Senin, 18 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9837

CHSE Solusi Pulihkan Destinasi Wisata, Liburan Aman Saat Pandemi di Pantai Bale-Bale

0
Lebih dari empat bulan tidak menerima kunjungan, Pantai Bale-Bale kembali dibuka sebagai salah satu destinasi wisata di Batam. Pandemi Covid-19 yang belum berakhir, membuat pelaku wisata harus berbenah dan memenuhi standar guna memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Batam, YULITAVIA
Yadi mulai bersiap di pintu masuk Pantai Bale-Bale, Kampung Tua Tanjungserip, Nongsa. Kawasan wisata yang dikelola bersama warga setempat ini kembali dibuka dan menerima pengunjung meskipun di tengah pandemi Covid-19.
Sejak dibuka kembali, Thermo gun menjadi peralatan penting yang selalu berada di genggamannya.
Alat pengecek suhu ini tidak boleh lupa ketika mulai menjalankan aktivitas sebagai pengelola pantai dan bertugas di pintu masuk.
”Maaf cek suhu dulu,” kata dia sembari mengarahkan Thermo gun ke kening salah seorang pengunjung.
Sejak dibuka kembali, masyarakat memanfaatkan waktu untuk mengisi waktu libur dengan mengunjungi lokasi wisata.
Pantai Bale-Bale menjadi salah satu yang terfavorit. Dari pintu masuk, sudah terlihat kebersihan di lingkungan pantai.
Ketika masuk deretan gazebo juga bisa dijadikan tempat bersantai sambil menikmati makanan bersama keluarga.
Pengunjung juga bisa melihat dan berkeliling menikmati hutan mangrove di bibir pantai.
Pasirnya yang putih menjadikan pengunjung semakin betah menghabiskan waktu liburnya di pantai yang sudah empat tahun dikelola warga setempat ini.
Salah satu spot yang paling ramai dan tidak boleh ketinggalan ketika berkunjung adalah jembatan sepanjang 150 meter menjorok ke laut yang menjadi tempat sangat menarik untuk berfoto.
Untuk menjaga lingkungan di sekitar jembatan, pengelola tidak memperbolehkan pengunjung untuk membawa makanan.
Hal ini guna menghindari pengunjung membuang sampah ke laut, karena kebersihan laut sangat penting.
“Area jembatan cukup untuk foto dan menikmati pemandangan saja. Di sana sudah kami siapkan kursi juga. Kalau makanan tak boleh, biar lingkungan tetap bersih,” jelas pengelola pantai Nurdin yang dijumpai di sanggar Pantai Bale-Bale beberapa waktu lalu.
Ia menceritakan pengecekan suhu merupakan salah satu persyaratan untuk pengunjung agar bisa memasuki kawasan destinasi Pantai Bale-bale.
Dua orang anak menikmati indahnya Pantai Bale-Bale di Kampung Tua Tanjungserip, Nongsa. Kawasan wisata ini menerapkan CHSE ketat ditengah pandemi Covid-19. Foto; Yulitavia/batampos.co.id
Tidak saja itu, setelah selesai cek suhu, pengunjung juga diarahkan untuk terlebih dahulu mencuci tangan. Tak jauh dari pintu masuk pengelola sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk cuci tangan.
“Kami juga memasang imbauan agar pengunjung tetap menggunakan masker selama berada di area pantai. Hal ini bertujuan agar semua merasa nyaman dan aman ketika berlibur,” ujar pria 54 tahun ini.
Nurdin mengaku sudah beberapa kali mendapatkan pelatihan dan sosialisasikan mengenai protokol kesehatan yang harus dilaksanakan selama pandemi masih berlangsung.
Selain penerapan 3M yang sudah dijalankan, pengelola destinasi wisata juga diminta dan memastikan clean, health, safety, dan enviromental sustainability (CHSE) bagi pengunjung.
Pihaknya berusaha memenuhi standar agar destinasi yang dikelola lebih dari 40 KK ini bisa bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan.
Selain sudah menerapkan 3M, dibeberapa titik juga sudah tersedia tong sampah, dan selalu dicek dan diangkut serta dibersihkan sampahnya setiap dua atau tiga jam sekali.
”Imbauan juga sudah kami pasang, agar masker tetap digunakan kecuali saat makan. Sebab penyebaran melalui droplet itu paling berisiko menularkan Covid-19,” kata dia.
Berbagai fasilitas umum yang ada di area pantai juga dicek dan dibersihkan berkala.
Kebersihan menjadi salah satu yang dituntut ketika membuka destinasi wisata di tengah pandemi yang masih melanda Batam.
Fasilitas cuci tangan sudah dipasang tak jauh dari pintu masuk. Kedua fasilitas toilet umum dan tempat mandi juga dibersihkan dan disediakan sabun untuk mencuci tangan.
“Kalau toilet kami ada yang jongkok dan duduk, jadi pengunjung bisa pilih yang nyaman menurut mereka. Petugas kebersihan juga terus mengecek kebersihan toilet ketika usai digunakan,” ujarnya.
Kedua adalah memastikan pengunjung yang datang sehat, hal ini dimulai dari pintu masuk dengan pengecekan suhu tubuh.
Mereka yang memilki suhu di atas 37 derajat Celcius diminta untuk kembali dan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
“Kondisi di dalam dan luar ruangan berbeda, kalau di dalam mungkin pengawasan dan penerapan protokol kesehatan lebih ketat, termasuk menyediakan ruangan isolasi, kalau di pantai mereka yang suhunya tinggi langsung diminta pulang dan cek kesehatan,” beber Nurdin.
Untuk memastikan keamanan pengunjung selama berada di area pantai, ia mengungkapkan anggota dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Bale-Bale sudah siaga dan bersiap berkeliling dan mendatangi warga yang abai atau tidak mengenakan masker.
“Jadi kita ingatkan pengunjung dengan cara yang halus. Karena masker ini tidak saja melindungi diri sendiri tapi juga orang sekitar. Jadi jangan sampai ada pengunjung yang merasa tidak nyaman karena ada pengunjung lainnya yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” ungkapnya.
Tidak saja itu, CHSE juga meminta pelaku wisata untuk ikut menjaga lingkungan. Nurdin mengatakan untuk menjaga lingkungan agar bisa bersih.
Sekda Kota Batam, Jefridin, saat memberikan arahan kepada pelaku pariwisata agar dapat menjaga lokasi tersebut selalu bersih. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
Salah satunya dengan mengajak warga yang tinggal di sekitar destinasi tidak membuang sampah ke laut. Kebersihan pantai sangat tergantung dari sampah laut.
“Kalau pantai ini selain yang di daratan juga yang ada di lautnya. Kalau ada sampah kan bisa merusak keindahan. Makanya melalui Pokdarwis kami ajak warga sekitar untuk tidak buang sampah ke laut,” ucapnya.
Penerapan CHSE di lingkungan pantai menurutnya sudah cukup baik. Mulai dari pintu masuk pengunjung sudah wajib menerapkan 3M.
Untuk penunjang amenitas juga tersedia both yang menjual berbagai cendramata. Pantai bale-bale biasanya menjadi destinasi bagi warga negara Korea Selatan, Singapura, Malaysia dan juga Cina.
“Kalau tamu dari luar itu sangat memperhatikan kebersihan pantai. Jadi sebelum adanya CHSE kami sudah melaksanakan, mungkin 3M ini sebagai penguat dan memberikan jaminan kalau destinasi kami aman dan layak menjadi pilihan wisata,” bebernya.
Akses menuju ke Bale-bale juga sudah bagus, jadi cukup memudahkan bagi pengunjung untuk menjangkau lokasi pantai. Bahkan beberapa waktu lalu Batam sudah meresmikan dua lokasi
Check Poin bagi pengunjung yang memasuki wilayah Nongsa.
“Jadi sebelum masuk ke area pantai pengunjung sudah di data duluan, namun di pintu masuk pantai kami cek lagi karena memang begitu prosedurnya,” tambahnya.
Lanjutnya, dalam waktu dekat ia juga akan mengajak pelaku usaha kuliner di sekitar pantai untuk mengadakan bazar makanan khas Melayu. Menurutnya atraksi merupakan salah satu yang harus dilakukan agar destinasi bisa ramai dikunjungi.
Kegiatan ini bentuk rangsangan kepada warga Batam, agar mau mengunjungi Pantai Bale-Bale. Secara ekonomi juga akan meningkatkan pendapatan warga sekitar dan kami sebagai pengelola.
Sejak pandemi kunjungan yang setiap Minggu mencapai 500 orang turun drastis. Untuk itu perlu upaya agar bisa kembali mendongkrak pariwisata tanpa harus mengabaikan protokol kesehatan.
Tidak saja itu, untuk melestarikan lingkungan, pengunjung diajak untuk menjaga kebersihan pantai. Jadi nanti pengunjung bisa menukarkan botol plastik bekas minuman yang dibeli di area pantai dengan cendramata atau kelapa muda.
“Ini salah satu ide yang lagi kami bahas bersama Pokdarwis juga. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu hal baik di destinasi wisata,” imbuh Nurdin.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam, Ardiwinata, mengatakan, CHSE merupakan solusi untuk kebangkitan sektor pariwisata.
Pembatasan berupa penutupan pintu masuk wisman memukul semua pelaku wisata. Untuk itu pemerintah saat ini memanfaatkan waktu untuk berbenah.
”Kepri merupakan salah satu daerah yang direvitalisasi pariwisatanya. Sebagai penyumbang wisman nomor dua, pusat ingin Batam segera recovery dan bersiap menyambut wisman nantinya. CHSE ini salah satu yang harus ada, minimal untuk menarik wisnus ke Batam untuk saat ini,” bebernya.
Ia mengatakan upaya penerapan CHSE sudah berjalan cukup baik, sebelumnya Disparbud sudah lebih dahulu mengeluarkan sertifikat bagi sektor wisata yang sudah menerapkan 3M.
Namun untuk memperkuat dan sesuai dengan standar negara lain, maka dibentuklah CHSE.
Sektor wisata diminta memenuhi standar agar bisa mendapatkan sertifikasi sebagai bentuk jaminan aman dikunjungi. Tim verifikasi langsung turun ke lapangan untuk mengecek.
Tidak saja di perhotelan, resort, restauran, penerapan juga dilakukan di destinasi wisata.
“Ini wajib. Sekarang destinasi wisata kita semakin banyak. Seperti Pantai Bale-Bale yang beberapa waktu lalu sempat menjadi lokasi pembagian masker oleh ibu Tri Tito Karnavian. Dipilihnya pantai tersebut karena dinilai memenuhi 3M dan CHSE jadi aman,” ujarnya.
Saat ini Batam juga tengah mencoba mengambil beberapa kegiatan dari luar daerah dan dipusatkan di Batam, ia mengharapkan destinasi wisata juga siap menyambut kunjungan dari luar daerah.
“Sekarang kita tarik wisnus dulu, sembari menunggu dibuka kembali pintu masuk oleh negara tetangga. Sekarang Batam sudah dipercaya untuk pemberlakuan TCA, mudah-mudahan untuk wisman juga bisa terealisasi,” tutupnya.(***)

Masyarakat Kepri Lebih Tertarik Belanjakan Uangnya untuk Kebutuhan Non Pangan

0

batampos.co.id – Masyarakat Kepri lebih tertarik untuk  membelanjakan uangnya untuk kebutuhan non pangan atau makanan.

Hal tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri terakhir di periode September.

”Terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni pengeluaran untuk non makanan menjadi lebih besar daripada untuk makanan yang merupakan kebutuhan primer,” kata Kepala BPS Kepri, Agus
Sudibyo, Minggu (29/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Rata-rata, pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kepri di September 2019 sebanyak Rp 1.729.824, terdiri dari pengeluaran untuk non makanan sebanyak Rp 924.092 (53,42 persen) dan makanan sebanyak Rp 805.732 (46,58 persen).

Pergeseran komposisi dan pola pengeluaran tersebut, terjadi karena elastisitas permintaan terhadap makanan secara umum rendah, sedangkan permintaan terhadap non makanan relatif lebih tinggi.

Sehingga, pembelajaan barang non makanan juga mengalami peningkatan.

Keadaan ini jelas terlihat pada kelompok penduduk yang tingkat konsumsi makanannya sudah mencapai titik jenuh, sehingga peningkatan pendapatan digunakan untuk memenuhi kebutuhan barang non makanan.

Sedangkan sisa pendapatan, dapat disimpan sebagai tabungan.

”Dibanding September 2018, rata-rata pengeluaran penduduk Kepri turun 5,52 persen. Tatkala harga-harga tidak banyak berubah, penurunan tersebut menunjukkan adanya penurunan daya beli penduduk,” ungkapnya.

Untuk konsumsi non makanan, pengeluaran untuk perumahan menempati posisi tertinggi, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 485.058 per bulan.

Kemudian, aneka barang dan jasa, dengan rata-rata pengeluaran mencapai Rp 145.026 per bulan.

Lalu, barang tahan lama dengan porsi rata-rata pengeluaran Rp 78.130 per bulan.

Selanjutnya, pembelian terhadap kebutuhan sandang, seperti pakaian, alas kaki dan tutup kepala, dengan porsi rata-rata pengeluaran Rp 49.954 per bulannya.(jpg)

Tolak Swab Test, Pemerintah Akan Proses Hukum Rizieq Shihab

0

batampos.co.id – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyesalkan sikap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang tidak kooperatif terhadap tim satgas Covid-19. Mahfud menegaskan, Pemerintah akan proses hukum Rizieq Shihab lantaran tidak patuh melakukan pemeriksaan Covid-19.

’’Kami menyesalkan sikap Rizieq Shibab yang menolak penelusuran kontak yang disinyalir kontak dengan pihak yang terpapar Covid-19,’’ kata Mahfud dalam konferensi pers, Minggu (29/11).

Mahfud menegaskan, Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi para pihak yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, Pemerintah akan melakukan proses hukum kepada Rizieq.

’’Proses hukum demi kebaikan bersama dan dalam rangka tugas negara atau pemerintah dalam rangka mewujudkan tujuan negara,’’ ucap Mahfud.

Mahfud menyebut, berdasarkan Undang-Undang memang ada hak pasien untuk tidak membuka catatan kesehatannya. Namun, ada ketentuan khusus, menurut UU 29/2004 tentang Praktik Kesehatan dan UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular maka catatan seseorang bisa dibuka dengan alasan tertentu, bahkan yang menghalangi petugas untuk melakukan upaya menyelamatkan masyarakat maka dapat diancam hukum

’’Oleh sebab itu dimohonkan kepada saudaraRizieq Shihab untuk memenuhi panggilan aparat hukum. Bila merasa diri sehat maka perlu memenuhi proses hukum,’’ ungkap Mahfud.

Selain itu, Mahfud menyebut tak menutup kemungkinan RS Ummi dan tim dokter Mer-C yang memeriksa Rizieq Shihab juga akan dimintai keterangan. Mahfud meminta para pihak tersebut kooperatif. ’’Khusus untuk RS Ummi dan Mer-C juga akan dimintai keterangan tentang teknis, dan tidak tentu diminta keterangan dengan status bersalah,’’ kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Rizieq Shihab saat ini sudah keluar dari RS Ummi, Bogor, Jawa Barat. Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tatat menyampaikan, kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab merupakan kehendaknya secara pribadi. Sebab dikabarkan Rizieq keluar rumah sakit pada Sabtu (28/11) malam melalui pintu belakang.

’’Pasien dan keluarga pada Sabtu (28/11) menginformasikan ke pihak rumah sakit untuk meminta pulang atas permintaan sendiri,’’ ujar Andi dalam keterangannya, Minggu (29/11).

Andi menyampaikan, pihak rumah sakit telah memberikan penjelasan terhadap keluarga Rizieq mengenai belum keluarnya hasil pemeriksaan kesehatan. Namun pihak keluarga tetap memaksa untuk pulang. ’’Pihak rumah sakit mengedukasi ke pasien dan keluarga mengenai hasil pemeriksaan yang belum ada hasil, tapi keluarga tetap memilih opsi untuk pulang,’’ ucap Andi.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Ummi, Bogor setelah menghadiri berbagai kegiatan selama sepekan lebih sepulangnya dari Indonesia pada Selasa (10/11) lalu. Rizieq menolak untuk menjalani tes usap Covid-19 oleh Dinas Kesehatan Bogor dengan alasan telah menjalani tes swab secara mandiri. (*/jpg)

Dokter Hingga Kalangan Milenial Ikuti Audisi Duta CHSE Batam  

0

batampos.co.id – Audisi Duta Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) Batam diikuti oleh dokter muda dan kalangan milenial.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengaataan, Duta CHSE Batam dipersiapkan untuk membantu mengampanyekan protokol CHSE.

Baik di tempat wisata atau di fasilitas lain, demi menghidupkan kembali industri pariwisata di Kota Batam.

“Saat audisi, semua peserta menampilkan talenta terbaik. Sangat atraktif,” jelasnya, minggu (29/11/2020).

Ia mengaku bingung utnuk memilih calon juara yang akan melenggang sebagai Duta CHSE Batam.

“Alhamdulillah, peserta sangat antusias dan mereka rata-rata punya talenta yang memukau dan sangat luar biasa,” ujar Ardi.

Kadisbudpar Kota Batam, Ardiwinata, memasangkan tanda peserta kepada salah satu peserta audisi CHSE Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kata dia, audisi Duta CHSE Batam diikuti 52 peserta. Sementara, yang lolos audisi hanya 10 peserta dan menguasai tentang protokol CHSE serta punya talenta pendukung sebagai orang terdepan yang akan membantu menyosialisasikan protokol CHSE nantinya.

“10 orang terbaik nanti akan mengikuti pusat pelatihan (training center) di Harris Resort Barelang,” kata dia.

Kata Ardi, beberapa peserta di antara berprofesi sebagai dokter, dengan rentang usia yang masih cukup muda. Sedangkan peserta yang lain, berasal dari kalangan milenial.

“Audisi kita lakukan dengan ketat karena kita ingin Duta CHSE nantinya disandang oleh peserta yang benar-benar mumpuni,” kata dia.

Kata dia, untuk dewan juri, selain dirinya sebagai Kepala Disbudpar Batam, juga ada Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah, Edi Sutrisno, perwakilan Dinas Kesehatan Batam yakni dr Ciska Irma, Tim Penanganan Covid-19 Batam, Dian Hari Susanto, dan perwakilan Dekranasda Batam, M Zen.

Saat audisi para peserta menyampaikan pengetahuan mereka terkait CHSE dengan berbagai cara dan bahasa.

Pada sesi kedua, peserta menampilkan talenta mulai bernyanyi, menari, hingga berlenggak-lenggok bak model.

“Semuanya bagus. Tapi kita mencari 10 peserta terbaik saja, ini sangat berat memilihnya,” kata dia.

Ketua Panitia Pemilihan Duta CHSE Batam, Ratna Sari, menyampaikan peserta yang lolos audisi akan menjalani Training Centre (pusat pelatihan) selama tiga hari di Harris Resort Barelang mulai 3 hingga 5 Desember.

Kemudian, peserta akan mengikuti Grand Final di Best Western Premier (BWP) Panbil pada 6 Desember.

“Kita berharap, peserta yang mendapatkan predikat sebagai Duta CHSE adalah yang benar-benar menguasai tentang protokol CHSE dan punya talenta pendukung sesuai pilihan dewan juri,” tutup Ratna.(*)

Pandemi Covid-19 Bikin 9,7 Juta Orang Menganggur

0

batampos.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pandemi Covid-19 yang masih berlangsung membuat jumlah penganggur di Indonesia terus meningkat. Pandemi membuat ekonomi lesu dan mengganggu bisnis perusahaan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada bulan Agustus 2020 ada sekitar 138 juta angkatan kerja. Angka tersebut terdiri dari 128 juta penduduk yang bekerja dan 9,7 juta penganggur dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) mencapai 7,07 persen.

“Ada kenaikan jumlah penganggur dan TPT yang signifikan. Ini akibat dampak pandemi,” ujarnya dalam acara sebuah diskusi, Sabtu (28/11).

BPS juga mencatat 29,12 juta penduduk Indonesia dengan usia kerja yang terdampak langsung oleh pandemi. Hal ini tentu menambah beban sektor ketenagakerjaan.

“Selain itu, ada tambahan 2-2,5 juta angkatan kerja baru yang masuk ke pasar kerja setiap tahunnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, Ida mengungkapkan, tantangan yang dialami sektor ketenagakerjaan ialah kompetensi dan produktivitas pekerja Indonesia yang lebih rendah, jika dibandingkan dengan negara tetangga. Menurut International Labour Organization/Organisasi Buruh Internasional (ILO), tingkat pertumbuhan output tahunan pekerja Indonesia masih rendah bahkan di bawah rata-rata negara dengan penghasilan menengah bawah.

“Tingkat produktivitas pekerja kita juga di bawah negara pesaing kita seperti Vietnam,” ungkapnya.

Selain itu, berdasarkan hasil survei, mayoritas responden merasa bahwa nilai upah minimum yang ditetapkan di Indonesia tidak sepadan dengan produktivitas yang dihasilkan oleh pekerja. Menurutnya, penyebab dari persoalan kompetensi itu ialah latar belakang pekerja Indonesia yang sebagian besar masih lulusan SMP ke bawah.

“Meskipun ada sedikit angin segar untuk masa depan apabila kita melihat pada profil pemuda berumur 16-30 tahun yang bekerja, dimana sudah lebih dari 60 persen yang lulusan SMA ke atas,” pungkasnya.(jpg)

Pjs Gubernur Usulkan Anambas Menjadi Kawasan Ekonomi Khusus

0

batampos.co.id – Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur, Bahtiar Baharudin, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas dalam koordinasi kesiapan Pilkada serentak 2020 dan Penanganan Covid -19.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Bahtiar Baharudin, menyinggung potensi kelautan dan perikanan di Provinsi Kepulauan Riau.

“Terkait potensi laut, masalah utama Kepri hari ini yakni 96 persen laut, namun Anggaran Pendapatan Daerah (PAD) nya bersembunyi hanya dari daratan,” ucap Bahtiar Baharudin, di Tarempa, Sabtu (28/11/2020).

Kata dia, Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp 1,3 triliun namun laut itu hanya, 3,8 persen saja.

“96,2 persen kontribusi PAD kita itu dari daratan, kan aneh, wilayahnya laut tapi besaran PAD-nya dari daratan,” jelasnya.

Pjs Gubernur, Bahtiar Baharudin, saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Anambas. Ia mengusulkan agar Anambas bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Foto: Fadillah/batampos.co.id

Karena itu, ia berharap agar luasnya lautan di Kepri dapat menjadi sumber PAD.

“Maka, uang dari PAD kita harus diinvestasikan untuk mendukung ekonomi masyarakat. Bentuknya padat karya,” kata dia.

Dirinya berharap agar seluruh pulau -pulau di Kepulauan Riau didorong untuk ditanam pohon kelapa.

“Misalnya kita tanam pohon kelapa di 1000 pulau saja, kita bisa menghasilkan 1 miliar butir buah kelapa, jika buah kelapa itu dijual 1 butir seharga Rp 1 ribu, maka pendapatan hasil dapat mencapai Rp 1 triliun, hanya dengan penghasilan buah kelapa saja setiap bulannya,” terangnya.

Khusus untuk di Kabupaten Kepulauan Anambas, dirinya memberikan masukan untuk daerah ini dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sebab kawasan daerah ini memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis.

Pengembangan KEK bertujuan untuk mempercepat perkembangan daerah dan sebagai model terobosan pengembangan kawasan untuk pertumbuhan ekonomi.

“Baik itu industri, pariwisata dan perdagangan sehingga dapat meningkatkan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.(fai)

Vaksin Covid-19 Ditempatkan di Tanjung Pinang

0

batampos.co.id – Vaksin Covid-19 akan segera disebarkan ke seluruh wilayah. Untuk Provinsi Kepulauan Riau, vaksin ini akan ditempatkan di Tanjung Pinang, sebelum disebarkan ke seluruh kota dan kabupaten di Kepri.

”Drop-nya Tanjung Pinang, untuk (vaksin) seluruh Kepri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, M Bisri, Minggu (29/11/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Namun, untuk tahap awal, bakal ada prioritas kalangan yang mendapatkan vaksin.

Seperti, tenaga kesehatan, kepolisian, peserta BPJS Kesehatan dan pelaku usaha.

”Tapi saya tidak mengetahui apakah pelaku usaha kecil, menengah atau besar. Tapi logika saya, mungkin orang-orang di pasar perlu rasanya diberikan vaksin dulu,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sudah diminta oleh Kementerian Kesehatan untuk menyiapkan tempat penyimpanan vaksin.

Bisri mengaku, Pemerintah Provinsi Kepri sedang menyiapkan sarana dan prasarana pendukung untuk penempatan vaksin tersebut.

Tempat yang disiapkan sebagai penyimpanan vaksin, kata Bisri, sedang dicek. Ia mengatakan, segala kekurangan tempat penyimpanan akan segera dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Nantinya, Kementerian Kesehatan memberikan arahan apa saja yang perlu ditambahkan atau dipersiapkan di tempat penyimpanan vaksin tersebut.

”Kami lagi cek ini, apa kondisi berfungsi dengan baik atau tidak,” ungkapnya.

Bisri mengaku, belum mengetahui jumlah vaksin yang akan dikirimkan ke Kepri dalam tahap awal.

Namun, ia berharap jumlah vaksin dikirimkan sesuai dengan jumlah penduduk di Kepri, sekitar 1,4 juta orang.

”Semoga saja sebanyak itu,” ucapnya.

Terkait vaksin ini, Bisri mengaku masyarakat tidak perlu khawatir. Karena vaksin yang akan diberikan tersebut, sudah melalui serangkaian uji tes.

”Sudah lolos, saya yakin aman,” pungkasnya.(jpg)

Seleksi Guru PPPK Jangan Hanya untuk Isi Kebutuhan Guru

0

batampos.co.id – Pemerintah akan melakukan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk para guru honorer serta pendidikan profesi guru (PPG) yang sudah lulus. Seleksi ini akan dilakukan pada 2021 mendatang.

Dalam seleksi kali ini, pemerintah memberikan beberapa kemudahan. Mulai dari yang bisa mendaftar dari usia 20 sampai 59 tahun, tidak memerlukan surat pernyataan pengabdian minimal hingga bisa mengikuti tes tiga kali.

Pengamat Pendidikan dari Komisi Nasional Pendidikan, Andreas Tambah mengenai hal itu mengatakan, seleksi itu diharapkan tidak hanya untuk mengisi kebutuhan guru. Namun juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

’’Yang penting kompetensi dan kinerja bagus ya ngga masalah. Cuman untuk yang muda-muda itu harus berkualitas, jangan untuk mengisi kebutuhan guru saja,’’ terangnya, Minggu (29/11).

Ia berkata, tantangan dunia ke depan akan semakin berat, maka dari itu peningkatan kompetensi perlu disiapkan. Bukan hanya dari segi pendidik, tapi juga anak lewat keluarga dan lembaga pendidikan.

’’Jadi guru-guru itu punya etos kerja bagus dan punya kredibilitas tinggi dalam menjalankan tugasnya dan kompetensi itu juga tinggi. Dalam hal ini untuk terus memotivasi utnuk terus membaca dan belajar, karena dari situ dia akan melihat dunia. Guru-guru harus menjadi mediator yang bagus untuk anak-anak,’’ jelasnya.

Krisis seperti ini mungkin saja akan kembali melanda dunia di masa depan. Salah satu solusi menghadapi permasalahan itu adalah menguasai pemanfaatan teknologi. ’’Kita terseok-seok. kenapa, karena guru itu ngga punya kemampuan teknologi dalam pembelajaran daring. Kalau guru punya memiliki kemampuan teknologi komunikasi yang bagus, mungkin pembelajaran daring ngga membosankan, karena guru kreatif. Kan sekarang cuma buat tes, kasih tugas. Jadi guru itu harus kreatif, harus menguasai teknologi lebih dari sekarang,’’ tegas Andreas. (*/jpg)

Ini Cara Kemenparekraf Mengairahkan Pariwisata di Batam

0

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggelar Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara di Kota Batam.

Kegiatan itu dilakunakn untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Direktur Pemasaran Regional I Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan, di pandemi Covid-19 salah satu sektor yang terdampak yakni sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Lewat kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Kita fokus dan tetap fokus di Indonesia saja,” katanya, Sabtu (28/11/2020).

Kota Batam lanjutnya berkontribusi besar menyumbang kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ia bersyukur Indonesia dikaruniai penduduk, kekayaan alam, dan wisata yang luar biasa. Sehingga dimasa pandemi Covid-19 ini masih bisa mengandalkan wisatawan domestik.

“Saya lima hari di Bali menyaksikan seperti kota mati, sunyi, sopir yang saya tanya dengan wajah sangat sedih seolah menangis karena sekian bulan baru dapat tamu,” tuturnya.

“Bayangkan betapa menderintanya karena ketergantungan terhadap wisatawan sangat tinggi,” katanya lagi.

Kata dia, pameran misi penjualan pasar nusantara sebelumnya telah digelar dilima kota lain di Indonesia. Yakni Yogyakarta, Malang, Bandung, Padang dan Medan.

Kegiatan terakhir sebelumnya dicanangkan digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Para pelaku pariwsata mengikuti kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yakni Pameran Misi Penjualan Pasar Nusantara. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

“Pak Ardi (Kadisbudpar Kota Batam) telpon saya meminta agar kegiatan ini juga dibuat di Batam dan setelah dibicarakan akhirnya terlaksana di Batam. Terima kasihlah kepada Pak Ardi,” terangnya.

Ia menyampaikan angka Covid-19 masih bertambah. Karena itu pihaknya menekankan tiga pilar utama harus diterapkan.

Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer.

Kata dia, sebelumnya ia berbicara dengan duta Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Australia, dan New Zealand.

Di Kepri sendiri pasarnya yakni berasal dari Singapura dan Malaysia. Malaysia lanjutnya mengizinkan warganya keluar daerah ke destinasi wisata yang beresiko rendah.

Indonesia kata dia, pada posisi medium, oleh karena itu Malaysia belum mengizinkan warganya untuk datang.

“Tantangan kita mengubah dari medium risk menjadi low risk,” pintanya.

Indonesia ada kesepakatan Travel Coridor Arrangment (TCA) yang diperuntukkan bagi WNI dan warga negara Singapura yang ingin melakukan perjalanan bisnis, perjalanan diplomatik dan kedinasan.

“Semua berharap TCA ini dapat diperluas untuk wisatawan dengan persyaratan kesehatan dan sponsor menjadi tugas kita bersama,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas terselenggaranya pameran nusantara di Kota Batam.

Kata dia, Batam merupakan daerah strategis berdekatan dengan dua negara Singapura dan Malaysia. Di tahun 2019 Batam penyumbang wisman terbesar hampir 2 juta kunjungan. Jika digabungkan dengan Kepri nomor dua setelah Bali.

“Di masa pandemi kita berupaya mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam. Kemudian 15 Juni lalu, Wali Kota Batam mengizinkan untuk berkegiatan dengan syarat menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah,” katanya.

Kemudian mendekati akhir tahun Kemenparekraf mengelontarkan kebijakan dimana memberikan dana hibah untuk membantu hotel dan restoran.

Batam masuk 10 besar penerima hibah, indikasinya dari pajak 24 persen berasal dari sektor pariwisata hotel dan restoran.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf,” ucapnya.(*/esa)

APBD Pemko Batam Rp 2,9 Triliun

0

batampos.co.id – Pemko Batam bersama DPRD Kota Batam sepakat mengesahkan RAPBD tahun 2021 sebesar Rp2.968.574.058.069.

Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, menyampaikan, penghargaan dan terima kasih kepada Badan Anggaran.

Dimana telah melaksanakan pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah atas rancangan Perda APBD Kota Batam Tahun Anggaran 2021.

“Sehingga hari ini dapat diselesaikan sesuai dengan agenda dan jadwal yang telah ditetapkan,” kata Syamsul, Jumat (27/11/2020) malam.

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum (kiri) dan Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, menandatangani APBD tahun 2021 Kota Batam Rp 2.9 triliun. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Selanjutnya kata dia, akan disampaikan kepada Gubernur Kepulauan Riau untuk dievaluasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pemko Batam kata dia, telah mengakomodir aspirasi yang telah disampaikan para anggota DPRD Kota Batam dan akan menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

“Pada kesempatan ini, kami ingin mengingatkan kepada seluruh SKPD penghasil agar bekerja secara maksimal,” ujarnya.

Tentunya dengan menggunakan teknologi informasi agar target pendapatan yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun Anggaran 2021 dapat tercapai.

Sesuai asumsi yang telah disepakati antara banggar DPRD dengan TAPD.

Kepala SKPD di lingkungan Pemko Batam untuk segera melakukan persiapan pelaksanaan program kegiatan.

“Yang telah ditetapkan pada masing-masing SKPD dapat diselesaikan sesegera mungkin sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.(*/esa)