Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12993

Gencar Sosialisasi Bahaya Narkoba

0
Kapolsek Kundur Utara/ Barat Akp Emsas Mardenis memberikan penyuluhan di hadapan pelajar SMP 01 Kundur Utara. F. Imam Sukarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Kundur Utara/Kundur Barat gencar mengadakan penyuluhan bahaya narkoba, paham radakilasme dan tertib berlalu lintas di kalangan remaja dan pelajar. Seperti Selasa (19/9) kemarin, Kapolsek Kuta/Kuba AKP Emsas Mardenis menyambangi SMP 01 Kundur Utara bersama Wakil Kepala SMP 01 Kundur Utara Herri Purwanto melakukan penyuluhan.

Sedikitnya 300 palajar dengan tertib mengikuti penyuluhan yang disampaikan kapolsek tersebut. Upaya ini dilakukan untuk pencegahan awal terhadap maraknya narkoba sekaligus sebagai pengetahuan bagi pelajar.

“Kami prihatin dengan maraknya peredaran narkoba belakangan ini, yang sudah menjalar pada pelajar maupun pemuda. Makanya melalui penyuluhan ini diharapkan menjadi pengetahuan dan pencegahan bagi pelajar akan bahaya narkoba,” kata Emsas.

Ditambahkannya, dalam penyuluhan tersebut disampaikan adanya psikotropika jenis baru yang dikemas dalam berbagai bentuk menarik, tetapi memberikan efek yang bisa merusak kesehatan. Penyuluhan akan terus dilakukan di setiap sekolah di wilayah hukum Polsek Kundur Utara/Kundur Barat. (ims)

Hujan Lagi, SMPN 28 Batam Banjir Lagi

0
Beginilah kondisi siswa SMPN 28 Batam saat kebanjiran. Foto saat terjadi banjir pada  Selasa (29/8/2017). Foto Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Saat hujan ataupun panas, siswa seharusnya dapat belajar dengan nyaman dan aman di sekolahnya. Tapi itu tak berlaku di SMPN 28 Batamkota, setiap kali hujan datang perasaan was-was selalu menghinggapi guru ataupun muridnya.

Sebab bila hujan deras dengan rentang waktu lama, mereka harus bersiap-siap untuk mengakhiri proses belajar mengajar. Karena air akan masuk ke dalam ruang-ruang belajar, sehingga menganggu proses tersebut.

Selasa (19/9) lalu, hujan deras mengguyur Kota Batam. Dalam jangka waktu 15 menit saja, air langsung ruang belajar SMPN 28. Padahal saat itu beberapa kelas sedang ada ulangan. “Lagi ulangan Matematika,” kata Arafah siswa SMPN 28 kelas 8 D, Selasa (19/8).

Ia mengatakan ulangan harus cepat-cepat diselesaikan, karena air sudah mulai memasuki ruang belajar. Hujan terus mengguyur, membuat guru-guru menghentikan proses belajar mengejar. Karena air sudah menggenangi ruang kelas.

Dari pantauan Batam Pos setidaknya ada 7 kelas plus ruangan guru, digenangi air. Beberapa siswa mencopot sepatunya dan menggulung celana hingga selutut. Lalu kursi-kursi diletakan diatas meja, begitu juga dengan tas mereka yang semulanya diletakan dilantai.

Suasana riuh pun terjadi, karena aktivitas menaikan bangku, tas dan sepatu ke atas meja. Kegiatan ini otomotasi menyedot perhatian siswa lainnya yang kelasnya tak tergenang air. Bangunan baru yang terletak di sisi kanan sekolah, tak tergenang air. Bangunan baru tersebut dirancang anti banjir. Tapi sayap kiri sekolah, terdiri dari jejeran bangunan lama. Yang tak terlalu memperhatikan aspek banjir.

Bangunan sisi kiri inilah yang yang selalu menjadi langganan banjir setiap saatnya. Begitu juga dengan ruang guru, tentunya halaman sekolah yang selalu jadi kolam dadakan saat hujan menlanda kawasan Batamkota.

Guyuran hujan berlangsung dari pukul 10.00 hinga 12.00. Sejak pukul 10.00 inilah, proses belajar mengajar terhenti. Anak-anak kelas 8 dan 9, sudah tak heran atau kaget lagi dengan kondisi sekolah mereka. Karena memang begitu adanya, saat hujan.
“Udah biasa om,” ujar Putra, siswa kelas 9.

Sehingga saat hujan terjadi dipagi hari, Putra selalu menggunakan sendal. Sedangkan sepatunya disimpan dalam tas. Karena sudah tau, dirinya bakal melewati kolam dadakan di halaman sekolahnya.

“Pakai sendal, celana digulung, biasanya gitu om. Kalau hujan sejak pagi, saya sudah siap-siap dari rumah,” ujarnya.

Putra berharap, sekolahnya dapat seperti sekolah lain. Saat hujan mereka tak perlu takut akan banjir, sehingga bisa belajar dengan tenang. “Kalau udah hujan, kami semua pada melihat ke luar ruangan. Air yang membanjiri halaman sekolah sudah tinggi apa belum. Akibatnya gak belajar lagi,” ungkapnya.

Hal yang ini diamini oleh Dimastian, siswa kelas 9. Dan setelah hujan reda. Kegiatan belajar mengajar juga tak berlanjut. Karena para siswa membereskan bekas air yang masuk ke dalam ruangan sekolah. Lalu juga halaman sekolah, berceceran sampah-sampah yang dibawa oleh arus air.

Ada siswa yang mengepel lantai ruangan belajar, lalu ada juga yang mengangkat sampah-sampah yang berceceran di halaman sekolah. Proses membersihkan ini berlangsung hingga, anak-anak pulang sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 28 Boedi Kristijorini, tak bisa berbuat banyak atas hal ini. Boedi hanya bisa pasrah. Karena kejadian ini bukan kali pertama, tapi terus berulang setiap saat. Sudah beberapa kali sekolah tersebut didatangi pejabat-pejabat Pemko Batam hingga Provinsi Kepri. Tapi belum ada solusi nyata atas hal ini.

Padahal tak lama akan diadakan ujian sekolah. Apabila saat itu hujan, tentu akan memecahkan konsentrasi anak-anak. Dan tentu mempengaruhi nilai anak-anak tersebut.

Boedi mengatakan bahwa untuk penanganan banjir disekolah ini, baru dicanangkan pada anggaran 2018. “Kabarnya begitu pak, tapi saya kurang tau pasti,” ucapnya.

Ia menuturkan pihaknya juga belum tau, dana yang dianggarkan untuk solusi seperti apa untuk SMPN 28. “Kondisi saat ini pak, diperparah adanya drainase yang tertutup. Sehingga aliran air tersumbat. Sehingga saat hujan beberapa menit saja, air sudah menggenang,” tuturnya.

Ia berharap dinas terkait datang mengecek hal ini. Sehingga drainase tersebut bisa diperbaiki, dan aliran air bisa lancar. “Kalau airnya lancar, air menggenangi sekolah jadi agak lama,” ujarnya singkat. (ska)

 

Mobil Mewah, STNK Palsu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polisi dari Kepolisian Daerah Jawa Barat sedang mencari dua warga Batam pemilik mobil mewah merek Lamborghini. Keduanya ketahuan memesan surat tanda nomor kendaraan (STNK) palsu dari seorang perantara di Bandung. Karena menggunakan dokumen palsu, polisi menduga mobil mewah tersebut merupakan barang selundupan.

“Benar, ada STNK palsu untuk dua unit mobil dari Batam dari 1000 lembar STNK palsu yang kami amankan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi Batam Pos, Selasa (19/9).

Namun, Yusri -mantan Kapolres Bintan- menolak menyebutkan identitas kedua pemilik mobil mewah itu. Ia mengatakan, kasus ini sedang didalami pihak penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar, yang akan berkoordinasi dengan Polda Kepri dan Bea Cukai Batam. “Tim sudah berangkat ke sana,” ucapnya.

Ia mengatakan, bila sudah menemukan dua unit kendaraan itu, pihaknya akan meminta instansi yang berwenang di Batam membawanya ke Bandung. “Untuk barang bukti, agar ditarik ke sini,” ungkapnya.

Yusri menambahkan, polisi menduga dua unit Lamborghini dengan STNK palsu itu merupakan barang selundupan. “Bisa jadi hasil penyelundupan, tapi kami masih menyelidiki hal ini,” tuturnya.

Dua STNK palsu milik warga Batam itu terungkap saat Polda Jabar menangkap tiga sindikat jaringan nasional pemalsu STNK untuk motor gede dan mobil mewah.
Dari pengakuan para pelaku, mereka sudah membuat lebih dari seribu STNK palsu pesanan dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk motor tarifnya Rp 5 juta. Sedangkan mobil tarifnya Rp 6 juta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Lutfi Martadian, mengaku baru mendengar kabar ini. Terkait koordinasi yang akan dilakukan pihak Polda Jabar, ia mengatakan belum ada permintaan.

Hal senada disampaikan Bea Cukai Batam. “Kami belum mendapatkan adanya kabar atau laporan mengenai penyelundupan mobil mewah dan moge dari Singapura ke Batam. Kalaupun ternyata nantinya ada, pasti kami akan langsung menindaklanjutinya dan berkoordinasi dengan kepolisian,” ujar Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan (P2) Bea Cukai Batam, Mujayin, Selasa (19/9) sore.

BC Batam sendiri, lanjut Mujayin, akan sangat terbuka menunggu kedatangan pihak kepolisian dan siap membantu kepolisan apabila ternyata dugaan mengenai penyelundupan tersebut benar adanya.

“Kami siap membantu dalam hal apapun terkait penyelundupan, apabila pihak kepolisian ingin datang ke BC Batam, misalnya hendak meminta data terkait dugaan masuknya mobil mewah yang disebut diselundupkan ke Batam. Apabila polisi nantinya sowan ke kantor BC Batam, kami siap membantu dan menunggu kapan pun,” terang Mujayin.

Ketua Bea Cukai Batam, Susila Brata, juga mengaku belum mendapatkan kabar adanya dugaan penyelundupan mobil mewah Lamborghini dan puluhan moge dari Singpaura ke Batam.

“Kalaupun ada, pasti saya sudah dikabari oleh bawahan saya. Kalau ada pasti kan kita akan langsung rilis ke semua media di Batam. Sekali lagi saya tegaskan, BC Batam belum dapat kabar hal itu,” tegas Susila Brata. (gas/ska)

Konsul China Tanyakan Keamanan Kepri

0
Turis asal Tiongkok menikmati liburan di salah satu resorts di Lagoi. Saat akhir pekan, Dispar Bintan mencatat lebih dari 3 ribu turis menghabiskan waktunya di sejumlah resorts dan hotel di Lagoi.

batampos.co.id – Konsulat China Mr Chang Xiaozhu menyambangi Polda Kepri, Senin (18/9) lalu. Kedatanganya ini untuk menanyakan kondisi keamanan Batam dan potensi wisata di Kepri. Hal ini dilakukannya, mengingat banyaknya wisatawan asal China yang berlibur ke Kepri.

“Iya, kemarin (18/9) mereka datang,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (19/9)

Terkait pertanyaan Konsulat China itu, Sam menyampaikan kondisi Batam sangat aman dan kondusif. Walau saat ini, diakui Sam didepan Konsulat China itu ekonomi Batam sedang mengalami pelemahan dan banyak pekerja di PHK. Sehingga menyebabkan pengangguran di Batam cukup tinggi. “Tapi jamin kondisi Batam aman,” ucapnya.

Ia mengatakan jaminan kondisi aman ini, tak hanya di Batam saja. Tapi juga di daerah Kepri lainnya seperti Bintan, Tanjungpinang, Karimun, Anambas Linggga dan Natuna. Sehingga wisawatan asing asal China, dapat berlibur dengan tenang di Provinsi Kepri.

“Dari data yang kami miliki, kebanyakan wisatawan asal China menginap dan menghabiskan liburannya di Lagoi,” ujarnya.

Konsulat China ini menawarkan kerjasama Polda Kepri dengan kepolisian China. Tapi, Sam menuturkan kerjasama itu haruslah melalui Mabes Polri.

Terkait pariwisata dan pengembangan ekonomi, Sam mengatakan pihaknya sangat mendukung dua poin tersebut. Karena dapat menyumbangkan pendapatan bagi masyarakat di Kepri. Ia menjamin keamanan bagi pengusaha. Serta juga pelaku wisata. Jaminan keamanan ini diharapkan mendongkrak perekonomian dan pariwisata Kepri. (ska)

Positif Narkoba dan Penyakit Kelamin

0
Wakil Ketua KPPAD Kepri Eri Syahrial memperlihatkan data hasil tes urine dari 110 pelajar yang dilakukan oleh Rehabsos Sado Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Eri Syahrial, kaget dengan maraknya para pelajar Karimun yang menggunakan narkoba. Dari hasil data yang disampaikan oleh Yayasan Rumah Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Sado Karimun, dari 110 pelajar yang menjalani tes urine, 20 persen di antaranya positif mengonsumsi narkoba.

“Tes urine yang dilakukan Rehabsos Sado Karimun ini baru sebagian. Mengerikan, data ini menunjukan maraknya narkoba di Karimun yang sudah masuk ke pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Dan ini terbukti, bahwa Kepri menjadi salah satu pintu masuk barang haram,” ujarnya.

Dia meminta kepada pemangku kebijakan dalam hal ini Kepala Daerah, agar segera melakukan pemetaan kondisi para pelajar di Karimun dan pencegahan terhadap bahaya narkoba. Artinya harus dilakukan tes urine yang lebih valid lagi terhadap para pelajar di Kabupaten Karimun. Tujuannya untuk mendapat data sejauh mana kerentanan bahaya narkoba yang masuk di kalangan pelajar.

Agar bisa dilakukan penangganan maupun rehabilitasi secepat mungkin terhadap korban narkoba di kalangan pelajar, baik itu oleh Sado, BBN dan sebagainya. Tapi, korban narkoba para pelajar identitasinya harus dilindungi termasuk asal sekolah.

“Dinas Pendidikan harus cepat merespon. Serta partisipasi orang tua yang sangat penting terhadap keterbukaan apabila anaknya terjerat narkoba,” harapnya.

Sebab, kata Eri lagi, pihaknya beberapa tahun lalu telah mengusulkan agar dibentuk KPPAD Karimun agar bisa melakukan pengawasan terhadap anak-anak yang skupnya cukup luas. Tidak ada alasan lagi bagi Pemkab Karimun untuk tidak membentuk KPPAD Karimun.

“Kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang. Salah satu indikator kota layak, harus ada satu lembaga KPPAD Karimun. Dan bisa dimasukkan dalam Perda Perlindungan Anak yang sedang dibahas sekarang, dapat disisipkan dalam pasal pembentukan KPPAD Karimun. Seperti Anambas, Bintan, Natuna, Lingga sudah terbentuk KPPAD dan Batam dalam tahap pembentukan,” ucapnya.

Sementara itu Linda Theresia pembina Rehabsos Sado Karimun memaparkan, sejak Januari hingga Agustus 2017 ini sudah dilakukan tes urine terhadap para pelajar yang bermasalah di sekolah mencapai 110 pelajar.

“Hasil tes urine cukup mencegangkan, selain positif narkoba, ada juga pelajar yang sudah terkena penyakit kelamin,” ungkapnya.

Dari 110 pelajar yang sudah dilakukan tes urine, hanya 19 pelajar yang dilakukan rehabilitasi oleh Rahabsos Sado Karimun. JUmlahnya sedikit karena banyak orang tua tidak percaya bahwa anaknya positif menggunakan narkoba. Sebagian besar oang tua murid menolak anaknya menjalani rehabilitasi.

“Beberapa waktu lalu Kepala Dinas Pendidikan Karimun datang ke sekretariat kita, agak kesal terhadap pemberitaan beberapa waktu lalu. Dan saya bilang jangan ditutupi, ini fakta nyata di lapangan. Tidak usah jauh-jauh, lihat saja sidang pengadilan terhadap anak kasus narkoba yang sudah di vonis 1,2 tahun,” kata Linda. (tri)

Sehari Dua Kali Pemadaman

0

batampos.co.id – Pemadaman listrik secara tiba-tiba mulai meresahkan warga. Pemadaman mendadak tersebut terjadi dua kali dalam sehari, Selasa (19/9) kemarin.

Sementara PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun menyebutkan, pemadaman listrik diakibatkan gangguan alam di jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dekat trafo PLTD. Selain itu ada komponen material (joint sleep) yang terbakar di jaringan PLN depan pelabuhan Leho Teluk Uma, yang berdampak terjadi trip dan menyebabkan pemadaman sementara.

“Saya mohon maaf atas pemadaman kemarin, selain faktor alam yang dikarenakan ada hewan yang melintasi di jaringan listrik PLN. Seperti burung jalak, monyet dan ular,” jelas Manager PT PLN (Persero) Rayon Tanjungbalai Karimun, Fauzar Zain.

Pemadaman beberapa jam secara bergiliran dilakukan untuk perbaikan maupun membuang hewan yang menempel di kabel jaringan PLN. Kemudian dilakukan perbaikan pemasangan Ground Sirkuit Wire (GSW) atau penangkal petir di sepanjang Jaringan SUTM yang berpotensi terjadinya petir.

“Kalau daya listrik kita cukup, mencapai 49,8 Megawatt. Dikarenakan beberapa pekan ini terjadi perubahan cuaca disertai petir, terjadi gangguan di beberapa jaringan dan diusahakan perbaikannya,” ungkapnya.

Masih kata Fauzar, pihaknya berusaha untuk melakukan perbaikan semaksimal mungkin untuk memperkecil terjadinya gangguan di jaringan listrik mulai dari PLTD hingga ke jaringan konsumen. Selain pemasangan GSW juga dilakukan pemasangan pin cover guide atau penutup pin isolator.

“Kami terus melakukan perbaikan-perbaikan terhadap jaring PLN,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas masyarakat di pagi hari terganggu akibat terjadinya pemadaman oleh PLN. Dan banyak masyarakat yang menanyakan kepada awak redaksi Batam Pos, kenapa sering terjadi pemadaman oleh pihak PLN.

“Kalau bayar telat sehari kita didenda dan dicabut KWH meternya. Ini sangat-sangat tidak fairlah PLN, masak harus demo lagi masyarakat,” keluh Kahar salah seorang warga Karimun. (tri)

Istri dari Karyawan yang Dipecat Menangis

0

batampos.co.id – Manajemen Bintan Lagoon Resorts (BLR), Lagoi melakukan
pemutusan hubungan kerja (phk) terhadap belasan karyawan yang menangih
janji akan dilakukan perundingan dengan manajemen, Senin (18/9) lalu.

Sementara itu, alasan pemecatan yang dilakukan manajemen, Selasa (19/9), karena karyawan dinilai telah melakukan pelanggaran berat. Nofriyadi, salah seorang pengurus serikat yang dipecat membenarkan, 14 orang karyawan BLR yang hadir untuk mengikuti perundingan di perusahaan, telah dipecat.

“Teman-teman shock bahkan anak istrinya ada yang menangis,” kata Nofriyadi kepada Batam Pos, Selasa (19/9) kemarin.

Ia mengatakan, awalnya setelah perundingan ditolak, belasan pekerja kembali ke perusahaan untuk kembali bekerja. Namun, sekuriti tidak membolehkan mereka masuk, sehingga mereka tetap bertahan di depan pos I sekuriti Bintan Lagoon Resorts. “Tahunya malah keluar surat PHK,” katanya.

Ditambahkannya, sebelum keluar surat PHK nomor 055/HR/BLR/IX/2017 yang
menyebut bahwa belasan karyawan telah melakukan pelanggaran berat, manajemen mengeluarkan surat peringatan ketiga nomor 035/HR-BLR/let-out/IX/2017 yang isinya pekerja dianggap telah melakukan menyerang atau mengintimidasi.
Terkait ini, ia mengatakan sudah dilaporkan ke Disnaker Bintan.

“Kadisnaker berjanji akan menyelesaikan masalah belasan karyawan yang di PHK. Lagi
diupayakan pesanggonnya, sebab manajemen dari suratnya tak mau
mengeluarkan pesangon karena pekerja dinilai sudah melakukan
pelanggaran berat,” tukasnya.

Kadisnaker Bintan Hasfarizal Handra belum berhasil dimintai penjelasan. Hanya,
dia melalui pesan singkat menjawab belum bisa memberikan keterangan
saat ini. Ditanya

soal pemecatan karyawan di BLR, mantan Kasatpol PP Bintan ini belum menjawab.
Sementara itu, HRD SManager BLR Lagoi, Syafrizal Umar hingga berita
ini diturunkan, belum berhasil memberikan penjelasan. (cr21)

Bisa Berbagi Ilmu Zumba

0

batampos.co.id – Kedatangan pelopor zumba Indonesia, Junko Agus dalam acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party di Kepri Mall, Batam pada 24 September 2017 memberi arti tersendiri bagi pegiat zumba lokal di Batam.

Salah satunya, Indri Artanti yang merupakan instruktur zumba di Batam. Menurutnya, kehadiran Junko dalam kegiatan tersebut bisa menjadi momentum untuk memperkenalkan olahraga zumba ke masyarakat Batam.

Tak hanya lebih memperkenalkan zumba kepada masyarakat Batam. Acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party yang digagas Batam Pos ini juga bertujuan untuk saling berbagi pengalaman dan ilmu dari Junko Agus kepada instruktur atau penyuka zumba di Batam lainnya.

“Bisa sharing dengan Junko merupakan sebuah pengalaman yang bagus dan bermanfaat. Jadi acara ini harus dimaksimalkan dan diikuti penyuka zumba di Batam,” ujar Indri kepada Batam Pos, Selasa (19/9).

Instruktur zumba di Celebrity Fitness Kepri Mall ini mengatakan, saat ini antusias masyarakat Batam terhadap olahraga zumba sudah sangat baik dan diterima dengan tangan terbuka.

“Mereka (pelaku olahraga zumba) selalu antusias dengan kegiatan semacam ini. Dan saya juga sudah menginformasikan kepada teman-teman yang rutin melakukan zumba bareng saya untuk ikut Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party ini,” kata Indri.

Sementara itu, Penanggung jawab Event Organizer Batam Pos, Herman Mangundap menuturkan, setiap peserta yang mendaftar di acara ini bisa mendapatkan tabungan baru dari Bank BTN sebesar Rp 50 ribu.

Adapun biaya pendaftarannya sebesar Rp 50 ribu bagi peserta dibawah dan diatas 35 tahun, Rp 200 ribu bagi grup dan dance serta Rp 75 ribu bagi peserta zumba party.

Pendaftaran ditutup sampai tanggal 23 September 2017 dan peserta bisa mendaftar di Batam Pos, Gedung Graha Pena lantai 2, Batam.

“Ayo daftarkan diri segera dan meriahkan acara Aerobic Competition dan Zumba Fitness Party ini. Dijamin tidak akan menyesal,” tutup Herman. (cr16)

 

 

Parlindungan Sinurat Jadi Tersangka Penistaan Agama

1

batampos.co.id – Aktivis buruh di Bintan, Parlindungan Sinurat ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Manajer salah satu perusahaan di Lobam itu, telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Bintan, Senin (19/9) kemarin.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto membenarkan, penyidik
telah menetapkan tersangka atas nama Parlindungan Sinurat, karena dinilai telah melanggar undang-undang ITE, nomor 11 tahun 2008.

Status tersangka yang ditetapkan pada Parlindungan, setelah polisi melengkapi keterangan ahli bahasa dan ITE, yang didatangkan dari Palembang.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah adanya postingan atas nama Parlindungan Sinurat yang melecehkan salah satu ayat di kitab suci. Setelah postingan itu, masyarakat resah dan berkumpul di kediaman Parlindungan Sinurat di Taman Surya Indah di Desa Teluk Sasah.

Demi keselamatannya, polisi menjemputnya dan mengamankannya di Mapolres Bintan. Hanya, ketika itu Parlindungan Sinurat belum ditahan. Bergulirnya kasus ini, Parlindungan Sinurat menulis surat permintaan maaf ke masyarakat yang dibaca langsung oleh istrinya di hadapan tokoh masyarakat dan agama di Kantor Desa Teluk Sasah. (cr21)

Begini Cara Kami Sekolah

0
foto: dalil harahap / batampos

 

Mereka ialah anak bangsa yang tinggal di Kota Batam tapi bukan di Pulau Batam, pulau induk. Tak semua pulau di Kota Batam memiliki sekolah. Bagi mereka untuk menuju sekolah tak bisa dengan kendaraan beroda, mereka harus menggunakan perahu, di sini disebut pancung.