Minggu, 15 Maret 2026
Beranda blog Halaman 13847

Disdik Batam Keluarkan Surat Edaran Larangan Jual Beli LKS

0
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin.

batampos.co.id – Praktik jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) oleh pihak sekolah kepada siswa memberatkan orangtua siswa. Wali Kota Batam Muhammad Rudi sudah mengintruksikan Dinas Pendidikan mengirimkan surat edaran kepada seluruh sekolah negeri, agar tidak menjual LKS lagi.

Menanggapi instruksi itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, mengatakan surat edarannya sudah selesai ia buat. Rencananya, Senin (1/8/2018) akan dikirim ke seluruh sekolah. Adapun isi dari surat edaran tersebut diantaranya melarang pihak sekolah untuk menjual LKS kepada siswa.

Mengenai sanksi yang akan diberikan kepada oknum yang masih melakukan praktik jual-beli LKS, menurutnya sesuai dengan arahan pimpinan (Wako, red) ada sanksi berupa pemindahan tempat dinas.

“Harus ikut, kalau tidak siap terima konsekuensinya,” tegas Muslim.

Sementara bagi sekolah yang sudah terlanjur menjual, boleh mempergunakan LKS tersebut. Namun terhitung Januari 2017 nanti. Seluruh sekolah tidak boleh memperjual-belikan LKS lagi.

“Efektifnya, mulai tahun depan, yang sudah terlanjur bisa menggunakan LKS tersebut sebagai penunjang belajar,” jelas pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SMEA Ibnu Sina ini.

Sebelumnya, orangtua mengeluhkan LKS yang dijual di sekolah dengan harga yang mahal. LKS dijual mulai dari harga Rp 180- 445 ribu per satu paketnya. Padahal berdasarkan Permendikbud nomor 2 tahun tahun 2008, setiap sekolah dilarang untuk memperjual belikan buku paket, dan lembar kerja siswa (LSK).

Oknum yang kedapatan melakukan hal tersebut akan dikenai sanksi teguran hingga pemberhentian dari jabatan. (cr17)

Pemko Batam Bangun Gorong-Gorong Senilai Rp 9 Miliar di Kabil, Yuk Awasi!

0
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Wali Kota Batam Rudi SE bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad meninjau jalan rusak di kawasan Industri Kabil, Jumat (29/7/2016). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam berencana membangun parit sejauh 1 kilometer dan peninggian jalan di Hang Kesturi, Simpang Taiwan, Batam. Proyek yang dimulai penggaliannya, Sabtu (30/7/2016) itu menelan dana sekitar Rp 9 miliar.

Pembuatan gorong-gorong dan peninggian jalan tersebut, merupakan jawaban pemerintahan Kota Batam atas keluhan masyarakat akibat tingginya genangan air di jalan tersebut.

“Pengerjaan besok dilakukan, sore ini alat berat sudah kami datangkan ke sini,” kata Rudi pada saat meninjau genangan air di Jalan Hang Kesturi, Jumat (29/7/2016).

Ia mengatakan terkait perbaikan drainase ini, nantinya pihak Pemko Batam akan bekerja sama dengan pengelola industri di sekitar jalan tersebut.

“Kami sudah menemukan sepakat, dan solusinya sudah ditemukan,” ujar Rudi.

Mengenai dana perbaikan drainase dan juga peninggian jalan, Rudi menuturkan bahwa pihaknya akan menggunakan setengah dana dari APBD Provinsi dan setengahnya lagi akan ditanggung pihak pengelola Industri di sekitar jalan tersebut.

“Setengah-setengah, akan kita gotong royongkan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, genangan air ini sudah ada cukup lama. Dan masyarakat sudah sering mengeluhkan, sebab jalan ini menghubungkan ke beberapa permukiman penduduk seperti Kampung Jabi dan Nongsa. Jalan ini juga digunakan oleh truk-truk dari kawasan industri.

Genangan air ini menyebabkan kemacetan, sebab beberapa kendaraan berhati-hati saat memasuki genangan air tersebut. Di tengah-tengah genangan air ini terdapat lubang, dan sering beberapa pengendara motor terjatuh disana. Dari pengakuan warga setempat, genangan air ini menjadi sangat rawan saat malam hari.

“Kadang kalau yang gak tau ada lubang, jadi mereka jalan aja. Akhirnya terjatuh disana, saya harap janji bapak walikota ini terealisasi secepatnya,” ujar Saprudin salah satu warga Kampung Jabi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam, Yumasnur menuturkan penyebab genangan air ini karena badan jalan lebih rendah dibandingkan dengan tanah sekitarnya. Sehingga air mengalir ke arah badan jalan. Selain itu kata Yusmasnur daerah tersebut tak memiliki serapan air yang cukup baik.

“Kita bangun parit sementara dulu, disertai pembangunan gorong-gorong. Setelah itu badan jalan ditinggikan,” pungkasnya. (ska)

Pembunuh Lia, Menyerahlah!

0
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Belakangan diketahui bernama Lia Arzalina, mahasiswis semester V STAI Ibnu Sina Batam. Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Misteri siapa pelaku pembunuhan terhadap Lia Arzalina, 22, yang tewas dibunuh dan tulang belulangnya ditemukan di hutan bumi perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016) lalu masih belum terkuak.

Baca Juga: Polda Kepri Terjunkan Anggota Bantu Pengungkapan Kasus Pembunuhan Lia

Kepolisian Sagulung bersama Satreskrim Polresta Barelang masih terus mendalami kasus pembunuhan itu. Sejauh ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk teman dekat dan beberapa anggota keluarga Lia.

Bahkan polisi yang kembali menelusuri lokasi penemuan jasad Lia, Kamis (29/7/2016) sore dan belum menyimpulkan secara pasti siapa pelaku pembunuhan Lia.

Baca Juga: Polisi Periksa DNA Lia

Keluarga Lia terus menanti kabar baik dari kepolisian untuk mengungkap siapa pelaku pembunuhan sadis terhadap mahasiswi semester V di kampus Ibnu Sina itu.

Ditemui di rumah kediamannya, Muari, ibu Lia bersama Ziana adik Lia tampak masih pucat. Duka yang mendalam masih jelas terpampang jelas di wajah mereka. Maklum dua wanita itu baru saja ditinggalkan oleh dua orang yang mereka sayangi.

Zamzali kepala keluarga di rumah tersebut meninggal karena kecelakaan lalu lintas di jalan Trans Barelang, Senin (4/7/2016) dan Lia putri pertama Muari atau kakak Ziana ditemukan tewas tinggal tulang belulang di kawasan hutan Bumi Perkemahan, Nongsa, Rabu (27/7/2016).

“Maaf pak masih berantakan, belum sempat beres-beres rumah,” sambut Muari saat sejumlah wartawan mendatangi rumah kediamannya di kaveling Saguba blok B2/9, Seibinti, Sagulung, Sabtu (30/7/2016).

Baca Juga: Jenazah Lia Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya

Ya rumah ukuran 10x 6 meter persegi itu masih tampak berantakan. Di bagian depan masih berdiri tenda dan papan bungan ucapan duka cita atas kepergian Lia. Sejumlah kerabat dan kenalan keluarga Muari masih terus berdatangan ke rumah duka itu.

“Masih ramai orang yang datang, makanya belum bisa berbuat apa-apa,” ujar Muari.

Dalam percakapannya dengan wartawan, Muari maupun Ziana sepertinya masih tak percaya kenyataan yang mereka hadapi itu. Keduanya tak bisa menutupi perasaan sedih dengan kehilangan Zamzali dan Lia.

“Untung masih banyak yang datang jadi bisa terhibur,” tutur Muari.

Kejadian pilu yang dialami keluarganya, cerita Muari bermula saat ponselnya berdering pada Minggu (3/7/2016) siang. Saat itu Zamzali sang ayah menelepon Muari untuk menyuruh Lia menyusul Zamzali ke kawasan Panbil Mall untuk membayar zakat di daerah Punggur, Nongsa.

“Ayah sudah duluan keluar dari pagi katanya mau tukar uang Rp 5.000 an untuk persiapan Lebaran,” ujar Muari.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Muari mengantar Lia ke jalan utama Seibinti di depan tempat tinggal mereka dengan sepeda motor agar Lia bisa naik angkot ke Panbil Mall.

“Biasanya kalau dia (Lia) mau keluar saya hanya antar sampai simpang depan setelah itu dia naik angkot dapur 12,” ujar Muari.

Saat tiba di simpang jalan utama Seibinti, Muari langsung pulang meskipun Lia belum naik angkot.

“Karena saya tengok ada angkot dapur 12 yang datang, saya langsung balek ke rumah. Pikir saya pasti Lia akan naik angkot yang datang itu,” ujarnya.

Berita Lainnya:
> Wanita Berjilbab yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Nongsa Diduga Lia Arzalina
Ayah Meninggal Saat Cari Lia, Ternyata Lia Juga Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh
> Leher Lia Patah, Polisi Temukan Tempurung Janin

Setelah itu, Muari mengaku tak tahu lagi apakah Lia jadi naik angkot tersebut atau tidak. Sejam kemudian, Muari kembali ditelepon oleh Zamzali dan menanyakan apakah Lia sudah berangkat atau belum sebab Lia belum kunjung tiba di kawasan Panbil Mall.

“Sejak saat itulah Lia hilang dan ponselnya tak aktif lagi,” ujar Muari.

Mengetahui Lia hilang kabar, Zamzali bersama anggota keluarganya yang lain mencoba mencari ke sejumlah tempat, namun Lia tak kunjung ketemu.

Keberadaan Lia masih belum diketahui sampai malam harinya. Senin (4/7/2016) pagi, usai sahur, Zamzali berpamitan kepada Muari untuk kembali mencari Lia. Itulah duka keluarga Muari dimulai.

Sekitar pukul 07.00 WIB, keluarga Muari mendapat kabar bahwa Zamzali tewas karena kecelakaan di jalan Trans Barelang.

Sampai jenazah Zamzali dimakamkan di pemakaman umum Sei Tamiang, Lia tak kunjung ketemu. Hampir tiga minggu keberadaan Lia yang misterius akhirnya terungkap setelah salah seorang warga menemukan kerangka seorang wanita yang belakangan diketahu itu tulang belulang Lia di hutan bumi perkemahan, Punggur Nongsa, Rabu (27/7/2016).

Penyelidikan polisi atas temuan tulang belulang Lia itu menyimpulkan bahwa Lia adalah korban pembunuhan dengan kondisi leher patah.

Nah siapakah pelaku pembunuhan terhadap wanita muda ini?

Penyelidikan polisi masih terus berlanjut, namun polisi belum menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan Lia.

Kapolsek Sagulung yang secara intesif melakukan penyelidikan belum mampu menerka-nerka siapa pelaku pembunuhan Lia.

Sejumlah saksi dan barang bukti yang diperiksa polisi, belum memberikan petunjuk yang berarti.

“Perlu ketelitian untuk mengungkap kasus ini. Kami masih bekerja, semua bukti, informasi masih kami gali, semua kemungkinan masih ada, ujar Kapolsek Sagulung AKP Chrisman Panjaitan.

Namun ia berharap pelaku segera menyerahkan diri karena jika tidak, polisi akan bertindak lebih tegas. Jika perlu, bakal dilumpuhkan dengan timah panas. “Menyerahlah,” pinta Chrisman. (eja)

Pelabuhan Batuampar Dilelang Ulang, Silakan Ikut Tender

0
Pelabuhan Batuampar di lihat dari udara. Foto: istimewa/singapuraterkini
Pelabuhan Batuampar di lihat dari udara. Foto: istimewa/singapuraterkini

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam melelang ulang pelabuhan Batuampar setelah tertunda beberapa bulan. Nilai lelangnya saat ini sedang dihitung.

“Kemarin sempat tertunda lelangnya karena ada audit dari BPK dan BPKP,” kata Direktur Humas dan Promosi BP Batam, Purnomo Andiantono, Sabtu (30/7/2016).

Andi mengatakan saat ini proses lelangnya masih dalam tahap evaluasi dokumen lelang. Pihak BP Batam hingga kini belum mendapat nilai lelangnya. Padahal waktu dilelang beberapa bulan lalu, ditemukan nilai lelang Rp 2 triliun.

“Sampai sekarang belum dapat nilai lelangnya. Kalau sebelumnya waktu dilelang nilainya Rp 2 triliun. Kita tunggu saja,” katanya.

Tahun lalu, BP Batam sudah pernah melelang pelabuhan Batuampar. Tetapi dilelang ulang karena Di mana dalam pelelangan sebelumnya, kurang peminat. Meski ada beberapa perusahaan yang sudah menyatakan minat seperti PT Pelindo I. Bahkan perusahaan itu sudah melakukan peninjauan.

Menurut Andi saat ini pelabuhan Batuampar harus terus dibenahi. Yang paling mendesak adalah pengadaan crane otomatis di sana. Dan ini diharapkan akan menjadi kewajiban dari pemenang lelang nantinya.

Crane pengangkut barang di sana harus ada dan harus canggih untuk melayani bongkar muat barang. Di mana saat ini bongkar muat barang dari kapal di sana, selama ini hanya mengandalkan crane yang ada di dalam kapal itu sendiri.

Kapastitas pelabuhan tersebut maksimal 200 ribu twenty-foot equivalent units (TEUs). Tetapi setiap tahunnya pelabuhan tersebut hanya menampung sekitar 80.000-100.000 TEUs. Atau hanya sekitar 50 persen setiap tahun.

“Kita akui memang sangat minim. Jadi kalau sebulannya itu, maksimal di angka 30 ribu TEUs. Ini sudah termasuk bongkar muat lokal dan ekspor impor,” katanya.

Ini juga tidak lepas dari panjang panjang Dermaga Selatan Batuampar yang sangat terbatas. Hanya sekitar 600 meter. Kedalaman lautnya pun sangat dangkal. Hanya sekitar 9 meter. Wajar kalau kapal bersandar di sana hanya kapal-kapal kecil. (ian)

Polda Kepri Terjunkan Anggota Bantu Pengungkapan Kasus Pembunuhan Lia

0
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Mayat perempuan berhijab saat ditemukan di hutan Dam Duriangkang wilayah Nongsa, Rabu (27/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Polisi terus usut kasus kematian mahasiswi Ibnu Sina Lia Arzelina. Untuk pengungkapan kasus ini, tim Polsek Sagulung dan Polresta Barelang akan dibantu tim Polda Kepri.

Baca Juga: Polisi Periksa DNA Lia

“Kasusnya masih terus diusut,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol, Eko Puji Nugroho, Sabtu (30/7/2016).

Ia mengatakan pengusutan polisi sudah mengumpulkan beberapa barang bukti penting. Ia menuturkan bahwa ujung tombak pemecahan kasus ini, dilakukan oleh Polresta Barelang.

“Pihak penyidik Polres terus melakukan penyidikan,” ujarnya.

Baca Juga: Jenazah Lia Dimakamkan di Samping Makam Ayahnya

Mengenai siapa kemungkinan pelaku kasus ini. Eko tak ingin berkomentar terlalu jauh, sebab katanya hal ini akan menyebabkan terganggunya penyelidikan.

“Tunggu saja, nanti pasti akan diungkapkan,” ujarnya. (ska)

Berita Lainnya:
> Wanita Berjilbab yang Ditemukan Tinggal Tulang Belulang di Hutan Nongsa Diduga Lia Arzalina
Ayah Meninggal Saat Cari Lia, Ternyata Lia Juga Ditemukan Tewas, Diduga Dibunuh
> Leher Lia Patah, Polisi Temukan Tempurung Janin

Dituding Nunggak UWTO, Kemenag Membantah

0
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkifli Aka. Foto> Suprizal Tanjung/batampos
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkifli Aka. Foto> Suprizal Tanjung/batampos

batampos.co.id – Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pengusahaan Batam (BP), dari 104 penunggak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) yang akan dipanggil, diantaranya adalah Kantor Agama Batam, sebagai institusi pemerintahan.

Namun, pihak Kemenang membantah menunggak UWTO.  “Tidak benar itu (nunggak), kami kan pemerintahan, jadi bebas dari UWTO,” ujar Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Batam, Zulkifli saat dihubungi, Sabtu (30/7/2016).

Menurutnya yang menunggak pembayaran UWTO adalah wisma haji atau Pusat Informasi Haji (PIH) Batam, bukan kantor Kemenag Batam.

Kantor yang berada di Jalan Masjid Baiturrahman, Sei Harapan ini, lanjutnya tidak pernah mendapat surat tagihan dari BP Batam terkait pembayaran UWTO.

Awalnya Kantor Kemenag Batam berada di Jalan Ir Sutami, Sekupang. Namun pada tahun 2005 kantor pindah ke alamat yang sekarang ini yakni di Jalan Masjid Baiturrahman, Sekupang.

Lanjutnya, bangunan bercat hijau tersebut, dibangun oleh pemerintah di atas tanah hibah.

“Sampai sekarang kami tidak pernah terima tagihan,” ujar pria kelahiran Aceh ini.

Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil 104 penunggak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam mulai Senin (1/8/2016) hingga Rabu (3/8/2016). Total nilai tunggakan UWTO ini kabarnya mencapai Rp 300 miliar.

Di antara 104 penunggak itu, ada delapan perusahaan perseroan terbatas, satu yayasan, satu persekutuan komanditer. Sisanya adalah pribadi. (cr17)

Polair Gagalkan Penyelundupan Rokok Tanpa Cukai

0
selundupan didalam mobil yang diamankan dari Barelang yang mau diselundupkan keluar Batam, Sabtu (30/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
selundupan didalam mobil yang diamankan dari Barelang yang mau diselundupkan keluar Batam, Sabtu (30/7/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Direktorat Kepolisian Perairan, Polda Kepri kembali menggagalkan penyelundupan rokok yang diduga tanpa cukai di perairan Jembatan Enam Barelang, Galang, Kamis (28/7) sekitar pukul 12.25 WIB.

Wakil Direktorat Polair Polda Kepri, AKBP Benyamin Sapta mengatakan penangkapan berlangsung saat polisi melakukan patroli rutin di sekitar perairan Jembatan Enam Barelang. Anggota yang berpatroli memergoki dua orang sedang melakukan bongkar muat. Karena merasa curiga, polisi mendekati kapal dan memeriksa mobil dan kapal tersebut.

Dari pemeriksaaan tersebut, polisi menemukan 117 dus rokok tanpa dilengkapi dokumen, yakni 50 dus rokok merek Luffman, dan 67 merek H Mild. Bersama dengan itu diamankan juga satu unit mobil box merek Toyota Dyna dengan nopol BP 9287 DF, satu unit speedboat ENI merek Yamaha 2×200 PK. Selain barang bukti, polisi juga mengamankan anak buah kapal He, 33, dan sopir truk pengangkut rokok Sy, 38.

“Saat di TKP kami hanya mendapati dua orang tersebut, sedangkan nahkoda berhasil kabur. Saat ini masuk DPO,” jelas Benyamin.

Menurut pengakuan He, rokok akan dibawa ke Sei Guntung, Provinsi Riau. Sementara itu, sopir truk Sy, menuturkan rokok tersebut berasal dari gudang milik Ac yang berada di Pelita, Nagoya. Saat ini barang bukti berupa 117 dus rokok telah diserahkan ke pihak Bea dan Cukai Tipe B Kota Batam, untuk proses selanjutnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 9A ayat 1 huruf a, ayat 3 UU Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, dengan denda maksimal Rp 100 juta.

Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, rokok hasil tangkapan diduga palsu. Menurut Sumber Batam Pos di lapangan rokok H Mild palsu itu berasal dari Sidoarjo, sedangkan rokok merek Luffman berasal dari Vietnam. (cr17)

Setya Novanto Lantik Ansar dan Pengurus Golkar Kepri

0
Pengurus Partai Golkar Kepri yang diketuai Ansar Ahmad yang dilantik oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Sabtu (30/7/2016) malam. Foto: dok. alfan suhairi/fb
Pengurus Partai Golkar Kepri yang diketuai Ansar Ahmad yang dilantik oleh Ketua Umum Golkar Setya Novanto, Sabtu (30/7/2016) malam. Foto: dok. alfan suhairi/fb

batampos.co.id – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto melakukan hala bil halal sekaligus melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kepri yang diketuai Ansar Ahmad di Planet Holiday Hotel, Sabtu (30/7/2016) malam.

Turut hadir pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yakni Sekretaris Jenderal Golkar Idrus Marham juga Ketua Harian Nurdin Halid. Rombongan ini sebelum ke Batam sempat mengahdiri Musda Partai Golkar di Natuna.

Setelah melantik pengurus DPD Golkar Kepri, Setya Novanto juga menyaksikan pelantikan pengurus DPD Golkar Kota Batam Ruslan Ali Wasyim oleh Ketua DPD Golkar Kepri Ansar Ahmad. Selain itu juga Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor akan melantik Pengurus Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kepri.

“Ini sekaligus halal bil halal,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Asmin Patros.

Sementara itu, ribuan warga Batam ikut acara jalan santai yang akan diselenggarakan Minggu (31/7/2016) pagi pukul 06.00 WIB dengan rute Depan kantor walikota-May Mart-Green Land-Sekolah Global Indo Asia-Graha Pena Batam-Welcome To Batam-Asrama Haji-Finish.

“Jaraknya kurang dari 4 kilometer,” kata anggota Komisi II DPRD Kepri ini.

panitia membagikan 30 ribu lembar kaos pada peserta jalan santai yang bertabur hadiah itu.

“Hadiah utamanya mobil Toyota Agya diundi langsung ketua umum (Setya Novanto, red). Hadiah lain ada beberapa sepeda motor dan ratusan hadiah lainnya,” terangnya.

Selain rangkaian itu, Asmin mengatakan rencananya akan ada beberapa kegiatan sosial yang akan dilakukan Ketua Umum Golkar Setya Novanto beserta Istri.

“Kunjungan ke panti jompo di Bengkong oleh IIPG dan Direncanakan pak Setya Novanto akan berkunjung ke pusat ekonomi kerakyatan,” tutupnya. (cr13)

Dubes Asing di Singapura Kunjungi Kepri, Jajal Lapangan Golf di Bintan dan Batam

0
Salah satu lapangan golf di Bintan, Kepulauan Riau
Salah satu lapangan golf di Bintan, Kepulauan Riau

batampos.co.id – Duta-duta besar asing yang ada di Singapura datang berkunjung ke Kabutapten Bintan, Provinsi Kepri, Jumat (29/7). Hari ini, Sabtu (30/7) mereka menjajal lapangan golf yang ada di Bintan Ria. Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Guntur Sakti ini merupakan momentum untuk memperkenal Provinsi Kepri.

“Memang yang menginisiasikan rencana ini adalah Dubes RI yang ada di Singapura. Bagi kami, ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkenalkan Kepri,” ujar Guntur kemarin disela-sela menyambut kedatangan rombongan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Diungkapkannya, rombongan akan menginap di Bintan Lagoon. Keesokan harinya (hari ini,red) akan bermain golf di Bintan Lagoon Golf Resort. Masih kata Guntur, pada hari yang sama, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Batam. Setiba di Batam akan meninjau kawasan Industri Batam Mindo.

“Ini adalah bentuk respon dari Kedutaan Besar RI yang ada di Singapura, atas terjadinya isu-isu yang negati tetang Batam dan Bintan beberapa waktu lalu,” papar Guntur.

Seperti diketahui, langkah ini adalah upaya untuk memulihkan nama baik Pariwisata Batam dan Bintan (Babin), karena digoyang isu miring beberapa waktu mendapat perhatian serius dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Singapura. Duta Besar RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya berjanji akan membawa dubes-dubes asing di Singapura untuk datang bertandang di Babin.

“Memang kita akui, isu-isu miring beberapa waktu lalu, menjadi warning bagi Pemerintah Singapura. Ada dugaan yang menganalisa, gangguan yang terjadi lebih disebabkan karena persaingan bisnis,” ujar Ngurah Swajaya saat bertandang ke Tanjungpinang belum lama ini.

Ditegaskannya, untuk memulihkan nama baik pariwisata Babin, pihaknya sudah menyiapkan strategi khusus. Yakni dengan mengundang dubes-dubes asing yang ada di Singapura untuk sama-sama bertandang ke Babin. Disebutkannya, Jerman dan Belanda sudah mengkonfirmasikan untuk ikut.

“Duta Belanda dan Jerman sudah conform, kami masih menunggu dari dubes asing lainnya yang ada di Singapura. Terobosan ini, perlu dilakukan untuk menunjukan kalau Babin bersahabat bagi wisman,” jelasnya.(jpg/bpos)

Tidak Terima Dipukul, Akhirnya Lapor Polisi

0
Pelaku Curanmor Berhasil Diringkus Polisi
Kapolsek Batuaji, Kompol Andy Rahmasyah, melalui Kanit Raskrim AKP M Said

batampos.co.id – Spandan Simatupang, warga Ruli Rawa Indah Batuaji. Tidak terima dipukul oleh Tumpak Hamonangan, akhirnya melapor ke Mapolsek Batuaji, Kamis (28/7) pukul 19.00 WIB.

Atas kejadian itu, Spandan mengalami luka lecet dibagian telinga kanan karena dipukul pelaku.

Informasi yang didapatkan, kejadian itu terjadi di jalan masuk Ruli Rawa Indah depan Tempat Pemakaman Umun (TPU) Seitemiang. Saat itu korban dan pelaku beriringan melaju dari SPBU Seitemiang ke arah Marina hendak pulang ke rumah.

Karena pelaku melaju kendaraan sangat pelan, korban yang berada di belakang kesal dan menghentikan kendaraanya pelaku dari arah depan.

“Pelaku tak terima, korban akhirnya dipukul menggunakan tangan,” ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Andy Rahmasyah, melalui Kanit Raskrim AKP M Said, Jumat (29/7).

Selain itu, M Said mengatakan pelaku juga sempat mengejek korban dengan kata-kata kasar. “Mereka tidak saling kenal,” ungkap M Sait

Setelah korban membuat laporan, pada hari itu juga pelaku kemudian ditangkap oleh jajaran kepolisan Mapolsek Batuaji.

Saat ini, kata M Said pelaku sudah diamankan. Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan pasal 351 KUHP, dengan hukuman pidana acaman dua tahun delapan bulan penjara. (cr14)