Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 9941

Warga Batam, Waspada Demam Berdarah

0

batampos.co.id – Penyakit demam berdarah dangue (DBD) juga jadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah Marina, Kelurahan Tanjung Riau, Sekupang.

Selama Pandemi Covid-19 ini mewabah, tidak sedikit warga di sana yang positif menderita DBD.

Seperti di lingkungan RW 14 Perumahan Galaxy dan sekitarnya, sedikitnya ada dua warga yang dinyatakan positif DBD. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti ini menyerang, saat pemerintah dan warga setempat fokus melawan penye-
baran Covid-19.

”Ada dua orang yang kena belum lama ini, makanya kami langsung ajukan pengasapan atau fogging ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam,” ujar ketua RW 14, Ferri, seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas dari Dinas Kesehatan Kota Batam melakukan pengasapan atau fogging ke lingkungan RW 14, Selasa (25/8/2020).

Ini merupakan pengasapan kedua dalam sepekan ini. Pengasapan dilakukan mulai dari deretan ruko di depan perumahan hingga ke
drainase yang tergenang air.

Ilustrasi

Hal ini diapresiasi warga. Namun, besar harapan mereka pengasapan serupa dilakukan merata di seluruh permukiman warga yang ada di Marina.

”Karena di sini perumahannya berdekatan semua. Kalau hanya fokus satu perumahan saja kurang efektif. Nanti nyamuk
terbang ke perumahan lain,” kata Andre, warga
perumahan Graha Mas yang lokasinya tak jauh
dari perumahan Galaxy.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan berharap penanganan penyakit DBD tetap diprioritaskan sehingga tidak mewabah di tengah pandemi yang menggegerkan dunia ini.

”Memang sangat diperlukan untuk fogging menyeluruh,” ujar Agus.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat 298 kasus demam berdarah dangue (DBD) sepanjang tahun 2020 ini.

Jumlah yang cukup banyak ini perlu diperhatikan masyarakat agar program 3M Plus sebagai upaya untuk melawan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh sengatan nyamuk Aedes Aegypti ini.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmajardi menyebutkan, kasus DBD yang paling banyak terjadi pada bulan Januari lalu, yakni sebanyak 61 kasus.

Jumlah itu terus menurun hingga 31 kasus pada bulan April, namun kembali naik pada bulan Mei jadi 34 kasus. Sepanjang Juni, kembali naik jadi 44 kasus.

”Ini jadi perhatian kita semua, meskipun fokus perhatian kita dengan pandemi Covid-19, untuk pola hidup sehat dan program 3M Plus tetap harus diperhatikan. DBD ini sangat perlu diwaspadai karena berbahaya jika terjangkit,” ujar Didi.(*)

Bapak dan Anak Kompak Mencuri Motor, Ini Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Seibeduk mengamankan dua pencuri sepeda motor, Senin (24/8/2020). Mirisnya, keduanya merupakan bapak dan anak, yakni HP, 43, dan TP, 21.

Kapolsek Seibeduk, AKP Awal Syakban Harahap, mengatakan, penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyatakat bahwa ada transaksi motor curian di Perumahan Pesona Mantang, Tanjung Buntung, Bengkong.

”Dari informasi itu kita lakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di lokasi,” kata Awal seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Awal menjelaskan, pencurian yang idalkukan HP dan TP dengan modus berpura-pura sebagai pemulung barang bekas.

Mereka mengelilingi perumahan atau suatu kawasan untuk
memantau sepeda motor yang akan dicuri.

”Sambil keliling memulung itu, mereka bawa kunci T. Kalau ada kesempatan, langsung dicuri,” katanya.

Untuk mengelabui polisi, pelaku membongkar motor curian tersebut dan menjualnya secara tidak utuh. Seperti mesin, rangka, spion, ban, dan jok.

”Jadi, tidak seperti pelaku lainnya. Mereka mencincang (membongkar,red) motor itu dulu, baru dijual,” ungkapnya.

Awal menambahkan, dari pengakuannya, mereka sudah
mencuri sebanyak tujuh kali. Yakni, di Bengkong, Sei Beduk, dan Sekupang.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan dua unit sepeda motor, yaitu Honda Beat dan Yamaha Mio.

Selain dua pelaku dan sepeda motor, polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya, yakni MH, 45, dan AS, 23.

Mereka berperan sebagai penadah barang curian tersebut.

”Kita masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Dugaan masih banyak TKP dan barang bukti lainnya,” jelas Awal.

Berdasarkan penuturan HP kepada polisi, ia mengajak anaknya mencuri lantaran prihatin sang anak menganggur dan tak kunjung mendapatkan pekerjaan meski telah beberapa kali mengirimkan lamaran kerja.

”Akhirnya bersekongkol, dan dari memulung itulah bapaknya punya ide untuk mencuri,” tuturnya.(jpg)

Pelabuhan Telagapunggur Sepi

0

batampos.co.id – Sebelum pandemi Covid-19, Pelabuhan Telagapunggur menjadi salah satu kawasan tersibuk. Namun kini tampak lengang.

Tak banyak yang menyeberang menuju ke Tanjungpinang, Tanjunguban dan Lingga melalui pelabuhan domestik tersebut.

Rendahnya animo masyarakat berlalu lalang di pelabuhan ini, dibenarkan oleh Kepala Pos Syahbandar Pelabuhan Domestik Telagapunggur, Komaruddin.

”Belum terlihat adanya peningkatan (penumpang,red). Masih sepi,” katanya, Selasa (25/8/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia mengatakan, sebelum pandemi, satu kapal tujuan Tanjungpinang bisa terisi hingga 190 penumpang. Tapi kini, hanya diisi kisaran 40 hingga 60-an orang.

Beberapa waktu lalu, ada tanggal merah dan libur yang cukup panjang. Nyatanya, hal ini tidak mendongkrak jumlah penumpang.

Padahal sebelum adanya pandemi, saat almanak merah digunakan masyarakat Batam berjalan-jalan ke Tanjungpinang atau Bintan.

”Libur HUT Kemerdekaan atau satu Muharam lalu juga tidak terlalu mempengaruhi,” ucapnya.

Komaruddin mengaku, penumpang sepi tidak hanya rute Batam ke Tanjungpinang saja. Tapi juga ke daerah lainnya, sepeti Dabo Singkep.

”Sama, sepi juga,” tuturnya.(jpg)

Satu Juta Penduduk Batam Belum Lakukan Sensus Online

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Batam akan melakukan pendataan manual terhadap 1.089.919 warga Batam yang belum melakukan sensus online pada Februari-Mei 2020 lalu.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, mengatakan, pihaknya
akan menurunkan 779 petugas untuk melakukan pendataan pada September mendatang.

“Pendataan Sensus Penduduk September merupakan kelanjutan dari SPO (sensus penduduk online,red), terutama untuk memverifikasi dan mengupdate data penduduk yang belum berpartisipasi pada SPO,” ujarnya, Selasa (25/8/2020).

Seorang warga sedang melihat laman sensus.bps.go.id tentang sensus penduduk online beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Pihaknya berharap seluruh komponen masyarakat Kota Batam dapat berperan aktif menerim kedatangan petugas BPS Kota Batam.

“Agar tidak ada satupun penduduk Indonesia penduduk Batam yang terlewat. Karena itu kami mohon dukungan, untuk pendataan kependudukan yang akurat demi satu data kependudukan Indonesia,” katanya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi sejak awal telah mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam agenda nasional ini.

Bahkan disetiap kegiatan musrembang tingkat kelurahan, pihaknya juga mengajak BPS Kota Batam untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat Batam.(*/esa)

Sah, Polin Octavianus Sitanggang Jabat Kepala Kejaksaan Negeri Batam

0

batampos.co.id – Polin Octavianus Sitanggang resmi menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Batam mengantikan Dedie Tri Hariyadi yang dipromosikan menjadi Kepala Subdirektorat Pemantauan di Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen Jaksa Agung Muda bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi kinerja dan kerja sama yang sudah terjalin dengan Kajari lama dalam pembangunan di wilayah ini.

Amsakar berharap, kerja sama yang sudah dibangun tetap terjaga dan makin erat dengan kepimpinan Kajari baru.

“Untuk Pak Polin, selamat datang di Batam dan untuk Pak Dedie, kami doakan semoga makin cemerlang di posisi baru,” ujarnya dalam kegiatan Pisah Sambut Kajari Batam, Selasa (25/8/2020) malam.

“Saya rasa, dalam dua Minggu ke depan, Pak Polin sudah cair dan merasa sayang juga terhadap Batam. Selamat bergabung di Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Batam,” katanya lagi.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad (enam dari kiri) berfoto bersama pada acara pisah sambut Kajari Kota Batam yang dilaksankaan di Hotel Aston Batam, Selasa (25/8/2020) malam. Foto: Media Center Pemko Batam untuk batampos.co.id

Kajari Batam yang baru, Polin, menyampaikan terima kasih atas sambutan semua stakeholder di Batam.

“Setelah saya dilantik tadi pagi, saya berharap bisa diterima sebagai warga di Batam. Kami bertugas dari pusat ke daerah untuk membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan di daerah bukan untuk merusak atau bahkan menghalang-halangi,” tegas Polin.

Ia mengaku, sebelumnya banyak pesan ia dapat sebelum melangkah ke Batam.

Salah satunya harus bekerja sama dengan Forkopimda dalam membantu kelancaran pembangunan di Batam.

“Sangat banyak nasihat yang disampaikan kepada saya. Intinya, membantu pelaksanaan pembangunan di daerah. Kalau ada nanti anak buah saya yang aneh-aneh, tolong laporkan ke saya,” kata pria yang merupakan Jaksa Penuntut Umum kasus Jiwasraya tersebut.

Sementara itu Kajari lama, Dedie, menyampaikan permohonan maaf jika selama menjabat Kajari Batam terdapat kekhilafan.

“Saya lebih banyak sukanya dibanding dukanya. Semoga kerja sama yang kita bangun bisa dilanjutkan oleh Kajari baru,” kata dia.(*/esa)

Uji Vaksin Covid-19 Berjalan Mulus, 110 Relawan Gelombang Pertama Dipastikan Sehat

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menyatakan, 110 relawan yang telah disuntikkan vaksin pada gelombang pertama dipastikan saat ini kondisi seluruhnya dalam keadaan sehat. Para relawan itu disuntuk vaksin pada Jumat (14/8).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip mengatakan, para relawan itu terus dipantau perkembangan kondisi kesehatannya oleh Dinkes maupun Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac dari Universitas Padjadjaran.

”Sejauh ini semuanya (relawan uji vaksin Covid-19) tidak ada keluhan,” kata Rosye seperti dilansir dari Antara di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kota Bandung, Selasa (25/8).

Ke-110 relawan itu menjalani uji klinis tersebar di enam tempat, yakni di Balai Besar Kesehatan Unpad sebanyak 19 orang, FK Unpad (21 orang), Puskesmas Garuda (19 orang), Puskesmas Ciumbuleuit (18 orang), Puskesmas Dago (15 orang), dan Puskesmas Sukapakir (18 orang). Dari gelombang pertama itu, hanya ada satu orang relawan yang tidak lolos pada tahap awal pemeriksaan. Relawan tersebut dinyatakan reaktif dari hasil pemeriksaan tes cepat, sehingga tidak layak untuk dilanjutkan pada tahap penyuntikan vaksin.

”Ada satu orang yang tidak lolos pada V0 itu di Puskesmas Garuda. Kalau tidak salah tes cepatnya reaktif,” terang Rosye Arosdiani Apip.

Selain, masalah rentang usia antara 18–59 tahun dan kondisi tubuh harus dalam keadaan sehat, pemeriksaan juga dilakukan kembali secara ketat, baik melalui tes cepat ataupun tes usap untuk memastikan relawan tersebut tidak terpapar Covid-19. Jika pada saat pemeriksaan didapati positif Covid-19, Rosye memastikan puskesmas akan bertanggung jawab penuh menindaklanjutinya sesuai dengan prosedur, mulai dari isolasi mandiri sampai pelacakan kontak erat.

”Syaratnya tidak boleh terpapar. Uji vaksin ini prinsipnya virus yang dimatikan dimasukkan dalam tubuh. Kemudian dilihat bagaimana responsnya,” tutur Rosye Arosdiani Apip.(jpg)

Ibu-ibu… Rajin-rajinlah Dengar Curhatan Anak

0

batampos.co.id – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam Hj Marlin Agustina, berpesan kepada para orang tua untuk lebih sering mendengarkan anak. Hal ini disampaikan Marlin dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Pos PAUD Tunas Pelita di Pelita IV Kecamatan Lubukbaja, Senin (24/8/2020).

“Saya kalau sedang bicara dengan Pak Wali, (Walikota Batam H Muhammad Rudi) anak saya yang kecil ajak bicara, saya stop dulu bicara dengan Pak Walinya. Saya dengarkan dulu apa yang mau anak saya sampaikan. Anak-anak ini juga perlu didengarkan Bu. Kita dengarkan saja mereka sudah senang,” tutur istri Walikota Batam H Muhammad Rudi ini.

Pesan lain yang disampaikan yaitu agar orang tua rutin membacakan buku untuk anak-anaknya, terutama anak usia dini. Marlin juga mengaku masih membacakan buku untuk anak bungsunya. Atau terkadang ia mengarang cerita yang sarat pesan moral.

“Intinya dekatlah sama anak kita ini. Anak-anak ini luar biasa. Jangan memaksa anak. Hak hidup nyaman harus kita berikan juga ke mereka,” sambung Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam itu.

BUNDA Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam Hj Marlin Agustina,.

Kedekatan Marlin dengan anak-anak balita ini juga tampak saat acara tersebut. Marlin terihat ikut bernyanyi ‘Balonku’ dan menepukkan tangannya bersama anak-anak PAUD. Ketika seorang anak membacakan doa sehari-hari pun Marlin tampak fokus memperhatikan.

“Amin. Aduh pintarnya. Alhamdulillah,” ujar Bunda PAUD yang membina sekitar 15 ribu anak usia dini di Kota Batam tersebut.

Terkait pembangunan pos PAUD Tunas Pelita ini, Marlin mengucap syukur dengan adanya bantuan dana pihak ketiga. Ia berharap dengan adanya bangunan baru nanti proses pendidikan untuk anak-anak ini berjalan lebih baik.

“Alhamdulillah dapat dana yang besar. Mudah-mudahan berkah. Mudah-mudahan dengan adanya gedung baru nanti anak-anak bisa bermain dengan lebih nyaman. Gurunya juga bisa mengajar dengan nyaman. Pesan saya, walaupun pos PAUD, tetap berikan pendidikan yang berkualitas. Gurunya harus berwawasan luas,” ucap Marlin.

Ia menjelaskan, pemerintah pusat mencanangkan satu desa memiliki satu pos PAUD. Dan hal ini menurutnya sudah terlaksana di Batam.

Pos PAUD ini adalah taman bermain. Agar tidak jauh dibuatlah satu kelurahan satu pos PAUD. Jadi di sinilah pos PAUD untuk masyarakat di sini.

“Alhamdulillah antusiasme masyarakat Batam untuk pendidikan anak usia dini ini sangat bagus. Walaupun mungkin sekarang tidak ramai karena sedang pandemi covid-19. Tapi mari kita berdoa, dan tetap jaga protokol kesehatan, agar sekolah tatap mula bisa dibuka kembali. Karena untuk anak PAUD ini tak bisa sekolah daring dengan virtual zoom. Anak-anak ini perlu pendampingan langsung,” kata Marlin.(*)

Segini Jumlah Warga Batam yang Dirawat di Rumah Sakit Karena Positif Covid-19

0

batampos.co.id – Hingga Selasa (25/8/2020), 109 warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih menjalani perawatan di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19.

Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, warga Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19 paling banyak dirawat di RSKI Galang. Jumlahnya 79 orang.

Sementara sisanya tersebar di enam rumah sakit rujukan Covid-19 di antaranya:

1. RSBP Batam 6 orang.
2. RS Elisabeth Lubuk Baja 2 orang.
3. RS Elisabeth Batam Kota 5 orang.
4. RS Embung Fatimah 9 orang.
5. RS Budi Kemuliaan 2 orang.
6. RS Awal Bros 6 orang.

Jumlah warga Kota Batam yang terkonfirmasi positif dan masih dalam perawatan di rumah sakit Covid-19, hingga Selasa (25/8/2020)

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya, menyebutkan, sesuai dengan hasil penyelidikan epidemiologi yang terus dilakukan terhadap seluruh cluster terkonfirmasi Positif Covid-19, diperoleh kesimpulan sementara bahwa masih mungkin terjadi pertumbuhan kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster yang ada ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor.

Hal itu kata dia, mengingat masih banyak ditemui masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi protokol dan imbauan dari pemerintah guna menekan laju pertumbuhan kasus penyakit Covid-19.

“Selanjutnya diingatkan dan diimbau kembali kepada seluruh masyarakat agar tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” tuturnya.

Kemudian tetap di rumah saja, mengenakan masker jika terpaksa harus keluar rumah serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur serta istirahat yang cukup.(*/esa)

Ledakan Bom Tewaskan 14 Orang, Mayoritas Tentara yang Bertugas

0

batampos.co.id – Jenazah seorang tentara terbaring penuh luka dekat truk militer di Jolo, Sulu, Filipina. Dia adalah salah seorang korban dalam dua ledakan pada Senin (24/8). Setidaknya 14 korban kehilangan nyawa dan 75 orang lainnya luka-luka. Mayoritas korban merupakan tentara Filipina yang tengah bertugas.

’’Sawadjaan sangat mungkin adalah dalang di balik serangan bom ganda ini,’’ ujar Juru Bicara Militer Letkol Ronaldo Mateo sebagaimana dikutip The New York Times.

Mateo merujuk pada pemimpin salah satu faksi kelompok Abu Sayyaf, yaitu Hatib Hajan Sawadjaan. Abu Sayyaf yang mendukung kelompok teroris ISIS tersebut terbagi dalam beberapa faksi. Salah satunya dipimpin Sawadjaan. Dia pulalah yang mengklaim serangan bom di Gereja Bunda Maria dari Gunung Karmel, Jolo, 27 Januari tahun lalu. Saat itu 20 orang tewas dan lebih dari seratus orang terluka. Sawadjaan adalah pakar pembuatan bom rakitan.

Dilansir CNN, ledakan terjadi pada pukul 11.53. Kepala Komando Mindanao Barat Letjen Corleto Vinluan mengungkapkan bahwa seseorang meninggalkan sepeda motor yang ditempeli alat peledak di depan Paradise Food Shop.

Pada saat kejadian, supermarket itu ramai. Militer Filipina tengah melaksanakan operasi keamanan. Tiba-tiba saja, bom rakitan di sepeda motor tersebut meledak. Beberapa orang tewas dan luka-luka.

Pengamanan langsung dilakukan. Jalan-jalan ditutup. Militer dan petugas kepolisian dikerahkan ke lokasi. Namun, sekitar pukul 13.00, ledakan kedua terjadi di jalan yang sama dekat Development Bank. Korban tewas maupun luka kembali berjatuhan. Serangan kedua adalah bom bunuh diri.

Pelaku berusaha masuk ke area yang sedang disterilkan. Seorang tentara berupaya menghentikannya. Namun, perempuan yang identitasnya belum diketahui itu lebih dulu meledakkan diri. Pelaku dan tentara tersebut tewas di lokasi kejadian.

Serangan kemarin terjadi setelah salah seorang pemimpin Abu Sayyaf, Abduljihad Susukan, ditahan. Dia mengalami luka akibat pertempuran tahun lalu dan menyerahkan diri agar mendapatkan pengobatan. Susukan merupakan algojo Abu Sayyaf. Dia terlibat dalam pemenggalan para sandera. Termasuk pemenggalan dua warga Kanada dan seorang warga Malaysia.(jpg)

5 Urutan Gejala Khas yang Dialami Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Saat seseorang terinfeksi terkena virus Korona jenis baru, ternyata urutan gejalanya berbeda dari penyakit flu dan virus Korona lainnya.

Dilansir dari JawaPos.com, sejauh ini, bukti menunjukkan urutan gejala awal Covid-19 ternyata ada lima tahapan yaitu:

  1. Dimulai dengan gejala demam.
  2. Kemudian mengalami batuk.
  3. Diikuti dengan gejala nyeri otot.
  4. Mual dan atau muntah.
  5. Diare.

Walaupun gejalanya sendiri tidak terlalu unik, urutan kedatangannya berbeda dengan virus pernapasan lainnya.

Menggunakan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari lebih dari 55 ribu kasus yang dikonfirmasi di Tiongkok, urutan gejala Covid-19 dengan ribuan kasus influenza yang dikumpulkan oleh University of Michigan.

Beda dengan Covid-19, infeksi influenza umumnya dimulai dengan batuk baru kemudian demam.

Sementara MERS dan SARS mungkin mulai mirip dengan Covid-19, di mana saluran pencernaan bagian bawah juga terkena dampak yakni menyebabkan diare. Dan mual dan muntah adalah gejala terakhir

“Urutan gejalanya penting. Mengetahui bahwa setiap penyakit berkembang secara berbeda berarti bahwa dokter dapat mengidentifikasi lebih cepat apakah seseorang kemungkinan besar terkena Covid-19, atau penyakit lain, yang dapat membantu mereka membuat keputusan pengobatan yang lebih baik,” kata Ahli biologi komputasi dan bioinformatika di University of Southern California, Joseph Larsen seperti dilansir dari Science Alert, Senin (24/8/2020).

Ketika para peneliti mensimulasikan gejala Covid-19 pada 500 ribu pasien, mereka menemukan urutan gejala yang paling umum terlihat. Dan juga berbeda dari penyakit pernapasan lainnya.

Bahkan ketika penulis memasukkan gejala lain seperti sakit tenggorokan, sakit kepala dan kelelahan, tapi 4 urutan gejala paling awal, umumnya sama. Semua pasien merasakan 4 urutan gejala tersebut.

“Karena demam biasanya datang lebih dulu, maka mengukur suhu seseorang bisa menjadi mekanisme skrining yang valid,” kata peneliti.

Covid-19 lebih menular daripada influenza dan cenderung menyebar secara berkelompok. Seorang ahli reumatologi yang tidak terkait dengan penelitian tersebut, Bob Lahita, mengatakan kepada CBS News bahwa model gejala tersebut bisa menjadi panduan yang baik. Studi ini sudah dipublikasikan di Frontiers in Public Health.(jpg)