batampos.co.id – BP Batam mulai menertibkan para pemilik alokasi lahan …
Juli, Inflasi 1,14 Persen, Batam Perlu Perhatian Khusus

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, bulan Juli silam Kota Batam mengalami inflasi mencapai 1,14 persen. Inflasi ini ditengarai dikarenakan adanya kenaikan indeks pada semua kelompok pengeluaran.
Yaitu kelompok bahan makanan naik 2,30 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,05 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,04 persen, kelompok sandang naik 0,24 persen, kelompok kesehatan naik 0,08 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik 0,39 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 3,99 persen.
Dari grafik andil inflasi dominan di Kota Batam yang dikeluarkan BPS Kepri, diketahui bahan makanan utamanya sayur-sayuran menyumbang persentase andil tertinggi, yang menyebabkan meningkatnya angka inflasi.
“Subkelompok sayur-sayuran naik 8,33 persen. Angka paling besar dibandingkan subkelompok yang lain,” terang Kepala BPS Kepri, Panusunan Siregar, Senin (1/8).
Kenaikan indeks kelompok bahan makanan merupakan akibat naiknya indeks harga pada sembilan subkelompok yaitu subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,05 persen, subkelompok daging dan hasil-hasilnya 3,08 persen, subkelompok ikan segar naik 0,69 persen, subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,08 persen, subkelompok sayur-sayuran naik 8,33 persen, subkelompok buah-buahan 0,72 persen, subkelompok bumbu-bumbuan 4,77 persen, subkelompok lemak dan minyak naik 2,91 persen dan subkelompok bahan makanan lainnya naik 1,08 persen. sedangkan untuk subkelompok ikan diawetkan dan subkelopok kacang-kacangan tidak mengalami perubahan indeks.
“Dengan kenaikan indeks sebesar 2,30 persen pada bulan ini berarti kelompok bahan makanan telah mendorong terjadinya inflasi di Kota Batam dengan memberikan andil sebesar 0,51 persen,” tambah Panusunan.
Dengan terjadinya peningkatan inflasi di Batam, Panusunan mengharapkan pemerintah daerah selanjutnya dapat memberikan perhatian khusus dan menjaga kestabilan perekonomian di Batam dengan mengendalikan harga dan tarif di kota industri tersebut. (aya/bpos)
September Mendatang, 40 Titik Kota Batam Akan Diawasi 70 Unit CCTV

batampos.co.id – Empat puluh titik Kota Batam akan diawasi 70 unit CCTV baru. Pemerintah Kota Batam telah mengalokasikan Rp 6,3 miliar untuk pemasangan CCTV yang diperkirakan September sudah mulai dipasang.
Kepala Badan Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Salim, saat ini Pemko Batam tengah menyiapkan dokumen lelang pengadaan dan pemasangan CCTV. Yang mana pelelangan diserahkan ke Kelompok Kerja (Pokja)
“Diperkirakan akhir Agustus sudah didapat pemenang lelang dan September dipasang. Itu kalau tidak ada lelang ulang,” kata Salim di Kantor Walikota Batam, kemarin
Dikatakannya, anggaran Rp 6,3 miliar tak hanya digelontorkan untuk puluhan unit CCTV baru. Namun juga biaya pemasangan hingga listrik yang diperkirakan menghabiskan biaya Rp 4,3 miliar. Sedangkan Rp 2 miliar digunakan untuk sewa link.
“Anggaran yang kita siapkan sudah termasuk penyewaan link untuk CCTV,” ujarnya.
Jenis kamera pengintai dipilih yang punya spesifikasi terbaik. Seperti kualitas gambar yang ditampilkan masuk kategori high definition (Definisi tinggi).
“CCTV ini tak hanya menangkap gambar, juga menangkap suara dan mendeteksi gerak-gerik orang,” terangnya.
Menurut dia, seluruh CCTV itu akan mengawasi 40 titik Kota Batam dengan 70 unit kamera. Jumlah itu didapat dari kajian yang disampaikan konsultan. Yang mana mayoritas pemasangan dipilih lokasi-lokasi rawan terjadinya kejahatan jalanan. Seperti jalan Gajah Mada tepatnya Southlink, Jalan dekat Mata Kucing dan Bukit Harimau.
“CCTV atau kamera pengintai bisa mengawasi serta memantau kondisi Batam lebih detailnya. Kita akan pasang di lokasi yang dinilai rawan,” sebut Salim.
Sementara di kawasan Batamcenter akan dipasang mulai dari Kantor Walikota Batam, DPRD Batam, simpang Bank Indonesia, Pelabuhan Internasional, sekitaran Lapangan Engku Putri dan beberapa titik lainnya.
“Tiap titik ada 2-3 kamera terpasang, termasuk satu nanti yang dipasang tinggi di atas Kantor Walikota yang bisa mengamati seluruh area, termasuk Dataran Engku Putri,” kata dia.
Dijelaskannya juga, setelah CCTv terpasang akan ada petugas yang memonitor. Ia juga memastikan CCTv juga akan terus merekam gambar dan suara meskipun tak ditunggui penuh selama 24 jam.
“Pemantauan langsung dari Kantor Kominfo Kota Batam di lantai VII, Kantor Walikota Batam di Batamcenter. Record (rekam)-nya terus,” pungkas Salim. (she)
Begal Beraksi Lagi, Kali Ini di Kawasan Cikitsu Batam

batampos.co.id – Meid Win, warga Pelita, Lubukbaja jadi korban begal di kawasan Cikitsu, Batamkota, Minggu (8/1) dini hari. Pria 20 tahun ini dianiaya 4 orang pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) dan besi.
Dengan kejadian ini, tas milik Mei yang berisikan dua ponsel dan uang tunai ratusan ribu dirampas oleh pelaku. Beruntung aksi begal ini diketahui oleh warga, sehingga pelaku kabur saat menganiaya korbannya.
“Mereka (pelaku) meminta memberikan tas dan langsung memukulnya menggunakan besi dibagian kepala. Lalu mereka mengeluarkan pisau,” ujar Leni, rekan korban.
Dari pengaluan Meid, ia baru saja kembali dari kawasan Botania dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Shogun untuk memperbaiki ponselnya sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam perjalanan, ia dipepet oleh dua pelaku.
“Awalnya abang ini dicegat. Saat berhenti empat pelaku lainnya datang dan langsung memukul ke bagian kepala hingga terjatuh,” tutur Leni.
Usai merampas tas, pelaku berniat membawa kabur motor korban. Namun, disaat bersamaan dua orang sekuriti di kawasan itu melintas.
“Sekuritinya langsung menolong dan pelakunya kabur. Korban sekarang sudah melapor ke polisi,” papar Leni.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Ikhtiar Nazara mengatakan akan menindak lanjuti laporan koban tersebut. “Pasti akan kita lidik,” tegasnya.
Dia menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengendarai sepeda motor pada malam hari. Termasuk mengenakan barang berharga seperti perhiasan.
“Jangan memancing kejahatan dengan mengenakan perhiasan. Jadilah polisi bagi diri sendiri,” pungkasnya. (opi)
Ssttt, Ada Dugaan Organ Tubuh TKI Tewas di Malaysia Juga Diperdagangkan

batampos.co.id – Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto mengungkapkan, ada dugaan warga negara Indonesia (WNI) yang tewas di Malaysia juga menjadi korban perdagangan organ tubuh. Kecurigaan itu berawal ketika Bareskrim menemukan hal janggal pada pekerja Indonesia yang tewas di Malaysia.
”Beberapa waktu yang lalu ada korban trafficking juga yang meninggal dunia di Malaysia karena gantung diri dan dimakamkan di Nusa Tenggara Timur,” ujar Ari di sela-sela konferensi pers kasus tindak pidana perdagangan orang di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/8).
Menurut Ari, ada perbedaan pola autopsi antara Indonesia dengan Malaysia. Di Indonesia, katanya, Ari, autopsi dilakukan dengan membedah tubuh jenazah dan tidak dijahit kembali.
“Karena memang pola atau cara autopsi di Malaysia itu tidak sama dengan Indonesia,” jelas dia.
Sementara, saat jenazah orang yang gantung diri itu dikembalikan di NTT, pihak keluarga melihat adanya kejanggalan. Sebab, pihak keluarga melihat adanya jahitan dari ujung kaki hingga kepala.
“Mereka buka dari tangan sampai dengan kaki. Di Malaysia dijahit, di sini tidak. Jadi tidak ada jual beli tubuh,” jelas Ari.
Ari tidak mengingat jelas tanggal kematian warga NTT tersebut. “Tapi meninggal pada Juli 2016 di Malaysia, jenazah sudah dimakamkan di NTT,” imbuhnya.
Ari menambahkan, dugaan penjualan organ tubuh itu sudah dalam penyelidikan Bareskrim Polri. Namun, Ari menolak menjelaskan sudah sejauh mana hasil penyelidikannya.
“Dari data bahwa betul hasil data pengiriman jenazah betul-betul ada. Namanya juga dipalsukan ini yang kita cari,” tandas Ari. (Mg4/jpnn)
Polisi Menduga Pembunuh Lia Orang Dekatnya

batampos.co.id – Penyelidikan terkait pembunuhan terhadap Lia Arzalina masih terus dilakukan. Hingga saat ini, pihak kepolisian menduga kalau pelaku pembunuh Lia Arzalina (22) adalah orang terdekat korban.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, dari hasil pemeriksaan pihaknya diduga pelaku pembunuhan Lia Arzalina adalah orang dekat dan dikenal korban.
“Kami masih mendalami dan mencari alat bukti lain untuk mencari tahu bersama siapa korban terakhir saat dilaporkan hilang,” kata Kapolresta, Senin (1/8).
Sementara itu, untuk lokasi pembunuhan terhadap Lia, polisi menduga jika Lia dibunuh di lokasi tempat penemuan Lia yang sebagian tubuhnya telah menjadi kerangka itu.
“Korban dibunuh di situ (TKP) bisa iya bisa tidak, karena jika dibunuh diluar, tentunya akan sangat sulit membawa mayat korban menuju lokasi yang jauh dari jalan utama,” ujarnya.
Lebih lanjut Helmy mengungkapkan, jika saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan jika pacar Lia merupakan pelaku pembunuhan terhadap Lia.
“Hingga saat ini belum bisa kita simpulkan apakah dia pelaku pembunuhan,” katanya lagi.
Helmy menjelaskan jika pengungkapan terhadap pelaku pembunuhan itu bisa cepat terungkap, tergantung dari berapa banyak informasi yang di kantongi oleh penyidik.
“Kepada seluruh masyarakat yang mempunyai informasi terkait kasus ini, silahkan laporkan ke polisi,” terangnya.
Sejauh ini, Helmy mengungkapkan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan DNA terhadap janin yang ditemukan di tubuh Lia untuk mengungkap ayah biologis dari janin tersebut.
“Sampel DNA sudah dilakukan pengambilan dan saat ini masih di periksa Labfor Jakarta,” tambahnya.(eggi)
Warga Keluhkan Minimnya Lampu Penerangan Jalan

batampos.co.id – Warga mengeluh dengan minimnya lampu penerangan sepanjang Jalur masuk menuju Perumahan Quin Shoutlink, Perumahan GPI Anggrek dan GPI Bugenvile.
Minimnya lampu penerangan jalan ini membuat warga dihantui rasa ketakutan karena tak jarang atas minimnya penerangan jalan ini menjadi kesempatan para pelaku kriminalitas untuk melancarkan aksinya.
Salah seorang warga GPI Bugenvile, Eko mengungkapkan jika warga di tiga perumahan tersebut telah menunggu selama enam tahun untuk meminta pemasangan lampu penerangan jalan.
“Sudah enam tahun saya tinggal di sini, sejak awal memang belum ada sampai sekarang. Katanya kemarin sudah mau di pasang, tapi ditunggu-tunggu sampai saat ini belum juga di pasang,” ungkapnya, Senin (1/8).
Sementara di tempat terpisah, Rian yang merupakan warga perumahan GPI Anggrek mengatakan jika tempat tersebut pernah menjadi tempat pembuangan mayat lantaran kondisi jalan yang gelap.
“Karena kondisi gelap, warga jadi takut untuk keluar malam. Selain itu, dulu juga pernah lokasi ini menjadi pembuangan mayat,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan batampos.co.id, jalanan menuju perumahan tersebut bukan hanya gelap karena minimnya penerangan lampu jalan. Kondisi jalan yang rusak apabila turun hujan jalan akan menjadi licin dan jika panas akan berdebu.
“Banyak juga warga disini yang jatuh karena jalanan yang licin apabila telah turun hujan dan berdebu jika sudah panas,” tambahnya.
Rian dan warga lainnya berharap kepada pemerintah Kota Batam bisa sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan jalan dan melakukan pemasangan lampu jalan menuju ke perumahan mereka.
“Kami hanya berharap kepada pemerintah untuk segera memperhatikan kami disini. Sudah lengkap rasanya penderitaan warga disini karena kondisi jalan itu,” pungkasnya.(eggi)
Batam segera Terapkan Parkir Elektronik
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana mengubah sistem penarikan parkir di Kota Batam. Yakni dengan penerapan parkir elektronik seperti daerah Jakarta. Hal itu diyakini bisa menaikan retribusi parkir hingga 300 persen dari sistem parkir manual yang diterapkan Pemko Batam sekarang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Zulhendri mengakui retribusi parkir di Batam belum maksimal. Sebab penarikan parkir dari masyarakat masih dilakukan secara manual oleh juru parkir.
“Berbeda jika nantinya diterapkan sistem elektronik seperti di Jakarta. Semua akan dicatat,” kata Zulhendri, kemarin.
Dikatakannya, tahun ini saja target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir Rp 3,6 miliar. Namun jika e-parking diterapkan dinilai mampu menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir hingga 300 bahkan 500 persen.
“Naiknya bisa sampai 300 dan 500 persen. Sebab semuanya dilakukan secara elektronik,” jelas Zulhendri.
Nantinya, lanjut Zulhendri juru parkir tak diperkenankan memegang uang langsung dari masyarakat. Sebab, uang parkir itu akan langsung dibayarkan pada mesin yang telah disiapkan di titik-titik parkir. Sehingga potensi untuk kehilangan pendapatan dari retribusi parkir sangat minim.
“Juru parkir tak ada memegang uang lagi. Jakarta sudah menerapkan itu. Sistem parkir elektronik tersebut memberikan kontribusi pajak kepada pemerintah daerah,” kata dia.
Zulhendri masih ragu apakah sistem e-parking itu akan diserahkan ke swasta atau dikelola sendiri oleh Pemko Batam. Yang mana, jika dikelola swasta, pemerintah akan mendapatkan 40 persen dari pendapatan parkir dan 60 persen untuk pengelola. Namun jika dikelola pemerintah, pendapatan itu akan sepenuhnya didapat oleh pemerintah. Itupun setelah membayar gaji juru parkir sesuai Upah minimum kerja (UMK) Kota Batam, serta BPJS untuk juru parkir.
“Pemerintah bisa menerapkan sendiri dengan membeli langsung alat dari pihak ketiga. Ini yang sedang kita pikirkan, seperti apa pengelolaanya,” ungkap Zulhendri.
Meski begitu, ia belum memastikan kapan sistem pembayaran elektronik ini diterapkan. Sebab, penerapan parkir ini juga masih mencari lokasi mana yang tepat untuk dilakukan uji coba. Sebelum nantinya diterapkan secara permanen. Untuk penerapannya tidak sulit, jika sudah terpasang mesin elektronik, tinggal bagaimana mensosialisasikan ke masyarakat.
“Masyarakat tinggal menempelkan kartu dan tak lagi menggunakan uang tunai. Jika isi kartu habis, maka tinggal membeli uang koin dan memasukan ke mesin,” pungkas Zulhendri. (she)
BP Batam Tak akan Alokasikan Kavling Siap Bangun, Lagi

batampos.co.id – Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami menjelaskan BP Batam tidak akan pernah menyerahkan kavling siap bangun (KSB) lagi, karena pada prakteknya kavling tersebut malah diperjualbelikan kepada pihak ketiga.
“KSB pada dasarnya kami keluarkan untuk mendukung Hak Asasi Manusia (HAM),” ucap Gusmardi.
Waktu BP Batam menggusur ruli, maka KSB adalah solusinya. Namun ketika diberikan KSB, banyak warga yang telah mendapatkannya malah membuat ruli di lahan tidur lainnya, sehingga permasalahan pun tidak ada habisnya.”KSB takkan pernah diberikan lagi,” ungkapnya.
Contoh KSB di sejumlah tempat di Batam antara lain Batuaji, Nongsa, Kabil, Tiban, dan Bida Ayu (Tanjungpiayu). (leo)

