batampso.co.id – Salah satu anggota DPRD Kota Batam yang disebut-sebut tanda tangannya dipalsukan, Yudi Kurnain membantah hal tersebut.
Yudi mengatakan, saat paripurna Ranperda APBD-P dirinya sedang berada di luar kota.
“Saya baru dari luar kota. Kebetulan jam 6.30 WIB, pesawat yang saya tumpangi delay. Makanya tak bisa ikut rapat paripurna,” katanya, Rabu (21/8/2019).
“Kalau dikatakan saya sudah tanda tangan di daftar kehadiran, itu tak benar,” ujarnya.
Kata Yudi, dirinya baru bisa hadir siang hari ek kantor DPRD Kota Batam dan langsung menandatangani daftar kehadiran pada rapat paripurna Ranperda APBD-P.
“Intinya saya menyetujui pengesahan Ranperda APBD-P. Niat saya hadir, saya sudah posting di status facebook terkait delay saya,” ujar Yudi.
Batam Pos juga mencoba mengkonfirmasi, Ruslan Ali Wasyim, melalui sambungan telepon. Tapi panggilan dari Batam Pos tak dijawab Ruslan. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WA juga tidak kunjung dibalas.
Pada rapat pengesahan Ranperda APBD-P, dihadiri unsur pimpinan sidang. Seperti Zainal Abidin, Iman Sutiawan, Nuryanto, Helmy Hemilton dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
Sedangkan anggota DPRD Batam yang tampak menghadiri rapat pengesahan Ranperda APBD-P yaitu Hendra Asman, Bomen Hutagalung, Ganda Tiur, Musofa, Edward Brando, Ucok Tambusai, Nyanyang Haris Pratamura, Werton Panggabean, Safari Ramadan, Budi Mardianto, Mulia Rindo Purba, Sumali, dan M Yunus Spi.(gas)
batampos.co.id – Pengesahan Ranperda APBD Perubahan pada paripurna pada, Rabu (21/8/2019) sekitar pukul 10.15 WIB terlihat janggal.
Dari kehadiran secara fisik di ruang rapat, total wakil rakyat yang hadir hanya 22 orang, termasuk pimpinan rapat dan wakil pimpinan.
Namun di daftar absen yang dibubuhkan tandatangan, para wakil rakyat yang hadir berjumlah 36 anggota orang.
“Artinya ada kelebihan di daftar absensi kehadiran anggota DPRD Batam yang dibubuhkan tandatangan yang bersangkutan sebanyak 14,” ujar salah satu anggota DPRD Batam yang tak mau disebutkan.
Kata dia, rekan sejawatnya tidak hadir di rapat pengesahan, tapi tandatangannya tercantum di daftar abensi kehadiran.
“Ini namanya sudah pemalsuan tandatangan, kok berani-beraninya para anggota DPRD Batam ini main memalsukan tandatangannya,” jelasnya.
“Padahal lanjutnya ada beberapa anggota DPRD Kota Batam sedang berada di luar kota.
“Ini harus dipertanyakan,” ujarnya.
Rapat paripurna. Pada Rapat paripurna pengesahan APBD-P belasan anggota DPRD Kota Batam kedapatan memalsukan tanda tangan. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Data dari absensi kehadiran anggota DPRD Batam di rapat paripurna pengesahan Ranperda APBD-Perubahan, muncul beberapa nama anggota DPRD Batam yang memang tak terlihat ikut rapat.
Beberapa nama anggota DPRD Batam yang didapat Batam Pos tidak hadir di rapat, namun di daftar absensi kehadiran muncul tandatangan kehadirannya, seperti Erizal Kurai, Yudi Kurnain serta Ruslan Ali Wasyim.
Bila dilihat dari fakta jumlah anggota DPRD Batam yang hadir, harusnya rapat pengesahan APBD-P tidak boleh dilanjutkan. Karena jumlah yang hadir hanya 22 orang atau tidak kuorum.
“Artinya rapat pengesahan (APBD-Perubahan) itu tak kuorum dan tak sah,” jelasnya.
“Minimal kehadiran secara fisik kan 34 anggota DPRD Batamm, tapi ini yang hadir secara fisik hanya 22 saja, itupun sudah termasuk unsur pimpinan sidang,” jelasnya.
Dia juga menekankan, pengesahan Ranperda APBD-P cacat hukum. Tapi tetap dipaksa disahkan.
“Tak ada etika politik di rapat pengesahan Ranperd APBD-P, dan itu dipertontonkan di kalangan media,” tegasnya.
Namun faktanya, pengesahan Ranperda APBD-P tetap disahkan dan ditandatangani Wali Kota Batam, Muhammad Rudi serta ketua DPRD Batam, Nuryanto.(gas)
batampos.co.id – Ignatius, Zen Oscarion dan M Tohir dituntut tinggi atas kepemilikan narkoba.
Jaksa Penuntut Umum (JPU), Zulna Yosepha, menuntut ketiganya 17 tahun penjara karena melanggar pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Memohon kepada majelis hakim untuk memberikan hukuman pidana selama 17 tahun kepada tiga terdakwa,” ujar Zulna membacakan tuntutan, Selasa (20/8/2019).
Tak hanya tuntutan pidana, ketiganya juga akan didenda Rp 1 miliar. Jika denda tidak bisa dibayarkan, terdakwa akan menggantinya dengan 1 tahun kurungan penjara.
Terhadap tuntutan itu, ketiganya meminta keringan hukuman secara lisan.
Anggota Badan Narkotika Nasional Probinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri, Kamis (19/10).Pemusnahan barang bukti tersebut hasil tangkapan dari beberapa kasus dengan belasan tersangka. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
“Mohon ringankan hukuman kami yang mulia, kami masih memiliki tanggungan,” ucap ketiganya.
Diketahui ketiganya secara bersama-sama menjadi perantara dalam jual beli narkotika.
Menurut pengakuan Zen, barang haram tersebut diambil dari pinggir jalan Punggur atas perintah dari Umar (DPO) untuk diantarkan ke pemesan.
Zen mengaku tidak berani mengantar paket sabu ke daerah Pelita. Sehingga Umar memerintahkannya untuk memberikan sabu itu kepada Tohir.
Apesnya, Tohir diamankan BNNP Kepri atas kepemilikan sabu tersebut. BNNP kemudian menangkap Zen.
Saat dilakukan penimbangan, barang haram itu seberat 417 Gram. jenis sabu yang masing-masing dibungkus dengan plastik bening beratnya 0,72 gram. Kemudian 1 plastik bening berisi kristal putih dengan berat bruto 20,42 gram.(une)
batampos.co.id – Tahun ini dua pulau yang berada di kawasan hiterland Kota Batam, yakni Pulau Jalo dan Subang Mas akan mendapat fasilitas air bersih.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, Suhar, mengatakan, kebutuhan waduk di pulau cukup banyak.
Setiap tahun pihaknya meminta bantuan dari pusat untuk membangun sarana dan prasarana air bersih di pulau.
“Tahun ini ada dua pulau yang kami tingkatkan infrastruktur air bersihnya, pertama Pulau Jalo dan kedua Subang Mas,” jelasnya, Rabu (21/8/2019).
Kata dia, di Pulau Jalo pihaknya akan melakukan pembangunan infrastruktur untuk air bersih. Sementara di Subang Mas, dilakukan peningkatan sarana.
Kata dia, anggaran pembangunan dan peningkatan fasilitas air bersih tersebut diperoleh dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Ilustrasi air bersih. Foto: JawaPos
Menurutnya saat ini kebutuhan infrastruktur di pulau masih banyak. Setiap musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan selalu ada permintaan pembangunan infrastruktur pengolahan air bersih.
“Inilah yang kami upayakan setiap tahunnya,” kata dia.
“Sekarang masih banyak masyarakat pulau yang membeli air bersih untuk memenuhi kehidupan mereka dan kalau bisa hingga 2021 mendatang pelayan bisa lebih baik,” harap Suhar.
Setelah infrastruktur ada, pihaknya masih berharap Dam yang telah dibangun bisa dimanfaatkan dengan baik. Meskipun saat ini masih bergantung dari air hujan.
“Ke depan kami lagi upayakan SWRO berskala rendah dan nanti air laut bisa dimanfaatkan menjadi air minum langsung,” paparnya.
“Mudah-mudahan bisa disetujui pusat, kalau sekarang kan hanya bergantung dari air waduk saja,” terangnya.
Dijelaskannya, pemenuhan kebutuhan air bersih di pulau akan dilakukan bertahap. Saat ini masih ada 23 persen lagi masyarakat pulau yang harus dipenuhi kebutuhan air bersihnya.
“Sekarang kan sudah ada balai khusus yang mengurusi ini dari kementerian dan kemarin kami sudah sampaikan persoalan air di Batam,” jelasnya.
“Rencananya mereka mau bantu bangun tahun depan di pulau juga,” kata dia lagi.(she)
batampos.co.id – Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di sejumlah ruas tol.
Salah satunya PT Waskita Karya Tbk. BUMN itu akan menjual sembilan ruas tol tahun ini.
Direktur Keuangan dan Strategi Waskita Karya, Haris Gunawan, menyebutkan, pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham untuk penjualan jalan bebas hambatan tersebut.
”Yang sekarang dalam proses due diligence (uji tuntas, red) oleh dua investor ada lima ruas. Masih berjalan. Tapi, kami belum bisa announce karena masih dalam proses,” ujarnya saat public expose di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Selasa, (20/8/2019).
Dia berharap lima ruas tol tersebut bisa dieksekusi pada semester kedua tahun ini. Selain itu, dia ingin dua investor tersebut segera mengajukan penawaran.
”Kami sangat berharap mereka segera mengajukan final bidding offer. Setelah itu, kami lakukan negosiasi. Kurang lebih ada tiga tahapan lagi,” imbuhnya.
Haris menambahkan, dua investor tersebut benar-benar serius. Tidak seperti investor yang mengajukan diri sebelumnya, yang mundur karena tidak cocok dengan harga yang ditawarkan.
Sejumlah kendaraan melintasi di jalan tol Banyudono Boyolali-Solo di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (30/5) lalu. Dua perusahaan pelat merah bakal menjual kepemilikannya di sejumlah ruas tol. Foto: Arief Budiman/Radar Solo/jpg
Namun, dia enggan menyebutkan lima ruas tol yang telah melalui proses due diligence. Yang jelas, tol Becakayu tidak masuk lima ruas tol tersebut.
”Saya luruskan, Becakayu belum proses. Tapi, tentu kami siapkan dari sekarang supaya transaksi bisa awal tahun depan,” tambahnya.
Nanti dana hasil divestasi itu digunakan untuk investasi di ruas tol yang baru. Hingga semester I 2019, total nilai liabilitas atau utang emiten dengan kode perdagangan WSKT tersebut mencapai Rp 103,72 triliun.
Jumlah itu terdiri atas utang jangka pendek Rp 56,61 triliun dan utang jangka panjang Rp 47,1 triliun.
Menurut dia, utang tersebut tinggi karena pihaknya mengerjakan proyek dengan skema turnkey.
Artinya, pembayaran dilakukan setelah proyek pembangunan rampung.
”Jakarta–Cikampek Elevated, itu pekerjaan yang dilakukan secara turnkey. Jadi, begitu proyek selesai, kami akan dibayar,” urai dia.
Bukan hanya WSKT yang serius untuk menjual tol. BUMN lain yang juga akan menjual sejumlah ruas tolnya adalah PT PP Tbk.
Direktur Utama PT PP, Lukman Hidayat, menuturkan, pihaknya akan menjual dua ruas tol tahun ini.
”Di Medan dan di Malang. Kami usahakan tahun ini kalau bisa dua, tapi kalau nggak bisa ya satu,” ujar dia di tempat yang sama.
Lukman menyebutkan, pihaknya menaksir bahwa pundi-pundi akan terisi sekitar Rp 400 miliar dari penjualan dua ruas tol itu ditambah dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.
”Kalau ada tambahan itu, kami berharap punya cash flow seperti tahun sebelumnya,” katanya.(dee/c11/oki/jpg)
batampos.co.id – PT. Adhya Tirta batam (ATB) telah merampungkan perbaikan terhadap kebocoran pipa DCIP 600 mm di Duriangkang, tepatnya di depan perumahan Winner Rabu (21/8) pukul 17.52 WIB. ATB mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada agar proses perbaikan bisa selesai dengan cepat.
“Perbaikan kebocoran telah ditangani dengan baik. Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada pelanggan yang sudah sabar dan kooperatif selama proses pengerjaan berlangsung,” Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.
Seperti diketahui, ATB melakukan 2 pekerjaan besar pada Selasa (20/8/2019) malam hingga Rabu (21/8/2019) dini hari. Yakni perawatan trafo 2.500 KVA di Instalasi pengolahan Air (IPA) Duriangkang, dan relokasi pipa distribusi pada 3 titik di Batuaji.
Pekerjaan relokasi pipa distribusi pada 3 titik di Batuaji merupakan bagian dari upaya ATB mendukung program pelebaran jalan pemerintah. ATB merelokasi pipa distribusi utamanya, agar proses pelebaran jalan pemerintah bisa berjalan lancar.
Kedua pekerjaan tersebut selesai tepat waktu. Namun saat proses normalisasi, pipa di Duriangkang, tepatnya di depan perumahan Winner mengalami kebocoran. Kondisi ini menyebabkan aliran air yang melalui pipa tersebut harus dihentikan.
ATB telah menyelesaikan perbaikan kebocoran pipa 600 mm di Duriangkang pada Rabu (21/8/2019) pukul 17.30 WIB
Wilayah yang dialiri melalui pipa tersebut mengalami gangguan suplai. Diantaranya Batam Centre, Tanjung Uncang dan sebagian wilayah Batu Aji.
Tak lama setelah kebocoran diketahui, ATB telah menurunkan tim untuk melakukan perbaikan. Tim telah bekerja keras untuk mengupayakan perbaikan kebocoran berjalan secepat mungkin, agar suplai bisa kembali normal.
ATB mengerahkan seluruh sumberdaya yang dimiliki guna mendukung proses perbaikan. Termasuk menurunkan alat berat untuk membantu percepatan perbaikan kebocoran.
Progres perbaikan dilaporkan secara berkala melalui sejumlah kanal yang dimiliki ATB. Mulai dari SMS Gateway, Whatsapp (WA) Broadcast, Media Sosial, press rilis di media online dan lain sebagainya. Dengan demikian, ATB memastikan pelanggan bisa memantau sejauh mana progres perbaikan telah dilakukan.
Petugas pelayanan ATB juga turut siaga melayani setiap keluhan yang masuk. ATB menyediakan jalur Help Desk untuk merespon keluhan pelanggan terkait gangguan suplai. Tanpa perlu antri, pelanggan bisa mendapatkan penjelasan lengkap melalui petugas pelayanan ATB.
Permintaan tanki air juga direspon dengan baik. Koordinasi antar departmen berjalan cepat, untuk merespon kebutuhan-kebutuhan prioritas.
“Kami tak bisa memenuhi semua kebutuhan. Namun kami tetap mengirimkan tanki air ke wilayah-wilayah yang benar-benar membutuhkan,” papar Maria. (Sarma Haratua/ Corporate Secretary)
batampos.co.id – Satu bulan menuju peresmian Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pemko Batam menggesa pelebaran jalan Bridjen Katamso, Tanjung Uncang, Rabu (21/8/2019).
Kepala Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air, Yumasnur, mengatakan, untuk proyek pelebaran jalan disekitar Masjid Mahmud Riayat Syah sedang digesa menuju peresmian Masjid pada September mendatang.
Akses jalan tersebut merupakan sarana menuju area Masjid termasuk kemudahan parkir bagi pengunjung.
“Kita lebarkan jalan di kawasan Masjid agar kemudahan untuk pengunjung nantinya,”katanya, Rabu (21/8/2019).
Ia menambahkan, untuk kontrak proyek pelebaran jalan tersebut sampai Desember mendatang.
Pemko Batam mengesa pelebaran jalan di depan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid tersebut akan diresmikan pada 20 September 2019 mendatang. Foto: Azis Maulana/batampos.co.id
“Artinya akses jalan lagi kita gesa pengerjaannya sampai benar-benar rampung secepatnya,”ujarnya.
Sebelumnya pihak Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk persiapan menjelang peresmian yang dijadwalkan 20 September mendatang.
Maka, Dinas Cipta Karya menargetkan tanggal 30 Agustus ini keseluruhan proyek Masjid Mahmud Riayat Syah telah rampung.
“Sebelum peresmian, maka pada akhir bulan ini sudah selesai semua, termasuk pelebaran jalan di depan Masjid yang dikerjakan oleh Dinas PU,” kata Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang, Suhar.
Meskipun pengerjaan sudah hampir rampung, pihaknya sudah mengajukan anggaran perawatan masjid di pembahasan anggaran belanja dan pendapatan perubahan (APBD-P) tahun ini.
“Sudah kami usulkan biaya perawatan dan kebersihan sementara masjid. Jumlahnya tidak terlalu banyak tahun depan rencananya akan diusulkan kembali,” pungkasnya.(cr1)
batampos.co.id – Kementerian PUPR memperluas penggunaan aspal karet untuk pemeliharaan jalan nasional di seluruh Indonesia.
Tahun 2019 ini, 2.542 ton aspal dengan campuran karet akan digunakan. Dengan asumsi campuran penggunaan karet 7 persen terhadap aspal, maka jumlah karet yang terserap diperkirakan sebanyak 177,95 ton.
Hal ini akan membantu menciptakan demand domestik untuk menyerap hasil petani karet.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Para Petani Karet Se-Provinsi Sumatra Selatan, di Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan Maret 2019 lalu.
“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Menteri Basuki dalam pernyataannya, Selasa (20/8/2019).
Basuki mengatakan, beberapa kelebihan campuran aspal karet alam diantaranya adalah meningkatkan kualitas perkerasan aspal dalam hal usia layanan dan ketahanan terhadap alur.
Sejumlah pekerja sedang mengerjakan pengaspalan ruas jalan di Kota Batam. Kementerian PUPR akan memperluas pengunaan aspal karet karena tingkat pengerasan lebih baik dan daya tahan tinggi. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
Penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan Kementerian PUPR di beberapa lokasi jalan nasional.
Salah satunya di ruas Ciawi-Sukabumi dan Jalan Karawang-Cikampek. Penggunaan aspal karet salah satunya pada pengerjaan preservasi jalan nasional Lintas Tengah Jawa pada ruas Ajibarang-Banyumas-Klampok-Banjarnegara sepanjang 4,8 km dari total yang ditangani 63,03 Km.
Kepala BBPJN VII, Akhmad Cahyadi, mengungkapkan, pada pekerjaan preservasi meliputi rehabilitasi mayor sepanjang 10,5 km.
Dari 6 ruas yang dikerjakan, dua di antaranya menggunakan pelapisan aspal karet sepanjang 4,8 km.
”Ruas Sokaraja-Kaliori sepanjang 2,9 km dan ruas Patikraja-Rawalo sepanjang 1 km sepenuhnya menggunakan aspal karet. Sisanya aspal modified,” jelasnya.
Selain menggunakan aspal karet pada pekerjaan rehabilitasi mayor, BBPJN VII melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Tengah, melakukan peningkatan kualitas jalan pada ruas Purwokerto-Patikraja dengan mengganti jalan aspal menjadi beton rigit.
Cahyadi mengatakan, penanganan Jalur Lintas Tengah Jawa dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan bagi pengendara.
“Karena ruas ini menjadi penghubung antara jalur Lintas Selatan dengan Tol Trans Jawa dan jalur Pantai Utara (Pantura),” ujarnya.(tau/jpg)
batampos.co.id – Seratus personel Polisi Wanita (Polwan) mengikuti kegiatan donor darah yang diselenggarakan PT Adhya Tirta Batam (ATB)di auditorium Politeknik Kota Batam.
Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, kegiatan Peduli Kesehatan dari perusahaanya tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun.
“Tadi ada 200 pendaftar lebih dan 100 diantaranya Polwan,” kata dia, Rabu (21/8/2019).
Seorang personel Polwan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang diadakan PT ATB bersama PMI dan Politeknik Kota Batam. Foto: Humas PT ATB untuk batampos.co.id
Menurutnya para Polwan tersebut mengikuti donor darah sekaligus untuk merayakan HUT Polwan ke 71.
“Hari ini kita berhasil mengumpulkan 169 kantong darah,” jelasnya.
Sementara itu, pembantu Direktur I Bidang Akademik Politeknik Batam, Uuf Brajawidagda, mengatakan, sangat berterima kasih kegiatan sosial PT ATB dilaksanakan di auditorium Politeknik Batam.
“Terima kasih kepada personel Kodim dan Polri yang hadir dalam acara ini,” paparnya.
Pada kegiatan tersebut PT ATB membagikan souvenir kepada 200 pendaftar pertama.(nto)
batampos.co.id – Terhentinya pasokan air ATB juga terjadi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) kelas IIA Batam, membuat ribuan warga binaan di tidak nyaman.
Akibatnya polisi khusus lapas (Polsuspas) atau sipir meningkatkan pengamanan dan pengawasan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Yang jelas mereka merasa tak nyaman, biasanya air ngalir sampai ke blok masing-masing dalam waktu yang bersamaan, sekarang harus antre karena dialirkan perblok,” kata Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Surianto, Rabu (21/8/2019).
Karena air yang terbatas, pihaknya berinisiatif untuk membagikan air dengan selang ke setiap blok.
Warga Binaan Lapas Kelas IIA Kota Batam. Air di Lapas Barelang terbatas mengakibatkan ketidaknyamanan warga binaan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id
“Pengamanan dan pengawasan kami tingkatkan untuk meredam kemungkinan adanya gejolak akibat keterbatasan air ini,” paparnya.
“Kami juga berupaya keras untuk berikan penjelasan kepada mereka supaya tidak gejolak,” ujar Surianto lagi.
Pasokan air ATB, kata Surianto, sudah seharian tidak mengalir. Sehingga suplai air sepanjang Selasa (20/8/2019) hanya bergantung pada sisa-sisa air di bak penampungan.
Air di bak penampung yang tak begitu banyak mengharuskan pihak Lapas untuk mendistribusikan ke blok-blok yang ada secara bergiliran.
Selain itu lanjutnya, jadwal mandi atau cuci juga dibatasi sesuai dengan suplai air yang ada.(eja)