Ada kebocoran pipa air di Piayu. ATB sudah melakukan perbaikan.
Pelanggan Yth,Tadi pagi terjadi kebocoran pipa DN 600mm di Sei Daun, Tanjung Piayu. Kebocoran tersebut mengakibatkan…
Posted by ATB Batam on Saturday, 5 March 2016

batampos.co.id – Warga Desa Toapaya Selatan dihebohkan dengan penemuan mayat seorang tukang pembuat batako, Muhammad Agus, di dalam pondok tempat tidurnya, Kampung Siampangan, RT 01/RW 01, Batu 16, Kecamatan Toapaya, Minggu (6/3) sekitar pukul 20.00 WIB. Diduga mayat yang ditemukan ini korban pembunuhan karena ada luka dibagian kepalanya.
”Pondok itu terkunci, jadi didobrak bersama warga. Ketika itu juga kita lihat korban dalam keadaan terlentang dengan kondisi kepalanya luka dan kedua matanya mengeluarkan darah. Namun kita tidak tahu penyebabnya,” ujar salah satu warga Kampung Siampangan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Sarmidi.
Hal senda dikatakan anak pemilik usaha batako, Soekarno, mengaku mendapatkan laporan bahwa pekerjanya yang baru empat bulan bekerja ini tidak keluar dari pondok tempat tidurnya selama seharian. Mendapati laporan itu, ia bergegas ke TKP. Namun ketika ia ingin membuka pintu pondok ternyata dikunci, sehingga ia terpaksa mendobraknya.
”Lantara penasaran karena teriakan saya tidak disahut. Maka saya memutuskan untuk mendobrak pintu kayu tersebut. Setelah terbuka, kita temukan Pak Jenggot (korban) tak bernyawa dengan kondisi terlentang diatas tilam tempat biasa ia berbaring,” katanya
Sementara rekan korban, Manan, mengaku korban meregang nyawa lantaran sakit yang dialaminya beberapa waktu terakhir ini. Pasalnya korban sempat bercerita tentang keluhannya kalau menderita sakit pada bagian perut.
”Saya sudah pernah menyarankan korban untuk segera memeriksakan sakitnya ke dokter. Tapi tak digubrisnya, hingga dengar kabar kalau korban sudah meninggal dunia di dalam pondoknya,” akunya.
Sedangkan Kapolsek Gunung Kijang, AKP Sudirman mengaku belum mengetahui penyebab pastinya kematian korban. Namun dari hasil pengamatan sementara, penyebab kematian korban ini diduga karena penyakit yang diderita karena didapati ada kelainan pada bagian perut korban.
”Sejauh ini kita belum didapat hasil olah TKP. Namun kayaknya perut korban seperti membengkak pas saya lihat kedalam tadi. Mungkin saja korban tewas akibat penyakit,” sebutnya.
Saat ini pihaknya sedang melakukan indentifikasi dan mengumpulkan barang bukti serta saksi-saksi. Selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri di Batu 8 untuk dilakukan visum guna mencari tahu kepastian penyebab kematiannya.
”Nanti kita kabari hasil visumnya,” ungkapnya. (ary/bpos)

batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani menegaskan, polemik alih status Kota Batam yang belum menemukan titik terang hingga hari ini tidak boleh merembet terhadap kerja-kerja yang lain. Termasuk juga Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam-Bintan-Karimun.
“Semua Dewan Kawasan masih harus berjalan seperti biasa,” tegas Sani, di Tanjungpinang, kemarin.
Sebab bila sampai kerja-kerja Dewan Kawasan mandek, Provinsi Kepri sendiri yang merugi. Pasalnya, Dewan Kawasan punya kerja yang bersentuhan langsung dengan penanaman-penanaman modal asing maupun dalam negeri di daerahnya masing-masing. “Namanya juga investor kalau mau investasi pasti pilih-pilih tempat. Tidak sembarangan,” ucap gubernur 73 tahun ini.
Mengingat hal tersebut, Sani melihat memang Dewan Kawasan tetap mesti bekerja sebagaimana biasa dan tidak ikut terganggu oleh polemik status Kota Batam dengan Badang Pengusahaannya yang kini hendak diambilalih pemerintah pusat. “BP Batam kan jalan sendiri. Sementara Dewan Kawasan itu juga punya regulasi sendiri,” jelasnya.
Soal alih kendali BP Batam, Sani menerangkan, Senin (7/3), ini bakal kembali dilangsungkan rapat mengenai wacana pusat mengambilalih kendali BP Batam. “Sebenarnya diagendakan Jumat kemarin, tapi ditunda. Nanti akan dilihat langsung seperti apa pembahasannya,” ucapnya.
Sani juga masih enggan bicara lebih banyak mengenai nasib BP Batam ke depannya. Sehingga pada pertemuan hari ini, ia mengharapkan bisa ditemukan hasil untuk membangun Kota Batam lebih baik. “Bagaimana pun, yang kita semua inginkan, polemik ini tidak berkepanjangan dan lekas menemukan solusi terbaik,” ujar Sani.
Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) tidak akan dibubarkan, justru statusnya akan ditingkatkan dari yang kini di bawah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) menjadi di bawah pemerintah pusat.
“Kita akan terus kembangkan Batam supaya lebih mampu bersaing. Kita juga akan mendengar masukan dari Panitia Kerja (Panja) Free Trade Zone (FTZ) Komisi VI DPR,” kata Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan, selama ini BP Batam telah berhasil menggenjot investasi. “Mengapa menjadi di bawah pemerintah pusat, supaya larinya lebih kencang,” kata Presiden Jokowi, yang didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (aya/bpos)

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memenuhi target pendapatan dari pelabuhan dan bandara di tahun 2015 lalu. Dari bandara didapatkan sekitar Rp 149 Miliar dan dari bandara Hangnadim didapat sebesar Rp 204 Miliar, sehingga totalnya Rp 353 miliar.
“Memang trendnya dari bandara memang selalu lebih tinggi dari pelabuhan. Selisihnya besar tuh,” kata Purnomo Andiantono, Direktur PTSP dan Humas BP Batam, Senin (7/3/2016).
Andi mengatakan dari bandara Hang Nadim ini didapatkan dari parkir pesawat, sewa stand-stand di bandara, dari parkir dan bidang komersil lainnya.
“Untuk parkir pesawat ini, saya tidak tahu berapa. Tetapi itu paling tinggi. Apalagi Hang Nadim selalu padat,” katanya.
Sementara pendatapan dari pelabuhan, lebih banyak didapatkan dari jasa labuh tambat di pelabuhan dan di perairan Batam. Ditambah lagi dengan sewa bangunan komersil yang ada di sekitar pelabuhan.
“Itu sudah termasuk semua pelabuhan yang kita kelola. Baik domestik dan sebagainya,” katanya.
Di tahun ini ia berharap jumlah itu akan meningkat. Mengingat pekabuhan Punggur dengan Sekupang sedang dalam tahap perbaikan.
“Parkir juga akan kita perbaiki. Kita memang targetkan akan lebih besar dari tahun ini,” katanya.
Meski demikian, Andi tidak menyampaikan berapa target pendapatan pelabuhan dan bandara di 2016. Tetapi ia yakin, pendapatan dari pelabuhan dan bandara akan lebih besar.
“Pendapatan dari pelabuhan dan bandara ini juga dipakai untuk operasional. Tetapi tetap anggaran berdasarkan keputusan dari pusat,”katanya. (ian/jpgrup)

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam sangat serius untuk membangun banyak Rumah Susun (Rusun) untuk menampung sekitar 150 ribu warga Rumah Liar (Ruli) ke rusun. Tetapi Pemko khawatir rencana tersebut tidak akan terealisasi mengingat susahnya mendapatkan lahan untuk pembangunan Rusun.
“Kami terkendala lahan. Kalau dibilang butuh, saat ini Batam ini butuh banyak rusun. Ini penting untuk mengurangi jumlah ruli yang terus bertambah,” kata M Diki, kepala UPT Pengelolaan Rusun Dinas Tata Kota Pemko Batam., Minggu (7/3).
Sementara Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam mengatakan permintaan lahan untuk Rusun ini akan tetap dikoordinasikan dengan bagian lahan. Intinya, tidak akan mempesulit Pemko Batam untuk mendapatkannnya.
“Kalau memang lahan yang diminta masih ada dan masih kososng, Kenapa tidak. Kami pasti berikan,” katanya.
Kata Diki, permintaan rusun ini sangat besar dan sangat tinggi. Tingkat hunian di etiap rusun di atas 90 persen. Bahkan ada yang tingkat huniannya sampai 100 persen. (ian)
batampos.co.id – Kebakaran hutan kembali terjadi di Batam. Minggu (6/3), siang, hutan yang melingkupi Dam Mukakuning, terbakar.
Di lokasi kebakaran ada empat unit mobil pemadam dikerahkan yakni dua mobil dari Pemadan Kebakaran (Damkar) Pemko Batam dan dua lagi mobil dari Penanggulanan Bahaya Kebakaran (PBK) BP Batam.
Sebelumnya kebakaran juga pernah terjadi tidak jauh dari lokasi ini. Kejadian waktu itu Selasa (23/2) pagi. Api berhasil membakar hutan seluas tiga hektar. Kini kebakaran itu kembali terjadi. Tiga hektar lahan kembali hangus terbakar.
Menurut salah satu petugas pemadam kebakaran dari Pemko Batam saat ditemui di lokasi titik api mengatakan, kebakaran sudah terjadi sejak pukul 12.30 WIB. Hingga pukul 17.00 WIB, pihak pemadam masih bekerja memadamkan api.
“Belum tahu penyebabnya apa,” ujar Ramli komandan regu dari Pemadan Kebakaran (Damkar) Pemko Batam.
Kejadian itu baru diketahui ketika salah seorang satpam PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang berada ada di Dam Mukakuning menelpon meminta bantuan karena api terus membesar.
“Setelah diberi tahu kami langsung turun,” ujar petugas pemadam kebakaran dari BP Batam, Minggu.
Ada tiga lahan titik api yang terbakar. Pertama kebakaran terjadi di hutan belakang Kampung Aceh, di sana hutan seluas setengah hektar terbakar dan dua titik kebakara lagi terjadi di pinggir Dam Mukakuning, tepat di pintu masuk ATB, hutan yang terbakar seluas 2,5 hektar. (cr14/ray)

batampos.co.id – Heru Santoso, 23, asal Tembilahan, Riau. Merantau ke Batam menjadi seorang buruh bangunan.
Sabtu (5/3) pukul 14.00 WIB ia mengalami nasib nahas, tersengat listrik.
Kini ia dirawat di ruang ICU di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam, Kepri.
Atas kejadian itu korban mengalami luka di sekujur tubuh. Sebagian kulitnya gosong dan terkelupas.
Heru tersengat listrik saat membangun rumah bersama 11 orang rekannya di Perumahan Marina Raya, Sekupang.
Saat itu, korban sedang mengikat papan ke besi untuk pengecoran di lantai dua. Ketika berdiri ternyata tepat di atas kepalanya ada kabel listrik tanpa pembungkus. Spontan kepala korban kesetrum dan tubuhnya pun terlempar.
“Saat kesentrum sempat terdengar suara ledakan kuat, kami pun terkejut,” ujar Idris rekan korban sesama pekerja, Minggu (6/3).
“Kami kira korban sudah meninggal waktu itu,” tambah Idris.
Melihat kejadian itu kemudian korban pun langsung dibawa oleh rekan-rekannya ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Mungkin tubuh korban basah berkeringat, jadi cepat kesetrum,” tutur Agus rekan lainnya.
Saat ini korban masih dirawat di ruangan ICU, RSUD Embung Fatimah.
“Sudah bisa ngobrol sedikit-sedikit,” tutur Agus.
Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini saat dikonfirmasi mengatkan saat ini korban sudah mendapatkan petolongan dari pihak rumah sakit oleh dokter. Korban dirawat di ruang ICU.
“Masuknya semalam,” kata Nuraini.
Nuraini mengatakan belum mengetahui secara pasti apa saja luka yang diderita korban.
“Hari ini libur, besok saja saya tanya dokternya,” tutup Nuraini singkat. (cr14/ray/JPNN)
Dendi Gustinandar, Kepala Bidang Komersial Bandara Hang Nadim, punya kenangan tak terlupakan dengan musisi jazz legendaris Ireng Maulana, yang Minggu (6/3) tutup usia.
Di akun Instagramnya, Dendi sempat memajang fotonya bersama Ireng. “Nah, lucunya, teman-teman saya ada yang gak tahu siapa Om Ireng, malah dikira bapak saya, hehe..” kata Dendi kepada Batam.top.

batampos.co.id – Serang pria bertato kupu-kupu di tangan kiri, dan tato tengkorak di tangan kanan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Bengkong Garama, Kecamatan Bengkong, pukul 03.00 WIB, Minggu (6/3/2016) dinihari.

batampos.co.id – Rio Saputra, 27, predator anak asal Sakura Garden, Batuampar, dibekuk polisi dari Polsek Batuampar dan Bengkong karena mengganggu kehormatan dua bocah yakni D dan MA, masing-masing baru berusia 8 tahun.
Kapolsek Bengkong AKP Syamsurizal mengatakan penangkapan tersangka bermula dari laporan BI, orangtua MA. Ia mengaku anaknya digituin pria yang mengendarai motor Beat biru, , Selasa (6/10/2015) silam. Ia menawaro Ma uang Rp50 ribu agar mau ikut dengannya.
“Waktu itu tersangka mengelak dan tidak mengakui,” ujar Syamsurizal.
Namun saat dipertemukan dengan korban, bocan delapan tahun itu langsung berteriak histeris dan menunjuk RS sebagai pelaku yang menggituinnya. Rio tidak bisa mengelak lagi dan baru mengakui perbuatan bejatnya itu.
“Untuk sementara baru ada dua korban. Tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lainnya,” tutur Syamsurizal.
Untuk pemeriksaannya, Rio menjalani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di dua tempat. Korban D, di Polsek Batuampar dan Ma ditangani Polsek Bengkong.
Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id), usai diperiksa beberapa jam oleh penyidik Polsek Bengkong, tersangka berambut pendek ini lalu digiring kembali ke Mapolsek Batuampar menggunakan mobil sedan abu-abu.
Berdasarkan pengakuan Rio, menganggu kewanitaan bocah itu di lokasi yang sama, yakni di semak-semak Perumahan Villand Park, Bukit Senyum. Modusnya sama dengan korban D, yakni mengimingi-iming uang kepada korban.
“Pelaku minta ditemani korban untuk menjemput anaknya dari sekolah dengan imingi uang Rp 50 Ribu,” lanjutnya.
Dalam melakukan aksinya, Rio mengaku berkeliling mencari korbannya. Targetnya bocah perempuan yang sedang bermain atau tanpa pengawasan orangtuanya. Di sanalah ia akan membujuk korban dengan berpura-pura mencari anaknya. Korban yang akan ikut dijanjikan akan diberi uang saku.
“Saya tak pernah memaksa. Kasih uang Rp 50 ribu,” ujar Rio.
Meskipun sudah memiliki istri dan anak, perbuatan tersebut diakuinya sebagai kebutuhan. Saat ditanya, apakah ia termasuk penyuka anak-anak kecil, Rio membantah.
“Tak tahu saya bang. Datangnya begitu saja. Kalau lihat anak, pikiran saya langsung bagaimana cara membawa anak itu. Yang jelas saya tidak ada memaksa,” ujar predator anak yang layak dihukum berat ini. (rng)