Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 9218

Sertifikat Vaksin akan Dijadikan Syarat Dapat Layanan Publik

0

batampos.co.id – Wali Kota Tanjungpinang, Rahma menyebutkan tidak tertutup kemungkinan sertifikat vaksinasi harus disediakan warga Tanjungpinang untuk mengurus keperluan pelayanan publik.

Vaksinasi itu program nasional, tentunya setiap daerah juga ikut mensukseskan program tersebut karena tujuannya bagus agar setiap warga kebal terhadap Covid-19.

”Untuk akan datang, tidak menutup kemungkinan serifikat vaksin digunakan sebagai salah satu syarat untuk mendapat pelayanan publik di Tanjungpinang,” kata Rahma, Selasa (22/6) .

Di daerah lain, kata Rahma sudah ada yang menerapkan kebijakan tersebut dengan berbagai alasan, sedangkan Kota Tanjungpinang saat ini belum. ”Sekarang belum, tapi nanti bisa saja kebijakan itu diterapkan,” ujarnya.

Dijelaskannya, hal itu sebagai bentuk upaya pemerintah dalam menjaga dan melindungi masyarakat, dengan adanya sertifikat tentunya memiliki berbagai manfaat salah satunya untuk kunjungan ke suatu daerah lain yang mewajibkan untuk membawa sertifikat vaksin. ”Dengan adanya sertifikat bukankah itu memudahkan untuk berbagai keperluan,” sebut Rahma.

Disampikan Rahma, saat ini tidak ada yang tahu kapan pandemi itu akan berakhir, zona di Tanjungpinang sering berubah terkadang hijau, merah, kuning. Sehingga untuk antisipasi penularan vaksinasi yang dibuktikan dengan sertifikat itu dibutuhkan.

”Tujuan kita semua divaksin agar Tanjungpinang ini aman, walaupun terpapar tapi tidak separah orang yang belum divaksin,” tambahnya

Menurut Rahma tidak ada yang salah dengan peraturan itu karena tujuannya untuk melindungi diri kecuali bagi orang dengan kondisi tertentu yang memang tidak bisa menerima vaksin dengan alasan kesehatan.

”Manfaatkan situasi sekarang ini vaksinasi gratis dari pemerintah, bila masa seseorang harus vaksinasi secara mandiri mungkin saja akan keberatan dengan harganya,” terangnya.

Seperti yang sudah berlaku saat ini penggunaan rapid tes antigen untuk kunjungan ke daerah lain, bagi masyarakat yang ingin datang ke daerah tersebut harus melengkapi persyaratan itu.

”Apa bedanya dengan sertifikat vaksin, saya rasa kebijakan itu jika diterapkan tidak akan berlebihan karena tujuannya untuk mensukseskan vaksinasi,” tukasnya. (*/jpg)

Covid-19 Meningkat, Kepri Termasuk Provinsi yang Miliki Kasus Aktif Tertinggi

0

batampos.co.id – Kasus penularan Covid-19 terus mengalami peningkatan, hingga mencapai rekor kenaikan kasus harian tertinggi selama pandemi pada pada 21 Juni sebanyak 14.536. Selain itu, selama lima minggu terakhir, kasus baru selalu lebih tinggi dibandingkan dengan angka kesembuhan, dengan puncak selisih 17.391 kasus pekan ini.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, kondisi tingginya kasus positif dibandingkan angka kesembuhan mingguan perlu mendapatkan perhatian.

“Angka kesembuhan yang lebih rendah dibandingkan kasus positif perlu menjadi target utama perbaikan penanganan Covid-19,” kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (23/6).

Berdasarkan data per 20 Juni 2021, terdapat enam provinsi yang memiliki gap paling besar antara kasus positif dengan angka kesembuhan. Keenam provinsi ini berasal dari Pulau Jawa yaitu DKI Jakarta (selisih 13.032 kasus); Jawa Tengah (selisih 7.171 kasus); Jawa Barat (selisih 6.670 kasus); Jawa Timur (selisih 2.239 kasus); DI Yogyakarta (selisih 2.131 kasus); dan Banten (selisih 878 kasus).

Selain tingginya gap antara kasus positif dengan angka kesembuhan, Satgas juga menyoroti enam provinsi yang memiliki kasus aktif tertinggi yaitu: Jawa Barat (29.784 kasus aktif); DKI Jakarta (11.411 kasus aktif); Jawa Tengah (10.050 kasus aktif); Papua (8.799 kasus aktif); Riau (6.291 kasus aktif); dan Kepulauan Riau (3.431 kasus aktif).

Satgas meminta kepada seluruh provinsi tersebut untuk segera memperbaiki kondisi Covid-19 di wilayahnya melalui evaluasi kebijakan yang diterapkan terkait kegiatan masyarakat. Sehingga bisa menyesuaikan aturan terkait kapasitas kantor, pusat perbelanjaan, restoran dan tempat makan, tempat wisata, serta fasilitas umum lainnya yang berpotensi menjadi titik penularan Covid-19.

Selanjutnya, Satgas juga meminta daerah untuk meningkatkan kualitas penanganan pasien covid-19 di fasilitas rujukan. Melihat tingginya kasus positif pada saat ini, berdasarkan rekomendasi dari 5 organisasi profesi kedokteran antara lain Perdatin, PDPI, PAPDI, IDAI, dan PERKI bahwa strategi yang harus dilakukan adalah dengan menerapkan early over treatment, dimana pasien rumah sakit yang sudah mengalami perbaikan gejala dapat segera dirujuk untuk melanjutkan isolasi mandiri di rumah, agar kapasitas rumah sakit menjadi lebih besar dan mampu menampung pasien dengan gejala sedang-berat lainnya.

“Selain itu, dapat juga dilakukan konversi tempat tidur rumah sakit, atau menyediakan fasilitas isolasi terpusat di masing-masing wilayah agar beban dapat terbagi dan rumah sakit tidak kewalahan menangani pasien. Apabila seluruh provinsi-provinsi ini mampu menurunkan penambahan kasus positif dan meningkatkan kesembuhan, maka dapat mendongkrak angka kesembuhan di tingkat nasional pula,” pungkas Wiku.(jpg)

PDIP Tegaskan Jabatan Presiden Hanya 2 Periode Saja

0

batampos.co.id – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya berpegang terhadap konstitusi yang membatasi jabatan presiden hanya dua periode. Hal itu dikatakan Hasto setelah munculnya relawan Jokpro yang ingin Joko Widodo (Jokowi) menjadi Presiden di 2024 mendatang dengan melakukan amandemen UUD 1945.

”Sikap partai jelas. Masa jabatan presiden itu dua periode karena partai berpegang pada konstitusi,” ujar Hasto kepada wartawan, Rabu (23/6).

Hasto mengatakan, saat ini yang perlu diprioritaskan adalah membahas langkah-langkah haluan negara untuk jangka panjang dan menegah untuk bisa dirumuskan ketimbang penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

”Sehingga meski jabatan presiden dibatasi dua periode namun konsistensi terhadap arah pembangunan negara dapat diwujudkan,” kata Hasto.

Dengan demikian menurut Hasto, skala prioritas kepala negara berikutnya bisa melanjutkan pembangunan yang telah dikerjakan Presiden Jokowi. ”Presiden yang akan datang diharapkan dapat bertitik tolak dari capaian yang telah dilakukan Presiden Jokowi. Di sini kesinambungan bagi kemajuan bangsa akan tercipta,” terang Hasto.

Sebelumnya, Penasihat Jokpro M. Qodari mengatakan, muncul ide menjadikan Jokowi dan Prabowo Subianto berpasangan di Pilpres 2024. Sebab, dirinya bersama dengan relawan lain tidak ingin adanya polarisasi di masyarakat.

Dia mencontohkan, pada Pilpres 2014–2019 terjadi polarisasi di masyarakat. Bahkan di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu juga mengalami hal yang sama. Masyarakat saling menghujat demi membela yang didukungnya.

Qodari menyadari wacana itu mengundang polemik. Sebab dalam UUD 1945 kepala negara hanya boleh menjabat dua periode. Artinya supaya Jokowi bisa maju di Pilpres 2024 harus melakukan amandemen UUD 1945.

Namun bagi Qodari, masyarakat juga punya aspirasi bahwa masih banyak yang menginginkan Jokowi kembali menjadi kepala negara di periode ketiga.(jpg)

Atase Militer 23 Negara Berkunjung ke Batam

0

batampos.co.id – Atase militer dari 23 perwakilan negara di dunia akan berkunjung ke Batam hari ini, Rabu (23/6). Tujuannya, untuk mengenal lebih dekat Kota Batam dari berbagai hal.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, 23 perwakilan atase dari berbagai negara itu sudah berada di Indonesia sejak beberapa waktu lalu. Kunjungan ini biasanya hampir setiap tahun, namun karena pandemi Covid-19, baru tahun 2021 dilanjutkan kembali.

”Posisi terakhir di Jakarta, nanti dari Jakarta barulah ke Batam. Belum bisa memastikan dari negara mana saja, namun yang jelas ada dari beberapa negara Eropa,” ujar Ardi kepada Harian Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, kedatangan para atase dari berbagai negara itu untuk mengenal lebih dekat seperti apa Kota Batam, mulai dari pelayanan pemerintah hingga non pemerintah, penanganan Covid-19, hingga seni dan budaya. Dan hal itu pastinya sangat disambut baik Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

”Tentu ini suatu kehormatan buat Batam, mendapat kunjungan dari perwakilan berbagai negara,” terang Ardi.

Ardi memastikan kunjungan para atase itu tetap memperhatikan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, menjaga jarak, dan lainnya. ”Sebelum terbang kesini, juga dipastikan mereka negatif Covid-19, karena mereka juga menjalani swab antigen,” kata Ardi. (*/jpg)

Di Kepri, Usaha Kecil dan Mikro Mendominasi Penggunaan Transaksi Elektronik

0

batampos.co.id – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau mencatat 54 persen lebih usaha kecil dan mikro di wilayah tersebut sudah menggunakan transaksi elektronik.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri, Musni Hardi K Atmaja, mengatakan, perkembangan transaksi dan daya saing digital di Provinsi Kepri terus meningkat.

“Sejalan dengan penguatan ekosistem digital, daya saing digital Kepri meningkat dari peringkat 10 pada tahun 2020 menjadi peringkat 7 pada tahun 2021,” katanya, pada talkshow Forum Ekonomi Kepri (FEKRI) Vol. 2, Selasa (22/6/2021).

Ia menjelaskan transaksi uang elektronik di Provinsi Kepri didominasi oleh usaha mikro dengan persentase mencapai 54,5 persen.

Sementara usaha kecil 31,3 persen. Sedangkan untuk pencapaian target implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepri juga tumbuh pesat.

Hingga Juni 2021 realisasi sudah mencapai 60 persen. Dengan jumlah 65.637 merchant.(esa)

Gara-gara Hal Ini, 12 Personel Polresta Barelang Terkena Sanksi

0

batampos.co.id – Biro Provos Divpropam Mabes Polri menegakkan ketertiban dan disiplin terhadap seluruh personel Polresta Barelang, Selasa (22/6/2021).

Hasilnya, 12 orang personel diberi sanksi karena tidak sesuai aturan yang berlaku.

Pemeriksaan dilakukan oleh Pemeriksa Utama POK III Divpropam Polri, Kombes Gunarso; Kasubbaggaktibplin Divpropam Polri, AKBP Satya Wighy Widhaeyadi; Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto; serta Wakapolresta Barelang, AKBP Junoto.

Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Yudi Fauris Susanto, mengatakan, pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap seluruh personel Polresta Barelang, baik bintara dan perwira termasuk PJU Polresta Barelang serta Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di
Polresta Barelang.

”Sasaran pemeriksaan adalah kelengkapan surat-surat Polri seperti KTA, SIM, KTP, STNK serta penggunaan seragam polisi (Gampol), sikap tampang, kelengkapan perorangan, kelengkapan administrasi senpi (senjata api), kelengkapan surat menyurat kendaraan, pungli dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Yos.

Yos mengatakan, dalam pemeriksaan itu, 12 personel diberikan sanksi disiplin karena tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti, memiliki rambut panjang dan jenggot panjang.

”Kami berikan sanksi disiplin berupa push up. Rambut dan jenggot panjang langsung dipotong,” tegasnya.

Yos menambahkan, mereka juga dilakukan tes urine. Hasilnya,
seluruh personel negatif atau tidak terindikasi menggunakan
narkotika.

Ia menegaskan, akan meberikan sanksi pemecatan terhadap personel yang terlibat narkotika.

”Saya ingatkan kepada personel untuk selalu jaga sikap tampang, karena tugas kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Dan sesuai perintah Bapak Kapolri, tidak ada toleransi kepada personel yang terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” tutupnya.(jpg)

Di Batam, Vaksinasi Covid-19 Dikebut

0

batampso.co.id – Vaksinasi di Kota Batam terus dikebut. Hingga kemarin (22/6/2021), sudah lebih 40 persen masyarakat Kota Batam mengikuti divaksinasi sejak pertama kali digulirkan.

Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, mengapresiasi vaksinasi yang dilaksanakan di Kota Batam.

Dalam dua pekan terakhir, penyerapan vaksin Covid-19 cukup cepat.

Dari target 70 persen warga telah divaksin di bulan Juli, saat ini sudah terealisasi 40 persen lebih. Artinya sisa 30 persen lagi.

”Optimistis sekali bisa (capai target, red). Kalau stakeholder dan elemen masyarakat seperti ini saya rasa yang ditargetkan di bulan Juli 70 persen akan tercapai, saya optimistis. Yang penting vaksin tidak kosong,” ujar Marlin saat meninjau pelaksanaan
vaksinasi di Vihara Duta Maitreya, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Untuk mengejar target 30 persen itu, seluruh kecamatan telah diinstruksikan untuk bekerja sama dengan petugas PPKM Mikro di wilayahnya masing-masing untuk melakukan pendataan kepada masyarakat yang ingin ikut vaksinasi.

Setelah didata petugas PPKM, selanjutnya data itu diserahkan ke kecamatan dan ditentukan lokasi vaksinasinya.

”Nah yang sudah ada didata itu, mereka diarahkan ke tempat sentra vaksinasi. Jadi, itulah gunanya PPKM, mendata masyarakatnya mau divaksinasi dan mengarahkan di mana yang dekat dengan daerah mereka,” tuturnya.

Ia melanjutkan, Kota Batam menjadi prioritas dari Pemprov Kepri dalam pendistribusian vaksin, jka mendapatkan kiriman vaksin dari pemerintah pusat.

Dimana, Pemprov Kepri mengalokasikan 50 persen dari seluruh vaksin yang diterima dan sisanya didistribusikan ke kabupaten
dan kota lain di Provinsi Kepri.

”Sejauh ini pendistribusian dari pusat lancar saja dan tidak ada kendala. Makanya vaksin ini jangan sampai kosong karena masyarakat sangat antusias,” kata Marlin.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan, progres vaksinasi di Kota Batam sudah mencapai 42 persen.

Dimana, untuk stok vaksin Kota Batam hingga kemarin masih tersisa 170 ribu. Namun, dengan dilaksanakannya vaksinasi di
beberapa titik, penyerapannya sekitar 8 hingga 12 ribu.

”Stok 170 ribuan itu, kami estimasi 10 hari ke depan selesai. Jadi untuk serapannya tak ada persoalan. Cuma target kita, akhir Juni 50 persen. Sekarang sudah 42, relatif akan tercapai. Target kami di Juli 70 persen. Itulah upaya kita sekarang, mengejar target
kami turun di beberapa titik untuk kami pastikan,” katanya.

Di samping penyerapannya yang semakin meningkat, peninjauan itu dilakukan untuk menyikapi adanya kerumunan yang dapat menjadi permasalahan di kemudian hari.

Dimana, dari beberapa titik yang ditinjaunya, yakni di Golden Prawn Bengkong, Vihara Maitreya dan Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, proses vaksinasi sudah berjalan baik dengan tidak
berdesak-desakan.(jpg)

Tertular Dari Ortu, 802 Anak Batam Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Anak-anak yang terpapar Covid-19 di Batam jumlahnya tidak sedikit. Tercatat, sudah 802 anak Batam di bawah 16 tahun terpapar Covid-19. Penularannya kebanyakan berasal dari orangtua.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam, dari 802 anak ini dikelompokkan dari umur 0 hingga 5 tahun sebanyak 237 orang, 6 hingga 11 tahun 280 orang, dan 12 hingga 16 sebanyak 285 orang. Dari data ini juga, tiga anak meninggal dunia dari kelompok umur 0 hingga 5 tahun.

”Itu yang meninggal bayi. Tapi bukan murni Covid-19. Kondisinya sedikit buruk saat sakit dan kekurangan oksigen,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Selasa (22/6).

Didi mengatakan, sejauh ini, berdasarkan penelitian sementara, anak-anak jauh lebih kuat menghadapi Covid-19. Sehingga saat terpapar, Covid-19 anak-anak kebanyakan mengalami gejala ringan bahkan tidak bergejala.

”Anak lebih kuat terhadap Covid-19, sehingga belum ada anjuran vaksin. Namun, orangtua sangat rentan,” tutur Didi, yang juga Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Pengendalian Covid-19 Batam itu.

Berkaca dari banyaknya kasus anaknya yang terpapar Covid-19 di Batam, Didi berharap orangtua lebih memperhatikan protokol kesehatan (protkes).

Sebab sejauh ini, anak-anak lebih banyak berada di rumah selama pandemi. ”Mobilitas tinggi itu kan orangtuanya. Jadi, orangtuanya yang harus menjaga diri di luar, sehingga anak-anaknya tidak terpapar,” ucapnya.

Didi mengatakan, sangat penting menerapkan protkes. Karena protkes tidak hanya menjaga diri tetap sehat, tapi juga orang sekitar seperti anak dan orang-orang sudah berusia lanjut.

Ia mengatakan, 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) saja tidak cukup. ”Harus tambah 2M (menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas),” jelasnya.

Selain itu, Didi berhadap kepada orangtua atau sudah yang berumur 18 tahun ke atas dapat mengikuti vaksinasi. Apalagi, vaksinasi Covid-19 sudah dapat dilaksanakan di puskesmas-puskesmas terdekat. ”Sekarang lebih gambang, mendaftar di RT dan RW,” sebutnya.(jpg)

Ekonomi Kepri Perlahan Membaik

0

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri memprediksi perbaikan ekonomi Kepri akan terus berlanjut, seiring membaiknya perekonomian global dan masifnya upaya pengendalian Covid-19 melalui vaksinasi.

”Perbaikan ekonomi Kepri di triwulan pertama 2021 didorong peningkatan realisasi investasi swasta untuk meningkatkan kapasitas produksi (impor barang modal) dan terjaganya konsumsi rumah tangga sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri, Musni Hardi, Selasa (22/6) pada pertemuan daring membahas situasi perekomian Kepri terkini.

Berdasarkan data BI, konsumsi rumah tangga meningkat dari -1,07 persen di triwulan IV 2020 menjadi -0,66 persen di triwulan I 2021. Sedangkan investasi meningkat dari -9,72 persen di triwulan IV 2020 menjadi 0,09 persen di triwulan I 2021.

”Sejalan dengan investasi dan permintaan ekspor yang meningkat, industri pengolahan dan konstruksi mengalami perbaikan yang cukup signifikan,” sebutnya.

Industri pengolahan tumbuh dari 6,50 persen di triwulan IV 2020 menjadi 7,33 persen di triwulan 1 2021. Musni juga menyatakan, peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi, sejalan dengan membaiknya aktivitas masyarakat dan optimisme terhadap kondisi ekonomi ke depan.

Kenaikan konsumsi rumah tangga bisa dilihat dari peningkatan mobilitas masyarakat di tempat rekreasi dan pusat perbelanjaan. Kemudian, kenaikan impor barang konsumsi, perbaikan kegiatan dunia usaha dan penyaluran bantuan sosial.

”Realisasi investasi yang tertunda akibat adanya pandemi, sudah mulai berjalan. Hal tersebut bisa dilihat dari kenaikan investasi tercermin dari kenaikan impor barang modal dan penjualan semen yang ikut meningkat” paparnya.

Sedangkan di sektor industri pengolahan, peningkatan ekspor dan suplai bahan baku sangat membantu kestabilan sektor ini. ”Ini terjadi karena peningkatan indeks produksi industri Singapura,” tuturnya.

Hal tersebut juga bisa dilihat dari kenaikan ekspor. Musni mengungkapkan, ekspor Kepri mengalami tren kenaikan dan tertinggi dalam lima tahun terakhir, khususnya produk elektronik.

”Total ekspor sampai Mei 2021 mencapai 6,33 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Kontribusi produk non migas sebesar 5,12 miliar dolar AS. 33 persen di antaranya disumbangkan mesin produk elektronik,” jelasnya.

Diakui Musni, ekspor yang tumbuh tinggi karena didorong perbaikan ekonomi negara mitra dagang utama. Mitra utama Kepri, yakni Singapura telah bangkit dari keterpurukan. Pertumbuhan ekonominya di triwulan I 2021 naik menjadi 5,2 persen. Kepri mengirim 29,81 persen dari total ekspornya ke negeri jiran tersebut, meliputi elektronik, mesin, dan dari produk besi dan baja.

Kemudian Tiongkok yang saat ini pertumbuhan ekonominya naik ke angka 8,4 persen. Sekitar 26,35 persen ekspor Kepri dikirim ke Negeri Panda tersebut, berupa produk olahan CPO, bahan kimia, dan elektronik.

Dan terakhir, negeri Paman Sam, Amerika yang tumbuh 6,4 persen. Kepri mengirim 17,27 persen dari total ekspornya ke negeri adidaya tersebut, yang mencakup elektronik, mesin, dan bahan kimia.

Pemulihan ekonomi Kepri juga dipercaya akan didorong oleh keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park dan KEK MRO Batam Aero Technic.

”Dua KEK tersebut menjadi solusi dalam pertumbuhan ekomomi baru di Kepri. KEK Nongsa akan menjadi entry point untuk perusahaan IT internasional, lalu KEK MRO diharapkan dapat menghemat devisa sebesar 65-70 persen dari kebutuhan MRO nasional senilai Rp 26 triliun, yang selama ini mengalir ke luar negeri,” terangnya.

Dengan demikian, perbaikan perekonomian Kepri diperkirakan membaik dalam rentang 3,25 hingga 4,25 persen untuk tahun ini.

Musni kemudian mengutarakan lima strategi yang diperlukan untuk memperkuat pemulihan ekonomi Kepri. Antara lain; pertama, terus menjaga agar sektor-sektor utama, produktif, dan aman, dapat beroperasi dengan baik. Kedua, terus mendorong belanja pemerintah terutama belanja modal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, mendorong daya saing investasi dan optimalisasi peran industri melalui penguatan local value chain. Keempat, mendorong penyaluran kredit melalui kelembagaan dan kemitraan UMKM.

Kelima atau terakhir, mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital, melalui digitalisasi. (*/jpg)

Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak

0

batampos.co.id – Pemerintah terus berupaya menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian. Insentif pajak diperpanjang sampai akhir tahun demi mendukung program pemulihan ekonomi nasional alias PEN. Sementara itu, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Mei mencatatkan defisit sebesar Rp 219,3 triliun.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan bahwa pembebasan pajak karyawan dan diskon pajak korporasi akan diperpanjang hingga 2021 berakhir. “PPh pasal 21 DTP, PPh final UMKM, pembebasan PPh 22 impor, pengurangan angsuran PPh 25, dan percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) akan berlaku hingga akhir tahun,” ujarnya dalam konferensi pers virtual Senin (21/6).

Suahasil menambahkan bahwa insentif pajak untuk sektor perumahan dan kendaraan bermotor juga bakal diperpanjang. “Pajak perumahan dan kendaraan bermotor diperpanjang sampai akhir tahun dengan kondisi tertentu,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan bahwa pemerintah akan memperketat penyaluran insentif.

“Beberapa insentif yang kita nilai perlu diperpanjang, maka kami lakukan. Namun, tidak untuk seluruh sektor,” urai perempuan yang akrab disapa Ani tersebut.

Kementerian Keuangan mencatat bahwa realisasi insentif pajak untuk dunia usaha dalam kerangka PEN mencapai Rp 36,02 triliun per 18 Juni lalu. Nilai realisasi itu setara dengan 63,5 persen dari pagu PEN yang mencapai Rp 56,73 triliun.

Di sisi lain, pandemi memukul kinerja APBN. Pada Mei lalu, defisit melebar menjadi Rp 219,3 triliun. Defisit itu naik 22,24 persen jika dibandingkan Mei tahun lalu yang tercatat Rp 179,4 triliun. Adapun target defisit tahun ini sebesar Rp 1.006,4 triliun. Atau, sekitar 5,7 persen dari PDB tahun ini.

“Pemulihan ekonomi kita akan terus bertumpu pada penanganan kesehatan, kemudian pelaksanaan program PEN dan reformasi struktural,” tandas Ani.(jpg)