Minggu, 15 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13846

Sengkarut Lahan Dam Baloi

0
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Balo Kolam, Rabu (20/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Warga Baloi Kolam kembali melayangkan protes terhadap pemilik lahan yang melakukan aktivitas perataan lahan menggunakan alat berat di Baloi Kolam, Rabu (20/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Deputi III Badan Pengusahaan (BP) Batam, Eko Santoso Budianto mengatakan ada 12 perusahaan yang telah mendapat alokasi lahan di Baloi Kolam, Batam sejak 2004. Namun, karena tak kunjung mendapat surat keputusan (skep) dan surat perjanjian (SPJ) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka tak bisa dikelola sampai sekarang.

“Karena di wilayah tersebut ada barang-barang milik negara, harus ada izin dulu dari Menkeu untuk memindahkannya,” katanya.

Deputi III BP Batam ini juga mengakui Baloi Kolam memiliki sejarah yang cukup panjang. Dahulu merupakan kawasan yang tak boleh dibangun karena terdapat waduk di sana.

“Bisa dialokasikan karena pada akhirnya dilakukan pertukaran lokasi waduk di wilayah Tembesi,” jelasnya.

Menurut Eko, pokok persoalannya berasal dari sana. Saat ini ribuan kepala keluarga menempati lahan tersebut dan memiliki kartu tanda penduduk (KTP) resmi. Mereka menolak untuk digusur karena telah merasa menjadi penduduk sah di sana.

“Dua hal ini bisa diperdebatkan dan memang ini warisan dari pendahulu sebelumnya yang harus kami bereskan. Bukan sehari dua hari menyelesaikan ini,” ungkapnya.

Eko melanjutkan untuk bisa merelokasi warga Baloi Kolam harus ada kajian hukum.

“Pemindahan itu sebenarnya kewajiban pemilik lahan, namun karena belum resmi dapat izin, maka jadi kewajiban BP Batam. Dan konsekuensinya UWTO 12 perusahaan tersebut dikembalikan,” tegasnya.

Jika UWTO dikembalikan, maka BP Batam akan kehilangan dana sekitar Rp 41 miliar, dan itu jumlah yang cukup besar.

Lahan Baloi Kolam seluas 119,6 hektare tersebut sudah dialihfungsikan menjadi area peruntukan lain (APL) untuk menjadi kawasan bisnis, jasa, properti, dan fasilitas umum lainnya. Dengan kata lain, akan jadi Land Mark Kota Batam.

Status Hutan Lindung Baloi, resmi dicabut di era Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan. Ditandai erbitnya dua Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) No. 724/menhut-II/2010 tentang penetapan kawasan Hutan Lindung Sei Tembesi seluas 838,8 hektar sebagai pengganti hutan lindung Baloi.

Kemudian SK No. 725/menhut-II/2010 tentang pelepasan kawasan Hutan Lindung Baloi seluas 119,6 hektar.

Kedua SK tersebut diteken tertanggal 30 Desember 2010. SK Menhut itu diserahkan Menteri Kehutanan RI, Zulkifli Hasansaat itu kepada Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam Mustofa Widjaja pada 25 April 2011 di Graha Kepri, Batam.

Siapa pemilik lahan seluas 119,6 hektare itu? Data batampos, sedikitnya ada 10 perusahaan yang tergabung dalam satu konsorsium yang menjadi pemilik lahan di eks Dam Baloi. Kesemuanya pengusaha besar di Batam, termasuk perusahaan properti di Batam.

Persoalan terbesar yang dialami pemilik lahan di eks Dam Baloi itu adalah pemukiman liar (ruli). Kawasan itu dihuni ribuan ruli sehingga menjadi tantangan serius bagi pengembangn yang ingin mengelola lahan tersebut.

Pria berambut putih ini mengungkapkan ia tak berani memutuskan hal serumit ini. Ia berencana membawa persoalan ini ke Dewan Kawasan untuk dirapatkan bersama.

“Ini merupakan kajian menyeluruh menyangkut ribuan kepala keluarga. Ternyata begini nih, lahan harus diperjelas kedepannya,” ujarnya.

Karena permasalahan lahan di Baloi Kolam, ribuan warga Baloi Kolam melakukan unjuk rasa di depan kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam, Selasa (19/7). Mereka kecewa karena BP Batam melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) waktu menggusur rumah-rumah mereka, Senin (18/7) kemarin dan juga ingin memperjelas status lahan disana. (leo)

Celebration of Love with Hedi Yunus, Halal bi Halal ala ISI Batam

0
Artis penyanyi Hendi Yunus menghibur para Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Batam di Allium Hotel, Jodoh, Batuampar, Minggu (31/7). F Dalil Harahap/Batam Pos
Artis penyanyi Hendi Yunus menghibur para Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Batam di Allium Hotel, Jodoh, Batuampar, Minggu (31/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ikatan Sekretaris dan Administrasi Profesional Indonesia (ISI) Batam mengundang penyanyi kawakan Indonesia Hedi Yunus dalam acara halal bi halal di Hotel Allium, Minggu (31/7). Ia membawakan 6 buah lagu.

“Saya dan Hedi kawan lama. Kebetulan dia ngabari kalau mau ke Batam, jadi ya kenapa tidak sekalian ke acara ISI,” kata Ketua ISI Batam, Sintasari.

Hedi masuk sambil membawakan lagu. Dengan setelan sweater merah dan celana jeans berwarna merah marun, Hedi bernyanyi sambil menyapa setiap penonton. Aksi ini bersambut selfie dan wefie. Hedi menyelesaikan lagunya dengan tidak terlalu sempurna.

“Jadi nggak fokus nih nyanyinya. Jadi ajang potret memotret,” katanya dengan logat sunda yang kental.

Para penonton justru tertawa dengan keluhan Hedi. Pria kelahiran Bandung, 24 Agustus 1968 ini kemudian berbincang dengan penonton. Ia baru dua kali datang ke Batam. Ia mengaku menyukai Batam.

“Karena saya bisa shopping-shopping di sini,” katanya.

Acara bertajuk Celebration of Love ini tidak hanya diikuti para anggota ISI. Tetapi juga masyarakat. Sebelumnya, mereka harus membeli tiket.

“Kalau masyarakat biasanya langsung beli on the spot. Target kami 100 orang,” ujarnya lagi.

Heni, pengunjung dari Jakarta, mengaku sengaja datang untuk bertemu Hedi Yunus. Ia bukan sekretaris hanya saja sedang berada di Batam. Ia sedang ditugaskan di Batam.

“Saya suka Hedi Yunus. Ini saja baru beli tadi on the spot,” kata Heni.

Kegiatan ini dibalut juga dengan talk show perawatan kulit dari Klinik Kulit Emdee. Dokter Dermatologi Emdee, dr Ezra memberikan presentasi tentang kecantikan. Cantik, katanya, bukan berarti putih.

“Belum tentu kulit putih itu cantik,” ujarnya.

Ada orang yang putih kulitnya. Tapi kusam. Ini karena dia tidak pernah melakukan peeling.

“Peeling tidak membuat kulit tipis. Peeling itu membuat kulit tidak kusam,” tutur dr Ezra. (ceu)

Batam Segera Miliki Perda Pengarusutamaan Gender

0

gender-equalitybatampos.co.id – Konsep Pengarusutamaan Gender (PUG) yang diajukan Walikota Batam sudah dalam proses pembahasan DPRD Batam. Direncanakan, akhir Agustus 2016 Rancangan peraturan daerah (Raperda) tersebut akan menjadi Peraturan daerah (Perda).

Anggota Komisi II DPRD Batam, Hendra Asman mengungkapkan, UG adalah terobosan Pemko Batam dalam memberikan jaminan persamaan hak dan kewajiban gender. Hal ini didasarkan karena ada kesenjangan yang luar biasa antara perempuan dan laki-laki.

“Tujuan utama ranperda ini adalah untuk mewujudkan keadilan gender,” sebut Asman, kemarin.

Adapun landasan ranperda ini ialah filosofi, pembukaan UUD 1945 mengamanatkan bahwa salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah negara menjamin persamaan hak dan kedudukan setiap warga negara, laki-laki dan perempuan.

Diharapkan dengan hadirnya ranperda PUG ini, maka semua program pembangunan dapat dilaksanakan dengan mempertimbangkan kesempatan dan akses perempuan terhadap program pembangunan, sehingga tidak ada kecemburuan sosial.

“Kita harap semua SKPD Pemko juga tunduk terhadap perda ini,” tegas Politisi partai Golkar itu.

Dalam Raperda PUK ini, mulai dari penganggaran hingga perencanaan, Komisi II DPRD Batam melibatkan berbagai unsur masyarakat dan LSM. Tujuannya ialah supaya masyarakat bisa melihat dan menilai langsung maksud dan tujuan dari raperda ini.

“Masyarakat cukup menerima dan direncanakan dalam waktu dekat perda ini akan segera disahkan,” sebut Asman.

Di Indonesia, PUG diadopsi menjadi strategi pembangunan bidang pemberdayaan perempuan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.

PUG merupakan sebuah strategi, bukan tujuan. Strategi ini dirumuskan agar desain, implementasi, monitoring, dan evaluasi kebijakan dan program di seluruh ranah politik, ekonomi, sosial, dan budaya dapat terwujud. (rng)

Penyidikan Korupsi Bansos Batam Masih Terus Dilakukan, Jaksa Kejar SKPD

0
Aris Hardy Halim (berkacamata) ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana bansos batam. foto: yusnadi / batampos
Aris Hardy Halim (berkacamata) ditahan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana bansos batam.
foto: yusnadi / batampos

batampos.co.id – Meski telah menetapkan enam orang tersangka yang saat ini sudah ditahan, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, hingga saat ini masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial Pemko Batam tahun 2011-2012 yang merugikan negara Rp 66 miliar.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Kepri, N Rahmat mengatakan, penyidikan yang dilakukan pihaknya tidak hanya berhenti pada enam tersangka yang terdiri dari PS Batam selaku penerima hibah dan penyalur insentif guru TPQ se-Kota Batam. Melainkan akan merambah ke instansi lainnya.

”Dari Rp 66 miliar, kami masih akan terus menelusuri dan tentunya akan dinaikkan ke penyidikan,” ujar Rahmat, belum lama ini.

Dikatakan Rahmat, kasus dugaan korupsi Bansos Batam ini merupakan atensi dari pimpinan. Untuk itu pihaknya akan menelusuri kemana saja aliran dana senilai Rp 66 miliar tersebut.

”Masih banyak yang akan kami naikkan ke penyidikan. Baik itu dari lembaga non pemerintah, perorangan dan SKPD lain di Kota Batam yang menyewengkan uang negara,” kata Rahmat.

Seperti diketahui, Kejati Kepri telah melakukan penahanan terhadap enam orang tersangka kasus dugaan korupsi dana Bansos Pemko Batam tahun anggaran 2011-2012 senilai Rp 66 miliar.

Keenam orang yang ditahan tersebut yakni Ari Hardy Halim, mantan wakil ketua DPRD Kota Batam, yang juga merupakan mantan Ketua PS Batam, Rustam Sinaga dan Khairullah yang juga pengurus PS Batam.

Selanjutnya, ada Junaidi, Sekretaris Bappeda Pemko Batam, Jamiat, Ketua Badan Musyawarah Guru (BMG) TPQ Kota Batam, dan Abdul Samat, mantan Kasubbag Kesra Pemko Batam.

Penetapan tersangka untuk pengurus PS Batam dilakukan setelah tim penyidik menemukan adanya tindakan melawan hukum yaitu, tidak bisa mempertanggungjawabkan laporannya karena adanya mark up atas dana hibah yang diterima senilai Rp 715 juta, yang membuat kerugian negara sifatnya total lost.

Hal serupa juga ditemukan tim penyidik, terhadap penyaluran dana insentif Guru TPQ se-Kota Batam. Modusnya memberikan insentif tidak sesuai aturan atau kriteria penerima. Sebagai contoh, yang menerima insentif bukan yang berhak mendapatkan insentif. Sehingga kerugian negara yang timbul dari penyaluran insentif itu senilai Rp 3,9 miliar dari angaran Rp 6,4 miliar.

Karena perbuatannya yang menggrogoti keuangan negara, keenam tersangka tersebut dijerat dengan pasal 2, pasal 3 atau pasal 9 undang-undang (UU) nomor 31 jo UU nomor 20 tahun 2011 tentang UU tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1.(ias/bpos)

ATB Festival Hijau 2016, Bersepeda sembari Tanam Pohon

0
foto: cecep mulyana / batampos
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Ratusan peserta baik dari komunitas sepeda dan pecinta lintas alam  antusias mengikuti ATB Festival Hijau 2016, Minggu (31/7) pagi.

“Selain dapat sehatnya, kan ada tanam pohon, ini bagus sekali. Acara ini penting mudah-mudahan terus ada, bisa bina silaturahmi juga,” kata seorang peserta, Widarto.

Rangkaian acara dimulai dengan senam bersama di pangung Mega Legenda Batam Centre pukul 06.00 WIB. Setelah satu jam lebih mengikuti senam tepatnya pukul 07.30 WIB para peserta yang terdiri dari dua kelompok peserta yakni pemula dan expert bersiap dengan sepeda masing-masing untuk mulai menjelajahi hutan Dam Duriangkang melewati rute yang disiapkan panitia, selama rute perjalanan, peserta dipandu marshall dari Real Mountain Bike (RMB).

Peserta yang tidak kurang dari 700 orang dilepas langsung  Presiden Direktur ATB Beni Adrianto Antonius, Pimpinan Perusahaan Batam Pos Herman Mangundap, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Batam Yusfa Hendri juga Direktur Air dan Limbah BP Batam Tato Wahyu.

Sebelum kembali ke garis finish yakni tempat yang sama waktu start, di area hutan Dam Duriangkang para peserta, panitia serta pimpinan melakukan gerakan menanam 1000 pohon.

Peserta lain, Poerwo mengaku senang mengikuti kegiatan ini, tidak tanggung-tanggung sejak ATB Festival Hijau diadakan 2010 lalu, pria yang tergabung dalam Toyo Kanetsu Bicyle Club (TKBC) Batam ini sudah tiga kali mengikuti acara ini.

“Tadi lintasannya (Rute, red) bagus, tanam pohon seperti ini positif, jadi semakin hijau hutan kita,” ujarnya.

Kesan serupa juga disampaikan Ello. Peserta muda umur 14 tahun ini tidak mengira jika lintasan yang dipilih panitia demikian bagus.

” Padahal mau coba-coba saja, pas lewat seru juga lintasannya,  keren macu adrenalin,” ucapnya.

ATB-Festival-Hijau-1-F-Cecep-Mulyana

Presiden Direktur ATB, Beni Adrianto Antonius mengatakan acara itu dilaksanakan dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati 5 Juni lalu, dibarengi dengan aksi menanam pohon sebagai upaya menjaga daerah resapan air.

“Kita bangun kesadaran masyarakat untuk menjaga daerah resapan air. Sumber air baku di Batam sangat terbatas, jadi daerah resapan air harus dijaga,” pungkas Beni.

Usai menanam pohon, rombongan ATB Festival Hijau lantas kembali berpetualang dengan sepeda untuk mencapai garis finish di pangggung yang sama waktu start. Sampai di panggung dihibur dengan berbagai acara hiburan juga pembagian door prize seperti tiga sepeda, satu TV LED 32 inci serta satu unit kulkas, juga dua unit handphone android, dua unit DVD player, serta hadiah lainnya. (cr13)

KPPAD Lacak Keberadaan Orangtua Kandung Al

0

anakbuayabatampos.co.id – Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kepri berencana melacak keberadaan ibu kandung Al. Bocah 9 tahun itu mengaku hendak menemui ibunya, Mega yang berada di Jakarta.

baca juga: Kisah Pilu Bocah 9 Tahun, Dijual Rp 5 Juta, Disiksa Pembelinya

Komisioner KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPPAI untuk memulangkan Al kepangkuan orangtua kandungnya.

“Kita belum mendapatkan alamat dan keberadaan ibunya. Dan ini sudah kita koordinasikan dengan KPPAI,” ujar Erry, kemarin.

Menurut Erry, Al kini dalam pengawasan KPPAD Kepri. Al mengalami trauma berat akibat siksaan ibu angkatnya, Yanti.

“Dia (Al) tidak mau menemui ibu angkatnya lagi. Kita sedang mengusahakan pendidikannya (sekolah),” terang Erry.

Erry menjelaskan pihaknya meminta pihak kepolisian untuk segera memproses pelaku. Dan menghukum pelaku dengan hukuman semaksimal mungkin.

“Kita terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus ini. Karena kasus ini sudah melanggar undang-undang perlindungan anak,” tegas Erry.

Dengan kejadian ini. sambung Erry, dia menghimbau kepada seluruh orangtua untuk memberikan pendidikan yang baik kepada sang anak.

“Saya harap tidak ada kejadian penganiayaan terhadap anak lagi. Khusus kepada orangtua angkat, agar mendidik anaknya sepenuh hati,” tutupnya. (opi)

Antisipasi Kerusuhan di Tanjung Balai Asahan, Polda Gelar Pertemuan Tokoh Agama

0

Sam Budigusdian Kapolda Kepri-F Cecep Mulyana (3)batampos.co.id – Jajaran Polda Kepri menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa, Sabtu (30/7). Pertemuan ini guna mengantisipasi merambatnya kerusuhan di Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara.

Kapolda Kepri, Brigjen Sam Budigusdian mengatakan pertemuan itu untuk melakukan koordinasi terkait kemanan Kepri, khususnya Batam.

“Kita berkumpul bersama membuat komitmen bersama untuk menjaga Kepri tetap aman,” ujar Sam, kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda mengajak para undangan untuk menjaga kerukunan diantara masyarakat. Termasuk memantau situasi agar kejadian serupa di Tanjung Balai Asahan tidak terulang.

“Kita terus memantau dan meminta seluruh element untuk bisa memastikan kalau di Kepri khususnya Batam kerukunan beragama tetap terjaga,” tegasnya.

Tidak hanya para tokoh masyarakat yang diundang, Kapolda juga mengaku terus berkordinasi dengan aparat TNI untuk tetap mengamankan Kepri dari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

” Kami ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa kami TNI dan Polri solid dan terus bekerja untuk keamanan dan kenyaman bersama,” pungkasnya. (opi)

Orangtua Angkat Al Kabur Pindah Rumah

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Keluarga Sp dan Yt orangtua angkat Al di perumahan Griya Batuaji Asri sudah tak kelihatan lagi. Rumah mereka tampak kosong saat didatangi wartawan siang kemarin.

Tetangga sekitar mengaku tak tahu keberadaan orangtua angkat Al itu. “Sudah tiga hari ini mereka tak ada. Nggak ada yang tahu kemana mereka,” ujar seorang wanita tetangga orangtua angkat Al.

baca juga: Al Pernah 2 Hari Tak Dikasih Makan

Meskipun tak tahu keberadaan orangtua angkat Al itu, warga sekitar yakin bahwa, Sp dan Yt orangtua angkat Al telah kabur untuk menghindari laporan kasus penganiayaan itu. “Tak biasanya mereka tinggalkan rumah kosong seperti ini,” ujar wanita itu lagi.

Kepada wartawan, beberapa tetangga sekitarnya mengakui memang laporan kasus penganiayaan terhadap Al itu memang benar adanya. Sebab selama mereka mendengar dan melihat langsung bahwa Al kerap dipukul hingga menangis tersedu-sedu. Bahkan Al juga sering disekap di dalam rumah. “Anak itu jarang dibiarkan bermain. Di dalam rumah saja. Seperti disekap setiap hari,” ujar tetangga itu lagi.

Kejadian yang menimpa Al itu diakui warga sekitar memang sudah lama terjadi sejak Al datang dan tinggal bersama keluarga Sp dan Yt itu. “Sudah dua tahunan anak itu bersama mereka. Sejak awal datang sudah dikekang anak itu,” kata warga.

Warga selama ini masih bisa maklumi sebab bisa saja karena Al bandel atau berulah sebagai anak yang belum mengerti apa-apa. Namun belakangan melihat dan mendengar langsung atas apa yang dialami Al, baru warga bersuara. “Mulanya ada yang share ke media sosial dan ternyata langsung direspon baik oleh polisi dan KPPAD sehingga kasus ini mencuat dan Yp diamankan oleh KPPAD,” papar warga yang tak mau namanya disebutkan itu.

Al sendiri merupakan anak angkat dari keluarga Sp dan Yt. Keluarga Sp dan Yt mendapat Al dari ayah tiri Al di Jakarta. Sebelumnya Al tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya di Jakarta. Namun entah kenapa ayah tiri Al menyerahkan Al ke keluarga Sp dan Yt.

Prosedur pengangkat Al sebagai anak angkat disinyalir tidak sesuai prosedur sebab sampai saat ini keluarga angkat Al belum bisa menunjukan dokumen adopsi yang sah, sehingga pengangakatan Al sebagai anak angkat ini terindikasi masuk kasus perdagangan manusia (trafficking). (eja)

Hari Ini Al Kembali Mulai Sekolah

0
Bunga, 12, korban penganiayaan oleh ibu tirinya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu angkatnya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Al bocah perempuan sembilan tahun yang menjadi korban penganiayaan dan penyekapan dari orangtua angkatnya di perumahan Griya Pratama, Batuaji akan kembali menjalani rutinitas sekolahnya mulai hari ini (Senin, 1/8).

Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri telah menyediakan sekolah baru bagi Al yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan pendidikannya.

Komisioner KPPAD Kepri Ery Syahrial mengatakan, paska mencuatnya kasus penganiayaan itu kondisi kesehatan Al dibawah pengawasan pihak KPPAD sudah kembali membaik.

Al yang saat ini dititipkan pada salah seorang warga yang sudah melalui prosedur penitipan yang sah, dikatakan Ery sudah kembali ceria. Kondisi kesehatan dan mentalnya mulai berangsur membaik.

Bahkan Al yang sempat terhenti dari bangku sekolahnya sejak kasus penganiayaan itu mencuat kembali ingin melanjutkan pendidikannya. “Keinginan belajarnya sangat kuat, makanya kami carikan dia sekolah dan alhamdulilah ada sekolah yang mau menerima dia,” ujar Ery, kemarin (31/7).

Hari ini jika tak ada halangan, Al sudah kembali melanjutkan pendidikannya yang sudah sampai di bangku kelas lima tingkat sekolah dasar.

Untuk sementara kata Ery pihaknya akan merahasiakan alamat tempat tinggal dan alamat sekolah Al yang baru demi keselamatan Al sendiri. “Karena kami dengar orangtua angkatnya ini terus mencari keberadaan Al. Dan Al sendiri sudah tak mau lagi balik ke orangtua angkatnya itu,” ujar Ery.

Untuk itu Ery berharap agar proses hukum yang sudah masuk ke pihak kepolisian Batuaji atas dugaan kasus penganiayaan segera ditindak lanjuti agar Al bisa kembali normal menjalani hidupnya.

Kapolsek Batuaji Kompol Andy Rahmansyah mengaku masih terus mendalami laporan kasus penganiayaan anak dibawah umur itu.

Meskipun terlapor dalam hal ini orangtua angkat Al belum dipanggil, namun Andy menuturkan kasus tersebut tetap akan menjadi fokus penyelidikan pihaknya. “Masih tunggu hasil visum. Kalau sudah keluar terlapor (orangtua angkat Al) akan dipanggil dan diperiksa,” ujar Andy.(eja)

Heboh! Acara BJB Widescreen Star Trek Beyond Batam Jaring 500 Nasabah Baru

0
Nonton Bareng BJB
Nonton Bareng BJB

batampos.co.id – Bank Jawa Barat (BJB) mengadakan acara bertajuk BJB Widescreen di Cinema XXI Mega Mall, Sabtu (30/7). Acara ini mempertemukan BJB dengan para nasabah dan rekanan dan satu ruang bioskop. Mereka menonton film Star Trek Beyond bersama-sama. Bagaimana keseruannya?

Waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB. Studio 1 Cinema XXI Mega Mall Batamcentre sudah dibuka. Tidak seperti biasanya.

Satu per satu pengunjung masuk dengan menunjukkan tiket nontonnya. Mereka mendapatkan tiket itu dari loket bertuliskan BJB Widescreen. Mereka mengantri di depan loket itu, bukan dari loket Cinema XXI. Ini juga tidak seperti biasanya.

Sesampainya di dalam studio, lampu masih menyala terang. Mereka duduk sesuai nomor bangku yang tertera di tiket. Tak berapa lama, seluruh bangku terisi. Lalu terdengar suara perempuan dari pengeras suara. Ia berdiri di bawah layar lebar bioskop.

“Selamat datang di BJB Widescreen,” teriaknya.

Seisi ruangan bersorak membalas teriakannya. Perempuan muda itu kemudian memandu acara. Menciptakan keriangan dengan kuis kecil berhadiah menarik. Dan mengakhirinya dengan kata sambutan dari Branch Manager BJB Batam Ahmad Faisal.

“Terimakasih atas kedatangan Bapak, Ibu, dan rekan sekalian. Semoga ada lagi BJB widescreen-widescreen selanjutnya,” ujarnya.

Star Trek Beyond dibuka dengan adegan Kapten James Kirk (Chris Pine) yang menawarkan perdamaian pada alien. Ia mengatakan, telah memiliki artefak sebagai simbol perdamaian.

Sayang, bangsa itu menolak. Mereka langsung menyerbu Kapten USS Enterprise tersebut. Jumlahnya ratusan. Kapten Kirk pun meminta dipindahkan segera. Tampangnya acak-acakan. Rambutnya acak-acakan. Bajunya sobek di sana-sini.

Peristiwa tersebut nyatanya menjadi peristiwa kesekian yang dialami Kapten Kirk. Ia jenuh. Pekerjaannya seperti tak kunjung usai. Berada terus di luar angkasa. Dan “Entah apa yang dicari,” ujarnya.

Pesawat luar angkasa yang dikomandoinya akhirnya sampai di USSYorktown. Di sinilah pusat Federasi Enterprise. Seluruh awak kembali berkumpul dengan sanak keluarga.

Namun tiba-tiba, ketenangan mereka terganggu dengan sebuah pesawat asing yang memaksa masuk. Awaknya cuma satu. Ia berbicara dengan bahasa asing.

Ia mengatakan, pesawatnya rusak ketika melintasi nebula. Ia butuh pesawat yang lebih canggih untuk memperbaikinya. Kapten Kirk menyetujui untuk membantu dan di sinilah petualangan seri ke-13 Star Trek itu dimulai.

“Saya nonton film ini di televisi, kan selalu diputer tuh. Memang dua seri sebelumnya nggak nonton, tapi bisa ngikuti lah film yang kali ini,” kata satu penonton, Ridho.

Ridho datang bersama istrinya. Mereka menyukai adegan komedi yang selalu ada ketika Spock (Zachary Quinto) yang logis bertemu dengan dr Bones (Karl Urban) yang humoris. Mereka saling memaki namun sejatinya saling membutuhkan.

“Ada adegan yang serius, percintaan dan komedi. Komplit. Jadi nggak bosan nontonnya,” ujar pria yang bekerja di daerah Mukakuning itu.

Keistimewaan film Star Trek garapan Justin Lin ini juga terlihat dari para pemerannya. Di antara sederetan pemain bintang papan atas Hollywood di sana, nama Joe Taslim, bintang film laga Indonesia, juga muncul. Ia berperan sebagai Manas.

Manas ini seorang alien yang menjadi asisten Krall (Idris Elba). Krall diceritakan sebagai musuh utama Kapten Kirk dkk. Ia ingin menghancurkan federasi.

Manas muncul selama kurang lebih 10 menit. Ia terlibat pertarungan dengan Jaylah (Sofia Boutella), peran baru dalam seri Star Trek. Sayang, tidak ada yang sadar dengan kehadiran Joe Taslim dalam film itu.

“Mukanya dibentuk-bentuk gitu sih. Tak tahu kalau itu Joe Taslim,” kata penonton yang lain, Sarah.

Sarah memang mengikuti film Star Trek. Ia menemukan banyak kemiripan dalam adegan dan latar film Star Trek Beyond dengan film Transformer V.

“Penciptanya sama nggak sih antara Star Trek dan Transformer V? Soalnya banyak yang mirip gitu,” ujar wanita usia 20 tahunan ini.

Film Star Trek Beyond memang sengaja dipilih Bank Jabar (BJB) dalam acara BJB Widescreen perdana ini. Sebab, film ini sudah diputar sejak tahun 1991. Mereka yang lahir di tahun 80-an dan 90-an pasti mengetahuinya.

“Anak-anak juga pasti menyukainya,” tutur Branch Manager BJB Batam, Ahmad Faisal.

Pilihan mereka rupanya tepat. Antusiasme nasabah dan masyarakat terhadap film ini dibuktikan dari tiket yang habis di H-7 acara. Acara ini berhasil membukukan 500 nasabah baru untuk BJB Batam. Dalam satu hari tersebut, BJB Widescreen digelar dalam dua sesi.

“Jumlah nasabah kami, saat ini, di Batam mencapai 8.500 orang,” ujarnya.

Ini pertama kalinya BJB Batam menggelar BJB Widescreen. Acara serupa sering digelar di kota-kota lainnya. Kegiatan ini untuk mengapresiasi nasabah dan rekanan BJB Batam. Selain juga untuk menjaring nasabah baru.

“Supaya mereka lebih mencintai Bank BJB,” kata Branch Manager BJB Batam, Ahmad Faisal.

Untuk mengikuti acara ini, masyarakat cukup mengeluarkan uang sejumlah Rp 250 ribu untuk pembukaan rekening baru. Sementara untuk nasabah bisa mendapatkan tiket dengan cara menabung sebesar Rp 500 ribu. Atau juga melakukan transaksi produk kredit bank BJB melalui aplikasi bjb Digi maupun transaksi simpanan lainnya di Bank BJB.

Ridho, salah satu penonton, mengatakan mendapat tiket usai menabung di Bank BJB. Ia memang rutin menabung setiap bulannya. Ia menjadi nasabah Bank BJB sejak tahun 2013.

“Saya ditawari tiket nonton. Ya saya mau sajalah. Apalagi waktunya di akhir pekan,” ujar Ridho.

Ridho mendapat dua tiket sekaligus. Ia mengajak serta istrinya. Kegiatan ini sekaligus untuk refreshing. Ia berharap, acara BJB Widescreen bisa berlangsung di bulan-bulan selanjutnya.

“Acara seperti ini bagus. Kami sebagai nasabah jadi merasa diperhatikan,” ujarnya. (ceu)