Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 11069

Atasi Pedagang Nakal, Pengelola Pasar Diminta Tampilkan Daftar Harga di Videotron

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mewajibkan setiap pasar menampilkan harga bahan pokok yang diperdagangkan.

Tampilan harga tersebut akan menjadi rujukan warga untuk mengetahui harga bahan pokok yang dijual di pasar terkait dan akan terpasang di depan pasar melalui videotron.

”Terkait hal ini, kami Disperindag sudah menyurati semua pengelola-pengelola pasar untuk menyiapkan sarananya,” ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (20/8/2019) siang.

Sementara itu, Disperindag sedang mempersiapkan satu sistem terpadu. Dengan sistem itu, penampilan harga yang disiapkan pihak pasar dapat diakses atau diketahui Disperindag.

Selanjutnya, pemerintah dapat mengambil kebijakan tertentu terkait harga dengan cepat.

”Ini jauh lebih bagus ketimbang informasi manual, tidak butuh waktu lama,” imbuhnya.

Terobosan itu, lanjut dia, selain masyarakat dapat mengetahui harga bahan pokok yang akan dibeli, diharapkan juga dapat menekan gejolak harga akibat ulah pedagang nakal.

Aktivitas berbelanja di Pasar Tos 3000, Jodoh, Kota Batam, Provinsi Kepri. Foto: Putut Ariyotejo/batamposco.id 

Menurut dia, selama ini pembeli tidak banyak yang mengetahui harga pasti bahan pokok yang akan mereka beli di pasar.

Dengan kata lain, perubahan dan informasi harga ada di tangan penjual.

”Dengan ini, pertama, harga sembako (bahan pokok) kami ingin seragamkan,” jelasnya.

“Jika ada perbedaan (antara di penampil harga dan kondisi riil) dapat dilaporkan ke Disperindag, kami akan tindaklanjuti,” kata dia lagi.

Baca Juga: Di Sini Pasar yang Harganya Termurah di Kota Batam

Kedua lanjutnya, Disperindag ingin pelaku pasar tidak sembarangan memainkan harga.
Sembari menyiapkan sistem dan meningkatkan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk pihak pasar, Disperindag merencanakan sistem tersebut paling lambat diterapkan di seluruh pasar Batam pada 2020 mendatang.

”Sebelum dilaksanakan serentak, akan dimulai di pasar TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang sedang kami siapkan,” ucap dia.

Pasar TPID Kota Batam sendiri akan diresmikan 2 September 2019 mendatang. Pasar itu merupakan pasar TPID kedua di Indonesia.

Pasar serupa lanjutnya sudah ada di Yogyakarta, namun pasar TPID dari segi keterlibatan distributor disebut paling lengkap di Kota Batam.

Pasar TPID ini nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak, daging, telur, hingga sayur-mayur, dan ikan.

”Karena ini langsung dari distributor dan petani binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka harganya lebih murah dari pasar lain,” pungkas Gustian.(iza)

Ada Nama di Amplop untuk Pak Nurdin

0

batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Kepri sebagai saksi kasus dugaan suap dan gratifikasi terhadap Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun.

Sumber Batam Pos dari lingkungan Pemprov Kepri menyebutkan Nurdin memang sering menerima uang dari beberapa pihak. Di amplop uang tersebut tertulis nama si pemberi. Namun, ia menduga, nama tersebut bukan ditulis lang­sung oleh si pemberi uang. Melainkan ditulis oleh orang-orang kepercayaan Nurdin.

“Kalau pejabat yang menulis namanya di amplop saya kurang yakin, tetapi kalau orang kepercayaan Gubernur bisa jadi. Mungkin tujuannya supaya tidak lupa dan Gubernur mengingatnya,” kata sumber tersebut, Selasa (20/8/2019).

Nama-nama tersebut berasal dari kalangan pengusaha maupun pejabat. Namun, ia me­ngaku tidak tahu persis, siapa saja nama-nama tersebut.

“Yang tahu persis tentu orang-orang dekat Pak Nurdin,” katanya.

Karenanya, kata sumber tadi, setidaknya ada dua orang yang bisa menjadi saksi kun­ci dalam mengungkap kasus suap dan gratifikasi ini. Kedua orang tersebut masing-masing Elda Febrianasari Anugerah atau Bella, sekretaris pribadi Nurdin Basirun.

Kemudian Juniarto, Kasubag Akomodasi dan Transportasi di Biro Umum Pemprov Kepri.
Menurut sumber tersebut, Bela adalah orang yang paling mengetahui sirkulasi keuangan Nurdin.

Baik uang yang keluar, maupun uang yang masuk.

Baik Bella maupun Juniarto memang merupakan orang kepercayaan Nurdin. Keduanya merupakan pegawai Nurdin saat ia menjadi Bupati Karimun. Sejak menjadi Gubernur Kepri pada 2016 silam, keduanya sengaja diboyong ke Tanjungpinang.

“Bahkan Bella juga disebut memiliki kunci kamar rumah dinas Gubernur Kepri. Maka dari itulah, saya menilai Bela merupakan salah satu saksi kunci dalam perkara ini,” ujar sumber tersebut.

Sementara peran Juniarto juga tak kalah penting di lingkaran ring 1 Nurdin Basirun. Juniarto awalnya merupakan sopir pribadi Nurdin.

“Karena ada peluang, ia dipromosikan sebagai Kasubag Akomodasi dan Transportasi di Biro Umum. Sebagai sopir Gubernur, tentu banyak bersentuhan dengan orang-orang besar, dan itu sudah pasti,” paparnya.

Ia menyebutkan, Juniarto merupakan perantara pertemuan Nurdin dengan pengusaha-pengusaha besar Kepri yang kebanyakan dilakukan di Batam. Bahkan di kalangan pegawai, peran Juniarto disebut lebih mirip sebagai seorang ajudan Nurdin.

Sehingga, seperti halnya Bella, Juniarto dianggap banyak mengetahui terkait asal-usul uang yang diterima Nurdin. Baik yang terkait kasus dugaan suap izin reklamasi maupun yang terkait dugaan gratifikasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik KPK menemukan uang senilai Rp 5,3 miliar di rumah dinas Nurdin Basirun di Tanjungpinang. Uang tersebut terdiri dari pecahan mata uang asing dan rupiah. Saat ditemukan, posisi uang miliaran rupiah terpisah-pisah. Ada yang di meja, di tempat tidur, lemari, dan lainnya.

Uang Rp 5,3 miliar itu diduga merupakan uang suap izin reklamasi wilayah pantai dan gratifikasi terkait jabatan Nurdin sebagai Gubernur Kepri. Duit miliaran tersebut disimpan di tempat yang beragam. Ada yang masih di dalam amplop, ada juga yang berada di dalam kantong plastik dan paper bag atau tas berbahan kertas.

Sementara sumber Batam Pos lainnya menyebutkan, saat ini hampir semua kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kepri telah diperiksa sebagai saksi kasus Nurdin. Baik kasus dugaan suap maupun gratifikasi. Bahkan mantan kepala OPD yang sudah pindah dinas pun sudah diperiksa.

Sumber tersebut mengatakan, dari 38 kepala OPD yang ada, tinggal tujuh orang saja yang sampai saat ini belum diperiksa KPK. Ketujuh kepala OPD yang belum diperiksa tersebut antara lain

  • Kepala Biro Ekonomi Pemprov Kepri Heri Adrianto;
  • Kepala Biro Pemerintahan Haryono;
  • Kepala Dinas Pariwisata Buralimar;
  • Kepala Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah Amir Husein;
  • Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Subandi;
  • Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengak (UKM) Provinsi Kepri Agusnawarman;
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri Zulkifli.

“Di luar nama tersebut, semuanya sudah berhadapan dengan penyidik KPK. Ada yang hanya sekali diperiksa, ada juga yang sudah menjalani pemeriksaan lebih dari sekali,” ujar pejabat teras di lingkungan Pemprov Kepri tersebut, kemarin.

Apakah mereka juga akan diperiksa KPK? Sumber Batam Pos tersebut tak bisa memastikannya. Menurutnya, semua kemungkinan bisa saja terjadi karena yang sedang didalami KPK bukan hanya menyangkut suap izin reklamasi, tetapi juga bersinggungan dengan gratifikasi jabatan. Ia sendiri termasuk pejabat yang telah diperiksa penyidik KPK sebagai saksi. Menurut dia, pemeriksaan hanya sebatas klarifikasi tentang jabatan, yakni menyangkut tugas dan tanggung jawab.

“Salah satunya ditanya, apakah kenal dengan Gubernur Kepri Nurdin Basirun, saya jawab kenal,” jelasnya.

Sementara itu, penyidik KPK kembali melanjutkan pemeriksaan para saksi dari kalangan pejabat Kepri di Mapolresta Barelang, Selasa (20/8). Jika Senin (19/8) lalu ada tujuh pejabat, kemarin ada enam pejabat yang diperiksa.

Keenam pejabat tersebut masing-masing

  • Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri Misni;
  • Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Kepri Burhanudin;
  • Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemrov Kepri Tagor Napitupulu.
  • Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Kepri Sardison;
  • Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Kepri Tjetjep Yudiana;
  • Asisten II Setda Provinsi Kepri Syamsul Bahrum.

Pantauan Batam Pos, para saksi tersebut diperiksa di ruangan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang. Pemeriksaan mulai dilakukan pukul 09.45 WIB. Syamsul Bahrum menjadi saksi pertama yang datang untuk memenuhi panggilan penyidik KPK dan kemudian disusul dengan saksi lainnya.

Pemeriksaan terhadap Syamsul tidak terlalu lama. Sekitar pukul 11.30 WIB, ia meninggalkan Mapolresta Barelang. Ia tak menghiraukan beberapa awak media yang mengejar untuk wawancara. Syamsul langsung naik ke mobil Toyota Avanza hitam yang telah menunggu di pintu samping Mapolresta Barelang.

Reaksi yang sama juga ditunjukkan Sardison. Usai diperiksa pada pukul 12.00 WIB, ia enggan melayani wawancara wartawan. Bahkan ia mencoba menutup wajahnya dengan map yang dibawanya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemrov Kepri Tagor Napitupulu, mengaku ditanya sejumlah pertanyaan oleh penyidik KPK, terutama terkait jabatannya.

“Tadi hanya ditanyakan tentang tugas. Kalau kasih duit, saya tidak pernah kasih duit,” ujarnya singkat. (jpg/gie)

Dua Proyek Pekerjaan ATB Selesai, Normalisasi Suplai Terhambat Kebocoran Pipa

0

PT. Adhya Tirta Batam (ATB) telah selesai melakukan pekerjaan pemeliharaan Trafo 2.500 KVA di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang dan Relokasi pipa distribusi utama DN 600 mm tepat waktu.

Pekerjaan relokasi pipa tersebut penting dilakukan untuk mendukung proyek pengembangan infrastruktur yang sedang digiatkan oleh pemerintah kota Batam.

Namun normalisasi suplai kepada pelanggan mengalami keterlambatan akibat terjadinya kebocoran pipa di lokasi Duriangkang, tepatnya di depan perumahan Winner. Kebocoran terjadi pada Rabu (21/8/2019) dini hari.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan atas keterlambatan suplai ini. Pekerjaan selesai tepat waktu, namun terjadi kendala di luar rencana semula,” ujar Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus.

Adapun daerah yang terdampak akibat kebocoran tersebut adalah Batam Centre, Tanjung Uncang dan sebagian wilayah Batuaji.

Saat ini ATB tengah berupaya melakukan perbaikan di lokasi kebocoran pipa. Petugas telah diturunkan untuk menangani kebocoran pipa tersebut sejak dini hari. Diharapkan perbaikan bisa selesai dalam waktu dekat.

“Perbaikan tengah dilaksanakan. Kami memohon agar pelanggan bisa bersabar. Kami juga berterima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah kooperatif dan mendukung proses perbaikan ini,” imbuhnya.

Untuk informasi bisa memanfaatkan layanan call centre ATB di 0778-467111 atau bisa berinteraksi melalui layanan sosial media ATB di Fanpage Facebook ATB Batam & Instagram @atb.batam atau melalui website www.atbbatam.com. (Corporate Secretary)

Kapal MV Doulos Phos Berusia 105 Tahun Diubah Menjadi Hotel Mewah bernama Doulos Phos Hotel & Resort

0

batampos.co.id – Pemilik Doulos Phos Hotel, Eric Saw yang diterjemahkan GM Doulos Phos Hotel, Sudarmoko menyampaikan bahwa ini merupakan perayaan usia kapal MV Doulos Phos ke-104 tahun menjelang usia Doulos Phos genap 105 tahun pada 22 Agustus 2019.

Pemprov Kepri Listriki Warga Batam di Pulau Galang

0

batampos.co.id – Plt Gubernur Kepri Isdianto yakin perekonomian masyarakat di Galang, Batam, akan berge­rak semakin baik dan lebih cepat serta produktif dengan aliran listrik menyala 24 jam. Me-ngaliri listrik tiap daerah selama sehari penuh merupakan komitmen pemerintah dalam melayani masyarakat.

“Memberi pelayanan terbaik, memberi penerangan kepada masyarakat merupakan komitmen pemerintah. Setiap hari kita berpikir dan berbuat untuk masyarakat,” kata Isdianto saat meresmikan listrik Barelang Terang di Kampung Baru, Air Lingka, di Kantor Lurah Galang Baru, Kota Batam, Selasa (20/8/2019) petang.

Isdianto yakin perekonomian daerah ini akan semakin baik dengan pasokan listrik 24 jam. Dulu, aktivitas yang membutuhkan listrik hanya bisa didapat selama enam jam.

“Sekarang, alhamdulillah hingga tengah malam masih bisa berusaha dan melakukan aktivitas ekonomi lainnya,” kata Isdianto.

Ia ikut bergembira dengan sambutan riang masyarakat Air Lingka terhadap pasokan listrik 24 jam ini. Gembiranya hati masyarakat, kata Isdianto, juga gembiranya hati pemerintah daerah.

Plt Gubernur Kepri Isdianto menyalakan meteran listrik saat meresmikan listrik Barelang Terang di Kampung Baru, Air Lingka, di Kantor Lurah Galang Baru, Batam, Selasa (20/8/2019) petang.

Karena itu, Isdianto mengajak masyarakat bersyukur dengan nikmat listrik ini. Salah satunya dengan tetap membuat kawasan ini aman dan nyaman. Apalagi, dengan pasokan 24 jam ini menunjukkan bahwa kawasan ini maju selangkah dari daerah lain yang belum dapat aliran listrik.

Untuk Kepri, sampai saat ini masih ada 63 desa yang belum teraliri listrik 24 jam.

Pemprov Kepri, kata Isdianto, berkomitmen untuk mewujudkan itu. Tentu bersinergi dengan PLN yang memiliki kewenangan untuk itu.

Menurut Isdianto, kalau tidak bersinergi, bisa-bisa belum terlalu semangat. Tapi, karena bersama-sama memikirkan masyarakat sehingga semangat itu timbul.

“Kami, pemerintah tak pernah tidur untuk memikirkan kelangsungan hidup masyarakat di Kepri.”

Dengan pasokan listrik ini, kata Isdianto, anak-anak pun bisa belajar lebih giat lagi. Kalau dulu kadang dibantu pelita, kini sudah dapat pene-rangan yang semakin baik.

Peresmian ini dihadiri Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha Bright PLN Batam Buyung Abdul Jalal, Direktur Keuangan Bright PLN Batam Bayu Widyarto. Hadir juga Asisten Ekbang Kepri Syamsul Bahrum, Plt Kadis ESDM Hendri K, Tenaga Ahli Gubernur Kepri Saidul Khudri, dan Herizal Hood. Hadir juga Latif, tokoh masyarakat Kampung Baru, Air Lingka, dan masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu Latif menyampaikan rasa terima kasihnya. Jika dulu hanya 6-8 jam sehari, kini mereka bersyukur pasokan itu penuh sehari semalam. (bni)

Disdik Pemko Batam Ajukan 800 CPNS Guru

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam sudah mengajukan jumlah formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk guru yang rencananya akan dibuka tahun ini. Namun, pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak dari usulan 800 guru tersebut yang akan dikabulkan.

”Kita sudah serahkan ke BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Kemarin kami juga sudah bawa hingga ke pusat. Namun, informasinya mereka masih menunggu dari daerah lain mengenai usulan CPNS. Jadi, belum bisa diketahui berapa yang dikabulkan,” kata Kepala Disdik Batam Hendri Arulan, Selasa (20/8).

Hendri menyebutkan, pascamendirikan empat sekolah baru tahun ini, jumlah kebutuhan guru juga bertambah. Untuk tahun pertama mungkin tidak terlalu masalah, namun tahun selanjutnya tentu akan ada penambahan murid dan itu berpengaruh pada ketersediaan guru.

”Kalau kebutuhan tentu banyak. Jumlah yang kami usulkan itu sudah dihitung berdasarkan kondisi saat ini,” sebutnya.

Ilustrasi guru SD.
F Dalil Harahap/Batam Pos

Disinggung mengenai kebutuhan sesuai jenjang pendidikan, Hendri mengatakan kebutuhan hampir terjadi di semua tingkat. Dari total 800 lebih yang diusulkan ke Pemko Batam untuk jenjang SD dan SMP.

Ia berharap usulan ini bisa diterima oleh pemerintah pusat. Berdasarkan pertemuan dengan pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), tahun ini dua profesi yang diprioritaskan masih guru dan tenaga medis.

”Untuk itu, kami sangat berharap usulan ini bisa dika-bulkan guna mencukupi kebutuhan guru di Batam,” terangnya.

Berbagai kebijakan juga dikeluarkan untuk mengatasi kekurangan guru.

Salah satunya melalui kebijakan mengajar satu rumpun. Ke depan, guru akan mengajar lebih dari satu mata pelajaran atau bidang studi yang dinilai masih serumpun.

”Intinya, satu rumpun dengan jurusannya. Jadi, guru benar-benar harus paham soal ini dan bisa menjalankan tugasnya nanti,” tambah-nya. (yui)

Aliansi Jurnalis Independen Mengajak Media Lakukan Jurnalisme Damai

0

batampos.co.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengeluarkan sikap terkait kerusuhan bernuansa SARA yang terjadi di beberapa wilayah di Papua. Dalam hal ini, Aji mengeluarkan sikap resminya kepada pers Indonesia untuk mengutamakan jurnalisme damai dalam setiap pemberitaan kerusuhan yang muaranya dari peristiwa di Jawa Timur tersebut.

“Mengimbau jurnalis dan media menerapkan prinsip jurnalisme damai dalam pemberitaan peristiwa bernuansa konflik seperti ini,” ujar Abdul Manan selaku Ketua Umum AJI Indonesia dalam siaran persnya, Selasa (20/8/2019).

Dia menjelaskan, jurnalisme damai tak berpretensi untuk menghilangkan fakta. Tapi yang lebih diutamakan adalah memilih atau menonjolkan fakta yang bisa mendorong turunnya tensi konflik dan ditemukannya penyelesaiannya secara segera. Untuk itu pihaknya mengimbau jurnalis dan media mematuhi kode etik jurnalistik dalam peliputan dan pemberitaannya.

“Pasal 8 Kode Etik Jurnalistik mengingatkan jurnalis dan media untuk “tidak menulis atau menyiarkan berita berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras…” bebernya.

“Sikap itu ditunjukkan antara lain dengan tidak mudah memercayai informasi, apalagi sekadar tuduhan, dari ormas, TNI atau Polri. Dalam membuat berita juga hendaknya jangan mengesankan membenarkan tindakan yang rasis itu, baik oleh ormas mauapun aparat keamanan,” tambah Abdul Manan.

Ditegaskan, AJI mengimbau jurnalis dan media memberitakan peristiwa di Manokwari dan Jayapura sesuai kaidah Kode Etik Jurnalistik. Sikap itu antara lain dengan melakukan verifikasi sebelum melansir berita, menghindari memuat berita dari sumber yang tidak jelas, dan menuliskannya seakurat mungkin berdasarkan fakta.

“Media hendaknya tidak tergoda untuk memuat berita sensasional, meski itu mengundang jumlah pembaca yang tinggi,” tutur Abdul Manan.

Pada sisi lain, AJI meminta pemerintah melakukan proses hukum terhadap massa organisasi massa, TNI atau Polri, yang bersikap rasis. Karena itu merupakan pidana menurut Undang undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

“Aparat keamanan harus menghormati aspirasi yang disampaikan warga Papua, yang disampaikan secara damai dan memenuhi ketentuan hukum, karena itu merupakan bagian dari kebebasan berekspresi yang dilindungi Konstitusi,” pungkasnya. (luk)

Komentar Kepala BP Batam Terkait Hengkangnya PT Foster

0

batampos.co.id – Hengkangnya PT Foster dari Kota Batam ternyata tidak terlalu dikhawatirkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Pasalnya perusahaan tersebut masuk dalam kategori industry footloose atau sering berpindah-pindah.

“Kalau saya masalah hengkang tidak terlalu peduli, itu industrinya footloose,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawadi, Selasa (20/8/2019).

Edy mengatakan, perusahaan yang masuk dalam industry footloose kerap berpindah-pindah dan mencari negara yang upah pekerjanya murah.

“Maaf ya Batam ini SDMnya skillable, kalau Anda mencari upah murah silahkan ke negara yang baru berkembang,” ujarnya lagi.

Ilustrasi pekerja di Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Menurutnya, industri yang mengakar di Kota Batam dipastikan tidak akan berpindah-pindah. Salah satu contohnya kata edy, adalah PT Unisem.

“Unisem saja tetap bertahan,” jelasnya.

Edy menjelaskan, saat ini pihaknya juga konsen terhadap nilai tambah tenaga kerja.

“Saya tidak begitu peduli dengan jumlah, karena saya nanti akan pusing mencari mana perumahan dan lainya,” paparnya.

Edy mencontohkan tenaga kerja di bidang manufaktur di Singapura, nilai tambahnya mencapai USD 9.000 pertahun.

Kemudian Malaysia USD 3.600 pertahun dan Indonesia atau Kota Batam itu hanya USD 800 per tahun.

“Masa saya harus mengarah kepada tenaga kerja murah, skill tenaga kerja di Kota Batam ini hebat dan memiliki sertifikasi internasional,” paparnya.

Karena itu kata dia, perusahaan asing yang ingin mencari tenaga kerja murah dipastikan tidak akan bertahan di Kota Batam.(esa)

Disperindag akan Tampilkan Daftar Harga Bahan Pokok lewat Videotron

0

batampos.co.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemko Batam mewajibkan setiap pasar menampilkan harga bahan pokok yang diperdagangkan. Tampilan harga tersebut menjadi rujukan warga mengetahui harga bahan pokok yang dijual di pasar terkait dan akan terpasang di depan pasar melalui videotron.

”Terkait hal ini, kami Disperindag sudah menyurati semua pengelola-pengelola pasar untuk menyiapkan sarananya,” ungkap Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau, Selasa (20/8) siang.

Sementara itu, Disperindag sedang mempersiapkan satu sistem terpadu. Dengan sistem ini, penampil harga yang disiapkan pihak pasar dapat diakses atau diketahui pihak Disperindag. Selanjutnya, pemerintah dapat mengambil kebijakan tertentu terkait harga dengan cepat.

”Ini jauh lebih bagus ketimbang informasi manual. Tidak butuh waktu lama,” imbuhnya.

Terobosan ini, lanjut dia, selain masyarakat dapat me-ngetahui harga bahan pokok yang akan dibeli, juga diharapkan agar dapat menekan gejolak harga akibat ulah pedagang nakal. Menurut dia, selama ini pembeli tidak ba-nyak yang mengetahui harga pasti bahan pokok yang akan mereka beli di pasar. Dengan kata lain, perubahan dan informasi harga ada di tangan penjual.

”Dengan ini, pertama, harga sembako (bahan pokok) kami ingin seragamkan. Jika ada perbedaan (antara di penampil harga dan kondisi riil) dapat dilaporkan ke Disperindag, kami akan tindaklanjuti. Kedua, kami ingin pelaku pasar tidak sembarangan memainkan harga,” tegas dia.

Sembari menyiapkan sistem dan meningkatkan komunikasi dengan pihak terkait, termasuk pihak pasar, Disperindag merencanakan sistem ini paling lambat diterapkan di seluruh pasar Batam pada 2020 mendatang.

”Sebelum dilaksanakan serentak, akan dimulai di pasar TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang sedang kami siapkan,” ucap dia.

Pasar TPID Kota Batam sen-diri akan diresmikan 2 September 2019 mendatang. Pasar ini merupakan pasar TPID kedua di Indonesia. Pasar serupa sudah ada di Yogyakarta, namun pasar TPID dari segi keterlibatan distributor disebut paling lengkap.

Pasar TPID ini nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Seperti beras, gula, minyak, daging, telur, hingga sayur-mayur, dan ikan.

”Karena ini langsung dari distributor dan petani binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka harganya lebih murah dari pasar lain,” pungkas Gustian. (iza)

Ricky Bintang Perdana, Satu-Satunya yang Mewakili Batam Pada Paskibra Tingkat Provinsi

0

batampos.co.id – Ricky Bintang Perdana,16, salah satu putera terbaik Kota Batam yang berhasil lolos mewakili Kota Batam untuk menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) 2019 tingkat Provinsi Kepulauan Riau, di Tanjung Pinang, pada Sabtu (17/8/2019) lalu.

Bintang sapaannya, merupakan siswa kelas XI IPA di SMAN 1, Sekupang. Bintang merupakan anak pertama dari Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Melki Sihombing.

Saat ditanyai batampos.co.id, ia menceritakan pengalamannya hingga menjadi salah satu siswa yang lolos menjadi Paskibra tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

“Awalnya saya memang minat dalam hal baris berbaris dan mengikuti ekskul Paskibra lalu bercita-cita sebagai salah satu bagian dari tim Paskibra,” katanya, Senin (19/8/2019).

Dengan usaha kerasnya, akhirnya Bintang mendapatkan kesempatan menjadi Paskibra mewakili Kota Batam untuk tingkat Provinsi Kepri.

Kata dia, ada beberapa tahapan seleksi yang harus dilalui sehingga terpilih menjadi Paskibra tingkat provinsi.

Bintang mengatakan, calon Paskibra diambil dari seluruh SMAN se Kota Batam dan diikuti 52 peserta.

Dari hasil seleksi terpilih delapan orang menjadi Paskibra tingkat Kota Batam dan dirinya lolos menjadi Paskibra tingkat Provinsi Kepri.

Ricky Bintang Perdana (kanan) berfoto bersama sang Ayah, Iptu Melki Sihombing sesaat setelah menjalankan tugas sebagai Paskibra di Ibukota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang. Foto: Dokumentasi Melki Sihombing untuk batampos.co.id

“Seleksinya sangat ketat, dari SMAN 1 saja peserta mencapai 52 peserta, bersyukur menjadi salah satu yang mewakilkan Provinsi,” ujar remaja kelahiran Pekanbaru tersebut.

Bintang, yang juga hobi bermusik itu menceritakan, ia dan rekan-rekannya di karantina selama 21 hari di Pemko Batam.

Selama proses seleksi lanjutnya, para peserta benar-benar ditempa secara mental dan fisik.

“Intinya kami para peserta Paskibra benar-benar dididik secara fisik dan mental. Saya bangga karena terpilih (mewakili Batam di tingkat Provinsi) dan bisa bertemu teman-teman dari daerah lain,” katanya.

Bintang mengatakan, setelah lulus SMA, akan mengikuti tes ke Akademi Kepolisian (Akpol).

Iptu Melki Sihombing, ayah Bintang memberikan sedikit tips bagaimana mendidik putranya tersebut sehingga terpilih menjadi salah satu anggota Paskibra tingkat Provinsi Kepri.

“Pengawasan bukan dalam artian dikekang, pahami minat sang anak ‌dan yang penting harus disupport, jaga ‌sopan santun, dan attitude ketika diluar,” ujarnya.

Disela-sela kesibukannya, personel kepolisian itu menyempatkan diri untuk mengajarkan anaknya dasar baris berbaris.

“Sebab sebagai orang tua kita harus bisa pahami minat sang anak,” jelasnya.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, M Chaidir, sangat bangga dengan prestasi yang diperoleh salah satu siswanya tersebut.

Sebelumnya kata dia, salah satu siswanya terpilih menjadi Paskibraka.

“Untuk tingkat Nasional tahun ini diwakilkan oleh siswa dari Tanjung Batu, tapi saya tetap banggga salah satu siswa bisa tembus ke tingkat Provinsi,” terangnya.

Chaidir berharap, Ricky Bintang bisa menjadi panutan untuk adik-adik kelasnya dalam bidang Paskibra.(cr1)