Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 10754

Merokok di Toilet Pesawat, Penumpang Wings Air Diamankan Setelah Mendarat

0

batampos.co.id – Wings Air (kode penerbangan IW) member of Lion Air Group menyampaikan keterangan terkait layanan penerbangan bernomor IW-1394 yang melayani dari Banjarmasin melalui Bandar Udara Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ) tujuan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN) dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, Senin (18/11/2019), Wings Air menjelaskan terdapat salah satu penumpang laki-laki berinisial AN (49) yang duduk di nomor 5C, melakukan perbuatan yang mengganggu kenyamanan perjalanan. Serta melanggar aturan penerbangan sipil.

AN merokok di toilet (lavatory) bagian belakang pesawat saat posisi pesawat mengudara (in-flight).

Kepala awak kabin (senior flight attendant) bekerjasama dengan pilot menjalankan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil.

Kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada penumpang tersebut.

Ilustrasi pesawat Wings Air

Sesuai SOP, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security) agar segera dilakukan penanganan setelah pesawat mendarat dan posisi sempurna.

Wings Air penerbangan IW-1394 tiba pukul 07.06 WITA. Koordinasi yang baik antara awak pesawat, ground handling dan avsec.

Sehingga proses penanganan AN berikut barang bukti berjalan secara tepat. Wings Air telah menyerahkan AN kepada pihak terkait beserta Otoritas Bandar Udara guna pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Wings Air menegaskan bahwa seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik.

Setiap penerbangan, awak kabin mengumumkan kepada penumpang bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang.

Wings Air mengimbau kepada seluruh penumpang untuk memahami serta mematuhi aturan “tidak merokok” di dalam kabin atau di toilet.

Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal.

Pesawat juga harus dilengkapi placard atau passenger sign information at least one pleacard.

Ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017.

Kedua peraturan ini selanjutnya diberlakukan dalam kebijakan maskapai, termasuk Wings Air.

Wings Air berupaya dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (*)

BP Batam dan Komite 1 DPD RI Bertemu, Ini yang Dibicarakan 

0

batampos.co.id – Guna mendorong pengelolaan Batam serta memperkuat peran kelembagaan, Komite 1 Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) melaksanakan pertemuan bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (18/11/2019).

Dari rilis yang diterima batampos.co.id, pertemuan dihelat di Ruang Rapat Komite 1 DPD RI, Jakarta Pusat.

Ketua Komite I DPD RI, Agustin Teras Narang, memberikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan pengelolaan Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.

Menurutnya Batam sudah jauh lebih baik pasca pemberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 62 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2007 Tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

DPD RI lanjutnya akan meminta Pemerintah Pusat untuk menyelesaikan permasalahan di Batam.

Seperti tingkat pengangguran yang masih tinggi, harmonisasi regulasi perizinan usaha, dan peningkatan infrastruktur untuk menunjang percepatan pelaksanaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menjelaskan sektor-sektor yang menjadi fokus pengembangan Batam beserta kebijakan dan strateginya kepada peserta rapat.

Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto (tengah) menjelaskan sektor-sektor yang menjadi fokus pengembangan Batam beserta kebijakan dan strateginya kepada peserta rapat. Foto: Dokumentasi BP Batam untuk batampos.co.id

Seperti manufaktur, jasa, logistik dan pariwisata akan menjadi fokus pengembangan Batam pada 2020 hingga 2024.

“Untuk mendukung keempat sektor tersebut, banyak hal yang harus kita perhatikan,” tuturnya.

“Beberapa di antaranya adalah peningkatan pelayanan IT di Batam, percepatan realisasi investasi, harmonisasi peraturan antarlembaga dan peningkatan infrastruktur logistik,” katanya lagi.

Menurutnya, dari misi dan kebijakan yang telah disusun tersebut pasti menimbulkan tantangan tersendiri.

Antara lain penguatan kapasitas kawasan, pemenuhan kebutuhan infrastruktur, penyiapan SDM yang berkualitas, serta pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.

Purwiyanto menyatakan kesiapan BP Batam untuk mengembangkan SDM sebagai solusi dari tantangan yang timbul akibat kebijakan pengembangan Batam.

“Batam mempunyai kelebihan dari struktur Geografis. Sebagai contoh, demand pelabuhan di Batam sangat tinggi, namun tidak dibarengi dengan SDM yang mumpuni,” jelasnya.

“Jadi afirmasi dan anggaran Pemerintah yang kuat tidak dibarengi dengan SDM yang kuat. Untuk itu, memiliki pendidikan vokasi yang kredibel guna memperkuat produktifitas masyarakat Batam menjadi prioritas kami,” kata Purwiyanto.

Komite I DPD RI berencana akan melakukan kunjungan ke Batam pada senin (2/12/2019) hingga Rabu (4/12/2019) mendatang sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini.

Pada pertemuan tersebut hadir juga Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad, serta beberapa Anggota Komite 1 DPD RI dan Kamar Dagang Industri (KADIN) Kota Batam.(*)

Bertambah, Segini Perusahaan yang Ikut Bursa Kerja di Batamindo

0

batampos.co.id – Peserta bursa kerja atau job fair yang akan diselenggarakan di Kawasan Indsutri Batamindo, Mukakuning, 21-25 November mendatang, sudah lengkap.

Yakni sebanyak 30 perusahaan akan ikut ambil bagian dalam bursa kerja tersebut.
Manager Admin & General Affair Batamindo, Tjaw Hioeng, mengatakan, jumlah peserta job fair sudah sesuai dengan target awal, yakni 30 perusahaan.

”Hari ini (kemarin, red), ada lima perusahaan lagi yang mendaftar. Jadi total sudah 30 perusahaan ikut dalam job fair nanti,” katanya, Senin (18/11/2019).

Tjaw Hioeng menyebutkan, kelima perusahaan tersebut melengkapi jumlah peserta job fair yang sudah mendaftar hingga Jumat (15/11/2019) lalu.

Di antara perusahaan-persuahaan peserta job fair, yakni PT Flextronic yang beroperasi di Batamindo.

Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur elektronik tersebut membuka tujuh jenis lowongan kerja.

Kemudian, PT TDK di Kabil membuka lima jenis lowongan kerja. Lalu, PT Samyung di Batamindo membuka dua jenis lowongan kerja.

Selanjutnya, Citra Tubindo di Kabil membuka 12 jenis lowongan kerja, serta Enerco di Kabil membuka tiga jenis lowongan kerja.

Selain itu, ada juga Starjet di Bintan, Summit Oto Finance, dan Oto Multiartha di Seipanas, Caterpillar di Tanjunguncang yang buka enam jenis lowongan kerja.

Para pencari kerja memenuhi Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning. Manager Admin & General Affair Batamindo, Tjaw Hioeng, mengatakan, jumlah perusahaan yang akan mengikuti job fair bertambah menjadi 30 perusahaan. Foto: Yulitavia/batampos.co.id

Kemudian, lanjut Tjaw Hioeng, PT Mes Machinery di Tanjunguncang yang buka lima jenis lowongan kerja, PT Schneider di Batamindo yang membuka tujuh lowongan kerja, Miracle Aesthetic Clinic di Batam Center buka tiga jenis lowongan kerja.

Batamindo sendiri, sambungnya, membuka empat lowongan kerja. Lalu, Ciba Vision di Batamindo buka enam jenis lowongan kerja.

Sementara itu, PT Fantastik Group juga buka empat jenis lowongan kerja, BBPLK Bekasi satu jenis lowongan kerja. BPJS Ketenagakerjaan juga ikut berpartisipasi.

Lalu, Asuransi BRI Life di Seipanas yang membuka dua jenis lowongan kerja, Indoyasa Karya Utama di Panbil membuka lowongan operator.

Selain itu, masih kata Tjaw Hioeng, PT Tunas Karya Indoswasta di Batamindo membuka 19 jenis lowongan kerja mulai tingkat operator hingga tingkat manajer.

Lalu, PT Epson di Batamindo juga membuka lowong kerja, ada lima posisi yang ditawarkan.

Terakhir Langit Orange Sky di Plamo Garden, Batam Center membuka tiga jenis lowongan kerja. ”Besok (hari ini, red) ada technical meetingnya,” Tjaw Hioeng.

Bursa kerja kali ini diyakini bisa menyerap ribuan pencari kerja yang akan memadati event yang digelar Disnaker Provinsi Kepri, Apindo, dan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri di Mall Purpose Hall (MPH) Batamindo.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam, Rafki, menuturkan, dalam acara job fair sebagai salah satu solusi mendapatkan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan.

”Diperkirakan mencapai ribuan peluang kerja tersedia. Ini kesempatan karena sempitnya lapangan kerja belakangan ini,” katanya.

Pihaknya berharap, para pencari kerja yang datang tidak hanya unskill tapi juga yang berskill.

Apalagi lowongan yang ada mulai dari manajer hingga level operator.

”Ini adalah kesempatan bagi pencari kerja, diharapkan bisa memenuhi segala aspek kriteria yang dibutuhkan perusahaan,” harapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlah pengangguran pada Agustus 2019 juga bertambah sebanyak 366 orang jika dibanding Agustus 2018 atau bertambah 0,53 persen.

Sedangkan jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

Pada Agustus 2017, jumlahnya mencapai 896.931 orang, Agustus tahun 2018 meningkat menjadi 901.019 orang, dan Agustus 2019 meningkat 3,85 persen menjadi 935.682 orang.(leo/zis)

Presdir ATB: Ini Kesempatan Naik Kelas

0

Presiden Direktur PT. Adhya Tirta Batam (ATB) Benny Andrianto Antonius menjadi salah satu narasumber kunci dalam seminar Nasional Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di era revolusi industri 4.0.

Benny dipercaya memberikan sumbangsih pikiran dalam rangka persiapan SDM unggul di era Revolusi Industri 4.0. Kepercayaan ini diberikan karena ATB telah berhasil mengimplementasikan teknologi 4.0 dengan memberdayakan SDM-nya secara mandiri.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh STIE Galileo dan Universitas Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dihadiri oleh ratusan mahasiswa program Sarjana dan Pasca Sarjana yang ada di Batam.

Benny mengatakan, perkembangan teknologi saat ini harus dipandang sebagai sebuah peluang besar untuk naik kelas. Karena, lahirnya teknologi dan inovasi-inovasi baru membuat lahirnya peluang baru juga sama besarnya.

“Sejumlah pekerjaan boleh saja digantikan dengan robot. Tapi bukan berarti Anda kehilangan pekerjaan. Justru ini adalah kesempatan Anda untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto Antonius saat menjadi narasumber kunci di seminar nasional Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di era revolusi industri 4.0

Indonesia sendiri telah menjadi salah satu negara yang memanfaatkan peluang tersebut. Dibuktikan dengan lahirnya 2.774 startup hingga saat ini. Beberapa diantaranya telah menjadi Unicorn. Dengan jumlah tersebut, Indonesia adalah negara dengan kelahiran Startup terbesar kelima di dunia.

“Sekarang Anda yang menentukan. Siapkan sasaran Anda setelah lulus nanti. Jangan cuma jadi Follower. Anda harus jadi Leader,” pesannya.

Kesempatan itu, Benny juga membagikan jurus jitu untuk sukses menghadapi era 4.0. Menurut dia, kata kunci yang harus selalu diingat adalah Smart. SDM yang ingin sukses di era 4.0 harus mampu bekerja cerdas.

“Kerja keras saja tidak akan cukup. Anda harus bisa bekerja cerdas. Dan itu tidak sulit dengan fasilitas teknologi sekarang ini,” jelasnya.

Paling tidak, ada 4 skill yang harus terus menerus ditingkatkan oleh SDM di era 4.0. Diantaranya, Problem solving, Komunikasi, Transaksi serta Informasi dan konten. Keempat kemampuan tambahan tersebut akan menjadi nilai tambah yang sangat berguna.

“Suka tak suka itu harus dikuasai. Jadi, jangan hanya menguasai bidang Anda saja,” jelasnya.

Peserta tampak antusias menggali gagasan Beny dalam hal pengembangan SDM di era revolusi industri 4.0. Terlihat dari semua pertanyaan yang dilempar oleh peserta selalu mengulik kembali gagasan Benny.

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Batam, Andriansyah mengatakan, ilmu yang dipaparkan Benny sangat rasional dan mudah dimengerti. Menurutnya, gagasan tersebut bisa menjadi salah satu acuan yang tepat bagi mahasiswa agar siap menghadapi era 4.0.

“Kita memang harus siap, mau tidak mau. Cuma tak banyak yang tahu jurusnya. Tapi pak Benny bisa memaparkan dengan cara sederhana, sehingga kami bisa dengan mudah menjalankannya,” ujarnya. (Sarma Haratua Siregar/ Corporate Secretary)

Ingat Ya, Rumah yang Disulap Jadi Kos-kosan Sampahnya Masuk Golongan Industri

0

batampos.co.id – Keluhan masyarakat tentang Satuan Tugas (Satgas) kebersihan di kecamatan yang tidak mengangkut sampah di rumah terutama di kawasan Bengkong, jawab.

Camat Bengkong, M Tahir, menjelaskan, Satgas kebersihan di kecamatan hanya mengangkut sampah rumah tangga.

Sampah rumah tangga adalah kebutuhan yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari dan telah menjadi sampah seperti sisa nasi, bungkus makanan dan minuman, hingga perlengkapan rumah tangga.

Sementara rumah yang telah disulap menjadi bengkel hingga kos-kosan, bukan lagi kategori permukiman, namun industri.

Sebab kata dia, sampah yang dihasilkan bengkel bukan kategori sampah rumah tangga, seperti karet ban, botol oli dan lainnya.

Begitu juga dengan kos-kosan yang memang niat awal untuk mendapatkan keuntungan. Meski bengkel kecil, namun sudah masuk kategori industri.

”Bengkel, rumah makan dan kos-kosan itu masuk kategori industri. Sampahnya sudah di luar standardisasi sampah rumah tangga,” jelas Tahir.

Dijelaskannya, standardisasi sampah sudah dijelaskan dalam Surat Keteterangan Restibusi Daerah (SKRD) terkait sampah.

Petugas kebersihan membersihkan sampah yang menumpuk di aliran parit di Jalan Sudirman, Senin (18/11). Sementara, terkait kewenangan satgas kebersihan dari tingkat kecamatan, hanya diberi tugas untuk mengangkut sampah permukiman dan bukan sampah industri. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sehingga, tarif yang dipatok untuk pengangkutan sampah pun berbeda dengan sampah rumah tangga.

Semakin banyak sampah yang dihasilkan, maka biaya yang harus dikeluarkan pemilik bengkel, rumah makan hingga kos-kosan akan semakin tinggi.

”Kalau rumah tangga sudah ada standardisasinya, kalau industri itu flukfuatif. Jadi wajar saja rasanya petugas kecamatan menolak, karena memang bukan kewajiban mereka,” papar Tahir.

Masih kata Tahir, kalaupun sampah tersebut diangkut Satgas Kecamatan, itu berdasarkan kedekatan dan lobi-lobi mereka. Sebab, sebagian sampah industri tak bisa dibuang di TPA.

”Namun, yang perlu saya tegaskan, Camat tak pernah mengintruksikan satgas sampah mengangkut sampah industri. Sebab, untuk rumah tangga khusus sampah rumah tangga,” jelas Tahir.

Selain itu lanjutnya, retribusi sampah yang wajib dibayar oleh perumahan di kawasan kaveling maksimal Rp 20 ribu.(she)

Dinas Perikanan Perketat Pengurusan Surat Rekomendasi BBM Bersubsidi Bagi Nelayan

0

batampos.co.id – Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam memperketat aturan untuk pengurusan surat rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi nelayan.

Hal ini bertujuan agar penyaluran BBM tepat sasaran. Kepala Diskan Batam, Husnaini mengatakan, ada beberapa peraturan yang berubah pasca adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan pegawai Diskan.

”Jadi bukan membatasi jumlah penerima BBM bersubsidi ya. Kami hanya mengubah beberapa ketentuan sesuai dengan aturan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata dia, Senin ( 18/11/2019).

Salah satu aturan yang diubah yaitu pemberian rekomendasi BBM dari kelompok menjadi perorangan.

Hal ini agar penyaluran lebih tepat sasaran. Untuk itu, pihaknya melakukan verifikasi bagi usulan rekomendasi yang diusulkan masing-masing nelayan.

”Jadi ini yang lagi kami coba sosialisasikan kepada nelayan. Agar mereka paham dan mengerti,” jelasnya.

“Karena ada perubahan, wajar lah mereka bertanya. Itu yang kami coba tampung aspirasinya tadi di kantor,” kata dia lagi.

Husnaini menyebutkan, saat ini terdapat kurang lebih 15 ribu nelayan yang terdaftar di Diskan.

Sebanyak 3.000 di antaranya mendapatkan rekomendasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi dan berlaku selama tiga bulan.

Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam memperketat aturan pengurusan surat rekomendasi BBM bersubsidi bagi nelayan. Hal ini bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id

”Dari jumlah itu, hingga kini baru 1.500 nelayan yang melakukan pengajuan ulang,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, untuk mendapatkan rekomendasi, ada tim teknis yang akan melakukan pendataan.

Nanti tim akan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi nelayan. Termasuk, alat tangkap, jenis kapal hingga jarak tempuh, serta mereka harus mengantongi surat dari lurah, camat, dan penyuluh.

”Jadi berdasarkan inilah kami mengeluarkan surat rekomendasi BBM bagi nelayan,” imbuhnya.

Mengenai aspirasi nelayan ini, Husnaini akan menampung semua. Namun, pihaknya tetap mengacu pada Permen Kelautan dan Perikanan.

Seperti, usulan mereka yang meminta pengambilan minyak satu bulan sekali. Hal ini tidak bisa dikabulkan karena pertimbangan nanti terjadi penguapan dari tempat penyimpanan BBM tersebut.

”Makanya mereka diperbolehkan mengambil BBM seminggu sekali sesuai dengan yang tertera di surat rekomendasi yang kami keluarkan,” ucap Husnaini.

Setelah pertemuan dengan nelayan, pihaknya berharap ke depan akan ada komunikasi yang lebih baik dengan nelayan.

Jika ada kendala di lapangan, mereka bisa datang untuk berdiskusi, agar bisa mendapatkan solusi terbaik.

Sementara itu, Ketua Forum Nelayan KUB Mina Batam Madani, Muhammad bin Boyan mengatakan pihaknya keberatan dengan perubahan aturan dari kelompok menjadi perseorangan.

Selain itu, ia juga mengeluhkan masih kurangnya BBM yang diterima untuk melaut.

”Jadi kalau bisa ditambah BBM untuk nelayan. Jangan sampai nanti kami nak melaut tapi minyak habis, ambilnya pun tak bisa sebulan, harus seminggu,” sebutnya.

Selain itu, ia juga meminta adanya stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPN). Saat ini, baru ada satu SPN yaitu di Setokok, Galang.

”Kalau darat punya SPBU, kami juga minta ada SPN lah,” tutupnya.(yui)

UMK Batam Tergantung Gubernur

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Tagor Napitupulu mengatakan, Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) Kepri sudah merampungkan pembahasan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Tahun 2020. Menurut Tagor, hanya UMK Batam yang keputusan akhirnya diserahkan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri karena pada tingkat DPP masih terjadi perbedaan antara serikat pekerja.

”Rapat di tingkat DPP mengenai UMK tujuh kabupaten/kota memang sudah kita rampungkan. Hanya saja, besaran UMK Batam belum terjadi titik temu. Sedangkan daerah lainnya tidak ada masalah,” ujar Tagor usai rapat di Graha Kepri, Batam, Senin (18/11).

Pria yang juga Ketua DPP Kepri ini menegaskan, Plt Gubernur tentunya punya waktu tiga hari untuk mempelajari hasil pembahasan yang sudah dilakukan DPP. Karena batas akhir pengesahan UMK tahun 2020 mendatang adalah pada 21 November 2019.

Ditegaskannya, rujukan pembahasan UMK tetap berpegang pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, yakni pada pasal 44 ayat 1 PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

”Regulasi ini tentunya yang menjadi dasar bagi Plt Gubernur dalam membuat keputusan. Karena apabila kebijakan yang diambil keluar dari aturan main yang sudah ada, maka berpotensi terjadi gugatan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Apakah itu dari kalangan pengusaha atau serikat pekerja,” jelas Tagor.

Diakui Tagor, tingkat persoalan UMK Batam dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya memang sedikit berbeda. ”Usulan dikirim Pemko Batam berdasarkan hasil DPK Batam, angkanya Rp 4,13 Juta. Sementara pekerja minta lebih tinggi dari angka itu,” sebutnya. (jpg)

Pemko Batam Kembali Ajukan Kebutuhan Tenaga Medis, Jumlahnya Segini

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam akan mengajukan kembali kebutuhan ratusan tenaga medis tahun 2020 mendatang.

Pengajuan tersebut diharapkan dapat disetujui dan dipekerjakan pada 2021 mendatang.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menyebutkan, tambahan tenaga medis  sudah dianalisis dan diajukan tahun 2019 ini untuk 2020 mendatang.

Namun, karena bersamaan dengan agenda penerimaan CPNS, keinginan tersebut ditunda terlebih dahulu.

“Karena ada penerimaan PNS kami kira akan terpenuhi, kan yang kami ajukan sekitar 200-an itu,” ujarnya.

“Tapi ternyata hanya dapat kuota 40 saja (CPNS 2019), artinya masih kurang 150 lebih lagi,” kata dia lagi.

Menurut dia, alasan pihaknya tidak memaksakan kehendak untuk mengajukan tahun ini karena beberapa waktu lalu kuota masih belum diumumkan oleh pemerintah pusat.

Ia mengaku, pihaknya menghindari rekrutmen ganda baik oleh Pemko Batam maupun rekrutmen CPNS oleh pemerintah pusat.

“Takutnya PNS ada, sementara kami minta (honorer), jadinya overlapping, tapi ternyata tidak terpenuhi,” jelasnya.

Mahasiswa Trisakti fakultas Kedokteran memeriksa gigi siswa MTsN 1 Batambeberapa waktu lalu. Hingga saat ini Kota Batam masih kekurangan tenaga medis sekitar 150 orang. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Maka itu kami ajukan lagi di 2020 untuk 2021,” tambah dia.

Menurut Didi, pemenuhan kebutuhan medis perlu dilakukan. Apalagi, ada penambahan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Jika sebelumnya ada di Kampung Jabi, Nongsa dan Tanjunguncang, Batuaji, tahun depan akan beroperasi satu Puskesmas lagi di Mentarau, Sekupang.

“Kalau kita sih maunya nambah. Kalau ada 200 itu, puskesmas akan tenang, tidak kekurangan tenaga lagi,” ujarnya.

Ia mengaku, kini pihaknya terpaksa memberdayakan petugas yang sudah ada. Namun dalam hal ini, ia mengharapkan petugas medis diperhatikan tambahan kesejahteraannya.

Ini sebagai bentuk penghargaan atas pekerjaannya dengan waktu dan tenaga yang lebih.

“Makanya kami usulkan tunjangan ditambah atau apa. Kata pak Wali Kota, di Indonesia yang dilakukan adalah empat orang tapi di Singapura satu orang untuk satu pekerjaan. Kami ingin lihat benar atau tidak ini mampu,” imbuhnya.

Dengan tenaga yang ada, lanjut dia, minimal layanan dasar kesehatan dapat dilakukan. Lambat laun, tenaga medis akan terus diusahakan untuk ditambah sehingga layanan semakin baik.

“Janji pak wali ke honorer yang ada (sedang mengabdi), selagi beliau jadi wali kota enggak akan diberhentikan, akan terus dipakai dan jadi ASN PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja),” paparnya.(yui)

Warga Sagulung, Hari Ini Pertamina dan Disperindag Gelar Operasi Pasar Gas 3 Kilogram Lho

0

batampos.co.id – Pertamina bersama Disperindag Kota Batam menggelar Operasi Pasar elpiji 3 kilogram (kg) atau gas melon di Pasar TPID atau depan Grand Niaga Mas, Batam Kota, Senin (18/11/2019).

Sebanyak 560 tabung disiapkan untuk masyarakat dalam operasi tersebut. Bahkan, selama dua hari ke depan, Pertamina dan Disperindag akan melanjutkan operasi ini di dua titik lainnya yakni Batuaji dan Sagulung.

Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William Handoko Gotama, mengatakan, operasi pasar ini akan dilanjutkan Selasa (19/11/2019) hari ini di Sagulung dan Rabu (20/11/2019) di Batuaji.

”Kita minimal menyediakan 560 tabung, tapi kami lihat juga kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, jika perlu ditambah, maka kami akan tambah,” ujarnya.

Warga antre membeli elpiji 3 kg pada kegiatan operasi pasar yang digelar oleh Pertamina bersama Disperindag Kota Batam di Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam Center, Senin (18/11/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Terkait suplai, William mengaku berjalan normal. Pertamina selalu menyalurkan sesuai dengan alokasi yang ditentukan sebelumnya.

”Kita tidak ada tahan-tahan dan mengurangi kuota sama sekali, menyalurkan sesuai kuota, perbandingannya sudah 100 persen,” ujarnya.

Pertamina sejauh ini melakukan Operasi Pasar berfokus pada wilayah yang memang membutuhkan, seperti Batam Kota, Sagulung dan Batuaji.

Tiga titik ini dilihat berdasarkan parameter yang telah didata sebelumnya.

”Kami melihat sebelumnya apakah di daerah ini memang benar terjadi kelangkaan dan kebutuhan masyarakatnya sangat tinggi,” ucap William.(gas,mib,zis)

Polisi Serahkan 3 Tersangka Korupsi Monumen Bahasa kepada Jaksa

0

batampos.co.id – Polisi mengirimkan 3 orang tersangka kasus dugaan korupsi monumen bahasa Pulau Penyengat ke Kejaksaan Tinggi, Selasa (19/11/2019). Tiga orang yang akan diserahkan tersebut yakni Arifin Nasir selaku pejabat pembuat komitmen, Yunus selaku Direktur Utama PT Sumber Tenaga Baru dan M Yaser selaku Direktur Cv Rida Djawari.

“Besok (19/11) tahap duanya,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga, Senin (18/11).

Ia mengatakan penyidikan kasus ini dimulai dari masuknya laporan model A, tertanggal 10 Juni 2019. Proses naiknya sidik ke lidik ini cukup panjang. Hingga akhirnya penetapan tersangka. Untuk menuntaskan kasus ini, polisi memeriksa saksi hingga 30 orang. “Dari saksi ahli ada 4, ahli dari LPJK, ahli LKPP, ahli hukum pidana dan ahli BPKP,” ucapanya.

Kronologis kejadian bermula dari penandatangani surat perjanjian melaksanakan pekerjaan belanja modal, pengadaan konstruksi bangunan monumen bahasa melayu tahap II. Perjanjian ini terjadi antara Arifin Nasir selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dengan Yunus. Nilai kontrak pengerjaan sebesar Rp 12,5 miliar, dengan kontrak yang mulai berlaku sejak 16 Juni 2014 hingga 12 Desember 2014.

Tapi pengerjaan tersebut hingga kini, tidak kunjung selesai. Akibat pengambang tidak melaksanakan kerja sesuai kontrak yang berlaku.

“Ketiga orang ini memiliki peranan masing-masing dalam kasus ini,” ungkap Erlangga.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga bersama Wadirkrimsus Polda Kepri AKBP Agus Nugroho menunjukkan barang bukti beserta tersangka korupsi Monumen Bahasa saat ekspos di Mapolda Kepri, Senin (18/11).

Ia mengatakan tersangka Arifin Nasir mengetahui dan menyetujui pengalihan pelaksanaan pekerjaan utama kepada pihak lain. Selain itu, Arifin sebagai PPK tidak melakukan tugas pokok dan kewenangannya untuk mengendalikan pelaksanaan kontrak. Yunus penyedian barang yang mengalihkan pelaksanaan pekerjaan utama ke tersangka, M Yaser. Modusnya meminjamkan PT Sumber Tenaga Baru. Atas pengalihan ini, Yaser mendapatkan upah sebesar Rp 3 persen dari nilai kontrak. Senilai Rp 66,6 juta.

“Tersangka My (M Yaser) tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dimana progres pekerjaan dibawah mutu beton K250. Intinya tidak sesuai spek,” ucap Erlangga.

Akibat praktek dugaan korupsi ini. Negara merugi sebesar Rp 2,2 miliar berdasarkan hasil audit dilakukan BPKP perwakilan Provinsi Kepulauan Riau bernomor SR-508/PW28/5/2019 tertanggal 17 September 2019.

Atas perbuatan para tersangka ini dijerat dengan pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1999 sebagaiman diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Arifin Nasir saat ditanyai mengenai kasus ini, menyangkal semua yang dituduhkan. “Tidak ada,” katanya sembari menggelengkan kepalanya. (ska)