Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11060

Pemko Batam Diminta Cari Solusi atas Tingginya Harga Bahan Pokok

0

batampos.co.id – Tingginya harga sejumlah bahan pangan seperti cabai dan telur dalam beberapa bulan terakhir membuat masyarakat semakin menjerit.

Banyak yang mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Mereka terpaksa memangkas sejumlah kebutuhan akibat tingginya harga bahan pokok.

Siti, warga Batuampar misalnya mengeluhkan tingginya harga cabai yang sudah berlangsung sejak sekitar dua bulan terakhir.

Menurutnya, harga cabai yang berada di kisaran Rp 80 ribu hingga Rp 120 ribu dinilai cukup menguras kantong.

”Biasanya paling naik satu atau dua minggu setelah itu turun, tapi sekarang ini kok sampai berbulan-bulan,” keluhnya, kemarin.

Tak hanya cabai, harga telur ayam juga masih mahal. Ia menyebut, harga telur per papan yang berisi 30 butir kini dibanderol pada kisaran Rp 45 ribu.

”Dulu kan rata-rata Rp 36 ribu, kalau naik Rp 40 ribu setelah itu turun lagi. Tapi sekarang ini kok gak pernah turun lagi,” imbuh wanita dengan satu anak tersebut.

Tak hanya warga, sejumlah pedagang di pasar tradisional Batam juga merasakan dampak kenaikan harga beberapa bahan pangan tersebut.

Bahkan, sebagian di antaranya sengaja mengurangi stok bahan pokok yang dijualnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kerugian menyusul semakin tingginya harga komoditas tersebut di pasaran.

Cabai merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harganya terus melonjak. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Ilham, pedagang cabai di Pasar Mega Legenda Batam Centre mengatakan, saat ini harga cabai merah berada di kisaran Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram (kg).

Biasanya, ia mengaku selalu menyediakan stok di atas 15 kg. Namun kini, ia hanya menyediakan stok 8 kg hingga 10 kg.

Hal itu dilakukan agar tidak rugi. Sebab jika stok sama seperti sebelumnya, ia akan merugi.

Cabai yang tidak laku terjual karena mahal akan busuk dan tidak akan diminati pembeli.

”Sekarang kita hanya sediakan sesuai kebutuhan jumlah pembeli. Harapannya harga bisa kembali turun,” kata Ilham, kemarin.

Hal senada juga diutarakan Asnawi, pedagang di telur di Pasar Fanindo, Batuaji. Diakuinya, melihat daya beli masyarakat saat ini, ia tak berani menyimpan stok telur dalam jumlah banyak.

Bahkan, beberapa kali ia harus merugi karena telur yang dijualnya busuk akibat lama tak laku dijual.

”Biasanya banyak yang beli per papan, sekarang jadi per butir. Kalau simpan banyak-banyak takut rugi lagi,” katanya.

Asnawi mengatakan saat ini harga telur berkisar antara Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per papan atau 30 butir.

Harga ini cukup tinggi bila dibandingkan dengan harga sebelumnya yang hanya Rp 38 ribu per papan.

”Ambil untung tipis saja udah dibilang jual mahal. Serba salah kalau kami pedagang,” sesalnya.

Sementara Andre, pedagang cabai di Pasar Fanindo mengatakan, harga cabai merah yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 85 ribu per kg kini naik menjadi Rp 100 ribu per kg.

Meski begitu, permintaan di pasar diakui Andre masih tinggi.

”Mungkin karena Lebaran Iduladha, sehingga meski harga tinggi tetap masih banyak dicari warga,” katanya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam Hendra Asman meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun ke lapangan untuk menelusuri dugaan permainan harga bahan pangan mengingat mahalnya berbagai jenis bahan pokok tersebut.

”Terkait kenaikan harga harus dicari tahu apa persoalannya, dan berikan solusi yang tepat buat para pelaku usaha dan juga masyarakat,” kata Hendra.

Pihaknya juga mendorong pihak terkait rutin menggelar operasi pasar.

Sebab, dengan operasi pasar, lambat laun harga akan stabil sehingga masyarakat, utamanya ekonomi kelas menengah ke bawah mampu membeli kebutuhan bahan pokoknya.

”Memang tidak mudah untuk menurunkan harga yang telah melambung tinggi. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak terkait harus berupaya keras untuk menurunkan harga sembako (bahan pokok) di pasar,” ungkap Hendra.

Batam Pos mencoba mengonfirmasi tingginya harga bahan pangan tersebut pada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau.

Namun, panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan ke ponselnya tak berbalas.(rng)

Malaysia – Indonesia Berjuang Bersama demi Sawit

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad bersepakat memerangi langkah diskriminasi Uni Eropa terkait kebijakan minyak sawit. Hal ini diungkapkan saat pertemuan bilateral di Putrajaya, Jumat (9/8) lalu.

”Kedua pemimpin memiliki komitmen kuat melanjutkan perjuangan melawan diskriminasi minyak kelapa sawit,” ujar Menteri Luar Negeri Indonesia Retno L. P. Marsudi seperti dikutip dari kantor berita Antara, kemarin.

Indonesia dan Malaysia tetap memiliki komitmen tinggi terhadap pengelolaan dan pemrosesan minyak sawit berkelanjutan.

”Indonesia memiliki sertifikasi minyak sawit dan data ilmiah untuk perbandingan,” ujarnya.

Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN) dan Uni Eropa telah sepakat membentuk kelompok kerja minyak kelapa sawit.

”Pendekatan kami terbuka. Tak boleh diskriminasi. Kita akan berjuang,” katanya.

Ekspor minyak sawit Indonesia, termasuk CPO dan turunannya, oleokimia, dan biodiesel pada April, telah turun 18 persen mencapai 2,44 juta ton dibandingkan dengan total ekspor 2,96 juta ton pada Maret.

”Mei, ekspor telah mencatat kenaikan tetapi belum melampaui harapan,” Direktur Eksekutif Gapki, Mukti Sardjono. (*)

Indonesia Perkuat Kerja Sama Lintas Sektor Dengan Singapura

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo mengatakan,akan memperkuat kerja sama lintas sektor dengan Singapura. Selama ini, Singapura menjadi investor terbesar Indonesia.

”Untuk maju, Indonesia harus terus bekerja sama dengan Singapura. Khususnya di daerah Batam, Bintan, dan Karimun. Kita banyak kerja sama dengan Singapura di sana. Baik sektor digital, ekonomi, pariwisata, dan sektor Indonesia. Kita harus memperkuat kerja sama lintas sektor,” ujar Presiden Jokowi dalam sebuah wawancara eksklusif, Selasa (6/8) lalu seperti dilansir dari Channel News Asia, Sabtu (10/8) kemarin.

Indonesia saat ini, memiliki rencana membangun jembatan laut terpanjang, yang menghubungkan Pulau Batam dan Bintan yang terletak di dekat Singapura. Jembatan akan membentang tujuh kilometer dengan konstruksi diharapkan dimulai pada 2020.

Setelah selesai, memiliki jembatan laut dapat memudahkan perjalanan dan meningkatkan bisnis antara kedua negara.
Jokowi, dalam wawancara itu juga menyebutkan ingin bekerja sama dengan Singapura dalam hal pengembangan sumber daya manusia. Itu menjadi salah satu kunci dalam pemerintahan RI lima tahun ke depan.

Pada 2016 lalu, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan Jokowi secara resmi membuka Kendal Industrial Park di Semarang, Jawa Tengah. Berdiri di atas lahan seluas 2.700 hektare, yang juga dikenal sebagai Park by the Bay, adalah pengembangan bersama antara Sembcorp Development Singapura dan pengembang kawasan industri Indonesia PT Jababeka.

Lahan itu kini menampung Politeknik Industri Mebel dan Pengolahan Kayu untuk memenuhi kebutuhan pekerja industri dan membuat indus-tri mebel lebih kompetitif.

Memperdalam hubungan dengan Singapura datang di tengah harapan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia melampaui enam persen pada akhir masa jabatan keduanya pada 2024 mendatang.
Dia mengatakan bahwa Indonesia berada dalam posisi yang baik dibandingkan dengan negara lain, dengan mempertimbangkan ekonomi global yang lesu yang tidak mendukung.

“Yang paling penting adalah kepercayaan pasar, kepercayaan investor terhadap Indonesia semakin baik, oleh karena itu kami berharap bahwa dalam periode kedua ini, ekonomi kami akan tumbuh lebih baik, lebih tinggi, dan berdampak pada kesejahteraan rakyat Indonesia,” katanya.

Ekonomi Indonesia tumbuh sekitar lima persen dalam beberapa tahun terakhir, kurang dari tujuh persen yang ditargetkan sebelum masa jabatan pertamanya. (*)

Mengejar Kesempurnaan

0

“Kesempurnaan tidak dapat dicapai. Tapi jika kita mengejar kesempurnaan, kita dapat menangkap keunggulan.”
(Vince Thomas Lombardi – Pemain Football Amerika/ Eksekutif National Footbal League)

Saya harus mengakui. Saya dibuat kagum dengan sistem transportasi publik di Singapura. Bersih, rapih, aman, nyaman dan disiplin. Levelnya sudah jauh beda dengan yang ada di Indonesia. Bahkan negara-negara Asean lainnya.

Cakupannya? Wah. Rasanya tak usah lagi saya bahas. Orang Batam sudah seringkali ke sana. Bahkan bagi yang pertama kali datang sekalipun tak akan nyasar. Soalnya moda transportasi publiknya menjangkau semua tempat penting di Singapura.
Lebih kagum lagi kalau melihat variasi penumpangnya. Anda bisa ketemu berbagai macam orang di sana. Mulai dari yang nenteng belanjaan pakai celana pendek. Sampai yang pakai setelan jas. Lengkap dengan sepatu mengkilat habis disemir.

Apa yang saya tangkap dari pemandangan itu?

Saya mengambil kesimpulan, hampir semua penduduknya tak sungkan untuk naik transportasi publik. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga yang baru pulang belanja, atau eksekutif-eksekutif muda yang mau ngantor pagi hari.

Kenapa mereka mau?

Kemungkinan besar karena transportasi publik disana nyaman, tertib, bersih dan aman. Orang Singapura akhirnya lebih senang naik kendaraan umum ketimbang naik mobil pribadi. Walaupun ongkosnya juga tak murah-murah amat. Jarak terpendek menggunakan Mass Rapid Transport (MRT) harus bayar SGD 1,6. Hampir Rp 18 ribu.

Gimana dengan di Indonesia?

Anda pasti sedikit banyak pernah mengalami. Berhenti sembarangan. Kebut-kebutan di jalan. Tanpa bermaksud menghakimi, tapi Anda pasti setuju kalau masih sangaaaat jauh dari yang ada di Singapura.

Walaupun ongkosnya murah, jarang yang mau naik. Kecuali terpaksa. Lebih baik beli motor. Walaupun harus nyicil. Hutang bertahun-tahun. Tak apa. Asal punya kendaraan sendiri. Ketimbang naik angkutan kota.

Kalau di Jakarta, Batam, atau kota lain di Indonesia ada sistem transportasi seperti itu, mungkin akan banyak yang milih naik kendaraan umum daripada panas-panasan naik motor tiap hari.

Tak masalah bayar sedikit lebih mahal. Asal kendaraannya nyaman, aman, bersih dan tertib. Daripada naik kendaraan pribadi sendirian, capek.

Apa yang ada di Singapura sekarang tak terjadi dalam satu malam. Singapura tak cukup beruntung punya orang semacam Bandung Bondowoso. Yang bisa membangun Candi Prambanan dalam waktu satu malam.

Butuh waktu 50 tahun untuk membuat transportasi umum di Singapura dari yang sebelumnya sangat tidak beraturan menjadi terintegrasi seperti sekarang.

Walau tak punya Bandung Bondowoso, Singapura punya Lee Kwan Yew. Pemimpin visioner yang jadi Perdana Menteri pertama negeri singa. Dalam benaknya, Singapura harus merevolusi sistem transportasi umum mereka untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dan penduduk.

Konsep transportasi yang ideal untuk Singapura sudah ada dalam benaknya sejak awal negeri ini jadi Republik. PM Lee kemudian mencanangkan moda transportasi MRT untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Pikirannya ditentang. Tak masuk akal. Republik itu baru berdiri 8 tahun. Tak punya sumberdaya untuk membangun MRT yang biayanya selangit. Apalagi konsep MRT juga terbilang jarang diimplementasikan. Baru negara-negara maju yang punya.
Apa yang bisa diharapkan oleh republik seumur jagung macam Singapura?

Terlalu muluk. Terlalu sempurna untuk anak baru lahir. Tak mungkin dilakukan. PM Lee dianggap mengada-ada. Gelombang penentangan mulai terlihat. Termasuk dari dalam pemerintahan.
Kementerian Keuangan jadi salah satu yang menentang ide itu.

Mereka membuat kajian dengan dibantu oleh pakar transportasi umum Universtias Harvard. Hasil kajiannya menyebutkan, pengembangan moda transportasi bus lebih realistis.

Perdebatan mengenai pembangunan MRT cukup panjang. Dicatat sebagai sejarah penting, dikenal dengan nama The Great MRT Debate.

Setelah memenangkan perdebatan, proyek jalan terus. Walaupun masih banyak yang pesimis. MRT bawah tahan pertama di Singapura dibangun tahun 1982 dan diresmikan 1987. Selesai dibangun, Singapura telah melangkah sangat jauh kedepan dibanding negara Asia Tenggara lainnya. Karena mencoba mengejar konsep sempurna sistem transportasi.

Lalu apa salahnya dengan mengejar kesempurnaan?

Anda mungkin akan dianggap gila. Karena sejatinya kesempurnaan adalah hal yang tak bisa dikejar. Tidak ada produk yang sempurna. Demikian juga soal pelayanan. Tapi belajar dari Singapura, menetapkan standar tertinggi berupa kesempurnaan membuat langkah mereka mampu melangkah jauh.

Singapura berlari karena terus menerus mengejar konsep sempurna. Tiap hari memperbaiki apa yang masih kurang. Sampai akhirnya tanpa disadari, mereka berada jauh di depan.

Meninggalkan kerabat-kerabatnya sesama negara Asia Tenggara di belakang.

ATB punya cara hampir sama dalam mendorong dirinya untuk terus maju. Motto kami adalah “Pursuit of Perfection”. Mengejar kesempurnaan. Walaupun kami tahu, kesempurnaan itu tak bisa dikejar. Tapi kami terus berlari mengejar kesempurnaan itu.

Salah satu contohnya adalah dalam hal kepuasan terhadap layanan. Tidak ada pelanggan yang pernah 100 persen puas. Setiap kali, selalu ada catatan yang diberikan. Bagi yang tingkat kepuasannya lebih tinggi ketimbang kekecewaannya, akan cenderung memaklumi.

Tapi bagi yang porsi kecewanya lebih besar, pasti akan mengeluh. Keluhan muncul ketika yang apa yang didapatkan tak sesuai dengan harapan.

Apakah kalau ada yang mengeluh berarti jadi catatan buruk?
Tunggu dulu. Bagi kami tidak seperti itu cara memandangnya.

Keluhan ini tak pernah kami respon negatif. Petugas yang berhadapan dengan pelanggan harus menampung dan merespon semua keluhan. Dengan cepat. Dengan sigap.Tak boleh tunggu-tunggu.

Setiap keluhan yang masuk dianalisa untuk terus menerus menyempurnakan cara penyelesaian paling efektif dan efisien. Sehingga petugas lapangan yang bekerja di belakang layar bisa semakin cepat menyelesaikan masalah yang dikeluhkan pelanggan.

Tim khusus pun terus-menerus menjaga dan mengawasi penerapan standar kualitas layanan. Salah satunya melalui mystery shopper. Tanpa diberitahu sebelumnya, kapan saja, mereka bisa “menyamar” sebagai pelanggan. Gunanya untuk memastikan kualitas pelayanan selalu excellent. Kalaupun ada catatan dan temuan, evaluasi pasti dilakukan untuk menuju kesempurnaan.

Untuk mengejar kesempurnaan pelayanan, ATB terus menerus melakukan peningkatan. Walaupun kita sadar kesempurnaan itu tidak mungkin tercapai. Ketika Anda mencoba mengejar kesempurnaan, maka pada saat yang sama, Anda terus menerus berjuang melakukan peningkatan demi mencapai kepuasan yang dituntut oleh pelanggan.

Apakah upaya kami sia-sia?

Tidak. Sekarang kami sudah berada jauh di depan. Mengungguli PDAM lain di Indonesia.

Apa buktinya?

Ada beberapa. Salah satu pengakuan itu diberikan oleh Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyedia Air Minum (BPPSPAM). Lembaga ini rutin melakukan survei terhadap kinerja PDAM di Indonesia sejak tahun 2011.

Diukur dari kriteria BPPSPAM, ATB secara konsisten mengungguli setiap PDAM lainnya dengan seluruh nilai yang signifikan. Tahun 2018 lalu, ATB menjadi satu satunya perusahaan dari 379 perusahaan yang berada di jajaran teratas dengan nilai 4,53 poin.

Apa sudah cukup?

Belum. Kami masih harus terus berlari. Meskipun sudah jadi perusahaan pengelolaan air bersih terbaik di Indonesia, namun ATB masih jauh dari sempurna.

Fakta menunjukkan, masih ada sekitar 2.000 pelanggan, atau sekitar 1 persen dari pelanggan ATB yang masih belum bisa menikmati aliran air 24 jam. Itu harus diakui.

Urusan kualitas dan kuantitas sudah selesai. Walaupun air tak mengalir 24 jam, tapi tiap pelanggan sudah mendapat jumlah yang cukup untuk kebutuhannya.

Kami masih harus terus berlari kencang mengejar kontinuitas suplai, walaupun saat ini ATB tengah berada di akhir konsesi.

Kalau ATB yang sudah diakui menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia ini terus menerus menyempurnakan layanannya menjadi lebih sempurna, bagaimana dengan perusahaan layanan publik lainnya?

Apakah mereka tidak menganggap berlari kencang demi peningkatan kualitas sebagai hal yang penting? Atau mereka belum tahu bagaimana cara melakukannya? Atau standar yang mereka target terlalu rendah?

Mari kita pikirkan.

Salam Kopi Benny. (*)

 

Ir Benny Andrianto, MM
Presiden Direktur PT ATB

Proyek Fisik di Kota Baru Mencapai 37 Persen

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam terus menggesa penyelesaikan proyek infrastruktur memasuki paruh kedua di tahun ini. Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin, Sabtu (10/8).

Ia menyebutkan semua proyek fisik mulai dari jalan, pembangunan dua gedung sekolah baru, revitalisasi sekolah, pembangunan puskesmas, dan proyek lainnya masih berjalan hingga saat ini.

Berdasarkan informasi Juni lalu, Jefridin mengungkapkan, untuk capaian proyek fisik yang dikerjakan pemerintah pusat sudah mencapai 32 persen, proyek provinsi 33 persen, dan Pemko Batam 37 persen.

“Alhamdulillah, pekerjaan berjalan lancar dan proyek kita melebihi capaian nasional dan provinsi itu untuk fisik. Begitu juga dengan keuangannya,” ucap mantan Kepala Dinas Pendapatan Kota Batam ini.

Pemko Batam berupaya memaksimalkan pengerjaan seluruh proyek yang telah disepakati bersama DPRD Batam. Memasuki triwulan ketiga ini, pengerjaan sudah semakin baik.

Beberapa proyek yang dalam proses tender mulai dikerjakan.

Sejumlah pekerja sedang mengerjakan pengaspalan di jalan.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Pihaknya meminta seluruh dinas terkait untuk mengawasi jalannya proyek fisik ini. Ia berharap semua berjalan sesuai dengan jadwal dan tidak ada asal siap.

“Harus betul diawasi. Itu bangunan kan mau dipakai lama. Jangan sampai baru dibangun sudah rusak,” imbuhnya.

Jefridin juga menegaskan agar dinas memastikan pro-yek berjalan sesuai waktu yang telah disepakati tanpa adanya kendala.

“Pastikan tidak ada keterlambatan penyelesaian. Karena sesuai target seluruh proyek harus sudah selesai 30 November mendatang,” tambahnya.

Selain itu, ia juga meminta pengerjaan tidak asal jadi karena mengejar target penyelesaian. Menurutnya, ada beberapa proyek yang dikerjakan tahun lalu tidak berjalan dengan baik. “Kami ingin dinas terkait benar-benar mengawasi ini. Proyek yang sudah direncanakan harus diselesaikan dengan baik. Proyek besar maupun kecil harus sempurna,” tutupnya.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean meminta agar Pemko Batam menggesa pembangunan proyek fisik dan harus selesai sebelum Desember. Ia mengatakan, proyek infrastruktur ini memang sangat mendesak untuk kebutuhan masyarakat Batam.

“Jalan dan sekolah itu memang harus digesa. Batam ini jalannya memang harus di-perbaiki untuk pengembangan pariwisata Batam. Sementara pembangunan sekolah harus digesa untuk meminimalisir permasalahan minimnya sekolah dan ruang kelas yang baru seperti yang dipermasalahkan saat PPDB beberapa waktu lalu,” katanya. (yui)

Apa Kabar Status Ex-Officio Batam?!

0

batampos.co.id – Keputusan pemerintah yang terlalu lama me­nunda penetapan kebijakan ex-officio (walikota merangkap kepala BP Batam, red) dianggap pengusaha berpotensi menghambat kepastian berusaha di Kota Batam.

Sebab, Badan Pengusahaan (BP) Batam tidak bisa mengeluarkan kebijakan strategis dan inovasi penting lainnya karena menunggu realisasi ex-officio.

”Pemerintah pusat terlalu lama menggantung Batam. Ternyata sudah lewat dari jadwal yang ditentukan April kemarin. Jika menunggu kabinet baru terbentuk, sudah hampir setahun,” kata pengusaha properti yang juga ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam Achyar Arfan, Sabtu (10/8).

Penundaan terlalu lama akan membuat BP Batam tidak bisa mengambil langkah strategis dalam menerapkan investasi. Achyar khawatir, dampaknya akan berpengaruh kepada perkembangan industri. Jika industri melemah, maka pasar properti juga akan ikut-ikutan melemah.

Pengembang perumahan menggesa pembangunan perumahan di Seiharapan, Sekupang, beberapa waktu lalu. Sektor properti kembali menjadi senjata andalan pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Mereka (BP Batam, red) jika membuat inovasi baru, bisa dianggap salah. Ini menjadi sangat ironis karena Batam dihambat pemerintahnya sendiri.Sekarang belum ada indikasi atau ancar-ancar untuk menye­l­esaikannya,” katanya lagi.

Sedangkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam Rafki Rasyid mengatakan, kemungkinan masih ada beberapa pembahasan hukum terkait aturan hukum yang memayungi penetapan ex-ofiicio tersebut.

”Kemungkinannya juga bisa saja menunggu perangkat pemerintahan yang baru dan anggota legislatif yang baru. Pemerinhtah pusat saat ini disibukkan dengan kegiatan lain pasca pemilu,” jelasnya.

Rafki juga mengungkapkan jika skala kepentingan ex-officio yang levelnya kedaerahan. Tentunya masih belum dianggap skala prioritas di banding persoalan level nasional.

”Masih dianggap belum terlalu mendesak. Toh dengan adanya pimpinan BP sekarang, roda kepemimpinan masih bisa berjalan,” tegasnya. (leo)

Jumlah Penumpang Domestik Meningkat

0

batampos.co.id – Jumlah penumpang domestik yang tiba di Bandara Hang Nadim pada Juni lalu mengalami peningkatan dibanding Mei. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, jumlahnya mencapai 226.495 penumpang atau meningkat 57 persen dari Mei yang ha-nya 143.823 penumpang.

Tapi jika dibandingkan dengan Juni tahun lalu, justru mengalami penurunan seba-nyak 13 persen, dimana jumlah penumpang mencapai 260.394 penumpang.

Penyebab utama dari kenaikan pada Juni kemarin karena harga tiket pesawat domestik sudah mengalami penyesuaian. Meskipun begitu, dari segi infrastruktur yang dibutuhkan untuk menampung peningkatan jumlah penumpang, Bandara Hang Nadim masih jauh tertinggal dari segi pembenahan.

Direktur Badan usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Suwarso mengatakan, jika dibandingkan dengan bandara lainnya di Indonesia, Hang Nadim memang belum ada pembenahan yang signifikan.

”Di daerah lain, bandaranya sudah berbenah, tapi kita belum. Adapun pembenahan itu seadanya saja,” ucapnya, Sabtu (10/8).

Petugas Asec Bandara Internasional Hang Nadim Batam memeriksa tiket para penumpang saat akan masuk ke dalam ruang check in. Foto: Cecep Mulyanan/batampos.co.id

Adapun saat ini kondisi bandara hanya menampung 5 juta penumpang per tahun. Padahal jumlah penumpang sudah mencapai 6 juta ke atas.

Saat ini, Bandara Hang Na-dim melayani sebanyak 23 penerbangan rutin tujuan domestik dan satu penerba-ngan internasional, dari Batam ke Malaysia. Dari rute tersebut, jumlah penumpang yang datang pada Juni 2019 mencapai 1.253 penumpang atau naik 54 persen dibanding Mei 2019 yang mencapai 947 pe-numpang.

Untuk pengembangan ke depannya, tender untuk mengembangkan Hang Na-dim telah dibuka. Proyeknya antara lain, renovasi terminal 1 bandara, kemudian membangun terminal 2, dan membangun gudang logistik baru. Nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 3,9 triliun.

Untuk prestasi, Bandara Hang Nadim saat ini masih memegang peringkat pertama seba-gai bandara dengan landasan pacu terpanjang di Indonesia sepanjang 4.025 meter.
Selain menjadi yang terpanjang di Indonesia, landasan pacu Bandara Hang Nadim juga memegang rekor terpanjang kedua di Asia Tenggara, setelah Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. (leo)

Kenalkan Jadah Kito Kerinci di Batam

0

batampos.co.id – Merantau bukan berarti tidak dapat merasakan kekhasan kampung halaman. Seperti yang dilakukan Rekan Kito Kreatif (RKK) Batam yang merupakan perkumpulan pemuda-pemudi perantauan asal Kerinci, Jambi, yang membuat penga-nan khas daerahnya bernama jadah kito Kerinci di Garden Cafe, Batam Center, Sabtu (10/8).

”Jadah diartikan sebagai kudapan manis dari tepung ketan, santan dan gula yang rasa dan bentuknya meyerupai dodol. Dalam prosesnya, menghabiskan waktu 7-8 jam, yang harus terus diaduk agar tidak hangus,” kata perwakilan dari RKK Batam, Sudarwan.

Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi agenda pertama RKK Batam sejak terbentuk beberapa waktu lalu.

”Biasanya di kampung halaman (Kerinci) jadah dibuat ketika sehari sebelum hari raya besar. RKK Batam pun ingin merasakan momen tersebut meski di tanah perantauan,” terangnya.

F. FEBBY ANGGIETA PRATIWI/BATAM POS
Sejumlah anggota RKK Batam membuat jadah kito Kerinci di Garden Cafe, Batam Center, Sabtu (10/8).

Ketua RKK Batam Odi menambahkan, selain untuk menghangatkan keakraban sesama perantauan dari Kerinci, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengenalkan jadah di Batam.

”Untuk yang membuat (jadah) di Batam sepertinya belum ada, bisa dibilang RKK Batam lah yang pertama. Sehingga dengan membuat jadah ini sebagai langkah awal untuk semakin mengenalkan budaya maupun tradisi asal Kerinci,” ungkap Odi.

Pada kesempatan itu, RKK Batam tersebut juga mengucapkankan selamat untuk ulang tahun Batam Pos yang ke-21

”Kami berharap, Batam Pos tetap menjadi media utama di Batam yang menyu-guhkan beragam informasi terpercaya. Selamat ulang tahun Batam Pos, sukses selalu,” ucap seluruh anggota RKK Batam. (nji)

Warga Pondok Indah Batam Center Berkurban

0
Proses melumpuhkan sapi yang hendak dipotong oleh warga Pondok Indah.

batampos.co.id – Kemeriahan idul Adha ada di mana-mana, seluruh penjuru dunia. Termasuk Batam. Sudut kecilnya ada di Perumahan Pondok Indah, Simpang Kara, Batam Center.

Warga perumahan itu menyembelih seekor sapi dan 6 ekor kambing. Dari, oleh dan untuk warga. Hewan kurban diperoleh dari warga, disembelih pun oleh warga.

Secera gotong royong warga memotong hewan kurban.

Di pelataran mushola Jabal Uhud sebuah mushola kecil di sana kurban dilakukan.

Warga Muslim berkumpul untuk memotong dan menyaksikan. Suara takbir bergema dilantunkan anak-anak warga setempat. (ptt)

Wisatawan Mancanegara Saksikan Pawai Takbir Iduladha di Batam

0

batampos.co.id – Wisatawan mancanegara ikut menyaksikan jalannya pawai takbir Idul Adha 1440H/2019 di Kota Batam.

Pada Sabtu (10/8/2019) malam itu, ada sekitar 100 orang warga Singapura yang ikut menyaksikan pawai di sekitar panggung utama di Palm Spring Batam Centre.

“Selain menyaksikan pawai takbir, mereka juga ke Batam untuk melaksanakan ibadah kurban.” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

Mereka datang dalam kelompok yang dikoordinir agen perjalanan wisata. Jumlah hewan kurban dari rombongan wisman ini adalah 64 ekor kambing.

Selain itu mereka juga akan memberikan santunan berupa beras ke pulau-pulau di sekitar Batam. Seperti Pulau Akar, Pulau Panjang, dan sebagainya.

Masyarakat menyaksikan pawai kendaraan pada malam takbiran Iduladha 1440 hijriah di Kota Batam. Foto; Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id

Menurut Ardi, setiap tahun memang banyak warga negara Singapura yang berkurban di Batam.

Namun tahun ini semakin banyak karena Idul Adha berdekatan dengan hari libur Kemerdekaan Singapura.

“Mereka mendapat libur empat hari, dan bertepatan dengan Hari Raya Kurban. Jadi cukup ramai yang datang,” ceritanya.

Pawai takbir Iduladha kali ini sama seperti lebaran-lebaran lalu. Pemerintah Kota Batam kembali menggelar lomba kendaraan hias.

Ketua panitia pawai takbir, Rustam Efendi, mengatakan ada 148 kendaraan yang ikut pada pawai ini. Belum termasuk kendaraan roda dua.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (tengah kopiah hitam) berfoto bersama para FKPD dan wisatawan mancanegara yang menyaksikan pawai malam takbiran. Foto; Disbudpar Kota Batam untuk batampos.co.id

Rute pawai pun masih sama seperti sebelumnya. Yakni dari Jalan Raja Haji Fisabiliah menuju flyover Laluan Madani.

Kemudian belok ke Indomobil, melewati Polsek Lubukbaja, sampai ke simpang Baloi Centre.

Selanjutnya belok ke arah Grand Batam Mall, simpang Apartemen Harmoni, belok ke arah Martabak Har Komplek Bumi Indah, lanjut ke Pelita, Sei Panas, sampai di simpang BNI. Belok ke bundaran Tuah Madani, dan finish di Masjid Agung Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah melepas pawai dengan lantunan takbir.

Senada dengan gema takbir yang dilantunkan dari atas kendaraan hias.

“Dibandingkan Idulfitri mungkin jumlah pesertanya di bawahnya. Tapi yang jelas sama-sama kita menyaksikan ada rasa seluruh masyarakat Kota Batam,” tutur Rudi.(*/esa)