Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 9113

Singapura Bersiap Hidup Lebih Normal, Ini Respon Pengusaha di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura sedang menyusun peta jalan tentang bagaimana hidup lebih normal dengan Covid-19. Harapannya, virus itu akan menjadi endemik seperti influenza dan ketika tingkat vaksinasi meningkat.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid, mengatakan, langkah Singapura tersebut bagi sebagian orang dianggap agak ekstrem. Namun, tentunya hal itu sudah berdasarkan hasil kajian matang dari para ahli di Singapura.

”Apalagi ekonomi Singapura sangat bergantung kepada jasa dan perdagangan. Sehingga kalau terlalu lama dihantui oleh Covid-19, maka Singapura akan goyang juga. Langkah pemerintah Singapura tentu menjadi kabar baik bagi Batam. Karena dengan begitu, kemungkinan wisatawan dari Singapura untuk masuk Batam kembali terbuka lebar,” kata Rafki, kemarin.

Namun, tentu saja syaratnya adalah minimal 70 persen masyarakat Batam harus sudah divaksin. Dengan begitu kepercayaan wisatawan Singapura untuk berwisata di Batam dan Kepri akan meningkat. Warga Kepri dan Batam pun akan bisa berwisata lagi ke Singapura ketika mereka sudah membuka pintu untuk orang asing masuk.

Menurut Rafki, ketika negara seperti Singapura saja mengambil langkah seperti itu, ia berharap pemerintah Indonesia juga tidak ragu untuk melakukannya. Sehingga target target pertumbuhan ekonomi bisa tetap dicapai di tengah pandemi.

”Singapura berani mengambil langkah begitu karena mereka punya target sampai bulan Agustus nanti dua pertiga masyarakatnya sudah divaksin. Jadi, sudah terlindungi makanya kemudian mereka membuka pintu untuk orang asing. Semoga kita di Kepri juga bisa mengejarnya. Kita optimis dengan cepatnya program vaksinasi yang saat ini sedang berjalan,” paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hioeng, berharap kondisi dapat kembali seperti semula. ”Tapi ada hal-hal tertentu yang perlu menjadi perhatian kita semua termasuk standar protkes di masa kenormalan baru ini,” tuturnya.

”Kami sangat mendukung kalau pintu-pintu akses international ini dibuka tapi benar-benar dengan standar protkes sehingga tidak menimbulkan klaster baru,” katanya.

Misalnya bagi yang sudah pernah menjalani vaksinasi sebanyak dua kali, bisa melakukan kunjungan bisnis dengan menunjukan sertifikat vaksin serta surat bebas dari Covid-19.”Kalau tingkat vaksin sudah

mencapai 80 persen dan tingkat penyebaran Covid-19 dapat diminimalisir, mungkin tidak perlu ada karantina lagi. Bisnis berjalan seperti biasa, tapi tetap mengikuti standar protkes yang berlaku,” terangnya.(jpg)

Program Pelatihan Safety Riding Bersama Honda

0

batampos.co.id – Keselamatan menjadi salah satu perhatian penting dari Honda dalam mengembangkan produk serta edukasi ke pengguna sepeda motor di masyarakat.

Melalui PT. Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda Kepri) sebagai Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Kepulauan Riau, serangkaian program Safety Riding yang menyasar pada generasi muda dijalankan dan tetap menggunakan taglinenya honda yaitu cari aman.

Diharapkan program ini perlahan dapat mengubah perspektif publik yang selama ini masih menganggap perlengkapan berkendara berupa Helm & Jaket hanya sebagai alat pelindung tubuh saat berkendara meningkat menjadi suatu gaya/lifestyle yang dapat disesuaikan dengan karakter pengendaranya.

Perlu diketahui dalam pelaksanaan program pelatihan ini, pihak Capella Honda Kepri menyiapkan instruktur Safety Riding yang sudah berpengalaman serta tersertifikasi secara nasional maupun internasional, ditambah lagi kolaborasi Satlantas dari Kepolisian setempat, sehingga formula materi yang diberikan dirasa sangat efektif dalam menyesuaikan kebutuhan setiap peserta.

Menghadapi kondisi pandemi saat ini, Honda melakukan pengembangan metode pelatihan yang dilakukan secara online dengan memberikan berbagai materi berupa video, role play disertai tips teknik berkendara yang ditampilkan secara interaktif agar dapat dipahami para peserta dengan mudah.

Dengan demikian para peserta akan semaki memahami bagaimana cara mengantisipasi potensi bahaya serta mengetahui pola potensi bahaya yang menjadi faktor penyebab terjadinya kecelakaan.

Christofer Valentino selaku Instruktur safety riding Honda mengatakan bahwa aktivitas program edukasi dan sosialisai keselamatan berkendaraan setiap tahunnya selalu ditingkatkan senada dengan meningkatnya jumlah kendaraan.

“Dengan terlaksananya program ini keseluruh lapisan masyarakat, diharapkan masyarakat menjadi semakin tertib dan disiplin dalam berlalulintas agar dapat membantu program pemerintah dalam meminimalisir angka kecelakaan,” ujar Christofer Valentino.

Sebagai Informasi untuk pelaksanaan program lathan ini, bagi masyarakat yang ingin mendaftar dapat menghubungi Dealer Honda terdekat dikota anda. Safety For Everyone, Pakai Helm dan Jaketmu, #CaRi_aMaN.(*/nto)

Pegawai dan Keluarga Anggota DPRD Batam Antusias Menjalani Vaksinasi 

0

batampos.co.id – Ratusan pegawai dan staf di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Batam dan keluarga antusias menjalani vaksinasi Covid-19, Selasa (29/6/2021).

Vaksinasi dilakukan di ruangan serbaguna DPRD Kota Batam yaitu vaksinasi yang kedua yang sebelumnya tahap dilaksanakan pada Mei lalu.

Kabag Humas Protokol Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam, Taufik, menyampaikan, target yang divaksin hari ini sekitar 150 orang.

“Saat ini masih berlangsung dan hampir separuh yang sedang divaksin,” ujarnya.

Ratusan pegawai dan staf di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Batam dan keluarga antusias menjalani vaksinasi Covid-19, Selasa (29/6/2021). Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Menurutnya kegiatan vaksinasi yang dilakukan lebih ke keluarga dekat DPRD yang sebelumnya sudah didaftarkan dan lebih terkontrol.

“Vaksin yang digunakan ini menggunakan dosis pertama yaitu vaksin Sinovak dan ini lanjutan dari vaksin yang sebelumnya kemarin, karena sebagian yang belum dapat hadir pada waktu itu,” paparnya.

Ia berharap dengan kegiatan vaksin ini dapat mendukung program pemerintah sehingga dapat menjaga kesehatan dari terjangkit virus Covid-19.

“Kami juga mengimbau khususnya di lingkungan DPRD ini kami tetap menjalankan protokol kesehatan dan juga kami berharap kita semua di Kota Batam ini tetap mendukung pemerintah tegakkan protokol kesehatan untuk menjaga kesehatan kita bersama,” jelasnya.(nto)

Pak Wali Kota! Warga Galang Mengeluhkan Hal Ini

0

batampos.co.id – Masyarakat Kecamatan Galang mengeluhkan keberadaan kandang ayam yang diduga menjadi penyebab wabah lalat di lokasi tersebut.

Warga mengaku, setiap hari aktivitas mereka diganggu lalat yang beterbangan. Tidak hanya saat makan, saat bekerja di luar ruangan hingga waktu tidur, serbuan lalat tak kunjung hilang.

Isla, warga Pasir Panjang, Galang, mengaku sudah dua bulan kehidupan masyarakat di Galang terganggu dengan kehadiran lalat tersebut. Bahkan, jumlahnya semakin banyak tiap harinya.

”Sudah berulang kali kami protes masalah lalat. Kami jelas khawatir dan resah dengan kehadiran hewan penular penyakit itu,” ujarnya, Senin (28/6).

Sedangkan warga Tebing Tinggi, Cate, Julham, mengaku, sudah berbagai upaya dilakukan warga bersama perangkat kelurahan dan kecamatan.

Namun, lalat tak kunjung dapat dibasmi. Wabah lalat di Kecamatan Galang sudah ber-
langsung hampir dua bulan.

”Sudah berbuih mulut mengeluhkan lalat ini. Bolak balik sudah rapat sama lurah dan camat, tapi tak ada hasil,” katanya kesal.

Sampai sekarang, sambung dia, lalat masih menghinggapi berbagai aktivitas kehidupan warga setiap hari.

”Apalagi daerah kami di Cate ini. Bisa lihat sendiri lalatnya masih banyak ini. Bagaimana tak banyak, kandang ayam ada di mana-mana,” ungkap Julham.

Menurut dia, pemerintah kelurahan dan kecamatan dinilai tak punya kemampuan menyelesaikan permasalahan lalat yang hampir belasan tahun terjadi di setiap musim
lalat.

”Coba ditindak tegas kandang ayam itu, dibuat jauh dari permukiman warga, pasti teratasi. Kami minta pemerin-tah bantu kami,” pungkasnya.

Sementara Camat Galang, Ute Rambe, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya pembasmian namun lalat tak kunjung habis.

”Kami sudah sampaikan dan ingatkan kepada pemilih kandang ayam yang ada di Barelang untuk tidak membangun kandang ayam dekat dengan permukiman warga, namun hal itu tak ditanggapi,” ujar Ute.

Ia mengatakan, peternakan ayam di Barelang tidak ada yang memiliki izin. Hal ini
juga kerap diabaikan para pengusaha ternak.(jpg)

Terungkap, 7 Ribu Kendaraan di Batam Tak Uji KIR

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam mencatat jumlah kendaraan yang aktif melaksanakan uji KIR sebanyak 17.880 unit.

Sedangkan kendaraan yang tidak melaksanakan ujir KIR sebanyak 7.979 unit.

”Itu data tahun kemarin. Untuk tahun ini masih didata,” ujar Kabid Angkutan Jalan Dishub Kota Batam, Syafrul Bahri, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Seperti diketahui, uji KIR merupakan kegiatan untuk melakukan uji kendaraan bermotor sebagai tanda bahwa kendaraan tersebut layak digunakan secara teknis di jalan raya, khususnya bagi kendaraan yang membawa angkutan penumpang dan barang.

Syafrul menjelaskan, dari ribuan kendaraan yang tak uji KIR tersebut, sudah banyak yang tak beroperasi lagi.

”Seperti angkutan Jono (Jodoh-Nongsa), kan sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya.

Ilustrasi. Angkutan umum dengan badan kendaraan terlihat rusak melintas di Jalan R Suprapto, Sagulung, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi kendaraan yang tak uji KIR tersebut, pihaknya melakukan razia rutin. Kemudian, melakukan imbauan ke badan usaha.

”Imbauan ini sudah sangat sering dilakukan. Kalau terjaring razia, akan ditahan,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Lalulintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba, mengatakan, pihaknya akan menindak seluruh angkutan yang tak ikut uji KIR dan tak
layak jalan di Batam.

Penindakan dilakukan dengan cara razia hunting atau berpindah tempat.

”Razia ajan berpindah-pindah, sampai seluruh pemilik kendaraan mematuhi aturan,”
kata Edward.

Edward menjelaskan, dalam razia tersebut, penindakan sesuai dengan usia trayek utama, dimana usia maksimal 18 tahun dan trayek cabang maksimal 15 tahun.

Kemudian, pihaknya memberikan surat peringatan atau pernyataan kepada badan usaha angkutan yang tak layak tersebut.

”Kami berikan surat pernyataan ke badan usaha, bukan ke pemiliknya. Karena Izin yang diberikan dari pemerintah ke badan usaha, kemudian memberitahukan kepada pemilik agar menghitamkan (pelat) kendaraannya,” katanya.

Ia menegaskan, jika kendaraan tak layak tersebut sudah mendapatkan surat peringatan dan kembali terjaring razia, maka pihaknya akan menahan angkutan tersebut.

”Akan kita tahan sampai ada pembuktian dari Samsat. Kalau yang punya kendaraan sudah mengurus, sifat kendaraan dari kuning ke hitam (jadi kendaraan biasa, bukan angkutan umum/barang),” tutupnya.(jpg)

Vaksin Sinovac Aman Buat Anak Umur 12-17 Tahun

0

batampos.co.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, telah ada vaksin yang aman digunakan untuk anak berusia 12 hingga 17 tahun. Hal tersebut seiring dengan keluarnya izin BPOM terkait penggunaan darurat atau emergency use authorisation vaksin Sinovac untuk anak.

’’Kita juga bersyukur BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorisation untuk vaksin Sinovac yang dinyatakan aman digunakan anak usia 12 sampai 17 tahun,” ujarnya secara virtual, Senin (28/6).

Sehingga, vaksinasi untuk anak-anak usia 12 hingga 17 tahun tersebut dapat segera dimulai dan dalam diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19 bersama-sama.

Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi atas capaian sebanyak 1,3 juta vaksinasi pada hari Sabtu 26 Juni 2021 lalu sehingga lebih cepat dari target satu juta vaksinasi perhari yang ditetapkan mulai juli 2021.

’’Hal ini tercapai berkat kerja keras, berkat gotong royong semua pihak terutama Kementerian Kesehatan TNI Polri, pemerintah daerah BUMN dan pihak swasta yang turut membantu serta masyarakat yang bersedia divaksin,” tuturnya.

Seiring dengan percepatan program vaksinasi, Jokowi menargetkan pada Agustus 2021 mendatang sudah mencapai dua juta dosis per hari. Sehingga, Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tidak perlu ragu melakukan vaksinasi dan tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan, yaitu memakai masker menjaga jarak, mencuci tangan tetap tinggal lah di rumah selama tidak ada kebutuhan yang mendesak.

’’Saya mengingatkan bahwa seluruh pihak tetap harus bekerja keras agar target satu juta perhari vaksinasi terjaga sampai akhir Juli dan dapat kita tingkatkan dua kali lipat pada Agustus 2021 yaitu mencapai 2 juta dosis per hari,” ungkap mantan gubernur DKI Jakarta itu. (*/jpg)

Jumlah Perusahaan yang Tutup di Batam Meningkat

0

batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat, sepanjang
tahun 2021 ini, total perusahaan yang menutup operasinya naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2020 lalu.

Hal ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19. Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, terdapat 28 perusahaan yang tutup tahun ini. Angka ini lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 12 perusahaan.

Mayoritas, perusahaan yang tutup beroperasi bergerak di bidang perhotelan, jasa, dan industri. Ia merinci, total hotel yang tutup sebanyak 17, industri 3, dan sisanya bergerak di bidang jasa.

Akibat pandemi Covid-19, sektor perhotelan yang paling terdampak, karena ditutupnya pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman).

Selama ini, sektor perhotelan ini mendapatkan pendapatan dari tingkat okupansi atau hunian yang mayoritas tamu hotel didominasi wisman.

”Ada kenaikan perusahaan yang tutup. Mungkin memang karena mereka kesulitan bertahan menghadapi kondisi saat ini. Sebab, sudah masuk tahun kedua pandemi ini ber-
jalan,” ungkap Rudi, Senin (28/6).

Rudi mengakui, mayoritas sektor perhotelan ini sudah mencoba bertahan sejak tahun
pertama masuknya Covid-19.

Pada tahun pertama, total perusahaan yang tutup sebanyak 12 perusahaan, dan itu juga didominasi perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan.

Ilustrasi pekerja di Kota Batam. Foto; Dalil Harahap/batampos.co.id

”Masih sama dengan tahun lalu. Karena mereka sudah berusaha bertahan, namun tidak sanggup. Karena perusahaan yang terus merugi, manajemen memilih menutup usaha mereka,” ujarnya.

Mengenai hak karyawan di perusahan yang tutup, Rudi menambahkan, sejauh ini tidak ada laporan terkait perusahaan yang tidak menunaikan kewajiban mereka.

Menurutnya, sebelum perusahaan melakukan penutupan usaha mereka, sudah terlebih dahulu menyelesaikan hak-hak karyawan.

”Biasanya itu sudah diselesaikan dulu, baru mereka memutuskan tutup. Kalau pun ada, itu pasti perusahaannya susah kolaps, dan meminta perusahaan berusaha dan berupaya untuk menuntaskan kewajiban mereka terhadap perusahaan,” bebernya.

Mengenai sektor industri yang tutup itu merupakan perusahaan kecil, dan jumlah
tenaga kerjanya tidak banyak.

Tahun ini, menurutnya, masih cukup berat bagi perusahaan di semua sektor. Namun, bu-
kan berarti tidak ada perkembangan.

Sebab, sampai saat ini perusahaan di kawasan Mukakuning dan Batamindo masih rutin membuka lowongan pekerjaan untuk tenaga operator.

”Itu buktinya kalau sektor industri masih berjalan. Namun, memang bila dibandingkan sebelum-sebelumnya, jumlahnya menurun. Setidaknya, industri yang besar masih bertahan sampai saat ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Mansyur, mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 sangat berdampak pada bisnis perhotelan.

”Pastinya sangat berdampak. Terutama untul hotel yang tidak ditunjuk untuk karantina (pasien Covid-19),” kata Mansyur.

Dampak pandemi juga membuat beberapa hotel beralih manajemen ke pihak lain. Sebab, rata-rata pendapatan hotel di Batam sangat minim, terutama pasca Lebaran karena kasus Covid-19 melonjak.

”Rata-rata di bawah 20 persen, bagaimana mau survive (bertahan)? Kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Conference, and Exhibition) sudah enggak boleh,” ujar Mansyur.

Menurut dia, saat ini pihak hotel mencoba bertahan dengan kondisi pendapatan yang minim. Di antaranya dengan mengefisiensikan berbagai hal, termasuk pengeluaran
hotel.

Karena itu, ia berharap pemerintah terutama Tim Gugus Tugas bisa benar-benar melakukan pengawasan terhadap kondisi Covid-19.

Terutama, dalam menelusuri penyebab kembali tingginya angka kasus. Di sisi lain, ia berharap juga bisa mendapat stimulus dari pemerintah.

Terutama, dalam memberi keringanan pajak dan lainnya.

”Untuk keringanan pajak sudah diajukan sebelum puasa kemarin, tapi sampai saat ini belum ada tanggapan. Padahal, besar harapan kami dapat keringanan,” tutur Mansyur.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, membenarkan kondisi bisnis perhotelan yang masih lesu.

Namun, ia yakin manajemen hotel punya cara untuk bisa tetap bertahan.

”Kondisi perhotelan fluktuatif. Tapi yakin, manajemen hotel sudah punya trik untuk bisa tetap beroeprasi,” jelas Ardi.(jpg)

Bantu Masyarakat, Polisi Buka Warung Makan Gratis

0

batampos.co.id – Personel Polres Tanjungpinang, Bripka Zulhamsyah Putra membuka Warung Makan Gratis Razia Perut Lapar di kios simpang tiga Jalan Ahmad Yani Tanjungpinang, Senin (28/6).

Polisi yang berdinas di Satuan Intelijen dan Keamanan (Sat Intelkam) Polres Tanjungpinang ini menjelaskan warung makan tersebut sebagai bentuk komitmen untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan menyediakan makan siang tanpa bayar. ”Bagi yang lapar silahkan datang, gratis,” kata Zulham.

Selain itu, menu makan siang ratusan porsi yang dimasaknya sendiri ini, sebagai bentuk pengabdiannya sebagai polisi dengan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat.

”Warung makan gratis ada karena melihat kondisi saudara kita yang kesulitan untuk makan. Ini yang memotivasi kami di masa sulit seperti saat ini,” jelasnya.

Pejabat Sementara (PS) Panit Intelkam Polsek Kawasan Pelabuhan Tanjungpinang itu juga meminta doa dari masyarakat agar warungnya dapat terus berjalan dan menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan.

”Kami juga memohon doa dari orang-orang baik yang telah membantu kegiatan sosial ini sehingga dapat berjalan dan menjadi penolong di dunia dan akhirat,” pungkasnya. (*/jpg)

Singapura Mulai Promosi Destinasi Wisata

0

batampos.co.id – Singapura mulai membuka diri terhadap Indonesia. Meski bentuknya bukan pembukaan perbatasan, tapi Singapore Tourism Board (STB) Indonesia tengah mempromosikan destinasi wisata di Singapura kepada warga Indonesia lewat surel (surat elektronik).

Dalam surel yang diterima, STB Indonesia mencoba mempromosikan Little India Singapura yang merupakan kawasan penuh budaya dan ramah muslim. Mengingat penutupan perbatasan perjalanan antara Singapura dan Indonesia membuat wisatawan tidak dapat mengunjungi semua daerah menarik di Singapura.

”Kami ingin mengundang pembaca Anda untuk mengetahui lebih dalam tentang salah satu kawasan bersejarah yang ramah muslim di Singapura, Little India,” bunyi surat tersebut.

Little India adalah kawasan bersejarah dan budaya yang memiliki jalur pacuan kuda Eropa, lubang penambangan batu kapur, dan juga tungku pembakaran batu bata di masa lalu. Banyak penggembala, pedagang, dan pengrajin rangkaian bunga yang berjualan pada dua abad lalu di kawasan ini.

Para pengusaha mempekerjakan migran dari India, sehingga untuk memenuhi kebutuhan komunitas India dibangulah tempat ibadah, pertokoan barang, dan layanan jasa. Hal ini, bertahan sampai lintas generasi ketika para migran India sudah menetap di Singapura.

”Di sini Anda dapat dengan mudah menemukan rumah ibadah, pertokoan, restoran, dan hotel butik dengan corak India yang semarak. Melalui email ini, kami ingin berbagi dengan Anda artikel feature berjudul 6 Aktivitas Seru di Little India Singapura, Kawasan Penuh Budaya yang Ramah Muslim yang menampilkan enam aktivitas ramah muslim, dari walking tour bersejarah hingga pengalaman kuliner yang interaktif. Kami berharap, artikel ini dapat memberi warna ruang redaksi serta memperkaya wawasan para pembaca, dan tentunya mengobati kerinduan mereka untuk jalan-jalan ke Singapura sampai perjalanan wisata dibuka kembali”.

Wacana pembukaan perbatasan semakin mengemuka, setelah pemerintah Singapura tengah mempersiapkan warganya untuk bisa beraktivitas normal seperti bekerja hingga berpelesiran tanpa aturan lockdown dan karantina meski ada ancaman virus corona di sekelilingnya.

Vaksinasi merupakan kunci utama. Dengan banyaknya penduduk negeri jiran yang sudah divaksinasi, Covid-19 akan dianggap sebagai penyakit endemik lain seperti flu biasa dan penyakit ringan lainnya.(*/jpg)

 

Tax Amnesty Bisa Tingkatkan Kepatuhan Pajak

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut program pengampunan pajak atau tax amnesty pada 2016 hingga 2017 lalu terbukti sukses. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya program tersebut pemerimtah berhasil meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak (WP).

Sri Mulyani mengungkapkan, tingkat kepatuhan wajib pajak (WP) Indonesia dalam menyampaikan SPT Tahunan, secara konsisten meningkat dari 52 persen pada tahun 2012 menjadi 78 persen di 2020. Salah satu pemacunya adalah tax amnesty.

“Tax amnesty waktu itu meningkatkan secara cukup drastis 61 persen,” ujarnya, dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR RI, Senin (28/6).

Bahkan, lanjutnya, setelah periode pengampunan pajak, terjadi peningkatan kepatuhan penyampaian SPT Tahunan dengan rasio kepatuhan WP peserta tax amnesty lebih tinggi dibandingkan rasio kepatuhan nasional.

Selain itu, periode setelah tax amnesty, PPh Tahunan orang pribadi peserta tax amnesty juga melonjak signifikan, bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan non peserta tax amnesty di tahun yang sama.

Ia mengungkapkan, hal tersebut juga menjadi prestasi bersejarah bagi Direktorat Jenderal pajak karena termasuk sebagai program pengampunan pajak yang berhasil di seluruh dunia, dengan jumlah deklarasi mencapai Rp 4.884 triliun rupiah, atau ini mencapai 39,3 persen.

Sebab, 40 persen dari GDP kita yang tadinya tidak dideklarasikan kemudian dideklarasikan di dalam tax amnesty. Total uang tebusan mencapai Rp 114,54 triliun atau sekitar 0,92 persen dari GDP.

“ni adalah total terbesar di antara berbagai negara yang pernah melaksanakan tax amnesty,” pungkasnya.(jpg)