Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 10949

218 Tenant Ramaikan Batam Great Sale 2019

0
KEPALA Dinas Parawisata Kota Batam Ardiwinata (tengah) bersama undangan membuka Batam Great Sale 2019 di Grand Batam Mall, Selasa (1/10).
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

batampos.co.id – Batam Great Sale 2019 resmi dibuka, Selasa (1/10). Sebanyak 218 tenant yang ada di sembilan pusat pembelanjaan turut andil dalam kegiatan ini. Program yang akan digelar selama Oktober ini menawarkan diskon hingga 70 persen.

Sembilan pusat pembelanjaan yang ikut meramaikan Batam Great Sale (BGS) 2019 antara lain Mall Botania 2, DC Mall, Nagoya Hill, Kepri Mall, BCS Mall, Mega Mall, Bayfront Mall, Grand Batam Mall, dan Panbil Mall.

“Tidak hanya tenant fashion dan makanan, tapi juga mebel, alat olahraga hingga spa,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam Ardiwinata saat peluncuran kegiatan ini di Grand Batam Mall, Selasa (1/10) sore.

Menurut dia, kegiatan ini akan diadakan secara rutin setiap tahun. Tujuannya untuk menunjang pariwisata Batam dengan menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berbelanja di Batam.

“Batam ini rata-rata sebulan dikunjungi 150 ribu wisman. Dengan kegiatan ini kami harap khusus di Oktober naik 70 persen atau menjadi 250 ribu kunjungan,” terangnya.

Salah satu ritel yang bergabung yakni Hypermart di Mall Botania 2. Supermarket tersebut menawarkan promo berbeda setiap harinya.

Ke depan, Ardi berjanji akan mengemas kegiatan ini semakin baik. Termasuk mengupayakan peningkatan partisipasi pusat pembelanjaan

“Kalau mau bergabung kami persilakan. Kegiatan ini bertujuan agar perputaran ekonomi lebih baik. Tenant ramai, aktivitas jual belinya meningkat, dan dapat menarik wisatawan,” imbuhnya. (iza)

Tata Tertib DPRD Batam Segera Ditetapkan

0

batampos.co.id – Tata tertib (Tatib) DPRD Kota Batam saat ini masih dalam tahap evaluasi di Provinsi Kepri. Namun, dalam tatib tersebut, tidak mengatur frekuensi atau kuantitas kehadiran anggota DPRD Kota Batam baik kehadiran saat sidang paripurna maupun dalam rapat-rapat lainnya dalam satu tahun.

“Kalau itu tidak ada diatur. Karena memang dalam kunjungan kita ke beberapa daerah pun memang tidak ada yang mengatur hal seperti itu,” kata Ketua Pansus Tatib DPRD Batam, Aman, Selasa (1/10/2019).

Aman mengatakan, terkait kehadiran saat paripurna yang diatur adalah masalah jumlah kehadiran secara fisik dan yang menandatangani daftar hadir saat paripurna. Dan ini sudah berlaku sejak beberapa tahun lalu.

d“Misalnya, kalau untuk paripurna bisa dimulai kalau jumlah anggota dewan yang hadir setengah ditambah satu dari jumlah anggota dewan. Atau harus dihadiri 2/3 dari jumlah anggota dewan,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam kunjungan ke sejumlah daerah beberapa waktu lalu, ada beberapa tata tertib yang ditam-bah. Salah satunya adalah harmonisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan DPRD pasca pengesahan APBD.

“Jadi misalnya, kalau pun APBD sudah disahkan, dan untuk penggunaan anggaran di OPD ini harus tetap berkoordinasi dengan DPRD. Ini untuk fungsi kontrol,” katanya.

Selain itu, ada beberapa perubahan lain seperti keanggotaan Pansus dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi. “Jadi, ada beberapa perubahan dan sekarang masih evaluasi di provinsi, mudah-mudahan segera ditetapkan,” katanya.

Seorang anggota DPRD Kota Batam yang enggan namanya disebutkan mengatakan, untuk kehadiran anggota DPRD di kantor DPRD Batam selama ini memang tidak menjadi perhatian serius. Dimana, selain berkantor di DPRD, banyak anggota dewan yang bersosialisasi dengan konstituen di jam kerja.

“Jadi sebagai wakil rakyat bukan hanya di kantor saja. Bahkan harusnya lebih lama bersama warga dan menjaring aspirasi,” ujarnya. (ian)

KPU Batam Terima Dana Hibah Rp 21,9 Miliar 

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam sebagai penyelenggara Pilkada 2020 mendapat dana hibah dari Pemko Batam sebesar Rp 21,9 miliar.

Anggaran hibah untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Batam ini dituangkan dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang ditandatangani Walikota dan Ketua KPU Kota Batam di kantor wali kota Batam, Selasa (1/10/2019).

Anggota KPU Kota Batam, Zaki Setiawan, mengatakan, anggaran hibah untuk Pilkada 2020 ini sudah melalui pembahasan bersama antara KPU Kota Batam dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam.

Besaran hibah mencapai Rp 21.913.865.000 yang bersumber dari APBD 2019 dan 2020. Rinciannya, dari APBD 2019 sebesar Rp333.928.000 dan APBD 2020 sebesar Rp 21.579.937.000.

Ilustrasi surat suara. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

“Pencairan anggaran bertahap. Untuk anggaran 2019 pencairannya maksimal 14 hari setelah penandatanganan NPHD,” kata Zaki.

Sementara itu untuk anggaran 2020 pencairannya akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama minimal 40 persen dicairkan paling lambat 14 hari kerja setelah penetapan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

Kemudian tahap kedua minimal 50 persen dicairkan paling lambat empat bulan sebelum hari pemungutan suara dan tahap ketiga 10 persen dicairkan paling lambat satu bulan sebelum hari pemungutan suara.

Besaran hibah ini menyusut dari usulan KPU Kota Batam kepada Pemko Batam sebelumnya, sekitar Rp27 miliar.

Penyebabnya, adanya pemangkasan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Batam terhadap kebutuhan pendanaan kegiatan pemilihan, baik terkait standar kebutuhan maupun standar satuan harga.

“Kami berharap pemangkasan usulan anggaran Pilkada ini tidak berimbas terhadap potensi menurunnya kualitas dan menghambat penyelenggaraan tahapan Pilkada 2020 di Kota Batam,” tuturnya.

Zaki menjelaskan, Pilkada Serentak 2020 akan digelar pada 23 September 2020. Tahapan pemilihan akan dimulai pada 1 November 2019 dengan sosialisasi pilkada kepada masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 1 Januari sampai 21 Maret 2020.

Sejak tahapan tersebut, KPU Kota Batam sudah membutuhkan anggaran, baik biaya sosialisasi maupun untuk honorarium penyelenggara tingkat PPK dan PPS.

“Sesuai ketentuan, pendanaan kegiatan Pilkada ini dibebankan pada APBD,” ujarnya.(rng)

Eceng Gondok Isna Tembus Pasar Amerika

0

Tanaman eceng gondok yang menjamur di Dam Duriangkang mengusik hati Isna. Setiap kali melintasi Dam Duriangkang, dirinya kerap berbicara sendiri. Apa yang bisa dihasilkannya dari tanaman dengan mana latin eichhornia crassipes itu.

Dhiyanto, Batam

Puluhan kilo eceng gondok menyesaki halaman rumah Isna yang berada di Bukit Ayu Lestari Blok B1 Nomor 8, Sei Beduk, Kota Batam.

Tanaman yang dianggap gulma oleh kebanyakan masyarakat itu justru memiliki nilai jual tinggi setelah “disulapnya” menjadi aneka barang.

Kepada batampos.co.id, Isna menuturkan, sebelum menjadi pengrajin anyaman eceng gondok, ia berkreasi dengan membuat sepatu dari benang wol.

Ia mengatakan terjun menjadi pengrajin eceng gondok sejak 2017 lalu. Dengan modal awal Rp 500 ribu.

Dari kemampuannya itu pula, akhirnya ibu rumah tangga itu mengubah eceng gondok menjadi berbagai barang berguna. Seperti topi, tempat tisu, keranjang, tas, hingga kursi.

Isna mengatakan, untuk menghasilkan barang yang berkualitas, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan terhadap eceng gondok.

Salah satunya adalah tahap pengeringan. Eceng gondok yang baru diambil dijemur dengan durasi empat hingga lima hari. Dengan catatan cuaca benar-benar panas.

Namun jika musim penghujan, waktu pengeringan bisa lebih lama yaitu delapan hingga sembilan jam.

“Setelah dijemur eceng gondok akan berubah warna dari hijau menjadi coklat. Untuk mengambil eceng gondok ini saya dibantu pak Sugeng Kasi di Dekranasda Kota Batam” jelasnya, Senin (30/9/2019).

Isna (kanan) bersama rekannya memperlihatkan hasil kerajinan tangan berbahan dasar eceng gondok. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Setelah itu kata dia, barulah “benang” eceng gondok dapat dirajut sesuai dengan yang dinginkan.

Dengan kepiawaiannya itu, Isna kini dapat membuat sekitar 100 hingga 150 produk setiap bulannya.

“Saya dibantu sama ibu-ibu di sekitar rumah untuk membuat kerajinan tangan dari eceng gondok,” jelasnya.

Kata dia, benda-benda yang dibuatnya dari eceng gondok tidak jauh beda dengan daerah lainnya. Hanya saja eceng gondok hasil karyanya memiliki rajutan yang menjadi ciir khas Kota Batam.

Kata Isna, perawatan benda-benda berbahan dasar eceng gondok sangat mudah. Hal utama yang dilakukan agar benda tersebut awet adalah menyimpan atau meletakkannya di tempat yang kering.

“Kalau kotor cukup di lap saja dengan kain basah,” jelasnya. Isna menjelaskan dengan perawatan seperti itu benda-benda yang terbuat dari eceng gondok bisa bertahan hingga dua tahun lebih.

Keranjang dari olahan eceng gondok yang dimanfaatkan menjadi tempat tidur kucing. Foto: istimewa untuk batampos.co.id

Menurutnya kerajinan yang dibuatnya itu dibanderol dengan harga mulai Rp 25 ribu hingga Rp 15 juta.

Dari usahanya itu, Isna kini dapat mengantongi omset Rp 9 juta hingga Rp 12 juta per bulan.

Menembus Pasar Internasional

Ternyata Isna tidak hanya memasarkan produk-produknya di dalam negeri saja. Tapi juga ke negara tetangga, Singapura dan ke negara adidaya, Amerika Serikat.

Isna menjelaskan untuk memasarkan produknya tersebut, ia dibantu rekannya yang berada di kedua negara itu.

Katanya masyarakat di dua negara itu sangat senang dengan barang-barang yang terbuat dari alam atau yang dikenal dengan sebutan back to nature.

Sugeng (kiri), Isna (tengah) dan Lurah Seibeduk, Heryawan, berfoto bersama saat mengikuti pameran beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 40 komunitas pengrajin eceng gondong di Kota Batam.

Lurah Sei Beduk, Heryawan, mengatakan, sangat bangga dengan hasil karya warganya tersebut.

Selain itu, ia mengapresiasi usaha yang dirintis Isna. Karena selain dapat memperkenalkan Kota Batam dengan produknya, Isna sedikit banyaknya dapat memberikan sedikit lapangan kerja untuk ibu-ibu rumah tangga di sekitar perumahannya.

“Pemerintah akan terus mendukung usaha-usaha dari pelaku UMKM speeri ibu Isna ini,” ujarnya.

Presiden Jokowi akan ke Batam Januari 2020

0
Suasana bongkar muat di Pelabuhan Batuampar, Batam, beberapa waktu lalu. Wapres Jusuf Kalla meminta pelabuhan ini terus dikembangkan agar bisa bersaing dengan Singapura. Foto:. Cecep Mulyana/batampos.co.id

batampos.co.id – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan berkunjung empat bulan kedepan (Januari) ke Batam.

Sebelum kehadiran Jokowi nanti, pelabuhan Batuampar akan ditata dan dibenahi. Dimana, nantinya pelabuhan Batuampar juga akan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Wali Kota Batam, yang juga ex officio Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, HM Rudi, Selasa (1/10/2019) di Batam mengatakan Pelabuhan Batuampar diakui, akan menjadi prioritas pembangunan kedepan.

Sehingga, selesai dibenahi, Presiden menjanjikan untuk datang ke Batam, melihat pembangunan di Batam, pasca disetujui ex officio.

“Perintah Presiden langsung dan Menko kemarin, bahwa pelabuhan laut menjadi prioritas. Beliau menyampaikan, empat bulan kedepan, dan ini harus ada perubahan. Supaya empat bulan kedepan, bapak Presiden dan Menko datang, ini ada perubahan. Ini Batuampar,” beber Rudi.

Diharapkan kerjasama semua pihak untuk membantu mendorong pembangunan pelabuhan Batuampar.

“Dan ini tidak bisa kerja sendiri. Maka dalam waktu dekat, saya akan undang Forkopinda dan saya akan menghadap ke provinsi juga, agar permasalahan ini bisa kita dudukkan segera,” harapnya.

Saat ini, Pelabuhan Batuampar sendiri menjadi salah satu lokasi yang diusulkan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK).

Pelabuhan Batuampar diusulkan mantan Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi sebagai KEK hub logistik internasional.

Selain itu, ada juga KEK medical services di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dan KEK financial district.

Untuk KEK financial district tidak disebutkan secara khusus. Namun bidang usaha didalamnya, ada off shore banking.

“Selain itu ada crypto banking, asuransi, pembiayaan investasi, bursa komoditas, bursa efek berikut turunanya serta lembaga keuangan penunjang hybrid financial,” jelas Edy.

Untuk KEK ini, disiapkan jasa penunjang. Seperti perumahan, pusat kesehatan dan sekolah, lembaga abritrase dan lembaga pemberdayaan hukum. Di KEK financial district ini, dilakukan pengembangan sektor finansial melalui keterbukaan usaha dan tanpa batas teritorial antar negara.

“Biro konsultasi hukum juga disitu disiapkan berikut pelayanan terpadu satu pintu,” jelasnya.

Untuk KEK medical service (kesehatan), disiapkan pelayanan nursing home, oncology centre‎, stroke centre, cardiology center, stem cell, renal center, cosmetic surgery dan home care facilities. Disini disiapkan fasilitas kesehatan standar internasional berbiaya murah. Selain itu, kerjasama dengan organisasi kesehatan internasional, dibidang Litbang.

Disebutkan, KEK kesehatan ‎diusulkan untuk investor yang memberikan pelayanan medis. Khususnya yang spesifik dengan keahlian dan peralatan khusus.

“Investor asing harus bekerjasama dengan kalangan profesi medis lokal, serta institusi medis lokal. Sehingga tercapai kesepakatan yang saling menguntungkan,” harap Edy. ()

Halo Anggota DPR, Harta Anda Dipantau KPK Lho

0

batampos.co.id – Harta kekayaan para anggota DPR 2019-2024 akan terus dipantau oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pemantauan secara berkala akan dilakukan merujuk dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) pertama kali diajukan.

“Nanti kami akan monitor. Setiap tahun mereka harus melaporkan LKHPN per 31 Maret paling lambat,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2019).

Presiden Joko Widodo usai menghadiri pelantikan anggota MPR/DPR/DPD, Jakarta, Selasa (1/10/2019). Foto : Ricardo/jpnn

“Kami akan lihat kenaikan harta kekayaan bapak-ibu semuanya,” ujarnya lagi.

Alex melanjutkan, semua anggota DPR periode 2019-2024 sudah melaporkan harta kekayaannya kepada KPK.

Hal ini disebabkan LKHPN menjadi syarat pelantikan.

“LHKPN ini menjadi neraca awal per 1 Oktober terkait dengan harta kekayaan semuanya anggota dewan DPR, DPD dan DPRD seluruh Indonesia,” kata dia.(tan/jpnn)

 

Kepala BP Batam Jelaskan Pengembangan KEK

0
Sejumlah mekanik sedang melakukan pengecekan pesawat Lion Air di Hanggar Lion Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (4/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, HM Rudi mendapat tugas untuk menyelesaikan kesiapan daerah kawasan ekonomi khusus (KEK).

Dua KEK itu, Bandara Hang Nadim dan di Nongsa, yang disebut di daerah Turi Beach.

Berbeda dengan sebelumnya diusulkan Kepala BP Batam sebelumnya, Edy Putra, di Bandara Hang Nadim, Nongsa Digital Park yang sempat disetujui.

Tugas satu bulan menyelesaikan KEK ini, diungkapkan HM Rudi, Senin (1/10/2019), usai upacara peringatan hari kesaktian pancasila, di Batam Centre.

Menurutnya, penyelesaian KEK di dua lokasi itu, merupakan perintah Presiden dan Menko Perekonomian yang juga Ketua Dewan Kawasan (DK), Batam, Darmin Nasution.

“Ada beberapa titik pembangunan yang harus saya selesaikan. Salah satunya, menyelesaikan Batam menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Mana yang akan duluan? Satu bandara. MRO lagi dibangun, harus diselesaikan, karena proses KEK belum selesai. Saya diberikan waktu satu bulan menyelesaikan,” katanya.

Kemudian, di Nongsa, Rudi menyebut nama kawasan resort, Turi Beach, akan masuk dalam KEK. Saat ditanya Turi jadi KEK apa, Rudi tidak menjelaskan lebih jauh. Namun disampaikan jika sebelumnya, mereka sudah rapat. Namun keputusan akan ditentukan Menko.

“Kemudian Turi Beach Nongsa, akan dijadikan kawasan ekonomi khusus juga dan ini diberikan waktu selama satu bulan,” sambung Rudi.

Pada kesempatan itu, Rudi menyampaikan, tugas-tugasnya akan dijalankan bersama unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopinda).

“Ada tugas yang saya emban bersama Muspida. Bahwa beliau menitipkan Batam kepada kita semua. Agar perubahan demi perubahan kita wujudkan,” ujar Rudi.

baca juga: Dua KEK di Batam

 

Diakui, pihaknya akan membangun Batam menjadi kota yang lebih baik, dengan betul-betul dibangun bersama.

“Kalau ingin membangun ekonomi Batam, banyak kebijakan-kebijakan yang, maaf ya, harus kita selesaikan bersama-sama. Tidak usah ditarik ke belakang, tapi bagaimana ini kedepan bisa ini sempurna,” harapnya.

Kedepan, pihaknya juga akan melakukan perubahan menuju KEK, di rumah sakit.

Alasan KEK di rumah sakit, untuk mempermudah biaya alat kesehatan untuk masuk.

Dimana, sebelumnya rencana itu juga sudah masuk usulan BP Batam ke Dewan Kawasan, sebelumnya.

“Masih banyak, termaksud nanti rumah sakit pun akan dijadikan KEK. Fasilitas alat kesehatan sangat mahal. Kalau dijadikan kawasan ekonomi khusus, maka seluruh barang yang keluar masuk kesitu, akan mendapat prioritas khusus. Tidak bayar PPN dan lain, sehingga kita bisa bersaing dengan negara lain,” terang Rudi.

Pihaknya diakui masih banyak yang harus melakukan pembenahan. Untuk rumah sakit ini, pihaknya ingin mendorong peningkatan daya saing. Kalau alat sudah mampu, bisa beli yang baru, sesuai kecanggihan sekarang.

“Sekarang, maaf, kita kalah dengan negara lain karena alat kita, bukan karena kemampuan dokter kita. Suatu saat kesehatan kita akan menonjol. Artinya banyak sekali PR yang harus kami selesaikan. Seingga dalam waktu dekat akan selesai,” imbuh Rudi.

Sebelumnya, mantan Kepala BP Batam, Edy Putra, sudah mengusulkan tiga lokasi KEK di Batam ke Kemenko Perekonomian.

Tiga daerah yang diusulkan pada tahap pertama ini, kawasan rumah sakit Badan Pengusahaan (RSBP), Bandara Hang Nadim dan Nongsa Digital Park.

Jika tiga kawasan itu sudah disetujui, akan diajukan satu lokasi untuk KEK financial district.

Dengan penetapan KEK di lokasi yang diusulkan nanti, FTZ tetap berlaku. Dimana, KEK akan berada didalam FTZ. Nongsa Digital Park masuk dalam KEK, untuk melayani pertumbuhan ekonomi digital dan start up.

Untuk KEK ‎Hang Nadim sebagai logistics airport, akan membantu hubungan regional perdagangan e-commerce yang cepat dan efisien.  Khusus KEK di RSBP, pihaknya ingin mengembangkan peraturan baru yang memungkinkan Batam, mengembangkan zona ekonomi medis khusus. Dimana, peraturan baru ini dirancang untuk menciptakan model baru yang inovatif dalam pemberian layanan kesehatan khususnya wisata kesehatan.

“Kami melihat bahwa kontrak antara dClinic dan RSBP Batam ini merupakan langkah menuju tercapainya tujuan kami tersebut,” sebut Edy. ()

Alamak, Tas Bolong-bolong Begini Dibanderol Rp 23 Juta

0

batampos.co.id – Tas mungil yang penuh dengan lubang-lubang karya Virgil dijual seharga USD 1.665 atau setara Rp 23 juta.

Tas tersebut dipamerkan pada acara Paris Fashion Week. Dalam runway Paris Fashion Week, Virgil Abloh lewat Off-Whitenya mempertunjukkan tas dengan desain yang unik. Yakni

Hadir dalam tiga warna paling mencolong yakni merah, putih, dan hitam, tas bolong Virgil memunculkan tren baru di dunia mode.

Kalau tas hanya sekadar wadah pembawa barang. Tapi lebih menekankan gaya yang ikonik bagi si pemakainya.

Koleksi ini terinspirasi oleh hujan meteor, karenanya memiliki lubang dramatis. Tas bolong tersebut yang dijuluki sebagai meteor memiliki lubang besar pada bagian pinggir bawah.

Bahkan lubang tersebut bisa dimasukin tangan. Sedangkan lubang yang lebih kecil berada pada bagian atas tas.

Tas bolong karya Virgil Abloh lewat Off-White di Paris Fashion Week. Harper’s Bazaar/jpg

Tapi meski tak memiliki fungsi layaknya tas, karya Virgil tersebut dijual seharga USD 1.665 atau setara Rp 23 juta.

Sebenarnya tak hanya Virgil, tas dengan bentuk unik sebenarnya sudah mulai muncul lewat Jitney.

Awal tahun ini, lewat tas Jitney, Off-White memberikan instruksi ‘Cash Inside’. Tentunya sebuah ajakan untuk orang-orang merampoknya.

Hadirnya tren tas tersebut menggambarkan para desainer berusaha melambangkan kebutuhan orang yang kini sedikit membawa barang.

Tapi bisa saja, tren ini hanya satu kompetisi besar untuk melihat siapa yang bisa membuat konsumen menghabiskan uang paling banyak pada tas yang sebenarnya tidak memiliki tujuan.(jpg)

Alder Kalender Zagoto Terpilih Menjadi Ketua DPD Fornisel Kepri

0

batampos.co.id – Proses pesta demokrasi pemilihan Dewan Pengurus Daerah Forum Nias Selatan (Fornisel) Provinsi Kepri berlangsung alot.

Ruang forum Musyawarah Daerah tersebut padat. Para pendukung masing-masing calon nampak antusias mengikuti penghitungan surat suara.

Calonnya dua orang. Alder Kalender Zagoto dan Thomas Yeferson Lature, paslon dari nomor 2. Total keseluruhan 72 surat suara.

Nah, usai penghitungan suara, forum sempat tegang. Total perolehan suara masing-masing calon ternyata sama.

Alder Kalender Zagoto memperoleh 36 suara dan Thomas Yeferson Lature juga 36 suara.

Salah satu peserta sidang sempat meminta untuk penghitungan ulang, mengingat sudah banyak peserta yang pulang dan sedikit menyita waktu.

Utusan Sarumaha (tiga dari kanan) pada saat pemilihan Dewan Pengurus Daerah Forum Nias Selatan (Fornisel) Provinsi Kepri. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

Namun, panitia pelaksana menyarankan agar dilaksanakan pemilihan ulang.

“Karena perolehan suara sama, pemilihan kita ulang,” ujar pendeta Losanila Wau yang memimpin sidang saat itu.

“Tak ada yang menang dan kalah. Jangan berkecil hati. Tapi yang membuat terpilih salah satu nanti adalah yang pulang. Oleh karena itu jangan berubah suaranya, sesuai hati nurani,” timpal pendeta Mudahari Zai.

Setelah dihitung ulang, total suara sah 60. Hasilnya suara untuk Alder lebih banyak dibandingkan Thomas.

Alder mendapatkan 32 suara, sementara Alder 28 suara.

Ketua DPD Forum Nias Selatan Kepri terpilih, Alder Kalender Zagoto, meminta kepada warga Nias Selatan untuk selalu kompak.

“Mari bersama-sama, bersatu untuk membesarkan organisasi ini,” katanya.

Untuk program kerja, Alder mengaku akan berkoordinasi dengan pengurusnya. Anggota Komisi I DPRD Batam, Utusan Sarumaha mengapresiasi pemilihan yang berjalan secara demokratis tersebut.

“Kita tidak ingin, masyarakat Nias di Kepri terkotak-kotakan dan pesta demokrasi ini sungguh luar biasa,” kata Utusan.

Sejauh ini, masyarakat Nias di Kepri ada sekitar 4 sampai 5 ribuan dan tersebar di 12 kecamatan.

Utusan berharap, koordinasi masyarakat Nias di Kepri dapat berkontribusi kepada pemerintah untuk membangun Batam, Kepri lebih baik ke depan.(rng)

Batam ke Singkep Terbang saja dengan Wings Air

0

batampos.co.id – Lion Air Grup melalui Maskapai Wings Air menjalani penerbangan perdana dari Batam menuju Singkep, Lingga, Selasa (1/10/2019). Di penerbangan pertama ini animo masyarakat cukup tinggi. Terhitung sebanyak 58 orang memadati pesawat memiliki kapasitas yang dapat menampung 72 orang tersebut.

Harga tiket Batam ke Singkep, Lingga cukup terjangkau. Dengan penerbangan kurang lebih ditempuh selama 40menit, Wings Air menjual tiket dengan kisaran harga Rp 400ribuan.

“Rp 488,500 rute Batam-Dabo dan Rp 448,500 rute Dabo-Batam,” kata Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, Selasa (1/10).

Rute ini dijalani Wings Air setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Dengan adanya rute ini, Lion Air berharap dapat meningkatkan konektivitas antar daerah di Kepri.

Kini, Wings Air telah menjalani 3 rute ke beberapa daerah di Kepri. Selain rute Batam ke Dabo, Wings juga memiliki rute Batam ke Natuna dan Batam ke Anambas.

Rute perdana Batam ke Dabo, dilayani oleh pesawat turboprop tipe ATR 72-500/ 72-600. Armada ini mempunyai kemampuan angkut 72 kursi, semuanya kelas ekonomi. Pesawat yang diproduksi asal Perancis sudah dibekali interior kabin terbaik dikelasnya,sehingga membuat perjalanan lebih nyaman.

Pengalaman perjalanan semakin berkesan, serasa menikmati jet pribadi. Karena konfigurasi kursi 2-2, dapat bersantai ketika di kabin, bisa bekerja lebih leluasa atau hanya sekadar menikmati pemandangan memukau dari ketinggian.

Dalam penerbangan perdana ini juga diikuti oleh Plt Gubernur Kepri Isdianto, Sekretaris Pemerintah Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Direktur Badan Usaha Bandar Udara Batam Suwarso, Manager Safety BUBU Hang Nadim Bambang Supriono. (ska)