Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11054

Ckckcck…….Baru 2 Minggu Keluar Penjara, Curi Motor Lagi

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja membekuk seorang pelaku pencurian sepeda motor, ASS yang beraksi di kawasan Tanjung Teritip, Tanjunguma.

Pemuda berusia 24 tahun itu diamankan di kawasan Windsor Phase, Lubukbaja, Sabtu (7/9/2019) lalu.

Dari tangan tersangka, diamankan barang bukti satu unit sepeda motor jenis Yamaha Mio bersama kunci later T yang diigunakannya dalam beraksi.

Kapolsek Lubukbaja, Kompol Yunita Stevani, mengatakan, awal mula penangkapan terhadap Aditia bermula dari diterimanya laporan dari korban, Kamis (5/9/2019).

Dimana, pada saat kejadian itu, korban memarkirkan sepeda motornya di depan rumah. Dan beberapa jam kemudian, saat hendak keluar korban sudah tidak melihat kendaraannya.

“Pelaku datang ke Tanjung Tritip dengan menggunakan sepeda motor,” kata dia.

“Karena melihat sepeda motor itu, kemudian dia memarkirkan sepeda motornya tidak jauh dari lokasi kejadian,” jelasnya lagi.

Setelah berhasil menghidupkan sepeda motor korban dengan menggunakan kunci later T, pelaku membawa kabur sepeda motor tersebut ke kos-kosannya di Windsor Phase.

Tidak lama kemudian ASS kembali ke lokasi kejadian untuk menjemput sepeda motor yang ditinggalkannya di lokasi kejadian.

ilustrasi

“Korban yang kehilangan kemudian membuat laporan dan kami lakukan penyelidikan,” paparnya.

Dari penyelidikan itu, didapatkan informasi, tersangka ada di Widsor Phase. Kemudian kita lakukan pengejaran,” tuturnya.

Saat hendak ditangkap, residivis yang baru keluar selama 14 hari ini melakukan perlawanan.

Polisi kemudian melepaskan tiga kali tembakan peringatan ke udara namun tidak diindahkan pelaku hingga terpaksa dilakukan penindakan tegas ke bagian betis kanannya. Pelaku pun tersungkur dan kemudian diamankan ke Polsek Lubukbaja.

“Saat ini, kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Apakah ada lokasi lainnya dengan melakukan koordinasi dengan seluruh polsek jajaran Polresta Barelang,” jelasnya.

Rencananya motor tersebut akan dijual. Harga motor curian yang dijual berpariatif Rp 2-4 juta,” bebernya.

Yunita menambahkan, atas perbuatannya, Aditia dijerat dengan Pasal 361 ayat 1 KUHP, dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun.(gie)

Penampakan Mural 3 Dimensi di Pasar Dengan Harga Termurah di Kota Batam

0

batampos.co.id – Guna menghilangkan kesan kumuh dan kotor, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam membuat beberapa mural yang nantinya bisa dijadikan spot foto oleh pengunjung.

Pantauan Batam Pos, di pasar TPID terdapat mural tiga dimensi di lantai dan motif Batik Batam pada tiang pasar.

“Kami lakukan ini supaya tidak ada lagi kesan pasar itu kumuh, basah dan kotor. Pasar akan jadi tempat menyenangkan dan orang nyaman ke pasar,” kata Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, Minggu (15/9/2019).

Pramono, pelukis, sedang membuat gambar tiga dimensi (3D) di kawasan Pasar TPID yang me-nempati lokasi Pasar Grand Niaga Mas, Batam Center, Jumat (13/9/2019). Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Pasar ini kelak akan diresmikan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, direncanakan pada 21 September 2019 mendatang.

Selain pejabat dari Kemendag yakni Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Tjahya Widayanti, dijadwalkan hadir Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB), Diah Natalisa.(iza)

Pasar Termurah di Batam Menjadi Rujukan Harga di Pasar Lain

0

batampso.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidag) Kota Batam terus mematangkan persiapan pasar TPID, termasuk sistem yang akan dijalankan pasca pasar ini diresmikan, 21 September 2019 mendatang.

“Pasar ini akan jadi rujukan harga, dengan demikian harga akan mudah dikontrol,” ucap Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, Minggu (15/9/2019).

Maka dari itu, lanjut dia, pasar ini dilengkapi dengan videotron penampil harga. Daftar harga akan tertera dan bisa dikontrol jarak jauh dari kantor Disperindag.

Kehadiran pasar TPID tentu akan mempengaruhi kontrol harga dari pasar lain.

“Kalau sudah ada contoh begini, pasar lain akan ikuti, barometernya pasar ini. Tujuan begitu,” imbuhnya.

Plang kios di dalam Pasar TPID yang berada di Pasar Niaga Mas, Batam Center sudah terpasang, Rabu (11/9/2019). Pasar tersebut akan diresmikan pada 21 September 2019 mendatang oleh wali kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ia menyampaikan, pasar-pasar lain tidak lagi sembarang menaikkan harga. Bahkan, ia menyebutkan antara pasar A dan B terdapat perbedaan harga.

Ke depan, pasar lain pihaknya akan menerapkan pemasangan penampil harga.

“Kami sering survei harga, rutin. Pasar A harga cabe Rp 90 ribu perkilogram, pasar B beda lagi,” jelasnya.

“Tidak ada kecocokan. Harganya harus sama sebenarnya, ini yang kami perjuangkan,” paparnya lagi.

Ia mengatakan, dengan terbentuknya asosiasi distributor juga membantu upaya Disperindag mengontrol harga.

“Tidak gampang memang melakukan ini semua, tapi akan terwujud kalau ada usaha. Ini terkait kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, berbagai persiapan jelang peresmian 21 September mendatang. Walau diresmikan pada tanggal tersebut, aktivitas pasar direncanakan sudah mulai tanggal 18 September.(iza)

Lukita : Saya Siap Bertarung Habis-habisan untuk Merebut Batam 1

0

batampos.co.id – Mantan Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Batam pada 2020 mendatang.

Lukita datang ke Kantor DPC PDIP Kota Batam didampingi rekannya untuk mengambil formulir pendaftaran bakal calon wali kota Batam, Minggu (15/9/2019) sore.

Lukita disambut oleh ketua tim penjaringan DPC PDIP, Zulhan, Sekretaris DPC PDIP, Ernawati, Bendahara DPC PDIP, Putra Yustisi Respati serta ketua Bappilu DPC PDIP, Nasir Pelawi.

Kepada Batam Pos, Lukita menegaskan keseriusannya dan ingin total maju sebagai calon Wali Kota Batam melalui kendaraan politik PDIP.

“Saya merupakan salah satu anggota DPP PDIP, saya ingin maju Batam 1 dari dasar, dari bawah, dengan merangkul seluruh anak ranting PDIP yang ada di Batam,” katanya.

Lukita mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan hampir seluruh partai politik. Kecuali dengan partai petahana, Nasdem.

“Saya maju dengan bekal pengalaman saya memimpin BP Batam, saya sudah mengenal Batam dan masyarakatnya,” ujar Lukita.

Lukita mengatakan, parpol yang sudah diajaknya berkomunikasi ialah Golkar, Gerindra, PKB, PSI, Perindo dan Hanura.

“Kami ingin membangun kesepahaman bahwa semua pihak ingin melihat Batam menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Batam kata Lukita, memiliki potensi yang sangat besar. Karena itu kata dia, semangat adalah hal terpenting untuk mewujudkan Batam lebih baik lagi untuk semua kalangan masyarakat dari berbagai lapisan.

Lukita menegaskan, keberadaan dua lembaga pemerintah di Batam yakni BP Batam dan Pemko Batam, harus bisa menjadi kekuatan untuk memajukan Batam, bukan sebaliknya.

Lukita (tengah) kemeja putih) berfoto bersama dengan pengurus DPC PDI Perjuangan setelah mengambil formulir pendaftaran untuk mengikuti Pilwako 2020 dengan disuung oleh PDIP. Foto: Galih/batampos.co.id

“Kuncinya harus dibangun satu kebersamaan, kesepahaman, itu yang akan saya lakukan nanti apabila dipercaya masyarakat Batam maju sebagai Wali Kota Batam periode 2020-2024 mendatang,” ujarnya.

Batam lanjutnya, memiliki potensi yang sangat besar dan tidak
dimiliki daerah lainnya di Indonesia.

Batam kata dia lagi, memiliki anggaran yang cukup besar di dua lembaga pemerintah.

“Istilahnya dengan adanya dua mesin dalam satu kapal, seharusnya hal itu menjadi kekuatan untuk mempercepat pembangunan dan kemajuan Kota Batam,” jelasnya.

“Bukan malah sebaliknya jadi penghambat dunia investasi karena masih sibuk dengan gontok-gontokan memperebutkan siapa yang paling berhak mengelola dan membangun Batam,” tegasnya.

Mensinergikan antara BP dengan Pemko Batam menjadi cita-cita Lukita apabila dipercaya menjadi orang nomor satu di Kota Batam.

Bekal itu akan dibawa Lukita ke pemerintah pusat untuk membuat sistem hubungan kerja kedua lembaga pemerintah tersebut bisa berjalan berdasarkan sistem yang jelas.

“Jadi siapapun yang akan memimpin baik di BP Batam maupun Pemko Batam, isu dualisme bisa dihindari dengan sinergitas kerja,” jelasnya.

“Artinya harus ada satu aturan yang memperjelas hubungan kerja di antara kedua lembaga yang sama-sama merupakan lembaga
pemerintah yang diakui oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Lukita berjanji, setelah SK DPP PDIP keluar dan dinyataka Lukita calon yang akan diusung sebagai calon Wali Kota Batam 2020, ia siap dan akan langsung blusukan ke seluruh lapisan masyarakat di Batam.

“Kalau ditanya apakah saya serius, apakah saya siap maju melalui PDIP untuk Batam 1 tahun depan, saya tegaskan saya sudah siap,” katanya.

“Dan total akan habis-habisan bertarung untuk memperebutkan dan memenangkan sebagai Wali Kota Batam periode 2020-2024,” tegasnya lagi.

Lukita juga mengatakan sudah siap lahir batin dan tidak akan mundur untuk bertarung di Pilwako Batam 2020 mendatang.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Batam, Ernawati menyatakan, keseriusan Lukita maju Pilwako Batam 2020 mendatang tidak diragukan lagi.

Hal itu kata dia, dibuktikannya dengan pengambilan formulir dan langsung dikembalikan beserta berkas persyaratan pendukung lainnya.

Erna mengakui, secara lisan sudah banyak parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan PDIP untuk Pilwako 2020-2024 mendatang.

Seperti Golkar, Gerindra, Demokrat, Perindo, PSI dan Hanura.

“Kami menyambut baik niatan parpol lain yang mengajak berkoalisi dengan kami PDIP. Kami tetap menunggu itu,” ujarnya,

DPC PDIP Kota Batam sendiri resmi membuka pendaftaran bakal cawako/cawawako Batam untuk pilwako Batam tahun 2020 mendatang pada hari Kamis (12/9/2019) lalu.

Nantinya tim penjaringan akan melakukan verifikasi bakal calon yang mendaftar dan menyerahkan kembali berkas pencalonan kandidat ke DPD PDIP Kepri untuk diteruskan ke DPP.

Selanjutnya DPP PDIP akan mengumumkan bakal calon yang akan diusung PDIP Batam dalam Pilwako Batam tahun depan.

Seleksinya bakal calon wali kota Batam tidak dilakukan di DPC PDIP, melalinkan oleh DPP.

Tim penjaringan DPC PDIP Kota Batam diminta minimal mengajukan dua pasang bakal cawako dan dua pasang bakal cawawako Batam.

Pendaftaran terakhir dilakukan pada 20 September
mendatang mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB tiap harinya.(gas)

Diambang Krisis Air?

0

Banyak orang bisa hidup tanpa cinta, tapi tidak ada satu orangpun yang bisa hidup tanpa air. (Anonim)

Air Bersih Semakin Langka. Potensi Gagal Panen Miliaran Rupiah. Daerah Jawa Dilanda Kekeringan. Upaya Cegah Gagal Panen – Air Waduk Menyusut. Kekeringan Landa Tujuh Provinsi, Paling Parah di NTT. Derita Akibat Kekeringan: Warga Membeli Hingga Pakai Air Kali.

Rangkaian judul-judul berita seperti itu marak ditampilkan sejumlah media massa. Hampir dua bulan terakhir ini.
Kompas bahkan menampilkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam sebuah infografis.

Informasi itu menyebutkan, bencana kekeringan melanda 2.620 desa di 758 Kecamatan, di 101 Kabupaten/Kota.

Ada wilayah yang sudah 100 hari tidak mengalami hujan. Di NTT ada satu wilayah yang sudah 157 hari tidak mengalami hujan.

Lebih jauh, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 97 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Kemarau panjang ini diperkirakan berakhir perlahan mulai Oktober sampai Desember.

Beberapa wilayah sudah berstatus tanggap darurat. Artinya, ancaman bencana yang terjadi sudah mengganggu kehidupan masyarakat. Ini terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, D.I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Lebih parah lagi, sudah ada yang ditetapkan berstatus siaga darurat. Ancaman bencana kekeringan sudah mengarah kepada bencana. Beberapa daerah yang sudah siaga darurat antara lain Kabupaten Brebes, Purworejo, Blora, dan Lumajang.

Saya gak kebayang, kenapa hal ini bisa terjadi. Ke mana air yang selama ini berlimpah? Bukankah ketika musim hujan tiba, sumber air berlimpah? Bahkan banjir di mana-mana. Tapi saat kemarau tiba, sumber air yang tadinya melimpah, mendadak kering.

Masalahnya di mana?

Masalahnya adalah manajemen tata kelola air di Indonesia – termasuk Batam, belum dijalankan dengan baik. Ketika hujan berlimpah-limpah, kita banjir. Air terbuang ke mana-mana. Menggenangi, menenggelamkan, dan menjadi musibah. Ketika musim kemarau, air hilang. Kekeringan. Musibah juga.

Artinya kita gagal menjaga ketersediaan air di musim kemarau. Padahal tadinya di musim penghujan melimpah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah. Apalagi jika terjadi Elnino akibat hujan tak turun dalam jangka waktu yang panjang.

Kondisi Batam lebih menyedihkan. Daerah ini tak seberuntung Jawa atau daerah lain, yang punya sumber air melimpah. Batam tak punya sumber air yang cukup. Tak ada sungai, atau mata air, atau air tanah yang secara ekonomis bisa menunjang kebutuhan hidup bagi masyarakat banyak.

Satu-satunya yang menjadi tulang punggung hanyalah curah hujan yang ditampung di 5 Dam. Itupun 70 persen sumber air ditampung di Dam Duriangkang yang dulunya air laut.

Jadi bisa Anda bayangkan, betapa butuhnya daerah ini dengan air hujan. Karena cuma itu harapan satu-satunya.

Beruntungnya, air bersih di Batam dikelola dengan manajemen operasi yang efisien. Air baku yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan. Dan pendistribusian dikontrol sedemikian rupa menggunakan perangkat Informasi Teknologi.

Kebocoran ATB ada di angka 16,7 persen setahun. Paling rendah di Indonesia. Dengan efisiensi itu, Batam masih mendapatkan layanan air yang baik, meskipun di kota lain sudah mengalami kekeringan dan kesulitan air.

Seandainya tingkat kebocoran Batam berada di atas 20 persen – seperti kebanyakan PDAM di kota lain, mungkin air di Batam sudah habis sejak dulu.

Tapi, sampai berapa lama ini bertahan?

Saya kasih bocoran. Sebenarnya ketersediaan air yang ada di Batam sudah mencapai titik yang relatif kritis. Cadangan air baku di Batam saat ini adalah 3.850 liter/detik. Sekitar 3.500 liter/detik sudah dikelola. Artinya cadangan air di Batam hanya tersisa 10 persen.

Sudah hampir 25 tahun – dari tahun 1995, tidak ada tambahan cadangan air baku yang bisa menjamin Batam bisa bertahan hingga 50 tahun lagi.

Anda tahu berapa perkiraan tambahan kebutuhan air Batam dalam 50 tahun mendatang? Setidaknya 5.000 liter/detik.

Kondisi ini diperburuk lagi dengan kualitas Daerah Tangkapan Air (DTA) yang turun. Terjadi alih fungsi lahan yang masif di DTA kita. Anda harus sadar, ketika DTA rusak, tinggal tunggu waktu saja sampai Batam menghadapi musibah besar.

Baru-baru ini kami menggandeng pemerintah untuk mengajak masyarakat Batam melihat hutan di DTA Sei Harapan melalui kegiatan tanam pohon di Festival Hijau 2019. Mungkin Anda salah satu yang ikut kegiatan tersebut. Banyak yang kaget melihat hutan di sana.

Kenapa?

Pemandangan yang disajikan sudah jauh dari harapan kita bersama. Warna hijau yang sejatinya menghiasi bukit-bukit sudah jarang terlihat. Pohon-pohon sudah jarang. Beberapa titik sudah gundul.

Pemandangan di beberapa area juga cukup menggelisahkan. Ada pohon-pohon yang sudah gosong. Entah sengaja dibakar, atau terbakar alami. Apapun alasannya, kondisi DTA Sei Harapan sudah tak asri lagi. Tak lagi bisa diandalkan untuk mendukung tangkapan air.

Batam juga punya Duriangkang. Dam Estuari yang dibangun dengan membendung laut. Inilah harapan terbesar di Batam saat ini. Sekitar 70 persen kebutuhan air di Batam dipasok melalui dam tersebut. Tapi apakah kondisinya lebih baik dibanding Sei Harapan?

Mari saya ajak imajinasi Anda menjelajah Duriangkang. Jika Anda masuk ke dalam hutan Duriangkang melalui pos penjagaan di depan perumahan Legenda Malaka, maka Anda akan langsung menjumpai perkebunan rakyat.

Pohon-pohon yang seharusnya berjajar rapat sudah diganti dengan barisan tanaman singkong, jagung, serai, pepaya, dan tanaman bernilai ekonomis lainnya. Terik matahari sudah terasa hingga ke tanah, karena dedaunan rindang sudah tak ada lagi.
Ini membuktikan, kesadaran terhadap ketersediaan air masih sangat-sangat rendah. Tak cuma kesadaran masyarakat umum. Juga pemerintah. Komitmen menjaga air di masa depan masih sangat kecil.

DTA rusak karena tidak dijaga. berubah menjadi daerah hunian, perkebunan, tambang ilegal, dan aktifitas ilegal lainnya. Ini sudah jadi rahasia umum. Semua pihak tahu. Tapi dibiarkan.

Mereka cenderung meremehkan dan menunggu hingga musibah terjadi, baru bereaksi. Kejadian ini terus berulang, tapi tak pernah ada progres untuk memperbaiki.

Siapa yang harus bertanggungjawab?

Sudah jelas-jelas Batam tak punya sumber air yang memadai, kecuali air hujan. Seharusnya ada kebijakan yang pro terhdap upaya konservasi air baku. Saya memperkirakan, setidaknya ada 5 kebijakan strategis yang harusnya dijalankan.

Pertama, tetap menjaga DTA sebagaimana fungsinya. Artinya, jangan ada alih fungsi lahan yang bisa merusak tata kelola air.

Dua, menjaga setiap buangan air yang masuk ke dalam wilayah Dam. Buangan-buangan itu harus sudah di-treatment. Ini penting guna menghindari penurunan kualitas dan proses pendangkalan di Dam.

Ketiga, membatasi industri yang menggunakan banyak air. Seperti pengolahan limbah plastik, daur ulang kertas, dan lain sebagainya. Industri-industri seperti itu tidak cocok dengan kondisi keterbatasan air yang ada di Batam.

Keempat, jangan membiarkan air hujan dengan segera melimpah ke laut. Harus ada sistem yang dibangun agar air hujan tidak terbuang sia-sia. Misalnya membangun embung-embung untuk menampung air. Sehingga air hujan berhenti sebelum sampai ke laut.

Kelima, menghemat air dengan menggunakan metode Reduce, Reuse, dan Recyle, atau yang lebih dikenal dengan 3R. Ini adalah salah satu cara yang bisa dijalankan agar Batam bisa bertahan seperti negara tetangga, Singapura. Singapura juga tak punya sumber air yang cukup, tapi mampu menopang kebutuhan air bagi warganya.

Jika Batam tak cepat mengambil langkah, bukan tak mungkin air akan semakin langka dan semakin mahal. Saya jadi ingat film Mad Max. Air jadi barang langka yang diperebutkan. Sama langkanya dengan sumber energi seperti minyak. Apakah kisah Mad Max akan jadi kenyataan di Batam, bahkan Indonesia?

Kita harus waspada. Butuh komitmen, konsistensi dan tanggungjawab buat masa depan air kita. Karena keberlanjutan akses terhadap air tidak terjadi dengan sendirinya. Sangat tergantung dari kesadaran kita untuk menjaga sumber air yang ada dan memanfaatkannya secara bijak.

ATB sudah memberikan kontribusi melalui banyak hal. Mulai dari program CSR – seperti penanaman pohon dan edukasi, juga dengan menjadikan dirinya sebagai perusahaan air bersih paling efisien di Indonesia.

Kami akan terus berkomitmen untuk terlibat aktif dalam upaya konservasi air. Komitmen ini akan kami wujudkan dalam program nyata.

Lalu bagaimana komitmen kita bersama? Mengapa alih fungsi lahan dan kerusakan di DTA masih terus berjalan? Akan jadi apa Batam 50 tahun lagi kalau ini tetap dibiarkan?

Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)

 

Ir Benny Andrianto, MM
Presiden Direktur PT ATB

Gebyar Muharram di BSI Residance, Iman: Senang Bisa Bersilahturahmi

0

batampos.co.id – Wakil Ketua DPRD Kota Batam, Iman Sutiawan, menghadiri acara Gebyar Muharram 1441 Hijriyah di Masjid Jabal Nur, Perum BSI Residance, Batam Center, Minggu (15/9/2019).

Iman mengatakan, sebagai wakil Ketua DPRD Kota Batam, dirinya sangat senang dapat bersilahturahmi dengan warga Perum BSI Residance.

“Saya berterima  kasih bisa hadir silaturahmi dengan ibu-ibu,” kata Iman Sutiawan di sela sela sambutannya.

Ketua DPC Partai Gerindra itu menyebutkan, Gebyar Muharram menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi serta mensyiarkan Islam.

Wakil Ketua DPRD Batam, Iman Setiawan (pegang mik) saat menghadiri Gebyar Muharam di BSI Residance. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id

“Saya salut dengan ibu-ibu yang masih sempat ikut lomba dan saya lihat, semuanya semangat dan antusias,” ujar kandidat calon wali kota Batam itu.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Annur, Siti Mursilah, sangat berterima kasih atas kehadiran politisi Partai Gerindra tersebut.

Pihaknya berharap agar kegiatan majelis taklim selalu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“InsyaAllah kami semakin semangat untuk melakukan kegiatan,” ujarnya.

“Hari ini, kita melakukan berbagai perlombaan yang pesertanya dari Ibu-ibu,” kata dia lagi.

Pengurus Masjid Jabal Nur BSI Residance, Mas’ud, menambahkan, pihaknya selalu menggelar berbagai acara keagamaan di lingkungan perumahan mereka.

“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kesekian kalinya kita lakukan dan ibu-ibu selalu semangat melaksanakan acara” ujar Mas’ud.

Kegiatan Gebyar Muharram itu diikuti puluhan ibu-ibu yang berkompetisi pada lomba shalawat, pidato, cerdas cermat dan lainnya.

Acara tersebut juga dihadiri Ketua RW Perum BSI Residance, Pian Ansori, tokoh agama dan masyarakat setempat.(iwa)

Provinsi Kepri, “Bali Baru” yang Kurang Dipelototi

0

Pemerintah saat ini terus mengejot pariwisata sebagai sektor ekonomi nasional. Selama ini masyarakat Indonesia bahkan dunia mengenal Bali sebagai destinasi wisata unggulan di negeri ini.

Padahal banyak daerah lainnya yang memiliki potensi wisata yang dapat menarik minat wisatawan mancanegara (Wisman) bertandang ke Indonesia.

Karena itu pula pemerintah merancang lima Bali Baru untuk mendongrak kunjungan Wisman.

Bahkan anggaran yang digelontorkan untuk lima Bali Baru tersebut sangat fantastis mencapai Rp 9,3 triliun.

Kelimanya ialah Danau Toba; Sumatera Utara, Mandalika; Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo; Nusa Tengga Timur, Borobudur; Jawa Tengah dan Likupang; Sulawesi Utara.

Sayangnya Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terlupakan.  Padahal Provinsi Kepri memiliki letak yang sangat strategis untuk menarik wisman ke Indonesia.

Provinsi Kepri yang 98 persennya ialah lautan, berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga. Paling dekat ialah Singapura dan Malaysia.

Dua negara tersebut bisa disambangi dari Provinsi Kepri khususnya melalui Kota Batam hanya dengan waktu paling lama 1 jam untuk ke Singapura dan 2,5 jam ke Malaysia dengan menggunakan transportasi laut.

Sangat dekat bukan. Tidak hanya itu, biaya yang dikeluarkan juga tidak besar, kisarannya sekitar Rp 350 ribuan atau sekitar SDG 34 jika diubah dalam mata uang dolar singapura dan 90 RM (Ringgit Malaysia) jika diubah dalam mata uang Malaysia.

Dari beberapa website angen kapal ferry, harga tersebut bukan untuk sekali perjalan tapi two way alias pulang pergi melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre.

Sangat murah bukan. Maka tidak heran jika pada peak season dan hari libur ke negaraan, ribuan warga Malaysia dan Singapura, bertandang ke Kota Batam.

Tidak hanya itu, Provinsi Kepri, memiliki banyak destinasi unggulan.

Khusus di Kota Batam, para wisatawan dipastikan tidak akan melewatkan kesempatan untuk berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam.

Wisatawan asal Singapura berfoto bersama dengan latar belakang landmark Welcome To Batam. Foto: Dalil Harahap/ batampos.co.id

Bahkan saat akan masuk ke Pelabuhan Internasional Batam Centre, para penumpang kapal ferry yang melalui Pelabuhan Internasional Batam Centre dari Malaysia dan Singapura sudah disambut dengan tulisan Welcome To Batam.

Karena apa, karena tulisan Welcome To Batam yang di tempatkan di puncak Bukit Clara dan bisa dilihat dari jarak sekitar dua kilometer.

Para wisatawan lokal dan mancanegara juga tidak akan melewatkan hal yang sama di Jembatann Barelang.

Terutama jembatan Tengku Fisabilillah atau yang biasa disebut warga Kota Batam sebagai jembatan 1.

Ratusan wisatawan bisa mengabadikan momen saat dirinya berada di sekitar jembatan 1. Posisi yang paling tepat untuk mengambil gambar bahkan sudah disediakan Pemko Batam.

Yaitu di datarang Dendang Melayu. Dari area tersebut akan tampak dengan jelas bangunan jembatan yang dirancang dan bangun oleh Presiden Ketiga Indonesia, BJ Habibie.

Tidak hanya di Kota Batam, kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri juga memiliki keindahan alam yang luar biasa. Kabupaten Bintan, salah satunya.

Di sana para wisatawan dapat menikmati indahnya Gurun Pasir Busung. Meski dulunya merupakan lokasi penambangan bauksit, Gurun Pasir Busung itu kini menjadi tempat berswafoto para wisatawan lokal dan mancanegara.

Gurun pasir Busung dapat memanjakan mata para wisatawan, karena tidak kalah indah dengan gurun pasir yang ada di Timur Tengah.

Kementerian Pariwisata bahkan menjadikan Bintan sebagai salah satu tempat untuk ajang pariwisata olahraga yaitu Tour de Bintan.

Setiap tahunnya peserta event ini sangat membludak dan berasal dari berbagai negara di Asia dan beberapa negara Eropa.

Kenapa membludak? Karena rute yang dilintasi para peserta menyajikan pemandangan alam yang sangat indah.

Sehingga peserta yang mengikuti kompetisi tersebut, dapat menghibur diri di sepanjang rute hingga ke garis finish.

Sementara di Kota Tanjungpinang, Ibukota Provinsi Kepri, terdapat Vihara Ksitigarbha Bodhisttva. Vihara ini lebih dikenal dengan sebutan vihara patung 1.000 wajah.

Kenapa disebut patung 1.000 wajah, karena di tempat itu terdapat patung-patung yang memiliki berbagai ekspresi. Di Tanjungpinang juga terdapat destinasi wisata religi yang berada di Pulau Penyengat.

Namanya ialah Masjid Raya Sultan Riau. Masjid ini sangat unik. Karena salah satu bahan bangunannya adalah putih telur.

Bahkan masjid yang didominasi warna kuning itu sudah masuk dalam daftar cagar budaya oleh pemerintah Republik Indonesia.

Sejumlah warga mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat di Pulau Penyengat. Foto: Yusnadi/batampos.co.id

Beranjak ke Kabupaten Lingga. Di sana para wisatawan dapat menikmati beragam objek wisata bahari serta budaya.

Bagi yang suka panjat gunug, Gunung Daik pasti akan menjadi daya tarik tersendiri.

Kabupaten Karimun. Hampir sama dengan Kabupaten Lingga, Kabupaten Karimun juga memiliki keindahan pantai dan memiliki gunung yang diberinama Gunung Jantan.

Kabupaten Anambas. Di sini para wisatawan juga akan dimanjakan dengan kekayaan alam bahari dari Provinsi Kepri. Bahkan salah satu pulaunya yang diberinama Pulau Bawah, menjadi objek wisata unggulan dan sudah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.

Transportasi yang digunakan untuk menuju Pulau Bawah biasanya dilakukan dengan menggunakan pesawat amphibi. Yaitu pesawat yang bias mendarat di air.

Sementara di Kabupaten Natuna juga memiliki segudang keindahan alam dan yang paling popular adalah Batu Alif atau Alif Stone.

Objek wisata ini merupakan taman berbatu yang berada di tepi pantai Desa Sepempeng.

Batu Alif merupakan objek wisata perpaduan antara pasir putih, air laut dan batuan granit.

Nomor Dua Terbanyak Dikunjungi Wisatawan Mancanegara

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri merilis ada 1.137.976 wisman yang berkunjung ke berbagai daerah di Provinsi Kepri sepanjangn Januari-Juni 2019.

Angka itu melebihi jumlah kunjungan wisman ke Ibukota, Jakarta.

Terbaru BPS Provinsi Kepri merilis pada Juli 2019, wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri mencapai 217.957 kunjungan.

Jumlah itu mengalami penurunan 18,46 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya, dimana jumlah wisman pada Juni 2019 sebanyak 267.307 kunjungan.

Namun jika dibandingkan dengan Juli 2018, kunjungan wisman Juli 2019 justru mengalami kenaikan, yaitu sebesar 2,08 persen.

Wisman yang berkunjung ke Provinsi Kepri pada rentang waktu Januari hingga Juli 2019, didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura.

Dengan persentase sebesar 46,35 persen dari total jumlah wisman pada Januari-Juli 2019.

BPS Provinsi Kepri menyebutkan penurunan jumlah kunjungan wisman selama Juli 2019 disebabkan oleh turunnya jumlah kunjungan wisman dari empat pintu masuk utama di Provinsi Kepulauan Riau.

Yaitu Kota Tanjungpinang turun 37 persen, Kabupaten Bintan turun 20,40 persen, Kabupaten Karimun turun 16,72 persen, dan Kota Batam juga turun sebesar 15,88 persen.

Secara kumulatif Januari-Juli 2019, BPS Provinsi Kepri mencatat jumlah kunjungan wisman ke Provinsi Kepri mencapai 1.623.240 kunjungan, atau naik 13,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

BPS juga mencatat, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Januari hingga Juli 2019 menurut pintu masuk yang pertama diduduki oleh Kota Batam, sebanyak 1.086.796 kunjungan atau 66,95 persen.

Kemudian diikuti oleh Kabupaten Bintan sebesar 369.610 kunjungan atau 22,77 persen, Kota Tanjungpinang sebesar 100.932 kunjungan atau 6,22 persen, dan Kabupaten Karimun sebanyak 65.902 kunjungan atau 4,06 persen.

Didominasi Wisman Asal Singapura

Selama Januari hingga Juli 2019, wisman asal Singapura masih mendominasi tingkat kunjungan ke Provinsi Kepri. Wisman berkebangsaan Singapura tercatat sebanyak 752.383 kunjungan.

Jumlah kunjungan terbanyak kedua adalah wisman berkebangsaan Tiongkok sebesar 169.862 kunjungan.

Jumlah kunjungan terbanyak setelah wisman berkebangsaan Singapura dan Tiongkok pada Januari hingga Juli 2019 adalah wisman berkebangsaan Malaysia, India, Philipina, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Australia dan Amerika.

Kontribusi dari wisman 10 negara tersebut yaitu 81,57 persen dari total seluruh kunjungan wisman selama bulan Januari- Juli 2019.

Dari pendataan yang dilakukan BPS Provinsi Kepri, jelas tercatat jika wisman asal Singapura sangat mendominasi kunjungan ke Provinsi Kepri.

Hal ini seharusnya dapat menjadi perhatian khusus oleh pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata.

Salah satunya dengan membenahi pelabuhan-pelabuhan internasional yang ada di Kota Batam.

Karena Kota Batam menjadi daerah yang paling banyak didatangi wisman asal Singapura dengan menggunakan transportasi laut.

Tidak hanya di Kota Batam, pemerintah juga harus membenahi infrastruktur di kabupaten/kota di Provinsi Kepri lainnya yang menjadi destinasi wisata unggulan. Seperti Bintan, Natuna dan Anambas.

Dengan begitu dapat dipastikan Provinsi Kepri akan semakin berkembang dari sektor pariwisata.

Ke depan Provinsi Kepri tidak hanya dapat mengenjot ekonomi di daerah saja. Dengan banyaknya daya tarik wisata tersebut Provinsi Kepri dipastikan dapat mengenjot ekonomi nasional.(*)

Oleh: Messa Haris

Batam masih Kurang Menarik

0

batampos.co.id – Meski menjanjinkan banyak insentif, Batam masih belum menarik bagi investor dari China. Buktinya hingga semester pertama kemarin, baru satu investor saja yang mau menanamkan modalnya di Batam.

“Hingga semester pertama, ada enam investor baru. Hanya satu dari China yakni GP Enterprise,” kata Direktur Promosi dan Humas BP Batam, Dendi Gustinandar, Sabtu (14/9).

Adapun perusahaan asal Tiongkok ini bergerak di bidang pabrik manufaktur water pump. Nilai investasinya capai 2,5 juta Dolar Amerika. Sedangkan investor lainnya berasal dari berbagai negara yang berbeda-beda seperti Maruho dari Jepang, Samyung dari Korea, Simatelex dari Hongkong, Pegatron dari Taiwan dan DK Lok Corporation dari Korea.

Momen perang dagang tampaknya belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Indonesia dalam menarik investasi dari China. Investor asal negeri tirai bambu tersebut lebih tertarik untuk hijrah ke Vietnam.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam, Rafki Rasyid mengatakan iklim dan fasilitas investasi di Batam tampaknya belum semenarik yang ditawarkan oleh Vietnam ataupun Malaysia.

“Persoalan komitmen investasi tentunya Batam tiap tahunnya mendapatkan minat yang cukup besar. Namun ketika akan realisasi banyak kendala dan pertimbangan lain yang muncul sehingga tidak jadi realisasi,” ucapnya.

BP Batam kata Rafki harus terus mendekati calon investor potensial agar yakin merealisasikan investasinya di Batam.

“Ini tugas bersama. Dari pihak terkait lainnya harus memberikan iklim investasi yang nyaman dan menguntungkan dari sisi bisnis yang akan dijalankan calon investor,” ucapnya lagi. (leo)

Kabut Asap Kian Menebal, Jumlah Wisatawan Berkurang di Marina

0

batampos.co.id – Kawasan wisata terpadu Marina sepi pengunjung sepanjang akhir pekan ini, Minggu (15/9/2019). Situasi yang tak biasa ini diduga karena persoalan kabut asap.

Masyarakat dan wisatawan enggan keluar rumah atau tempat penginapan karena kondisi udara di tempat terbuka tidak cukup bagus.

Kawasan kebun agrowisata Jambu Marina misalkan, hanya dikunjungi delapan orang saja. Ini sangat berbeda dengan akhir pekan-akhir pekan sebelumnya yang bisa mencapai diatas 50-an.

“Biasanya bisa ratusan kalau lagi rama, dari Sabtu (14/9/2019) sampai siang ini tak sampai sepuluh orang yang datang,” kata Beni, penjaga pintu masuk kawasan kebun Jambu Agrowisata Marina.

“Mungkin karena udara yang kurang bagus ini makanya orang malas keluar rumah dengan alasan kesehatan,” ujarnya lagi.

Salah seorang pengunjung objek wisata Marina terlihat mengenakan masker. Tebalnya kabut asap di Kota Batam membuat sejumlah objek wisata di Kota Batam sepi pengunjung. Foto: Eja/batampos.co.id

Situasi yang sama juga terjadi di kawasan wisata Pantai dan Resort Marina. Pengunjung sangat minim.

Beberapa warga yang terlihat di lokasi wisata pantai ini umumnya pemancing. Warga yang wisata bersama keluarga atau karabat sangat sedikit. Jikapun ada hanya pasang muda mudi yang mamaduh kasih.

“Sepi sejak ada kabut asap ini. Situasinya kurang mendukung jadi orang pada takut keluar rumah ataupun penginapan, padahal biasanya ramai jika cuaca bagus,” kata Agus, penjaga pantai Marina.

Pedagang kaki lima yang berjejar di sepanjang jalan Marina City juga menyampaikan hal yang sama.

Situasi jalan Marina City yang biasanya pada dengan pengunjung setiap akhir pekan tak terjadi sepanjang akhir pekan kemarin.

“Tak ada pengunjung mas sejak Sabtu kemarin. Mungkin asap ini kali,” kata Sutikno, pedagang jagung bakar dan kacang rebus di depan lapangan Marina.

Pantauan di lapangan, kabut asap yang diduga asap kiriman kian menembal di seluruh wilayah Marina, Seitemiang, Tanjungriau dan Tanjunguncang.

Kabut asap ini mulai mengganggu jarak pandang pengendara. Aktifitas kendaraan di jalan raya harus ekstra hati-hati sebab bisa saja alami kecelakaan jika kebut-kebutan.(eja)

Pererat Silaturahmi Dengan Kesenian Jaranan

0

batampos.co.id – Kesenian Jaranan atau Kuda Lumping diiringi Musik Tradisional Campur Sari meriahkan Hari Lahir (Harlah) Paguyuban Joyoboyo Kediri ke 6 dan Kesenian Kuda Kepang Sri Joyo Buntoro ke 5.

Kegiatan yang digelar di Fasum Perumahan Griya Piayu Asri, Seibeduk, Sabtu (14/9) malam, dipadati warga yang ingin menyaksikan kesenian tradisional tersebut.

Ketua Paguyuban Joyoboyo Kediri, Ari Wahyu, mengungkapkan, enam tahun lalu, paguyuban ini diprakarsai empat pemuda.

Yakni Bagus, Hendri, Zainal Arifin dan Setia Budi. Tujuannya sebagai wadah mempererat silaturahmi antar warga Kediri yang merantau di Kota Batam. Saat ini kata dia, ada 453 orang kediri yang sudah terdata oleh pihaknya.

“Ke depan silaturahmi ini tetap kami akan bina. Salah satunya dengan cara memperbanyak kegiatan sosial, selain mempererat silaturahmi antar warga Kediri ini juga kami perbuat untuk masyarakat umum,” kata Ari Wahyu.

Kesenian Jaranan atau Kuda Lumping ditampilkan dalam Paguyuban Joyoboyo Kediri, Sabtu (14/9) malam. Terlihat antusias warga menyaksikan kesenian tersebut. Foto: Adian/batampos.co.id

Seorang penasehat Dewan Kesenian Punggowo, Saproni, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kepada paguyuban maupun pihak kesenian jaranan semakin dewasa seiring usianya.

“Jaga kerukunan dan tetap guyub,” harap dia.

Menurutnya, pagelaran seni seperti yang disuguhkan dalam kegiatan ini cukup penting dan dinikmati berbagai kalangan tanpa terbatas umur, suku maupun agama.

Khusus kesenian serupa, ia mengungkapkan sudah ada 46 kelompok yang terbentuk.

“Kesenian bisa mempersatukan semua aspek dari lingkungan kita,” pungkasnya.(iza)

Play sound