1,3 juta orang.

Untuk mengenjot jumlah wisman datang ke Batam, pelaku pariwisata meminta Pemerintahan Kota Batam berbenah diri. CEO Inko Travel, Sonia meminta pemerintah meningkatkan destinasi wisata bersifat etnik.

“Turis asing. Mau itu dari Korea, China atau Eropa, mereka itu datang ke sini melihat sesuatu yang bersifat tradisional,” katanya pada Batam Pos, Rabu (3/1).

Sonia yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dibidang pariwisata, mencontohkan sesuatu yang menarik bagi wisman yakni tarian daerah, bangunan tradisional, museum.

“Seperti kampung tua mereka suka. Tapi kalau diarahkan melihat jembatan barelang, atau hal-hal bersifat modern. Di sana (negara asal turis Korea, China atau Eropa,red) jauh lebih canggih,” ucap Sonia.

Pada intinya, kata Soni wisman ingin melihat sesuatu yang tidak pernah mereka temukan di negaranya.

“Yah itu. Budaya daerah. Itu yang harus kita tonjolkan,” tuturnya.

Ia menceritakan betapa sulitnya menjual paket pariwisata untuk turis Korea agar datang ke Batam. Penyebabnya karena minimnya destinasi yang bersifat tradisional di Batam.

“Saya berusaha membuat mereka berlama-lama disini. Tapi tidak bisa, karena destinasi itu. Tapi tetap saya meminta mereka lebih lama di Batam, dari pada Singapura,” ucapnya.

Ribuan turis Korea yang didatangkan Inko, kata Sonia bermalam di Batam selama dua hari, Singapura satu hari.

Sonia menilai pemerintah belum serius menggarap pariwisata yang berbau kebudayaan. Jauh-jauh hari, Sonia sudah menyampaikan hal ini ke pemerintah, untuk mengembangkan pariwisata tradisional. Tapi usulan itu, kurang ditanggapi pemerintah.

“Saya cinta Batam, saya cinta pariwisata. Saya ingin pariwisata Batam berkembang,” tuturnya.

Sekretaris ASITA (Association Of The Indonesian Tour -Travel Agencies) Kepri, Febriansyah mengatakan pemerintah perlu memperbaiki pelayanan di berbagai sektor. Febriansyah juga meminta pemerintah untuk menambah jumlah even yang ada di Batam. Semua ini untuk menarik wisatawan datang ke Batam.

Febri menyebut ada tiga pilar pariwisata yakni amenitas, aksesbilitas dan atraction. Untuk amenitas seperti restoran, hotel, dinilai oleh Febri sudah sangat mencukupi. Begitu juga dengan aksesbilitas. Batam termasuk daerah yang gampang diakses, memiliki empat pelabuhan dan satu bandara international.

“Dua itu sudah mumpuni. Cuman atraction yang belum optimal,” ucapnya.

Pemerintah dinilai Febri perlu mengoptimalkan pilar ketiga pariwisata itu dengan meningkatkan even-even.

“Banyaknya atraksi dan even ini, akan menambah jumlah kunjungan ke Batam,” tuturnya.

Turis asal Korea swafoto tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Senin (25/12). Para turis tersebut akan menikmati liburan di Batam. F Ceep Mulyana/Batam Pos

Terkait dengan aksesbilitas, General Manager Operasional Bandara International Hang Nadim Batam Suwarso mengungkapkan pihaknya siap mendukung pariwisata Batam.

“Kami akan all out untuk mengembangkan pariwisata Batam,” ucapnya.

Bukti dukungan itu, Suwarso menyebutkan pihaknya memudahkan izin-izin bila ada permintaan carter flight untuk mengangkut wisman.

“Fasilitas Hang Nadim juga siap untuk memanjakan para turis,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Pebrialin mengatakan di tahun 2018 akan meningkatkan destinasi pariwisata budaya.

Kami menunggu Perda Kemajuan Budaya Melayu,” tuturnya.

Dengan keluarnya Perda ini nanti, Pebrialin meyakini pariwisata berbasis budaya akan lebih meningkat. Ia mencontohkan bila perda sudah ada, pihaknya bisa meminta tempat yang menjadi pintu-pintu masuk wisman memutar musik melayu.

“Seperti bandara, lalu menggunakan pakaian melayu,” tuturnya.

Ia mengatakan dengan perda ini, nantinya dirinya bisa mendorong Hotel, Restoran menyediakan masakan Melayu seperti nasi dagang. Selain itu ke depannya, Pemko Batam akan menata kampung tua.

“Kampung tua yang ada di Batam diminta agar menonjolkan kehidupan dan budaya melayu,” ungkapnya.

Saat ini, kata Pebrialin ada satu kampung tua yang dijadikan percontohan sebagai basis pariwisata budaya.”Kampung Terih, yang ada di Nongsa,” ucapnya.

Selain itu meningkatkan pariwisata berbasis budaya. Pebrialin mengungkapkan akan mendorong pihak swasta mendirikan destinasi-destinasi pariwisata. Diakui Perbrialin, destinasi wisata di Batam cukup minim. Sehingga wisman tidak memiliki pilihan yang cukup banyak.

“Kebun Raya akan kami kembangkan. Kami dorong investor mengembangkan fasilitas wisata yang bersifat publik. Saya sudah bekerjasama dengan BPMD juga, untuk menjaring investor,” tuturnya.

Destinasi bahari juga menjadi salah satu perhatian Disbudpar Kota Batam. Pebrialin mengatakan Batam sudah memiliki salah satu destinasi bahari terbaik yakni Pulau Abang.

“Nanti akan kami dorong destinasi bahari diperbanyak,” katanya.

Tahun 2018 tantangan Pemko Batam cukup berat. Target wisman 1,8 juta, dengan berbagai kekurangnya di sektor pariwisata. Cukup pesimis target ini tercapai.

Namun Pebrialin mengatakan pihaknya optimis target wisman ini tercapai. Tidak hanya berbagai perbaikan. Pebrialin mengatakan pihaknya telah menyiapkan 55 even dalam satu tahun ini.

“Itu masuk dalam kalender pariwisata,” tuturnya.

Harapannya dengan meningkatnya sektor pariwisata, menjadi opsi bagi masyarakat saat terjadi perlambatan ekonomi di sektor industri.

“Kami juga akan menjalin sinergi dengan BP Batam dan berbagai pihak meningkatkan pariwisata di Batam,” pungkasnya. (ska)

Kepala Puskesmas Batu Aji: Itu Bohong

0
ilustrasi

batampos.co.id – Efita, 26, warga Batuaji kecewa dengan kekosongan stok obat yang terjadi di Puskesmas Batuaji. Perempuan yang hendak mengambil obat penurun panas, tidak bisa karena stok obat habis.

“Pas mau ambil, petugasnya bilang obat habis, dan diminta membeli obat di apotik terdekat,” kata dia.

Petugas beralasan saat ini obat yang dibutuhkan tengah kosong. Sehingga meminta dia membeli sendiri.

Kepala Puskesmas Batuaji, Fitriati membantah kekosongan obat-obatan di Puskesmas Batuaji. Bahkan ia menjamin ketersediaan obat mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Ia juga menjamin masyarakat tidak akan lagi membeli obat diluar ketika sedang berobat di Puskemas Batuaji.

“Obat di sini cukup. Mengenai adanya laporan kami kehabisan obat, itu bohong,” ujar Fitriati, saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (3/1).

Dia mengatakan, stok obat yang ada di puskesmasnya telah berdasarkan daftar obat yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan. Seperti obat generik maupun paten.

“Pas saya dengar obat di sini kosong, saya langsung cek ke gudang, dan tanya dokter yang bertugas di sini, obatnya cukup sampai tiga bulan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, setiap bulan pihaknya selalu mengontrol ketersediaan obat – obatan di puskesmasnya melalui bagian farmasi. (cr19)

BP Batam akan Bentuk Biro Pariwisata

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan tetap membentuk Biro Pariwisata untuk mengakomodir pengembangan pariwisata di kota Batam. Tugas tersebut sudah terangkum dengan jelas dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU) Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.

“Perppu tersebut merupakan dasar hukum BP Batam dalam membuat Biro Pariwisata. Dari peraturan tersebut, BP Batam ingin menggeliatkan perekonomian dengan cara memberikan kegiatan pariwisata kepada masyarakat melalui event yang digelar BP Batam,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Rabu (3/1).

BP Batam kata Bambang tidak akan mengambil alih tugas penyelenggaraan dari pihak lain karena masing-masing pihak sudah memiliki tugas yang diatur oleh undang-undang. Dalam Perppu tersebut, ditegaskan bahwa suatu daerah perdagangan dan pelabuhan bebas dapat mendorong kegiatan lalu lintas perdagangan internasional yang mendatangkan devisa bagi negara serta dapat memberi pengaruh dan manfaat besar bagi Indonesia untuk dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, meningkatkan kepariwisataan dan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri.

“BP Batam tidak akan mengambil alih porsi pariwisata siapa saja. Tapi kalau mau ayo bergandeng tangan untuk mengembangkan pariwisata,” katanya.

Lagipula biaya yang dibutuhkan untuk menggelar event tersebut berasal dari masyarakat dan kembali kepada masyarakat dengan cara meningkatkan kegiatan pariwisata. Lebih jauh lagi, berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat karena usaha-usaha kecil masyarakat ikut dilibatkan dalam setiap event pariwisata BP Batam.

Mantan Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar juga ikut mendukung pembentukan Biro Pariwisata di BP Batam.

“Tugas menangani pariwisata itu sudah ada sejak awal dan ada divisi yang tangani pariwisata. Namun saya tak tahu mengapa di zaman Pak Mustofa hilang,” katanya.

Ia menekankan saat ini pariwisata merupakan penyumbang devisa terbesar nomor tiga untuk Indonesia. Sehingga jika pariwisata dikembangkan di Batam, maka akan turut menyumbang kontribusi signifikan bagi perekonomian Batam.

Mimpi untuk mengembangkan pariwisata memang sudah dirancang sejak kepemimpinan sebelumnya. Karena menurut data, wisman yang berkunjung ke Pantai Timur Batam sangat berkurang.

“Makanya sudah dipikirkan bagaimana menciptakan event-event pariwisata berskala internasional untuk menarik wisman dan membantu UKM meningkatkan ekonominya,” ungkapnya.

Lalu sebagai tahap awal, pengembangan kawasan wisata pun dimulai seperti pengembangan kawasan agribisnis di Sei Temiang dan pengembangan kawasan wisata Tanjungpinggir yang akan dibuat ikonik dengan pembangunan patung Elang Laut.

“Sehingga orang Singapura bisa lihat dengan jelas konsep pengembangan wisata di Batam,” katanya.

Kawasan wisata Tanjungpinggir tersebut nanti tidak hanya akan digunakan sebagai pentas seni budaya Melayu dan nasional, tapi juga akan memiliki teater pertunjukan untuk konser internasional.

“Sehingga nantinya wisman mancanegara akan datang untuk menonton konser,” pungkasnya.(leo)

Wisatawan Tetap Berduyun dan Berenang di Pantai Trikora

0
wisatawan menghabiskan liburan di pantai trikora kecamatan Gunung kijang, Rabu (3/1) kemarin usai kejadian tenggelamnya warga Tanjungpinang di pantai tersebut. F. Slamet/batam Pos.

batampos.co.idMeski terus menelan korban meninggal, keganasan ombak Pantai Trikora tidak menyurutkan wisatawan mengunjungi Pantai di Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan ini. Rabu (3/1) siang kemarin, setelah kejadian tenggelamnya warga Tanjungpinang, wisatawan masih berduyun duyun menyambangi pantai tersebut.

Sekilas mengingat pada Minggu (31/12) lalu, tiga remaja yang sedang berenang di pantai trikora terseret dan digulung ombak. Beruntung, tiga remaja usia 16 hingga 17 tahun asal kijang kecamatan bintan timur tersebut slamat meski salah seorang sempat mengalami kritis.

Tidak cukup satu kejadian, usai operasi lilin seligi berakhir, ombak pantai trikora kembali menganas. Selasa (2/1) siang lalu, seorang warga kilometer 15 kota Tanjungpinang tenggelam usai diseret ombak. Ia akhirnya berhasil ditemukan sudah tidak bernyawa tersangkut di karang tak jauh dari lokasi kejadian, Rabu (3/1) kemarin.

Menariknya, seusai dua kejadian sebelumnya, wisatawan tetap datang ke pantai yang seolah memiliki magnet. Terlihat, siang kemarin, sejumlah mobil parkir di pantai trikora III, dekat dari lokasi tenggelamnya warga Tanjungpinang tepatnya di pantai trikora IV.
Beberapa orang wisatawan nampak berselfi di batu karang serta sebagian lainnya berenang sambil bermain main bersama ombak. Siang itu juga tidak terlihat petugas yang khusus mengawasi warga yang berlibur di lokasi pantai.

Seorang pengunjung asal kota Medan, Hendra yang ditemui Batam Pos mengatakan, dirinya mengetahui kemolekan alam baik pasir putih pantai trikora dan keindahan gugusan bebatuan karang Pantai Trikora dari salah seorang keluarganya yang sudah lama menetap di Batam. Bersama keluarga besarnya, mereka menginap di Bintan Lagoon Resort dan siang itu ke Pantai Trikora untuk berenang.

“Pantai di sini memang bagus makanya kami ingin berenang,” celetuk salah seorang anggota keluarga Hendra.

Mengenai kejadian adanya warga yang tenggelam dekat lokasi pantai? Hendra mengaku belum tahu sebab tidak ada yang memberitahukan dia kejadian itu, namun mengenai cuaca buruk dan gelombang tinggi sejak awal mereka menginap sudah diingatkan supaya tidak berenang ke laut.

“Kalau di pantai tempat kami menginap selalu diingatkan agar tidak berenang sampai jauh,” katanya.

Salah seorang pemandu wisata, Jefri yang kebetulan berada di sana menyampaikan, dia terus mengingatkan wisatawan yang berlibur ke pantai Trikora, namun sebagian besar tidak mau mendengar dan tetap berenang meski cuaca kurang bersahabat.

“Mereka selalu menjawab terserah, jadi kami tidak bisa melarang mereka berenang, karena itu maunya mereka sendiri,” katanya.

Ia juga mengakui keganasan ombak di pantai trikora khususnya di pantai trikora Iv karena di sana terdapat palung yang bisa menyeret pengunjung yang berenang. Bahkan, ia mengaitkan kejadian yang sering terjadi setiap tahun itu dengan kejadian mistis.

“Berdiri saja, kaki kita serasa ditarik apalagi kalau berenang karena di tengahnya ada palung sehingga mampu menarik pengunjung ke dalam palung itu,” ungkapnya menambahkan di pantai itu ada penunggu gaib.

Lain dengan pantai trikora III yang menurutnya aman untuk berenang karena kondisi pantainya yang landai. “di sini lain, pantainya landai dan kalau surut bisa buat jalan,” katanya.

salah seorang warga yang ditemui batam pos, nasrul di rumahnya mengatakan, warga di sini memang tidak melaut jika angin utara tiba. Mereka lebih banyak di rumah dan melakukan kegiatan lain seperti yang dilakukan bapak tersebut sambil mengoreng kerupuk.

“kami tak berani ke laut kalau musim angin utara, kalau surut barulah berani ke laut mencari kerang, namun kalau pengunjung pantai justru berani bahkan mereka juga berenang di laut. Meski sudah sering dilarang oleh warga melarang, mereka tetap berenang,” katanya.

Ia juga mengatakan, sejumlah pemuda di sini diberikan pelatihan sar atau pertolongan pertama pada kecelakaan jika melihat pengunjung yang tenggelam. “Ada yang dilatih sar jadi kalau ada yang tenggelam pemuda di sini langsung memberikan bantuan,” tukasnya.

Kapolsek Gunung Kijang AKP Dunot P Gurning mengatakan, imbauan sudah dilakukan mulai memasang spandung di pinggir jalan agar tidak berenang selama musim utara sampai mendatangi langsung wisatawan yang berlibur ke pantai Trikora. “Sudah banyak kami mengimbau tapi pengunjung tetap saja ingin berenang, walaupun sudah dilarang,” kata dia mengakui jika kesadaran akan keselamatan diri sendiri dalam diri pengunjung masih rendah.

Ia berharap ke depan, pengunjung lebih berhati hati saat berlibur ke
pantai Trikora. (cr21)

Gedung Gonggong Terapkan Teknologi Video Mapping

0
SALAH satu tampilan video mapping di Gedung Gonggong pada malam pergantian tahun, Sabtu (31/12) lalu. F. AL untuk Batam Pos

batampos.co.idMalam pergantian tahun di Tanjungpinang mencetak sejarah. Untuk pertama kalinya teknologi audio-visual video mapping dinyalakan di gedung gonggong. Pemerintah berharap teknologi pertama di Kepri ini bisa memincut wisatawan luar maupun dalam negeri.

Sebelum matahari tenggelam, Sabtu (31/12) akhir pekan lalu, kehebohan sudah ada di seputaran area Tepi Laut. Dari hari sebelumnya, sudah digelar panggung musik. Tapi bukan itu yang sebenarnya ditunggu. Bukan pula Gedung Gonggong yang memang sudah setahun lalu diresmikan. Yang sedang ditunggu-tunggu masyarakat Tanjungpinang adalah teknologi yang dijanjikan akan membuat Gedung Gonggong jadi lebih berwarna.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah sudah menjanjikan hal tersebut sejak pertengahan tahun lalu. Kata dia, perlu kerja inovatif dalam membangun geliat pariwisata Tanjungpinang. “Itulah mengapa kami kemudian terpikir mengadakan video mapping untuk di Gedung Gonggong itu,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Apa yang didambakan Lis itu baru terwujud pada malam pergantian tahun lalu. Ketika sebelumnya pada masa uji coba sudah menampilkan kehebohan, apalagi ketika acara hitung mundur yang biasa ada di malam tahun baru itu lantas diproyeksikan ke Gedung Gonggong.

Semua mata tertuju ke sana. Melihat angka berhitung mundur dari 10 sampai ke satu. Sampai kemudian muncul tulisan besar-besar ucapan selamat tahun baru yang ditembakkan dari panel kontrol ke gedung. Belum benar-benar hilang tempik-sorak warga, muncul video Lis sedang mengucapkan selama tahun baru kepada warganya.

Teknologi video mapping memang bukan sesuatu yang baru. Beberapa kota besar di Indonesia, sebut saja Bandung atau Jakarta, sudah lama mengaplikasikan teknologi ini ke gedung-gedung ikon kotanya. Di kota-kota itu, video mapping menjadi sebuah tontonan tersendiri ketika digelar sebuah acara. Ketika lampu dipadamkan dan tinggal lampu-lampu dari proyektor ditembak ke permukaan bangunan, bisa menjelma apa saja sesuai dengan pengaturannya.

Lis berharap keputusannya memboyong video mapping ke Gedung Gonggong semakin bikin kepincut wisatawan dalam dan luar negeri berdatangan ke Tanjungpinang. “Bagaimana pun Gedung Gonggong ini pusat informasi wisata, sudah semestinya ditata dengan sangat menarik agar orang tertarik datang ke sini,” ujarnya.

Belum lagi, video mapping yang terpasang di Gedung Gonggong adalah aset Pemko Tanjungpinang. Berbeda dengan dulu sebelumnya yang pernah ada ketika MTQ digelar di Bintan yang masih menyewa pada pihak ketiga. Hal ini menjadi keuntungan sehingga pemerintah daerah bisa memakai kapan pun mereka mau.

Masyarakat cukup antusias menanti masa video mapping yang dianggap sebagai kado perpisahan Lis Darmansyah sebelum mengakhiri jabatannya sebagai wali kota itu bisa diputar lagi. Dengar punya kabar, memang tidak akan setiap malam video mapping dimainkan di sana.

“Malam minggu atau malam liburan atau juga ketika ada kegiatan di Gedung Gonggong, pasti akan dimainkan, sehingga masyarakat bisa menontonnya secara langsung ketika bersantai di area Laman Boenda,” kata Lis.

Pilihan membeli seperangkat teknologi video mapping boleh dikata jurus terjitu Pemko Tanjungpinang mengundang wisatawan lebih banyak ke Tanjungpinang. Apalagi video mapping di Gedung Gonggong itu merupakan satu-satunya yang ada di Kepulauan Riau.

“Itulah yang saya sebut dengan kerja kreatif dan inovatif. Pantai kita memang tidak indah, tapi dengan memanfaatkan apa yang ada, kita bisa tetap memajukan pariwisata Tanjungpinang,” pungkas Lis. (aya)

Perizinan BP Akan Bersertifikat ISO 9001

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik BP Batam yang sudah mulai beroprasi, Selasa (5/12/2017). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk meningkatkan kepercayaan investor asing kepada pelayanan perizinan di Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menerapkan sertifikasi ISO 9001 Versi 2015 kepada 116 perizinan di front office Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

ISO 9001 ialah standar internasional di bidang sistem manajemen mutu.

Langkah awal yang BP Batam terapkan adalah mengundang Konsultan Manajemen untuk memberikan pelatihan kepada karyawan BP Batam bagaimana cara melayani dengan baik dan sesuai dengan standar ISO 9001 Versi 2015.

“Jadi kami ingin membuat supaya 116 perizinan BP Batam bersertifikasi ISO 9001 supaya standar operasionalnya jelas. Kami hanya ingin memperoleh kepercayaan publik dan mitra usaha. Di luar negeri, jika suatu perizinan tak memiliki ISO 9001, maka tak akan dipercayai,” jelas Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto di Gedung BP Batam, Rabu (3/1).

Petugas yang melayani perizinan kata Bambang akan dilatih oleh konsultan bagaimana mengenai sikap dalam melayani masyarakat, cara pengarsipan yang baik, akses data yang cepat, soal transparansi dan standar operasional prosedur (SOP) penyelesaian dokumen perizinan.

Sertifikasi ISO 9001 Versi 2015 yang dipilih BP Batam berasal dari badan sertifikasi The United Kingdom Accreditation Service (UKAS) Inggris. Bambang mengatakan alasan BP Batam memilih UKAS karena Inggris merupakan pusat perdagangan dunia. Sangat sesuai dengan tugas BP Batam yang bertugas mendatangkan investasi.

Setelah perizinan selesai, maka BP Batam akan melakukan proses sertifikasi ke Bagian Humas BP Batam, lalu bagian hukum dan bagian SDM.

“Supaya ada SOP yang tepat, contohnya berapa lama izin atau Perka keluar, bagaimana bantuan hukum dan kedepannya tak ada lagi nota-nota dinasi tapi pakai surat elektronik saja. Setahap demi tahap akan selesai,” jelasnya.

Sedangkan Konsultan Manajemen yang ditunjuk BP Batam, Michael Donnie Gunawan mengatakan BP Batam fokus soal pelayanan karena ingin menjalankan amanah dari UU 25/2009 tentang pelayanan publik.

“Pelayanan harus transparan jelas. Syarat yang dibutuhkan juga terbuka lebar. Jadi masyarakat bisa mengaksesnya secara transparan,” katanya.

Donnie mengatakan tahap awal adalah konsultasi dan melakukan assestment (peninjauan) kepada karyawan BP Batam baru masuk tahapan memberikan sertifikasi.

“Target dari BP itu sebulan untuk perizinan. Tapi dengan melihat keadaan disini, saya kira akan lebih cepat,” ungkapnya.

Intinya kata Donnie adalah menekankan bagaimana menerapkan pelayanan yang terbaik kepada investor dan masyarakat. Apalagi setelah memperoleh sertifikat, maka UKAS akan melakukan audit eksternal setahun sekali dan juga badan audit internal akan melakukan audit secara berkala.

“Apa yang mau ditutupi di era keterbukaan ini. Perizinan harus transparan. Kalau tidak maka pasti ada apa-apa,” jelasnya.

Secara singkat, Donnie mengatakan proses pemberian sertifikasi meliputi proses assesment, kemudian memberikan pelatihan ke staf, lalu buat SOP.

“Ini bisa cepat, tapi semua bisa bergantung kepada komitmen BP Batam,” katanya.

Sedangkan Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Ady Soegiharto mengatakan jenis pelayanan perizinan yang mendapat sertifikasi adalah delapan perizinan yang terangkum dalam program Izin Investasi 3 Jam (i23J), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), izin lingkungan dan lain-lain.

Lalu, karena Batam telah ditunjuk sebagai pilot proyek dari program Single Submission Online untuk percepatan berusaha maka Batam akan diawasi satuan petugas (Satgas).

“Satgas ini akan memantau proses perizinan. Jika ada masalah dengan perizinan di BP Batam, maka mereka akan menegur BP,” ungkapnya. (leo)

Rahma Diminta Tanggalkan Atribut PDI

0

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto telah memberikan restu kepada Ketua DPD Partai Gerindra Kepri, Syahrul dan Rahma sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota.

Meskipun demikian kandidat Wali Kota petahana, Lis Darmansyah tidak gusar meskipun harus berhadapan dengan sesama kader PDI Perjuangan, Rahma pada Pilkada Tanjungpinang tahun ini. “PDI Perjuangan tidak ada mengenal istilah politik dua kaki. Yang jelas hanya ada satu calon dari PDI, bukan dua,” ujar Lis menjawab pertanyaan media di Aula Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang, Rabu (1/1) disela-sela menghadiri penyerapan Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD 2018.

Sekretaris DPW PDI Perjuangan Kepri tersebut menjelaskan, sampai sejauh ini, Rahma yang merupakan Ketua PAC PDI Perjuangan Tanjungpinang Timur belum melepaskan label PDI Perjuangan. Menurut Lis, jika memang Rahma akan berkolaborasi dengan Syahrul, tentu harus menanggalkan segala atribut PDI.

“Jika memang mantap untuk maju di Pilwako, konsekuensinya adalah melepaskan PDI Perjuangan. Karena PDI hanya mengusulkan satu calon, tidak dua,” tegas Lis.

Dikatakan Lis, dirinya juga sudah mengetahui pergerakan Rahma sejak 1,5 bulan yang lalu. “Kita tahu semua, maka kita menunggu keputusan Rahma,” tutur Lis.

Lis menyayangkan sikap diam Rahma. Terlepas dari itu, ia juga terus mendapatkan laporan terkait kegiatan-kegiatan Anggota DPRD Kota Tanjungpinang tersebut. Ditegaskannya, baginya Rahma adalah masa lalu, dan tidak perlu dibicarakan lagi.

Apalagi partai juga tidak pernah menzaliminya. “Jika saya berada di posisi Rahma, saya gentle datang ke Partai untuk menyatakan sikap politik saya. Tetapi sampai detik ini, hal itu tidak dilakukannya,” tutup Lis Darmansyah.

Ketua DPC Partai Gerindra Tanjungpinang, Letkol (Purn) Endang Abdullah membenarkan jika Ketum Gerindra telah merestua pasangan Syahrul dan Rahma. “Sudah telepon ke saya (pelantikannya, red) tanggal 8 Desember nanti. Kita lihat saja nanti bagaimana,” ujar Endang melalui sambungan telepon, Rabu (3/1).

Sejauh ini, santer dikabarkan Gerindra akan melanjutkan keharmonisan koalisinya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Namun, kata Endang, belum bisa dipastikan kelanjutannya. Mengingat PKS, kata dia, juga berkehendak mengajukan kader terbaiknya pada Pilkada Tanjungpinang 2018. “Makanya kami masih menunggu secara resmi seperti apa. Karena mereka juga ingin mengajukan sendiri. Tapi kami harap Koalisi Setara ini bisa berlanjut sampai Pemilu 2019 mendatang,” ungkap Endang.

Mengenai Partai Golkar yang secara mengejutkan telah mengalihkan dukungannya kepada pasangan Syahrul-Rahma, Endang juga belum bisa berkomentar lebih banyak. Mengingat persetujuan sejauh ini sifatnya masih di tingkat DPD Partai Golkar Tanjungpinang. “Masih belum ada keputusan dari pengurus pusatnya (Golkar, red). Makanya, kami masih menunggu juga,” kata Endang.

Endang berharap, dalam waktu kurang dari seminggu ini sudah ada kesepakatan antara Gerindra dengan partai politik lain. Mengingat pada 8-10 Januari mendatang adalah masa pendaftaran bakal calon pasangan kepala daerah yang sudah ditetapkan KPU Tanjungpinang. “Kami berharap secepatnya bisa ada kesepakatan dan melanjutkan pembicaraan untuk deklarasi yang direncanakan pada 8 Januari nanti,” pungkasnya. (aya/jpg)

Gubernur Serahkan DPA APBD 2018

0
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menerima DPA APBD 2018 dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Rabu (3/1). F. Humas Pemprov untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan kunci pelaksanaan pembangunan adalah bekerja bersama, bahu-membahu dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Tak mungkin bekerja sendiri tanpa bantuan banyak pihak. Pada 2018 ini semua harus bergerak cepat untuk masyarakat.

“Kemudahan akan terasa jika kita bersama bekerja dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kepada seluruh OPD agar terus rajut kebersamaan, pertahankan koordinasi dan bekerja gesit untuk mewujudkan hal itu,” ujar Nurdin saat menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) APBD Provinsi Kepri Tahun 2018 dan Launching E-Government Kepri di Aula Wan Seri Beni, Istana Kota Piring, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Rabu (3/1).

Amanah yang diemban saat ini, kata Nurdin, harus diselesaikan dengan bekerja bersama. Dukungan teman-teman OPD dan seluruh stakeholder sangat diharapkan. Doa dan masukan masyarakat akan memicu kerja semakin baik untuk kemajuan negeri ini.

Gubernur Nurdin melanjutkan bahwa program pembangunan harus terus dikerjakan dalam hal menjawab keinginan dan kebutuhan masyarakat itu sendiri. Gubernur Nurdin juga mengingatkan kepada seluruh OPD untuk terus bekerja keras dan fokus dalam menjalankan setiap tugas dan fungsi masing-masing dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kepri.

“Saya sadari tidaklah mungkin saya bekerja sendiri tanpa bantuan para OPD, dengan kerja keras dan fokus nyatakah kita bersama-sama dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kepri ini merupakan bentuk dari konektivitas hati kita,” kata Nurdin.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah dalam laporannya mengatakan bahwa APBD Kepri Ta 2018 yang telah disahkan pada akhir tahun lalu merupakan bentuk komitmen Pemerintah bersama stakeholder terkait untuk terus berupaya melaksanakan pembangunan yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat Kepri.

“Adapun penjabaran dari APBD Kepri sendiri dipusatkan untuk pembangunan berbagai bidang seperti Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan belanja yang berkonsentrasi kepada kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif.

Pada kesempatan tersebut juga Sekda Arif menyampaikan secara ringkas pagu anggaran dari masing-masing OPD dalam pelaksanaan kegiatannya, selain itu juga Arif menjelaskan secara ringkas rincian dari total pagu anggaran APBD Kepri Ta 2018 yang sebesar Rp. 3.59 triliun.

Sekda mengatakan, Pemprov Kepri peluncuran e-goverment ini sebagai bentuk komitmen menjalankan rencana aksi pemberantasan korupsi. Karena ini merupakan sebuah kebutuhan dan keharusan, sehingga pihaknya bergerak cepat mewujudkannya.
“Kita terus meningkatkan pelayanan dengan cepat, efifktif, efisien dan transparan,” kata Arif.

Staf Ahli Bidang Budaya Kerja Kementerian PAN-RB RI Teguh Wijiyanatoro mengatakan bahwa penigkatan kinerja demi mencapai target dari Pemerintah salah satunya dengan mewujudkan pemerintahan yang efektif, berdaya guna dan transparan dengan adanya E-Government.

“Pengembangan teknologi yang saat ini mampu memberikan evolusi bagi kinerja pemerintah, masyarakat ingin pemerintah lebih responsif, dengan itu kita harus memanfaatkan ilmu pegetahuan teknologi dan informasi yang ada saat ini demi mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Teguh. (bni)

Penting Penerapan Teknologi Informasi

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat meninjau Gedung Kepri Smart Province (KSP) di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Rabu (3/1). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Sekdaprov Kepri TS. Arif Fadillah melakukan peninjauan ke Gedung Kepri Smart Province (KSP) di Jl. Basuki Rahmat, Tanjungpinang, Rabu (3/1). Nurdin mengatakan bahwa salah satu hal yang dilakukan untuk mempercepat pelayanan bagi masyarakat adalah dengan diterapkannya teknologi informasi dalam lingkup pemerintah.

“Di zaman now dengan peradaban yang semakin Modern kita dituntut untuk cepat dan tanggap dalam bekerja, salah satu hal yang dibutuhkan adalah penerapan teknologi Informasi,” ujar Nurdin.

Nurdin yakin dengan adanya KSP bisa lebih memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan data seputar Kepri tanpa perlu melewati sistem administrasi yang selama ini terkesan berbelit-belit dengan hanya mengakses melalui media internet.
Sementara itu, Sekda Arif mengatakan bahwa dengan keberadaan KSP merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal menjalankan fungsi pelayanan publik berbasis elektronik.

“Kita sadari bahwa di zaman yang semakin modern ini kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman, dengan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks diharapkan sistem berbasis teknologi mampu menjawab semua kebutuhan masyarakat,” ujar Arif.

KSP sendiri mulai Februari mendatang akan terbuka untuk publik dengan menyediakan akses yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan data, didalam gedung juga tersedia Kepri smart conference, Kepri digital exhibition serta tersedia pula ruang meeting.

“Konsep besar kita kedepan akan membuat Kepri digital gateway disini, sebuah gedung megah yang bertemakan bahari dan berbentuk kapal menghadap langsung ke Pulau Dompak,” ujar Kadis Kominfo Guntur Sakti. (hgt)