Al, 9 tahun, korban penganiayaan oleh ibu tangkatnya menunjukkan bekas penganiayaan kepada polisi di Mapolresta Barelang, Selasa (26/7/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id – Pihak kepolisian Batuaji terus mendalami laporan dugaan kasus penganiayaan terhadap Al bocah perempuan sembilan tahun oleh orangtua angkatnya di perumahan Griya Pratama, Batuaji. Saat ini polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dari warga yang melapor kasus penganiayaan itu.
Kapolsek Batuaji kompol Andy Rahmansyah mengatakan, untuk pemeriksaan saksi pelapor sudah hampir rampung dan pihaknya sedang melengkapi berkas laporan awal termasuk menunggu hasil visum Al dari rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam.
“Kalau sudah lengkap semua, terlapor akan langsung kami panggil,” ujar Andy.
Untuk langkah awal, terlapor dalam hal ini orangtua angkat Al akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor. Namun jika terbukti melakukan aksi penganiayaan seperti dalam laporan itu orangtua angkat Al akan dijadikan tersangka. “Korban sudah aman di komisi pengawasan dan perlindungan anak daerah (KPPAD) Kepri,” ujar Andy.(eja)
batampos.co.id – Maraknya aksi kriminal di Batam mengundang keprihatinan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak. Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Batam, Jumaga mendukung aparat kepolisian mengungkap satu persatu kasus kriminal di Batam.
“Sebagai pimpinan DPRD, Saya mendukung secara moril kawan-kawan Polri untuk dapat segera menuntaskan kasus-kasus kriminal di Kepri dan Batam khususnya. Usut setuntas-tuntasnya,” kata Jumaga di ruang kerjanya, kemarin.
Situasi yang aman lagi kondusif, sambung Jumaga, adalah impian seluruh masyarakat. Apalagi untuk kota sebesar Batam. Jumaga mengatakn, tidak kondusifnya Kota Batam bakal bisa berimbas pada banyak hal. Baik itu sektor pariwisatanya maupun investasinya. “Dan tentu itu jadi kerugian buat kita semua,” katanya.
Tugas menciptakan situasi yang kondusif bukan hanya dibebankan kepada kepolisian saja. Namun, kata Jumaga, juga jadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungannya. “(menciptakan) Keamanan ini bukan hanya tugas polisi saja. Tapi juga kita semua,” jelasnya.
Ia juga melihat bahwa setiap sudut-sudut rawan di Batam perlu dilengkapi dengan kamera pengawas. Dengan adanya kamera pengawas, nantinya dapat mengurangi ruang lingkup pelaku kejahatan, sekaligus membantu pengungkapan kasus kejahatan.
Seperti diketahui bersama, akhir-akhir ini kasus kriminal mengalami peningkatan. Beberapa kejahatan yang menjadi perhatian masyarakat adalah maraknya begal bermotor, curas hingga yang terakhir pembunuhan Lia Arzalina mahasiswi Ibnu Sina Batam. (aya/bpos)
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: aldo bidini/planespotter.net
batampos.co.id – Cuaca buruk melanda Pekanbaru dan sekitarnya. Akibat hal ini, Pesawat Garuda Indonesia GA-170 dari Jakarta tujuan Pekanbaru harus mengalihkan pendaratan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada Jumat (29/7) lalu.
“Divert di Batam pukul 08.35,” kata Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso pada Batam Pos, kemarin.
Ia mengatakan saat ini pesawat berpenumpang 121 orang tersebut, sudah terbang kembali menuju ke Pekanbaru. “Pukul 09.20 tadi saat mendapat informasi cuaca membaik, langsung berangkat,” ujarnya.
Suwarso menjelaskan bahwa sebelum mendarat di Batam. Pesawat jenis Boeing 737-800ng tersebut berputar-putar cukup lama diatas Pekanbaru. Tapi ternyata sudah beberapa lama, cuaca tak kunjung membaik. Sehingga pilot pesawat garuda tersebut memutuskan untuk mendarat di Batam.
“Mereka tak lama, sebab para penumpang hanya ada didalam pesawat saja,” ucapnya.
Dari informasi yang didapatnya, Suwarso mengatakan bahwa jarak pandang di Pekanbaru saat cuaca buruk tersebut hanya 500 meter saja. “Hanya satu penerbangan saja divert di Batam, akibat cuaca buruk di Pekanbaru,” ujarnya.
Sementara itu penerbangan dari Batam menuju ke Pekanbaru, menurut Suwarso tak ada ganngguan yang berarti. “Penerbangan disini aman dan baik-baik saja,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Polisi hingga kini masih menyelidiki pelaku pembunuhan terhadap Lia Arzalina. Penyelidikan dilakukan dengan memeriksa barang bukti dan melakukan Tes DNA korban.
“Siapa yang menghamili masih menunggu tes DNA. Dari sini akan ditemukan petunjuk baru,” ujar Kapolsek Sagulung, AKP Chrisman.
Dia menjelaskan selain memeriksa barang bukti, pihaknya sudah mendapatkan petunjuk dari keterangan keluarga maupun rekan korban.
“Petunjuk (mengarah kepada pelaku) ada. Keluarga korban sudah kita mintai keterangan,” terangnya.
Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian. Dia mengatakan masih menyelidiki barang bukti yang didapatkan di lokasi penemuan jasad Lia.
“Untuk kehamilan, dilakukan tes DNA,” ujar Memo.
Menurutnya, pihaknya melakukan gelar perkara bersama tim gabungan. Dari gelar perkara tersebut, ia mendapatkan materi yang mengarah kepada pelaku.
“Untuk hasil materinya tidak bisa diumumkan. Itu masuk ranah penyidikan,” tegasnya.
Pantauan Batam Pos, tim identifikasi Polresta Barelang melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti berupa helm, sendal, kacamata dan linggis. Seluruh barang bukti ini ditemukan secara acak di lokasi penemuan jasad.
Di sendal korban ditemukan bercak. Namun, polisi memastikan bercak tersebut bukan berasal dari Lia.
“Bukan darah. Dan untuk sidik jari masih menunggu pemeriksaan tim iden,” papar Memo. (opi)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan memanggil 104 penunggak Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) Batam mulai Senin (1/8) hingga Rabu (3/8). Total nilai tunggakan UWTO ini kabarnya mencapai Rp 300 miliar.
“Sebenarnya ada 1.200 penunggak, namun kami akan panggil secara berurutan. Untuk saat ini, kami akan panggil 104 orang dulu,” terang Direktur Publikasi dan Humas BP Batam, Purnomo Andiantono, kemarin (29/7).
Diantara 104 penunggak itu, ada 8 perusahaan perseroan terbatas, satu yayasan, satu persekutuan komanditer. Dan yang menarik, Kantor Departemen Agama Batam juga menjadi penunggak UWTO. Dan sisanya adalah pribadi.
“Walaupun sama-sama pemerintah ya harus tetap bayar, ada ketentuan yang mengaturnya,” kata Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, kemarin (29/7).
Di Jakarta katanya, institusi pemerintahan seperti Departemen Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus membayar hak kepemilikan tanah kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Dulu Kemenlu buat Sekretariat Asean di Jakarta ya harus bayar,”ungkapnya.
Nanti pada saat pemanggilan, penunggak UWTO akan diminta klarifikasi mengenai alasan mengapa tidak kunjung melakukan pelunasan UWTO.
“Jika tidak dipenuhi, maka pengalokasian lahan akan dibatalkan atau ketika ingin memperpanjang tidak akan dipenuhi keinginannya,” pungkasnya. (leo)
batampos.co.id – Kesadaran ibu untuk menyusui di Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Kemenkes hanya 65 persen bayi yang mendapatkan ASI secara ekslusif. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan pada 2013 lalu yang hanya 38 persen.
Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tak hentinya menyuarakan kampanye ayo menyusui kepada ibu yang memiliki bayi di Indonesia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal mengatakan di Batam baru 40 persen ibu yang menyusui anaknya secara ekslusif.
“Masih sangat rendah. Padahal ASI sangat penting bagi perkembangan anak,” katanya, Jumat (29/7).
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya pencapaian pemberian ASI di Batam diantaranya, kesibukaan, pekerjaan, selain itu karena faktor hormon juga bisa.
“Rata-rata mereka pekerja aktif,” kata dia.
Untuk mendorong kampanye ini. Pihaknya juga terus menggandeng pihak swasta dalam menyediakan ruangan khusus untuk menyusui seperti di perusahaan, hingga pusat perbelanjaan.
“Ini merupakan salah satu langkah dalam mendukung program ayok menyusui,” terangnya.
Berdasarkan UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, setiap bayi berhak mendapatkan asi ekslusif sejak dilahirkan selama enam bulan.
Melalui hari ASI sedunia yang jatuh pada 01 Agustus 2016 nanti, dia berharap Indonesia bisa meningkatkan pemberian ASI secara ekslusif kepada bayi.
Mengingat banyak manfaat yang dirasakan bayi. Selain baik bagi pertumbuhan fisiknya, ASI juga memberikan dampak positif bagi perkembangan mental, dan otak anak.(cr17)
batampos.co.id– Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam akan gelar perkara terkait kasus reklamasi yang dilakukan oleh empat perusahaan. Gelar perkara ini untuk meninjau sejauh mana pelanggaran yang dilakukan empat perusahaan tersebut.
Dari penyelidikan yang dilakukan Bapedalda selama ini, ada dugaan perusahaan-perusahaan tersebut mengambil tanah timbun dari hutan lindung dan tak mengantongi izin lingkungan.
Kepala Bapedalda Batam, Dendi Purnomo menuturkan keempat perusahaan ini melanggar UU 32 2009 tentang lingkungan hidup dan UU kehutanan dan terancam hukuman penjara 8 tahun.
“UU 32, 3 tahun penjara. Lalu UU kehutanan 1 hingga 5 tahun penjara,” kata Dendi, Jumat (29/7).
Saat ditanyai kapan dilakukan penangkapan dan penahanan, Dendi mengatakan pihaknya masih dalam proses penyelidikan.
“Lihat saja, ada waktunya,” ujarnya.
Daerah mana saja yang rusak, akibat empat perusahaan ini? Dendi mengatakan ada empat titik diduga terjadi pengerusakan lingkungan.
“Dua di Bengkong, satu Batamcenter dan satunya lagi di Pulau Janda Berhias,” ungkapnya.
Kepala Bapedalda Batam, Dendi Purnomo. foto: cecep mulyana / batampos
Namun Dendi enggan menyebutkan nama-nama perusahaan yang terlibat dalam dugaan pengerusakan lingkungan di Batam ini. Dan ia juga tak mau menyebutkan secara pasti daerah-daerah yang paling berdampak akibat ulah nakal perusahaan-perusahaan reklamasi itu.
“Janganlah, sudah masuk ranah penyidikan,” ujarnya berkilah.
Mengenai empat perusahaan ini, Dendi mengatakan belum membuat laporan resmi. Sebab pihaknya masih mengoptimalkan penyidik lingkungan yang ada di jajarannya.
“Kami masih sebatas koordinasi saja. Kemarin sudah saya bicarakan dengan pak Budi (Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto,red),” ucapnya.
“Tak hanya itu, kami juga bicarakan dengan pihak Polresta (Polresta Barelang,red),” lanjutnya.
Saat ini kata Dendi semua kegiatan reklamasi terhenti. Hal ini terjadi semenjak pihaknya berencana mempolisikan ke empat perusahaan tersebut.
“Sudah tak ada lagi yang beraktivitas,” ujarnya.
Ucapan Dendi ini, sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Salah satu kegiatan reklamasi yang terjadi di daerah Ocarina tak terlihat lagi. Mobil pembawa tanah yang biasanya lalu-lalang di jalanan Fisabililah, Batam Center juga sudah tak ada lagi.
“Jalanan jadi bersih, semenjak tak beroperasinya mobil-mobil pembawa pasir itu,” kata Arif salah satu pengedara motor, kemarim. (ska)
batampos.co.id – Kebijakan Tax Amnesti akan mendatangkan keuntungan luar biasa besar bagi perkembangan investasi di Batam. Badan Pengusahaan (BP) Batam memandang kebijakan ini dapat menjadi pendamping strategis dalam untuk kebijakan-kebijakan yang telah dirilis oleh institusi pengelola investasi ini.
“Tax Amnesty sangat menarik. Apalagi dalam kaitannya dalam pengembangan kawasan industri berdaya saing di Batam,” jelas Deputi V BP Batam, Gusmardi Bustami, kemarin (29/7).
Batam sangat potensial. Berbagai macam jenis industri bisa dikembangkan. Dana segar yang banyak menganggur di perbankan akibat pemasukan dari dana Tax Amnesty bisa mendorong industri tumbuh layaknya jamur di musim hujan.
Ada efek berantai yang mendorong keuntungan berlipat di berbagai sektor. Bank Persepsi yang merupakan gerbang masuknya dana amnesti akan kelimpahan banyak dana menganggur dan tentu saja akan mendorong tumbuhnya permintaan kredit bank.
BP Batam masih kata Gusmarti bahkan bisa juga mendorong pembangunan lapangan terbang menuju kelas yang lebih tinggi lagi.”Batam bisa jadi kota aerotropolis,” katanya.
Dengan memanfaatkan momen ini, Batam bisa tumbuh menjadi pusat dari kota berbasis Meeting, Incentive, Convention and Exhibition.
“Studinya tengah dibikin, tapi Batam pasti mengarah kesana,” ungkapnya.
Gusmardi optimis dengan hal ini karena kinerja perkembangan rencana investasi yang masuk sampai Juni mencatat hasil yang bagus. Menurut data izin prinsip yang dikeluarkan Badan Pengusahaan (BP) Batam, perkembangan rencana investasi sampai dengan Juni 2016, terdapat 97 proyek dengan nilai investasi mencapai 361 juta Dollar AS.
Tahun lalu ada 98 proyek dengan nilai investasi 225 juta Dollar AS. Peningkatan rencana investasi ini merupakan kabar gembira bagi dunia investasi dan ketenagakerjaan di Batam.
Dan dari jumlah tersebut, 25 persen didominasi oleh sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik.
“Berikutnya 33 persen didominasi perdagangan dan reparasi, properti 10 persen, industri transportasi 13 persen, dan jasa lainnya 19 persen,” ungkapnya lagi.
Sedangkan jika dilihat dari negara asal yang menyumbangkan investasi di Batam, 42 persen dari 97 proyek tersebut dipegang oleh Singapura, kemudian Tiongkok sebesar 9 persen, Korea Selatan 8 persen, India 7 persen, dan lainnya 34 persen.
Namun, satu hal yang sangat penting untuk dibenahi oleh BP Batam saat ini adalah masalah lahan, karena akarnya semua berasal dari sana.”Kalau status lahan menjadi jelas, maka semuanya bisa diwujudkan,” pungkasnya.(leo)
batampos.co.id – Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Aris Hardy Halim, yang dijebloskan ke Rutan Kelas IA Tanjungpinang, karena terjerat kasus korupsi dana bansos Pemko Batam tahun 2011-2012, tidak mendapat fasilitas khusus dan menempati ruang Asimilasi Orientasi (AO) bersama 59 tahanan lainnya.
Kepala Pengamanan Rutan (KPR) Kelas IA Tanjungpinang, Budi Istiawan mengatakan, tidak ada perbedaan bagi seluruh tahanan termasuk Aris Hardy Halim, di dalam Rutan. Namun, saat ini yang bersangkutan di tempatkan di ruang AO, hingga satu hingga dua minggu kedepan.
”Semuanya (tahanan) sama tidak ada yang mendapat fasilitas khusus. Sekarang dia (Aris Hardi) ditempatkan di ruang AO, untuk penyesuaian nanti baru dipindahkan keruangan tahanan tipikor,”ujar Budi, Jumat (29/7).
Dikatakan Budi, saat di titipkan, mantan Pimpinan di DPRD Batam tersebut dalam kondisi sehat. Hal itu berdasarkan surat keterangan yang dilampirkan pihak Kejati Kepri saat menitipkan pria bertubuh gempal tersebut.
”Kami juga melakukan pemeriksaan medis terhadap yang bersangkutan. Dan memang dia (Aris) dalam keadaan sehat,”kata Budi.
Disebutkan Budi, untuk keluarga tersangka yang saat ini merupakan tahanan titipan. Jika hendak membesuknya harus terlebih dulu meminta surat izin kepada Kejati Kepri. Jika sudah mendapatkan suratnya yang bersangkutan baru bisa di besuk.
”Yang bersangkutan masih kewenangan Kejati Kepri. Jadi harus ada surat izin yang dikeluarkan dari sana. Dan sampai hari ini (Jumat) yang bersangkutan juga belum ada pihak keluarganya yang membesuk,”sebut Budi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Rutan Kelas IA Tanjungpinang, Machda Landasny, menambahkan, saat ini kapasitas ruangan AO untuk tahanan yang baru di jebloskan Rutan bisa menampung 60 orang. Sedangkan blok untuk tahanan kasus bisa menampung sebanyak 35 orang.
”Untuk saat ini blok untuk tahanan kasus korupsi di huni 27 orang. Dalam pelayanan terhadap tahanan, yang jelas kami tidak ada membedakan dan memberi fasilitas khusus,”ucapnya. (ias)
Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat menerima Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri, di Swissbell Hotel, Batam, Kamis (28/7) pagi. foto:humas pemprov
batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun menginginkan segala urusan terkait perizinan selesai dengan cepat. Pasalnya, ia menginginkan daya saing Kepri untuk masuknya investasi semakin tinggi. Segala kendala yang menghambat harus dicari penyelesaian secepatnya.
“Kalau bisa dipermudah, kenapa harus dipersulit,” kata Nurdin saat menerima Asosiasi Pengusaha Tiongkok Kepri, di Swissbell Hotel, Batam, Kamis (28/7) pagi.
Para anggota Asosiasi itu antara lain Wakil Ketua Eksekutif Li Guang Jin, Wakil Ketua Shen Jian Ping, dan Wakil Ketua He Wentai. Mereka ditemani Wakil Ketua Kadin Kepri Bidang Perdagangan Amat Tantoso serta Pengusaha Harsono. Mereka menyampaikan sejumlah hal dalam pertemuan non formal sambil sarapan pagi tersebut.
Dalam pertemuan informal itu, Asosiasi menyampaikan tentang kendala dan peluang investasi di Kepri. Menurut Nurdin, pemerintah terus mendorong masukkan investasi ke Kepri.
“Kalau kita komit untuk memajukan negeri ini. Pemerintah memang komit agar investasi ke negeri ini terus tumbuh. Kita tahu Presiden ingin semuanya cepat, sehingga investasi ke negeri ini semakin besar,” kata Nurdin sambil menambahkan, walaupun pertemuan tidak formal tapi manfaatnya akan besar jika segera terealisasi.
Dalam perbincangan itu, kembali muncul wacana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Kepri. Nurdin mendukung sekali jika wacana ini segera terealisasi. Karena, selain memperlancar arus investasi, kedatangan para wisatawan Tiongkok juga akan menggairahkan perekonomian Kepri.
“Kalau ada akses langsung tentu ada sejumlah keuntungan buat Kepri dan mereka bisa mendapat biaya murah untuk berkunjung ke sini,” papar Nurdin.
Li Guang Jin, dalam kesempatan itu mengucapkan terima kasih kepada Nurdin karena meluangkan waktu untuk menerima keluh kesah mereka. “Senang gubernur bisa menerima aspirasi kami. Kami tahu Pak Gubernur sangat welcome untuk memajukan ekonomi Kepri, juga peduli terhadap investasi,” kata Li Guang.
Kata Li, mereka yang sudah terlebih dahulu menanamkam investasi di Kepri, akan mengajak sejumlah pengusaha Tiongkok untuk menanamkam investasinya. Li yakin, dengan pelayanan Kepri yang semakin baik, investor Tiongkok akan terus berdatangan.
Dalam kesempatan itulah Li Guang menyampaikam tentang penerbangan langsung dari Tiongkok ke Kepri. Hal ini diyakini Li Guang akan meningkatkan investasi Tiongkok ke Kepri termasuk wisatawan yang datang.(jpg/bpos)