Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12931

Pengusaha Optimis Batam akan Kembali Berjaya

0

batampos.co.id – Pernyataan keluarga presiden ketiga BJ Habibie yang menyebut masa depan Batam akan cerah diamini oleh pengusaha di Batam. Kini pengusaha lebih optimis Batam akan kembali berjaya seperti beberapa tahun lalu setelah adanya komitmen dari pemerintah pusat untuk memudahkan perizinan.

“Kita makin optimis dengan Batam. Tetapi intinya permudah semua proses perizinan yang menyangkut operasional perusahaan, sesuai dengan yang disampaikan presiden melalui Perpres Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang dalam waktu dekat akan diluncurkan,” kata Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Senin (4/9).

Ia juga mengapresiasi langkah pusat yang akan mengeluarkan kebijakan FTA di kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Dengan keluarnya kebijakan tersebut, existing tenant yang ada bisa melakukan perluasan.

“Jika yang dulu hanya sewa atau beli satu pabrik, nantinya bisa beli dua. Atau melakukan perluasan lagi,” katanya.

Arus masuk-keluar barang dan orang juga harus disesuaikan dengan kondisi sekarang. Meski diakui Tjaw, dari tahun ke tahun pelayanan arus masuk keluar juga mengalami peningkatan.
Koordinasi dari semua pemegang kepentingan juga harus terus ditingkatkan.

“Jangan ada lagi ego sektoral antara instansi yang mengeluarkan perizinan. Semuanya harus sinergi. Saatnya bekerja sama sesuai tema HUT kemerdekaan RI ke 72 lalu, Indonesia kerja bersama,” katanya.

Menurutnya, saingan Batam saat ini bukan sesama provinsi di Indonesia. Beberapa calon investor yang datang ke Batam selalu membandingkan Batam dengan negara-negara ASEAN lainnya. Yang saat ini memanjakan mereka (investor).

“Jadi perlakuan di Batam juga harus terus ditingkatkan. Bagaimana mengambil hati investor. Intinya di perizinan,” katanya.

Ilustrasi ekspor. Foto: istimewa

Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk juga yakin masa depan Batam akan cerah. Tetapi dengan syarat di Batam ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Pemerintah pusat juga harus cepat menyelesaikan persoalan dualisme kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.

Kemudian menurutnya, sistem pelayanan perizinan harus benar-benar dipermudah di Batam.

“Paket kebijakan ekonomi sudah ada 16. Sekalipun belum berdampak signifikan utk Batam,” katanya.

Ia berharap mudah-mudahan di paket ekonomi 16 ini yg memuat tentang single submission dengan penerapan sistem perizinan usaha terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah dapatpt direalisasikan. Termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) pengawal investasi dapat menjadi tempat pengaduan dan pengawalan proses integrasi tersebut

“Dan kita berharap promosi Batam gencar dilakukan. Bisa dilakukan promosi bersama peluang investasi mulai dari Pemko Batam, BP Batam dan Kadin Batam ke luar negeri,” katanya.(ian)

 

 

Turis ke Batam; Target 2,7 Juta, Baru Terealisasi 1,1 Juta

0

batampos.co.id – Realisasi wisman yang berkunjung ke Kepri masih jauh dari harapan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri hingga Juli 2017, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 1.143.470. Jumlah tersebut sangat jauh dari target wisman Kepri pada tahun 2017 yang mencapai 2,7 juta.

“Masih jauh panggang dari api. 50 persen pun belum sampai. Sehingga lebih baik jika kunjungan wisman diusahakan agar lebih baik dari tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Senin (4/9).

Untuk bulan Juli sendiri, jumlah wisman yang berkunjung mencapai 166.260 kunjungan. Turun 5,16 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya yang mencapai 175.309 kunjungan.”Namun naik 19,9 persen dibanding periode sebelumnya,” imbuhnya.

Panusunan pesimis target bisa tercapai. Untuk bisa mencapai target pada akhir tahun, maka pemerintah provinsi Kepri harus mendatangkan sekitar 290 ribu wisman perbulannya.”Sedangkan jumlah wisman per bulan paling tinggi hanya 200 ribu perbulan. Itupun terjadi pada akhir tahun lalu,” ujarnya singkat.

Makanya cara terbaik adalah mengusahakan agar jumlah kunjungan bisa lebih baik dari tahun lalu.”Tahun lalu realisasinya 2,1 juta dan tercapai 2 juta. Makanya kalau bisa lebih baik dari angka ini,” katanya lagi.

Sedangkan mengenai negara asal wisman yang paling banyak berkunjung pada tahun 2017 masih didominasi oleh Wisman Singapura dengan persentase 49,78 persen.

“Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Juli 2017 mencapai rata-rata 53,73 persen. Naik dari bulan sebelumnya sebesar 52,71 persen,” katanya.

Menanggapi rendahnya realisasi wisman ini, akademisi dari Politeknik Batam, Muhammad Zaenuddin mengatakan pemerintah daerah harus menerapkan strategi yang tepat untuk mengerek pertumbuhan wisman di Kepri.

Sejumlah turis memadati pintu kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Sabtu (8/7). Biasanya setiap libur akhir pekan wisman asal Singapura dan Malaysia mengunjungi Kota batam untuk mengisi liburannya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Caranya ada tiga yakni menentukan keunggulan pariwisata daerah, siapkan infrastrukturnya dan ciptakan event sebagai alat menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan Bali. Menurutnya daerah wisata yang dikenal dengan nama pulau dewata ini memiliki keindahan yang menjadi daya tarik wisatanya. Batam sebenarnya memiliki potensi yang bagus, namun belum digarap secara optimal oleh pemerintah daerah.

“Contohnya Pulau Penyengat yang merupakan situs warisan dunia. Mungkin akses untuk kesana harus dikembangkan. Begitu juga dengan penambahan infrastruktur disana,” pungkasnya.(leo)

Dicari, Pengelola Sampah paling Cantik di Batam

0
Sejumlah pengepul barang bekas sedang mencari barang bekas sesaat setelah truk sampah menumpahkan sampah muatannya di Tempat Pembuangan Akhir Punggr, Jumat (20/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akan menjaring perusahaan-perusahaan terbaik untuk pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Batam. Kepala DLH Kota Batam, Dendi Purnomo menamai penjaringan itu dengan sebutan “Beauty Contest”.

“Sebelumnya kita memakai konsep lelang terbuka, namun gagal. Makanya tahun ini kami pakai sistem Beauty Contest,” ujar Dendi di Batamcenter, Senin (4/9).

Dijelaskan Dendi, ‘beauty kontes’ bertujuan untuk mendapatkan calon pemengang tender terbaik. Sebab, mereka akan mempersentasikan seperti apa program yang akan dilakukan dalam mengelola sampah di Kota Batam.

“Dari beauty kontes itu akan dipilih beberapa nominasi dari misalnya belasan peserta. Setelah itu barulah dilelang berdasarkan nominasi. Jadi semuanya bertahap,”jelas Dendi.

Tak hanya itu, Dendi juga menjelaskan 6 syarat calon pemegang tender untuk pengelolaan sampah. Diantaranya maju dalam teknologi, berkemampuan finansial, bisa menjabarkan seperti apa luas lahan yang dipakai, menjabarkan konsep kerjasama dengan Pemko Batam, serta jangka waktu.

“Paling penting masalah tiping fee. Kami minta tiping fee itu serendah-rendahnya. Kalau bisa dibawah Rp 200 ribu pertonnya, sebab kemarin ada yang mengajukan Rp 300 ribu, namun kami masih ingin kurang,” terang Dendi.

Menurut Dendi, beauty kontes akan dilaksanakan pada akhir bulan September. Beberapa perusahaan sudah mengajukan nama mereka untuk mengelola sampah di TPA.

“Jangka waktu kapan dilaksanakan belum bisa dipastikan. Namun kita mengikuti program pemerintah jika Batam bebas sampah tahun 2020. Jadi sebelum tahun itu, harus sudah dapat,” ungkapn Dendi. (she)

Pemko Batam Rogoh Rp 1,3 Miliar untuk Pagar Dataran Engku Putri

0
Seorang pekerja sedang melakukan pengerjaan pagar lapangan Engku Putri di Pemko Batam, Senin (4/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Cipta Karya Kota Batam tengah membangun pagar setinggi 2,6 meter di Dataran Engku Putri. Nilai anggaran pembuatan 204,7 meter pagar itu bernilai Rp 1.399.231.000.

Awalmnya, alun-alun Kota Batam ini tak berpagar, kemudian dipagar setinggi sekira 1 meter.

Pantauan Batam Pos, Senin (4/9) beberapa pekerja nampak sibuk memasang pagar besi di sebelah Selatan Dataran Engku Putri. Tinggi pagar yang dipasang menyamai tinggi pagar Kantor Walikota Batam. Pemasangan pagar tinggi itu dilaksanakan oleh PT Zoe Pesona Abadi.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardi Winata mengatakan kontrak pembangunan pagar dilakukan sejak 7 Juni 2017 lalu. Dalam tender, diperkirakan bangunan pagar tersebut akan selesai pada 3 November depan.

“Selesai bulan November mendatang. Tinggi pagar tersebut, 2,6 meter. Menyamai dengan tinggi pagar Kantor Walikota. Agar terlihat indah,” terang Ardi, Senin (4/9).

Dikatakannya, proses pemasangan pagar dataran Engku Putri dilakukan secara bertahap. Pengerjaan pertama dilakukan untuk bagian selatan Dataran Engku Putri dengan nilai kontrak Rp 1.399.231.000.

“Pembangunan untuk sebelah sisi saja. Tahun depan dianggarkan untuk sisi lainnya. Jadi bertahap,” ungkap Ardi.

Dijelaskan Ardi, pembangunan bertujuan untuk memberi ruang lebih nyaman untuk masyarakat. Apalagi saat ini Engku Putri sudah termasuk ikon nya Batam, sehingga harus lebih diperindah.

“Selain keindahan, untuk keamanaan juga. Kita juga menjaga agar nilai estetika taman itu tak jelek. Sebab, banyak yang sering meloncati pagar dan akhirnya merusak tanaman sekitar,’ pungkas Ardi. (she)

Kisah Gadis Remaja, Korban Pelecehan Lelaki Dewasa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Usianya baru menginjak 12 tahun, tapi Sa sudah harus menanggung malu seumur hidup akibat perbuatan dari Suhu Vihara Purnama Mahayana Hendra alias Yo Chu Hi. Setiap kali ditanya, ia tak berani memandang mata lawan bicaranya. Ia menjawab setiap pertanyaan, sembari mengarahkan pandanganya ke tempat lain.

“Mau pulang, ke rumah nenek,” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (4/9).

Saat ditanya tentang peristiwa yang menimpanya. Sa memilih diam sesaat. Lalu bicara dengan nada pelan, sembari mendudukan kepalanya. Ia menceritakan saat itu, agen penyalur tenaga kerja mengambil dirinya dan menyerahkan ke Suhu Yo.Untuk pertama kalinya ia bertemu suhu Yo di salah satu hotel di Jakarta.

Orang tua yang sudah bercerai, ibu menikah lagi dan ayah yang tidak tau dimana rimbanya. Membuat Sa harus mengambil tanggungjawab atas hidupnya sendiri di umur yang masih belia. Atas restu neneknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Bogor, ia menerima ajakan Suhu Yo bekerja di Vihara Purnama Mahayana.

“Satu bulannya itu, nanti dikasih uang dua juta,” tuturnya.

Tapi Suhu Yo seharusnya jadi penyelamat, jadi malapetaka bagi hidupnya. Dengan terbata-bata, sembari lirik kanan kiri, ia menceritakan peristiwa yang tak akan dilupakannya seumur hidupnya. Suaranya pelan sekali, menuturkan rangkaian peristiwa itu.
Berapa kali? “Dua kali,” ujarnya lirih.

Ia mengatakan setelah Suhu Yo melancarkan aksi bejatnya, Sa hanya bisa menangis tersedu-sedu. Lalu suhu cabul itu, mengatakan sesuatu ke Sa. “Jangan dibilangin ke siapa-siapa. Nanti kita dibawa ke kantor polisi,” katanya menirukan perkataan Yo.

Gadis putus sekolah sejak kelas 5 SD, hanya bisa manut dan diam mendengarkan perkataan Yo. Tapi saat pagi hari, ia berniat untuk kabur.

Hal itu dibenarkan oleh Ls,15. Gadis yang juga korban pelecahan Suhu Yo ini, menuturkan saat pagi hari Sa berkelakuan aneh. Dimana menanyakan keberadaan tasnya. ”

Katanya mau kabur,” tuturnya.

Tapi Sa mengurungkan niatnya, setelah dibujuk Ls. Ia mengatakan belum mengetahui ada peristiwa pelecehan itu terjadi.

“Waktu itu Sa, belum cerita. Tapi saat di Batam ia cerita,” ungkapnya.

Ls cukup kaget mendengar cerita Sa, tapi saat ia melihat tak ada yang aneh dari tingkah laku suhu Yo. Tetap seperti biasanya.

Apakah kamu juga pernah dilecehkan? Ls cukup lama mengelak pembahasan mengenai hal itu. Namun akhirnya ia mengakui, beberapa kali pernah diraba-raba Yo. Dan saat itu dirinya sedang tertidur, tiba-tiba ada tangan yang menggerayanginya. “Kaget, dan saya marah ke dia,” tuturnya.

Saat melihat reaksinya, Ls mengatakan Yo langsung meminta maaf. Dengan muka memelas, ia mengatakan telah berbuat khilaf. Selain itu Yo, meminta Ls agar tak keras-keras memarahi dirinya. “Katanya takut didengar orang lain,” ujarnya.

Ls yang sudah ikut Yo semenjak usianya 12 tahun, menuturkan hal itu terjadi beberapa kali terhadap dirinya. “Sekarang usia saya 15,” tuturnya.

Tak hanya itu, gadis yang sehari-hari menggunakan hijab ini. Pernah diminta oleh Yo menggunakan baju yang terbuka. “Saya gak malu, tapi diminta terus,” ungkapnya

Sementara itu hal yang senada diungkapkan oleh Sp,17. Ia pernah satu kali dipegang-pegang Yo. Modusnya hampir mirip dengan yang dialami oleh Ls. “Saat saya tidur, tapi cuman sekali. Saya kan baru di sana (Vihara Purnama Mahayana,red),” katanya.

Sedangkan Dw,16 gadis asal suku badui ini, juga menuturkan dirinya dilecehkan suhu Yo. “Saya hanya dicium-cium saja,” tuturnya terbata-bata.

Baik itu Sa, Ls, Sp dan Dw mau ikut suhu Yo karena kebutuhan hidup. Asal bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka ikut dengan orang-orang yang baru mereka kenal. Sa digaji sebesar Rp 2 juta, Ls Rp 1,8 juta, Sp Rp 2 juta dan Dw 1,8 juta. Pekerjaan yang mereka lakukan sehari-hari adalah membersihkan Vihara, melayani kebutuhan suhu Yo seperti memasak atau membuat teh, mencuci, mengepel lantai dan berbagai pekerjaan rumah lainnya.

Ketua Paguyuban Pasundan Kepri Dede Suparman, mengatakan pihaknya akan meminta bantuan perkumpulan pasundan Indonesia. “Akan ada pengacara Pasundan Indonesia yang membantu kami mengawal kasus ini,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar dapat menuntaskan kasus ini. Selain itu, ia meminta juga pihak kepolisian agar menarik kasus pencabulan ini ke Batam saja. Disebabkan korban dari kasus ini banyak ada di Batam. “Polisi bilang mau selesaikan di Eksploitasi anaknya dulu. Tapi kami ingin pencabulannya juga diusut disini saja,” tuturnya.

Saat ini korban ekploitasi dan pencabulan suhu Yo, berada dalam pengawasan Paguyuban Pasundan Kepri. Mereka ditempat disebuah rumah, dan identitasnya dirahasiakan dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. (ska)

Kate Middleton Hamil Anak Ketiga

0
Pangeran William bersama Duchess of Cambridge dan dua anak mereka Pangeran George dan Putri Charlotte. (Daily Mail)

batampos.co.id – Duchess of Cambridge, Kate Middleton sedang hamil anak ketiga mereka.

Informasi mengejutkan itu diumumkan Istana Kensington hari ini (4/9). Dalam pengumuman itu disebutkan juga kalau Ratu Elizabeth dan keluarga sangat bahagia.

Seperti dua kehamilan sebelumnya, Duchess, 35, menderita hyperemesis gravidarum atau morning sickness yang parah. Bahkan, sejatinya, pihak istana berniat untuk menyimpan berita kehamilan ini dari sorotan media. Namun, karena morning sickness yang berat itu akhirnya pengumuman ini dibuat.

Pasalnya, istri Pangeran William dari Inggris ini harus melewati banyak acara yang harus dihadirinya. Termasuk mengunjungi Pusat Anak-anak Hornsey Road di London, Inggris, hari ini. Tetapi, itu tidak bisa dilakukan karena morning sickness tersebut.

”Catherine dirawat di Istana Kensington,” tulis pernyataan tersebut.

Pangeran William dan Kate memiliki satu anak laki-laki, George, dan satu anak perempuan, Charlotte, yang berusia empat dan dua tahun. Pada dua kehamilan sebelumnya, Kate pun mengalami morning sickness yang parah.

Sangking parahnya itu pun istana harus mengeluarkan pengumuman kehamilan karena Kate tidak bisa menjalankan tugas-tugas resminya. Pada Desember 2012, saat kehamilan pertama, dia bahkan harus menginap di RS karena morning sickness itu.

Pun saat kehamilan keduanya. Tidak berbeda jauh, Kate yang sedang mengandung Putri Charlotte juga harus dirawat karena kondisi tersebut. (tia/CNN/Daily Mail/BBC/JPC)

Jodoh Boulevard, Jangan Kotor (Lagi)

0
foto: eusebius / batampos

batampos.co.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Batuampar dan pihak kepolisian kembali menertibkan kios pedagang kaki lima yang ada di taman Boulevard, Jodoh, Senin (4/9) pagi. Penertiban kali ketiga ini petugas berhasil membongkar semua kios dan bangunan semi permanen yang ada diatas taman.

Camat Batuampar Tukijan di lokasi penertiban menuturkan, ada sekitar 50 unit kios semi permanen yang dibongkar. Proses penertiban berjalan aman sebab sudah sesuai prosedur yang mana sudah tiga kali memberikan surat peringatan.

“Pada umumnya pedagang (yang menempati taman) sudah mau memahami. Tidak ada gejolak, bahkan sudah ada yang bongkar sendiri sejak semalam,” kata Tukijan.

Penertiban tersebut itu sambung Tukijan memang harus dilakukan sebab Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana akan menata taman yang sudah lama tak terurus itu.

“Ini untuk bangun taman, jadi pedagang harus kosong. Pak wali (Muhammad Rudi) memang sedang gencar untuk menghidupkan sektor pariwisata untuk mengatasi lesuhnya perekonomian di Batam. Ini (Taman Boulevard) akan dijadikan salah satu ikon kota Batam nantinya,” terangnya.

Pedagang yang sudah ditertibkan itu sambung Tukijan untuk sementara waktu tak boleh lagi membangun ataupun berdagang di lokasi taman tersebut. Pihaknya akan memberikan pengawasan yang ekstra dengan taman yang akan ditatah itu.

“Untuk relokasi belum ada arahan dari pak wali. Sementara tak ada kebijakan apapun. Taman ini harus bersih (dari PK5),” ujar Tukijan.

Penertiban tersebut disambut baik oleh pemilik tokoh yang ada di sekitar lokasi taman. Mereka mendukung penuh agar taman tersebut segera ditata ulang guna menarik pengunjung atau wisatawan.

“Selama ini sudah sepih (pengunjung) di sini. Memang perlu ada penataan ulang agar kembali ramai seperti dulu,” ujar Acong, salah pemilik toko di Tanjungpantun.

foto: eusebius / batampos

Jika pemerintah sudah menata taman tersebut para pemilik toko kata Acong bersedia mendukung pemerintah dengan menata ulang toko mereka agar sedap dipandang.

“Selama ini kami mau cat bagus toko ragu-ragu kalau kondisi taman semrawut seperti ini. Kalau sudah bagus, tentu kami juga akan menata toko-toko kami agar lebih menarik lagi,” ujarnya.

Berbeda dengan pedagang kaki lima korban penertiban, mereka sebenarnya menolak penertiban itu sebab selama ini mereka bergantung hidup dengan berdagang di sana. Namun karena sudah berulang kali ditertibkan dan ditegur mereka akhirnya mengalah. Mereka berharap agar pemko Batam memberikan solusi yang tepat dengan menyediakan tempat lain untuk mereka berdagang lagi.

“Berat juga sebenarnya mau pindah dari sini. Tapi mau gimana lagi ini program pemerintah jadi harus didukung. Harapan kami semoga ada lokasi lain yang bisa menggantikan tempat ini,” ujar Andika, seorang PK5. (eja)

Industri Digital, Potensi Baru Ekonomi Batam

0

batampos.co.id – CEO Infinite Framework Studio (IFS), Mike Wiluan, yakin ekonomi digital dapat Berjaya di Batam.

“Batam bagus, masih terang benderang. Apalagi pasar Indonesia masih sangat luar biasa. Banyak orang muda yang bersemangat dengan bisnis digital,” kata pria berambut gondrong ini.

Menurut Mike, meskipun Batam tengah dilanda kelesuan ekonomi, Batam tetaplah pintu masuk utama yang strategis bagi Indonesia, khususnya investor dari luar negeri.

Karena itu pula, ia telah membangun IFS sejak 10 tahun lalu. “IFS sudah lebih 10 tahun di Batam dan kita kembangkan anak muda dari seluruh Indonesia di sini,” terangnya belum lama ini.

Dalam perjalanannya, saat ini 30 persen dari karyawan IFS diisi oleh anak-anak muda Batam yang memiliki kompetensi tinggi di bidang teknologi informasi.

“Dalam 10 tahun saja, Batam bisa sumbang 30 persen karyawan IFS. Potensi bisnis digital lewat potensi bisnis start up yang dikembangkan anak muda sangat bagus untuk dikembangkan di Batam,” katanya lagi.

Untuk semakin mengembangkan ekonomi digital di Batam, Mike yang juga anak dari pendiri grup usaha Citramas, Kris Wiluan, telah menjajaki hubungan kerja sama dengan industri kreatif di Bandung dan Yogyakarta.

Menurut Mike, industri kreatif di tanah Jawa sudah berkembang sedemikian rupa dengan memanfaatkan IT.

“Ini merupakan strategi link up Batam ke Yogya dan Bandung untuk kembangkan potensi anak muda di sini. Ingat Batam itu adalah kota terdepan dekat Singapura dan Malaysia,” jelasnya.

Ia juga menuturkan pihaknya telah mencoba berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membangun sebuah IT Center.

“Pemerintah harus mendukung. Peran bisnis digital dalam industri itu tinggi sekali. Harus bergerak semua,” ungkapnya.

Apalagi, saat ini, istilah IT sudah sangat luas cakupannya. Menurutnya, IT adalah istilah kuno 10 tahun lalu.

“Sekarang IT itu banyak, ada coding, development, gaming, infrastruktur, lifestyle, teknik dan lainnya,” paparnya.

Dengan dasar tersebut, maka Citramas mendirikan Nongsa Digital Park (NDS) yang dicanangkan akan dikembangkan hingga menyamai pusat data milik perusahaan raksasa di bidang komunikasi, Google.

“Nongsa Digital Park itu menaungi beberapa usaha luar negeri untuk masuk dalam area khusus bisnis digital agar bisa memulai digital start up,” terangnya lagi.

Pada awalnya, NDS hanya merekrut beberapa anak-anak saja. Untuk tahap awal, NDS akan membangun 10 unit digital office yang diperuntukkan sebagai digital start up. Baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri, NDS diharapkan dapat mencetak technopreneur muda Indonesia yang dapat berkiprah di Digital Network Internasional.

Nongsa Digital Park telah mendapatkan komitmen dari beberapa perusahaan start up dari luar negeri, untuk investasi serta relokasi di Nongsa. Direncanakan pada kwartal pertama 2018, sudah ada 3 unit bangunan IT di Nongsa Digital Park beroperasi. Nongsa Digital Park dapat menjadi kampusnya data center.

“Semua pakai ponsel kan, (data centernya, red) sekarang disimpan di Singapura. Dengan adanya ini (Nongsa Digital Park,red), kita di sini, kelola di sini,” ujarnya

Mengembangkan bisnis digital perlu keterlibatan aktif dari pemerintah daerah. Sekretaris Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) Batam, Ammar Satria, mengungkapkan konsep digitalisasi ekonomi harus segera dicanangkan secara massif oleh pemerintah daerah.

“Salah satu sektor yang harus disentuh digitalisasi di Batam adalah sektor pariwisata,” jelasnya.

Batam sebagai wilayah kepulauan dan dekat dengan dunia internasional tentu saja memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. “Di Singapura, turis sampai di sana tak akan tersesat. Begitu buka hape, maka ada aplikasi digital yang mengarahkan mereka. Destinasi jelas, kuliner jelas, tujuan wisata bersejarah jelas, transportasi jelas terangkum semua dalam aplikasi itu,” ungkapnya.

Aplikasi digital sebagai panduan pariwisata tersebut dikembangkan oleh Singapore Tourism Board (STB) sebagai salah satu infrastruktur digital untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke Singapura.

“Pemerintah harus fasilitasi infrastruktur digital. Aturan hukum juga harus dibuat,” terangnya.

Potensi bisnis online sangat besar di Batam. Pemerintah daerah disarankan untuk segera membuat payung hukumnya agar bisa mengambil pajak dari sana. Dengan demikian selain membantu meningkatkan pariwisata, pemerintah daerah juga mendapat tambahan pemasukan.

Selain itu, ia mengingatkan digitalisasi membuat semuanya menjadi transparan dan lebih efisien. Pemerintah daerah bisa memanfaatkan sejumlah aset miliknya yang tak terpakai untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak muda potensial Batam untuk memulai bisnis start up.

“Konsep bisnis digital itu sharing ekonomi. Dengan digitalisasi, transparansi harga terbentuk, tidak ada lagi beli kucing dalam karung,” ungkapnya.

Konsep ekonomi digital juga gencar merambah sektor finansial. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri memandang industri jasa keuangan yang mengoptimalkan konsep financial technology (fintech) sangat potensial untuk dikembang mengingat bisnis pembiayaan juga terus tumbuh berkembang pesat.

“Teknologi merupakan sesuatu yang tak bisa ditolak, termasuk di industri jasa keuangan. Saat ini jual jasa apapun pakai jasa online, seperti tiket, hotel dan lainnya,” ucap Kepala OJK Kepri, Uzersyah.

Potensi fintech sangat potensial dikembangkan karena ternyata banyak UKM yang saat ini tidak layak mendapat pinjaman dari bank atau unbankable. Padahal potensi pinjamannya sangat besar mencapai Rp 2.500 triliun. (leo)

Terbesar dan Terpopuler

0

Peringatan Hari Pelanggan Nasional, 4 September 2017 begitu istimewa. Batam Pos mendapat “hadiah” luar biasa dari mitra kerja, relasi, pelanggan, pembaca, hingga masyarakat.

Bagaimana tidak, Nielsen Media Riset dalam surveinya menyebut: Batam Pos merupakan koran paling populer dengan pembaca terbanyak di Batam.

Dalam survei yang digelar Mei-Juni 2017 itu, diketahui jika Batam Pos dibaca 223.536 orang. Mengalahkan koran-koran lain, baik grup maupun kompetitor.

Menyusul Batam Pos di peringkat kedua dalam survei Nielsen, Posmetro Batam dibaca 216.817 orang, Tribun Batam dibaca 197.573 orang, Koran Sindo dibaca 126.595 orang, Haluan Kepri dibaca 75.063 orang, Tanjungpinang Pos dibaca 32.665 orang, serta Kompas dibaca 905 orang.

Untuk popularitas, Batam Pos masih menjadi jagonya. Kepada responden, Nielsen mengajukan pertanyaan: “Koran apa yang Anda ketahui?”

Hasilnya: 54 persen menjawab Batam Pos, Posmetro Batam 29 persen, Tribun Batam 12 persen, Koran Sindo 5 persen, dan Haluan Kepri 0 persen.

Kemudian untuk pertanyaan: “Dan koran apa lagi yang Anda Ketahui? Apa lagi? Apa lagi?” Sebanyak 41 persen responden menyebut Batam Pos lagi.

Ketika responden ditanya lagi: “Berdasarkan show card berikut, koran manakah yang Anda ketahui?” Maka 3 persen baru menjawab Batam Pos.

Dengan demikian, total Awareness Batam Pos mencapai 98 persen. Lebih unggul dari koran lainnya.

Brand Awareness sering dikatakan sebagai Kesadaran Merek. Hal itu sangat berkaitan dengan ingatan merek di benak konsumen. Karenanya, Awareness dari sebuah merek atau produk memiliki arti sangat penting bagi produsen selaku pemilik merek. Karena sebagian besar konsumen akan cenderung membeli produk yang sudah dikenal atau diingat olehnya.

Surachman SA dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen Merek, Alat Pemasaran untuk Memenangkan Persaingan (2008), mengatakan Awareness adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.

Artinya apa, branding Batam Pos begitu melekat bagi masyarakat Batam, dan Kepulauan Riau (Kepri) pada umumnya. Sehingga, koran dengan jargon Pertama, Terbesar, Terpercaya itu masih menjadi the real market leader newspaper di kota yang berbatasan dengan Singapura ini.

Masih terkait survei Nielsen, Batam Pos efektif menjangkau pembaca usia 20-49 tahun. Yang mana, mereka tergolong orang-orang produktif. Tak hanya itu, pembaca Batam Pos terdiri dari semua kalangan, dengan dominasi menengah ke atas.

“Alasan utama pembaca memilih surat kabar adalah berita terpercaya,” demikian pernyataan dari Nielsen dalam surveinya.

Yang menarik, pembaca Batam Pos lebih menginginkan informasi seputar ekonomi dan keuangan. Hal itu sejalan dengan misi perusahaan untuk mendorong investasi di Batam dan sekitarnya. Dengan demikian, roda perekonomian akan berputar.

Bicara soal harga, ternyata pembaca tidak begitu mempersoalkannya. Dengan harga saat ini, Batam Pos lebih mengutamakan soal kualitas. Itu terbukti tatkala masyarakat mengingat dan memilih Batam Pos karena konten yang disajikan.

Data survei tersebut riil. Tanpa mengada-ada. Apalagi, Nielsen merupakan lembaga survei yang selama ini jadi acuan pemasang iklan untuk memasarkan produknya.

Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi keluarga besar Batam Pos. Apalagi, menginjak usia 19 tahun pada 10 Agustus lalu, Batam Pos terus berbenah. Tidak hanya dari tampilan yang baru, namun isi berita juga lebih berbobot.

Itu semua tidak terlepas dari kerja keras keluarga besar Batam Pos, tanpa terkecuali. Semuanya terus berusaha memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

Terus berinovasi dan berkreasi, guna melahirkan karya-karya terbaik untuk memanjakan pelanggan. Dengan semangat kerja, kerja, kerja, kami yakin Batam Pos akan tetap menjadi bacaan utama di Batam dan Kepri.

Tentu, perbaikan-perbaikan akan terus dilakukan. Kami tidak boleh berpuas diri. Bahkan, saya mengharamkan seluruh karyawan untuk merayakan, bereuforia, atau bernostalgia terhadap hasil survei.

Hasil survei Nielsen harus menjadi evaluasi dan cambuk bagi kami untuk terus melahirkan produk-produk unggulan. Dilarang terlena. Semuanya harus tetap bekerja demi memuaskan pelanggan.

Saya pun mengucapkan terima kasih kepada Posmetro Batam (Batam Pos Group), serta rekan-rekan di Tribun Batam, Koran Sindo, Haluan Kepri, Tanjungpinang Pos, dan koran lainnya yang selama ini sudah sama-sama menyajikan produk jurnalistik yang berkualitas. Sehingga, dapat bersaing secara sehat untuk memberikan sajian berita terbaik bagi masyarakat Batam.

Persaingan media itu wajar terjadi. Masyarakat mendapatkan banyak pilihan untuk mencari informasi. Bahkan, kehadiran media lain turut memacu Batam Pos untuk terus berinovasi dan berkarya.

Selamat Hari Pelanggan Nasional! Terima kasih telah menjadi pelanggan setia Batam Pos. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Susah Cari Kerja, Warga Tanjunguncang, Batam Geruduk Perusahaan Galangan Kapal

0

batampos.co.id – Puluhan warga di kelurahan Tanjunguncang, Batuaji mendatangi sejumlah perusahaan galangan kapal yang ada Tanjunguncang, Senin (4/9/2017) pagi.

Mereka menuntut kontribusi dari perusahaan galangan kapal agar mereka direkrut sebagai pekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Tanjunguncang.

Warga terpaksa melakukan aksi tersebut karena situasi ekonomi yang kian terpuruk. Warga yang nganggur semakin banyak begitu juga lowongan kerja semakin langka.

“Di sini banyak perusahaan, tapi warga di sekitar banyak yang nganggur. Ada yang sudah bertahun-tahun nganggur. Makanya kedatangan kami ini untuk meminta kepedulian pihak perusahaan dengan kami-kami yang tinggalnya dekat dengan perusahaan mereka,” ujar Jammaludin, warga perumahan Taman Carina, Batuaji.

Senin pagi warga sempat berencana mendatangi PT Wasco yang lokasinya tak jauh dari Polsek Batuaji. Namun karena sudah diantisipasi aparat Polsek Batuaji, puluhan warga itu akhirnya digiring ke Polsek untuk membicarakan tuntutan mereka secara baik-baik.

Ketua LMP Kelurahan Tanjunguncang, Leo mengatakan, aksi spontan yang dilakukan warga itu lantaran banyak warga di kelurahan Tanjunguncang yang menganggur. Warga merasa janggal sebab di wilayah tempat tinggal mereka banyak perusahaan namun tak satupun yang mengakomodir warga untuk bekerja.

“Rata-rata tak kerja semua warga yang aksi ini. Padahal banyak perusahaan di sini. Pekerja malah ambil dari luar semua,” tutur Leo.

Dengan adanya aksi tersebut warga berharap agar pihak perusahaan turut berkontribusi kepada masyakata di sekitar dengan merekrut warga Tanjunguncang sebagai pekerja.

“Kalau dibilang sepi proyek, tapi masih banyak pekerja yang direkrut. Kami ditolak, warga luar yang diterima,” ujar Andika, warga Sumberindo, Tanjunguncang.

F. Dalil Harahap/Batam Pos

Aksi warga itu ditanggapi pihak perusahaan. Manajemen PT Wasco yang rencana didatangi warga akhirnya mau menemui warga di Mapolsek Batuaji.

Bersama pihak kepolisian, warga dan manajemen PT Wasco menyepakati satu hal yakni jika ada lowongan pekerjaan, maka manajemen PT Wasco akan prioritaskan warga sekitar.

“Sudah ada kesepakatan, intinya ya kalau ada lowongan warga sekitar diprioritas. Tapi itu sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Tak bisa juga paksakan semuanya masuk kerja,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko.

Untuk sementara kesepakatan tersebut hanya dengan PT Wasco, sementara perusahaan lainnya akan diupayakan warga untuk memperoleh kesepakatan serupa.

“Kami akan datangi semua perusahaan yang ada di Tanjunguncang. Bukan apa-apa kami hanya ingin ada kontribusi kepada kami yang tinggal di dekat perusahan-perusahan di sini. Bukan semua warga kami paksakan untuk kerja di perusahaan tapi setidaknya jika membuka lowongan kerja diterima lah satu dua orang dari kami warga di sini,” tutur Leo. (eja)